cover
Contact Name
Moch. Benny Alexandri
Contact Email
mohammad.benny@unpad.ac.id
Phone
+628122389634
Journal Mail Official
mohammad.benny@unpad.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus FISIP Dago Bandung Jalan Dago Utara No. 25 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik
ISSN : -     EISSN : 26546035     DOI : 10.24198/responsive
Fokus dan ruang lingkup meliputi pemikiran dan penelitian bidang administrasi, ekonomi, sosial, humaniora dan kebijakan publik
Articles 225 Documents
UPAYA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BANDUNG DALAM PENERTIBAN REKLAME ILEGAL DAN PEDAGANG KAKI LIMA Centia, Selvi; Asiah, Nurul; Taryana, Agus
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.64073

Abstract

Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Perkembangan ini tidak hanya berdampak positif pada peningkatan taraf hidup masyarakat, tetapi juga menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan tata kelola kota. Salah satu permasalahan utama yaitu meningkatnya aktivitas ilegal, seperti pemasangan reklame tanpa izin dan pelanggaran oleh pedagang kaki lima (PKL). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung dalam menegakan Perturan Daerah untuk menjaga ketertiban umum dan memberikan perlindungan masyarakat. Studi ini mencakup pendekatan preventif dan represif yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan petugas Satpol PP dan masyarakat, serta analisis dokumen resmi, seperti peraturan daerah dan laporan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Satpol PP telah menjalankan berbagai program, seperti patroli rutin, pembongkaran reklame ilegal, dan penertiban PKL, efektivitasnya masih terhambat oleh kendala seperti kebocoran informasi razia, kurangnya sarana dan prasarana, serta persepsi masyarakat yang cenderung negatif terhadap tindakan hukum yang dilakukan. The city of Bandung, as the capital of West Java Province, has experienced rapid economic growth in the last few decades. This development not only has a positive impact on improving people's living standards, but also raises various social and urban governance problems. One of the main problems is the increase in illegal activities, such as placing advertisements without permits and violations by street vendors (PKL). This research aims to analyze the role of the Bandung City Civil Service Police Unit (Satpol PP) in maintaining public order and providing community protection. This study covers the preventive and repressive approaches used, as well as the challenges faced in carrying out tasks in the field. The research method used is a qualitative method, data was collected through direct observation, interviews with Satpol PP officers and the community, as well as analysis of official documents, such as regional regulations and performance reports. The research results show that although Satpol PP has implemented various programs, such as routine patrols, dismantling illegal billboards, and controlling street vendors, its effectiveness is still hampered by obstacles such as leaks of raid information, lack of facilities and infrastructure, as well as public perceptions that tend to be negative towards the legal actions taken.
OBJEKTIFIKASI VISUAL SENSUALITAS ALA TRANSPORTASI UMUM: MELACAK KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASINYA DI KOTA KUPANG Liu, Martha Yulianti; Nenu, Lorensa Marani Panda; Sari, Delviana; Riweng, Aflina; Jehamat, Lasarus; Mite, Petrus Salestinus; Gero, Helga Maria Evarista; Meka, Cristin Erika
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.59087

Abstract

Studi ini adalah studi kebijakan publik yang mengatur objektifikasi visual sensualitas pada transportasi umum dengan menggunakan pendekatan teori kontrak sosial Jean-Jacques Rousseau. Problematika melanggar martabat  dengan memvisualisasikan sensualitas berkelana menyusuri jalanan Kota Kupang. Pemerintah sebagai payung warga melalui kebijakannya menjadi dalil sah untuk melindungi dan memenuhi hak warganya.  Menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan institusional, mendapati hasil bahwa kebijakan yang mengatur objektifikasi visual sensualitas pada transportasi umum berbasis perizinan operasional yang telah memenuhi standarisasi program Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion. Upaya peninjaklanjutan pelanggaran dilakukan dalam bentuk penertiban dan pembimbingan. Tantangan utama tindakan ini masif terjadi karena ketergantungan ekonomi pengemudi serta kurangnya edukasi mengenai objektifikasi visual sensualitas baik kepada pengemudi maupun masyarakat sebagai user.  Upaya lainnya dilakukan melalui pelaksanaan lomba bemo ramah bahasa atau disingkat raisa. Berdasarkan temuan tersebut dan fenomena aktual yang terjadi, dapat disimpulkan bahwa kebijakan, program yang telah dilaksanakan belum optimal dalam penanganan objektivikasi visual sensualitas pada transportasi umum.  This study is a public policy study that regulates the visual objectification of sensuality on public transportation using Jean-Jacques Rousseau's social contract theory approach. Problems of violating dignity by visualizing sensuality wander through the streets of Kupang City. The government as the umbrella of citizens through its policies is a legitimate argument to protect and fulfill the rights of its citizens.  Using a qualitative research method with an institutional approach, we found that the policy governing visual objectification of sensuality on public transportation is based on operational licensing that has met the standardization of the Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion program. Efforts to follow up on violations are carried out in the form of curbing and guiding. The main challenge of this action is massive due to the economic dependence of drivers and the lack of education on visual objectification of sensuality both to drivers and the public as users.  Other efforts are made through the implementation of language-friendly bemo competitions or raisa for short. Based on these findings and the actual phenomena that occur, it can be concluded that the policies and programs that have been implemented have not been optimal in handling the visual objectification of sensuality in public transportation.
FANATISME DAN TINDAKAN SOSIAL WIBU DI KOTA BANDUNG Wiyanti, Dede Tresna; Evina, Nanda Yelmi; Zakaria, Saifullah
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.65001

Abstract

Globalisasi mendorong pertumbuhan budaya populer Jepang di seluruh dunia. Orang yang menyukai budaya populer Jepang sering disebut sebagai Wibu. Wibu adalah seseorang yang bukan Jepang yang sangat menyukai produk budaya populer Jepang, seperti anime, manga, dan lagu Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman fanatisme yang dialami oleh Wibu dan menganalisa pengalaman tersebut ke dalam tindakan sosial menurut Max Weber yang membedakan tindakan sosial menjadi empat tipe berdasarkan motif dan tujuannya: tindakan rasionalitas instrumental, tindakan rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional.. Metode yang digunakan dalam penelitian mengenai wibu ini menggunakan metode etnografi. Peneliti menyelami pengalaman-pengalaman fanatisme wibu pada komunitas Wibufest secara mendalam lalu menjadikan hal tersebut sebagai dasar analisis untuk menentukan tindakan sosial yang terbentuk pada Wibu dalam komunitas Wibufest Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman fanatisme yang dirasakan oleh para Wibu dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, ekonomi, dan fokus mereka menjadi Wibu seperti cosplay dan idol. Pengalaman-pengalaman tersebut kemudian mendasari tindakan-tindakan yang mereka lakukan ketika berinteraksi dalam komunitas. Tindakan-tindakan sosial yang dilakukan meliputi tindakan sosial rasional, tindakan sosial berdasar nilai, dan tindakan sosial tradisional. Globalization has drive the growth of Japanese popular culture around the world. People who like Japanese popular culture are often referred as Wibu. Wibu is someone who is not Japanese but really likes Japanese popular culture products, such as anime, manga, and Japanese songs. This study aims to determine the fanaticism experienced by Wibu and analyze the experience into social actions according to Max Weber which are then categorized based on agent motives which are divided into four categories, namely rational social action, value-based social action, traditional social action and traditional social action. The research uses the ethnographic method. Researchers delve into the fanaticism experiences of wibu in the Wibufest community in depth and then use this as a basis for analysis to determine the social actions formed by Wibu in the Bandung Wibufest community. The results of the study show that the fanaticism experience felt by Wibu is influenced by age, gender, economy, and their focus on becoming Wibu such as cosplay and idols. These experiences formed the actions they take when interacting in the community. The social actions taken include rational social actions, value-based social actions, traditional social actions and traditional social actions.
Membedah Pilar Community Development di Desa Sejahtera Mandiri Ciburial: Kajian Literatur Berdasarkan Teori Gilchrist dan Taylor Alika, Salsabila Tresna; Resnawaty, Risna
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.65967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis praktik pemberdayaan masyarakat di Desa Ciburial melalui pendekatan studi literatur. Kerangka analisis menggunakan empat pilar utama community development menurut Gilchrist dan Taylor (2022), yaitu informal education, collective action, organisation development, dan networking. Literatur yang dikaji mencakup tujuh karya utama yang membahas program-program pemberdayaan yang ada di Desa Ciburial. Hasil menunjukkan bahwa program-program tersebut mencerminkan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembelajaran non-formal, pengambilan keputusan kolektif, pembentukan kelembagaan lokal, serta pembangunan jejaring dengan berbagai aktor internal dan eksternal. Temuan ini memperkuat bahwa Desa Ciburial telah menerapkan prinsip community development dalam upaya mewujudkan Desa Sejahtera Mandiri yang partisipatif dan berkelanjutan
PREFERENSI PENGGUNAAN QRIS PADA PELAKU UMKM DAN KONSUMEN DI KOTA BANDUNG Firsanty, Farah Putri; Jatnika, Dyana Chusnulita; Puspita, Dian Permata
Responsive Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i2.63707

Abstract

Transaksi adalah salah satu dari kegiatan ekonomi yang menjadi salah satu syarat terjadinya jual beli. Transaksi meliputi tipe tunai dan non-tunai. Seiring dengan kemajuan teknologi, transaksi non-tunai saat ini menjadi salah satu pilihan yang dipilih dalam kegiatan transaksi. Preferensi pelaku UMKM dan konsumen dalam menyediakan transaksi non-tunai QRIS menjadi hal yang penting untuk diteliti dengan tujuan mengetahui apa saja yang menyebabkan preferensi Pelakuu saha dan konsumen memilih transaksi non-tunai QRIS. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional dari James Coleman untuk menganalisis preferensi penggunaan QRIS pada pelaku UMKM dan konsumen di Kota Bandung. QRIS dirancang untuk menyatukan berbagai layanan pembayaran berbasis QR dalam satu standar. Teori pilihan rasional melihat tindakan atau perilaku seseorang dipengaruhi oleh suatu pertimbangan tertentu dengan suatu tujuan, sehingga pilihan dalam bertindak terbentuk dari tujuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif yang dilakukan bertujuan membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai preferensi penggunaan QRIS pada pelaku UMKM di Kota Bandung. Berdasarkan hasil analisis ditemukan identifikasi aktor, tujuan, dan sumber daya dalam pilihan rasional meliputi pelaku UMKM, konsumen UMKM, penyedia jasa pembayaran (PJP), Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Bandung mengarah kepada memilih untuk menggunakan transaksi QRIS untuk mencapai tujuan masing-masing. Transactions are one of the economic activities that are one of the requirements for buying and selling. Transactions include cash and non-cash types. Along with technological advances, non- cash transactions are currently a preffered option in economic activities. The preferences of MSMEs and consumers in providing non-cash QRIS transactions are important to study in order to find out what causes the preferences of MSMEs and consumers to choose non-cash QRIS transactions. This study uses James Coleman's rational choice theory to analyze the preferences for using QRIS among MSMEs and consumers in Bandung City. QRIS is designed to unify various QR-based payment services in one standard. Rational choice theory sees a person's actions or behavior as influenced by certain considerations with a purpose, so that the choice to act is formed from that purpose. The method used in this study is descriptive qualitative. The descriptive research conducted aims to create a systematic, factual, and accurate description or picture of the preferences for using QRIS among MSMEs in Bandung City. Based on the results of the analysis, it was found that the identification of actors, goals, and resources in rational choices including MSME actors, MSME consumers, payment service providers (PJP), Bank Indonesia and the Bandung City Government led to choosing to use QRIS transactions to achieve their respective goals.
DAMPAK PROGRAM CSR JAM PASIR SEBAGAI INOVASI SOSIAL PT PERTAMINA HULU ENERGI OFFSHORE NORTH WEST JAVA TERHADAP MASYARAKAT PESISIR DI DESA SUKAJAYA KARAWANG Ridwan, R. Ery; Teguh, Iman; Yuhri, Faizol; Aprilianti, Laras; Fadhlillah, Dike Farizan; Adiansah, Wandi
Responsive Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i3.66930

Abstract

Abrasi pesisir menjadi ancaman serius bagi masyarakat Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, Karawang. Kondisi ini mendorong PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) untuk melaksanakan program CSR Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (JAM PASIR) dengan konsep New Land, New Hope. Program ini menggabungkan inovasi teknis melalui teknologi APPOSTRAPS dengan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi JAM PASIR sebagai inovasi sosial CSR yang berdampak multidimensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data sekunder, serta validasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JAM PASIR memberikan manfaat signifikan. Dari aspek ekonomi, program meningkatkan pendapatan kelompok ekowisata, UMKM perempuan nelayan, serta pendapatan desa, di samping efisiensi biaya abrasi. Dari aspek sosial, masyarakat terselamatkan dari abrasi, memperoleh alternatif pekerjaan, serta peningkatan kapasitas perempuan dan anak pesisir. Dari aspek lingkungan, terjadi pemulihan lahan abrasi, penambahan garis pantai, peningkatan keanekaragaman hayati, serta penyerapan karbon melalui penanaman mangrove. Dari aspek kesejahteraan, masyarakat menunjukkan perubahan perilaku lebih sadar lingkungan, peningkatan kesiapsiagaan anak, indeks kepuasan tinggi, dan nilai SROI 3,50. Program JAM PASIR menjadi model CSR inovatif yang layak direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Coastal abrasion poses a serious threat to communities in Pasir Putih Hamlet, Sukajaya Village, Karawang. This condition encouraged PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) to implement a CSR program called Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (JAM PASIR) with the concept of New Land, New Hope. The program combines technical innovation through the APPOSTRAPS technology with socio-economic empowerment of coastal communities. This study aims to analyze the implementation of JAM PASIR as a CSR-based social innovation with multidimensional impacts. The research applied a qualitative case study approach, using interviews, observations, documentation, and secondary data analysis, with validation through triangulation. The results show that JAM PASIR generates significant benefits. Economically, it increases the income of ecotourism groups, women’s cooperatives, and village revenues, while reducing abrasion handling costs. Socially, it protects communities from abrasion, creates alternative jobs, and strengthens the capacity of women and coastal children. Environmentally, it restores degraded land, extends coastlines, enhances biodiversity, and contributes to carbon sequestration through mangrove planting. In terms of wellbeing, it fosters pro-environmental behavior, strengthens disaster preparedness among children, achieves a high community satisfaction index, and delivers a Social Return on Investment (SROI) value of 3.50.JAM PASIR stands as an innovative CSR model that can be replicated in other coastal areas of Indonesia.
KOORDINASI ANTARA PT JASA RAHARJA CABANG JAWA BARAT DENGAN KEPOLISIAN DALAM PELAYANAN PEMBERIAN DANA SANTUNAN KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi Tahun 2022 - 2024) Nuraeni, Icha; Zakaria, Saifullah; Nuryanto, Yayan
Responsive Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i3.65023

Abstract

Penelitian ini menganalisis koordinasi antara PT Jasa Raharja Cabang Jawa Barat dan Kepolisian dalam pelayanan santunan korban kecelakaan lalu lintas, serta mengidentifikasi tantangan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya angka kecelakaan dan adanya perbedaan antara efisiensi koordinasi internal lembaga dengan pemahaman masyarakat terhadap prosedur santunan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan penentuan informan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi telah berjalan efektif melalui sistem digital terintegrasi dan forum komunikasi rutin, didukung pembagian kerja yang jelas, komunikasi yang efektif, dan semangat saling percaya. Meskipun demikian, efektivitas sosialisasi masih menghadapi kendala dari faktor individu dan lingkungan masyarakat, serta penyebaran disinformasi. Kesimpulannya, koordinasi antar lembaga telah fungsional, namun optimalisasi pelayanan memerlukan strategi komunikasi yang lebih adaptif untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat. This study analyzes the coordination between PT Jasa Raharja West Java Branch and the Police in providing compensation services for traffic accident victims, while also identifying challenges in information dissemination to the public. The research is motivated by high accident rates and a notable gap between the internal coordination efficiency of institutions and the public's understanding of compensation procedures. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document studies, with informants selected purposively. Findings indicate that coordination is effective through integrated digital systems and regular communication forums, supported by clear division of labor, effective communication, and mutual trust. Nevertheless, the effectiveness of socialization efforts faces obstacles from individual and environmental factors, as well as the rapid spread of misinformation. In conclusion, inter-institutional coordination is highly functional, but service optimization requires more adaptive communication strategies to enhance public understanding and participation.
BANK SAMPAH WISE SEBAGAI ALTERNATIF STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA PASIRTANJUNG, LEMAH ABANG, KARAWANG Ismail, Taufik; Ali, Jauhari; Muhammad, Cita Insaniah; Rachmad S, Arizky; A. M, M. Zakky; Adiansah, Wandi
Responsive Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i3.66929

Abstract

Permasalahan sampah di Desa Pasirtanjung, Kabupaten Karawang, ditandai dengan praktik pembakaran terbuka dan pembuangan ke saluran irigasi yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, dibentuk Bank Sampah WISE (Waste Innovation for Social Empowerment) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari program Bank Sampah WISE. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, kuesioner, serta telaah dokumen, dan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Triangulasi digunakan untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah WISE memberikan kontribusi pada tiga aspek utama. Secara sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat lintas kelompok, memperkuat budaya gotong royong, dan memberdayakan perempuan serta kelompok rentan. Secara ekonomi, menghadirkan tabungan berbasis sampah, menambah pendapatan keluarga, mendorong diversifikasi usaha sirkular, dan memperkuat kelembagaan desa. Secara lingkungan, menekan praktik pembakaran sampah di lebih dari 17 titik, mengurangi residu, memperbaiki irigasi, serta mengolah sampah organik menjadi produk bernilai. Keberhasilan ini memperoleh pengakuan nasional melalui penghargaan ProKlim Utama tahun 2024. Waste management remains a pressing issue in Pasirtanjung Village, Karawang, where open burning and waste disposal into irrigation channels have caused environmental and health problems. To address this challenge, the Waste Innovation for Social Empowerment (WISE) Waste Bank was established through the Corporate Social and Environmental Responsibility (TJSL) program of PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek. This study aims to analyze the social, economic, and environmental impacts of the WISE Waste Bank program. This research employed a case study with a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, questionnaires, and document review, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. Triangulation of sources and methods was applied to ensure data validity. The findings show that the WISE Waste Bank contributes significantly to three dimensions. Socially, it increases community participation across groups, strengthens mutual cooperation, and empowers women and vulnerable groups. Economically, it provides waste-based savings, supplements household income, promotes circular-based business diversification, and strengthens village-level social enterprises. Environmentally, it reduces open burning at more than 17 points, decreases residual waste, improves irrigation flow, and processes organic waste into compost, planting media, eco-enzymes, maggot feed, and biogas. The program’s success was nationally recognized through the ProKlim Utama award in 2024.
KINERJA PEGAWAI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI DI KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO Zhahral, Arsyilia; Wahyudi, Kalvin Edo
Responsive Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i3.63781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja pegawai Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil guna mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat kinerja pegawai dalam memberikan layanan. Hal ini disebabkan Kecamatan Sedati memperoleh nilai Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) terendah kedua dibandingkan dengan kecamatan lainnya pada tahun 2025 dalam melayani administrasi kependudukan. Untuk mendekati masalah tersebut digunakan teori Indikator Kinerja Pegawai dari Robbins (2006) yakni Kualitas (Quality), Kuantitas (Quantity), Ketepatan Waktu (Promptnees), Efektivitas (Effectiveness), Komitmen (Commitment). Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai kecamatan sedati dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan menunjukkan performa yang sangat baik ditunjukkan dengan hasil presentase 85,7 % yang menduduki kategori kinerja sangat baik. Namun, hasil ini juga memberikan masukan strategis untuk terus meningkatkan aspek-aspek pelayanan yang masih perlu diperkuat, terutama dari beberapa indikator yang harus diperbaiki seperti indikator efektivitas, ketepatan waktu dan kualitas. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai kecamatan masih memiliki banyak ruang untuk ditingkatkan. This study aims to measure the performance of employees of Sedati District, Sidoarjo Regency in providing population administration and civil registration services in order to determine the supporting and inhibiting factors of employee performance in providing services. This is because Sedati District obtained the second lowest Community Satisfaction Survey (SKM) value compared to other districts in 2025 in serving population administration. To approach this problem, the Employee Performance Indicator theory from Robbins (2006) is used, namely Quality, Quantity, Promptness, Effectiveness, Commitment. This study uses a Quantitative method with a Descriptive approach. The results of the study show that the performance of Sedati District employees in providing population administration services shows very good performance as indicated by the percentage of 85.7% which is in the very good performance category. However, these results also provide strategic input to continue to improve aspects of service that still need to be strengthened, especially from several indicators that must be improved such as indicators of effectiveness, timeliness and quality. This shows that the performance of sub-district employees still has a lot of room for improvement.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DANA DESA TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA TIMORENG PANUA KECAMATAN PANCA RIJANG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG TAHUN 2021-2023 Andini, Milda; Ramadhan, Muhammad Rohady; Barisan, Barisan
Responsive Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i3.65591

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh peran strategis Dana Desa dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perdesaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Meskipun tingkat penyerapan Dana Desa di Desa Timoreng Panua relatif tinggi, efektivitas pemanfaatannya masih menjadi sorotan akibat berbagai permasalahan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan, kurangnya pemahaman terhadap pengelolaan anggaran, potensi penyalahgunaan dana, serta pembangunan yang belum merata atau terhenti karena keterbatasan dana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Dana Desa terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Timoreng Panua dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan dana desa terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Timoreng Panua, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei, menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data kepada 95 responden yang dipilih dari populasi 2.091 jiwa dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dana desa termasuk dalam kategori efektif, dengan indikator keberhasilan program, kepuasan masyarakat, dan pencapaian sasaran berada di atas 70%. Pembangunan infrastruktur juga mengalami peningkatan signifikan. Faktor-faktor seperti partisipasi masyarakat, transparansi, dan kualitas pendamping desa turut memberikan kontribusi terhadap efektivitas penggunaan dana desa. Kesimpulannya, dana desa berpengaruh secara signifikan terhadap pembangunan infrastruktur di desa ini. This research is motivated by the strategic role of Village Funds (Dana Desa) in accelerating rural infrastructure development, as mandated by Law Number 6 of 2014 concerning Villages. Although the absorption rate of Village Funds in Timoreng Panua Village is relatively high, their utilization effectiveness remains under scrutiny due to several issues, such as low community participation in planning and implementation, limited understanding of budget management, potential fund misuse, and uneven or halted development caused by budget constraints.The study aims to analyze the effectiveness of Village Fund utilization in infrastructure development in Timoreng Panua Village and to identify the factors influencing it. A quantitative research method with a survey approach was employed, using questionnaires as the data collection instrument. A total of 95 respondents were selected from a population of 2,091 individuals through a simple random sampling technique. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and simple linear regression.The findings indicate that the utilization of Village Funds falls under the “effective” category, with indicators such as program success, community satisfaction, and goal achievement exceeding 70%. Infrastructure development in the village has also shown significant improvement. Factors such as community participation, transparency, and the quality of village facilitators were found to contribute to the effectiveness of Village Fund utilization. In conclusion, Village Funds have a significant positive impact on infrastructure development in Timoreng Panua Village. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 4 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 3 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 2 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 1 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 4 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 3 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 2 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 1 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 4 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 1 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 4, No 4 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 3 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 2 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 1 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 3, No 4 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 3 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 2 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 1 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 4 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 2 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 1 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 1, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 2 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 1 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio More Issue