cover
Contact Name
Nasib Tua Lumban Gaol
Contact Email
nasib.t.lumbangaol@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
junssihotang@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Christian Humaniora
ISSN : 25986317     EISSN : 25991965     DOI : 10.46965
Jurnal Christian Humaniora Jurnal Christian Humaniora (JCH) merupakan salah satu media publikasi yang menghimpun karya ilmiah berkaitan dengan ilmu sosial humaniora yang berbasiskan kekristenan. JCH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam satu tahun, JCH menerbitkan 10 artikel pada masing-masing terbitan di bulan Mei dan November. Scope Pendidikan Agama Kristen, Sosiologi Kristen, Manajemen Pendidikan Kristen, Musik Gerejawi, Filsafat Kristen, Psikologi Kristen, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen.
Articles 179 Documents
Belajar Dari Banjir Bandang Parapat: Melihat Kembali Perjanjian Dengan Ciptaan (Sebuah Tafsir Sosiologi-Ekologi Kejadian 9:8-17 Allah, Alam, Manusia) Siregar, David Petrus
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2367

Abstract

Konfrensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia di Stockholm (Deklarasi Stockholm) pada Juni 1972 menunjukan sebuah panggilan pembaharuan dalam memperhatikan alam. Melalui pembaharuan ini lapisan masyarakat dunia mulai sadar akan setiap ancaman dari kerusakan lingkungan bagi keberlangsungan hidup seluruh ekosistem dunia (ada sebuah kebenaran yang baru tersingkap atau mungkin hal ini telah diketahui). Tulisan ini akan berfokus pada penggalian dan meneliti literatur/kepustakaan yang ada dan tidak melakukan penelitian lapangan. Kajian ini diawali dengan fenomena yang terjadi mengenai kedudukan antara Allah, manusia, serta alam. Hubungan ini membawa kepada sebuah tanda perjanjian dan tekad Allah bahwa tidak ada lagi kehidupan yang akan dihanyutkan dan dihabiskkan oleh Air Bah (Kej. 9:11). Memperhatikan di Kej. 8:21 bahwa tekad Tuhan ini berasal dari hati-Nya untuk tidak membinasakan bumi seperti yang telah Ia lakukan, kekuatan dari tekad Tuhan ini menggambarkan pembangunan hubungan kembali Allah, alam, dan manusia. Kisah ini menjadi sebuah rujukan penulis anonim deutro Yesaya (Yes 40-55).
Jokowi’s Speech on the 78th Indonesian Independence Day: A Critical Discourse Analysis Butar Butar, Mei Lastri E.F.
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2357

Abstract

This study aims to analyze Jokowi’s speech on the 78th Indonesian Independence Day using the critical discourse analysis model developed by Norman Fairclough. A qualitative research design was employed in the conduct of this study. The data for this study were comprised of Jokowi’s speech on 78th Indonesia Independence Day. The analysis of Jokowi’s Independence Day speech employs linguistic choices, including pronouns for authority and community-building.. Discourse markers, English loanwords, and repetition enhance coherence and emphasis. Figurative language engages the audience emotionally and imaginatively. The discourse practice analysis reveals the speech's strategic delivery during a pivotal national event, emphasizing leadership, unity, economic growth, social development, and civil discourse. The social analysis uncovers insights into Indonesia's priorities through the inclusion of local culture, the political context, and the promotion of economic diversification and cultural heritage preservation. Jokowi deftly balances his authority as president with the importance of unity and public trust..
Adaptasi Konseling Teologis di Era Digital Herman, Samuel; Mulyadi, Jeremy
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2298

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, konseling teologis menghadapi transformasi signifikan dalam hal komunikasi dan interaksi. Penelitian "Adaptasi Konseling Teologis dalam Era Digital" membahas urgensi untuk mengintegrasikan teknologi sebagai alat pendukung, bukan pengganti, dalam memberikan dukungan emosional, spiritual, dan mental kepada individu. Tantangan utama meliputi perlunya mengelola privasi dan keamanan data klien dalam lingkungan konseling teologis online, sambil mempertimbangkan kesenjangan aksesibilitas teknologi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi adaptasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan memberikan panduan praktis bagi konselor dalam mempertahankan esensi pelayanan konseling teologis dalam menghadapi perubahan zaman yang cepat dan kompleks.
Aku Membaptis Kamu Dengan Air Upaya Menafsir Matius 3:1-11 (Baptisan Yohanes) Melalui Perspektif Baptis Batak Sibarani, Daniel Parsaoran
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2378

Abstract

Adegan baptis yang dilakukan oleh Yohanes merupakan sebuah kisah yang menggugah pembaca akan makna esensial akan ritual ini ketika dilakukan. Pemahaman akan ritual baptisan akan semakin terpahami terutama ketika kita mencoba membaca melalui perspektif baptis batak, dimana bagi tradisi batak sendiri air dan praktek baptis bukanlah barang yang baru tetapi merupakan sebuah ritual esensial atas pembersihan diri. Air yang digunakan oleh Yohanes pembaptis bukanlah air sembarangan namun sebuah air yang mengandung roh dan mana kehidupan yang membersihkan segala kekotoran termasuk dosa, demikian juga figur Yohanes sebagai seorang pimpinan ritual memberikan sebuah pemahaman bahwa dia diberikan mandat oleh Allah untuk membersihkan dosa dari yang dibaptis. 
Peranan Agama-Agama dalam Upaya Menciptakan Perdamaian Malingkas, Melky
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2387

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah memahami konsep perdamaian dalam konteks agama-agama di Indonesia dan upaya-upaya menciptakan suatu kondisi yang penuh dengan perdamaian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedamaian dapat diciptakan dalam realitas perbedaan melalui ajaran agama-agama. Kedamaian merupakan cita-cita dari semua agama. Upaya yang dilakukan untuk menciptakan perdamaian adalah pendidikan perdamaian di sekolah formal, agama sebagai lembaga pengajar kedamaian, dan dialog menjadi solusi perdamaian. Kesimpulan yang dapat diberikan adalah setiap agama hendaknya terus berjuang mengajarkan nilai-nilai kedamaian kepada umat.
Pola Asuh Orang Tua dan Keteladanan Guru PAK dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Laguboti Napitupulu, Purnama
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Asuh Orang tua dan Keteladanan Guru PAK dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Laguboti, Metode penelitian dalam penulisan ini adalah metode pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini akan digali secara wawancara tentang Pola Asuh Orang tua dan Keteladanan Guru PAK dalam Pembentukan Karakter. Dari hasil penelitian pola asuh dalam dalam Pembentukan Karakter Siswa ialah 1) Keterlibatan orangtua  melibatkan anak mengambil keputusaan, 2) Melaksanakan doa secara berganti-gantian kepada anak dalam memimpin doa, 3) Mempertimbangkan saran anak, ketika keluarga dalam mengahadapi permasalahan. 4) Antusias memberikan kebebasan berpendapat kepada anak. 5) Menerapkan sikap adil dalam keluarga dengan tidak berpihak kepada siapapun, 6) Senantiasa jujur dengan memberikan hak-hak kepada siswa dengan adil, 7) Memberikan contoh kepada anak-anak, 8) Mengawasi pertemanan anak, tanpa membuat mereka merasa terkekang. Hasil penelitian keteladanan guru Pendidikan Agama Kristen  dalam pembentukan karakter siswa ialah 1) Mendidik, mengajar, melatih, memimpin, memotivasi, membimbing, 2) Membawa siswa untuk menyerahkan hidupnya di pimpin oleh Yesus Kristus sesuai dengan firman Tuhan dalam Galatia 5:22-23, 3) Menjadi teladan bagi semua orang khususnya dalam lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat serta dalam lingkungan gereja. 4) Memberikan ilmu pengetahuan tentang agama Kristen yang berdasarkan Alkitab, berpusat pada Yesus Kristus, dan bergantung pada Roh Kudus kepada peserta didik dalam kegiatan belajar- mengajar, 5) Melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pekerjaan Tuhan, 6) Menghadirkan damai bagi peserta didik dalam komunitas yang majemuk demi memperkuat nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang majemuk, 7) Membangun kasih sayang sesama, dalam perkataan dan perbuatan, 8) Menahan kesabaran atas kenakalah peserta didik, dimulai dengan strategi dengan menggunakan pendekatan hati.
Teknik Mengajarkan Alat Musik Keyboard dalam Mengiringi Lagu Ibadah di Gereja Pada Kursusan Celvi Musik Tarutung Nadeak, Rowilson
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2358

Abstract

Dalam tata ibadah di gereja, musik mempunyai peranan yang sangat penting dan memiliki tempat khusus dalam kedudukannya. Musik sangat berkaitan dengan berjalannya liturgis gereja, berkaitan erat dengan keahlian pemain musik dalam memainkan alat musik pengiring. Alat musik yang digunakan dalam pelayanan ibadah minggu, pada awalnya berawal dari alat musik orgel, kemudian berkembang menjadi piano. Gereja-gereja tua yang ada di Indonesia pada umumnya, dulunya menggunakan organ sebagai alat musik pengiring dalam tata ibadah minggu. Sejalan dengan berkembangnya zaman, keberadaan alat musik organ,lambat laun tersingkirkan dengan alat musik yang lebih modern lagi yaitu keyboard. Alat musik keyboard yang memiliki banyak sekali style / gaya musik yang mempengaruhi perubahan alat musik yang digunakan. Banyaknya antusias masyarakat yang ingin turut serta dalam kegiatan pelayanan dalam rumah ibadah, memicu semangat orangtua untuk memberikan pengetahuan bermain alat musik khususnya keyboard dalam memainkan lagu-lagu ibadah di gereja. Oleh karena itu, penulis mengangkat penelitian yang berjudul Tehnik mengajarkan alat musik keyboard dalam mengiringi lagu ibadah di Gereja pada kursusan Celvi Music Tarutung.
Mayoritarianisme dan Kekeliruan Demokrasi Indonesia: Kritik Terhadap Praktik Politik Identitas Keagamaan dalam Pemilihan Umum Kumowal, Joshua Frans; Lattu, Izak Y. M.; Supratikno, Agus
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i1.2446

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkritisi praktik politik identitas keagamaan oleh para kandidat dalam Pemilu Indonesia. Peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus kolektif. Hasil penelitian, ditemukan bahwa terjadinya praktik politik identitas keagamaan dalam Pemilu Indonesia disebabkan oleh kecenderungan masyarakat berpolitik sarat dengan pertimbangan agama. Selain itu, praktik politik identitas keagamaan oleh mayoritas memiliki korelasi dengan mayoritarianisme. Penentuan kebijakan berbasis jumlah, seperti yang ada dalam Pemilu, dapat menghasilkan interseksi hingga berpotensi terciptanya pergeseran filosofi politik – dari demokrasi menuju mayoritarianisme. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan teori-teori yang relevan dalam penelitian ini, yaitu kolaborasi konsep public reason dari John Rawls dan wertrational dari Max Weber, konsep politik identitas dari Francis Fukuyama, konsep mayoritarianisme dari Izak Y. M. Lattu, dan konsep demokrasi dari Aristoteles. Kesimpulannya, meminjam istilah Tan Malaka, kecenderungan logika mistika dalam berpolitik di masyarakat perlu dimoderasi melaluisosialisasi dan edukasi untuk mereduksi praktik politik identitas  keagamaan di Indonesia. Selain itu, mempertimbangkan potensi agama dalam memberikan kontribusi yang positif, klaim kebenaran kelompok keagamaan dalam agenda politik perlu diterjemahkan secara epistemik sehingga tidak bersifat eksklusif.
Pandangan Kristen dan Islam Tentang Injil Hondo, Wantri; Sihombing, Warseto Freddy; Antonius, Seri; Sitompul, Sabar Rudi
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.1631

Abstract

AbstrakBagi orang Kristen, Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah merupakan bagian Perjanjian Baru dari Alkitab yang membahas tentang sejarah Yesus dari kelahiran-Nya sampai kematian dan kebangkitan dan kenaikkan-Nya. Adanya Pemberitaan Injil dalam ayat Al-Qur'an, memuat wawasan bagi Islam bahwa Kitab Suci itu benar dan kepada Nabi Isa diturunkan sebagai kitab petunjuk, merupakan sumber ajaran Kristen pada masa itu sampai wahyu. Ayat-ayat  Kitab Suci yang memuat pengetahuan yang memberikan wawasan buat Islam bagi para ulama, tentang sikap mereka terhadap Kitab Suci, apakah mereka masih menganut dan mempercayai Kitab Suci tersebut. Dapat juga dipergunakan untuk mengklarifikasi fakta bahwa Alkitab sudah menjadi kitab Kristen yang sudah mereka anggap benar. Mungkinkah Alkitab sesuai  apa dipahami Al-Quran. Satu-satunya Kitab menurut Al-Quran diyakini diturunkan Allah SWT yaitu Injil. Menurut kepercayaan umat Islam bahwa Injil ini diturunkan  Allah SWT  pada Nabi Isa as sebagai teladan dan ajaran bagi ahli-ahli kitab, umat Yahudi dan umat Nasrani pada saat itu. Hakikat dogma yang ada dalam Kitab Suci adalah tauhid, yaitu dogma untuk mengesahkan Allah SWT. Umat Islam memahami dan percaya bahwa Alkitab itu benar, hanya satu dan diwahyukan kepada Yesus sebagai yang utus Allah SWT. Kata Injil dalam Al-Quran disebutkan dua belas kali dan terkandung pada enam surat, yaitu Surat Imran 3:3, 48, 50, 65; QS.Al-Hadid 57:27; Al-Maidah 5:46, 47, 66, 68, 110; QS. Al-A'raf 7:157; QS. Al-Fath 48:29; QS. Al-Taubah 9:111.Kata kunci: Kristen, Islam, Injil.
Desain Kurikulum Pemuda Berdasarkan Problem Centered Curriculum Design Dalam Meningkatkan Kesadaran Tentang Bahaya Seks Bebas Sinaga, Rut Yesika; Tumengkol, Really Pelita; Lubis, Menti Riani
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2074

Abstract

Masa muda adalah masa keemasan, di mana semangat yang membara, kekuatan fisik yang mendukung adalah ciri khas dari seorang pemuda. Namun pada kenyataannya, banyak pemuda yang tidak bisa menahan godaan untuk terus berbuat sesuai keinginan daging, seperti seks bebas. Di sisi lain, orangtua dan pendidik juga menganggap bahwa pendidikan seks adalah sebuah hal yang memalukan, sehingga enggan untuk mengajarkanya. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang kurikulum dalam meningkatkan kesadaran pemuda Kristen tentang bahaya seks bebas dan bagaimana seharusnya seksual yang benar menurut Alkitab dengan menggunakan desain kurikulum berpusat pada masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah terciptanya sebuah kurikulum pemuda dalam rangka meningkatkan kesadaran pemuda tentang bahaya seks dan bagaimana hidup dalam kekudusan seksual dengan menggunakan desain kurikulum berpusat pada masalah (Problem Centered Curriculum Design).