cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
School-Based Intervention in Reducing Sugar-Sweetened Beverage Consumption Among Children and Adolescents: A Systematic Literature Review Zahra Ayu Qalbina; Tri Krianto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55313

Abstract

Sugar-sweetened beverages (SSB) consumption in Indonesia has increased, contributing to the prevalence of obesity and cardiometabolic diseases. Schools represent a strategic setting to promote healthy lifestyles among children and adolescents. This study aimed to review school-based interventions for reducing SSB consumption and to identify their limitations and recommendations. A systematic literature review was conducted in accordance with PRISMA guidelines. Articles published between 2015 and 2025 were retrieved from PubMed, Scopus, and ProQuest. From an initial 705 articles, 8 studies met the eligibility criteria for inclusion. The findings revealed that most interventions utilized a combination of educational and environmental strategies, while others employed peer-influence or environmental-only approaches. Integrated approaches that addressed both educational and environmental strategies were generally associated with more favorable outcomes. Nevertheless, several limitations were identified, particularly those related to challenges in establishing causal inference and the potential for measurement bias. For further research, it is advised to adopt a participatory design approach, integrate interventions into school curriculum and policy framework, and improve both physical and social access to drinking water within the school environment.
Pengaruh Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda Erika Hamdana; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55318

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan.
Faktor Sosial Demografi dan Faktor Lingkungan dengan Pneumonia pada Anak Bawah Lima Tahun: Sebuah Studi Observasional di Kota Batam Didi Yunaspi; Dachriyanus Hamidi; Finny Fitry Yani; Alfan Miko
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55330

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut, khususnya pneumonia, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pneumonia pada anak balita di Batam, Indonesia. Desain penelitian yaitu cross-sectional pada anak usia 0-59 bulan. Sampel diambil dengan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner meliputi faktor social demografi (tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, usia, jenis kelamin) dan faktor lingkungan (ventilasi rumah, perokok keluarga, kepadatan rumah, tempat memasak dan bahan utama lantai). Penelitian dianalisis menggunakan binary logistic regression untuk mengidentifikasi faktor risiko signifikan yang berhubungan dengan pneumonia. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu (p=0.034) sosial ekonomi (p=0.012), usia anak (p=0.002), jenis kelamin (p=0.024), ventilasi rumah (p=0.004), perokok keluarga (p=0.008), kepadatan rumah (p=0.039) dan bahan utama lantai (p=0,006) dengan pneumonia (nilai p< 0,05). Factor risiko dominan pneumonia adalah bahan utama lantai (adjusted odds ratio (aOR): 10,8; IK 95%: 2.291-51.684; p=0.003), usia anak (AOR: 3,81; IK: 0.455-10.017; p=0.006). dan sosial ekonomi (AOR: 3.348; IK: 1.277-8.775; p=0.014). Bahan utama lantai, usia anak dan social demografi merupakan faktor risiko signifikan penyebab pneumonia pada anak balita. Peningkatan kesadaran pengasuh/ibu tentang faktor-faktor yang diprediksi diperlukan untuk mengurangi insiden pneumonia pada anak dan meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Efektivitas Edukasi Video Animasi Dibandingkan Pembelajaran Konvensional Dalam Menurunkan Tindakan dan Sikap Bullying Pada Anak Usia Sekolah: Studi Kuasi-Eksperimental Rahman, Abd; Suryaningsih, Chatarina; Rudhiati, Fauziah; Kulsum, Dewi Umu; Hastuti, Dwi; Herlina, Herlina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55367

Abstract

Bullying pada siswa sekolah dasar masih menjadi masalah yang berdampak pada perkembangan sosial dan emosional anak, sehingga diperlukan strategi edukasi preventif yang efektif. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas komparatif edukasi video animasi dibandingkan edukasi lisan dalam menurunkan tindakan dan sikap bullying pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest control group. Sampel terdiri dari 40 siswa yang dibagi menjadi kelompok intervensi (video animasi ±5 menit) dan kelompok kontrol (edukasi lisan). Instrumen penelitian berupa kuesioner tindakan dan sikap bullying. Hasil menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami penurunan skor bullying, namun kelompok intervensi menunjukkan penurunan yang lebih besar dan signifikan secara statistik (p<0,05). Rata-rata skor tindakan bullying pada kelompok intervensi lebih rendah (66,90) dibandingkan kelompok kontrol (71,65), sedangkan skor sikap bullying juga lebih rendah (31,80) dibandingkan kelompok kontrol (44,85). Nilai Cohen’s d sebesar 1,3529 pada tindakan dan 0,9677 pada sikap menunjukkan efek intervensi yang besar (Cohen’s d > 0,8 dikategorikan sebagai efek besar). Penurunan tersebut berkaitan dengan peningkatan empati, penguatan persepsi bahaya bullying, dan penurunan sikap permisif terhadap perilaku agresif. Edukasi video animasi terbukti lebih efektif dibanding edukasi lisan dan direkomendasikan sebagai strategi preventif bullying yang aplikatif di lingkungan sekolah dasar.
Telemedicine Sebagai Solusi Keberlanjutan Pemberian Asuhan Continuity of Care Oleh Mahasiswa Kebidanan dalam Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Uliy Iffah; Laila Hijradesy Ridwan; Prety Zinta Aprila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55379

Abstract

Latar belakang: Kontinuitas Perawatan (CoC) merupakan model penting dalam layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Namun, CoC yang diberikan oleh mahasiswa kebidanan seringkali berhenti setelah layanan keluarga berencana karena keterbatasan jadwal praktik akademis. Studi ini mengeksplorasi potensi penggunaan telemedisin sebagai strategi untuk mempertahankan CoC yang diberikan oleh mahasiswa kebidanan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas telemedisin dalam mendukung mahasiswa kebidanan untuk menjaga kesinambungan perawatan bagi ibu dan bayi baru lahir di Padang, Indonesia. Metode: Studi metode campuran dilakukan yang melibatkan 20 mahasiswa kebidanan dan 20 ibu yang menerima perawatan kontinensia (CoC) di Padang, Indonesia. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur kepuasan, aksesibilitas, dan kontinuitas perawatan. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (FGD). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik. Hasil: Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa 85% ibu merasa puas dengan layanan telemedisin, dan 78% mahasiswa melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menjaga kontak dengan klien. Analisis tematik mengungkapkan tiga manfaat utama: peningkatan aksesibilitas, peningkatan pendidikan ibu, dan peningkatan pembelajaran mahasiswa. Tantangan yang dihadapi meliputi masalah konektivitas internet dan keterbatasan literasi digital di kalangan sebagian ibu. Kesimpulan: Telemedisin merupakan alat yang layak dan efektif untuk mempertahankan komunikasi antar mahasiswa kebidanan. Integrasi ke dalam pendidikan klinis direkomendasikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Background: Continuity of Care (CoC) is an essential model in maternal and newborn health services. However, CoC provided by midwifery students often stops after family planning services due to limited academic practice schedules. This study explored the potential use of telemedicine as a strategy to maintain CoC provided by midwifery students. Objectives: This study aimed to evaluate the effectiveness of telemedicine in supporting midwifery students to maintain continuity of care for mothers and newborns in Padang, Indonesia. Methods: A mixed-methods study was conducted involving 20 midwifery students and 20 mothers who received CoC in Padang, Indonesia. Quantitative data were collected through structured questionnaires measuring satisfaction, accessibility, and continuity of care. Qualitative data were obtained from in-depth interviews and focus group discussions (FGD). Data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. Results: Quantitative findings showed that 85% of mothers were satisfied with telemedicine services, and 78% of students reported improved confidence in maintaining contact with clients. Thematic analysis revealed three key benefits: increased accessibility, improved maternal education, and enhanced student learning. Challenges included internet connectivity issues and limited digital literacy among some mothers. Conclusion: Telemedicine is a feasible and effective tool to sustain CoC by midwifery students. Integration into clinical education is recommended to strengthen maternal and neonatal health services in Indonesia.
Uji In Vivo Aktifitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Bunga Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Anna Maria Dewajanti; Agus Limanto; Bella N. Wijaya; Erma Mexcorry Sumbayak; Hendrik Kurniawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55409

Abstract

Hiperurisemia merupakan keadaan di mana kadar asam urat di dalam darah tinggi sehingga dapat menimbulkan penyakit gout, kerusakan ginjal, dan komplikasi lain. Dalam beberapa dekade terakhir, peneliti mulai mengembangkan tanaman obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, salah satunya adalah tanaman melinjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antihiperurisemia ekstrak bunga melinjo (Gnetum gnemon L). Desain penelitian eksperimental ini pre-post test control group. Aktivitas antihiperurisemia dinilai melalui pengukuran kadar asam urat plasma darah tikus putih Sprague Dawley yang diinduksi hiperurisemia. Kelompok perlakuan menerima ekstrak dengan dosis 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB, yang dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (allopurinol 90 mg/kgBB) dan negatif (Na- CMC 0,5%). Pemberian ekstrak dosis 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar asam urat darah, dengan nilai p < 0,05 (Uji Wilcoxon), begitu pula dengan allopurinol. Pada analisis antar kelompok, kadar asam urat hari ke-7 berbeda bermakna (uji Kruskal–Wallis), dengan perbedaan terutama antara kontrol negatif dan kelompok perlakuan/kontrol positif (post-hoc Bonferroni). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kontrol positif dan kelompok ekstrak pada hari ke-7. Hasil penelitian ini membuktikan potensi ekstrak bunga melinjo sebagai agen alami dan berperan dalam pengelolaan antihiperurisemia. Temuan ini mendukung pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alami dengan risiko efek samping yang lebih rendah
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Nadya Febriantie; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55416

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan penyakit kronis merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, namun masih dipengaruhi oleh berbagai determinan, salah satunya tingkat sosial ekonomi. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengakses layanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pengobatan, serta mempertahankan kepatuhan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi pasien dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 pasien penyakit kronis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat sosial ekonomi dan kepatuhan pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat sosial ekonomi yang baik (87,1%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (94%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan pengobatan, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sosial ekonomi berperan dalam mendukung kepatuhan pasien, faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan sistem pelayanan kesehatan juga memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan perlu dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada edukasi pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Radiografi Thorax dengan Sangkaan Fraktur Kominutif Costae di Rumah Sakit X di Kota Medan Fitler Aritonang; Manumpan Sihombing; Ismadi Sihombing; Cristanti Sihombing
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55424

Abstract

Radiografi Thorax adalah modalitas pencitraan yang paling umum untuk penyakit paru. Fraktur kominutif costae adalah cedera pada dada akibat benturan keras yang menyebabkan patah tulang rusuk lebih dari satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik pemeriksaan radiografi thorax pada pasien dengan kondisi umum buruk akibat kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada satu pasien di RS X di Kota Medan. Teknik pemeriksaan menggunakan proyeksi Antero-Posterior (AP) dengan pengolahan film Digital Radiography (DR). Hasil penelitian menunjukkan adanya fraktur kominutif di os costae 3, 4, 5, 6, 7 posterior kanan serta os costae 3, 4, 9, 10 posterior kiri. Penggunaan teknik High kV (110 kV) efektif dalam mengurangi dosis radiasi dan mengatasi unsharpness movement pada pasien sesak napas.
Prevalencies of Ovarian pregnancy confirmed by Histopathological examination: A rare case Fita Maulina; Purnawan Senoaji; Yuyun Lisnawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55438

Abstract

Ovarian pregnancy is a rare form of ectopic pregnancy with an estimated incidence ranging from 1 in 2,100 to 1 in 7,000 pregnancies, accounting for only 1–3% of all ectopic cases. Despite its rarity, it remains a diagnostic challenge because its clinical presentation closely resembles tubal pregnancy and ultrasound findings are often inconclusive. Therefore, definitive diagnosis is frequently established during surgery and confirmed through histopathological examination. This study aims to report the prevalence of ovarian pregnancy at Persahabatan General Hospital between January 2015 and April 2019. During the study period, 151 cases of ectopic pregnancy were recorded, of which three were confirmed as ovarian pregnancies, resulting in a prevalence of 0.01%. All patients required surgical management with unilateral salpingo-oophorectomy due to their clinical and hemodynamic conditions. The findings highlight the importance of thorough history taking, early antenatal care, and routine first-trimester transvaginal ultrasound to improve early detection. Management decisions should be individualized based on the patient’s hemodynamic stability to prevent complications and ensure optimal outcomes. Keywords: Ovarian pregnancy, Ectopic pregnancy, Viable ovarian pregnancy
Sustainability-Oriented Employee Mindsets as a Foundation for Environmental Health in the Palm Oil Sector Muhammad Reza Aulia; Zulkarnain Lubis; Vivi Gusrini Rahmadani; Darmansyah Siregar; Mehaga Bastanta Sinulingga; Fantashir Awwal Fuqara; Utari Azrani; Cut Salsabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55523

Abstract

This study explores employee mindsets and their influence on sustainable agriculture within PTPN III (Persero), a state-owned enterprise in Indonesia’s palm oil sector. Using a qualitative case study design, thirty employees from field, supervisory, and administrative levels participated in semi-structured interviews conducted between January and June 2025. Thematic analysis identified six dominant mindsets: profit-oriented, compliance, growth, innovation, collaborative, and infinite. These represent a continuum from short-term productivity and regulatory adherence to long-term, visionary, and intergenerational commitments to sustainability. The analysis further revealed six traits influencing sustainability behavior: environmental awareness, social responsibility, ethical consciousness, innovation orientation, collaborative spirit, and advancement drive. Employees with higher levels of these traits actively engaged in environmentally responsible practices, while those with lower awareness demonstrated compliance-based behavior. The findings suggest that a sustainability-oriented mindset, characterized by long-term vision, accountability to nature and society, and adaptability to global challenges, is essential for advancing sustainable agriculture in PTPN III. Theoretically, this study contributes to organizational behavior and sustainability research by illustrating how employee mindsets shape sustainability implementation in agribusiness organizations.