cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 205 Documents
MODEL EDUKASI PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN DENGAN STOMA (OSTOMATE): A SYSTEMATIC REVIEW Fredy, Etri Selpawani; Yusuf, Saldy; Syahrul, Syahrul
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i3.463

Abstract

ABSTRAKPembentukan stoma berisiko menimbulkan komplikasi. Untuk itu, pasien perlu mendapatkan edukasi melalui discharge planning. Namun, saat ini pelaksanaannya belum optimal. Tujuan: Untuk mengidentifikasi variasi model edukasi discharge planning pada ostomate serta pengaruhnya terhadap kemampuan perawatan diri dan penyesuaian ostomate terhadap kondisinya. Metode: Systematic review ini menggunakan pedoman ceklis PRISMA dan pencarian artikel menggunakan database PubMed, ProQuest, Science Direct, Wiley Online Library, dan EBSCO. Kata kunci yang digunakan ialah “Patient Education AND Stoma OR Ostomy OR Colostomy OR Ostomate AND Self-Care” dengan kriteria semua artikel tentang edukasi discharge planning, kemampuan perawatan dan penyesuaian diri ostomate (usia >18 tahun), studi randomized controlled trial (RCT) dan quasi-experiment. Strategi pencarian dengan penyaringan full text, artikel tahun 2017–2022, berbahasa Inggris. Kualitas artikel dinilai menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Hasil: Enam artikel yang diidentifikasi secara umum menunjukkan bahwa discharge planning berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan perawatan diri pasien. Adapun variasi model edukasi discharge planning yang dapat digunakan ialah transtheoritical model (TTM), model NPET, model OMRE, edukasi dengan simulasi, model edukasi terstruktur, dan intervensi edukasi melalui prosedur FOCUS-PDCA. Diskusi: Intervensi edukasi dalam pelaksanaan discharge planning dapat diberikan secara langsung (face-to-face) ataupun melalui pemanfaatan telenursing, dan meskipun berbeda teknik maupun cara implentasinya namun semua model edukasi dari hasil tinjauan sistematik ini telah terbukti memberikan efek positif untuk ostomate. Kesimpulan: Discharge planning yang diimplementasikan secara terstruktur serta memperhatikan isi edukasi, bermafaat bagi peningkatkan kemampuan perawatan diri dan penyesuaian ostomate terhadap kondisinya.Kata kunci: discharge planning, edukasi, ostomate, stoma Educational Model for Implementing Discharge Planning in Patients with Stoma (Ostomate): A Systematic Review ABSTRACTFormation of a stoma poses risks of complications; hence, patients need education through discharge planning, yet its implementation is currently suboptimal. Objective: To identify variations in education models of discharge planning for ostomates and their impact on self-care ability and adjustment of ostomates to their condition. Methods: This Systematic Review followed PRISMA checklist guidelines, and article searches were conducted using PubMed, ProQuest, Science Direct, Wiley Online Library, and EBSCO databases. Keywords used were "Patient Education AND Stoma OR Ostomy OR Colostomy OR Ostomate AND Self-Care" with criteria of all articles on discharge planning education, ostomate self-care ability, and adjustment (age >18 years), Randomized Controlled Trial (RCT), and quasi-experiment studies. The search strategy included full-text screening, articles from 2017-2022, and English language. Article quality was assessed using the Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Results: Six identified articles generally influenced the improvement of patients' self-care abilities. Various models of discharge planning education identified were transtheoretical model (TTM), NPET model, OMRE model, education with simulation, structured education model, and FOCUS-PDCA procedure education intervention. Discussion: Education interventions in implementing discharge planning can be provided directly (face-to-face) or through tele-nursing, and although different in techniques and implementation methods, all education models from this systematic review have been proven to affect ostomates positively. Conclusion: Structured implementation of discharge planning considering education content is beneficial for improving self-care abilities and the adjustment of ostomates to their condition.Keywords: discharge planning,education, ostomate,  stoma
PENCEGAHAN PRESSURE ULCER DENGAN MASSAGE EFFLEURAGE DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO): STUDI KASUS Purnawaty, Marina; Astari, Dewanti Widya; Lestari, Ade
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i3.624

Abstract

Pasien dalam kondisi sakit kritis sering kali mengalami risiko luka tekan akibat imobilisasi yang berkepanjangan. Luka tekan disebabkan oleh tekanan, gesekan, kelembapan, serta kondisi internal seperti malnutrisi dan anemia. Masalah ini memerlukan intervensi yang efektif untuk pencegahan. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pijat effleurage menggunakan virgin coconut oil (VCO) sebagai bagian dari perawatan keperawatan dalam mencegah luka tekan pada pasien ICU. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus yang berfokus pada Ny. N, seorang pasien ICU dengan risiko tinggi luka tekan (skor Braden 9). Intervensi berupa pijat effleurage menggunakan VCO dilakukan dua kali sehari selama empat hari. Tindakan ini disertai dengan asuhan keperawatan lainnya seperti pengelolaan ventilasi mekanis dan perawatan kulit. Hasil: Setelah empat hari perawatan, Ny. N tidak menunjukkan tanda-tanda luka tekan meskipun memiliki risiko tinggi. VCO terbukti membantu melembapkan kulit, mencegah iritasi, dan mengurangi risiko tekanan dari imobilisasi. Kesimpulan: Pijat effleuragedengan VCO merupakan intervensi keperawatan yang efektif, mudah dilakukan, dan dapat diandalkan dalam mencegah luka tekan pada pasien dengan imobilisasi berkepanjangan. Perawat memiliki peran strategis dalam penerapan metode ini untuk meningkatkan kualitas perawatan. Kata Kunci: dekubitus, massage effleurage, tirah baring Prevention of Pressure Ulcers Using Effleurage Massage and Virgin Coconut Oil (VCO): A Case Study ABSTRACT  Patients in critical illness often face a high risk of developing pressure ulcers due to prolonged immobilization. Pressure ulcers are caused by pressure, friction, moisture, and internal conditions such as malnutrition and anemia. This issue requires effective intervention for prevention. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of effleurage massage using Virgin Coconut Oil (VCO) as part of nursing care to prevent pressure ulcers in ICU patients. Methods: The study employed a case study approach focusing on Mrs. N, an ICU patient at high risk for pressure ulcers (Braden score of 9). The intervention involved effleurage massage using VCO, performed twice daily for four days. This intervention was accompanied by other nursing care measures, including mechanical ventilation management and skin care. Results: After four days of care, Mrs. N exhibited no signs of pressure ulcers despite her high-risk status. VCO was found to effectively moisturize the skin, prevent irritation, and reduce the risk of pressure-related damage from immobilization. Conclusion: Effleurage massage with VCO is an effective, simple, and reliable nursing intervention for preventing pressure ulcers in patients with prolonged immobilization. Nurses play a strategic role in implementing this method to enhance the quality of care.   Keywords: Pressure Ulcer, Effleurage Massage, Prolonged Bed Rest
Studi Kasus: Implementasi Edukasi dan Penggunaan Vaginal Hygiene Kits Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Penanganan Keputihan pada Remaja Yunistyaningrum, Vina; Hapsari, Elsi Dwi; Parmawati, Ika
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.584

Abstract

Rendahnya pengetahuan dan kesadaran remaja dalam melakukan praktik kebersihan organ reproduksi dapat berisiko pada keparahan keputihan. Keputihan merupakan salah satu tanda adanya infeksi pada organ genitalia dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Tujuan Penelitian: Laporan studi kasus ini bertujuan untuk melaporkan pengaruh edukasi dan penggunaan vaginal hygiene kits terhadap pengetahuan dan praktik kebersihan organ reproduksi remaja wanita dalam menangani keputihan. Metode: Jumlah kasus yang dikelola pada studi ini sebanyak 1 kasus. Studi kasus diangkat dari masalah keputihan remaja perempuan yang mengarah pada ciri-ciri keputihan patologis dan tidak ditangani dengan baik. Keputihan terjadi hampir setiap hari selama 2 tahun terakhir, dengan karakteristik putih susu keruh, jumlah banyak, dan menimbulkan bau tidak sedap serta gatal di area vagina. Intervensi pertama yang diberikan berupa edukasi kebersihan organ reproduksi selama 1 jam dengan media animasi audiovisual. Intervensi kedua ialah praktik kebersihan genitalia dengan menggunakan vaginal hygiene kits yang dipantau perkembangannya dalam waktu 4 minggu. Pengetahuan dan praktik vaginal hygiene dievaluasi menggunakan kuesioner dan checklist. Hasil: Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan sebanyak 22% (pre = 65%, post = 87%) dan skor perilaku sebanyak 42,86% (pre = 42,85%. post = 85,71%). Kesimpulan: Penanganan masalah keputihan pada remaja lebih efektif apabila terdapat kombinasi edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan vaginal hygiene kits sebagai upaya peningkatan praktik kebersihan genitalia. Pada praktik klinisnya, pengkajian kebersihan genitalia perlu dilakukan secara komprehensif. Sehingga proses pencegahan dan penanganan keputihan dapat dilakukan secara maksimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak kesehatan dari vaginal hygiene.Kata Kunci: keputihan, pengetahuan, perilaku, remaja, vaginal hygiene kits A Case Study: Implementation of Education and Use of Vaginal Hygiene Kits for Enhancing Knowledge and Management Practices of Vaginal Discharge Among Adolescents ABSTRACT Low knowledge and awareness among adolescents regarding reproductive hygiene practices can increase the severity of vaginal discharge. Vaginal discharge is often a sign of infection in the genital organs and can lead to various complications. Objective: This case study report aims to examine the impact of education and the use of vaginal hygiene kits on adolescent girls' knowledge and hygiene practices for managing vaginal discharge. Methods: This study involved a single case focusing on an adolescent girl with symptoms indicating pathological vaginal discharge that had not been properly managed. The discharge occurred almost daily over the past two years, characterized by a milky, cloudy appearance, strong odor, and itching in the vaginal area. The first intervention involved a 1-hour educational session on reproductive hygiene using audiovisual animation. The second intervention was a practical session on genital hygiene using vaginal hygiene kits, with progress monitored over four weeks. Knowledge and hygiene practices were evaluated using a questionnaire and checklist. Results: The intervention resulted in a 22% increase in knowledge scores (pre = 65%, post = 87%) and a 42.86% increase in behavior scores (pre = 42.85%, post = 85.71%). Conclusion: Addressing vaginal discharge in adolescents is more effective when combining educational sessions to improve knowledge with vaginal hygiene kits to enhance genital hygiene practices. In clinical practice, comprehensive assessment of genital hygiene is essential for effective prevention and management of vaginal discharge. Further research is recommended to evaluate the health impacts of vaginal hygiene practices.Keywords: Vaginal discharge, knowledge, behavior, adolescents, vaginal hygiene kits
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA LANJUT USIA DI DESA KALIKEJAMBON, KABUPATEN JOMBANG Fadila, Nur; Wijaya, Arif; Roni, Faishol
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i2.528

Abstract

ABSTRAKTujuan: untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh pada lansia di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Metode: menggunakan desain korelasi pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 48 menggunakan purposive sampling, sesuai dengan kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan aktivitas fisik ialah kuiesionier PASiE, siedangkan berat badan dan tinggi badan diukur menggunakan timbangan digital dan staturie mietier. Analisis yang digunakan mierupakan analisis univariat distribusi friekuiensi dan bivariat uji Spiearman rank. Hasil: lebih dari setengah responden berada pada kategori aktivitas fisik cukup (52,08%). Indeks massa tubuh responden paling banyak berada pada kategori obesitas (33,33%). Hasil uji statistik mienggunakan Spiearman rank menunjukkan nilai p = 0,029 < 0,05, yang artinya ada hubungan antara aktivitas fisik dian indieks massa tubuh pada lansia. Diskusi: Aktivitas fisik berperan dalam pemeliharaan berat badan ideal. Aktivitas fisik yang tinggi berhubungan dengan pencegahan kenaikan berat badan pada orang dewasa. Tingkat aktivitas fisik yang rendah dapat meningkatkan prevalensi terjadinya obesitas secara bermakna. Kesimpulan: Lansia dianjurkan untuk mempertahankan aktivitas fisik yang baik. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor lain yang memengaruhi IMT pada lansia seperti pola makan, faktor sosial, dan faktor lingkungan.Kata Kunci: aktivitas fisik, indeks massa tubuh, lansiaCorrelation Between Physical Activity and Body Mass Index Among Elderly Individuals in Kalikejambon Village, Jombang RegencyABSTRACTObjective: To identify the correlation between physical activity and body mass index (BMI) among elderly individuals in Kalikejambon Village, Tembelang Subdistrict, Jombang Regency. Methods: This research employed a correlational design with a cross-sectional approach. A total of 48 respondents were selected using purposive sampling based on inclusion criteria. The physical activity measurement utilized the PASiE questionnaire, while body weight and height were measured using a digital scale and stadiometer, respectively. Data were analyzed using univariate frequency distribution and bivariate Spearman rank tests. Results: More than half of the respondents exhibited a moderate level of physical activity (52.08%). The majority of respondents’ BMI fell into the obesity category (33.33%).  Statistical analysis using the Spearman rank test revealed a p-value of 0.029 (p < 0.05), indicating a significant correlation between physical activity and BMI among the elderly. Discussion: Physical activity plays a crucial role in maintaining an ideal body weight. High levels of physical activity are correlated with the prevention of weight gain in adults. Conversely, low levels of physical activity significantly increase the prevalence of obesity. Conclusion: Elderly individuals are advised to maintain a good level of physical activity. Further research is needed to explore other factors influencing BMI among the elderly, such as dietary patterns, social factors, and environmental factors.Keywords: physical activity, body mass index, elderly.
Hubungan Karakteristik Penggunaan Media Sosial dan Harga Diri pada Pemuda 15-24 Tahun Prawiro, Raden Ajeng Nuurizqia Utami; Panjaitan, Ria Utami; Susanti, Herni; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.554

Abstract

Perkembangan teknologi memudahkan masyarakat dalam mengakses media sosial. Penggunaan media sosial memiliki efek terhadap harga diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik penggunaan media sosial dengan tingkat harga diri pada kelompok pemuda. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi, metode kuantitatif, dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 479 pemuda usia 15–24 tahun di Jakarta Timur yang menggunakan media sosial Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter (atau disebut X).  Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan Google Form. Hasil: Penelitian menunjukkan jenis media sosial yang paling banyak digunakan ialah Instagram dengan frekuensi dan durasi kategori tinggi (> 6 kali/hari dan > 4 jam/hari). Sebanyak 68,27% responden memiliki harga diri tinggi. Terdapat hubungan antara variabel jenis media sosial dengan harga diri (p = 0,02) dan variabel frekuensi penggunaan media sosial dengan tingkat harga diri (p = 0,02). Namun, variabel alasan penggunaan media sosial, durasi penggunaan media sosial, dan aktivitas dalam media sosial tidak memiliki hubungan dengan harga diri. Diskusi: Penggunaan media sosial berpotensi memengaruhi harga diri. Kesimpulan: Pemuda diharapkan menggunakan media sosial dengan bijak, orang tua diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap pemuda, perawat dapat mengedukasi pemuda untuk bijak dalam menggunakan media sosial, dan penelitian selanjutnya diharapkan meneliti tentang adiksi media sosial/gadget pada pemuda.Kata Kunci: harga diri, media sosial, kelompok pemudaCorrelation Between Social Media Usage Characteristics and Self-Esteem Among Youth Aged 15–24 YearsABSTRACTTechnological advancements have made it easier for individuals to access social media. Social media usage has effects on self-esteem. Objective: This study aims to explore the correlation between social media usage characteristics and self-esteem levels among youth. Methods: A correlational design, quantitative method, and cross-sectional approach were used. The sample consisted of 479 youth aged 15–24 years in East Jakarta who actively used social media platforms such as Instagram, Facebook, TikTok, and Twitter. Data were collected online using Google Forms.  Results: The findings indicated that Instagram was the most frequently used social media platform, with high frequency and duration categories (>6 times/day and >4 hours/day). A total of 68.27% of respondents exhibited high self-esteem.  There was a statistically significant correlation between the type of social media platform and self-esteem (p = 0.02), as well as between the frequency of social media usage and self-esteem level (p = 0.02). However, variables such as the purpose of social media use, duration of use, and activities on social media showed no significant correlation with self-esteem. Discussion: Social media usage has the potential to influence self-esteem. Conclusion: It is recommended that youth use social media wisely, while parents are encouraged to increase their supervision of young users. Health professionals can educate youth on responsible social media use, and further studies are advised to investigate social media or gadget addiction among youth.Keywords: Self-esteem, social media, youth
THE EFFECT OF DIAPHRAGMATIC BREATHING ON STRESS LEVELS OF NURSING STUDENTS AT PRIVATE UNIVERSITY IN TANGERANG Saptono, Garuh Dwi; Kristiyani, Lavenia; Astuti, Wanda; Sinulingga, Elysabeth; Silaban, Winda
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i3.620

Abstract

Students were often stressed because of their exciting lecture and practical schedules, the difficulties of living in a dormitory, and other factors. Nursing students face various pressures in their personal lives and academic roles. Diaphragmatic breathing exercises are a form of therapy that can be used to reduce stress. Objective: The objective of the study was to find out how diaphragmatic breathing affected the stress level of nursing students at a private university in Tangerang, Banten. Methods: This study used a pre-experimental quantitative design with a one-group pretest and posttest research design. The method used is consecutive sampling, with a sample size of 225 respondents. This study used the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) questionnaire administered between February and April 2024. Data analysis techniques include univariate and bivariate analyses using the Wilcoxon signed rank test. Results: The largest number of differences is at the normal level, which previously amounted to 104 people (46.2%) increased to 147 people (65.3%), meaning that there was an increase of 43 students (19.1%). While the least amount of difference is at a very severe level which only increased by 4 students (1.8%). The results of the bivariate analysis obtained a sig value (2-tailed) < 0.001 or equal to Sig < α 0.05, which means that there is a significant influence of diaphragmatic breathing exercises on students' stress levels. Discussion: The tight schedule of lectures and the pressure of dormitory life risk causing students to experience stress and can affect students in studying. One very simple and easy way to overcome stress is the diaphragmatic breathing technique. Conclusion: It is concluded that the provision of diaphragmatic breathing exercises has a significant effect on student stress levels. Keywords: diaphragmatic breathing, students, stress.
DAMPAK PENGGUNAAN ELECTRONIC HEALTH RECORD TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Simatupang, Yesi Juniarta; Hariyati, Rr. Tutik Sri
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i2.536

Abstract

ABSTRAKPerkembangan informasi dan teknologi dalam layanan kesehatan menjadi salah satu inovasi yang signifikan. Perkembangan ini membuat layanan kesehatan dapat diakses dengan mudah dan cepat. Electronic health record (EHR) menjadi bagian integral dari perkembangan sistem informasi dan teknologi di lingkup kesehatan. Ketersediaan EHR memungkinan penyedia dan pengguna layanan kesehatan mengakses informasi kapan pun dan di mana pun berada. Pelayanan yang responsif akan meningkatkan kepuasan pasien terhadap layanan. Tujuan penelitian:Memberikan gambaran dan kesimpulan dari hasil tinjauan literatur tentang dampak penggunaan EHR terhadap tingkat kepuasan pasien. Metode:Telaah literatur ini mengambil sepuluh artikel terpilih dari basis data daring EBSCOhost, PubMed, dan Google Scholar dari tahun 2018–2023dengan kata kunci EHR dan kepuasaan pasien. Data dianalisis menggunakan metode naratif-deskriptif. Hasil: Terdapat dampak positif dan hubungan signifikan antara penggunaan EHR terhadap tingkat kepuasan pasien. Penggunaan EHR meningkatkan efisiensi pelayanan, mempersingkat waktu tungggu pasien, meningkatkan akurasi dokumentasi pasien, meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan data pasien, serta mempermudah komunikasi antar-profesi kesehatan. Kesimpulan: Integrasi EHR dalam layanan kesehatan memberikan manfaat yang besar bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan EHR di negara berkembang dan di setting rawat inap. Kata Kunci: dokumentasi, electronic health record, kepuasan pasien, layanan kesehatan ABSTRACT The development of information and technology in healthcare services has become one of the significant innovations. This development enables healthcare services to be accessed easily and quickly. electronic health record (EHR) has become an integral part of the development of information and technology systems in the healthcare scope. The availability of EHR enables healthcare providers and users to access information anytime and anywhere. Responsive services will enhance patient satisfaction with the services. Objective: To provide an overview and conclusion from a literature review on the impact of EHR usage on patient satisfaction levels. Method: This literature review yielded 10 (ten) articles from online databases EBSCO host, PubMed, and Google Scholar from 2018 to 2023 using the keywords electronic health record and patient satisfaction. The data were analyzed using a narrative-descriptive method. Result: From the analysis of ten articles, it was found that there is a positive impact and significant relationship between the use of EHR and patient satisfaction levels. The use of EHR enhances service efficiency, reduces patient waiting time, improves patient documentation accuracy, enhances the quality of service and patient data security, as well as facilitates communication among healthcare professionals. Conclusion: The integration of EHR in healthcare services provides significant benefits for both patients and healthcare providers. Further research is needed to study the use of EHR in developing countries and in inpatient settings. Keywords: documentation, electronic health record, patient satisfaction, healthcare service
LEGAL ASPECTS OF PATIENTS IN RESTRAINT, SECLUSION AND CONFINEMENT: A THEMATIC ANALYSIS Malfasari, Eka; Keliat, Budi Anna; Daulima, Novy Helena Chatarina; Wardani, Ice Yulia; Subu, Muhammad Arsyad
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i3.574

Abstract

Patient violence poses a real risk to themselves, others and environment. Violent behaviors can be controlled through restraint and seclusion at mental hospital and confinement at community. There are no specific policies and legal aspects concerning restraint, seclusion and confinement in Indonesia.  Purpose of this study: This study aimed to analyze policies and legal aspects concerning restraint, seclusion and confinement in Indonesia and foreign countries. Method: It was a qualitative study using thematic analysis that analyzed 8 foreign documents and 7 Indonesian documents. It analyzed the similarities and differences of legal aspects concerning restraint, seclusion and confinement based on the documents. Results: Themes from foreign countries were (1) restraint, seclusion and confinement as the last intervention; (2) family empowerment;(3) humanizing patients with restraint, seclusion and confinement; (4) safety and comfort of restraint, seclusion and confinement intervention for patients; (5) safety and comfort of restraint, seclusion and confinement intervention for nurses. Themes from Indonesia were (1) safety and comfort of restraint, seclusion and confinement intervention for patients and nurses; (2) protection against human. Discussion:Indonesia must have specific regulation about restraint, seclusion and confinement for mental disorder. Conclusion: This study provides an overview of the policies implemented in Indonesia. Keywords: Legal Aspect; Confinement; Policies; Restraint; Seclusion
Penerapan Teori Caring dan Konsep Social Support pada Ibu Bersalin dengan Malpresentasi Janin: Studi Kasus Annuril, Kheli Fitria; Afiyanti, Yati; Budiati, Tri
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.461

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teori caring dari Kristen Swanson dan konsep dukungan sosial dari Marjorie A. Schaffer pada ibu bersalin dengan malpresentasi janin. Desain yang digunakan ialah studi kasus. Keluhan utama: Lima orang ibu bersalin dengan malpresentasi janin, yang terdiri atas 4 orang ibu hamil dengan janin tunggal, dengan posisi bokong janin berada di dekat jalan lahir dengan dua kaki terlipat sempurna pada bagian lutut (complete breech) dan 1 orang ibu hamil kembar, dengan salah satu janinnya incomplete breech atau sungsang tidak sempurna, yaitu posisi bokong janin berada di dekat jalan lahir dengan salah satu kaki berada di dekat bokong dan satu kaki lagi terlipat pada bagian lutut. Hasil: Setelah penerapan teori caring dari Kristen Swanson dan konsep dukungan sosial dari Marjorie A. Schaffer dalam proses keperawatan intranatal, setiap ibu akan beraksi berbeda saat mengalami peristiwa persalinan. Mereka akan bertindak secara pribadi dengan cara yang paling nyaman menurut mereka. Ibu mengatakan tingkat kecemasan mereka meningkat setelah mengetahui posisi janinnya yang tidak normal.  Reaksi ibu ada yang menangis ataupun stres. Diskusi: perawat dapat mengentifikasi hal-hal apa saja yang diinginkan oleh ibu untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialaminya, misalnya dengan memberikan pijatan atau memodifikasi lingkungan agar ibu merasa lebih nyaman. Dukungan dari keluarga dan perawat sangat dibutuhkan ibu pada saat ini. Kesimpulan: teori caring dan konsep dukungan sosial dapat diterapkan oleh perawat secara komprehensif dalam asuhan keperawatan intranatal dengan malpresentasi janin. Hasil tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi penelitian dan pengelolaan intervensi keperawatan pada ibu dengan malpresentasi janin.Kata Kunci: caring, dukungan sosial, persalinan, presentasi bokong Application of Caring Theory and Social Support Concept in Mothers in Labor With Fetal Malpresentation: A Case Study ABSTRACT Objective: This study aims to identify the effectiveness of applying Kristen Swanson's Caring Theory and Marjorie A. Schaffer's concept of social support for mothers in labor with fetal malpresentation. A case study design was used. Primary Complaint: Five mothers in labor with fetal malpresentation were examined, including four mothers with singleton pregnancies where the fetus presented in a complete breech position, with the buttocks near the birth canal and both legs folded at the knees. One mother with a twin pregnancy had one fetus in an incomplete breech position, with the buttocks near the birth canal, one leg near the buttocks, and the other leg folded at the knee. Results: Following the application of Kristen Swanson's Caring Theory and Marjorie A. Schaffer's social support concept in intrapartum nursing care, each mother responded differently to the labor experience, acting in ways they found personally comforting. Mothers reported increased anxiety upon learning of the abnormal fetal position, with reactions ranging from crying to stress. Discussion: Nurses can identify mothers' preferences for reducing discomfort, such as providing massages or modifying the environment to enhance comfort. Support from both family and nursing staff is essential at this time. Conclusion: Caring theory and the social support concept can be comprehensively applied by nurses in intrapartum care for cases of fetal malpresentation. These findings are expected to inform future research and nursing intervention management for mothers with fetal malpresentation.Keywords: Caring, social support, childbirth, breech presentation.
KUALITAS TIDUR DAN KEJADIAN EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DI DEPOK Antaroza, Wiwik; Kuntarti, Kuntarti; Pujasari, Hening; Gayatri, Dewi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i3.617

Abstract

Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kejadian excessive daytime sleepiness (EDS). Kejadian EDS merupakan kantuk yang berlebihan pada siang hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kualitas tidur dan kejadian EDS pada perawat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 174 perawat yang bekerja di salah satu rumah sakit di Kota Depok dengan teknik purposive sampling dan kriteria inklusinya perawat yang melaksanakan dinas kerja shift. Kualitas tidur diukur dengan instrumen Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kejadian EDS menggunakan instrumen Epworth Sleepiness Scale (ESS). Uji hipotesis menggunakan uji chi square. Hasil: Sebanyak 98 perawat (56,3%) memiliki kualitas tidur yang buruk dan 24 perawat (13,8%) mengalami EDS. Sebanyak 13,4% perawat yang mengendarai kendaraan sendiri mengalami kejadian EDS. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan kejadian EDS (p = 0,015; OR = 3,4). Perawat yang kualitas tidurnya buruk sebanyak 3,4 kali berisiko untuk mengalami EDS. Diskusi: Kualitas tidur yang buruk pada perawat dapat menyebabkan terjadinya EDS yang berisiko terhadap kecelakaan terutama saat berkendara. Kesimpulan: Perlunya manajemen untuk mengatasi kualitas tidur yang buruk dan meningkatkan kualitas tidur perawat seperti menghentikan penggunaan barang elektronik (misalnya, handphone) 30 menit sebelum tidur, mengurangi kebiasaan konsumsi kopi setiap malam hari terutama saat shift malam, dan memperbaiki gaya hidup dengan tidak merokok, tetapi memakan permen sebagai pengganti rokok. Waktu libur sebaiknya digunakan untuk beristirahat atau melakukan kegiatan yang disukai sebagai koping adaptif sehingga terhindar dari stres. Waktu istirahat di rumah sakit juga perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kata Kunci: excessive daytime sleepiness, kualitas tidur, perawat  Sleep Quality and the Occurrence of Excessive Daytime Sleepiness among Hospital Nurses in Depok ABSTRACT Poor sleep quality can affect the occurrence of Excessive Daytime Sleepiness (EDS). EDS refers to excessive daytime drowsiness. Objective: This study aims to identify the correlation between sleep quality and the occurrence of EDS among nurses. Methods: This quantitative study employed a correlational analytic cross-sectional design. A total of 174 nurses working at a hospital in Depok City were selected using purposive sampling, with the inclusion criterion being nurses who work in shifts. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and the occurrence of EDS was assessed using the Epworth Sleepiness Scale (ESS). The hypothesis was tested using the Chi-Square test. Results: A total of 98 nurses (56.3%) were found to have poor sleep quality, and 24 nurses (13.8%) experienced EDS. Among nurses who commuted by driving themselves, 13.4% experienced EDS. There was a significant correlation between sleep quality and EDS occurrence (p = 0.015; OR = 3.4). Nurses with poor sleep quality were 3.4 times more likely to experience EDS. Discussion: Poor sleep quality among nurses may lead to EDS, which increases the risk of accidents, especially while driving. Conclusion: There is a need for effective management strategies to address poor sleep quality and improve the sleep quality of nurses. Suggested interventions include avoiding the use of electronic devices (e.g., mobile phones) 30 minutes before bedtime, reducing coffee consumption at night, particularly during night shifts, and adopting healthier lifestyles by replacing smoking with alternatives like candy. Rest days should be utilized for relaxation or engaging in enjoyable activities as adaptive coping mechanisms to prevent stress. In addition, nurses should make the best use of rest periods at the hospital.  Keywords: excessive daytime sleepiness, sleep quality, nurses