cover
Contact Name
Hamidi, M.Pd
Contact Email
hamidi@unram.ac.id
Phone
+6281936732708
Journal Mail Official
jcar@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan No 37 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Classroom Action Research
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26563460     EISSN : 26562340     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Classroom Action Reseach (Jurnal Penelitian Tindakan kelas) e-ISSN:2656-2340 , p-ISSN: 2656-3460 adalah jurnal yang memuat artikel hasil penelitian-penelitian kelas baik dari kalangan guru, dosen, maupun dari hasil penelitian mahasiswa. Journal of Classroom Action Reseach merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Mataram. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Journal of Classroom Action Reseach adalah jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil riset yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan. Semua isi/konten yang dipublikasikan dibawah lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
Analisis Kesulitan Mahasiswa PGSD dalam memahami Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Novitasari, Setiani; Indraswati, Dyah; Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8763

Abstract

Pemahaman mengenai konsep dasar ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan bagian penting dalam pendidikan terutama bagi mahasiswa PGSD. Namun banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar IPS. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang dipergunakan yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep dasar IPS yaitu 1). Perbedaan latar belakang pendidikan terkait tingkat pemahaman terhadap konsep dasar IPS dan keterbatasan pengetahuan mengenai IPS, 2). Metode pembelajaran yang kurang bervariatif, 3). Keterbatasan media dan sumber belajar, 4). Ketrampilan berpikir kritis yang masih lemah, 5). Motivasi belajar yang rendah dan minat belajar yang masih kurang. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar IPS antara lain 1).peningkatan kualitas metode pembelajaran, 2).pengembangan ketrampilan berpikir kritis, 3). Peningkatan motivasi dan minat belajar, 4). Pengoptimalan media pembelajaran dan sumber belajar yang berkualitas. Pemahaman konsep dasar IPS bagi mahasiswa PGSD sangat penting dalam mempersiapkan menjadi guru yang kompeten. Sehingga membantu mahasiswa nantinya tidak hanya mengajar IPS dengan lebih baik, tetapi juga membentuk siswa yang memiliki kesadaran sosial dan kemampuan untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.
Analisis Nilai-Nilai Karakter Dalam Kegiatan Sabtu Budaya di Sekolah Suhaidi, M. Farhan; Nisa, Khairun; Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8765

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai karakter dalam kegiatan sabtu budaya di Sekolah Dasar Negeri 32 Ampenan. Penelitian ini mengggunakan pendekatan analisis kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini pendidik dan peserta didik. Tehnik pengumpulan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai karkter utama yang di implementasikan dalam kegiatan sabtu budaya seperti, gotong royong, mandiri, integritas, religius dan nasionalisme, kemudian nilai karakter ini dimplementasikan dalam kegiatan sabtu budaya seperti terdapat indikator nilai religius tercermin ketika peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan, tercermin dalam kegitan sabtu budaya terlihat dari interaksi peserta didik yang hidup berdampingan dan bekerjasama dsengan suku dan agama yang berbeda. Peserta didik percaya diri dalam memenataskan kegiatan di sabtu budaya, nilai nasionalisme tercermin ketika peserta didik menampilkan kagiatan tarian daerah dalam kegiatan sabtu budaya dan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sabtu budaya serta patuh terhadap aturan dalam kegaiatan sabtu budaya. Nilai mandiri tercermin terlihat ketika peserta didik berlatih mandiri untuk menampilakan pertunjukan yang ada dalam kegiatan sabtu budaya, nilai gotong royong terlihat dari bentuk kegiatan sabtu budaya yaitu bekerja sama membersihkan lingkungan sekolah dan nilai intergritas terlihat ketika peserta didik diberikan tanggung jawab dalam kegiatan sabtu budaya.
Pengembangan Media Crossword Puzzle Bergambar Pada Pembelajaran IPA Hakiki, Irman Putra; Istiningsih, Siti; Erfan, Muhammad; Rahmatih, Aisa Nikmah
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8767

Abstract

Penggunaan media di sekolah dasar saat ini menjadi metode inovatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam penguasaan materi pembelajaran. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, keterampilan guru, dan penyesuaian tingkat kesulitan masih ada. Untuk memaksimalkan manfaatnya, diperlukan pengembangan pelatihan guru, serta penyesuaian media dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Dengan upaya ini, media dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah dan kelayakan media yang dikembangkan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan atau Resesarch and Development (R&D) dengan menggunakan metode pengembangan ADDIE (Assume, Design, Development, Implementation, Evaluation).  Produk yang dikembangkan berupa media crossowrod puzzle bergambar pada pembelajaran IPA kelas IV. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi ahli materi, ahli media dan respon siswa  Berdasarkan hasil dari validasi ahli media menunjukkan tingkat sangat valid dengan resentase validitas 96%. Serta penilaian ahli materi menunjukkan kriteria valid dengan pesentase 80%. Tahapan kepraktisan dalam penelitian menunjukkan bahwa angket respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil menununjukkan kriteria sangat praktis mendapatkan presentase 98,6%. Serta uji coba kelompok besar menunjukkan kriteria skor sangat praktis mendapatkan presentase 95,5%.
Perbedaan Model Pembelajaran Berbasis Permainan dan Model Pembelajaran Instruksi Langsung Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Budaya dan Kewargaan Siswa SD Yati, Fara Adi; Nisa, Khairun; Erfan, Muhammad; Affandi, Lalu Hamdian
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8789

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran berbasis permainan dan model pembelajaran instruksi langsung dalam meningkatkan kemampuan literasi budaya dan kewargaan siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan design tipe control group dengan menggunakan pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data kemampuan literasi budaya dan kewargaan dalam penelitian ini menggunakan tes berupa soal pilihan ganda  yang dikembangkan sesuai indikator literasi budaya dan kewargaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas menggunakan Kolmogorov-smirnov, uji homogenitas menggunakan uji F untuk menguji homogenitas dua sampel kemudian uji hipotesis berupa uji independent sampel t-test. Hasil analisis data menggunakan uji independent sampel t-test memperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0.001 ≤ 0,05, jika nilai signifikansi (P≤0,05) maka data memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran berbasis permainan dan kelas yang menggunakan model pembelajaran instruksi langsung. Hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan HO ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan antara model pembelajaran berbasis permainan dan model pembelajaran instruksi langsung dalam meningkatkan kemampuan literasi budaya dan kewargaan peserta didik kelas V SDN 5 Mataram tahun pelajaran 2023/2024.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Muatan Pelajaran IPA Kelas IV di SDN 20 Ampenan Wahdah, Nurul; Widiada, I Ketut; Hasnawati, Hasnawati
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8820

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampan yang harus dimiliki peserta didik di abad ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan media animasi terhadap kemampuan berpikir kritis pada muatan pelajaran IPA kelas IV di SDN 20 Ampenan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Subjek dalam penelitian adalah semua peserta didik kelas IV A dan IV B yang jumlah keseluruhanya terdiri dari 45 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh model problem based learning berbantuan media animasi terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV di SDN 20 Ampenan. Hal ini terlihat dari nilai posttest kelas eksperimen sebesar 74,43 sedangan nilai posttest kelas kontrol sebesar 71,41. Serta pengujian hipotesis bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena (2,145) > (1,682). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui penggunaan model problem based learning berbantuan media animasi.
Pengembangan Media Video Animasi Sasambo Berorientasi Pada Pemahaman Literasi Budaya Peserta Didik Angraini, Febri; Asrin; Fauzi, Asri; Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi SASAMBO yang berorientasi pada pemahaman literasi budaya peserta didik berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan produk. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yaitu analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Penelitian ini dilakukan di SDN Gugus VI Cakranegara yaitu SDN 18 dan 35 Cakranegara yang berjumlah masing-masing 8 dan 17 siswa dengan menggunakan instrumen lembar validasi ahli media dan materi untuk uji validitas yang dilakukan sebelum tahap uji coba, angket penilaian guru dan peserta didik untuk uji kepraktisan, dan tes pemahaman literasi budaya untuk uji keefektifan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil uji coba dievaluasi hingga menemukan kesimpulan tingkat kelayakan produk. Persentase tingkat kevalidan media pada penelitian ini diperoleh 86% dan persentase tingkat kevalidan materi 97,2%. Kemudian persentase kepraktisan media mencapai 91,79% pada uji coba kelompok kecil dan 93,75% pada uji coba kelompok besar serta 95% berdasarkan penilaian guru. Selanjutnya hasil tes pemahaman literasi budaya dalam uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata nilai 85 dengan persentase ketuntasan 100% dan uji coba kelompok besar 78,17 dengan persentase ketuntasan 76,4%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan media video animasi SASAMBO yang berorientasi pada pemahaman literasi budaya peserta didik terbukti valid, praktis dan efektif.
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri Tentang Peristiwa Alam Terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek Siswa Aeni, Rima Hidayatul; Zain, Moh. Irawan; Sobri, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8833

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang timbul selama proses pembelajaran menulis di kelas, khususnya pelajaran menulis cerita pendek pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini mengupayakan adanya peningkatan terhadap aktivitas belajar dan keterampilan menulis cerita pendek siswa dengan menerapkan bantuan menggunakan media gambar berseri tentang peristiwa alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran menulis cerita pendek siswa dengan menerapkan bantuan media gambar peristiwa alam. Jenis penelitian yang di gunakan adalah quasi eksperimen dengan menggunakan metode kuantitatif dan model penelitian yang di gunakan adalah One-Group Pretest-posttest Design. Teknik pengumpulan data  yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Teknik Analisis data yang di gunakan yakni Uji Prasyarat terdiri dari uji normalitas dan juga uji homogenitas,lalu dilakukan juga uji Hipotesis terdiri dari Uji Koefesien Determinasi dan juga uji Anova. Hasil penelitian menujukkan bahwa media gambar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan siswa dalam menulis cerpen pada Sekolah Dasar Negeri Penambong Lombok Tengah, yang di mana dapat dilihat dari nilai uji t yaitu memilki nilai  t-hitung sebesar 8,304 dengan derajat bebas (n-1) = 13, > t tabel 2,160, selain itu dapat dilihat juga dari nilai signifikanya 0,000 < alfa 5% maka artinya Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa  ada pengaruh penggunaan media gambar terhadap keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Penambong Lombok Tengah.
Efektivitas Metode Storytelling (Bercerita) Terhadap Ketremapilan Berbicara Siswa Auwlya, Fhadila; Nisa, Khairun; Fauzi, Asri
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran storytelling (bercerita) terhadap keterampilan berbicara siswa kelas II SDN 28 Cakranegara. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SDN 28 Cakranegara yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh yaitu seluruh jumlah populasi dijadikan sampel.  Pengumpulan data dilakukan menggunakan` lembar observasi dan unjuk kerja berupa tes lisan. Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data keterlaksanaan metode pembelajaran storytelling (bercerita)  sedangkan tes unjuk kerja digunakan untuk mengumpulkan data keterampilan berbicara. Data hasil tes keterampilan berbicara dikumpulkan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif yaitu uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas dan statistik inferensial (uji-t). Pengujian hipotesis diperoleh nilai pengujian two sides sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil analisis data yang juga diperoleh t-hitung = 5,807 dan t-tabel= 1,67155 sehingga t-hitung > t-tabel. Selain itu dari uji effect size diperoleh hasil sebesar 1,50 yang menunjukkan interpretasi effect size tergolong sangat besar. Hasil obeservasi keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan ke-1 sebesar 89,47% dan pada pertemuan ke-2 sebesar 94,73% dan pada pertemuan ke-3 sebesar 100% yang berarti keterlaksanaan pembelajaran sudah dilakukan sangat baik. Hal ini berarti metode storytelling (bercerita) memiliki tingkat efektif yang sangat besar terhadap keterampilan berbicara siswa kelas II SDN 28 Cakranegara.
A Effectiveness of PjBL-STEM on Based Chemistry E-Modules on Chemical Reaction Material on the Learning Outcomes of Phase E Students Nadia, Nadia Afrianti; Yerimadesi, Yerimadesi
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8849

Abstract

This research focused on analyzing effectiveness of the PjBL-STEM based on Chemistry E-module on the topic of chemical reactions on the learning outcomes of SMAN 4 Padang E stage students. The type of research used fell into the category of quasi-experimental research and used design of a non-equivalent control group design. Population consisted of students from Class X E stage, and the sampling was done using the purposive sampling method. Class XE4 was selected as the experimental group, and Class XE3 was selected as the control group. The research instrument included tests to measure learning outcomes, and its validity, reliability, difficulty index, and uniqueness were validated. The data were statistically analyzed using test of n-gain, normallity, homogeneity, and hypothesis. Due to the normal distribution and homogeneity of the data, hypothesis testing was performed using t-test. Based on the data obtained, n-gain value of the experimental group was 0.73, which was classified as high, while the n-gain value of the control group was 0.66, which was classified as medium. The results of the hypothesis test showed that the Sig value (2-tailed) was less than 0.05, resulting in the rejection of H0 and the acceptance of H1. This indicates that the students of learning outcomes who were instruct chemical reaction materials using PjBL-STEM based chemical electronics module were significantly higher than those of students who didn’t use the electronics module in the E phase of SMAN 4 Padang. In conclusion, the use of the PjBL-STEM based chemical electronics module on chemical reaction materials can effectively improve students' learning outcomes.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel ditinjau dari Gaya Belajar pada Siswa kelas VIII MTs Putri NW Narmada Nurhadiani, Rina; Soeprianto, Harry; Azmi, Syahrul; Turmuzi, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Putri NW Narmada ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan instrumen yang digunakan berupa angket gaya belajar siswa, soal tes kemampuan pemecahan masalah matematika materi sistem persamaan linier dua variabel, dan pedoman wawancara. Hasil pengisian angket gaya belajar dari 46 orang siswa yang mengisi angket dengan rincian 13 orang dengan gaya belajar visual, 18 orang dengan gaya belajar auditorial, 9 orang dengan gaya belajar kinestetik, 3 orang dengan gaya belajar visual-auditorial, dan 3 orang dengan gaya belajar auditorial-kinestetik. Kemudian seluruh siswa kelas VIII B dan kelas VIII C diberikan 2 soal tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Subjek yang diambil dari setiap gaya belajar adalah masing-masing 2 orang yang kemudian dilakukan wawancara untuk mengetahui lebih mendalam hasil tes soal yang telah dikerjakan. Berdasarkan hasil penelitian yaitu siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dari siswa dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik pada tiap tahap pemecahan masalah. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan penguasaan tinggi, siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan penguasaan sedang, dan siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki kemampuan penguasaan rendah. Siswa gaya belajar visual dan kinestetik mampu melalui semua tahap pemecahan masalah menurut Polya, sedangkan siswa dengan gaya belajar auditorial hanya mampu melalui tahap memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian, namun belum mampu melalui tahap membuat rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh.