cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 680 Documents
Bimbingan Teknis Penyusunan Bahan Ajar Biologi Berbasis Potensi Lokal Pada MGMP IPA-Biologi Kabupaten Hulu Sungai Tengah Noorhidayati Noorhidayati; Hardiansyah Hardiansyah; Mahrudin Mahrudin; Riya Irianti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3802

Abstract

Keberadaan potensi lokal perlu digali sebagai bahan ajar agar proses pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Keterbatasan pengetahuan guru yang tergabung dalam MGMP guru biologi SMA dan SMP se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah memerlukan bimbingan teknis penyusunan bahan ajar biologi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan memberi bekal dan bimbingan kepada guru-guru biologi sekolah menengah dalam menyusun bahan ajar berbasis potensi lokal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, workshop dan konsultasi daring serta penugasan mandiri. Berdasarkan kegiatan yang telah diselenggarakan, diketahui bahwa guru menunjukan antusiasme yang tinggi, sebagaimana terlihat dari proses tanya jawab dan diskusi yang berlangsung sangat dinamis. Banyak guru yang menyampaikan potensi lokal daerah, serta meminta saran dan masukan terkait bahan ajar apa yang dapat dikembangkan. Berdasarkan data yang masuk, terdapat 14 orang guru dari 20 peserta yang sudah mengajukan format pengembangan bahan ajarnya. Dari data 70% peserta yang telah mengajukan format pengembangan bahan ajar ini, menunjukkan peserta telah mendapatkan bekal pengetahuan dan memiliki motivasi tinggi untuk menyusun bahan ajar berbasis potensi lokal sebagai perangkat pembelajaran. Di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki berbagai jenis flora dan fauna, baik yang terdapat di perairan (sungai dan rawa) maupun di daratan. Potensi lokal ini dapat dikembangkan untuk  penyusunan bahan ajar Biologi. The existence of local potential needs to be explored as teaching materials so that the learning process is more contextual and meaningful. The limited knowledge of teachers who are members of the MGMP for biology teachers in SMA and SMP in Hulu Sungai Tengah Regency requires technical guidance in preparing biology teaching materials based on local potential. This activity aims to provide provision and guidance to high school biology teachers in preparing teaching materials based on local potential. This activity is carried out through lectures, discussions, workshops, online consultations, and independent assignments. Based on the activities that have been held, it is known that the teacher shows high enthusiasm, as can be seen from the very dynamic question and answer process and discussion. Many teachers convey the local potential of the area and ask for suggestions and input regarding what teaching materials can be developed. Based on the incoming data, 14 teachers from 20 participants have submitted the format for developing their teaching materials. The data of 70% of participants who have proposed this format for developing teaching materials shows that participants have gained knowledge and have high motivation to develop teaching materials based on local potential as learning tools. The Hulu Sungai Tengah Regency has flora and fauna, both found in waters (rivers and swamps) and on land. This local potential can be developed for the preparation of Biology teaching materials. 
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif Berbasis Pendekatan Saintifik bagi Guru PAUD di Kota Palembang Hasmalena Lena; Rukiyah Rukiyah; Syafdaningsih Syafdaningsih; Mahyumi Rantina; Febriyanti Utami; Anggun Karnita; Atthoyibah Munawaroh
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2480

Abstract

Alat Peraga/Permainan Edukatif (APE) bagi anak usia dini memegang peranan penting sebagai media stimulasi, pembelajaran dan permainan, sedangkan bagi guru merupakan sarana yang membantu dalam penyampaian pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan agar guru PAUD dapat membuat APE serta untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan guru dalam membuat inovasi dalam pembuatan APE untuk anak usia dini. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2020 secara online melalui aplikasi Zoom Meeting. Materi yang disampaikan meliputi, (1) Hakikat alat permainan edukatif, (2) Jenis-jenis APE, (3) Keterampilan pembuatan APE, (4) Langkah-langkah pembuatan APE, dan (5) Praktik pembuatan APE dalam proses pembelajaran sesuai karakteristik anak. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting dengan jumlah 36 orang peserta guru PAUD. Model kegiatan yaitu pendampingan dan metode kegiatan yang digunakan presentasi dan peragaan serta unjuk kerja. Berdasarkan hasil evaluasi terjadi peningkatanan pengetahuan guru-guru PAUD setelah pelatihan, hal ini ditunjukkan dengan hasil bahwa guru mampu membuat rancangan alat permainan edukatif, , guru mempu menerapkan alat permainan edukatif walapun dilakukan secara daring dan guru mampu mengimplementasikan kepada anak tentang alat permainan edukatif berbasis pendekatan saintifik. Teaching aids/educational games (APE) for early childhood play an important role as a medium of stimulation, learning and games, while for teachers, it is a tool that helps in learning delivery. This training aims to make PAUD teachers make APE and develop teaching skills in making innovations in making APE for early childhood. This activity was carried out on Saturday, August 8, 2020, online through the Zoom Meeting application. The materials presented include (1) The nature of educational game tools, (2) Types of APE, (3) Skills for making APE, (4) Steps for making APE, and (5) Practice of making APE in the learning process according to children's characteristics. . The training activities were carried out through the Zoom Meeting application with a total of 36 PAUD teacher participants. The activity model is mentoring and activity methods used by presentations and demonstrations as well as performance. Based on the evaluation results, there was an increase in the knowledge of PAUD teachers after training, and this was shown by the results that teachers were able to design educational game tools, teachers were able to apply educational game tools even though they were done online. Teachers were able to implement to children about scientific approach-based educational game tools.
Pelatihan Penggunaan Learning Management System (LMS) bagi Guru Sebagai Mitra Asistensi Mengajar Program MBKM Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Sahrul Saehana; Muhammad Ali; Darsikin Darsikin; Nurgan Nurgan; Delthawati Is Ratnaningtyas
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.4333

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan program nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas output pendidikan dengan melakukan sejumlah aktivitas seperti asistensi mengajar di satuan pendidikan oleh mahasiswa. Learning management system (LMS) sangat dibutuhkan untuk melaksanakan program asistensi mengajar khususnya dalam melakukan evaluasi. Tujuan program ini adalah untuk melatih guru di sekolah mitra dalam menggunakan LMS sehingga dapat mendampingi mahasiswa dalam program asistensi mengajar.  Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dimana guru dilatih menggunakan LMS. Mitra kegiatan ini adalah SMP dan SMA di Propinsi Sulawesi Tengah. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan wawancara. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa guru dapat memanfaatkan dengan baik aplikasi evaluasi berbasis LMS yang dirancang oleh tim pengabdi. Hasil wawancara memperkuat hal ini, dimana guru tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi penilaian bagi mahasiswa program asistensi mengajar karena dilengkapi petunjuk yang jelas. The Independent Learning Campus Independent Program is a national program that improves scholarly output quality by carrying out activities such as teaching assistants in academic units by students. A learning management system (LMS) is needed to carry out teaching assistance programs, especially evaluations. This program aims to train teachers at partner schools in using the LMS so that they can assist students in teaching assistance programs. This activity is carried out in training where teachers are trained to use LMS. Partners of this activity are junior and senior high schools in Central Sulawesi Province. The instruments used are observation sheets and interviews. From the observations, it is known that teachers can make good use of the LMS-based evaluation application designed by the service team. The results of the interviews reinforce this, where the teacher does not experience difficulties in using the assessment application for students in the teaching assistant program because it is equipped with clear instructions.
Bimbingan Teknis Pembuatan Nata de piel batatas dari Kulit Ubi Jalar (Ipomoea batatas) Sri Amintarti; Aulia Ajizah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3844

Abstract

Kulit ubi jalar biasanya hanya dibuang sebagai limbah ke lingkungan, atau kadang dijadikan sebagai makanan ternak. Kulit ubi jalar sebenarnya masih menyisakan bahan-bahan yang dapat dijadikan medium biakan bakteri  Acetobacter xylinum untuk menghasilkan nata. Akan tetapi informasi dari sekolah yang disurvey umumnya belum memiliki pengetahuan langkah-langkah untuk memanfaatkan kulit ubi jalar tersebut dan keterbatasan alat serta bahannya. Telah dilakukan kegiatan Bimbingan teknis cara pembuatan nata yang berbahan dasar kulit ubi jalar kepada guru-guru biologi dan siswa-siswi SMA/sederajat se-kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya. Proses pembuatan nata mengacu pada teknik dasar pembuatan nata oleh (Saragih, 2004). Metode kegiatan bimbingan teknis dengan cara: 1) pemaparan materi tentang nata dan cara pembuatan nata; 2) Demonstrasi secara virtual pembuatan nata de piel batatas melalui tayangan video; Kegiatan diikuti oleh 68 peserta yang meliputi guru dan siswa dari 5 SMA Negeri dan 1 MAN serta dari Politeknik yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Hasil bimbingan menunjukkan bahwa peserta memahami cara membuat nata de piel batatas yang berasal dari kulit ubi jalar. Berdasarkan jawaban angket yang diberikan setelah bimbingan, sebanyak 74,2% peserta menyatakan memahami cara membuat nata de piel batatas yang berasal dari kulit ubi jalar dan sangat setuju dengan kegiatan ini. Peserta memberikan respon yang positif dan 71,2% berminat untuk mencoba membuatnya. Sweet potato skin is usually only dumped as waste into the environment or sometimes used as fodder. Sweet potato skin still leaves ingredients that can be used to breed bacteria Acetobacter xylinum to produce Nata. However, in school do not know measures to use the sweet potato skin and the limitations of tools and materials. Technical guidance on how to make sweet potato skin-based Nata has been conducted to biology teachers and high school students/equivalents in Tanah Laut and surrounding districts. Making Nata refers to the basic techniques of making Nata by (Saragih, 2004). Methods of technical guidance activities through: 1) exposure of material about Nata and how to make nata; 2) Virtual demonstration of the making of Nata de piel batatas through video viewing; The activity was attended by 68 participants including teachers and students from 5 public high schools and 1 MAN as well as from polytechnics in Tanah Laut Regency. Based on the evaluation after guidance, 74.2% of participants stated that they understood how to make Nata de piel batatas from sweet potato skins and strongly agreed with this activity. Participants gave a positive response, and 71.2% were interested in trying to make it. 
Pelatihan Desain Grafis dengan Software Photoshop sebagai Peluang Usaha bagi Guru/Siswa SMAN 3 Singingi Hilir Abdul Fadlil; Anton Yudhana; Setiawan Ardi Wijaya; Fitri Anggraini; Agus Prasetyo Marsaid
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.5066

Abstract

SMAN 3 Singingi Hilir setiap tahunnya rutin mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dalam berbagai bidang, salah satunya lomba poster. Namun terdapat masalah yakni tidak adanya pengajar yang memiliki keahlian pada bidang desain grafis sehingga siswa yang memiliki minat pada bidang ini kurang terarahkan dengan baik. Maka dari itu pelatihan ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan desain grafis kepada siswa/siswi yang memiliki ketertarikan pada bidang ini, serta diharapkan dapat menjadi bekal pada lomba yang akan datang maupun bekal ketika mereka lulus. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam jaringan (DARING) dan luar jaringan (LURING), pemateri tidak hanya memberikan materi saja, namun memberikan praktek langsung kepada peserta. Pelatihan ini diadakan pada hari Sabtu, 18 September 2021 di laboratorium komputer SMAN 3 Singingi Hilir. Peserta yang mengikut pelatihan adalah 20 siswa/siswi SMAN 3 Singingi Hilir. Kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan, tahapan prapelaksanaan (survei), tahapan pelaksanaan, dan tahapan evaluasi. Berdasarkan dari tanggapan peserta, hasil pelatihan ini dapat dikatakan sukses karena peserta yang menjawab tidak setuju hanya ada 5% yaitu pada point “Pelatihan ini membuat saya lebih semangat menggunakan Adobe Photoshop sebagai alat desain” selain itu peserta tidak ada yang menjawab tidak setuju. Berdasarkan perbandingan hasil survei sebelum pelaksanaan dan setelah pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas keilmuan siswa/siswi SMAN 3 Singingi Hilir. SMAN 3 Singingi Hilir regularly participates in the National Student Art Competition Festival in various fields, one of which is a poster competition. However, there is a problem, namely the absence of teachers who have expertise in graphic design, so students who have an interest in this field are not well directed. Therefore, this training aims to introduce graphic design to students who have an interest in this field, and it is hoped that it will be a provision for upcoming competitions and when they graduate. This training activity is online and offline. The presenters not only provide material but also provide hands-on practice to participants. This training was held on Saturday, September 18, 2021, at the computer laboratory of SMAN 3 Singingi Hilir. Participants who participated in this training were 20 students of SMAN 3 Singingi Hilir. The activity is divided into three stages, the pre-implementation stage (survey), the implementation stage, and the evaluation stage. Based on the participants' responses, the results of this training can be said to be successful because only 5% of participants who answered disagreed, namely at the point "This training made me more enthusiastic about using Adobe Photoshop as a design tool" besides that none of the participants answered disagreed. Based on the comparison of the survey results before and after the activity's implementation, it can be concluded that this activity can improve the scientific quality of the students of SMAN 3 Singingi Hilir. 
Sosialisasi Nilai-nilai Pancasila Melalui Permainan Kerjasama Tim kepada Anak-anak Lala Agustriani; Leilani Verdha; M Fajar; Marisa Inshi; M Farihin; M Salman; M Rama; Nabila Shofia; Nazmi Silvia; Nazwan Fathurrahman; Dian Herdiana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4765

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara yang tidak hanya perlu dipahami oleh semua warga masyarakat, tetapi juga mampu dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari, didasarkan kepada pemahaman tersebut maka artikel ini mengkaji mengenai kegiatan sosialisasi nilai-nilai Pancasila melalui permainan kerjasama tim kepada anak-anak, tujuan dari kegiatan ini yaitu guna membangun pemahaman anak-anak agar mampu memahami nilai-nilai Pancasila yang didasarkan kepada kegiatan permainan kerjasama tim. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu society participatory yang diartikan sebagai metode dengan cara melibatkan masyarakat sasaran sebagai objek pelaksanaan kegiatan yang telah disusun. Hasil pelaksanaan dari kegiatan ini yaitu telah terselenggaranya 7 (tujuh) permainan yang terdiri dari permainan estafet sarung, tarik tambang, pemburuan barang, rerebonan, ikatan manusia, bangunan dari sedotan dan boy-boyan. Ketujuh permainan ini telah mampu membangun kebersamaan, kerjasama dan persatuan diantara anak-anak yang merupakan cerminan dari nilai-nilai Pancasila, anak-anak memahami bahwa Pancasila merupakan nilai hidup yang mampu dipraktekan dalam berbagai aktivitas kegiatan dan relevan dengan kondisi saat ini.  Pancasila is the basis of the state that needs to be understood by all citizens and be practised in everyday life; based on this understanding, this article describes the socialization of Pancasila values through teamwork games for children. This activity is to build children's understanding to understand the values of Pancasila, which are based on teamwork activities. The method used in implementing this activity is society participatory, which is defined as a method that involves the target community as the object of implementing the activities that have been prepared. The results of the implementation of this activity are the implementation of 7 (seven) games consisting of Estafet Sarung (sarong relay games), Tarik Tambang (tug of war), Pemburuan Barang (hunting for goods), Rerebonan (capturing and captive), Ikatan Manusia (human knot), Bangunan dari Sedotan (magic straws) and Boy-boyan (players and guards). These seven games have been able to build togetherness, cooperation and unity among children, which reflects the values of Pancasila; the children understand that Pancasila is a life value that can be practised in various activities and is relevant to current conditions.   
Implementasi Pengembangan Model Praktik Tarian Rakyat Indonesia melalui Gerakan Kreatif pada Guru TK Sri Tatminingsih; Budi Hermaini; Dian Novita; Mutiara Magta; Ngadi Marsinah; Titi Chandrawati; Untung Laksana Budi; Tedjo Djatmiko
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4321

Abstract

Tarian tradisional merupakan salah satu budaya Indonesia yang hampir dilupakan, terutama oleh generasi masa kini. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengembangan model praktik Tarian Rakyat Indonesia melalui gerak kreatif yang diciptakan Guru sebagai bahan pembelajaran anak usia dini (AUD). Pada kegiatan ini, para guru diarahkan untuk menciptakan sebuah tarian kreatif dengan cara mengubah, memodifikasi atau menciptakan gerakan-gerakan kreatif yang disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan AUD. Kegiatan dilaksanakan Bulan Agustus-November 2021dengan Mitra TK Senthosa Jl Kembang Sepatu-Cireundeu Tangerang Selatan. Kegiatan berlangsung secara luring (tatap muka) dengan enam pertemuan dan jarak jauh (pendampingan dan kerja mandiri) selama enam minggu. Rincian pelaksanaan tatap muka, meliputi: 1) Penyamaan persepsi dan penyusunan jadwal kegiatan luring dan pembimbingan jarak jauh. 2) Penyampaian materi dasar oleh Pakar. 3) Diskusi dan pemilihan lagu dan gerak yang akan diciptakan. 4) Reviu hasil karya cipta model tarian rakyat. 5) Evaluasi hasil revisi karya cipta tarian rakyat yang dibuat Guru. 6) perekaman dan pembuatan produk video tarian rakyat ciptaan guru. Sedangkan kerja mandiri dilaksanakan diantara pertemuan tatap muka. Proses yang dilakukan dalam kerja mandiri:1) pembuatan dan penciptaan rancangan tari, 2) pembuatan tarian 3) konsultasi dan pembimbingan melalui telepon, video call ataupun percakapan di WhatsApp. Peserta adalah Guru-guru TK Senthosa Tangerang Selatan berjumlah enam Guru. Hasil kegiatan berupa video model tarian rakyat hasil ciptaan guru. Semua Guru menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah keterampilan Mereka dalam mengembangkan bahan pembelajaran khususnya tarian untuk menstimulasi anak didiknya. Rekomendasi adalah proses pengembangan tarian harus dilakukan dengan pembimbingan secara intensif dan tarian yang diciptakan perlu diujicobakan kepada anak usia dini secara nyata guna mengetahui efektivitasnya. Traditional dance is one of the Indonesian cultures that is almost forgotten, especially by the current generation. This activity aims to implement the development of an Indonesian Folk Dance practice model through creative movements created by the teacher as learning materials for early childhood children. In this activity, teachers are directed to create a creative dance by changing, modifying, or creating creative movements that are adapted to the characteristics and abilities of early childhood. The activity will be held in August-November 2021 at Senthosa Kindergarten on Jl Kembang Sepatu-Cirendeu, South Tangerang as a partner. The activity takes place offline (face to face) with six meetings and remotely (assistance and independent work) for six weeks. Activities are carried out offline (face to face) with six meetings and remotely (assistance and independent work) for six weeks. Details of face-to-face implementation, including 1) Equalization of perceptions and preparation of schedules for offline activities and remote mentoring. 2) Submission of basic material by the Expert. 3) Discussion and selection of songs and movements to be created. 4) Review the creation of a folk dance model. 5) Evaluation of the revised folk dance creations made by the teacher. 6) recording and making folk dance video products created by the teacher. While independent work is carried out between face-to-face meetings. The process is carried out in independent work: 1) making and creating dance designs, 2) making dances 3) consulting and mentoring via telephone, video calls, or conversations on WhatsApp. The participants were Senthosa Kindergarten teachers, South Tangerang, totalling six teachers. The result of the activity is a video model of a folk dance created by the teacher. All the teachers stated that this activity was very useful and increased their skills in developing learning materials, especially dances to stimulate their students. Recommendations that can be conveyed are that the process of making dances must be carried out with intensive guidance and the dances that are created need to be tested on real early childhood children to determine their effectiveness.
Bimbingan Teknis Penyusunan Bahan Ajar Biologi Berbasis Potensi Lokal pada MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Barito Kuala Noorhidayati Noorhidayati; Aminuddin Prahatama Putra; Hardiansyah Hardiansyah; Mahrudin Mahrudin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4439

Abstract

Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan memberi bekal dan bimbingan kepada guru-guru biologi sekolah menengah dalam menyusun bahan ajar berbasis potensi lokal.  Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi, workshop, konsultasi daring, dan penugasan mandiri.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, sebagaimana terlihat dari proses tanya jawab dan diskusi yang berlangsung sangat dinamis. Banyak peserta yang menyampaikan potensi lokal daerah, serta meminta saran dan masukan terkait bahan ajar apa yang dapat dikembangkan. Berdasarkan data yang masuk, terdapat 33 orang guru (82,25%) dari 40 peserta yang sudah mengirimkan format yang berbentuk draft pengembangan bahan ajar. Hal ini menunjukkan peserta telah mendapatkan bekal pengetahuan dan memiliki motivasi sangat tinggi untuk mengembangkan bahan ajar berbasis potensi lokal. Untuk kegiatan serupa ke depannya agar dapat menjadi lebih baik lagi sebaiknya dilaksanakan bimbingan berkelanjutan. This technical guidance activity aims to provide provision and guidance to high school biology teachers in preparing teaching materials based on local potential. Implementation of activities using lecture methods, discussions, workshops, online consultations, and independent assignments. The activity results showed that the participants showed high enthusiasm, as seen from the very dynamic question and answer process and discussion. Many participants conveyed the local potential of the region and asked for suggestions and input regarding what teaching materials could be developed. Based on the incoming data, there are 33 teachers (82.25%) of the 40 participants who have sent a format in the form of a draft of the development of teaching materials. This shows that the participants have acquired knowledge and have very high motivation to develop teaching materials based on local potential. For similar activities in the future to be even better, continuous guidance should be carried out. 
Pelatihan Olahraga Permainan Srampangan untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik dan Nilai Kerja Sama bagi Anak-anak Yahya Eko Nopiyanto; Dian Pujianto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4808

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas fisik dan nilai kerja sama bagi anak-anak di kelurahan Mangunharjo. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi. Pengabdian ini dilaksanakan di RT/RW 02/01 Kelurahan Mangunharjo pada tanggal 7-8 Maret 2021. Peserta kegiatan ini terdiri dari 15 anak-anak berusia 5 hingga 14 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dan tes. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui bahwa peserta kegiatan mengalami peningkatan pemahaman akan pentingnya aktivitas fisik dan nilai kerja sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan aktivitas fisik dan nilai kerja sama bagi anak-anak.This service aims to increase physical activity and the value of cooperation for children in the Mangunharjo village. The method used is lecture and demonstration. This service was held at RT/RW 02/01 Mangunharjo Village on March 7-8, 2021. This activity consisted of 15 children aged 5 to 14 years—data collection techniques using observation sheets, interviews, and tests. Based on the service results, it was found that the activity participants experienced an increased understanding of the importance of physical activity and the value of cooperation. So, it can be concluded that this activity can increase physical activity and the value of cooperation for children. 
Bimbingan Teknis Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Lingkungan di Masa Pandemi Erma Suryani Sahabuddin; Muhammad Irfan; Amrah Amrah; Bahar Bahar; Basri Basri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4703

Abstract

Bimbingan teknis pembelajaran jarak jauh berbasis lingkungan telah dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar, yaitu pembuatan media pembelajaran dan penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis lingkungan, dengan melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Dimana media pembelajaran dan LKPD berbasis lingkungan sangat membantu memberikan pemahaman siswa selama dalam proses pembelajaran, menjadikan siswa belajar untuk lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pada prosesnya, media pembelajaran tersebut mengutamakan kreativitas siswa, juga berfungsi membantu siswa dalam memahami konsep yang rumit, dalam kegiatan bimbingan teknis pembelajaran jarak jauh berbasis lingkungan meliputi dua tahapan. Tahap pertama mempersiapkan bahan dan alat, tahap kedua membuat alat media pembelajaran berbasis lingkungan dan penyusunan LKPD, kemudian dilanjutkan presentasi dan demonstrasi baik secara mandiri maupun berkelompok. Selama proses pelatihan, mahasiswa akan dibantu mulai dari merancang pembuatan media pembelajaran dan penyusunan LKPD berbasis lingkungan sampai cara penggunaanya. Evaluasi dari kegiatan pengabdian yang dilakukan nantinya adalah simulasi media pembelajaran dan penyusunan LKPD serta penggunaannya. Kegiatan bimbingan teknis pembelajaran jarak jauh berbasis lingkungan di masa pandemi ini dilaksanakan pada PGSD FIP UNM yang telah diikuti sebanyak 32 peserta pelatihan memahami tentang pembuatan media dan prinsip serta langkah-langkah teknis pembuatan penyusunan LKPD berbasis lingkungan. Environmental-based distance learning technical guidance has been implemented at PGSD FIP UNM, which is the creation of learning media and the preparation of worksheets where learning media and environmentally based worksheet preparation by involving students directly with various introductions to the environment. Learning media and worksheets are very helpful to provide students' understanding during the learning process, where students will invite to be more active, innovative, creative, effective, and fun. In the process, the learning media prioritizes student creativity and also serves to help students in understanding complex concepts in environmentally based distance learning technical guidance activities covering two stages. The first stage prepares materials and tools, the second stage makes environmental-based learning media tools and the preparation of worksheets, then continues presentation and demonstration both independently and in groups. During the training process, students will be helped from designing the creation of learning media and preparing an environmentally based worksheet to how it is used. Evaluation of devotional activities carried out later is a simulation of learning media and worksheets' preparation and use. Environmental-based distance learning technical guidance activities in this pandemic period was carried out at PGSD FIP UNM, which 32 trainees have attended to understand media creation and principles and technical steps to prepare an environmentally based worksheet. 

Page 10 of 68 | Total Record : 680