cover
Contact Name
Nurul Auliasari
Contact Email
nurul@uniga.ac.id
Phone
+6281394557094
Journal Mail Official
nurul@uniga.ac.id
Editorial Address
Jl. Jati No.42B, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Published by Universitas Garut
ISSN : 20870337     EISSN : 27159949     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari fokus pada bidang Farmasi.
Articles 190 Documents
ANALISIS PENGETAHUAN, PERILAKU, DAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK DALAM SWAMEDIKASI DI SALAH SATU APOTEK DI KOTA BANDUNG Anggriani, Ani; Fitriani, Dinda Amelia; Lisni, Ida
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.1376

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya masyarakat untuk mengobati dan memelihara kesehatan diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis. Salah satu obat yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi yaitu analgesik untuk mengatasi nyeri. Tingkat pengetahuan mengenai obat analgesik diperlukan dalam kegiatan swamedikasi untuk menghindari penggunaan obat yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pasien serta ketepatan penggunaan obat pada swamedikasi analgesik di salah satu apotek di Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional analitik dengan metode cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 30% responden, pengetahuan cukup 46%, dan pengetahuan baik 24%, untuk perilaku responden terdapat  86%  baik dan 14% tergolong cukup. Analisis statistik korelasi menggunakan rank spearman didapat nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi 0,703 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah yang positif antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat analgesik. Sebanyak 100% responden sudah tepat dalam pemilihan obat analgesik dan 96% responden sudah tepat dosis.
FORMULASI SIRUP EKSTRAK DAUN MIANA Coleus Scutellariodiaes (L) Benth Tjakkudu, Mirawati; Nurlina; Isnayanti
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i1.2420

Abstract

Daun Miana telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk sebagai obat untuk gangguan pencernaan seperti maag. Meskipun demikian, penggunaan daun Miana sebagai obat belum memiliki dosis yang pasti dan memerlukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga kurang praktis. Oleh karena itu, ekstrak daun Miana diformulasikan dalam bentuk sirup. Pemilihan sediaan sirup didasarkan pada sifat cairnya yang memungkinkan untuk bekerja lebih cepat dalam menetralkan pH asam lambung, serta memberikan kemudahan dan efektivitas dalam penggunaannya. Tujuan penelitian adalah untuk memformulasi sediaan sirup obat maag ekstrak etanol daun Miana (Coleus scutellarioides (L) Benth) dengan variasi konsentrasi madu sebagai bahan pemanis menjadi sediaan sirup obat maag yang stabil. Skrining fitokimia dilakukan setelah proses ekstraksi, diikuti dengan pembuatan formula sirup dengan variasi konsentrasi madu sebagai pemanis, yaitu 40-60%. Selanjutnya, dilakukan evaluasi terhadap sifat-sifat fisik seperti uji organoleptik, penentuan bobot jenis, pH, dan viskositas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun Miana mengandung senyawa kimia alkaloid, fenol, dan saponin. Sediaan sirup yang dihasilkan memiliki sifat organoleptik dengan warna coklat hingga coklat tua, aroma khas madu, dan rasa manis dari madu. Evaluasi sifat fisik sirup menunjukkan pH 4,932-5,141, bobot jenis 1,143-1,193 g/mL, dan viskositas 3,059-5,568 P. Ketiga formula memenuhi persyaratan pH dan viskositas.
PENILAIAN SIFAT ANTIOKSIDAN DAN STANDARISASI HERBA Centella asiatica L. Urb DARI BERBAGAI DAERAH DI JAWA BARAT Fajarwati, Kania; Budiana, Wempi; Kusriani, Herni; Mardiana, Neng Dian; Fakih, Taufik Muhammad
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.2520

Abstract

Herba pegagan (Centella asiatica L.Urb) merupakan tanaman yang memiliki khasiat dan salah satunya adalah sebagai antioksidan yang berperan dalam menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas diketahui terlibat dalam timbulnya berbagai penyakit. Senyawa yang terkandung dalam herba pegagan yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu tanin, flavonoid, dan terpenoid. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menentukan parameter standarisasi herba pegagan dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kelima daerah herba pegagan (Centella asiatica L.Urb). Pada hasil standarisasi parameter spesifik dan non spesifik hasil yang diperoleh telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian dipantau dan diuji aktivitaas antioksidannya secara kualitatif menggunakan kromatorafi lapis tipis dan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil) diperoleh rentang nilai IC50 67,61-89,32 μg/mL, dimana ekstrak yang paling aktif memiliki aktivitas antioksidan adalah ekstrak pegagan dari daerah pangandaran dengan nilai 67,61 μg/mL dibandingkan terhadap pembanding asam askorbat dengan nilai 4,22 μg/mL. kelima ekstrak herba pegagan berpotensi sebagai antioksidan.
KANDUNGAN Na/K DALAM BUAH TROPIS DI TIGA NEGARA ASEAN: KAJIAN PUSTAKA Andini, Alfita Nur; Hasanah, Aliya Nur; Mutakin, Mutakin
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.2923

Abstract

Hipertensi pada masyarakat mengalami peningkatan prevalensi disebabkan oleh faktor gaya hidup dan pola makan. Hipertensi dapat dicegah dengan manajemen konsumsi makanan seperti buah-buahan dalam mempertahankan asupan kalium. Buah merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung tinggi kalium. Kalium dapat mempertahankan tekanan darah dalam rentang normal jika bekerja bersama natrium. Tingginya konsumsi kalium dalam buah dapat membantu proses natriuresis sehingga tekanan darah sistolik dan diastolik akan turun. Tujuan dari ulasan ini adalah mengetahui kadar natrium dan kalium dalam buah tropis di tiga negara ASEAN untuk mengontrol tekanan darah pada masyarakat. Studi ini melibatkan 12 jurnal dan artikel nasional maupun internasional sesuai dengan kata kunci yang digunakan yaitu “kadar, kalium, natrium, buah tropis”. Buah tropis mengandung lebih banyak kalium dengan rasio 0,5-100 kali kadar natrium yang dapat membantu dalam mengontrol tekanan darah. Hasil studi ini menunjukkan buah tropis dengan kandungan kalium tinggi terdapat pada durian chanee kadar mencapai 4358,6 mg/100g, sedangkan kandungan natrium tinggi terdapat pada buah merah dengan kadar mencapai 166,67 mg/100g.
FORMULASI SEDIAAN TABLET EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG RAMBAT (Mikania micrantha) SEBAGAI ANTIDIARE SERTA PENGUJIAN KANDUNGAN FLAVONOID TOTAL Aslam, M.Muzhil; Estiningsih, Daru; Fatmawati, Annisa
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.3044

Abstract

Prevalensi diare di Indonesia menurut Riskesdas 2018 diperkirakan 9% pada usia kurang dari 1 tahun , 11,5% usia 1 sampai 4 tahun, 6,2% usia 5 sampai 14 tahun, dan 6,7% berusia 15 sampai 24 tahun. Flavonoid pada daun M.micrantha memiliki aktivitas antidiare dengan menghambat motilitas usus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sifat fisik tablet EEDSR 96% dengan beberapa variasi komposisi bahan pengisi (laktosa, amilum, kalium fosfat) dan mengetahui perbedaan nilai kadar flavonoid total yang terkandung di dalamnya. Jenis penelitian ini eksperimental menggunakan metode spektrofotometri UV Vis. Evaluasi sifat fisik tablet ekstrak etanol daun sembung rambat (EEDSR) 96% meliputi keseragaman bobot tablet, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Uji kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada sediaan tablet dan kuersetin sebagai pembanding. Hasil: Evaluasi sifat fisik tablet EEDSR 96% dari uji granul dan sifat fisik tablet memenuhi persyaratan. Kadar flavonoid total pada tablet EEDSR 96%, formula I, II dan III adalah 1,37±0,04 mgEQ/100mg, 1,61 ± 0,03 mgEQ/100mg, dan 1,58 ± 0,02 mgEQ/100mg. Kesimpulan: Tablet dengan variasi komposisi bahan pengisi memiliki sifat fisik yang berbeda bermakna pada parameter waktu hancur dan kadar total flavonoid total. Kadar flavonoid total pada masing-masing formula tablet EEDSR 96% diperoleh nilai rata-rata yang berbeda makna.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF BACANG MANGO (Mangifera foetida L.) LEAVES ETHANOL EXTRACT IN GEL FORMULATION AS ANTI-ACNE Aditya, Aditya; Jannati, Zahra Shaumi Jasmin; Hartianty, Eka Pebi; Tsurayya, Nadya
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.3071

Abstract

Acne was a chronic skin disorder that was most often found in adolescents, so it frequently caused psychological effects that made the acne fighters look for ways to treat it quickly. Although topical antibiotics effectively treat acne, excessive long-term use can cause resistance. This has led to an interest in natural antimicrobials as an alternative treatment for acne. The natural antibacterial activity of the ethanol extract of bacang mango (Mangifera foetida L.) leaves has previously been reported to have antibacterial effects against Propionibacterium acnes, but only in the form of extracts not formulated into pharmaceutical preparations. Therefore, this study aimed to re-test the antibacterial activity of this extract, which has now been formulated into a gel preparation against the same bacteria. The gelling agent used in the gel formulation was Na-CMC with three different concentrations: 3%, 4%, and 5%. The Agar stab technique tests the antibacterial activity for three different extract concentrations. Those were 10%, 15%, and 20% for optimization of inhibitory activity before being formulated. Based on the results of testing the antibacterial activity of the ethanol extract of bacang mango (Mangifera foetida L.) leaves, an extract concentration of 20% had a more potent inhibitory activity than the others so that this concentration was chosen to be formulated into a gel preparation. After the formulation of the extracted gel, Na-CMC with a concentration of 5% produced a better gel base than other formulations. In addition, the three formulations provided the same inhibitory activity of 10 mm, so it can be concluded that the differences in gelling agent concentrations did not affect the antibacterial activity of the extracts in the preparations. However, a 3 mm decrease in inhibition occurred in the extract after it was formulated into a gel preparation. Even so, the extract gel preparation still has antibacterial activity against Propionibacterium acnes with antimicrobial inhibition zone activity, which is in the moderate category.
HYPNOTIC-SEDATIVE ACTIVITY TEST OF 70% ETHANOL EXTRACT OF LETTUCE (Lactuca sativa L.) IN MALE WHITE MICE SWISS WEBSTER STRAIN Sadino, Asman; Renggana, Hesti; Suwendar, Suwendar; Apriani, Riza; Nurhandayani, Yuni
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.3090

Abstract

Humans who use medicines for insomnia may experience a variety of adverse effects, including dependence. Traditional medicine frequently uses lettuce (Lactuca sativa L.) to treat various conditions, including sleep difficulties. Terpenoids, which are secondary metabolites found in lettuce plants, are to blame for this. This study aimed to see if an ethanolic extract of lettuce leaf had any sedative-hypnotic activity in Swiss Webster strain male white mice induced by phenobarbital at a dose of 90 mg/KgBB intraperitoneally. In this study, the post-test-only control strategy was employed. The animals were divided into six groups (n = 4): negative (aqua dest), positive (Na-CMC 0.5%), comparison (diazepam 1.3 mg/KgBB), and ethanolic extract of lettuce leaf at doses of 300 mg/KgBB, 400 mg/KgBB, and 500 mg/KgBB. The parameters observed in this study were a combination of parameters from previous studies, namely the number of falls, sleep onset, and sleep duration in mice. The data obtained were then processed statistically using the one-way ANOVA (analysis of variance) and post-hoc test follow-up analysis with the LSD (least significant difference) test. The results showed that the ethanolic extract of lettuce leaves at 300, 400, and 500 mg/KgBB had a sedative-hypnotic effect. Doses of 300 mg/KgBB only increased sleep duration. In contrast, 400 and 500 mg/KgBB increased the number of falls, rapid sleep onset, and increased sleep duration, significantly different from positive controls (p<0.05). The effective dose of ethanolic extract of lettuce leaf as a sedative-hypnotic was 400 mg/KgBB.
OVERVIEW PRESCRIBING WITH DUPLICATED NSAID THERAPY WITHOUT GASTRIC PROTECTIVE AGENTS AT A HOSPITAL IN INDONESIA Nurmesa, Adi; Rachman, Abu; Jannah, Wardatul
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.3179

Abstract

Pain is a defence mechanism for the body that arises when the tissues in the body are being damaged. Pain therapy can be used in the form of NSAIDs. In prescribing NSAIDs, there is a risk of drug-related problems in the form of treatment duplication without gastroprotective. This study aims to determine the description of the type of duplication of NSAIDs without gastroprotective and explain pharmacist intervention efforts in reducing drug-related problems in prescribing NSAIDs. This retrospective observational study is conducted on all incoming prescriptions at the pharmacy satellite in March-June 2022 at one of the hospitals in Indonesia. The results of this study found 53 cases of duplication of NSAID therapy without gastroprotective from a total of 3,200 prescriptions, with the most duplication of NSAID therapy between Ibuprofen 400 mg and Mefenamic Acid 500 mg 24 cases. Pharmacist intervention in the form of clinical prescription screening is beneficial to avoid the risk of drug-related problems in prescribing NSAIDs.
UJI PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) PADA SEDIAAN EMULGEL EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI TABIR SURYA Nurlaila, Putri Saniah; Makiyatuzahro, Dede Avissa; Kuncoro, Aditiya; Mardianingrum, Richa
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.3187

Abstract

Salah satu produk perawatan kulit yang melindungi dari sinar UV adalah tabir surya. Kulit Manggis, yang kaya akan senyawa antioksidan seperti turunan benzofenon, dapat diformulasikan menjadi tabir surya dalam bentuk emulgel untuk meningkatkan kenyamanan dan efektivitas penggunaan. Evaluasi sifat fisik dari emulgel yang mengandung ekstrak etanol 96% Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan berbagai konsentrasi dilakukan untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, dimulai dari ekstraksi kulit buah Manggis menggunakan metode maserasi, diikuti dengan pembuatan formulasi emulgel, dan penentuan SPF secara in vitro berdasarkan metode perhitungan yang dikembangkan oleh Mansur dan A.J. Petro. Hasil uji sifat fisik sediaan emulgel yang terdiri dari Uji organoleptis dan homogenitas, Uji pH, Uji Viskositas memenuhi persyaratan sediaan emulgel yang baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya SPF (Sun Protection Factor) dengan konsentrasi 2% sebesar 19,366 SPF, konsentrasi 4 % sebesar 19,906 SPF, konsentrasi 6 % sebesar 26,440 SPF. Dapat disimpulkan sediaan emulgel ekstrak kulit  Manggis mampu sebagai agen tabir surya yang memiliki nilai SPF (Sun Protection Factor) dengan kategori proteksi ultra..
CHARACTERISTICS OF REFINED CARRAGEENAN FROM Eucheuma spinosum WITH POTASSIUM HYDROXIDE SOLVENT USING MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) METHOD IN VARIOUS EXTRACTION TIMES andhiarto, yanu; Pusparini, Nurita
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i1.3221

Abstract

Extraction time with Microwave Assisted Extraction (MAE) influences the yield and quality of Carrageenan from Eucheuma spinosum. This research aims to determine the effect of extraction time using microwave-assisted extraction (MAE) on the yield value and quality parameters of E. spinosum carrageenan, including water content, ash content, sulfate content and viscosity. E. spiosum was extracted using 0.5% NaOH base with the microwave-assisted extraction (MAE) method at varying extraction times of 2 minutes, 5 minutes and 8 minutes. The filtrate was filtered and precipitated with ethanol, drying and grinding until a fine carrageenan powder was obtained. Extraction time affected the yield where an increase in the average yield was received along with the length of extraction time. The highest yield in the 8-minute extraction was 17.62% ±0.368. Extraction time also influences the water content and viscosity of the obtained carrageenan but does not affect the extracted carrageenan's ash or sulfate content.