cover
Contact Name
Moch. Benny Alexandri
Contact Email
mohammad.benny@unpad.ac.id
Phone
+628122389634
Journal Mail Official
mohammad.benny@unpad.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus FISIP Dago Bandung Jalan Dago Utara No. 25 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik
ISSN : -     EISSN : 26546035     DOI : 10.24198/responsive
Fokus dan ruang lingkup meliputi pemikiran dan penelitian bidang administrasi, ekonomi, sosial, humaniora dan kebijakan publik
Articles 225 Documents
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PESISIR ACEH KENDURI LAUT DALAM PERSPEKTIF KETAHANAN BUDAYA MELALUI PROSES PENGARSIPAN DIGITAL Dhahiyat, Ahmad Prawira; Destrian, Ope; Kristiadhi, Fanny; Junirahma, Nur Sakinah; Sari, Stefina Liana
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i1.62257

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi kearifan lokal masyarakat pesisir Aceh yang tercermin dalam tradisi Kenduri Laut, dengan fokus pada implikasinya terhadap ketahanan budaya. Pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan library research digunakan untuk mengumpulkan data melalui studi literatur, dan analisis dokumen. Penelitian ini berupaya mengeksplorasi bagaimana tradisi Kenduri Laut, sebagai praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun, berkontribusi pada pelestarian nilai-nilai luhur dan keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir Aceh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kenduri Laut berfungsi sebagai wahana konservasi lingkungan laut melalui nilai-nilai yang terintegrasi dalam ritualnya. Tradisi ini mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dari praktik-praktik destruktif seperti pengeboman ikan dan pencemaran laut. Kenduri Laut berperan signifikan dalam memperkuat ketahanan budaya masyarakat pesisir Aceh, tercermin dalam partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya pelestarian melalui Festival Khadori Laot. Program-program berfokus melestarikan tradisi, dan mempromosikan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Konsep ketahanan budaya dalam konteks dioperasionalkan melalui komitmen masyarakat dan pemerintah untuk memelihara warisan budaya. Kemudian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat mengimplementasikan visi dan misi untuk memperkuat ketahanan budaya Kenduri Laut melalui adaptasi perayaan menyesuaikan dinamika zaman sehingga memberikan arsip digital. Studi ini menyimpulkan bahwa Kenduri Laut representasi kearifan lokal religious berkontribusi pada konservasi lingkungan dan ketahanan budaya masyarakat pesisir Aceh melalui electronic recordkeeping untuk menjaga eksistensi budaya masyarakat setempat.
KOMUNIKASI PEMERINTAHAN DALAM IMPLEMENTASI GERAKAN AKSI BERGIZI SERENTAK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KARANGANYAR Rahmawati, Fadhilah; Mulyawan, Rahman; Afrilia, Ufa Anita
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.63329

Abstract

Pelayanan dasar merupakan hak yang wajib diberikan kepada seluruh warga negara Indonesia, salah satunya adalah pelayanan kesehatan yang diwujudkan melalui berbagai program, termasuk Gerakan Aksi Gizi Serentak (GABS) yang menyasar para pelajar dalam rangka meningkatkan status kesehatan. Dalam implementasinya, diperlukan komunikasi yang jelas, efektif, dan tepat sasaran agar informasi tersampaikan dan dipahami dengan baik oleh target sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tata kelola komunikasi pemerintahan pada pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar melalui implementasi program GABS dengan menggunakan teori proses komunikasi yang dikemukakan oleh Effendy yang terdiri dari lima elemen yaitu komunikator, pesan, saluran, komunikan, dan efek. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola komunikasi program GABS belum optimal, ditandai dengan lemahnya koordinasi antarlembaga yang menyebabkan kesenjangan dan ketidakmerataan implementasi. Oleh karena itu, diperlukan saluran pelaporan dan evaluasi yang sistematis yang dapat menyediakan data secara valid sebagai dasar evaluasi, identifikasi hambatan, dan penyusunan strategi perbaikan selanjutnya. Basic services are fundamental rights that the state must provide to all Indonesian citizens, including access to healthcare services. One effort to improve public health is the Gerakan Aksi Bergizi Serentak (GABS) program, which targets students to enhance their nutritional status. The success of such programs requires effective communication governance that ensures information is conveyed clearly, accurately, and efficiently to the intended audience. This study aims to analyze the communication governance of the Karanganyar Regency Health Office in implementing the GABS program, utilizing Effendy’s communication process theory, which comprises five elements: communicator, message, channel, recipient, and effect. This research employs a descriptive qualitative method with data obtained through observation and interviews. The findings show that communication governance in the implementation of the GABS program is not yet optimal, primarily due to weak coordination among stakeholders, resulting in uneven implementation. Thus, structured reporting and evaluation mechanisms are required to produce valid data for assessing performance, identifying barriers, and formulating more effective communication strategies.
PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT TENTANG PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH: ANALISIS PROSES DAN TANTANGAN Silaban, Natanael; Herawati, Erna; Adinda FA, Jovanscha Qisty
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i1.62331

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses dan tantangan dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur Jawa Barat Tentang Pajak Daerah dan Retribus Daerah yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat. Metode Penelitian yang diguanakan yaitu deskriptif evaluatif dengan pengumpulan data melalui wawancara tidak tersruktur, observasi, studi literatur, serta menjadi Tim Penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur. Hasilnya, peraturan gubernur yang dibentuk sudah menjadi rancangan yang utuh namun belum ditetapkan sehingga tidak memiliki sifat yang mengikat. Kesimpulan nya dalam penyusunan rancangan masih memiliki kendala serta masih bisa diatasi dan rancangan peraturan tersebut telah melalui 5 dari 6 tahapan proses penyusunan rancangan, namun sebagian besar tahapan sudah sesuai memenuhi ketentuan secara substansif dan prosedural. The purpose of this research is to analyze the process and challenges in the drafting of the West Java Governor Regulation on Regional Taxes and Regional Retribution conducted by the West Java Regional Revenue Agency. The research method used is descriptive evaluative with data collection through unstructured interviews, observation, literature study, and becoming a Governor Regulation Drafting Team. As a result, the governor's regulation that was formed has become a complete draft but has not been determined so that it does not have a binding nature. The conclusion is that the drafting still has obstacles and can still be overcome and the draft regulation has gone through 5 of the 6 stages of the drafting process, but most of the stages are in accordance with substantive and procedural provisions.
IMPLEMENTASI PENERBITAN SERTIPIKAT TANAH ELEKTRONIK OLEH BADAN PERTANAHAN NASIONAL KOTA BANDUNG Tamba, Perdinan; Yuningsih, Neneng Yani; Afrilia, Ufa Anita
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.62260

Abstract

Sertipikat tanah elektronik merupakan suatu inovasi baru dalam reformasi administrasi pertanahan di Indonesia. Kebijakan tersebut telah ditetapkan sejak tahun 2023 dengan adanya Peraturan Menteri Agraria. BPN Kota Bandung sebagai instansi vertikal Kementerian ATR/BPN berwenang upaya reformasi tersebut. Implementassi Sertipikat Tanah elektronik telah diterapkan di Kota Bandung sejak tahun 2024, namun penggunaan sertipikat tanah elektronik dikalangan masyarakat Kota Bandung masih sangat rendah yaitu 1,88%. Untuk itu penelitian ini berupaya untuk menganalisis tentang penerapan sertipikat tanah elektronik di Kota Bandung. Berdasarkan teori penerapan kebijakan George Charles Edward III, keberhasilan suatu kebijakan dipengaruhi oleh empat faktor utama: komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode  kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai implementasi kebijakan penerbitan sertipikat tanah elektronik di BPN Kota Bandung.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi masih perlu untuk dioptimalkan terutama pada sosialisasi langsung kepada masyarakat. Proses komunikasi yang dilakukan oleh BPN Kota Bandung mayoritas menggunakan sosial media sehingga perlu untuk ditingkatkan lagi. Sosialisasi langsung kepada masyarakat masih untuk dilakukan agar pemahaman dan penerimaan terhadap sistem digital semakin meningkat.  Electronic Land Certificates represent a new innovation in the reform of Land Administration in Indonesia. This policy was established in 2023 through a regulation issued by the Minister of Agrarian Affairs. As a vertical institution of the Ministry of ATR/BPN, The Land Office (BPN) of Bandung City is authorized to implement this reform. The implementation of electronic land certificates began in Bandung in 2024; however, public adoption remains very low, at only 1.88%. This study aims to analyze the implementation of electronic land certificates in Bandung City. Using George C. Edward III’s policy implementation theory, this study examines four key factors that influence policy success: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. A qualitative method is employed to gain a deeper understanding of the policy implementation process at the BPN Bandung office. The findings indicate that communication efforts need to be optimized, particularly through direct outreach to the public. Currently, BPN Bandung relies heavily on social media for public communication, which has proven insufficient. Therefore, face-to-face socialization efforts should be enhanced to improve public understanding and acceptance of the digital system.
PEMETAAN BIBLIOMETRIK DENGAN VOSVIEWER UNTUK PENGEMBANGAN PENELITIAN KOMITMEN ORGANISASI Kahfi, Arbi Abdul; Novel, Nurillah Jamil Achmawati
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.60070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan perkembangan keilmuan dalam studi komitmen organisasi melalui analisis bibliometrik menggunakan database Scopus dan visualisasi dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Sebanyak 9.927 dokumen yang dipublikasikan antara tahun 1964 hingga 2024 dianalisis untuk mengidentifikasi pola publikasi, jurnal inti, institusi yang berkontribusi, serta peneliti paling produktif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi, terutama sejak tahun 2005, yang mencerminkan meningkatnya perhatian akademik terhadap topik ini. International Journal of Human Resource Management menjadi jurnal dengan kontribusi terbanyak, sementara Wayne State University dan University of Haifa tercatat sebagai institusi paling produktif. Lambert, E.G. dan Vandenberghe, C. merupakan peneliti yang paling aktif di bidang ini. Melalui analisis kata kunci, ditemukan 11 klaster tematik yang mencerminkan kompleksitas isu dalam komitmen organisasi, mencakup variabel seperti kepemimpinan, kepuasan kerja, keadilan organisasi, burnout, work-life balance, kesejahteraan psikologis, hingga spiritualitas kerja. Klaster-klaster ini menunjukkan adanya pergeseran dalam diskursus akademik dari teori klasik menuju pendekatan yang lebih terintegrasi dan lintas disiplin, dengan melibatkan dimensi psikologis, kultural, dan etis. Penelitian ini juga mengungkap peluang riset baru seperti perbedaan generasi, organizational silence, kepemimpinan etis, dan makna spiritual dalam pekerjaan. Studi ini memberikan peta intelektual komprehensif yang tidak hanya mencerminkan kondisi terkini bidang ini, tetapi juga memberikan arahan strategis bagi pengembangan riset ke depan dalam konteks dunia kerja modern yang dinamis. This study aims to map the trends and intellectual development of organizational commitment research through a bibliometric analysis using the Scopus database and visualization with VOSviewer. A total of 9,927 documents published between 1964 and 2024 were analyzed to identify publication patterns, core journals, contributing institutions, and the most productive researchers. The results reveal a significant increase in research output, particularly from 2005 onwards, indicating growing academic interest in organizational commitment. The International Journal of Human Resource Management is the most prominent publication outlet, with Wayne State University and University of Haifa identified as key contributing institutions. Lambert, E.G., and Vandenberghe, C. are among the most prolific researchers in the field. Through co-word analysis, the study identifies 11 thematic clusters reflecting the multidimensional nature of organizational commitment, involving variables such as leadership, job satisfaction, organizational justice, burnout, work-life balance, psychological well-being, and workplace spirituality. These clusters demonstrate a shift in the academic discourse from traditional theories toward more integrated, interdisciplinary approaches that incorporate psychological, cultural, and ethical dimensions. The findings also highlight emerging research opportunities, including generational differences, organizational silence, ethical leadership, and spiritual meaning at work. This study provides a comprehensive intellectual map that not only reflects the current state of the field but also offers strategic directions for future research on organizational commitment in the context of modern, dynamic workplaces.
IMPLEMENTASI JARINGAN INFORMASI KEARSIPAN NASIONAL UPAYA PENINGKATAN AKSES INFORMASI ARSIP NEGARA YANG AUTENTIK DAN BERKELANJUTAN Kasman, Andi; Qoriah, Qoriah; Destrian, Ope; Zainuddin, Zhahirah Indrawati; Adnans, Abdhy Aulia
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i1.62330

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), berdasarkan Peraturan ANRI No. 17 Tahun 2021 dan Peraturan Kepala ANRI No. 22 Tahun 2011. Kedua regulasi tersebut menjadi landasan dalam perumusan standar layanan dan strategi penyediaan informasi kearsipan arsip negara yang autentik dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling melalui observasi, studi pustaka, serta analisis regulasi dan teori yang relevan. Teori Sistem digunakan sebagai kerangka analisis untuk mengevaluasi efektivitas JIKN sebagai suatu sistem jaringan yang menghubungkan berbagai lembaga kearsipan sebagai simpul. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah simpul jaringan dan pengguna layanan informasi arsip autentik, serta penguatan koordinasi antara Pusat Jaringan Nasional dengan simpul-simpul daerah. Selain itu, penelitian menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan, integrasi teknologi, dan harmonisasi kebijakan sebagai strategi utama dalam penguatan JIKN. Temuan ini menegaskan kontribusi JIKN dalam menyediakan layanan informasi kearsipan yang cepat, akurat, terjangkau, dan mendukung penguatan infrastruktur informasi nasional.  This study examines the implementation of the National Archival Information Network (JIKN) by the National Archives of Indonesia (ANRI), guided by ANRI Regulation No. 17 of 2021 and Head of ANRI Regulation No. 22 of 2011. These regulations serve as the foundation for developing service standards and strategies to ensure authentic and sustainable archival information access. Employing a descriptive qualitative method with purposive sampling, the research uses observation, literature review, and regulatory analysis. System Theory frames the evaluation of how JIKN, as a network system, can function effectively through the integration of various archival institutions as nodes. The findings indicate a significant increase in the number of network nodes and users accessing authentic state archives, along with improved coordination between the National Network Center and its nodes. The study also highlights enhanced collaboration with stakeholders, technological integration, and policy alignment as critical strategies. These contribute to the development of accessible, accurate, fast, and cost-effective archival services, reinforcing the role of JIKN in supporting national information infrastructure.This study examines the implementation of the National Archival Information Network (JIKN) by the National Archives of Indonesia (ANRI), guided by ANRI Regulation No. 17 of 2021 and Head of ANRI Regulation No. 22 of 2011. These regulations serve as the foundation for developing service standards and strategies to ensure authentic and sustainable archival information access. Employing a descriptive qualitative method with purposive sampling, the research uses observation, literature review, and regulatory analysis. System Theory frames the evaluation of how JIKN, as a network system, can function effectively through the integration of various archival institutions as nodes. The findings indicate a significant increase in the number of network nodes and users accessing authentic state archives, along with improved coordination between the National Network Center and its nodes. The study also highlights enhanced collaboration with stakeholders, technological                                                              integration, and policy alignment as critical strategies. These contribute to the development of accessible, accurate, fast, and cost-effective archival services, reinforcing the role of JIKN in supporting national information infrastructure.
PENGEMBANGAN CONTENT MARKETING PADA INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN BRAND ENGAGEMENT (SOSIAL MEDIA INSTAGRAM BRAND FASHION NAMATERRA) Syahwanda, Adisty Putri; Arifianti, Ria; Barkah, Cecep Safa’atul
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.61937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi content marketing guna meningkatkan brand engagement pada Instagram Namaterra. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Proyek ini dilakukan selama tiga bulan dengan mengacu pada teori Kotler yang mencakup delapan tahap utama. Tahap awal adalah goal setting, yaitu menetapkan tujuan untuk meningkatkan engagement melalui strategi yang efektif. Selanjutnya, dilakukan audience mapping untuk memahami profil target konsumen dengan menyusun buyer persona. Pada tahap content ideation & planning, konten dikembangkan dalam tiga pilar utama: edukasional (informasi terkait fashion dan gaya hidup), emosional (membangun keterikatan dengan audience melalui giveaway), dan fungsional (informasi produk). Proses dilanjutkan dengan content creation, di mana konten dirancang secara visual dan naratif sesuai dengan pedoman brand. Konten kemudian didistribusikan melalui Instagram dengan frekuensi unggahan tiga kali seminggu. Dalam rangka memperluas jangkauan, dilakukan content amplification melalui giveaway dan kolaborasi dengan influencer. Evaluasi dilakukan dengan mengukur KPI seperti jumlah likes, comments, dan shares. Hasilnya menunjukkan bahwa giveaway meningkatkan engagement secara signifikan. Kesimpulannya, pengembangan content marketing yang terstruktur berperan penting dalam meningkatkan brand engagement di Instagram. This research aims to develop a content marketing strategy to increase brand engagement on Instagram Namaterra. The method used is qualitative with data collection through interviews, literature study and documentation. This project was carried out over three months referring to Kotler's theory which includes eight main stages. The initial stage is goal setting, namely setting goals to increase engagement through effective strategies. Next, audience mapping is carried out to understand the target consumer profile by compiling a buyer persona. At the content ideation & planning stage, content is developed in three main pillars: educational (information related to fashion and lifestyle), emotional (building engagement with the audience through giveaways), and functional (product information). The process continues with content creation, where content is designed visually and narratively in accordance with brand guidelines. The content is then distributed via Instagram with an upload frequency of three times a week. To expand reach, content amplification is carried out through giveaways and collaboration with influencers. Evaluation is carried out by measuring KPIs such as the number of likes, comments and shares. The results show that giveaways increase engagement significantly. In conclusion, developing structured content marketing plays an important role in increasing brand engagement on Instagram. 
ASPEK SOSIO-LEGAL DAN KULTURAL KERJA DAN PASAR TENAGA KERJA PADA PERTANIAN SAYURAN BERSKALA KECIL: KASUS DARI PEGUNUNGAN BANDUNG Maulana, Rizky; Wiranova, Alissa; Kusmayanti, Hazar; Iskandar, Budiawati Supangkat
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i1.62248

Abstract

Penelitian ini mengkaji paduan antara logika mekanisme pasar serta aspek sosiokultural yang ada pada pasar tenaga kerja agrikultural di Desa Cikembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Melalui survei yang dilengkapi dengan wawancara mendalam, penelitian ini menghasilkan deskripsi atas jenis tenaga kerja. Pertama, sumber tenaga kerja pertanian didominasi atas perpaduan antara anggota rumah tangga dan buruh upahan. Penghitungan upah atasnya didasarkan dua bentuk kuantifikasi, yaitu durasi kerja yang terwujud lewat damel harian dengan 6 jam waktu kerja, serta damel borongan yang dihitung berdasarkan satuan kilogram berat angkutan hasil panen. Kedua, sistem kontrak pada tenaga kerja pertanian mengindikasikan bahwa buruh lepas mendominasi pasar Cikembang yang dipekerjakan berbasiskan klientalisasi. Ketiga, terdapat buruh tani khusus dengan keahlian spesifik yang didasarkan atas kebutuhan dari komoditi tani seperti kegiatan nilas untuk panen kubis, ngaramas di kebun kubis dan wortel, serta nyulikat di kebun bawang daun, dan keterjalan medan lahan seperti pada pekerjaan jaga kebun dan ojek gunung. Keempat, gender menjadi penentu pembagian kerja, misalnya perempuan untuk pekerjaan yang memerlukan ketekunan serta laki-laki pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik ekstra. Selain itu, perpaduan aspek moral dan logika pasar juga menjadi pertimbangan untuk mempekerjakan banyak buruh perempuan karena kebutuhan atas kopi dan rokok ditiadakan sehingga menekan biaya produksi. This study explores the intersection of market logic and sociocultural dynamics in the agricultural labor market of Cikembang Village, Bandung Regency, West Java. Combining surveys and in-depth interviews, the research identifies key characteristics of labor organization in the region. First, agricultural labor comprises both household members and wage workers. Wages are calculated either by duration (damel harian, with a six-hour workday) or output (damel borongan, based on kilograms of harvested produce). Second, the labor market is dominated by casual workers employed through clientelistic ties. Third, a subset of workers possesses crop-specific or terrain-specific skills, such as nilas (cabbage harvesting), ngaramas (work in cabbage and carrot fields), nyulikat (scallion fields), as well as roles suited to steep landscapes, like garden watchkeeping (jaga kebon) and mountain motorcycle transport (ojek gunung). Fourth, gender also influences labor division: women are typically assigned detail-oriented tasks, while men handle physically demanding work. Moreover, economic rationale intersects with moral considerations, as female labor is often preferred due to lower auxiliary costs—namely the absence of demands for coffee and cigarettes.
EFEKTIVITAS APLIKASI E-OFFICE DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SUMEDANG Saefulloh, Encep Lucky; Rudiana, Rudiana; Nuryanto, Yayan
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.62681

Abstract

Administrasi kepegawaian yang efektif membutuhkan proses berkelanjutan dan penuh kesungguhan. Salah satu inovasi dalam E-Government dari pemerintah Sumedang yaitu menciptakan aplikasi E-Office Sumedang dalam meningkatkan efektifvitas dalam pelayanan administrasi kepegawaiannya, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ASN, mendukung pencapaian tujuan organisasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang stabil dan motivatif, yang konsisten mendukung visi dan misi organisasi. Namun, dalam pelaksanaannya belum optimal karena tidak adanya panduan aplikasi, sering mengalami bud dan error, dan fitur yang belum dimanfaatkan secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran DPMPTSP Kabupaten Sumedang dalam melakukan pelayanan administrasi kepegawaian ditinjau dari elemen Support masih memiliki kekurangan yang berkaitan dengan sosialisasi, pada elemen Capacity belum cukup optimal, karena bug dan error seringkali terjadi saat presensi jam masuk, pada elemen Value E-Office Sumedang dinilai menjadi suatu implementasi yang baik karena mampu mempercepat proses pelayanan administrasi dan pelaporan kinerja. Dengan kondisi tersebut, penulis menyimpulkan bahwa efektivitas E-Government dalam pelayanan administrasi kepegawaian melalui aplikasi E-Office Sumedang di DPMPTSP Kabupaten Sumedang belum mencapai pada tahapan perwujudan penerapan dan pengembangan E-Government yang sukses dan optimal. Penulis menyarankan agar DPMPTSP mengadakan pelatihan rutin dan workshop bagi seluruh ASN, meningkatkan kapasitas server maupun hosting, penerapan Server Redundancy, Failover mechanisms, pembentukan tim yang khusus menanggapi keluhan E-Office Sumedang. Effective personnel administration requires a continuous and serious process. One of the innovations in E-Government from the Sumedang government is creating the Sumedang E-Office application to improve the effectiveness of its personnel administration services, increase the productivity and welfare of ASN, support the achievement of organizational goals, and create a stable and motivating work environment, which consistently supports the vision and mission of the organization. However, in its implementation, it has not been optimal because there is no application guide, it often experiences bugs and errors, and features that have not been optimally utilized. The research method used is a qualitative approach with a descriptive method. Interviews, observations, and documentation were carried out data collection. The results of the study indicate that the role of the Sumedang Regency DPMPTSP in carrying out personnel administration services in terms of the Support element still has shortcomings related to socialization, the Capacity element is not optimal enough, because bugs and errors often occur when clocking in, in the Value element Sumedang E-Office is considered to be a good implementation because it can accelerate the process of administrative services and performance reporting. With these conditions, the author concludes that the effectiveness of E-Government in personnel administration services through the E-Office Sumedang application at the DPMPTSP of Sumedang Regency has not reached the stage of realizing the implementation and development of successful and optimal E-Government. The author suggests that DPMPTSP hold routine training and workshops for all ASNs, increase server and hosting capacity, implement Server Redundancy and failover mechanisms, and form a team specifically to respond to complaints from E-Office Sumedang.
KETERLIBATAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PANGANDARAN Kirana, Ulfitaria; Wandani, Julia; Praditia, Renjha Ramda; Gunawan, Rimbo
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i1.62197

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk membahas pengembangan pariwisata di Pangandaran yang memerlukan keterlibatan masyarakat lokal guna menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan memperhatikan kebutuhan lokal. Kajian difokuskan pada peran ibu rumah tangga dalam pengembangan homestay sebagai bagian dari strategi Community-Based Tourism (CBT) di Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, karena pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam pengalaman dan perspektif masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan homestay. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, serta data sekunder yang diperoleh melalui kajian literatur. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu ibu rumah tangga yang menjadi pengelola atau pemilik homestay. Instrumen yang digunakan berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan pengorganisasian, pengkodean, analisis tematik, dan interpretasi untuk menemukan pola, tema, dan makna yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homestay tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai pendorong ekonomi informal yang signifikan di komunitas lokal. Perempuan, yang merupakan pengelola utama homestay, tidak hanya bertanggung jawab atas pengelolaan akomodasi tetapi juga memainkan peran penting dalam mempertahankan jaringan sosial dan ekonomi lokal. Melibatkan ibu rumah tangga dalam pengembangan homestay tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga memperkuat keberlanjutan pariwisata lokal di Pangandaran. This study aims to discuss tourism development in Pangandaran which requires the involvement of local communities in order to create sustainable tourism and pay attention to local needs. The study focuses on the role of housewives in developing homestays as part of the Community-Based Tourism (CBT) strategy in Pangandaran. The research method used is a descriptive qualitative approach, because this approach allows researchers to understand in depth the experiences and perspectives of the people involved in homestay management. The type of data used consists of primary data obtained through participant observation and in-depth interviews, as well as secondary data obtained through literature review. Informants were selected using a purposive sampling technique, namely housewives who were managers or owners of homestays. The instruments used are observation guidelines and interview guidelines. The collected data is analyzed through the stages of organizing, coding, thematic analysis and interpretation to find relevant patterns, themes and meanings. The research results show that homestays not only function as a place to stay, but also as a significant driver of the informal economy in local communities. Women, who are the main managers of homestays, are not only responsible for managing accommodation but also play an important role in maintaining local social and economic networks. Involving housewives in homestay development is not only economically beneficial but also strengthens the sustainability of local tourism in Pangandaran.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 4 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 3 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 2 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 1 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 4 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 3 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 2 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 1 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 4 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 1 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 4, No 4 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 3 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 2 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 1 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 3, No 4 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 3 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 2 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 1 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 4 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 2 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 1 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 1, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 2 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 1 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio More Issue