cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Radiografi Thorax Dengan Sangkaan Pneumonia: Studi Kasus di Rumah Sakit Umum Haji Medan Juliana Lasniar Sidauruk; Sri Nanda Sihotang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54803

Abstract

Pneumonia merupakan jenis infeksi paru yang sering terjadi, mengakibatkan peradangan dan gangguan fungsi paru. Pemeriksaan radiografi thorax menjadi penunjang diagnostik penting untuk melihat kelainan anatomi pada rongga dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan, hasil gambaran, serta prosedur radiografi thorax dengan sangkaan pneumonia di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi pada bulan Juni 2025. Pemeriksaan dilakukan menggunakan pesawat General X-ray dan sistem Computer Radiography (CR) dengan proyeksi tunggal Postero-Anterior (PA) Erect. Hasil interpretasi dokter menunjukkan adanya infiltrat dengan groundglass opacity paracardial kanan kiri dengan kesan Pneumonia. Proyeksi PA Erect dinilai cukup optimal untuk menegakkan diagnosa pneumonia, didukung dengan penggunaan CR yang efisien.
Radiografi Os Femur Dengan Sangkaan Multiple Fraktur: Studi Kasus di Rumah Sakit Advent Medan Liberti Tarigan; Juliana Lasniar Sidauruk
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54804

Abstract

Os Femur merupakan tulang terpanjang dan terkuat di tubuh manusia yang rentan mengalami trauma. Salah satu kelainan serius yang dapat terjadi adalah Multiple Fracture, yaitu terputusnya kontinuitas jaringan tulang dengan lebih dari satu garis patahan. Pemeriksaan radiografi menjadi penunjang diagnostik vital untuk melihat lokasi dan bentuk fraktur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan, hasil gambaran, serta prosedur radiografi Os Femur dengan sangkaan Multiple Fracture di Rumah Sakit Advent Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan studi pustaka pada bulan Maret 2025. Pemeriksaan dilakukan menggunakan pesawat General X-ray dan sistem Digital Radiography (DR) dengan proyeksi Antero-Posterior (AP) dan Lateral. Hasil radiograf menunjukkan adanya Multiple Fracture pada Os Femur. Proyeksi AP dan Lateral dinilai cukup optimal untuk menegakkan diagnosa, dengan dukungan teknologi DR yang memungkinkan pengaturan densitas dan kontras pasca-eksposi. Pemeriksaan radiografi Os Femur pada kasus ini memerlukan penanganan khusus terkait kenyamanan pasien akibat nyeri hebat. Proyeksi AP dan Lateral mampu memberikan informasi diagnostik yang akurat.
Pengaruh Slow Stroke Back Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Stroke Sherly Metasari; Wenny Trisnaningtyas; Syarifah Nurus Soffia Perwira Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54806

Abstract

Stroke sebagaimana sebab utamanya kecacatan pun mortalitas, adanya hipertensi selayaknya faktor risikonyayang dominan dan sering tidak terkontrol. Intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai pelengkap terapimedis untuk membantu mengendalikan tekanan darahnya pasien stroke. Slow Stroke Back Massage (SSBM)yakni intervensi keperawatan komplementer di mana memberi efek relaksasi melalui penurunan aktivitas sistemsaraf simpatis. Studi berikut dituju menganalisis dampak SSBM pada penurunan tekanan darah kepada klienstroke. Studi berdesain quasi-experimentals berpendekatan pre test diikuti post test ada grub kontrol. Sampelberjumlah 60 pasien stroke dengan hipertensi yang diklasifikasi menjadi grub intervensi pun grub kontrol. Grubintervensinya diberi SSBM selama tujuh hari, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar.Tekanan darahnya ditinjau melalui sphygmomanometer digital terkalibrasi. Perolehan studi memperlihatkanpenurunan bersignifikan tekanan darah sistolic juga diastolic di grub intervensi dibanding grub kontrolnya(p<0,05). SSBM ternyatakan tepat membuat tensi darah menurun untuk klien stroke lalu dapat diterapkansebagai intervensi keperawatan non farmakologis pada jasa medis primer.
Pemeriksaan Lopografi Dengan Sangkaan Post Ileostomy Perforasi: Studi Kasus di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Medan Justinus Tambunan; Liberti Tarigan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54836

Abstract

Lopografi adalah teknik pemeriksaan radiologis pada saluran pencernaan dengan memasukkan media kontras positif melalui lubang buatan (stoma) pada daerah abdomen. Pemeriksaan ini penting pada kasus post ileostomy perforasi untuk menilai kondisi anatomi usus sebelum dilakukan penyambungan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan, prosedur, serta hasil gambaran radiografi pada pemeriksaan lopografi dengan sangkaan post ileostomy perforasi di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan studi literatur pada bulan April 2025. Pemeriksaan dilakukan menggunakan pesawat fluoroskopi dan sistem Computer Radiography (CR). Prosedur pemeriksaan meliputi foto polos abdomen, dilanjutkan dengan pemasukan media kontras water soluble melalui stoma ke arah distal dan proksimal. Proyeksi yang digunakan adalah Antero-Posterior (AP) dan Lateral. Hasil interpretasi menunjukkan kontras mengisi ileum dan kolon tanpa adanya ekstravasasi, dengan kesimpulan kaliber usus tampak baik. Teknik pemeriksaan lopografi dengan proyeksi AP dan Lateral serta penggunaan fluoroskopi dinilai optimal untuk mengevaluasi kebocoran dan patensi usus pada kasus post ileostomy.
Management of a 5-Year-Old Patient with Pancreatic Serous Cystadenoma: A Rare Case Report Dedi Rahmad Harahap; Ismar Ismar; Tubagus Odih Rhomdani Wahid; Dedy Satria; Arnadi Arnadi; Welly Zulfikar; Eddy Ahmad Syahputra; Andrea Valentino; Sinta Chaira Maulanisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54891

Abstract

Introduction: Pancreatic serous cystadenoma is a benign primary pancreatic cystic neoplasm that typically presents asymptomatically. It is rare in the pediatric population and often poses diagnostic challenges. Case Report: A 5-year-old girl presented to the emergency department at Arifin Achmad Hospital with severe pain in the left upper quadrant of the abdomen, which had persisted for 5 days. Clinical examination revealed swelling and erythema in the epigastric region. Imaging studies identified cystic lesions in the pancreas. The patient underwent a pancreatectomy, and the pathological examination confirmed the diagnosis of pancreatic serous cystadenoma. Conclusion: Diagnosing pancreatic masses requires a comprehensive evaluation, with radiological imaging being crucial for accurate diagnosis and treatment planning. For lesions located in the caudal region of the pancreas, distal pancreatectomy is the recommended surgical approach.
Psychological Response to Chemotherapy: The Association Between Treatment Related Side Effects and Anxiety in Breast Cancer Patients Hayatus Sa’adah Ayu Lestari; Yuza Olsi Rahmi; Tsuwaibatul Islamiyah; Rifda Nur Achriyana Arif; Muthmainnah Muthmainnah; Yohana Agustina; Priska Ekayanti Mahdiansyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety is a common emotional response among patients undergoing chemotherapy and may influence treatment adherence and quality of life. Understanding the association between chemotherapy side effects and anxiety is essential to support comprehensive cancer care. This study aimed to analyze the relationship between chemotherapy side effects and anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. This study employed a quantitative correlational method with a cross-sectional design. The research was conducted at Bangil Regional Hospital from November to December 2022. A total of 104 female breast cancer patients undergoing chemotherapy were selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using two instruments: a chemotherapy side effects questionnaire adapted from Portenoy et al. (1994), and the Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS). The data were analyzed using spearman’s rank correlation. Chemotherapy side effects were predominantly classified in the mild category, with 66 respondents (63.5%) meanwhile, anxiety levels were mostly within the normal range, as reported by 68 respondents (65.4%). Spearman rank correlation analysis demonstrated a statistically significant positive relationship between chemotherapy side effects and anxiety (ρ = 0.335, p = 0.001). There is a statistically significant positive relationship between chemotherapy side effects and anxiety levels among breast cancer patients undergoing chemotherapy, indicating that greater severity of chemotherapy side effects is associated with higher levels of patient anxiety
Analisis Laju Endap Darah dan C-Reaktif Protein Metode Ifa pada Neonatus dengan Riwayat Ketuban Pecah Dini Rara Tarika; Christina Destri Wiwis Wijayanti; M. Sungging Pradana; Esti Rizkiana Pratiwi; Stefani Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54997

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) meningkatkan risiko infeksi neonatal yang mengancam jiwa, sehingga deteksi dini proses inflamasi sangat krusial. Penelitian ini menganalisis nilai Laju Endap Darah (LED) dan kadar C-Reaktif Protein (CRP) menggunakan metode Immunofluorescence Assay (IFA) pada neonatus dengan riwayat KPD. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional terhadap 50 neonatus (25 laki-laki dan 25 perempuan) di Rumkit Tingkat IV Gubeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median nilai LED pada neonatus perempuan (17 mm/jam) dan laki-laki (16 mm/jam) tidak memiliki perbedaan signifikan (p = 0,558). Demikian pula, kadar CRP tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin (p = 0,207). Temuan krusial menunjukkan hubungan antara LED dan CRP bersifat sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik (rho = 0,19; p = 0,178). Simpulan dari penelitian ini adalah meskipun KPD memicu peningkatan biomarker inflamasi di atas ambang batas normal, profil tersebut tidak dipengaruhi oleh gender dan kedua biomarker tidak bergerak secara linier. Hal ini menegaskan pentingnya penggunaan kedua parameter secara komplementer dalam skrining infeksi neonatal.
Tantangan Adopsi Teknologi Kesehatan Digital Oleh Tenaga Kesehatan di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah: Systematic Literature Review 2015-2025 Elsa Gloria Hosang; Atiek Nurwahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55118

Abstract

Teknologi kesehatan digital, termasuk mobile health (mHealth), memiliki potensi besar dalam memperluas akses pelayanan, memperkuat layanan kesehatan primer, serta meningkatkan efisiensi sistem kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun tingkat adopsinya oleh tenaga kesehatan masih relatif rendah dan menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis secara sistematis bukti ilmiah mengenai tantangan adopsi teknologi kesehatan digital oleh tenaga kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest terhadap publikasi periode 2015–2025. Dari 767 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 12 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan adopsi teknologi kesehatan digital mencakup faktor individu seperti rendahnya literasi digital dan resistensi terhadap perubahan, faktor organisasi berupa keterbatasan dukungan manajemen dan sumber daya, faktor teknologi dan infrastruktur seperti keterbatasan perangkat, konektivitas internet, dan keamanan data, serta faktor ekonomi dan kebijakan terkait tingginya biaya implementasi dan lemahnya regulasi pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa adopsi teknologi kesehatan digital dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang saling berkaitan. Oleh karena itu, strategi implementasi memerlukan pendekatan sistemik yang mencakup penguatan kapasitas tenaga kesehatan, dukungan organisasi, pengembangan infrastruktur, serta kebijakan yang berkelanjutan dan kontekstual.
Association Between the Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and the Degree of Carotid Artery Stenosis Ari Bandana Tasrif; Subandi Subandi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55126

Abstract

Ischemic stroke accounts for the majority of instances and is mostly linked to carotid artery stenosis brought on by inflammatory atherosclerosis. This study used medical record data of hospitalized ischemic stroke patients who had digital subtraction angiography (DSA) between January and August 2025. It was an analytical observational study with a cross-sectional design that was carried out at Dr. Moewardi Hospital in Surakarta from October to November 2025. Purposive sampling was used to choose samples based on inclusion and exclusion criteria; the North American Symptomatic Carotid Endarterectomy Trial (NASCET) criteria were used to determine the degree of carotid stenosis; SPSS version 25 was used for statistical analysis using Pearson or Spearman correlation tests based on data distribution. Most ischemic stroke patients were male, aged 50–64 years, with diabetes mellitus and hypertension as the main comorbidities, and the majority had mild to severe carotid stenosis, while a small proportion had critical stenosis or total occlusion. While sex, age, hypertension, diabetes mellitus, and dyslipidemia did not substantially correlate with the degree of carotid artery stenosis (p above 0.05), NLR was the only predictor that did (p below 0.001). NLR was the only independent predictor that was substantially correlated with the degree of carotid artery stenosis, according to multivariate analysis using ordinal logistic regression (B was 0.227; p was 0.012). In ischemic stroke patients at Dr. Moewardi Hospital in Surakarta, NLR is substantially correlated with and an independent predictor of the degree of carotid artery stenosis.
Penerapan Manajemen UKS Berbasis Kolaborasi Interprofesional Di Sekolah Berasrama: Studi Fenomenologi Heideggerian Samot Lydia Tambunan; Lyna M. N. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55268

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari upaya keperawatan kesehatan komunitas di lingkungan sekolah. Pada sekolah berasrama, pengelolaan UKS menghadapi tantangan khusus berupa keberlanjutan kebutuhan kesehatan peserta didik, intensitas interaksi harian, serta keterlibatan berbagai profesi. Namun, penerapan manajemen UKS masih cenderung berfokus pada aspek administratif, sementara pengalaman dan makna kolaborasi antarprofesi belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna pengalaman pemangku kepentingan dalam penerapan manajemen UKS berbasis kolaborasi interprofesional di sekolah berasrama SLA Purwodadi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik Heideggerian. Partisipan terdiri atas Direktur sekolah, Kepala sekolah, Bendahara, Guru, Kepala asrama, Tenaga kesehatan/perawat, dan metron bagian gizi yang terlibat langsung dalam pengelolaan UKS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Analisis data menggunakan langkah-langkah Colaizzi yang dimodifikasi secara interpretatif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) UKS sebagai praktik kepedulian kolektif dalam konteks kehidupan berasrama; (2) kolaborasi interprofesional sebagai proses dinamis dalam negosiasi peran dan tanggung jawab; (3) kepemimpinan kontekstual sebagai faktor pendukung keberlanjutan pelaksanaan UKS; dan (4) tantangan struktural dan kultural dalam praktik kolaborasi. Penerapan manajemen UKS berbasis kolaborasi interprofesional dimaknai sebagai praktik keperawatan komunitas yang kontekstual dan relasional. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan UKS di sekolah berasrama perlu mempertimbangkan pengalaman pelaksana dan dinamika kolaborasi antarprofesi, tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar administratif.