cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2023)" : 65 Documents clear
Pembuatan Alat Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 bagi Masyarakat Kelurahan Krukut Defiana Arnaldy; Indra Hermawan; Maria Agustin; Ayu Rosyida Zain; Muhammad Yusuf Bagus Rasyiidin; Ariawan Andi Suhandana; Asep Kurniawan; Fachroni Arbi Murad
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7840

Abstract

Wabah Covid-19 atau biasa dikenal dengan nama Corona Virus terus merebak di negara Indonesia tak terkecuali wilayah kota Depok dimana seluruh kelurahan kota Depok dipastikan sudah masuk ke zona merah Covid-19. Akan tetapi tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker dan mencuci tangan masih rendah. Hal tersebut dikarenakan berbagai faktor, salah satunya adalah ketersediaan masker yang terbatas dan alat mencuci tangan. Hal tersebut dirasakan oleh masyarakat di kelurahan Krukut, kota Depok. Hal ini lah yang melatar belakangi civitas akademika dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Multimedia Jaringan di Politeknik Negeri Jakarta untuk dapat secara cepat dan tanggap membantu pengadaan masker dan wastafel portable di lingkungan kelurahan Krukut, kota Depok. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker dan mencuci tangan saat masa pandemik Covid-19 berlangsung. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari, yakti pada hari sabtu tanggal 5 september 2020. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pembuatan alat masker dan wastafel portable, dan sosialisasi penggunaan masker dan mencuci tangan. Pengabdian masyarakat ini telah berhasil membuat 1600 masker yang diperuntukan terutama bagi masyarakat ekonomi bawah di kelurahan Krukut dan 8 buah wastafel portable yang nantinya di sebar di 8 titik di kelurahan Krukut. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh peserta memahami pentingnya menggunakan masker dan mencuci tangan serta mampu mengenakan masker dan menggunakan wastafel portable dengan baik. The Covid-19 outbreak, commonly known as the Corona Virus, continues to spread in Indonesia, including the city of Depok, where all urban villages in Depok are confirmed to have entered the red zone of Covid-19. However, public awareness of using masks and washing hands is still low. This is due to various factors, including the limited availability of masks and hand-washing equipment. The people in the Krukut sub-district, Depok city, feel this. This is the background for the academic community of lecturers and students from the Multimedia Network Engineering Study Program at the Jakarta State Polytechnic to be able to quickly and responsively help procure masks and portable sinks in the Krukut sub-district, Depok City. This activity aims to increase public awareness of the importance of wearing masks and washing hands during the Covid-19 pandemic. The activity was carried out for one day on Saturday, 5 September 2020. The method of this community service activity was the manufacture of portable masks and sinks and the socialization of using masks and washing hands. This community service has made 1,600 masks intended for the lower-income community in the Krukut sub-district and 8 portable sinks, which will later be distributed at 8 points in the Krukut sub-district. Based on the test results, all participants understood the importance of wearing masks and washing hands and could use portable sinks properly. 
Pelatihan Berkisah bagi Guru Taman Pendidikan Al Qur’an Muhammadiyah Ponorogo Alip Sugianto; Wawan Kusnawan; Erny Prasetyaningsih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7648

Abstract

Kisah atau cerita memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pribadi seseorang, atau untuk mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang, terutama untuk usia anak. Kisah banyak diambil dari Al Quran, mulai dari cerita tentang manusia, binatang dan alam raya. Banyak guru belum menguasai teori maupun praktik berkisah. Padahal ini ini sangat penting dalam menunjang pembejaran. Pengabdian ini bertujuan untuk membekali guru TPA Muhammadiyah Ponorogo dengan Pelatihan Berkisah, baik secara teoritis maupun praktis. Metode dalam pengabdian meliputi beberapa tahapan seperti observasi, diskusi (penawaran solusi), menyiapkan meteri, pelatihan dan evaluasi. Pelaksanaan ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2022 dengan jumlah peserta 64. Hasilnya adalah peserta dapat memahami teori berkisah dengan baik seperti olah vokal, gesture, blocking, serta peserta mampu berkisah dengan baik dibuktikan dengan dipilih secara random untuk praktik berkisah dihadapan peserta lain, mereka bisa menyampaikan kisah dengan baik, membangkitkan rasa percaya diri, dan lebih menguasai strategi dalam berkisah sehingga pendengar tidak merasa bosanStories or stories have a very important role in shaping a person's personality or influencing a person's attitude and behaviour, especially for children. Many stories are taken from the Holy Qurán, starting from stories about humans, animals and the universe. Many teachers have not mastered the theory or practice of storytelling. Even though this is very important in supporting learning. This service aims to equip TPA Muhammadiyah Ponorogo teachers with theory and practice storytelling training. Service methods include several stages such as observation, discussion (offering solution), preparing material, training and evaluation. This implementation was held on November 23, 2022, with 64 participants. The result was that participants could understand storytelling theory well, such as vocal processing, gestures, and blocking. Participants were able to tell stories well, as evidenced by being randomly selected to practice storytelling in front of other participants, they could tell the story well, inspire self-confidence, and master strategies in storytelling so listeners don't feel bored. 
Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Media Sosial Menggunakan Smartphone bagi Guru UPT SMK Negeri 8 Banyuasin Elfahmi Dwi Kurniawan; Nopriyanti Nopriyanti; Harlin Harlin; Rudi Hermawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8384

Abstract

Proses pembelajaran saat ini tidak berjalan dengan baik dan tidak sesuai rencana dikarenakan wabah covid-19. Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan kepala sekolah UPT SMK Negeri 8 Banyuasin, kemampuan guru dalam membuat bahan ajar berupa video pembelajaran masih sangat terbatas. Pembuatan video pembelajaran merupakan solusi yang cukup strategis dalam memecahkan permasalahan keterbatasan waktu pada pembelajaran praktik selama covid-19. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan pelatihan ini adalah memberikan keterampilan pembuatan video pembelajaran berbasis media sosial menggunakan smartphone dan peningkatan keterampilan guru-guru dalam membuat video pembelajaran menggunakan smartphone, keterampilan tersebut meliputi pengambilan video dan pengeditan video, Meningkatkan keterampilan dan persepsi guru tentang video pembelajaran yang kreatif dan bermanfaat. Metode yang digunakan adalah presentasi dan diskusi, demonstrasi, serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 September-1 Oktober 2022, melibatkan 25 guru produktif UPT SMK Negeri 8 Banyuasin. Materi yang akan disampaikan adalah pengertian media pembelajaran, jenis media pembelajaran, pemilihan media pembelajaran yang tepat dan sesuai, serta prosedur pembuatan media pembelajaran video berbasis media sosial menggunakan smartphone. Terdapat peningkatan pengetahuan yang diperoleh guru. Rata-Rata skor pretest yang diperoleh adalah 58,25 poin dan meningkat menjadi 72 poin pada posttest. Terdapat peningkatan sebesar 13,75 point. Tingkat pemahaman yang diharapkan dikuasai oleh guru berada pada point 72 itu artinya telah memenuhi kriteria awal penguasaan materi.The learning process is currently not going well and not according to plan due to the covid-19 outbreak. Based on observations and interviews with UPT SMK Negeri 8 Banyuasin principals, the ability of teachers to make teaching materials in the form of learning videos is still very limited. Making learning videos is a strategic solution to solving the problem of limited time in practical learning during Covid-19. Based on the background above, the purpose of this training is to provide skills in making social media-based learning videos using smartphones and increase the skills of teachers in making learning videos using smartphones; these skills include video capture and video editing, Improving teacher skills and perceptions about video creative and useful learning. The methods used are presentations and discussions, demonstrations, and mentoring. The activity was conducted from 29 September to 1 October 2022, involving 25 productive UPT teachers at SMK Negeri 8 Banyuasin. The material to be conveyed is the understanding of learning media, types of learning media, selection of appropriate and appropriate learning media, and procedures for making social media-based video learning media using smartphones. There is an increase in knowledge obtained by the teacher. The average pretest score obtained was 58.25 points, increasing to 72 points in the posttest. There was an increase of 13.75 points. The level of understanding expected to be mastered by the teacher is at point 72, meaning they have met the initial criteria for mastering the material.  
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Penulisan Buku Ajar bagi MGMP IPA SMP Sarwendah Ratnawati Hermanto; Betti Ses Eka Polonia; Ahmad Ravi; Alfath Desita Jumiar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7445

Abstract

Pelatihan bertujuan memberikan pemahaman terkait tata cara menyusun buku ajar kepada guru-guru MGMP IPA. Selain itu, dilakukan pendampingan langsung untuk membuat rancangan buku ajar yang relevan serta sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Oktober-November Tahun 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Kegiatan pelatihan meliputi persiapan kegiatan (survei & koordinasi dengan mitra), pelaksanaan kegiatan (workshop pelatihan & pendampingan), dan evaluasi kegiatan (evaluasi ketercapaian kegiatan). Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pemahaman serta kemampuan peserta pelatihan dalam menyusun buku ajar. Selain itu, hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu satu draft buku ajar yang telah disusun oleh peserta pelatihan. Kegiatan ini merupakan langkah awal sebagai motivasi bagi guru-guru dalam menulis dan menyusun buku ajar berbasis Kurikulum Merdeka Belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.The training aims to provide an understanding of the procedures for compiling textbooks for MGMP IPA teachers. In addition, direct assistance is provided to design relevant textbooks that meet students' needs. The method used is participatory training. Community service activities are carried out from October until November 2022 with 35 participants. Training activities include the presentation of material by resource persons and mentoring activities for preparing textbook drafts which are carried out face-to-face and online. The result of this service activity is an increase in understanding and ability to compile textbooks. In addition, the result of this community service activity is a draft textbook the training participants have prepared. This activity is the first step in motivating teachers to write and compile textbooks based on the independent learning curriculum that suits the needs of students.
Pelatihan Integrasi Nilai-Nilai Islami dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di MTs/SMP Kota Bitung Indah Wardaty Saud; Nur Halimah; Fadhlan Saini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7642

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pelatihan integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Bahasa Inggris guna mendukung Kurikulum Merdeka di MTs/SMP Kota Bitung. Kegiatan PkM ini dilaksanakan selama 2 hari yakni mulai tanggal 29-30 September 2022 yang berlokasi di MTS N 1 Bitung. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 20 orang guru-guru Bahasa Inggris yang tersebar di MTs dan SMP Islam yang ada di Kota Bitung. Metode yang digunakan yakni ceramah, Tanya jawab, pendampingan, dan praktik pembuatan materi ajar. Hasil dari kegiatan ini, tersusunnya 5 draft materi ajar Bahasa Inggris berintegrasi nilai-nilai Islam yang berfokus pada kompetensi Reading dan Speaking skill. Selain itu, persepsi guru terhadap integrasi nilai-nilai Islam dalam materi ajar Bahasa Inggris yang diperoleh melalui angket menunjukkan hasil yang positif. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas Kurikulum Merdeka di level MTs/SMP Islam di Kota Bitung.This community service activity aims to describe training on integrating Islamic values into English learning to support the Freedom Curriculum at MTs/SMP Kota Bitung. This activity was carried out for two days, starting from 29-30 September 2022, located at MTS N 1 Bitung. The participants of this activity were 20 English teachers spread across MTs and Islamic Middle Schools in Bitung City. The methods used are lectures, question and answer, mentoring, and practice of making teaching materials. As a result of this activity, the participants composed five drafts of English teaching materials integrated with Islamic values focused on Reading and Speaking skill competencies. In addition, the teacher's perception of the integration of Islamic values in English teaching materials also showed positive results. In the end, this activity is expected to improve the quality of the Independent Curriculum at the Islamic MTs/SMP level in Bitung City.
Pelatihan Pembuatan Modul Proyek Pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) Terintegrasi Mitigasi Bencana Alam dalam Kurikulum Merdeka Belajar Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah; Madlazim Madlazim; Eko Hariyono; Nurita Apridiana Lestari; Ladika Zuhrotul Wardi; Lugas Haryo Pradigdo; Irsyad Yusuf Santoso; Faradila Aulia' Alifteria; Mahmud Mahmud
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6939

Abstract

Tujuan penulisan artikel Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk menganalisis respons peserta pelatihan pembuatan modul proyek pembelajaran STEAM terintegrasi mitigasi bencana alam dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 7 Juli 2022 hingga 26 September 2022. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran STEAM terintegrasi mitigasi bencana alam dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Peserta pelatihan merupakan guru-guru di SMP dengan latar belakang berbagai bidang studi. Peserta terdiri dari 15 orang guru dan 1 staff tata usaha. Pelatihan diawali dengan materi pentingnya integrasi mitigasi bencana alam dalam pembelajaran, STEAM learning, overview Kurikulum Merdeka Belajar khu­susnya dalam penguatan profil pelajar Pancasila, serta inspirasi modul proyek berbantuan alat peraga terrarium biekosistem untuk topik bencana iklim. Setelah dibentuk kelompok, pembimbingan dan pendampingan dilakukan melalui WhatsApp Group dan laporan pro­gress kelompok dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom meeting. Berdasarkan hasil angket, peserta pelatihan memberikan respons positif terhadap kegiatan pelatihan dan pendampingan pembelajaran STEAM terintegrasi mitigasi bencana alam dalam Kurikulum Merdeka. Peserta merasa mendapatkan manfaat dari pelatihan yang diberikan, mendapat­kan gambaran tentang implementasi Kurikulum Merdeka, mendapatkan gambaran tentang proyek penguatan profil pelajar Pancasila, juga merespons positif terhadap komunikasi penyampaian materi oleh narasumber serta pelatihan yang dilaksanakan. Pendampingan peserta menghasilkan beberapa tema modul proyek, yakni: biopori, rain water harvesting, mitigasi bencana gunung meletus, dan kearifan lokal desain rumah di daerah rawan longsor.This community service article aims to analyze the responses of the training participants in the creation of STEAM learning project modules integrated with natural disaster mitigation in the independent learning curriculum. The activity was carried out from 7 July 2022 to 26 September 2022. The method used in this community service activity included training and mentoring in making project modules to strengthen the Pancasila student profile through STEAM learning integrated with natural disaster mitigation in implementing the independent learning curriculum. The training participants are teachers in junior high schools with backgrounds in various fields of study. Participants consisted of 15 teachers and one administrative staff. The training begins with material on the importance of integrating natural disaster mitigation into learning, STEAM learning, an overview of the independent learning curriculum, especially in strengthening the Pancasila student profile, as well as inspiration for project modules assisted by the bi-ecosystem terrarium teaching aids for the topic of climate disasters. After the group is formed, guidance and assistance are carried out through the WhatsApp Group, and group progress reports are carried out online through the Zoom meeting application. Based on the questionnaire results, the training participants positively responded to the integrated STEAM training and learning assistance activities on natural disaster mitigation in the independent curriculum. Participants feel that they have benefited from the training provided, got an overview of the implementation of the independent curriculum, got an overview of the project to strengthen the Pancasila student profile, and responded positively to the communication of material delivery by resource persons and the training carried out. The assistance of the participants resulted in several project module themes, namely: bio pore, rainwater harvesting, mitigation of volcanic eruptions, and local wisdom in designing houses in landslide-prone areas.
Sosialisasi Model Scientific Critical Thinking (SCT) untuk Pembelajaran Daring Era Pandemi Iriani Bakti; Atiek Winarti; Muhammad Kusasi; Baseran Nor; Gunawan Sabilillah; Ahmad Baihaki; Rima Yanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7930

Abstract

Adanya guru-guru yang mengalami kendala dalam pengelolaan pembelajaran daring karena kurang memahami model-model pembelajaran yang digunakan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru terhadap penerapan Model Scientific Critical Thinking (SCT) di era daring dalam upaya meningkatkan self-regulation, berpikir kritis, dan self-efficacy bagi peserta didik. Adapun jumlah peserta kegiatan pengabdian sebanyak 77 orang yang terdiri atas guru-guru tingkat SMA dan SMK se-Kalimantan Selatan dan mahasiswa FKIP ULM. Kegiatan pengabdian menggunakan aplikasi zoom cloud meeting pada bulan Oktober-Desember 2021. Tahap persiapan dimulai dengan melakukan diskusi dengan guru-guru terkait permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran daring, penyusunan panduan dan materi sosialisasi. Tahap pelaksanaan berupa penyampaian materi tentang Model SCT dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Tahap evaluasi dengan membagikan kuesioner dalam upaya mengukur pemahaman dan antusias peserta terhadap Model SCT. Adapun hasil yang diperoleh adalah guru-guru lebih memahami Model SCT beserta kelebihan dan kekurangannya dalam proses pembelajaran serta antusias untuk menerapkannya di sekolah sebagai usaha untuk meningkatkan self-regulation, berpikir kritis, dan self-efficacy bagi peserta didik.Some teachers experience problems managing online learning because they do not understand the learning models. This service aims to increase teachers' understanding of applying the Scientific Critical Thinking (SCT) Model in the online era to increase students' self-regulation, critical thinking, and self-efficacy. The number of participants in the community service activity was 77 high school and vocational school teachers from South Kalimantan and ULM FKIP students. Community service activities use the zoom cloud meeting application in October - December 2021. The first step in the planning stage is to discuss with teachers the difficulties of online learning. Next comes the creation of guidelines and outreach materials. Delivering information on the SCT Model and students' critical thinking abilities is part of the implementation step. During the evaluation stage, questionnaires were distributed to participants to gauge their knowledge of and excitement for the SCT Model. The results are that teachers better understand the SCT Model and its advantages and disadvantages in learning. They are enthusiastic about implementing it in schools to increase student self-regulation, critical thinking, and self-efficacy.
Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi Siberas sebagai Upaya Percepatan Pelayanan Publik bagi Masyarakat Desa Lasilawa Suhartini Khalik; Najirah Umar; M Yasser Fedayyen; Suardi Zain; Siti Nurhayati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7680

Abstract

Pesatnya perkembangan dan penggunaan teknologi informasi (TI) sekarang ini menawarkan berbagai kemudahan untuk melakukan segala aktivitas. Salah satu pemanfaatan TI adalah dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat memudahkan dalam penyediaan data dan informasi administrasi pemerintahan desa dengan cepat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim pengabdi melakukan pendampingan pemanfaatan aplikasi Siberas bagi aparat dan masyarakat di Desa Lasiwala sebanyak 26 orang. Kegiatan PkM ini berlangsung pada bulan september 2021, dimulai dari tahap update data Siberas oleh aparat dengan bersinergi dengan tim PkM sampai pelaksanaan pendampingan pada tanggal 21-22 september 2021. Adapun metode pelaksanaan PkM terdiri atas: (1) penyediaan data kependudukan yang akan diinput pada aplikasi Siberas; (2) pendampingan pemanfaatan aplikasi Siberas bagi aparat desa dan masyarakat Desa Lasiwala dilaksanakan dengan cara pemaparan materi dan praktik langsung penggunaan aplikasi Siberas; (3) materi PkM berupa cara penggunaan aplikasi Siberas kepada aparat desa dan masyarakat Desa Lasiwala; dan (4) deskripsi pelaksanaan kegiatan. Setelah pendampingan berlangsung, dilakukan evaluasi dengan penyebaran kuesioner untuk melihat tingkat keberhasilan pelaksanaan PkM. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa peserta membutuhkan aplikasi Siberas sebagai pendukung efektivitas pelayanan publik sebesar 86%, membantu mempermudah pengguna dalam memanfaatkan aplikasi sebesar 81%, membantu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri dalam menggunakan aplikasi sebesar 86% dan yang menyatakan sangat membutuhkan pelatihan agar dapat menggunakan aplikasi Siberas sebesar 90%. Pemanfaatan Siberas didukung kebiasaan peserta PkM menggunakan internet (93%).  Adapun kendala dalam PkM ini adalah koneksi internet yang tidak stabil. Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan bahwa pemanfaatan IT dalam pelayanan publik di tingkat desa dapat memudahkan aparat desa maupun masyarakat untuk mendapatkan informasi dan layanan dengan cepat.The rapid development and use of information technology (IT) now offer various conveniences for all activities. One of the uses of IT is in village administration activities which can quickly facilitate the provision of data and information on village government administration. Through PkM activities, the community service team assisted in using the SIBERAS application for 26 officers and the community in Lasiwala village. This PkM activity will take place in September 2021, starting from the SIBERAS data updating stage by officials in synergy with the PkM team until the implementation of assistance on September 21-22, 2021. The PkM implementation method consists of (1) provision of population data which will be inputted to the SIBERAS application; (2) assisting the use of the SIBERAS application for village officials and the Lasiwala village community is carried out by means of the presentation of material and direct practice of using the SIBERAS application; (3) PkM materials in the form of how to use the SIBERAS application for village officials and the Lasiwala village community; (4) Description of activity implementation. After the mentoring took place, an evaluation was carried out by distributing questionnaires to see the level of success of the PkM implementation. The results of the questionnaire show that participants need the SIBERAS application to support the effectiveness of public services by 86%, help make it easier for users to use the application 81%, help increase motivation and confidence in using the application by 86% and those who say they need training to be able to use the SIBERAS application by 90%. The use of SIBERAS is supported by the habits of PkM participants using the internet (93%). The obstacle in this PkM is an unstable internet connection. Based on these results, it is concluded that the use of IT in public services at the village level can make it easier for village officials and the community to get information and services quickly..
Optimalisasi Kemampuan Guru dalam Menyusun Bahan Ajar Fisika Berbasis Lingkungan Lahan Basah dalam Setting Multimodel untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sarah Miriam; Abdul Salam M; Dewi Dewantara; Aulia Agustina; Baginda K A R Sianipar; Asyafaah Asyafaah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7553

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah mengatasi dua isu utama pengabdian yakni isu SDGs dengan prioritas isu pendidikan bermutu, serta isu revolusi karakter bangsa yang berkaitan dengan isu prioritas tentang identitas kebangsaan, yakni marginalisasi budaya. Mitra yang terlibat adalah Forum MGMP Fisika Kabupaten Tapin. Forum ini merupakan wadah bagi Guru Mata Pelajaran Fisika di Kabupaten Tapin yang memegang peranan penting untuk meningkatkan kompetensi guru Fisika. Tim melaksanakan workshop penyusunan bahan ajar fisika berbasis lingkungan lahan basah dalam setting multimodel untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Kegitan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni-September 2022. Pada akhir kegiatan, disimpulkan bahwa mitra telah memahami dan mampu menyusun bahan ajar fisika berbasis lingkungan lahan basah dalam setting multimodel untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Dengan demikian, apa yang telah dilatihkan kepada guru mitra dapat dijadikan alterntif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.The purpose of this activity is to address the two main issues of service, namely the SDG's issue with priority issues of quality education and the issue of national character revolution related to the priority issue of national identity, namely cultural marginalization. The partner involved is the Tapin Regency Physics MGMP Forum. This forum is for Physics Subject Teachers in Tapin Regency who play an important role in increasing the competence of Physics teachers. The team conducted a workshop on preparing physics teaching materials based on a wetland environment in a multi-model setting to improve students' problem-solving abilities. Activities are carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. This activity was carried out in June-September 2022. At the end of the activity, it was concluded that the partners had understood and were able to develop physics teaching materials based on wetlands in a multi-model setting to improve students' problem-solving abilities. Thus, what has been trained by partner teachers can be used as an alternative to improving students' problem-solving abilities.
Pemberdayaan Himpunan Mahasiswa elalui Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Menjadi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Andi Nova; Brema Bangun; M Anas Surimeirian; Julio Roberto; Ruhama Desy M; Boby Helmi; Rinaldi Aditya; Agung Nugroho; Andrew Rinaldi Sinulingga
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8366

Abstract

Pengelolaan ruang terbuka menjadi tanaman obat merupakan program pengabdian dengan merevitalisasi lahan tidak terawat menjadi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pengelolaan ruang terbuka dengan pemberdayaan Himpunan mahasiswa pendidikan jasmani (HIMADIKJAS) dan bermitra dengan masyarakat Dusun Bukit Paya Bujuk Seulemak, Kec. Langsa baru, Kota Langsa. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 5-11 Desember 2022. Metode pelaksanaan kegiatan dengan 4 tahap yaitu tahap persiapan, pengerjaan, pembenihan dan sosialisasi. Tujuan kegiatan adalah mengelola ruang terbuka yang tidak difungsikan menjadi tanaman obat keluarga, menjadi taman edukasi obat-obatan tradisional dan meningkatkan pemahaman masyarakat serta mahasiswa pentingnya tanaman obat tradisional sebagai obat alternatif untuk penyembuhan. Jenis tanaman obat yang ditanam adalah jenis yang sering digunakan seperti kunyit, kencur, temu lawak, jahe, dan serai. Pengelolaan lanjutan ruang terbuka kota di lahan sepanjang 1.200 meter yang diserahkan kepada masyarakat Dusun Bukit pasca pengelolaan jika dirawat dan berhasil dipanen, hasilnya dapat diperjual belikan kepada masyarakat sekitar. Konsep ini tentunya dapat menjadi program swadaya penghasilan tambahan kepada masyarakat secara berkelanjutan.Managing open spaces into medicinal plants is a service program revitalizing unkempt land into family medicinal plants (TOGA). Management of open spaces by empowering the Physical Education Student Association (HIMADIKJAS) and partnering with the people of Bukit Paya Village, Bujuk Seulemak, Kec. New Langsa, Langsa City. The activity was carried out from 5-11 December 2022. The method for implementing the activity was in 4 stages: preparation, work, seeding and socialization. The activity aims to manage open spaces not used as family medicinal plants, become educational parks for traditional medicines, and increase public and student understanding of the importance of traditional medicinal plants as alternative medicines for healing. The types of medicinal plants planted are the types that are often used, such as turmeric, kencur, temu lawak, ginger, and lemongrass. Continued management of urban open space on 1,200 meters of land was handed over to the Dusun Bukit community. After management, if it is cared for and successfully harvested, the results can be traded to the surrounding community. This concept can certainly be a self-help program for additional income for the community in a sustainable manner.