cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,523 Documents
SOSIALISASI PEMILIHAN PERALATAN MAKAN DAN MINUM BERBAHAN MELAMIN YANG AMAN DI POSYANDU LANSIA KETINTANG SURABAYA Surahmaida Surahmaida; Mercyska Suryandari; Meyke Herina Syafitri; Ninik Mas Ulfa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9424

Abstract

Peralatan makan dan minum dari melamin banyak digunakan di berbagai kalangan masyarakat karena tidak mudah pecah, awet, harganya terjangkau dan umumnya memiliki desain dengan warna dan motif yang menarik. Namun, peralatan makan minum bermelamin dianggap berpotensi membahayakan kesehatan. Hal ini dikarenakan masyarakat cenderung memilih peralatan makan minum yang harganya murah tanpa memperhatikan label keamanan produk dan perawatan penggunaan produk. Adanya kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengertian melamin, keunggulan produk peralatan makan dan minum bermelamin, bahaya melamin bagi tubuh, pentingnya membaca kode produk dan tips aman penggunaan peralatan makan bermelamin. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini agar masyarakat memahami dan mulai menerapkan budaya teliti sebelum membeli dan menggunakan produk peralatan makan dan minum dari bahan melamin yang benar sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN LAYANG-LAYANG BERLAMPU Muhammad Sulthan; Septiawan Ardiputra; Muhammad Yusri AR
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9453

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk kepada pengrajin layang-layang di Desa Pamboborang Kecamatan Banggae Kabupaten Majene sehingga produk kerajinan masyarakat memiliki daya saing yang tinggi. Adapun metode kegiatan pengabdian masyarakat mempunyai beberapa tahapan yaitu melakukan wawancara kepada pelaku usaha layang-layang guna menemukan permasalahan dan solusi yang ditawarkan, melakukan inovasi produk sebagai pengayaan produk berupa design unik gambar layang-layang dan penyerahan bantuan produk serta kelengkapan aksesoris dan perakitan lampu layang-layang. Layang-layang sebelum adanya inovasi produk hanya menggunakan satu macam gambar yaitu gambar burung, setelah adanya inovasi produk lebih bervariatif yakni menggunakan tokoh-tokoh kartun selain itu layang-layangpun tidak hanya diterbangkan di siang hari namun juga di malam hari dengan aksesoris rakitan lampu. Inovasi produk bertujuan untuk menghasilkan produk yang lebih variatif dan menarik bagi konsumen khususnya kalangan anak-anak, dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas sehingga tentunya menarik bagi wisatawan. Dan hal ini berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
PENGEMBANGAN NILAI EKONOMI TIKAR PANDAN MENJADI B-CRAFT MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA KEPENUHAN BARAT KECAMATAN KEPENUHAN Ramses Hutagaol; Agung Setiawan; Safrudin Safrudin; Sri Wahyudi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9545

Abstract

Di Desa Kepenuhan Barat terdapat banyak warga masyarakat yang mata pencarianya menghasilkan tikar dengan bahan baku dari Daun Pandan dan Daun Rumbai. Selain Daun Panda di Daerah ini banyak juga ditemukan Daun Rumbai yang karakteristiknya hampir mirip dan sama tinkat ketahanannya lebih bagus dari daun pandan. Selama ini masyarakat Desa Kepenuhan Barat hanya memanfaatkan daun pandan menjadi anyaman tikar. Dari hal tersebut menginovasi hasil ayaman daun pandan dan Rumbai menjadi B-Craft yang mempuanyai nilai jual dari tikar yang seharga Rp.120.000. Menjdi Karya Inovatif sandal,tas, alas kaki, tempat tissue, dan miniatur bagunan dengan kiraran harga Rp.170.000. maka pemberian pelatihan dan pendampingan membantu ibu-ibu lebih produktif dan meningkatkan perekonomian keluarga
PELATIHAN PEMBUATAN HERBARIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP Tri Andri Setiawan; Siti Kurniasih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9546

Abstract

Guru SMP IPA di Bumi Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran bukan dari latar belakang Pendidikan Biologi, namun harus mengajarkan materi tentang Biologi. Oleh karena itu dalam mengajar Biologi para guru sering menemui kendala, yaitu tidak trampil dalam praktikum dan kesulitan mendapatkan bahan yang sesuai. Sasaran dari pengabdian adalah guru-guru IPA SMP 17.1 Margomulyo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran. Tujuan pengadian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pembuatan herbarium dengan memberikan teori dan praktikum kepada guru IPA di sekolah. Guru matapelajaran IPA diampu dengan latar belakang Pendidikan Fisika sehingga dalam pelaksanaan Praktikum Biologi guru belum bisa secara maksimal melaksanakan kepada siswa. Kegiatan dilakukan dengan empat tahap yaitu ceramah, diskusi, praktik, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan herbarium sebagai media pembelajaran IPA, banyak sekali hal positif yang bisa bermanfaat dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan herbarium ini dapat menjadikan kegiatan praktikum secara mandiri yang lebih efisien dan efektif karena dapat memudahkan siswa dalam belajar tentang ciri-ciri umum morfologi tumbuhan dan lebih adaptable bagi siswa. Hal ini dapat menjadi solusi bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasaranan media pembelajaran pada laboraturium IPA.
PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS SAINTIFIK BAGI GURU IPA DI SULAWESI SELATAN Yusminah Hala; Sitti Saenab; Arifah Novia arifin; Nani Kurnia; Andi Rahmat Saleh
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9547

Abstract

Kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang tepat akan berdampak pada kualitas pembelajaran. Salah satunya kemampuan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis saintifik, akan tetapi pada kenyataannya di beberapa sekolah di Sulawesi Selatan belum mampu mengembangkan perangkat pembelajaran sendiri. Pengabdian ini dimaksudkan melatih guru IPA mengembangankan perangkat pembelajaran IPA berbasis saintifik. Pelatihan ini dilaksanakan selama 4 minggu melalui tiga tahap yaitu: tahap pertama pengenalan dalam bentuk presentase yang diikuti dengan penugasan, tahap kedua konsultasi hasil kerja guru dan saran perbaikan, serta tahap ketiga adalah presentasi masing-masing guru terkait dengan hasil perbaikannya tahap keempat adalah evaluasi. luaran pengabdian ini yaitu perangkat pembelajaran biologi berbasis saintifik. Hasil menunjukkan bahwa peserta dapat mengembangkan perangkat berupa rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja peserta didik dengan baik. Respons peserta terhadap pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik yang dilaksanakan pada umumnya sangat baik. Dari segi tingkat kepuasan mereka mengikuti pelatihan, sebanyak 60% merasa sangat puas atau sebanyak 9 orang menyatakan sangat puas dan 6 orang yang menyatakan puas (40%). Meskipun demikian pelaksanaan pelatihan ini tidak sepenuhnya sempurna, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi jika pelatihan serupa dilaksanakan kembali, dari pelatihan ini pula terungkap bahwa kemampuan guru-guru untuk merumuskan indikator pencapaian kompetensi masih kurang, masih banyak merumuskan indikator pencapaian kompetensi yang tidak disesuaikan dengan model pembelajaran. Untuk itu pelatihan yang disarankan untuk diadakan berikutnya adalah pengembangan perangkat berbasis model pembelajaran.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INOVATIF BERMUATAN KARAKTER LOKAL TERINTEGRASI TPACK BAGI GURU SD INPRES KAMPUNG BARU Salman Alparis Sormin; Rudolfus Ruma Bay; Dharma Gyta Sari Harahap; Muktamar Umakapa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9548

Abstract

Perkembangan teknologi telah merambah ke berbagai sector kehidupan tidak dapat dipungkiri teknologi juga merubah cara belajar dan cara mengajar. Salah satu persoalan di Papua saat ini adalah rendahnya kualitas sumber daya manusianya khususnya Orang Asli Papua, hal tersebut tidak terlepas dari mutu pembelajaran yang dilakukan oleh para tenaga pendidik. Sehingga melalui pelatihan pengembangan pembelajaran inovatif terintegrasi teknologi sangat penting dilakukan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Metode pelatihan yang dilaksanakan oleh TIM adalah pelatihan dan pendampingan terhadap guru-guru di SD Inpres Kampung Baru, yang meliputi pelatihan secara tatap muka, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran dan monitoring terhadap hasil pengembangan para guru. Sebelum pelatihan peserta diberikan angket untuk mengetahui pengetahuan awal guru terkait pembelajaran inovatif terintegrasi teknologi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh gambaran bahwa 23 % guru memiliki pengetahuan “Baik”, 40 % guru kategori “Cukup”, dan 30 % kategori “Kurang”. Selanjutnya diberikan pelatihan selama 4 (empat) hari secara tatap muka. Setelah pendampingan berakhir, diberikan angket terkait pembelajaran inovatif dan peroleh hasil 45 % kategori “Baik”, 30 % kategori “Cukup” dan sebesar 20 % kategori “Kurang”. Artinya setelah dilakukan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan guru terkait pembelajaran inovatif terintegrasi teknologi dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan pelatihan guru di SD Inpres Kampung Baru, sebelum dilakukan pelatihan guru-guru kurang memahami pentingnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Kemudian setelah dilaksanakan pelatihan, para guru mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
DESA CENDEKIA SEBAGAI PROGRAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI MASYARAKAT DESA RANTAU PURI Feri Tiona Pasaribu; Wandi Saputra; Putri Lovia Agustinawati; Nisaul Afifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9549

Abstract

Literasi merupakan seperangkat keterampilan individu, mulai dari kemampuan baca-tulis, hitung-hitungan, berpikir kritis, menyimak, mendengarkan, menghayati, berkomunikasi, hingga memecahkan masalah. Indonesia sendiri berada di posisi ke-62 dari total 70 negara jika ditinjau dari kemampuan anak di bidang literasi numerasi, sains, dan daya baca berdasarkan studi PISA (2019). Masalah yang begitu tampak terjadi pada masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan karena minimnya fasilitas berupa pojok atau saung sebagai tempat pembelajaran literasi. Dalam hal ini, Desa Rantau Puri menjadi desa sasaran tim PPK Ormawa Imatika yang teridentifikasi masalah perihal rendahnya kemampuan literasi warganya setelah dilakukan penelitian di lapangan. Desa Rantau Puri terletak di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Statistik kependudukan (2021) menunjukkan penduduk desa ini berjumlah 1.567 jiwa. Adapun bukti yang menunjukkan permasalahan kemampuan literasi masyarakat Desa Rantau Puri diperkuat dari hasil observasi dan wawancara yang disertai penyebaran angket ke beberapa sampel warga sejumlah 50 orang responden dari berbagai kalangan. Detailnya menampilkan bahwa nilai uji kemampuan literasi yang diperoleh masyarakat Desa Rantau Puri, baik itu baca-tulis, numerasi, finansila, budaya, digital, dan sains masih berada di bawah angka 30%. Setali tiga uang, permasalahan yang sama juga terjadi pada anak-anak sekolah Desa Rantau Puri, yakni fenomena penurunan kemampuan literasi baca-tulis dan numerasi peserta didik SDN No. 17/I Rantau Puri dan MDTA Najatussa’adah akhir-akhir ini berdasarkan nilai akademis. Berdasarkan problematika yang ada akhirnya diusung program pemberdayaan Desa Cendekia melalui kegiatan-kegiatan seperti pembangunan pojok-pojok literasi, koperasi siswa wirausaha, galeri budaya, cendekiawan mengajar, dan berbagai lokakarya sebagai sarana pengembangan kemampuan literasi masyarakat Desa Rantau Puri.
PENGABDIAN PADA MASYARAKAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN TERKAIT MAKNA DALAM BUDAYA JAWA PADA FALSAFAH HIDUP UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN 5.0 Sawitri Sawitri; Pujiyana Pujiyana; Yuli Widaningsih; Nurpeni Priyatiningsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9552

Abstract

Kondisi zaman sudah semakin bergeser, Budaya semakin terpinggirkan. Manusia Jawa yang mengaku orang Jawa lebih cinta pada Budaya kebaharuan atau modern. Hal ini yang membuat keprihatinan di kalangan pelestari Budaya. Masyarakat Jawa yang mendalami Budaya akan belajar makna untuk kehidupan yang sesuai dengan aturan orang Jawa. Pendalaman makna dapat diapresiasikan pada falsafah hidup masyarakat Jawa, (Koenjaraningrat). Pada pribadi Jawa tidak sekedar dimengerti akan tetapi dilakukan dan dijalankan. Permadani sebuah wadah Budaya yang memberikan pengetahuan untuk para masyarakat yang mencari ilmu terkait Budaya. Pengabdi memberikan materi dengan bentuk paparan PPT dan bentuk makalah sejumlah 50 peserta dari masyarakat Sukoharjo. Peserta terdiri laki – laki dan perempuan dari berbagai kalangan guru, perangkat desa, Dinas perumahan, dinas pendidikan bahkan para karyawan wiraswasta.Awal pre test yang paham falsafah Jawa Cuma 5 orang setelah pengabdian dan materi diberikan terbanding terbalik yang tidak paham hanya 6 orang yang lainnya dapat menguasai materi. Falsafah dapat memberikan arahan untuk hidup di jalan Jawa, sikap tepa selira, saling menghormati, menghargai, pan papan dan manunggaling kawula gusti selalu mengingat pada Allah.
BERSAMA MENCIPTAKAN BUDAYA PILAH SAMPAH DI KABUPATEN TAKALAR Andi Faridah Arsal; Syamsiah Syamsiah; A. Mushawwir Taiyeb; Rosdiana Ngitung; Muliana G. H
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9566

Abstract

Pengelolaan sampah yang benar sangat mempengaruhi kualitas lingkungan. Lingkungan yang bersih dan asri sangat ditentukan dari kemampuan pengelolaan sampah oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat berperan penting dalam konsep pengelolaan sampah yang benar. Pengelolaan sampah yang benar oleh masyarakat sebagai indikator terbentuknya suatu budaya positif diantaranya budaya pilah sampah. Masalahnya adalah budaya pilah sampah belum terbentuk karena kurangnya pengetahuan membedakan jenis-jenis sampah. Alasan kedua adalah karena kurangnya kesadaran dan kepedulian untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian alam. Solusi yang diberikan adalah memberikan pelatihan dan motivasi. Pelatihan yang diberikan dengan metode penyampaian materi, demonstrasi dan diskusi.. Materi pelatihan berupa pengetahuan perbedaan antara sampah organik dan sampah anorganik. Demonstrasi yang dilakukan dengan memperlihatkan contoh masing-masing jenis sampah dalam pengelompokannya. Materi motivasi berupa penyadaran tentang level-level kehidupan sesuai pemahaman dan perilaku yang telah terbiasa dilakukan. Manfaat pelatihan ini peserta memperoleh tambahan pengetahuan tentang jenis-jenis sampah, mampu memahami perbedaannya dan dorongan untuk melakukan pilah sampah secara sadar.
SOSIALISASI PEMBUATAN INSTRUMEN TES MENGGUNAKAN APLIKASI WONDERSHARE QUIZ CREATOR DI SEKOLAH DASAR Rani Farida Sinaga; Golda Novatrasio Sauduran; Lolyta Damora Simbolon; Lasma Siagian; Elisabeth Margareta; Martua Reynhat Sitanggang; Monalisa Frince S; Erni Kusrni Sitinjak
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9695

Abstract

Salah satu pemanfaatan teknologi didalam bidang pendidikan yakni pada kegiatan evaluasi tes yaitu membuat intrumen penilaian. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan penyusunan instrument tes menggunakan aplikasi wondershare quiz creator di SD Negeri 122380 Pematang Siantar bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru terkait berbagai jenis aplikasi yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran termasuk saat evaluasi menjadi lebih praktis, efektif dan menarik. Selain itu penyusunan instrumen tes berbasis aplikasi ini bertujuan agar pelaksanaan kegiatan asesmen tes semakin efektif, efisien dan menarik. Kagiatan sosialisasi dan pendampingan ini juga diharapkan agar guru mampu menyusun instrument tes menggunakan aplikasi wondershare quiz creator dan dapat diterapkan dalam pegiatan pembelajaran. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh dari umpan balik peserta pelatihan yang menunjukkan pemahaman tentang aplikasi wondershare quiz creator serta kemampuan untuk menyusun instrument tes menggunakan wondershare quiz creator .

Page 66 of 553 | Total Record : 5523