cover
Contact Name
Oktaf Juairiyah
Contact Email
jurnalpptksumsel@gmail.com
Phone
+6285268675705
Journal Mail Official
jurnalpptksumsel@gmail.com
Editorial Address
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Sumsel
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN
ISSN : 19785879     EISSN : 26218119     DOI : https://doi.org/10.46774
The purpose of this Journal Publication is to provide space to publish critical thinking on the results of original research, as well as conceptual opinions from academics, researchers, and also support those who have never discussed about other media.This Journal Scope of Economics, Health, Education, Natural Resources, Environment, Technology and Agriculture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 527 Documents
FRONT MATTER PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN VOL 5 NO 2 TAHUN 2022 Manager jurnal
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Ekstrak Biji Kopi Hijau (Coffea canephora var. robusta) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphyolococcus aureus Secara Difusi Nurul Nurhayati; Anita Dwi Septiarini; Putri Aisyah
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i1.529

Abstract

Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit paling umum ditemukan di semua usia yang salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Kopi dapat menjadi alternatif lain untuk mengatasi resistensi antibiotik karena memiliki senyawa antibakter Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak biji hijau kopi robusta yang paling optimal sebagai antibakteri P. acne dan S.aureus. Ekstraksi biji hijau kopi robusta dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian antibakteri dari biji hijau kopi robusta dilakukan dengan metode difusi agar untuk menentukan LDH dengan konsentrasi 1,56%, 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50%. Kontrol positif menggunakan Ciprofloxacin 5 ppm dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%. Hasil penelitian menunjukan ekstrak biji hijau kopi robusta paling efektif terhadap S.aureus didapatkan pada konsentrasi 50%, yaitu dengan lebar daya hambat paling besar 33,1±0,05 mm. Sedangkan terhadap P. acne, ekstrak biji hijau kopi robusta paling efektif dengan konsentrasi 50% dengan lebar daya hambat sebesar 30,4±0,35 mm. Disimpulkan bahwa biji kopi hijau berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai alternatif bahan antijerawat.
Peran Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Pulau Sumatera Pasca Pandemi Covid-19 Faradis, Royhan; Suwandana, Endan
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i2.531

Abstract

One of the economic recovery strategies after Covid-19 pandemi in Indonesia, especially Sumatra, is to focus on the development of the real sector. Tourism and creative economy (parekraf) industry is a form of transformation of the real sector with good prospects. The question of this research is whether the parekraf industry plays a role in the economic recovery of the real sector in Sumatra Island. The methods used to answer the above questions are multiple linear regression and descriptive statistics. In addition, the cluster analysis method is also used in this study to answer which provinces need priority development of the parekraf industry. An interesting finding from this study is that the parekraf industry has played a role in restoring Sumatra's economy after Covid-19, which is proved by the significance level of 0.025. Another interesting finding is that that provinces with archipelago topography, i.e. Riau Islands and Bangka Belitung Islands, give higher economic contribution to GDRP than non-archipelago provinces in Sumatra Island.
Uji Aktivitas Antihipertensi Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata J.R. Forster & G. Forster) pada Tikus Jantan yang Diinduksi Angiotensin II dengan Parameter Blood Flow Jaka Seprianto Lepangkari; Novi Elisa; Irvan Charles Seran Klau
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i1.532

Abstract

Hipertensi adalah naiknya tekanan darah sistolik dan diastolik lebih dari 140/90. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antihipertensi adalah matoa yang mengandung senyawa Quercetin-3-O-rhamnoside dan Kaemferol 3-O-rhamnoside yang diyakini berpotensi sebagai antihipertensi. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui persentase penurunan blood flow pada tikus jantan yang diinduksi angiotensin II menggunakan ekstrak etanol daun matoa. Pengerjaan ini dimulai dengan membuat ekstrak etanol dari daun matoa dan membaginya dalam 3 variasi dosis, yaitu 75 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB, kemudian diberikan perlakuan ke hewan uji yang telah diinduksi angiotensin II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 3 dosis ekstrak etanol daun matoa dengan dosis 75 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB, menunjukkan hasil berbeda. Ekstrak etanol daun matoa dengan dosis 75 mg/kgBB memiliki persentase penurunan 44.47%. Ekstrak etanol daun matoa dengan dosis 150 mg/kgBB memiliki persentase penurunan 53.36%. Ekstrak etanol daun matoa dengan dosis 300 mg/kgBB memiliki persentase penurunan 67.35%. Disimpulkan bahwa ekstrak terbaik yang berpotensi dalam menurunkan sirkulasi aliran darah atau blood flow adalah ekstrak etanol daun matoa dosis 300 mg/kgBB.
Pentingnya Perilaku Pelaksana Regulasi untuk Pencapaian Indeks Inovasi Daerah yang Tinggi H. Herman Deru; Kiagus Muhammad Sobri; Alfitri Alfitri; Andreas Leonardo
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i1.533

Abstract

Inovasi daerah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong kemajuan suatu daerah. Pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan yang mengamanatkan inovasi daerah. Implementasi kebijakan inovasi daerah menjadi penentu kesuksesan atau kegagalan inovasi di daerah, sehingga dirasa penting untuk melakukan Studi Implementasi kebijakan Inovasi Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja implementasi kebijakan, dan menggali faktor yang mempengaruhi kinerja kebijakan inovasi daerah. Desain penelitian dipilih studi kualitatif yang dilakukan di Provinsi Sumatera Selatan. Teknis pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam pada 47 Informan kunci dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif, induktif, dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja implemetasi kebijakan inovasi daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022 sangat baik dengan skor Indeks Inovasi daerah (79,47), provinsi terbaik secara Nasional. Kinerja Kebijakan tersebut dipengaruhi oleh perilaku pelaksana, sikap pelaksana, karakteristik organisasi, komunikasi antarorganisasi, kondisi sosial, ekonomi, dan politik, sumber daya, dan pemahaman terhadap standar dan sasaran kebijakan. Variabel perilaku pelaksana merupakan temuan khusus dalam penelitian ini yang memperkaya Teori Imlementasi Kebijakan Van Meter Van Horn. Disimpulkan bahwa diperlukan komitmen kepala daerah dan perilaku positif dari seluruh jajaran dalam mengimplementasikan kebijakan inovasi daerah untuk meningkatkan indeks inovasi daerah.
Added Value of Canned Patin Fish as a Product of Patin Fish Agroindustry from South Sumatera Beta Natalia; Elisa Wildayana; Riswani Riswani
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i1.536

Abstract

The South Sumatra Provincial Government has provided processed food canning production facilities for developing downstream food industry products produced by food MSMEs in South Sumatra Province. Information related to the added value obtained from the canning business of processed food products and their marketing conditions is still not widely known. The purpose of this study is to calculate income and analyze the added value of fresh Patin fish in canned Patin fish Pindang products. This research was conducted at the location of the Regional Research and Development Board processed food canning production facility in South Sumatra Province with purposive sampling, namely canned Patin fish Pindang with the brand “Tangkep” processed with canning facilities provided by the South Sumatra Provincial Government through Regional Research and Development Board. The Hayami method was used for the calculation of added value analysis for canned Patin fish Pindang products. The results showed that the profits obtained based on added value analysis, namely 51% of the sales of the products, were received by business actors, namely the Tangkep MSMEs. It can be concluded that the processing of fresh Patin fish into canned Patin fish Pindang products was classified as profitable with high added value because the value-added ratio was > 40%.
Economic Feasibility of Floating Cultivation System on Swampland Desri Yesi; Tili Karenina; Wenni Tania Defriyanti; Achmad Ubaidillah
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i1.538

Abstract

Swampland is one of the agroecosystems that has not been optimally utilized, especially in agriculture. This land is included in sub obtimal land in South Sumatera province. This research aims to determine the feasibility of horticulture cultivation efforts with floating methods on swampland. The location of the research was the swampland in Srimulya Village, Sematang Borang District of Palembang City on inundated season from January to June. This study was conducted by combining interview methods and participatory observation with respondents. The method used in determining economic feasibility was business feasibility analysis using R/C and B/C Ratios. The types of data processed were primary data and secondary data with quantitative type. Based on the results, it can be concluded that floating cultivation system for kale can add family income to swampland. With the total cost of each harvest being Rp 4.390.000,00 , an acceptance of Rp 14.000.000,00 is obtained. The net income earned every harvest is Rp 9.610.000,00. The Revenue / Cost Ratio is 3.19 while Benefit / Cost Ratio is 2.19. It can be concluded that the floating cultivation system is feasible to be implemented on swampland.
Respon Pemberian Jenis Pupuk Organik terhadap Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) di Lahan Podsolik Merah Kuning Paridawati, Ika; Karenina, Tili; Amir, Nurbaiti; Palmasari, Berliana; Sofian, Ahmad; Yansi, Ihsan Febri
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i2.539

Abstract

The use of organic fertilizers can increase soil fertility and improve the physical, chemical and biological of the soil. The study aimed to determine the best effect and dose of organic fertilizers on yield of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt). This research was conducted on Palembang City from Juli to September 2021. This study used an experimental method with a Randomized Block Design (RAK) consisting of 4 treatments and 5 replications. The factors us: Type of Organic Fertilizer (P), namely P0 = Organic Fertilizer Plus Lubricating Oil 750 kg ha-1, P1 = Chicken Manure 20 tons ha-1, P2 = Rice Straw Compost Fertilizer 10 tons ha-1, P3 = Blotong Fertilizer 5 tons ha-1 Observational variables in this study included length of cob (cm), diameter of cob (cm), weight of cob per plant (g) and weight of cob per plot (kg). The results of diversity showed that the treatment of chicken manure 20 tons/ha gave the highest yield of sweet corn at 3.42 kg per plot equivalent to 6.84 tons ha-1. Organic fertilizers can be used to reduce the use of inorganic fertilizers in plant cultivation.
Karakteristik Pempek Dengan Penambahan Karagenan Sebagai Bahan Aditif Untuk Mempertahankan Kekenyalan Selama Proses Penyimpanan Suhu Rendah (Frozen) Guttifera, Guttifera; Sari, Selly Ratna; Yesi, Desri
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i2.540

Abstract

Pempek has a short shelf life, so many pempek entrepreneurs market it frozen. The freezing process can cause pempek to lose its elasticity and become mushy when re-cooked. The change in texture results in a lack of consumer liking, so it is necessary to add carrageenan additives to overcome this problem. The purpose of this study was to determine the effect of carrageenan on the characteristics of frozen pempek in terms of physical, chemical and microbiological. This study used a non-factorial complete randomized design (CRD) with treatments including the concentration of carrageenan (A): A0 = 0%, A1 = 0.5%, A2 = 1% and A3 = 1.5%. Parameters determined included chemical (moisture and protein content), physical (texture), and microbiological (total plate count). The results showed that the sample formulation A3 (addition of carrageenan 1.5%) produced the highest texture (most chewy) which is 626.82, the lowest TPC and water concentration TPC 3.17 x 105 and 57.63% and protein 14.45. The addition of carrageenan in the manufacture of frozen pempek is able to maintain the chewiness of pempek that has been stored for 4 weeks in frozen storage with a re-cooking process.
Dampak Pengembangan Kebijakan City Branding “Ngawi Ramah” terhadap Realisasi Investasi di Kabupaten Ngawi Anwar, Khoyrul; Mala, Istiana Wijayanti
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i2.542

Abstract

Ngawi Regency implemented a city branding policy through the slogan "Ngawi Ramah" which initially only aimed to increase tourist visits. Then the policy was developed again to attract and bring investment. The strategy taken is to offer various conveniences for investors, especially in terms of business license management services. This study aims to determine how the impact of city branding policy on investment realization achievements. This study used a qualitative descriptive approach. Data collection was conducted through interviews and document review. Data analysis is carried out interactively through stages: data collection, assessment, interpretation, and conclusion. The results showed that the development of the "Ngawi Ramah" city branding policy through various service innovations offered has succeeded in attracting investors to invest, so that it has an impact on achieving investment realization performance which tends to increase every year. This policy is considered to have been able to increase investment realization, however, all levels of work units in Ngawi Regency still need to continue to carry out stronger, massive and widespread marketing, and also increased commitment and creativity in developing various programs so that city branding policies are increasingly realized and can better sell the potential of Ngawi Regency.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 1 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 1 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 2 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 1 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 2 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 1 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 2 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 1 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 2 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 1 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 1 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 1 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 3 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 1 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 3 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 1 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 3 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 1 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 3 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 1 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 1 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia More Issue