cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Implementasi Komplementer Stimulasi Titik Perikardium (PC5) dalam Meningkatkan Kemampuan Kader untuk Meningkatkan Nafsu Makan Balita. Patemah Patemah; Ervin Rufaindah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61826

Abstract

Abstrak Bayi yang sudah genap berusia 1 tahun akan menjadi balita. Pada fase balita ini memerlukan makanan tambahan yang mengalami peralihan kemakanan orang dewasa. Makanan ini akan digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangnya. Untuk meningkatkan pola makan balita maka dapat dilakukan stimulasi akupresur pada titik perikardium (PC5). Tujuan: penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan kader untuk stimulasi titik perikardium (PC5) dalam meningkatkan nafsu makan balita. Desain Menggunakan Kuantitatif dengan metode quasi eksperimen one group pretest and posttest design. Hasil: yang didapatkan sesudah pemberian materi adanya peningkatan pengetahuan kader pada tingkat tahu mayoritas berpengetahuan baik 21 responden (70%), pada tingkat paham mayoritas berpengetahuan baik 20 responden (67%), pada tingkat aplikasi sesudah pemberian materi mayoritas berpengetahuan baik 20 responden (67%), yang sebelumnya tidak ada yang baik. Kesimpulannya: adanya perubahan peningkatan Pengetahuan dari tingkat tahu, paham dan aplikasi menjadi baik. Sarannya adalah agar semua kader dapat memberikan implementasi stimulasi pericardium kepada balita dan kegiatan bisa juga dilakukan di posyandu balita. Kata Kunci: Stimulasi, Perikardium, Balita.
Dukungan Yang Diterima Ibu Hamil Dengan Malaria Berdasarkan Teori Socio-Ecological Model di Wilayah Kerja Puskesmas Abepantai Renanta Adeel Hukubun; Agnes Angelita Suyanto; Diyah Astuti Nurfa’izah; Jefferson N. Munthe; Eva Sinaga; Fransisca B. Batticaca
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61904

Abstract

Infeksi malaria pada kehamilan merupakan kondisi yang berisiko menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Terutama di Jayapura, yang memiliki tingkat prevalensi malaria yang tinggi di kalangan wanita hamil. Dukungan bagi wanita hamil yang terinfeksi malaria sangat penting karena dampak malaria pada wanita hamil bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga komplikasi malaria yang parah dan bahkan kematian. Bagi janin, infeksi malaria berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan bahkan kematian janin. Dari perspektif psikologis, wanita hamil yang terinfeksi malaria dapat mengalami kecemasan dan stres yang tinggi, sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan. Namun, masih sedikit yang memperhatikan dukungan yang diterima oleh wanita hamil yang terinfeksi malaria, terutama secara sistematis melalui teori Socio-Ecological Model. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan yang diterima ibu hamil dengan malaria berdasarkan teori Socio-Ecological Model. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dianalisis menggunakan tahapan analisis data berdasarkan Creswell. Pada penelitian ini didapatkan hasil tema yang dikelompokkan berdasarkan kerangka teori Socio-Ecological Model yaitu: Dukungan Individual, Interpersonal, Organizational, Community dan Public Policy. Berdasarkan hasil penelitian, dukungan yang diterima ibu hamil dengan malaria melalui lima tingkatan teori Socio-Ecological berupa suatu kesatuan yang saling berkaitan, setiap tingkatan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan ibu hamil dengan malaria baik secara fisik maupun emosional.
Analysis of Risk Factors For Nutritional Status and Consumption Patterns Among Pregnant Women With Chronic Energy Deficiency (CED) In The Working Area of A Public Health Center Rya Anastasya Siregar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61905

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) in pregnancy remains a persistent public health problem in Indonesia, contributing to adverse maternal and neonatal outcomes. Although quantitative surveys have mapped its prevalence, the socio-cultural and behavioral mechanisms that shape the nutritional status and diets of affected women remain poorly understood. This study aimed to explore CED risk factors and dietary patterns of pregnant women through a comprehensive qualitative study. A descriptive phenomenological study was conducted in a community health center (Puskesmas) in Bogor Regency, involving 25 participants: 15 pregnant women with an upper arm circumference <23.5 cm, five family members, and five health workers. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, and observations, and then analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis. Five key themes emerged: fragmented nutrition knowledge and misinformation; deeply ingrained food taboos and restrictive dietary practices; economic vulnerability and intra-household food allocation; fragmented family and partner support; and emotional distress related to food insecurity. The interplay of these factors creates a cycle of inadequate intake that cannot be broken by traditional nutrition education alone. These findings emphasize the need for culturally sensitive, family-centered interventions, integrating mental health support, economic empowerment, and reorientation of antenatal care to address the root causes of CED.
Effectiveness of Local Food Based Supplementary Feeding Program in Improving the Nutritional Status of Pregnant Women with Chronic Energy Deficiency Novia Nuraini; Rosita Syarifah; Aticeh Aticeh; Mulyana Mulyana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.57774

Abstract

The nutritional status of pregnant women experiencing chronic energy deficiency (CED) is caused by inadequate family food consumption and food limitations. CED in pregnant women affects the baby and mother. The government is making efforts to overcome this by providing additional feeding (PAF) and mentoring to optimize nutritional intake so that nutritional status returns to normal. This study aims to empower the community through a program providing local food-based additional feeding for pregnant women with chronic energy deficiency. The type of research is an experimental one group study, targeting 71 pregnant women with CED who received local PAF, including respondents who were willing and received local PAF. The research analysis used a T-test for the results of the study.
Analisis Implementasi Integrasi Layanan Primer Pada Penjaringan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Enarotali Kabupaten Paniai Papua Tengah Otniel Mote; Robby Kayame; Semuel Piter Irab; Yacob Ruru; Arius Togodly; Agus Zainuri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.58950

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan tingginya angka kasus dan kematian. Pemerintah mengembangkan kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui penemuan kasus aktif, skrining berbasis komunitas, dan kolaborasi lintas program. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 12 informan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Komunikasi program telah dilakukan melalui sosialisasi dan koordinasi lintas program, namun terkendala akses wilayah dan rendahnya pemahaman masyarakat. Sumber daya masih terbatas pada tenaga kesehatan, sarana, logistik, dan anggaran. Disposisi menunjukkan adanya komitmen positif tenaga kesehatan dan pemerintah daerah. Struktur birokrasi serta koordinasi lintas sektor telah berjalan, meskipun belum optimal akibat keterbatasan sumber daya dan akses pelayanan. Simpulan: Implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali telah berjalan namun belum optimal.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Mutu Dokumentasi Rekam Medis di RSUD Paniai Rasmawati Rasmawati; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.60958

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting keberhasilan sistem kesehatan, salah satunya ditunjang oleh rekam medis sebagai sumber informasi pasien, sarana komunikasi antar tenaga kesehatan, dasar pengambilan keputusan klinis, evaluasi pelayanan, serta bukti hukum. Namun, praktik pengisian rekam medis di lapangan masih belum optimal sehingga menurunkan kualitas dokumentasi dan berpotensi menimbulkan masalah tanggung gugat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu dokumentasi rekam medis di RSUD Paniai. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional ini melibatkan 35 tenaga kesehatan sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi dokumentasi, dengan analisis menggunakan uji chi-square, rasio prevalensi, serta regresi logistik biner. Hasil menunjukkan variabel usia, masa kerja, pengetahuan, motivasi, sikap, koordinasi tim, dan kepatuhan berhubungan signifikan dengan mutu dokumentasi. Analisis multivariat menegaskan motivasi tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan (p=0,001; OR=67,5; CI95% 5,099–86,330). Temuan ini menekankan perlunya peningkatan motivasi, kepatuhan, dan koordinasi tim untuk memperbaiki mutu dokumentasi rekam medis serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Paniai.
Radiografi Ossa Pelvic Dengan Sangkaan Fraktur Acetabulum di RSUP Haji Adam Malik Medan Liberti Tarigan; Juliana Lasniar Sidauruk; Avril Fredecia Situmorang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61015

Abstract

Radiografi Ossa Pelvic memiliki peran krusial dalam menegakkan diagnosis medis, khususnya pada kasus trauma yang dicurigai mengalami fraktur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi teknik pemeriksaan radiografi Ossa Pelvic dengan sangkaan fraktur acetabulum di Instalasi Radiologi RSUP Haji Adam Malik Medan. Pemeriksaan ini diaplikasikan menggunakan pesawat General X-Ray yang diintegrasikan dengan Computed Radiography (CR) guna memaksimalkan kualitas citra. Proyeksi standar yang digunakan meliputi Antero-Posterior (AP), Lateral, dan Oblique. Ketiga proyeksi ini secara spesifik diatur untuk memvisualisasikan struktur anatomi Ossa Pelvic dan tulang acetabulum secara optimal tanpa adanya superposisi yang mengganggu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, gambaran radiograf menunjukkan visibilitas tulang yang sangat baik dan mengonfirmasi diagnosis secara presisi. Citra tersebut memperlihatkan adanya garis fraktur yang jelas pada os acetabulum bagian kiri. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi proyeksi AP, Lateral, dan Oblique dengan menggunakan modalitas CR sangat efektif dan informatif dalam menghasilkan kontras radiografi yang tajam, sehingga memudahkan dokter dalam memberikan ekspertise klinis penegakan diagnosis fraktur acetabulum.
Manajemen Pendekatan Petugas Kesehatan Terhadap ODHA Di Puskesmas Rimba Jaya Kabupaten Merauke Yohana Mariana; Novita Medyati; Septevanus Rantetoding; Hasmi Hasmi; Yulius Sarungu Paiting; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61095

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pendekatan petugas kesehatan terhadap ODHA di UPTD Puskesmas Rimba Jaya, khususnya terkait pelayanan dan dampaknya terhadap keaktifan ODHA dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas kesehatan serta ODHA yang terlibat dalam pelayanan HIV/AIDS. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan petugas kesehatan melalui komunikasi terapeutik, konseling, edukasi kesehatan, dan dukungan emosional berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan, kenyamanan, serta kepatuhan ODHA terhadap terapi antiretroviral (ARV). Namun, pelayanan masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, beban kerja tinggi, stigma dan diskriminasi, hambatan komunikasi, serta keterbatasan sarana pelayanan kesehatan. Penelitian juga menemukan bahwa pendekatan yang empatik, suportif, dan nondiskriminatif dapat meningkatkan keaktifan ODHA dalam kontrol rutin, kepatuhan pengobatan, dan retensi layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Pengaruh Birth Self-Efficacy terhadap Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III: Sebuah Tinjauan Literatur Novia Awalyah; Nopalina Suyanti Damanik; Parningotan Simanjuntak; Riska Hutapea; Mestika Lase
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61188

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu hamil primigravida, terutama pada trimester III menjelang persalinan. Tingginya tingkat kecemasan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu, proses persalinan, maupun kesehatan janin. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan kecemasan adalah birth self-efficacy, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya menghadapi proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh birth self-efficacy terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Garuda menggunakan kata kunci birth self-efficacy, childbirth self-efficacy, pregnancy anxiety, primigravida, dan third trimester pregnancy. Artikel yang dipilih merupakan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2021–2026 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan metode narrative synthesis. Hasil literature review menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara birth self-efficacy dan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Ibu hamil dengan birth self-efficacy yang tinggi cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dibandingkan ibu yang memiliki birth self-efficacy rendah. Selain itu, berbagai intervensi seperti pendidikan antenatal, kelas ibu hamil, konseling, dan dukungan keluarga terbukti mampu meningkatkan birth self-efficacy sekaligus menurunkan kecemasan menjelang persalinan. Birth self-efficacy merupakan salah satu faktor protektif yang berperan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Peningkatan birth self-efficacy melalui pendidikan kesehatan, pendampingan, dan pelayanan antenatal yang komprehensif perlu dioptimalkan sebagai upaya meningkatkan kesiapan psikologis ibu dalam menghadapi persalinan.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Linda Margared Antaribaba; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Yacob Ruru; Septevanus Rantetoding; Dolfinus Yufu Bouway
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61207

Abstract

Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam keberhasilan organisasi kesehatan. Kinerja pegawai yang baik berperan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi dan pelaksanaan program kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan, motivasi kerja, kompetensi, lingkungan kerja, dan beban kerja dengan kinerja pegawai serta mengidentifikasi faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 97 pegawai dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kinerja baik (73,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kepemimpinan (p<0,001), kompetensi (p<0,001), lingkungan kerja (p<0,001), dan beban kerja (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai, sedangkan motivasi kerja tidak berhubungan signifikan (p=0,380). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lingkungan kerja merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja pegawai (OR = 27,565; 95% CI = 5,951–127,680). Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja dan kompetensi pegawai perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kinerja pegawai.