cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl.Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
TheJournalish: Social and Government
ISSN : -     EISSN : 27225402     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Thejournalish: Social and Government bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau ide konseptual, tinjauan literatur dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan. Ketentuan penerbitan manuskrip tidak pernah dipublikasikan atau tidak diajukan di jurnal lain, manuskrip yang berasal dari nasional dan internasional. Jurnal TheJournalish sudah ber ISSN: 2722-5402 (media online). Selanjutnya Thejournalish: Social and Government dikelola oleh CV The Journal Publishing. TheJournalish juga bekerjsama dengan Community of Government Observer (CGO) Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya UIGM. Thejournalish: Social and Government berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang sosial dan bidang pemerintah. Adapun ruang lingkup sebagai berikut: SOCIAL: Bidang Kebijakan Sosial, Kesejahteraan Sosial, Kemiskinan, Bencana Alam dan Sosial, CSR, Inovasi Sosial, Pemberdayaan Sosial, dan Lingkup ilmu yang terkait lainnya. GOVERNMENT: Governance, Politics Government, E-Government, Pemerintahan Daerah, Pemerintahan Desa, Governability, Kepemimpinan Strategis dan Inovatif, dan Lingkup ilmu yang terkait. Thejournalish: Social and Government menerbitkan 4 kali dalam setahun yang dimulai dari edisi bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Setiap naskah yang dikirim ke Jurnal The
Articles 257 Documents
PERAN WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) SEBAGAI INSTRUMEN DALAM MENANGANI PANDEMI COVID-19 BAGI AMERIKA SERIKAT Nadila Safira; Kresnawati , Megahnanda Alidyan
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 3 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i3.983

Abstract

Penelitian ini akan menganalisisn peran World Health Organization (WHO) sebagai instrumen selama Covid-19 bagi Amerika Serikat. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang memungkinkan penelusuran secara mendalam terhadap dinamika hubungan antara negara dan organisasi internasional di tengah krisis global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WHO tidak sepenuhnya netral sebagai aktor global, melainkan rentan terhadap instrumentalisasi oleh negara-negara donor utama seperti Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi subjek penelitian karena Amerika Serikat adalah negara dengan kematian Covid-19 tertinggi di dunia, namun terdapat fenomena menarik, bahwa Amerika Serikat menarik diri dari WHO saat Covid-19 terjadi. Penarikan Amerika Serikat oleh Trump di WHO menjadikan organisasi tersebut Instrumen politik, karena Amerika Serikat memanfaatkan posisi strategis WHO untuk menekan Tiongkok terkait transparansi asal-usul virus, serta untuk memperkuat pengaruhnya dalam tata kelola kesehatan global. Melalui ancaman penghentian dana dan usulan reformasi terhadap mekanisme International Health Regulations (IHR) dan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), Amerika Serikat berupaya membentuk ulang tata kelola kesehatan global sesuai dengan kepentingan strategisnya. Studi ini menyimpulkan bahwa relasi antara WHO dan Amerika Serikat selama pandemi mencerminkan interaksi kompleks antara idealisme multilateral dan kepentingan politik negara-negara besar dalam arena kesehatan global.
PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Dewi Kamariani, Baiq; Jumaah, Siti Hidayatul; Ridwan, Asrifia
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 3 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i3.1009

Abstract

Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi pariwisata yang sangat kaya dan beragam. Namun, perkembangan pariwisatanya masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti infrastruktur, aksesibilitas, kualitas layanan wisata, serta tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal di tengah meningkatnya arus wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara lebih mendalam potensi dan tantangan pembangunan pariwisata di Kabupaten Lombok Timur, serta merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang berorientasi pada keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi tematik, dan penarikan kesimpulan secara induktif dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari keindahan alam, budaya, dan sejarah. Namun, dibalik potensi tersebut, tersimpan berbagai tantangan, meliputi keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas menuju destinasi potensial, tekanan terhadap lingkungan berupa alih fungsi lahan, meningkatnya volume sampah, dan kerusakan ekosistem akibat aktivitas wisata. Pergeseran nilai budaya lokal ketika budaya global yang dibawa wisatawan juga turut menjadi tantangan. Dari aspek kolaborasi, baik antara pemerintah, swasta dan masyarakat lokal diketahui belum intensif. Oleh karena itu kedepannya perlu diadakan kolaborasi yang lebih intensif hal ini akan mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus melestarikan warisan budaya.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Minat Generasi Muda Bekerja di Sektor Publik Amalia, Yusrina; Nur Wulandari, Diah Novita; Miswanto; Biyanto, Frasto; Siregar, Baldric
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 3 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i3.1024

Abstract

Minat generasi muda untuk bekerja di sektor publik cenderung menurun, padahal regenerasi aparatur sangat bergantung pada partisipasi mereka. Kajian ini bertujuan menguji pengaruh employer branding, lingkungan kerja, dan etos kerja terhadap minat generasi muda bekerja di sektor publik. Analisis ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 137 responden. Analisis dilakukan dengan regresi linear berganda pada aplikasi SPSS. Hasil menyimpulkan bahwa employer branding, lingkungan kerja, dan etos kerja berpengaruh positif signifikan terhadap minat generasi muda bekerja di sektor publik. Temuan ini mendukung kerangka Theory of Planned Behavior dan Social Identity Theory dalam menjelaskan keputusan karier generasi muda. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi instansi pemerintah dalam membangun citra kerja yang menarik dan lingkungan yang sesuai dengan nilai generasi muda.
TRADISI RUWATAN RAMBUT GEMBEL DI DIENG KULON KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA PROVINSI JAWA TENGAH Albizzia, Oktarina; Safitri, Wulan
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 3 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i3.1029

Abstract

Tradisi ruwatan rambut gembel merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Jawa yang masih dilestarikan hingga saat ini, khususnya di wilayah Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tradisi ini dipercaya sebagai upacara sakral untuk melepaskan aura negatif atau malapetaka yang melekat pada anak berambut gembel, sekaligus menjadi identitas sosial dan spiritual masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial, prosesi, serta manifestasi pelestarian tradisi ruwatan rambut gembel, serta keterkaitannya dengan pengembangan pariwisata budaya melalui Dieng Culture Festival (DCF). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berambut gembel dipandang memiliki status sosial khusus di masyarakat Dieng, sehingga prosesi ruwatan tidak dapat dilakukan sembarangan, melainkan harus melalui tata cara tertentu dengan pemenuhan syarat yang diajukan oleh anak. Prosesi ruwatan dilaksanakan secara mandiri dalam lingkup keluarga maupun secara massal dalam agenda DCF yang kini menjadi ikon budaya sekaligus daya tarik wisata. Pelestarian tradisi ini tidak hanya menjaga kearifan lokal dan identitas budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui transformasi mata pencaharian dari sektor pertanian ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, tradisi ruwatan rambut gembel menjadi wujud nyata integrasi antara pelestarian budaya, spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KECAMATAN LASUSUA KABUPATEN KOLAKA UTARA Ahsan, Habibie; AB, Fitrawati; Deluma, Ridwan
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 4 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i4.923

Abstract

Kemajuan teknologi memaksa kita untuk terus berkembang dan berinovasi agar dapat bertahan hidup dan beradaptasi dengan keadaan sekarang. UMKM sebagai sumber pendapatan yang sangat mudah untuk dijalankan membutuhkan kemajuan teknologi untuk terus bertahan dan mampu bersaing dengan UMKM lainnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: penggunaan media sosial terbukti memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Media sosial menjadi alat pemasaran yang efektif dengan memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta mengatasi berbagai tantangan dalam promosi yang sebelumnya sulit dihadapi. Hal ini tercermin dalam peningkatan pendapatan UMKM, baik dalam hal volume penjualan maupun keuntungan. Walaupun pelaku UMKM menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya pemahaman tentang penggunaan media sosial, keterbatasan waktu, dan masalah jaringan, faktor pendukung berupa kemudahan penggunaan berbagai fitur media sosial memberikan dampak positif yang besar. Media sosial yang mudah diakses dan digunakan memungkinkan pelaku UMKM untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan dan memasarkan produk secara lebih efisien. Secara keseluruhan, UMKM di Kecamatan Lasusua memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran terbukti efektif dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Meskipun tantangan dalam penggunaannya masih ada, dengan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan media sosial, UMKM di Kecamatan Lasusua memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Efektivitas Program Desa Mandiri Pangan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa di Kecamatan Baros Kabupaten Serang Fatmawati, Siti Euis; Sutisna, Agus; Setiabudi, Tardi; Wulansari, Ratu Diah; Sanen; Aziz, Anggie Fauzan; Cahyono, Habib; Assayid, Wandi S
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 3 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i3.1033

Abstract

Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan akses pangan di wilayah pedesaan. Namun, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya sosialisasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, pelatihan yang belum menjangkau seluruh klaster, serta pendampingan yang kurang aktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan kuantitatif komparatif. Lokasi studi mencakup Desa Panyirapan dan Desa Sidamukti, masing-masing melibatkan 30 responden. Analisis menggunakan teori efektivitas Duncan, dengan indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil menunjukkan efektivitas program sebesar 70,55% di Panyirapan dan 75,12% di Sidamukti. Meskipun berdampak positif, terdapat hambatan seperti ketidaksesuaian fasilitas, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia yang belum optimal. Banyak anggota kelompok menjadikan pertanian sebagai pekerjaan sampingan. Penulis merekomendasikan peningkatan sosialisasi, pendampingan aktif, serta penguatan infrastruktur desa agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI PROGRAM TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN DESA BERBASIS INKLUSI SOSIAL DI KABUPATEN MAGELANG Mahendra, Gerry Katon; Saharuddin, Erni; Nindiasari, Avininda Dewi
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 4 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i4.905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Kabupaten Magelang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi. Menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III, yang mencakup empat variabel utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, yang berfokus pada tiga perpustakaan desa, yaitu Perpusdes Ngablak, Sedayu, dan Kadiluwih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan secara langsung, meskipun minim pemanfaatan teknologi digital, tetapi mampu menjangkau masyarakat dan membangun partisipasi yang cukup baik. Dalam aspek sumber daya, keterlibatan masyarakat dan dukungan dari pemerintah desa berkontribusi terhadap keberlangsungan program, namun terdapat kendala pada keterbatasan SDM dan dana operasional. Dari sisi disposisi, dukungan dan komitmen pemerintah desa terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan keberlanjutan program, walaupun hal tersebut tidak merata di lokasi penelitian. Sementara itu, struktur birokrasi di ketiga Perpusdes belum berjalan optimal, yang berdampak pada efektivitas pengelolaan dan pengembangan program. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan struktur organisasi, regenerasi pengurus, peningkatan kapasitas SDM, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung implementasi program perpustakaan berbasis inklusi sosial
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA DI KABUPATEN KOLAKA UTARA Marsiah; Congge, Umar; AB, Fitrawati
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 4 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i4.924

Abstract

Implementasi kebijakan bantuan langsung tunai dana desa di Kabupaten Kolaka Utara, yaitu mengimplementasikan kebijakan bantuan langsung tunai di Kabupaten Kolaka Utara, dari pengimplementasian itu desa di Kabupaten Kolaka Utara mengurangi angka kemiskinan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan bantuan langsung tunai dana desa di Kabupaten Kolaka Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) orang yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan program yang dilakukan oleh pemerintah berupa BLT DD di Kabupaten Kolaka Utara dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik karena sesuai dengan ketetapan yang berlaku. (2) Pesyaratan untuk penerima BLT DD sudah berjalan dengan baik karena persyaratan ditetapkan berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku. (3) Penyaluran program BLT DD sudah berjalan dengan baik karena proses distribusi penyalurannya tunai dan melibatkan berbagai pihak, seperti BPD, Forkopinda (TNI & POLRI), dan masyarakat itu sendiri. (4) Pengawasan program BLT DD sudah berjalan dengan baik, karena setiap penerima BLT DD harus menandatangani bukti terima yang dicatat dalam dokumentasi desa, dan pengawasan bukan hanya oleh pemerintah desa tetapi juga melibatkan BPD, TNI/POLRI, pendamping desa, dan masyarakat itu sendiri. (5) Evaluasi program BLT DD sudah berjalan baik, karena BLT Dana Desa diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan meskipun hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan konsumtif saja tidak mengalokasikannya untuk kegiatan yang lebih produktif. Jadi secara keselurahan implementasi kebijakan bantuan langsung tunai dana desa di Kabupaten Kolaka Utara sudah berjalan dengan “Baik”.
STUDI TENTANG FAKTOR DETERMINAN KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KOLAKA UTARA Aminuddin; Congge, Umar; Congge, Hermansyah
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 4 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i4.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kinerja pegawai pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara kemudian dianalisis menggunakan tipologi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kolaka Utara ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, baik yang berasal dari dalam organisasi maupun faktor eksternal. Kompetensi pegawai dan pemahaman yang baik terhadap tugas pokok menjadi dasar penting dalam kinerja individu. Sementara itu, kepemimpinan yang efektif memberikan arahan yang jelas dan motivasi yang diperlukan untuk meningkatkan semangat kerja pegawai. Kerja tim yang solid memungkinkan pegawai untuk saling mendukung, berbagi pengetahuan, dan mengatasi tantangan bersama. Selain itu, sistem yang baik dan kedisiplinan pegawai menciptakan lingkungan kerja yang terorganisir dan efisien. Faktor situasional yang mendukung juga berperan dalam menciptakan atmosfer kerja yang positif, yang mendorong pegawai untuk bekerja lebih produktif dan efektif, sehingga berkontribusi pada peningkatan kinerja secara keseluruhan. Namun, faktor penghambat utama kinerja pegawai di Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kolaka Utara adalah tingkat kedisiplinan pegawai. Di sisi lain, faktor pendukung kinerja pegawai meliputi: adanya aturan yang jelas, peran sentral pemimpin dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta sarana yang memadai seperti ruang kerja yang nyaman, fasilitas komputer dan jaringan internet, ruang ibadah, kamar mandi/wc, dan peralatan lainnya yang cukup. Semua ini mempermudah pegawai dalam menyelesaikan tugas administratif dan operasional mereka dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, kerja tim yang baik menciptakan sinergi antar pegawai, mempercepat pencapaian tujuan organisasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kolaborasi yang efektif antar anggota tim juga berkontribusi dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan efisiensi kerja secara keseluruhan.
AKUNTABILITAS PELAYANAN PUBLIK DI SATUAN PENDIDIKAN FORMAL DAN NON-FORMAL PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN KOLAKA UTARA Uhriani; Nurdin, Mochamat; Nurdin, Hermansyah
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 4 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i4.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai akuntabilitas kinerja, biaya, dan produk pelayanan publik di satuan pendidikan formal dan non-formal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif Mixed Methods, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan dalam penelitian ini sebanyak 11 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi langsung, pengisian kuisioner, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Indikator akuntabilitas kinerja pelayanan dapat disimpulkan bahwa mayoritas atau sebesar 85,8% responden setuju bahwa akuntabilitas kinerja pelayanan publik di satuan pendidikan formal dan non-formal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara sudah “Sesuai”. (2) Indikator akuntabilitas biaya pelayanan dapat disimpulkan bahwa mayoritas atau sebesar 89,5% responden setuju bahwa akuntabilitas biaya pelayanan publik di satuan pendidikan formal dan non-formal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara sudah “Sesuai”. (3) Indikator akuntabiltas produk pelayanan dapat disimpulkan bahwa mayoritas atau sebesar 87,6% responden setuju bahwa akuntabilitas produk pelayanan publik di satuan pendidikan formal dan non-formal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara sudah “Sesuai”. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, Akuntabilitas Pelayanan Publik di Satuan Pendidikan Formal dan Non-Formal Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara sudah “Sesuai” Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Utara Nomor 2 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara dengan tingkat kesesuaian sebesar 87,6%.