cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 75 Documents clear
Pemberdayaan Aset Perdikan Sunan Drajat Melalui Pengolahan Manilkara zapota dalam Pemulihan Ekonomi di masa Covid 19 Miftachul Ulum; Abdul Mun'im; Muslih Muslih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7477

Abstract

Pemberdayaan dengan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) bertujuan memberikan keterampilan pengolahan buah sawo sebagai makanan olahan. Pendampingan ini dilaksanakan  di desa Drajat kecamatan Paciran kabupaten Lamongan diikuti ibu-ibu rumah tangga sebanyak 20 peserta.  Buah sawo yang tumbuh subur dan produktif bagi masyarakat dapat dikreasikan menjadi beberapa produk olahan. Masyarakat desa Drajat selama ini memperlakukan buah sawo hanya sebagai makanan siap di makan dan hanya sebagai barang dagangan di area Wisata Religi Makam Sunan Drajat. Hasil pengabdian masyarakat melalui pelatihan kreasi buah sawo  menghasilkan  enam jenis kreasi produk olahan buah sawo. Keenam kreasi olahan bahan dasar buah sawo tersebut meliputi  sale sawo, selai sawo, puding sawo, stick sawo, bolu sawo dan sirup sawo. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan yang dilaksanakan sejak tanggal 5 November - 15 Desember 2022 telah memberikan dampak positif kepada masyarakat desa Drajat Paciran Lamongan berupa  ketrampilan dalam kreasi olahan produk buah sawo,  meningkatan perekonomian masyarakat dengan penjualan berbagai macam jenis produk dari sawo,  menciptaaan  lapangan kerja baru dan  menciptakan citra positif dengan produk olahan sawo di area Wisata Religi Makam Sunan Drajat.Empowerment with the ABCD (Asset Based Community Development) approach aims to provide processing skills and create sapodilla as processed food. This assistance was carried out in Drajat village, Paciran sub-district, Lamongan district, which 20 housewives attended. Sapodilla fruit that thrives and is productive for the community can be created into several processed products. The people of Drajat village have so far treated sapodilla fruit only as ready-to-eat food and only as merchandise in the Religious Tourism area of Sunan Drajat's Tomb. The results of community service through training on sapodilla fruit creations resulted in six types of sapodilla processed product creations. The six creations are made from sapodilla fruit basic ingredients include sapodilla sale, sapodilla jam, sapodilla pudding, sapodilla stick, sapodilla cake and sapodilla syrup. It can be concluded that the mentoring activities carried out from November 5 - December 15 2022, have had a positive impact on the Drajat Paciran Lamongan village community in the form of skills in the creation of processed sapodilla fruit products, improving the community's economy by selling various types of sapodilla products, creating new jobs and creating a positive image with processed sapodilla products in the Sunan Drajat Cemetery Religious Tourism area.
Pemberdayaan Masyarakat Mengolah Kemangi Hasil Pekarangan Menjadi Minuman “Kemaruk” di Desa Sumberwaru Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik Herni Setyawati; Nuris Kushayati; Christina Astutiningsih; Sri Budyartati; Arlis Dewi Kuraesin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7670

Abstract

Desa Sumberwaru Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik merupakan desa dengan mata pencaharian utamanya adalah petani dan buruh pabrik. Desa Sumberwaru berpotensi dengan lahan subur dan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup untuk mendukung pengembangan Desa. Selain itu  pekarangan atau lahan kosong di sepanjang      jalan biasa ditanam berbagai tanaman diantaranya  kemangi. Selama ini pemanfaatan kemangi hanya digunakan dalam bentuk sayuran atau lalapan. Kurangnya pengetahuan  masyarakat tentang pengolahan minuman berbahan herbal, menjadikan mereka kurang maksimal dalam memanfaatkan hasil tanaman. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat  ini untuk memberikan informasi, edukasi dan praktek secara langsung pemanfaatan bahan herbal yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat. Melalui pemberian   edukasi dan pelatihan tentang cara pengolahan dan pemanfaatan tanaman herbal menjadi minuman fungsional kesehatan yang benar.  Tanaman kemangi dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan  fungsional yang  bernilai ekonomis  lebih tinggi dengan cara meramu kemangi dengan jeruk nipis menjadi minuman  “Kemaruk”. Metode pelaksanaan  dilakukan melalui ceramah, demonstrasi dan workshop     , kepada Kader PKK sejumlah 29 orang di Kantor kelurahan setemt, pada hari Senin, tanggal 27 Juni 2022.  Evaluasi terhadap hasil pretest tentang pengolahan kemangi dengan tingkat pemahaman lebih dari 80% sebesar 20,7% meningkat menjadi 86,2%.  Indikator lain selama kegiatan 96,5%  warga  antusias, untuk mempraktekkan dan semua peserta mau meminum hasil buatannya..Sumberwaru Village, Wringinanom District, Gresik Regency, is a village whose main livelihoods are farmers and factory workers. Sumberwaru Village has the potential with fertile land and a sufficient number of Human Resources (HR) to support Village development. In addition, yards or vacant land along roads are usually planted with various plants, including basil. So far, basil is only used as vegetables or fresh vegetables. The lack of public knowledge about the processing of herbal-based drinks makes them less optimal in utilizing plant products. This Community Service aims to provide information, education and direct practice of using herbal ingredients around the community's living environment through education and training on how to process and utilize herbal plants to become healthy functional drinks. Basil plants can be developed into functional health products that have higher economic value by mixing basil with lime to become a "Kemaruk" drink. The implementation method was conducted through lectures, demonstrations and workshops, for 29 PKK cadres at the local village office, on Monday, 22 June 2022. Evaluation of the results of the pretest regarding the processing of basil with an understanding level of more than 80% by 20.7% increased to 86.2%. Another indicator was that 96.5% of residents were enthusiastic about practising it and 100% about consuming it. 
Bimbingan Teknis Pembentukan UMKM Berbasis Potensi Teluk Tomini bagi Warga Desa Laut Biru Melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan Lukman Mile; Rieny Sulistijowati; Fernandy Djailani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7154

Abstract

Kegiatan bimbingan teknis bertujuan memberi keterampilan dan bekal bagi warga Desa Laut Biru Kecamatan Bone Raya Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo dalam membentuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbasis potensi Teluk Tomini. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat pada ibu-ibu PKK dan karang taruna Desa Laut Biru. Kegiatan telah terlaksana pada bulan Oktober sampai November tahun 2022 di Desa Laut Biru Kecamatan Bone Raya Kabupaten Bone Bolango. Adapun peserta yang terlibat yaitu 60 orang dari Desa laut Biru, 15 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dan 3 dosen pembimbing lapangan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pelatihan, ceramah, diskusi dan pendampingan. Hasil organoleptik menunjukkan panelis menyukai kerupuk ikan tuna pada parameter rasa sangat suka (9) 41,6%, aroma suka (7) 50%, tekstur suka (7) 41.6% dan warna suka (7) 33%.  Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan yang ditunjukkan melalui antusias 50 peserta dari 60 peserta atau 83% telah terampil mengolah kerupuk ikan cakalang, serta terbentuknya UMKM Barokah sebagai wadah wirausaha di Desa Laut Biru. Hal ini menunjukkan peserta telah memperoleh bekal pengetahuan dan memiliki motivasi untuk berwirausaha. Untuk keberlanjutan, Jurusan Teknologi hasil Perikanan berkomitmen untuk memberikan pendampingan berkesinambungan hingga produk yang telah diproduksi memenuhi persyaratan untuk dipasarkan secara luas.Technical guidance activities aim to provide skills and provisions for the residents of Laut Biru Village, Bone Raya District, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, in forming micro, small, and medium enterprises based on Tomini Bay's potential. The target of community service activities is PKK women and youth organizations in Laut Biru Village. Activities were carried out from October to November 2022 in Laut Biru Village, Bone Raya District, Bone Bolango Regency. The participants were 60 from Laut Biru Village, 15 Universitas Negeri Gorontalo students and three field supervisors. Implementation of activities using training methods, lectures, discussions and mentoring. The organoleptic results showed that the panellists liked tuna fish crackers on the parameters of taste very much (9) 41.6%, scents like (7) 50%, texture like (7) 41.6% and color like (7) 33%. The results of the activity showed success, which was shown through the enthusiasm of 50 participants of 60 participants, or 83% had been skilled at processing skipjack crackers, and the formation of the UMKM Barokah as a forum for entrepreneurs in Laut Biru Village. This shows that participants have acquired knowledge and are motivated to become entrepreneurs. For sustainability, the Department of Fishery Products Technology is committed to providing continuous assistance until the products produced meet the requirements to be widely marketed.
Edukasi Komunikasi Pemasaran Terpadu terhadap UMKM Bu Asih di Desa Galengdowo Wongso Julian Justin; Naomi Aryandini Subagio; Susan Jaya Witama; Emre Omar; Hilda Yunita Wono
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6946

Abstract

Komunikasi pemasaran terpadu merupakan salah satu cara yang bisa digunakan oleh UMKM untuk meningkatkan penjualan. Di masa pandemi ini banyak sekali UMKM di Indonesia yang mengalami penurunan penjualan. Salah satu cara meningkatkan penjualan UMKM adalah dengan melakukan komunikasi pemasaran terpadu. Kegiatan pemasaran ini dilakukan oleh UMKM yang terdampak salah satunya adalah UMKM Bu Asih yang berada di Desa Galengdowo yang terletak di bawah kaki Gunung Arjuna yang memiliki berbagai keterbatasan. Dalam tulisan ini, pengabdian ingin memaparkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk memajukan UMKM khususnya untuk Keripik Bu Asih. Dalam pendampingan ini, pengabdian memberikan bimbingan dengan membuat logo UMKM Bu Asih, pencarian mitra, dan pembuatan poster. Program ini tim pengabdian dari Universitas Ciputra laksanakan pada bulan Juli hingga September 2022 di Desa Galengdowo, Jombang, Jawa Timur. Kegiatan yang tim pengabdian dari Universitas Ciputra lakukan selama tiga bulan ini berhasil tim pengabdian dari Universitas Ciputra laksanakan dengan baik. Hasil edukasi dan bimbingan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa dengan adanya edukasi pemasaran terpadu ini Keripik Bu Asih sudah bisa melakukan pemasaran dan membuat logo untuk menarik konsumen. Implikasi dari kegiatan ini yaitu Keripik Bu Asih sudah menerapkan pemasaran dan juga logo pada packaging.Integrated marketing communication is one way that MSMEs can use to increase sales. During this pandemic, many MSMEs in Indonesia experienced a decline in sales. One way to increase MSME sales is to conduct integrated marketing communications. This marketing activity is carried out by MSMEs affected by MSME Bu Asih located in Galengdowo village under the foot of Mount Arjuna, which has various limitations. In this paper, the researcher wants to explain how to promote MSMEs, especially for BU Asih chips. In this mentoring, researchers guide by making the logo of MSME Bu Asih, partner search, and poster making. We will carry out this program from July to September 2022 in Galengdowo Village, Jombang, East Java. We managed to carry out the activities we had been doing for three months. The education and guidance results show that with this integrated marketing education, Keripik Bu Asih has been able to do marketing and create a logo to attract consumers. This activity implies that Keripik Bu Asih has implemented marketing and the logo on the packaging.Edukasi Komunikasi Pemasaran Terpadu terhadap UMKM Bu Asih di Desa Galengdowo
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun dari Limbah Minyak Jelantah & Sereh Berbasis Teknologi Ramah lingkungan (Studi Kasus Masyarakat Pesisir Desa Leppe) Satya Darmayani; Tirta Yoga; Lina Indrawati; Nyimas Yanqoritha; Pahenra Pahenra
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7633

Abstract

Kandungan senyawa kimia minyak jelantah memiliki sifat karsinogenik, terbentuk ketika proses penggorengan. Konsumsi minyak jelantah secara kontinu bisa mengganggu kesehatan. Namun apabila minyak jelantah dibuang begitu saja dapat mencemari lingkungan. Minyak jelantah bisa bermanfaat, salah satunya diolah menjadi produk sabun. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dengan  mereduksi buangan limbah minyak jelantah ke lingkungan oleh masyarakat pesisir Desa Leppe sehingga resiko pencemaran air tanah bisa dikurangi. Metode yang digunakan yaitu sistem pengolahan limbah untuk mereduksi kedua limbah ini menjadi zero waste industry. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 November 2022. Sasaran kegiatan ini adalah 50 orang masyarakat Desa Leppe Kec. Soropia. Pengabdian masyarakat ini melalui 3 tahapan yaitu observasi, penyuluhan & pelatihan, serta pemantauan kegiatan evaluasi. Penyuluhan mengenai dampak pembuangan minyak jelantah ke lingkungan yang dilanjutkan dengan praktek membuat sabun dari limbah minyak jelantah serta sereh berbasis teknologi ramah lingkungan. Penyuluhan diawali dengan pemberian pre-test kepada subjek. Penyuluhan diakhiri dengan post-test untuk melihat kedalaman pemahaman subjek target. Indikator pemahaman dievaluasi dari instrumen angket sebelum serta setelah penyuluhan. Trampilnya peserta terlihat dari hasil desain kemasan produk sabun. Mitra yang terlibat pada aktivitas ini yaitu masyarakat pesisir Desa Leppe. Target dari aktivitas pengabdian masyarakat ini yaitu 50 orang masyarakat di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe yang terdiri atas 6 RT dan 3 Dusun. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil, terlihat dari kehadiran masyarakat Desa Leppe, yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 orang. Sehingga memenuhi sasaran total msyarakat yakni 100% dari yang ditargetkan, yakni: Dusun I (17 orang), Dusun II (17 orang), dan Dusun III (16 orang).The chemical compounds in used cooking oil have carcinogenic properties, which are formed during the frying process. Continuous consumption of used cooking oil can interfere with health. However, if used cooking oil is thrown away, it can pollute the environment. Used cooking oil can be helpful, one of which is processed into soap products. The purpose of this community service activity is to provide training by reducing the discharge of used cooking oil waste into the environment by the coastal community of Leppe Village so that the risk of groundwater pollution can be reduced. The method used is a waste treatment system to reduce these two wastes into a zero-waste industry. This activity was carried out on November 15, 2022. The target of this activity was 50 people from Leppe Village, Kec. Soropia. This community service goes through 3 stages: observation, counselling & training, and monitoring of evaluation activities. Counselling on the impact of disposal of used cooking oil into the environment, followed by making soap from waste using cooking oil and citronella based on environmentally friendly technology. Counselling begins with giving a pre-test to the subject. The counselling ended with a post-test to see the depth of understanding of the target subject. Understanding indicators were evaluated from the questionnaire instrument before and after counselling. The soap product packaging design results show the participants' skills. The partners involved in this activity are the coastal communities of Leppe Village. This community service activity targets 50 people in Leppe Village, Soropia District, Konawe Regency, which consists of 6 RTs and 3 Hamlets. It can be concluded that this service activity was successful, can be seen from the presence of the Leppe Village community, who participated in this activity totalling 50 people. To meet the total community target of 100% of the target, namely: Hamlet I (17 people), Hamlet II (17 people), and Hamlet III (16 people). 
Pendampingan dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lokal di Sempadan Sungai Rungan Kota Palangka Raya Nova Riyanti; H. M Riban Satia; M. Nur Tanja Putra; Sirajul Rahman; Desy Selawaty
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6978

Abstract

Kebergantungan Masyarakat Kelurahan Marang, Kelurahan Petuk Ketimpun dan Kelurahan  Petuk Bukit yang tinggal di sempadan Sungai Rungan yaitu terhadap ekologi sungai. Potensi yang ada di Sungai Rungan saat ini mengalami degradasi di tengah maraknya tambang illegal di tengah sungai sedangkan masyarakat kelurahan marang pencarian utamanya sebagian besar adalah nelayan. Kebergantungan dengan ekosistem sungai membuat aktivitas masyarakat kelurahan marang memiliki masalah perekonomian yang belum mandiri ditambah tingkat pembangunan yang masih rendah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk berupaya dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal yang memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Metode pelaksanaan kegiatan ini dari sosialisasi, pendampingan sampai dengan praktik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 4 bulan dari Juli sampai November 2022. Peserta sosialisasi diikuti oleh Lurah, staff kelurahan, babinsa, babinkatibmas, karang taruna dan kelompok sasaran. Kelompok sasaran yaitu masyarakat kelurahan marang sebanyak 50 orang peserta dalam pendampingan yang terdiri dari masyarakat produktif yaitu kelompok nelayan dan peternak serta masyarakat belum produktif yaitu pokdarwis dan kelompok ibu rumah tangga. Sehingga total keseluruhan peserta sebanyak 67 orang. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat Kelurahan Marang mandiri secara ekonomi tanpa hanya bergantung dengan ekosistem sungai. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan dalam peningkatan ekonomi masyarakat kelurahan marang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.The dependence of the people of the Marang sub-district, Petuk Ketimpun sub-district and Petuk Bukit sub-district who live on the Rungan river border are on river ecology. The potential in the Rungan river is experiencing degradation amidst the rise of illegal mining in the middle of the river. At the same time, the people of the Marang sub-district are mostly fishermen. Dependence on the river ecosystem makes the activities of the Marang sub-district community have economic problems that are not yet independent, plus a low level of development. This activity aims to try to increase the economic income of local communities that utilize the potential of natural resources around them. The method of implementing this activity is from outreach and mentoring to practice. The implementation of this community service was carried out for four months, from July to November 2022. The socialization participants were attended by the Lurah, sub-district staff, babies, babinkatibmas, youth organizations and target groups. The target group is the Marang sub-district community of 50 participants in the assistance, which consists of productive people, namely fishermen and breeder groups and not yet productive people, namely Pokdarwis and housewife groups. So the total number of participants was 67 people. This activity results in the Marang sub-district community being economically independent without only depending on the river ecosystem. The conclusion from this activity is that assistance in improving the economy of the Marang sub-district community is very much needed to realize economic independence. 
Pemanfaatan Daya Tarik Wisata Melalui Pelatihan Penyusunan Paket Wisata Ready Made Tour Tita Rosalina; Rossi Evita; Farizawati Farizawati; Rina Septiani; Indra Nanda
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7687

Abstract

Keindahan alam Desa wisata Sebubus memiliki berbagai daya Tarik wisata pantai, hutan mangrove, dan juga terdapat satwa langka seperti bekantan dan penyu. Desa ini merupakan salah satu desa yang terdapat di kabupaten Sambas Kalimantan barat yang memiliki letak sangat strategis yaitu berada di posisi ekor pulau Kalimantan yang berdekatan dengan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia timur. Dengan beragamnya daya tarik wisata yang ada, namun masyarakat setempat kurang memanfaatkan daya tarik wisata sebagai suatu usaha paket wisata yang dikarenakan oleh kurangnya kemampuan untuk menyusun paket wisata, terutama paket wisata ready made tour. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan pendampingan maupun pelatihan kepada mitra yaitu kelompok sadar wisata sebubus yang dilaksanakan pada bulan September 2022. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra dalam memanfaatkan daya tarik wisata dan menyusun paket wisata. Pelaksanaan pendampingan dan pelatihan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan yaitu: ceramah, tutorial/demonstrasi, latihan dan praktik. Tingkat pemahaman dan keterampilan mitra yang dilibatkan sebanyak 20 orang mengalami peningkatan sebesar 75%, yang diukur melalui tes awal dan tes akhir (pretest 10% dan posttest 85%). Dengan demikian usaha paket wisata readymade tour dapat dilaksanakan di desa wisata Sebubus.  The natural beauty of Sebubus village offers various tourist attractions, beaches, mangrove forests, and endangered animals such as probosci's monkeys and sea turtles. Sebubus village is a tourist village in Paloh district, Sambas regency, West Kalimantan. The Sebubus tourism village is strategically located not far from the eastern Indonesia-Malaysia border region. However, the local community does not take advantage of tourist attractions as businesses, especially managing ready-made tour packages. They lack the skill to plan tour packages. To overcome these problems, mentoring and training were carried out to provide knowledge in promoting tourist attractions. The mentoring and training were carried out in several stages: preparation, implementation and evaluation. The methods used were lectures, tutorials/demonstrations, and practices. The pre-test measured the understanding and the success of mentoring and training. Post-test assessments were conducted on 20 participants (members of Pokdarwis of Sebubus village), held on September 2022. It shows that the participants' understanding increased by 75%, originally 10% to 85%. Therefore, the ready-made tour package business can be fruitful in Sebubus Tourism Village.
Pembuatan Area Bermain Anak di PPT Mentari Kedurus Surabaya Rizka Tiara Maharani; Yusvika Ratri Harmunisa; Eva Elviana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7604

Abstract

PPT (Pos Paud Terpadu) Mentari adalah lembaga Pendidikan anak usia dini yang berlokasi di Jalan Gunung Sari Indah, Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya. Saat ini, PPT hanya melakukan kegiatan seperti mewarnai, menggambar, bernyanyi, atau menari di dalam ruangan balai RW VII. Hal tersebut dikarenakan PPT Mentari masih belum memiliki fasilitas ruang terbuka yang digunakan sebagai area bermain anak. Padahal dengan adanya ruang terbuka dapat mendukung tumbuh kembang anak, peningkatan sensorik motorik, kognitif, kemampuan bersosialisasi, rasa percaya diri, kreativitas, dan perkembangan moral anak. Sehingga pengurus PPT, atas izin dari Ketua RW, ingin memfasilitasi kegiatan bermain anak di luar ruangan dengan membuat sebuah playground agar anak-anak dapat bermain sambil belajar di ruang terbuka. Arena taman tersebut juga tidak hanya sebatas digunakan untuk anak-anak PPT tetapi juga terbuka bagi warga sekitar yang ingin menggunakan fasilitas di lingkungan RW VII tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan April hingga Oktober 2022 dengan metode pelaksanaan yang terdiri dari beberapa tahap seperti tahap persiapan yaitu wawancara serta survey lokasi pada April-Juni 2022, tahap kedua yaitu pelaksanaan dimana terdapat kegiatan inti yaitu pengecatan baik untuk dinding, lantai, dan juga mainan yang dilakukan pada Juli-Agustus 2022. Tahap ketiga berupa penyerahan hasil berupa area bermain, mainan mangkuk putar costum, dan booklet desain taman bermain pada Agustus 2022. Terakhir, yaitu proses pelaporan dan dokumentasi dimana termasuk tahap pengerjaan luaran pengabdian pada September-Oktober 2022. Jumlah peserta dari kegiatan ini adalah 11 orang yang terdiri atas 6 orang dari tim UPN Veteran Jawa Timur dan 5 orang dari tim Nippon Paint. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini berupa taman bermain anak yang dilengkapi dengan cat warna-warni untuk memberikan stimulasi kepada anak-anak baik kognitif, afektif, psikomotorik, maupun sosialisasi. Harapan dari hasil kegiatan ini adalah taman bermain terbuka ini dapat dimanfaatkan oleh para murid PPT Mentari untuk mendukung proses tumbuh kembang mereka.PPT (Pos PAUD Terpadu) Mentari is a preschool on Jalan Gunung Sari Indah in Kedurus, Karang Pilang District, Surabaya. PPT Mentari only organizes coloring, drawing, singing, and dancing activities in RW VII. This is because PPT Mentari still lacks open space facilities serving as children's play areas. Even though open space promotes children's growth and development, sensory-motor, cognitive, and social abilities, as well as their self-confidence, creativity, and moral development, more open space is still required. With the agreement of the head of the RW, management of the PAUD aims to develop a playground for children to play and learn in outdoor surroundings. The parking arena is utilized by PAUD youths and locals who wish to utilize the advantages of the RW VII set. This activity was conducted from April to October 2022 with a method of implementation that included multiple stages, such as the preparation stage, which consisted of interviews and site surveys from April to June 2022, and the implementation stage, which consisted of painting walls, floors, and toys from July to August 2022. In August 2022, the third phase will culminate with the delivery of play space, bespoke spinning bowl toys, and a playground design guidebook. The reporting and documentation procedure will finish in September-October 2022 by calculating community service output. Eleven individuals are involved in this operation, including 6 from UPN Veteran Jawa Timur and 5 from Nippon Paint. Overall, these actions are proceeding smoothly. This dedication has produced a colorfully painted children's playground that offers children cognitive, emotional, psychomotor, and psychosocial stimulation. The anticipated outcome of this activity is that PPT Mentari children can utilize this open playground to promote their growth and development. 
Pelatihan Pembuatan LKPD Interaktif dengan Liveworksheets bagi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Magetan Jawa Timur Putri Rachmadyanti; Ganes Gunansyah; Dina Putri Hariyati; Farida Istianah; Mulyani Mulyani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7495

Abstract

Pembelajaran yang menumbuhkan proses belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa menjadi sebuah kebutuhan dan kewajiban bagi guru. Salah satunya dengan adanya Lembar kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar yang membantu siswa belajar. Namun nyatanya tidak semua guru menyusun LKPD ini, sehingga berdampak juga pada motivasi dan hasil belajar siswa. Masalah ini juga dihadapi oleh para guru di Kabupaten Magetan. Masalah yang dihadapi para guru ini adalah minimnya keterampilan untuk menyusun LKPD yang menarik, interaktif dan memenuhi unsur penggunaan inovasi teknologi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih para guru untuk terampil menyusun LKPD Interaktif berbasis Liveworksheets bagi para guru Sekolah Dasar di Magetan, yang dilaksanakan pada Juli 2022. Target yang diharapkan adalah 65% dari mitra merasa sangat puas dengan pembimbingan yang telah dilakukan oleh Tim. Data dideskripsikan melalui survey kepuasan dan proses pendampingan bagi guru sebagai peserta pelatihan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi pemberian pemahaman konseptual tentang penyusunan bahan ajar, LKPD yang baik dan Liveworksheets sekaligus pendampingan penyusunan LKPD Interaktif Liveworksheets berdasarkan kelas masing- masing. Pelatihan ini dilakukan secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pada akhir kegiatan, didapatkan rata- rata 79,5% mitra merasa sangat puas terhadap pembimbingan yang dilakukan oleh Tim.  Hasil pre-test dan post-test juga menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan LKPD Liveworksheets, sebesar 19,8%. Harapannya, peserta dapat mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh ini secara berkelanjutan di kelas.Learning that fosters a fun and meaningful learning process for students becomes a necessity and obligation for teachers. One of them is the existence of Student Worksheets as teaching materials that help students learn. But in fact, not all teachers compile this student worksheets so it also impacts student motivation and learning outcomes. Teachers in Magetan also face this problem. The problem these teachers face is the lack of skills to prepare attractive, interactive worksheets that meet the elements of using technological innovation. This activity aims to provide elementary school teachers with knowledge and skills in compiling Interactive student worksheets based on Liveworksheets. The expected target is that 65% of the partners are very satisfied with the team's guidance. The data is described through satisfaction surveys and mentoring processes for teachers as training participants. The methods used in this training include providing a conceptual understanding of preparing teaching materials, good student worksheets and Liveworksheets. The training continued with hands-on practice compiling Interactive student worksheets based on each class. This training is carried out offline by observing health protocols. At the end of the activity, it was found that an average of 79.5% of the partners were very satisfied with the guidance carried out by the Team. The pre-test and post-test results also show an increase in teacher competency in developing student worksheets Liveworksheets, amounting to 19.8%. It is hoped that participants can apply the skills they have acquired sustainably in class. 
Penanggulangan Stunting pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Penyuluhan kepada Masyarakat Desa Banyumekar Kabupaten Pandeglang Woelandari Fathonah; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Restu Wigati; Salsabilla Meidy Arini Putri; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6806

Abstract

Faktor utama penyebab terjadinya stunting pada anak usia dini adalah faktor kesehatan dan kecukupan gizi sebelum, masa kehamilan dan sesudah melahirkan yang akan berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan anak. Berdasarkan RPJMN 2020-2024 stunting merupakan isu prioritas dalam pembangunan kesehatan, sehingga hal ini yang melatarbelakangi kami mengangkat kegiatan penyuluhan stunting di Desa Banyumekar dengan menghadirkan pemateri dari tenaga kesehatan setempat yang berkompeten. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2021 dan dihadiri oleh 24 peserta terdiri dari ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk mengedukasi masyarakat melalui penyuluhan stunting sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan tumbuh kembang anak, sehingga stunting dapat dicegah sejak dini. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan stunting berupa sosialisasi bertemakan “Ayo kenali stunting pada anak usia dini” dengan mengundang bidan desa selaku narasumber dari puskesmas setempat. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat desa antusias mengikuti penyuluhan, mendapatkan ilmu tentang cara memilih bahan makanan yang tinggi vitamin, protein dan karbohidrat untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan anak, sehingga stunting dapat dicegah oleh masyarakat Desa Banyumekar. Diharapkan setelah kegiatan penyuluhan ini, masyarakat dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehar-hari, sehingga upaya dalam mencegah stunting dapat direalisasikan.The main factors causing stunting in early childhood are health factors and nutritional adequacy before, during, and after childbirth, which will impact children's health and growth. Based on the 2020-2024 RPJMN, stunting is a priority issue in health development. This is the background for us to raise stunting counselling activities in Banyumekar village by presenting speakers from competent local health workers. Community service activities aim to educate the community through stunting counselling. It is expected to raise public awareness about the importance of health and child development so that stunting can be prevented early. The method used in this activity is stunting counselling in the form of socialization with the theme "Let's recognize stunting in early childhood" by inviting village midwives from local health centers as resource persons. The result of this activity is that the village community is enthusiastic about participating in the counselling and gaining knowledge about vitamins, protein and carbohydrates to support the growth and health of children so that the people of Banyumekar village can choose to stunt. It is hoped that after this outreach activity, the community can apply the knowledge gained in everyday life so that efforts to prevent stunting can be realized.