cover
Contact Name
Nurul Auliasari
Contact Email
nurul@uniga.ac.id
Phone
+6281394557094
Journal Mail Official
nurul@uniga.ac.id
Editorial Address
Jl. Jati No.42B, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Published by Universitas Garut
ISSN : 20870337     EISSN : 27159949     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari fokus pada bidang Farmasi.
Articles 190 Documents
Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Swamedikasi Pasien Penyakit Gastritis di Apotek Kota Palembang Niza, Hairun; Rahayu, Kintan Putri; Soyata, Amelia; Afriliza, Dini; Rachman, Abu
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.41936

Abstract

Masyarakat banyak melakukan swamedikasi dalam menangani keluhan atau gejala penyakit ringan. Dalam melakukan swamedikasi, penggunaan obatnya harus memenuhi kriteria rasional. Kurangnya pengetahuan tentang swamedikasi mengakibatkan terjadinya medication error. Gastritis merupakan salah satu dari penyakit yang dapat diobati secara swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden dan rasionalitas dalam penggunaan obat. Metode yang digunakan pada penelitian observasional deskriptif dengan metode survei cross sectional. Data diambil melalui pengisian kuesioner oleh responden yang melakukan swamedikasi Gastritis di 3 apotek Kota Palembang, yang masuk dalam kriteria inklusi. Jenis kuesioner yang digunakan adalah Guttman. Data diolah menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menyatakan tingkat pengetahuan pasien pada swamedikasi Gastritis berkategori Baik sebanyak 52,3% dan yang berkategori kurang baik sebanyak 47,7%. Mayoritas pasien sebanyak 59% melakukan swamedikasi secara tidak rasional dan 41% secara rasional. Hasil pengujian chi-square antara tingkat pengetahuan dan rasionalitas mendapat p value (,000) yang artinya terdapat hubungan. Tingkat pengetahuan terhadap sosiodemografi memiliki hubungan pada kategori jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan p value <0,05. Namun tidak memiliki hubungan terhadap kategori usia karena p value >0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tingkat pengetahuan pasien tergolong baik 52,3% dan rasionalitas penggunaan obat tergolong tidak tepat 59%.
Hambatan dan Strategi untuk Pengobatan Tuberkulosis Laten: Sebuah Narrative Review Nurfadila, Firda Shafira; Anggi, Joseph Fide; Rahmani, Syifa Luthfiyah; Pradipta, Ivan Surya; Destiani, Dika Pramita
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42065

Abstract

Salah satu strategi dan intervensi dari WHO dalam menurunkan insiden tuberkulosis (TB) adalah memberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) kepada kelompok orang berisiko atau orang dengan infeksi laten tuberkulosis (ILTB). Beberapa penelitian dilapangan menunjukan masih terdapat hambatan sehingga program ini belum dikatakan berhasil. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan strategi potensial untuk mendukung program TPT. Pencarian artikel untuk narrative review ini yaitu abstrak artikel berbahasa inggris dengan rentang waktu terbit dari tahun 2008 sampai tahun 2024 yang diterbitkan dari database Scopus, Pubmed dan World of Sciences (WoS). Dari 106 artikel yang berpotensi memenuhi syarat, terdapat 29 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hambatan yang teridentifikasi adalah kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan mengenai TPT, kurangnya arahan dari pembuat kebijakan nasional, kurangnya pengetahuan pasien mengenai penyakit tuberkulosis, ketersediaan logistik belum memadai, kurangnya petugas diagnostik serta pasien kesulitan karena jarak jauh menuju layanan pemeriksaan. Dari hambatan yang teridentifikasi, adapun strategi potensial yang mendukung seperti pelatihan manajemen ILTB bagi tenaga kesehatan, sosialisasi dan edukasi kepada pasien, perencanaan obat dan layanan pemeriksaan yang memadai serta pedoman dan arahan kebijakan nasional yang terintegrasi. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan resiko terjadinya infeksi TB, arahan kebijakan nasional yang serius serta kolaborasi antara fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta untuk setiap kaskade pelayanan ILTB diharapkan dapat memberikan kontribusi yang mendukung program TPT sehingga dapat mengurangi insidensi TB aktif secara global.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Day Cream yang mengandung Ekstrak Metanol Daun Lengkeng (Dimocarpus longan L.) Ririn; Purnamasari M, Vina; Dewi, Yunita Afsyari
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42139

Abstract

Kecenderungan penggunaan bahan-bahan alami dalam produk kosmetik meningkat karena manfaatnya yang mendukung kesehatan kulit serta kelestarian lingkungan. Daun lengkeng (Dimocarpus longan L.) diketahui mengandung senyawa dengan efek antioksidan dan antiinflamasi, sehingga berpotensi sebagai komponen aktif dalam kosmetik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formula day cream yang mengandung ekstrak metanol daun lengkeng sebagai zat antioksidan, dengan perbandingan emulgator triethanolamine (TEA) dan asam stearat bervariasi dari 1:1 hingga 2:3. Proses formulasi menggunakan metode in situ, dengan pemanasan terpisah fase air dan minyak pada suhu 75–80°C sebelum dikombinasikan melalui homogenisasi berkecepatan tinggi untuk membentuk emulsi yang stabil. Uji stabilitas dilakukan melalui penyimpanan bergantian pada suhu  (5°C dan 35°C) selama 10 siklus, masing-masing berlangsung 12 jam. Evaluasi formulasi mencakup sifat organoleptik, pH, homogenitas, jenis emulsi, daya sebar, viskositas, sifat alir, serta uji aktivitas antioksidan. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis untuk menentukan nilai IC₅₀. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun lengkeng dapat diformulasikan secara stabil dalam bentuk krim. Formula dengan rasio TEA:asam stearat 2:1 (F4) menunjukkan kestabilan fisik terbaik dan aktivitas antioksidan yang tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 84,357 μg/mL. Temuan ini mengindikasikan bahwa krim yang diformulasikan berpotensi sebagai produk perawatan kulit alami dengan kemampuan antioksidan.
Analisis Pengelolaan Obat Esensial di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Cirebon Tahun 2022 Fitrilia, Isni Pra; Sundari, Retno; Andayani, Nurita; Sarnianto, Prih
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42231

Abstract

Perencanaan hingga pemantauan obat yang efektif merupakan ciri khas manajemen obat. Upaya perbaikan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dengan manajemen yang efektif dan efisien. Manajemen obat yang tepat merupakan hal esensial untuk diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan, karena manajemen yang buruk dapat menyebabkan peningkatan biaya serta keterlambatan pelayanan. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Rencana Kebutuhan Obat Tahun 2022, faktur pembelian, dan dokumen pendukung lainnya. Indikator Pengadaan dan Perencanaan Obat telah ditelaah untuk menilai kesesuaian ketersediaan obat dan menghasilkan data yang berguna bagi proses pengadaan dan pengelolaan pada periode berikutnya. Dokumen terkait penggunaan obat esensial telah dikumpulkan dan dibandingkan dengan standar manajemen obat yang telah ditetapkan. Data yang digunakan dalam analisis diperoleh dari Rencana Kebutuhan Obat Tahun 2022, faktur pembelian, serta laporan pendukung lainnya. Rata-rata tingkat kesesuaian obat sebesar 100,87% telah diidentifikasi, dengan variasi signifikan yang diamati di 22 puskesmas. Persentase kesesuaian tertinggi dan terendah tercatat di Puskesmas Pulasaren dan Kejaksan. Secara keseluruhan, efektivitas manajemen obat ditunjukkan melalui variasi tingkat kesesuaian dan ketepatan, yang mengindikasikan perlunya evaluasi lebih lanjut serta peningkatan terhadap ketersediaan obat.
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Apoteker Komunitas dalam Pemantauan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Provinsi dengan Prevalensi Tuberkulosis Tinggi di Indonesia Mardhiyyah, Cut Ainul; Zuniarto, Ahmad Azrul; Ryansyah, Hardi; Amanatin, Alfitia Dwi; Antonia, Vonny; Sumari, Sumari
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42294

Abstract

Indonesia ranks second globally in tuberculosis (TB) cases, with West Java identified as a high-burden TB region. Community pharmacists, often the first point of patient contact, have the potential to support TB monitoring. However, their role remains underutilized and understudied. This study aimed to evaluate community pharmacists' knowledge, attitudes, and practices (KAP) in monitoring TB medication, and to examine the relationships among these variables and respondent characteristics. A cross-sectional study was conducted among 419 pharmacists across 27 districts and cities in West Java Province. Data were collected via a validated online questionnaire comprising KAP domains. Descriptive statistics, Spearman’s correlation, and Chi-Square tests were used to analyze relationships between KAP scores and demographic/professional characteristics. Community pharmacists demonstrated moderate knowledge in TB treatment (14.94 ± 1.99), generally have a positive attitude towards the importance of their role and ability to monitor use of TB drug (21.6 ± 3.3). In practice, community pharmacists are low in reporting, monitoring, and providing assistance related to TB patients (10.7 ± 5.2). Significant but low correlations were observed between knowledge and attitude (r = 0.110, p = 0.024), knowledge and practice (r = 0.116, p = 0.018), and attitude and practice (r = 0.343, p < 0.001). Practice scores were significantly associated with access to patient consultation services (p < 0.001), while knowledge was linked to pharmacy location (p = 0.032), and attitude to gender (p = 0.026). Although community pharmacists in West Java show sufficient knowledge and positive attitudes, their involvement in TB monitoring practices remains limited. Targeted education and policy interventions are essential for their engagement in national TB control efforts.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lip cream Kombinasi Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis) dan Madu Thomas, Nur Ain; Timo, Nur Kharisma Ekaputri; Suryadi, A. Mu’thi Andy; Paneo, Mohamad Aprianto; Puluhulawa, Lisa Efriani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42560

Abstract

Bibir memiliki peran penting dalam estetika wajah, namun lapisan kulitnya yang tipis menyebabkan bibir rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas, seperti paparan sinar ultraviolet, polusi dan kontak bahan kimia. Salah satu upaya perlindungan dari kerusakan tersebut adalah penggunaan produk kosmetik yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dari sediaan lip cream kombinasi ekstrak daun jati dan madu serta bagaimana aktivitas antioksidan sediaan lip cream kombinasi ekstrak daun jati dan madu. Metode penelitian diawali dengan proses ekstraksi daun jati dengan etanol 96%, selanjutnya dibuat formulasi lip cream menjadi 3 formula dengan variasi konsentrasi ekstrak daun jati F1 10%, F2 15% dan F3 20% masing-masing formula ditambahkan madu 4%. Selanjutnya dilakukan uji stabilitas fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas, selain itu juga dilakukan uji iritasi dan uji hedonik pada panelis dan juga dilakukan uji aktivitas antioksidan sediaan lip cream  dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan lip cream  kombinasi ekstrak daun jati dan madu ini memenuhi syarat uji daya lekat dan uji viskositas sedangkan untuk uji homogenitas dan uji daya sebar tidak memenuhi syarat, pada uji iritasi diperoleh hasil bahwa sediaan ini aman karena tidak mengiritasi. Sementara uji hedonik menunjukan bahwa formula 2 sebagai formula yang paling disukai baik dari tekstur, warna maupun aroma. Hasil uji antioksidan juga menunjukan terjadinya peningkatan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun jati setelah diformulasikan dalam bentuk sediaan dengan penambahan madu 4% dengan aktivitas antioksidan terkuat di tunjukan oleh formula 3.
Studi Kompatibilitas Kurkumin terhadap Eksipien Basis Effervescent Ferdiansyah, Rival; Juliati, Siti Aisyah Mega; Cahyati, Yeyet; Winingsih, Wiwin; Rachmaniar, Revika
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42583

Abstract

Kurkumin merupakan senyawa aktif yang memiliki berbagai manfaat farmakologis, namun keterbatasan kelarutannya dalam air menjadi pertimbangan dalam pengembangan sediaan, salah satunya dengan menggunakan basis effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi inkompatibilitas antara kurkumin dan beberapa eksipien effervescent, yaitu asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Metode penelitian meliputi uji homogenitas, organoleptik, mikroskopik, kadar air (LOD), kristalinitas, dan sifat termal. Campuran dibuat dengan perbandingan 1:1 menggunakan mixer selama 10 menit dengan kecepatan 60 rpm. Hasil menunjukkan adanya variasi dalam homogenitas, perubahan fisik, kadar air, dan karakteristik termal pada masing-masing campuran. Secara umum, campuran kurkumin dengan asam tartrat dan natrium bikarbonat menunjukkan kestabilan yang relatif baik dibandingkan dengan campuran yang mengandung asam sitrat, yang menunjukkan beberapa perubahan selama penyimpanan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa asam tartrat merupakan basis effervescent yang paling kompatibel untuk formulasi sediaan kurkumin, sedangkan asam sitrat menunjukkan potensi inkompatibilitas.
Antidiabetic Activity of Green Seaweed (Eucheuma spinosum) Ethanol Extract in Alloxan Induced Male White Rats (Rattus norvegicus) Rachmadhiani, Ana Noviana; Rahayuningsih, Nur; Nuryadin, Dichy
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42629

Abstract

Diabetes is a long-term metabolic disorder with a globally increasing prevalence, including in Indonesia. This study aims to evaluate the antidiabetic effects of the ethanol extract of Eucheuma spinosum on alloxan-induced rats in vivo. This study used an experimental design with 24 rats divided into six groups, namely the normal control group, positive control (metformin 9 mg/200 g body weight), negative control, and three treatment groups receiving Eucheuma spinosum extract at doses of 30, 60, and 120 mg/200 g body weight. The extract was obtained through the maceration method and contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. Blood glucose measurements were taken before and after the treatment. The yield of the extract obtained was 2.5%. The highest dose, 120 mg/200 g body weight of the rats, resulted in the most significant decrease in blood glucose levels by 39.705%. Statistical analysis using ANOVA showed a significant difference (p ≤ 0.05) between the treatment and negative control groups. The antidiabetic activity of this extract is suspected to originate from its flavonoid and saponin content, which stimulate the regeneration of pancreatic β cells and inhibit glucose absorption in the digestive tract. Ethanol extract of Eucheuma spinosum is effective in lowering blood glucose levels in diabetic rats and has the potential to be developed as a natural antidiabetic agent.
Kajian Interaksi Obat pada Resep Pasien Epilepsi Rawat Jalan di RSUD dr. Slamet Garut Susanti, Risa; Latiefah, Asri Dewi; Nafisah, Rahayu
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42775

Abstract

Epilepsi adalah gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan kejang berulang yang disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal di otak. Perawatan epilepsi biasanya memerlukan penggunaan OAE (obat antiepilepsi) untuk waktu yang lama, baik secara monoterapi maupun dalam kombinasi. Penggunaan OAE bersama dengan obat lain dapat meningkatkan risiko interaksi obat, yang dapat memengaruhi efektivitas terapi dan keamanan pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien epilepsi rawat jalan di RSUD Dr. Slamet Garut selama periode Juli hingga Desember 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif catatan medis. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Interaksi obat diidentifikasi menggunakan aplikasi Drug Interaction Checker seperti Medscape dan Drugs.com, dibantu dengan literatur tertulis seperti artikel-artikel terkait. Hasil identifikasi interaksi kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis interaksi dan tingkat keparahan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 147 pasien epilepsi rawat jalan di RSUD dr. Slamet Garut mengalami potensi interaksi obat (66%). Potensi interaksi yang paling umum teridentifikasi adalah jenis interaksi farmakokinetik (81,4%) dan tingkat keparahan moderat (62,8%). Fenitoin dengan omeprazol, amlodipin, dan asam asetilsalisilat serta asam valproat dengan levetiracetam adalah beberapa obat yang paling sering berinteraksi satu sama lain.
Effect of Injectable Bone Substitute Preparation Formulation on Microscopic and Macroscopic Characteristics for Bone Graft Alaydrus, M. Mukaddam; Rahayu, Susi; Purnaning, Dyah; Isa A.A, Maz; Oktri P, Awanda; Taufik S, Ahmad
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42506

Abstract

Biocompatible, mechanically stable, and easy-to-use injectable biomaterials are often needed for bone defects caused by trauma, disease, or surgery. This study aims to investigate the effect of polyvinyl alcohol (PVA) concentration on the microscopic and macroscopic characteristics of injectable bone substitute (IBS) formulations composed of Hydroxyapatite (HAp), chitosan, and PVA. The biopolymer chitosan was extracted from pearl oyster shell waste (Pinctada maxima), and HAp was synthesized via precipitation. The formulations were prepared with varied PVA concentrations (5%, 10%, and 15%) and evaluated for their structural, physicochemical, and functional properties. Fourier-transform infrared (FTIR) spectroscopy was employed to determine the presence of functional groups and molecular interactions. Results showed that increasing PVA content enhanced the intensity and sharpness of phosphate () bands, with Sample C (15% PVA) exhibiting the strongest interaction, indicated by a peak shift to 1047.32 cm⁻¹. Organoleptic observations revealed stable color across all samples, with increasing viscosity and paste-like consistency observed in higher PVA concentrations. Sample C had the highest viscosity (82.2 dPa·s) and the lowest injectability (92.43%), while Sample A exhibited the highest injectability (98.33%) and the lowest viscosity (2.79 dPa·s). Sample B (10% PVA) showed balanced characteristics with a viscosity of 38.93 dPa·s and injectability of 97.26%, aligning closely with ideal ranges for injectable biomaterials. Density measurements indicated that all samples approximated or exceeded the minimum density of healthy bone, with Sample C reaching 1.18 g/cm³. pH monitoring over 21 days revealed a consistent value of ~6, suggesting good chemical stability. These results demonstrate that the 15% PVA formulation achieves an optimal compromise between physicochemical properties and clinical applicability. This composite's injectability enables precise defect filling and promotes new bone formation, making it a superior and promising alternative as an injectable bone graft material in patients.