cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Pengaruh Gaya Komunikasi Terhadap Sikap MP-ASI pada Ibu Balita Wasting Di Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Provinsi Lampung Sri Yuliani; Lolita Sary; Syafik Arisandi; Usastiawaty Usastiawaty; Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61558

Abstract

Wasting merupakan masalah gizi akut yang masih menjadi isu global dan nasional, dengan prevalensi tertinggi pada balita usia 12–23 bulan di Indonesia. Kota Metro termasuk daerah dengan kasus wasting tinggi di Provinsi Lampung. Salah satu penyebabnya adalah pemberian MP-ASI yang tidak tepat, yang dipengaruhi oleh sikap ibu. Sikap tersebut dapat diubah melalui gaya komunikasi tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya komunikasi terhadap sikap MP-ASI pada ibu balita wasting usia ≥6–59 bulan di Kecamatan Metro Pusat. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest pada 42 ibu balita wasting menggunakan total sampling. Responden dibagi menjadi tiga kelompok intervensi: komunikasi persuasif, agresif, dan pasif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap MP-ASI dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian Terjadi peningkatan skor sikap pada semua kelompok, dengan peningkatan tertinggi pada komunikasi persuasif (12,8), diikuti agresif (6,35) dan pasif (3,28). Terdapat pengaruh signifikan gaya komunikasi terhadap sikap (p=0,000), dengan komunikasi persuasif sebagai yang paling efektif. Tenaga kesehatan disarankan menerapkan komunikasi persuasif secara konsisten dalam edukasi gizi serta penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel lebih besar dan desain longitudinal untuk menilai keberlanjutan perubahan sikap
Hubungan Korelasional Kualitas Tidur dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin Abdul Zaki; Mila Sartika; Previarsi Rahayu; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61573

Abstract

Anemia remains a health problem among adolescent girls that can lead to decreased concentration, fatigue, and productivity. One factor that is thought to be related to anemia is sleep quality. This study aims to determine the relationship between sleep quality and anemia among adolescent girls at SMP Negeri 1 Cabangbungin in 2025. This study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 84 female students selected according to the research criteria. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire, while the incidence of anemia was determined based on hemoglobin level tests using an Hb meter with an anemia threshold of <12 g/dL. The results showed that 57.1% of respondents had poor sleep quality and 56.0% had anemia. Spearman's test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05) and r = -0.685, indicating a strong relationship or correlation between sleep quality and the incidence of anemia in adolescent girls. There is a strong and significant relationship between sleep quality and the incidence of anemia among adolescent girls. Improving sleep quality is recommended as part of anemia prevention efforts in this population.Keywords: Adolescent girls, Anemia, Hemoglobin, Sleep quality.
Efektivitas Puding Buah Naga Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil dengan Anemia di Klinik NM Kota Depok Tahun 2025 Dwi Reza Wahyuni; Aninditya Azis; Rima Muliani; Yuliana Yuliana; Marina Maharani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61594

Abstract

Di Indonesia prevalensi Anemia pada Ibu Hamil,data Riskesdas Prevalasi anemia ibu hamil tahun 2013 37%, pada tahun 2023 Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia tercatat sebesar 48%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Quasi Eksperimen 1 grup pre-test dan post-test, Populasi sampling ibu hamil bulan Juli sampai dengan Agustus 2025, terdapat 125 ibu hamil. Ibu hamil yang bersedia menjadi responden 15 ibu hamil yang mengalami anemia ringan dan sedang sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi di Klinik NM Kota Depok. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pemberian 1 cup puding buah naga setiap hari. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kadar Hb yang signifikan secara statistik dan praktis, dengan nilai Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi p < 0,001. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari > 0,05, Ha diterima ada perubahan signifikan setelah pemberian puding buah naga meningkatkan kadar hemoglobin. Dengan demikian, intervensi yang diberikan terbukti berpengaruh dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Klinik NM Depok Tahun 2025.
Hubungan Pengetahuan dan Self-Efficacy dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSUD Undata Prov. Sulawesi Tengah Ismunandar Wahyu Kindang; Sisilia Rammang; Siti Yartin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61677

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global yang mengharuskan pasien menjalani hemodialisis seumur hidup dan mematuhi pembatasan diet yang ketat. Kepatuhan diet dipengaruhi oleh faktor psikologis internal, terutama pengetahuan dan self-efficacy yang berlandaskan teori perilaku kesehatan dan teori self-efficacy. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan self-efficacy dengan kepatuhan diet pada pasien GGK di Ruang Hemodialisa RSUD Undata Prov. Sulawesi Tengah. Desain cross-sectional analitik digunakan dengan 55 responden dipilih melalui purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: pengetahuan Baik (60,0%), self-efficacy Yakin (60,0%), patuh diet (70,9%). Terdapat hubungan bermakna pengetahuan–kepatuhan (χ²=34,117; p=0,000) dan self-efficacy–kepatuhan (χ²=33,846; p=0,000; Fisher Exact p=0,000). Intervensi keperawatan berbasis self-efficacy direkomendasikan sebagai strategi utama meningkatkan kepatuhan diet pasien hemodialisis.
Efektivitas Penggunaan Early Warning System (EWS) dalam Keperawatan Berdasarkan Perspektif Filsafat dan Paradigma Keperawatan: Literatur Review Yeni Yeni; Gipta Galih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61719

Abstract

Abstrak Early Warning Score (EWS) merupakan ukuran yang dipakai sebagai dasar mengevaluasi deteriorasi kondisi fisiologis pasien, yaitu untuk mengidentifikasi dan merespons pasien dengan penyakit akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang implementasi EWS dalam mendeteksi deteriorasi pasien di rumah sakit melalui tinjauan literatur sistematis yang berkaitan dengan paradigma dan filosofi keperawatan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan literatur dengan pencarian artikel dari database PubMed, Google Scholar, dan CINAHL dalam rentang waktu 2020-2025. Terdapat 8 (delapan) artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan dianalisis berdasarkan desain penelitian, populasi, variabel, alat, dan hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa EWS terbukti efektif secara klinis sebagai prediktor luaran pasien, termasuk penurunan Lama Tinggal (Length of Stay/LOS), penurunan tingkat kematian (mortalitas), dan prediksi admisi ICU. Selain itu, penerapan sistem elektronik (digitalisasi) dalam penilaian EWS terbukti dapat meningkatkan efisiensi perawatan dan memungkinkan intervensi lebih cepat. Evaluasi ini sangat bergantung pada kepatuhan dan kemampuan berpikir kritis tenaga kesehatan yang memanfaatkannya. Kata Kunci: EWS, deteksi dini, filsafat keperawatan, paradigma keperawatan. Abstract The Early Warning Score (EWS) is a metric utilized to evaluate the decline in a patient’s physiological state, specifically for recognizing and addressing patients presenting with acute illnesses. The objective of this study is to present an overview of how EWS is implemented to identify patient deterioration in hospitals via a systematic literature review related to nursing paradigms and philosophy. The method applied involves conducting a literature review by exploring articles from the PubMed, Google Scholar, and CINAHL databases from 2020 to 2025. Eight articles that satisfied the inclusion criteria were examined in terms of study design, population, variables, instruments, and research outcomes. The findings indicate that EWS has been clinically proven as an effective predictor of patient outcomes, including reducing Length of Stay (LOS), mortality rates, and predicting ICU admissions. Furthermore, the adoption of electronic systems in EWS evaluations can significantly enhance care efficiency and allow for quicker interventions. Effective EWS assessment heavily relies on the adherence, critical thinking, and analytical skills of the healthcare workers utilizing it. Keywords: EWS, early detection, nursing philosophy, nursing paradigm.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah yang Service Excellent Pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia di RSU Haji Medan Linda Mardiyanti Waruwu; Nunung Febriany Sitepu; Sri Murtini; Petra Diansari Zega; Sahnijar Sahnijar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61735

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran prostat jinak yang sering terjadi pada pria usia lanjut dan dapat menyebabkan gangguan berkemih seperti retensi urine, pancaran urine melemah, sering berkemih, serta rasa tidak tuntas setelah BAK. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien apabila tidak ditangani dengan baik. Tujuan melaksanakan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang Service Excellent pada Tn. A dengan penyakit Benign Prostatic Hyperplasia di Ruangan Thai’f RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif yang menggambarkan secara sistematis proses keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi dengan instrumen lembar pengkajian. Subjek berfokus pada satu pasien, yaitu Tn. A dengan diagnosis medis BPH. Hasil pengkajian selama tiga hari menghasilkan tiga diagnosis keperawatan yaitu nyeri akut, gangguan eliminasi urine, dan hipertermia. Implementasi berupa manajemen nyeri, manajemen eliminasi urine, dan manajemen hipertermia terbukti menurunkan nyeri, memperlancar eliminasi urine, dan menurunkan suhu tubuh. Kesimpulan penerapan asuhan keperawatan yang Service Excellent memberikan hasil positif dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent Pada Lansia Dengan Hipertensi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Laura Gultom; Clinton Antony; Indra Agussamad; Lisdayanti Simanjuntak; Heppy Damayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61737

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering ditemukan pada lansia akibat perubahan fisiologis proses penuaan. Penurunan elastisitas pembuluh darah menyebabkan peningkatan tekanan darah yang meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini memerlukan asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif melalui pendekatan service excellence. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellence pada lansia dengan hipertensi guna menurunkan keluhan dan meningkatkan kondisi kesehatan pasien. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada Ny. D di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, dilaksanakan pada 10–13 Maret 2026. Intervensi meliputi teknik slow deep breathing, senam hipertensi, kompres hangat, edukasi kesehatan, serta terapi farmakologis (Amlodipine 5 mg). Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 160/90 mmHg menjadi 140/80 mmHg, penurunan skala nyeri dari 7 menjadi 4, perbaikan kualitas tidur, serta peningkatan toleransi aktivitas. Kesimpulan, penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellence dengan kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis efektif memperbaiki kondisi serta meningkatkan kualitas hidup lansia dengan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Asuhan Keperawatan Gerontik, Service Excellence, Slow Deep Breathing
Diabetes Self-Management Education For Self-Care and Glycemic Control in Patients With Type 2 Diabetes Mellitus: A Literature Review Sri Sunartin; Priyanto Priyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61738

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan keterlibatan aktif pasien dalam melakukan perawatan mandiri. Diabetes Self-Management Education merupakan salah satu intervensi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, keyakinan diri, dan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan manfaat DSME, hasilnya terhadap perilaku self-care dan kontrol glikemik masih bervariasi. Menganalisis bukti empiris mengenai efektivitas Diabetes Self-Management Education terhadap self-care dan kontrol glikemik pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Tinjauan literatur naratif dilakukan terhadap 10 artikel yang dipublikasikan pada tahun 2018-2024. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, PubMed Central, Google Scholar, dan portal jurnal nasional dengan kata kunci Diabetes Self-Management Education, self-care, self-management, glycemic control, HbA1c, dan Type 2 Diabetes Mellitus. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa DSME meningkatkan pengetahuan, self-efficacy, kepatuhan diet, aktivitas fisik, pemantauan glukosa, perawatan kaki, dan kemampuan self-care. Sejumlah penelitian juga menunjukkan penurunan HbA1c dan kadar glukosa darah, meskipun dampaknya terhadap kontrol glikemik belum selalu konsisten. Diabetes Self-Management Education efektif meningkatkan self-care pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Efektivitas terhadap kontrol glikemik lebih baik ketika edukasi diberikan secara terstruktur, berkelanjutan, interaktif, sesuai kebutuhan pasien, dan disertai pemantauan lanjutan.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Service Excellent Pada Pasien Colic Abdomen di RSU Haji Medan Tahun 2026 Erni Br Sirait; Sri Mulati Nendah Agreta; Tahan Tahan; Rolasnih Lilista Simbolon; Adelina Sembiring
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61740

Abstract

Colic abdomen merupakan nyeri perut yang bersifat hilang timbul akibat spasme otot polos pada organ berongga abdomen yang dapat disebabkan oleh obstruksi, inflamasi, maupun gangguan saluran pencernaan. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri hebat, mual, muntah, dan penurunan nafsu makan sehingga membutuhkan asuhan keperawatan komprehensif berbasis pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang service excellent pada pasien colic abdomen di Ruangan Shafa BII RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu orang pasien perempuan berusia 25 tahun dengan diagnosis colic abdomen. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri ulu hati hilang timbul selama lima hari, mual, muntah, perut kembung, penurunan nafsu makan, dan lemas dengan skala nyeri 6. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dan nausea berhubungan dengan iritasi lambung. Intervensi diberikan berdasarkan SIKI meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, kompres hangat, edukasi kesehatan, dan kolaborasi terapi farmakologis. Setelah tiga hari asuhan keperawatan, skala nyeri menurun dari 6 menjadi 2, mual dan muntah teratasi, serta nafsu makan membaik. Penerapan service excellent terbukti meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Anak yang Service Excellent Pada An. F dengan Gastroenteritis di Ruangan Muzdalifah 13 RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Febrianti Febrianti; Rolasni Lilista Simbolon; Tahan Tahan; Adelina Sembiring; Sahnizar Sahnizar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61741

Abstract

Gastroenteritis merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di dunia, termasuk Indonesia. Data WHO tahun 2024 melaporkan lebih dari 443.832 kasus dan 50.851 kematian pada anak setiap tahunnya, sementara di Sumatera Utara pada tahun 2023 tercatat 95.433 kasus. Anak merupakan kelompok yang rentan mengalami dehidrasi akibat diare dan muntah sehingga membutuhkan asuhan keperawatan yang komprehensif dan service excellent. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan anak yang service excellent pada An. F dengan gastroenteritis di Ruangan Muzdalifah 13 RSU Haji Medan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu orang anak perempuan berusia 5 tahun dengan diagnosis medis gastroenteritis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi rekam medis pada tanggal 11–13 Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga diagnosis keperawatan utama, yaitu diare berhubungan dengan proses infeksi, hipertermia berhubungan dengan proses infeksi, dan risiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan muntah. Setelah dilakukan implementasi asuhan keperawatan selama 3x24 jam, seluruh masalah keperawatan teratasi sebagian dan intervensi dilanjutkan oleh perawat ruangan. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang service excellent efektif memperbaiki kondisi klinis pasien anak dengan gastroenteritis.