cover
Contact Name
ACEP RONI HAMDANI
Contact Email
acepronihamdani2@gmail.com
Phone
+6285223970654
Journal Mail Official
acepronihamdani2@gmail.com
Editorial Address
Jl. Marsinu No.5, Dangdeur, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang
ISSN : 2614722X     EISSN : 24775673     DOI : https://doi.org/10.36989/didaktik
Core Subject : Education,
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang adalah salah satu jurnal yang dterbitkan oleh STKIP Subang, jurnal ini mempunyai bidang cakupan yaitu Penelitian Pendidikan. Terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahunnya. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang melalui proses review oleh dua reviewer sesuai bidang keahlianya. Jurnal didaktik telah terindex oleh Google Sholar dan ROAD. Adapun P-ISSN dari Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang yaitu 2477-5673, serta E-ISSN dari Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang yaitu 2614-722X. Website jurnal yang digunakan yaitu https://jurnalstkipsubang.ac.id dengan versi OJS ke 2.0, kemudian dirubah domain dan hosting ke alamat https://journal.stkipsubang.ac.id dengan versi OJS 3.0, sehingga kebanyak histori dan jumlah kunjungan berada pada domain https://jurnalstkipsubang.ac.id, namun dikarenakan ada masalah integrasi dari yang lama ke yang baru, sehingga kami menggunakan versi OJS 3.0 di domain baru. Dan menggunakan quicksubmit di OJS yang baru.
Articles 7,304 Documents
Pacaran Dampak pacaran generasi Z terhadap kesehatan mental: Dampak pacaran generasi Z sy_husin_sgil saggaf_family
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6114

Abstract

Pacaran merupakan salah satu fase penting dalam perkembangan psikososial remaja dan dewasa muda, termasuk Generasi Z yang hidup di era digital dengan dinamika sosial yang kompleks. Hubungan asmara pada generasi ini tidak hanya menjadi sarana eksplorasi identitas dan pembentukan kedewasaan emosional, tetapi juga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis secara signifikan. Artikel ini mengkaji secara konseptual dampak pacaran terhadap kesehatan mental Generasi Z dengan menyoroti sisi positif seperti peningkatan rasa percaya diri, dukungan emosional, dan perkembangan empati. Namun, di sisi lain, pacaran juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti kecemasan berlebih, rasa cemburu yang ekstrem, overthinking, tekanan emosional, gangguan tidur, hingga depresi akibat konflik, toxic relationship, atau putus cinta. Fenomena seperti kecanduan pasangan, ketergantungan emosional, dan penggunaan media sosial yang memicu perbandingan sosial juga memperburuk kondisi psikologis individu. Faktor-faktor yang turut memengaruhi dampak tersebut meliputi usia, intensitas hubungan, gaya keterikatan emosional, dukungan sosial, serta paparan terhadap budaya populer di media digital. Dengan pendekatan studi pustaka, tulisan ini bertujuan memberikan kontribusi teoritis bagi akademisi, masukan praktis bagi konselor atau psikolog, serta edukasi bagi masyarakat umum dalam menciptakan relasi yang sehat dan kondusif bagi kesehatan mental generasi muda.
Fatigue of Caring: Strategi Remaja dalam Menghadapi Kelelahan Emosional sebagai Tempat Curhat Orang Lain: Studi Perpustakaan Yusnia Laeli; Khodijah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6115

Abstract

Emotional exhaustion in adolescents who become a place to confide in their social environment is a phenomenon that is increasingly widespread but rarely understood seriously. Adolescents who act as primary listeners are often seen as strong, mature, and empathetic individuals. However, behind this role, there is a hidden psychological burden in the form of chronic emotional exhaustion, which arises from the repeated absorption of negative emotions from others without a space capable of transmitting or processing them. This study aims to describe the forms of emotional exhaustion experienced by adolescents in this regard and to examine strategies that can be used to maintain their mental health position. Based on a review of psychological theory and previous research findings, it was found that caring exhaustion in adolescents is often manifested in the form of mental exhaustion, decreased empathy, feelings of emptiness, and social burnout. Among them, coping strategies include practicing self-compassion, regulating emotions with others, building healthy relationships, and creating a safe space to manage emotions. This suggests that uncontrolled empathy may be a double-edged sword for adolescents, so there must be a balance between social and personal relationships. It is hoped that the results of this study can generate discussions about the importance of emotional literacy and mental strength in adolescent social relationships, especially for those of us who consistently treat everyone.
Peran Orang Tua, Faktor Risiko, dan Strategi Intervensi Keterlambatan Bicara pada Anak Usia Dini: Studi Literatur vadya syafa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6118

Abstract

Keterlambatan bicara (speech delay) merupakan gangguan perkembangan yang umum terjadi pada anak usia dini, dengan prevalensi global sekitar 15% dan 5–8% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua dalam stimulasi bahasa, mengidentifikasi faktor risiko multidimensi (biologis, lingkungan, dan sosio-kultural), serta mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis keluarga. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA dengan analisis 20 artikel terpilih dari Google Scholar, DOAJ, dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi responsif orang tua, pola asuh demokratis, dan pendampingan dalam penggunaan media digital signifikan meningkatkan perkembangan bahasa anak. Faktor risiko utama meliputi jenis kelamin laki-laki, kelahiran prematur, paparan gadget berlebihan, serta mitos budaya yang menunda intervensi. Intervensi berbasis keluarga seperti program Hanen dan pendekatan berbasis budaya (e.g., lagu daerah) terbukti efektif, terutama di daerah dengan akses terbatas ke terapi wicara. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan orang tua sebagai agen utama, dengan mempertimbangkan konteks sosio-kultural untuk optimalisasi hasil. Implikasi kebijakan mencakup edukasi orang tua, peningkatan akses layanan, dan pengembangan program intervensi yang berkelanjutan.
POLA PERILAKU MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA TANAH LONGSOR Zamalludin Sembiring , Rosari Br Sianturi, Refy Restika, Putri Hajarusy Syar’I, Cheisya Anastasya
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6119

Abstract

Landslide disaster is a serious threat that can damage property and threaten lives. This study aims to understand community behavior in reducing landslide risk in vulnerable areas, using qualitative methods such as interviews and observations. The results show that community awareness of landslide risk is still low, despite local initiatives such as training and socialization. Several factors that influence community behavior are knowledge about disasters, personal experiences, and support from the government and non-governmental organizations. Community involvement in mitigation programs increases their sense of ownership and responsibility for the environment.
PENTINGNTA MODUL PEMBELAJARAN IPS BERBABASIS MODEL EXAMPLE NON EXAMPLE DI SEKOLAH DASAR Feby Kurniawan; Firman; Desyandri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 08 No 02, Desember 2022
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v8i2.612

Abstract

Education is a person's process of developing an education system. In the learning process, the media has a function as a means of communication and must be used in every learning process. The purpose of writing this article is to inform about the importance of the Example non Example model-based social studies learning module in elementary schools, the benefits it generates especially in the development of cognitive abilities and the various ways that can be done in carrying out learning using Example non Example based Modules. The writing of this article uses a literature review approach using secondary data obtained from various research data. The results of the study found that in general the media used were learning modules because they were considered easier to use. Through the Example Non Example Model-based learning module students will find it easier to access everything related to learning material and will become a source of independent learning for students. Thus, the Example non Example-based learning module will be able to develop students' cognitive abilities to the fullest, especially in elementary school age students. Keywords: Development, Module, Example non-Example.
STRATEGI PENGGUNAAN PERTANYAAN DASAR DAN LANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DI SEKOLAH DASAR Annisa Taqiya Annisa; Dinda Aulia Rahmah Samoes, Gita Rizky Amelia; Gita Rizky Amelia, Irene Riana Khairunnisa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6120

Abstract

Kemampuan mengajar merupakan elemen penting dalam menjamin keberhasilan proses pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar. Salah satu keterampilan kunci yang memiliki pengaruh signifikan adalah teknik mengajukan pertanyaan, terutama dalam penggunaan pertanyaan dasar dan lanjutan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemanfaatan kedua jenis pertanyaan tersebut guna meningkatkan kompetensi mengajar guru melalui metode studi pustaka. Hasil analisis literatur mengungkapkan bahwa pertanyaan dasar berguna untuk mengevaluasi pemahaman awal siswa, sedangkan pertanyaan lanjutan membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Penggunaan keduanya secara seimbang berpotensi memperkuat interaksi antara guru dan siswa, memperdalam pemahaman materi, serta meningkatkan mutu proses pembelajaran. Meski demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan seperti kurangnya kompetensi guru, keterbatasan waktu, dan minimnya dukungan dari institusi pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan profesional yang berkelanjutan serta dukungan kelembagaan agar guru mampu menyusun dan menyampaikan pertanyaan secara strategis. Penelitian ini menegaskan bahwa keterampilan bertanya bukan semata alat penilaian, melainkan juga sarana pedagogis yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan bermakna.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri 060912 Medan Denai T.A 2024/2025: Penelitian Tindakan Kelas Ayu Servilita br Sembiring; Marah Doly Nasution; Sri Suharni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6122

Abstract

This study aims to improve learning outcomes in Science and Social Science (IPAS) subjects through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model among fifth-grade students at SD Negeri 060912 Medan Denai in the 2024/2025 academic year. The research method used was Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection stages. The results indicated that the PBL model effectively enhanced students’ learning outcomes. In the pretest, only 3 students (12.5%) met the minimum passing criteria. After applying the PBL model in the first cycle, the number increased to 9 students (37.5%), and in the second cycle to 21 students (87.5%). Student learning activities and teacher performance also showed significant improvements. Therefore, the Problem Based Learning model is proven to be an effective alternative for improving students’ IPAS learning outcomes.
MENINGKATKAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA: MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Faznuhal; Dewi Yulianawati; Nurlidah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6124

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa pada pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu: mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dan menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan berbicara peserta didik kelas V di SDN 1 Pasalakan. Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini ialah guru dan siswa kelas V SDN 1 Pasalakan. Data yang digunakan berupa kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi penerapan model pembelajaran Role Playing terhadap hasil tes keterampilan berbicara siswa kelas V pada siklus I dalam skala deskriptif terkategorikan Kurang (D) sebanyak 19 siswa dengan persentase 54,29%, kategori Cukup (C) sebanyak 11 siswa dengan persentase 28,57%, kategori Baik (B) sebanyak 6 siswa dengan persentase 17,14%, sedangkan kategori Sangat Baik (A) sebanyak 0 siswa dengan persentase KKTP sebanyak 16 siswa dengan persentase 45,72% dalam kategori tuntas dan 19 siswa dengan persentase 54,28% dalam kategori tidak tuntas. Sedangkan hasil tes keterampilan berbicara siswa kelas V pada siklus II dalam skala deskriptif terkategorikan Kurang (D) sebanyak 12 siswa dengan persentase 34,28%, kategori Cukup (C) sebanyak 15 siswa dengan persentase 42,86%, kategori Baik (B) sebanyak 8 siswa dengan persentase 22,86%, sedangkan kategori Sangat Baik (A) sebanyak 0 siswa dengan persentase KKTP sebanyak 23 siswa dengan persentase 77,14% dalam kategori tuntas dan 12 siswa dengan persentase 22,86% dalam kategori tidak tuntas. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model Role Playing dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SDN 1 Pasalakan tahun ajaran 2024/2025.
The Penerapan Metode Pembelajaran (Outdoor) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V UPT SD Negeri 10 Batang Kabupaten Jeneponto Nur Afit Azizah Basri; Irmawati Thahir , Nasir
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6125

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan metode pembelajaran Outdoor dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di UPT SD Negeri 10 Batang Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode pembelajaran Outdoor pada siswa kelas V UPT SD Negeri 10 Batang Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( Class Action) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan. Prosedur penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi ( pengamatan) dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V UPT SD Negeri 10 Batang Kabupaten Jeneponto sebanyak 17 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama yang tuntas secara individual dari 17 siswa hanya 9 siswa atau 52.94% yang memenuhi kreteria ketuntasan minimal (KKM) atau berada pada katagori rendah. Secara klasikal belum terpenuhi karena nilai rata-rata diperoleh sebesar 68.94%. Sedangkan pada siklus II terdapat 14 siswa atau 82.35% dari 17 siswa yang telah memenuhi KKM dan secara klasikal sudah terpenuhi yaitu nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 80.25% atau berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Hasil Belajar Siswa Kelas V UPT SD Negeri 10 Batang Kabupaten Jeneponto melalui penerapan metode pembelajaran Outdoor mengalami peningkatan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TATA SURYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DI KELAS VI SDN 067259 KEC MEDAN JOHOR: Penelitian Tindakan Kelas Ayu Servilita br Sembiring; Rumiris Lumban Gaol
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6126

Abstract

This study is a Classroom Action Research (CAR) aimed at improving student learning outcomes on the topic of the solar system through the implementation of the Quantum Teaching learning model in Grade VI at SDN 067259, Medan Johor District. The background of this research is the low student learning outcomes on the solar system material, caused by the lack of variety in teaching methods and limited student engagement during the learning process. The research was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects were 30 sixth-grade students. Data collection techniques included tests, observations, interviews, and documentation. The results showed an increase in student learning outcomes from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, the percentage of students who achieved mastery learning was 66.67%, which increased to 86.67% in Cycle II. In addition, student engagement in the learning process also improved. Thus, the implementation of the Quantum Teaching model proved effective in enhancing student learning outcomes on the topic of the solar system.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 02, Juni 2026 Produce Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Produce Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025. Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Order Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Press Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Proccess Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Build Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress. Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024 Vol. 10 No. 03 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024 Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024 In Press Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No. 01 Maret 2024 Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 2 Juni 2024 in Press Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023 Vol. 9 No. 5 (2023): Volume 09 No. 05 Desember 2023 Vol. 9 No. 3 (2023): Volume 09 No. 03 Juli 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 09 No 01, Maret 2023 Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 08 No 02, Desember 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Volume 8 Nomor 01, Juni 2022 Vol. 7 No. 02 (2021): Volume 07, Nomor 02, Desember 2021 Vol. 7 No. 01 (2021): Volume 07, Nomor 01, Juni 2021 Vol. 6 No. 2 (2020): Volume 6, Nomor 2, Desember 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Volume 6, Nomor 1, Juni 2020 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol. 5 No. 2 Desember 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol. 5 No. 1 Juni 2019 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol. 4, No. 2 Desember 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol. 4, No. 1, Juni 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3, No. 1 Desember 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): Vol. 2 No. 2 Juni 2017 Vol. 2 No. 1 (2016): Vol 2, No. 1, Desember 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): Vol. 1 No. 2, Juni 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): Vol. 1, No. 1, Desember 2015 More Issue