cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6282277137173
Journal Mail Official
jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190 Surat Elektronik : jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27164861     EISSN : 27163997     DOI : https://doi.org/10.46576/rjpkm
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 958 Documents
PROGRAM EDUKASI K3 PADA GURU DI SURAKARTA UNTUK MENCEGAH KELELAHAN MATA Fajariani, Ratna; Qadrijati, Isna; Sumardiyono, Sumardiyono; Wardani, Tyas Lilia; Rinawati, Seviana; Atmojo, Tutug Bolet
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2604

Abstract

Saat ini, pekerjaan seorang guru sangat erat dengan penggunaan perangkat gadget, seperti komputer, laptop atau handphone sebagai alat utama dalam bekerja karena tuntutan pembelajaran dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Intensitas penggunaan gadget pada guru semakin meningkat sejak munculnya pandemi Covid-19 memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan guru dalam mengakses teknologi untuk pembelajaran yang lebih kreatif. Namun, kondisi tersebut juga berisiko untuk menimbulkan kelelahan mata berupa mata terasa perih dan kering, hingga sakit kepala. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan kelelahan mata pada guru melalui program edukasi ini. Sasaran pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu para guru MTsN 1 Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode pemberian edukasi berupa seminar online dan pendampingan pembuatan buku panduan penggunaan gadget yang aman. Kegiatan pengabdian dilakukan secara daring dan luring. Analisis kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian soal pre-test dan post-test pengetahuan para guru pada saat edukasi dengan menggunakan google form. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan menggunakan kuisioner diperoleh sebanyak 88,8% responden mengalami peningkatan skor setelah mengikuti kegiatan seminar online pencegahan kelelahan mata. Selain itu, hasil rekapan jawaban responden menunjukkan adanya peningkatan rerata persentase responden yang menjawab benar sebesar 32,2% setelah diberikan materi. Sehingga, kegiatan seminar sudah efektif, dapat meningkatkan pengetahuan peserta terhadap materi yang disampaikan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kelelahan mata antara lain: pembiasaan perilaku penggunaan gadget secara benar, melakukan istirahat mata dengan menerapkan kaidah 20-20-20 atau segera beristirahat sejenak jika mata sudah mulai lelah, mengatur tampilan layar gadget, dan intensitas pencahayaan ruangan yang memadai.
DIGITAL MARKETING PRODUK STICK JAGUNG MELALUI WEBSITE PADA DESA KAYANGAN Agustina, Fitria Ika; Juhartini, Juhartini; Wika Utari, Baiq Ishariaty
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3054

Abstract

Kata Kayangan diambil dari nama sebuah lokasi tanah adat yang berbentuk sebuah bukit kecil yang memiliki ketinggian sekitar 80 meter. Jagung merupakan salah satu komoditas yang tumbuh subur di dusun Empak Mayong Desa Kayangan. Pada pelatihan ini ada dua jenis kegiatan yang di lakukan, pertama pelatihan pengolahan jagung manis menjadi stick jagung dan yang kedua pelatihan digital marketing untuk pemasarannya. Pada pelatihan pemasaran selain mengajarkan tentang strategi pemasaran secara digital, tim PkM juga membuatkan sebuah webstie penjualan sederhana yang dapat dioperasikan oleh para anggota kelompok untuk memasarkan produk stick jagung yang di hasilkan dari pelatihan produksi. Dalam website tersebut terdapat menu untuk menambahkan data produk dan menu untuk mengolah data transaksi pemesanan. Dengan pemasaran digital/digital marketing diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan volume penjualan produk stick jagung. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi diketahui sebanyak 93,66% anggota kelompok wanita tani telah mampu membuat camilan stick jagung. Pemahaman dan keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat dalam pengolahan/pembuatan stick jagung sangat memuaskan sedangkan kwalitas produk yang dihasilkan berhasil dengan baik atau maksimal, pemahaman serta keterampilan dalam pengelolaan website penjualan juga cukup memuaskan
PENGENALAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK SISWA DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Baihaqi, Wiga Maulana; Sulistiyana, Fatma; Fadholi, Azhar
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v2i1.876

Abstract

Linkedin merilis hard skill dan soft skill yang sangat dibutuhkan pada tahun 2020 atau di era revolusi industri 4.0. Di antara hard skill tersebut terdapat Artificial Intelligence (AI) berada di posisi 4, AI merupakan suatu keterampilan yang menjadi otak di era revolusi industri 4.0. Pada kegiatan ini kami hanya berfokus pada kebutuhan keterampilan hard skill. Untuk mendapatkan keterampilan baik hard skill maupun soft skill dapat dilakukan dengan mengikuti Pendidikan formal, kursus online atau offline, seminar dan workshop. Siswa yang siap untuk masuk dunia kerja adalah lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), akan tetapi kurikulum yang ditawarkan kepada siswa SMK tidak mengarah atau tidak berkembang sesuai dengan teknologi atau industri. Kurikulum atau ketrampilan yang ditawarkan masih sama seperti sebelum berkembangnya teknologi/khususnya di bidang komputer, keterampilan yang ditawarkan hanya tingkatan dasar, seharusnya seperti RPL dapat mengarahkan ketrampilannya semisal membuat system cerdas, sehingga mendekati keterampilan yang dibutuhkan seperti AI. Melalui kegiatan Amikom Mitra Masyarakat (AMM), kami mengadakan kegiatan seminar dan workshop secara daring yang bekerja sama dengan damar.in yang bertujuan untuk mengenalkan Artificial Intelligence. Metode Training of Trainer (TOT) digunakan dalam kegiatan webinar ini, peserta akan mendapatkan ilmu teori dan praktik. Peserta yang mengikuti webinar dari awal hingga akhir mencapai 31 siswa. Hasil evaluasi yang dilakukan setelah webinar didapatkan bahwa peserta menyatakan bahwa kegiatan webinar sangat bermanfaat, menjadi paham kebutuhan skill yang diperlukan untuk menghadapi dunia kerja, mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru, dan memahami pentingnya ilmu Artificial Intelligence di era saat ini.
PENGGUNAAN TEH SERAI JAHE SEBAGAI PENAMBAH DAYA TAHAN TUBUH MENGGUNAKAN DAUN STEVIA SEBAGAI PEMANIS ALAMI Suhesti, Iin; Kustini, Henny; Antari, Ester Dwi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v2i2.1155

Abstract

Desa Wisata Kampung Nglurah beralamatkan di Dusun Nglurah, Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Di desa wisata kampung Nglurah relatif aman dan tentram, namun ada konflik yang sampai hari ini terjadi yaitu adanya pandemi virus corona yang menyerang sistem pernafasan dan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh seseorang melemah. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuan untuk melindungi tubuh juga berkurang, sehingga patogen, termasuk virus dapat tumbuh dan berkembang dalam tubuh, dari itu perlu adanya upaya untuk menaikkan daya tahan tubuh dengan cara mengkonsumsi obat-obatan, berolahraga, ataupun dengan suplementasi makanan. Suplementasi bahan makanan alam yang mengandung imunostimulan salah satunya adalah serai dan jahe. Serai mengandung dua senyawa utama yang memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi yaitu citral dan geranial. Sedangkan jahe mengandung gingerol yang dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan antioksidan dapat memperkuat kekebalan tubuh. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang penggunaan teh serai jahe sebagai penambah daya tahan tubuh menggunakan daun stevia sebagai pemanis alami ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penggunaan tanaman obat yang berada di lingkungan sekitar khususnya serai, jahe dan daun stevia. Harapannya masyarakat dapat memahami manfaat dari tanaman tersebut seperti serai dan jahe sebagai penambah daya tahan tubuh dan daun stevia sebagai pemanis alami yang aman untuk penderita diabetes. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, demonstrasi dan pelatihan, serta dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Guyub, Rukun, Dusun Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar dan diikuti oleh 30 orang peserta dari anggota Pokdarwis Sewu Kembang. Peserta sangat antusias dalam memperhatikan materi yang disampaikan dan dalam bertanya. Kegiatan ini menghasilkan produk teh celup serai jahe stevia yang didaftarkan HKI dan artikel ilmiah yang diterbitkan di Jurnal Nasional
MENINGKATKAN CITRA BUAH KESEMEK MENJADI BUAH LAYAK SUPERMARKET Pasla, Peter R Y; Taneo, Stefanus Y M; Kunjaya, Chatif; Wicaksono, Soetam Rizky
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1605

Abstract

Buah kesemek memiliki kandungan gizi yang tinggi serta kaya akan vitamin dan zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan.  Rasa buah kesemek yang matang sebenarnya manis sekali, lebih manis dari apel, namun buah ini getahnya terasa lengket dan sangat mengganggu di mulut. Untuk menetralkan getah kesemek, para petani memeramnya di dalam air kapur selama beberapa hari. Ketika diangkat dari air kapur, sisa kapur mengering di kulit buah membuat kesemek nampak seperti dilapisi bedak putih. Karena bedaknya itu, kesemek terkesan kotor sehingga dijual dengan harga murah di pasar tradisional.   Program ini bertujuan meningkatkan citra buah kesemek menjadi buah layak supermarket dengan cara menghapuskan kesan kotor buah kesemek karena penggunaan kapur.  Dengan menggunakan gas CO2 sebagai ganti air kapur dihasilkan buah kesemek yang bersih, higienis dan layak dipasarkan di super-market dengan harga yang bersaing dengan harga buah-buahan modern lainnya.   Buah kesemek diuji-pasarkan di tiga supermarket yang berbeda dengan perlakuan yang berbeda dengan harga 2 kali lipat harga kesemek yang dijual di pasar tradisional.  Di supermarket pertama buah kesemek dijual dengan menyediakan gerai khusus dengan dilayani langsung oleh tim  yang aktif mempromosikan buah kesemek tersebut kepada pengunjung super-market menggunakan brosur dan personal selling.  Di supermarket kedua, buah kesemek dijual tanpa perlakuan khusus dan diletakkan bercampur dengan buah-buah lain di lokasi penjualan buah tanpa upaya promosi namun tetap ditempatkan beberapa anggota tim untuk melayani pengunjung.   Di supermarket ketiga buah kesemek dijual tanpa didampingi tim dan upaya promosi.   Hasilnya adalah di supermarket pertama dalam jangka 1 minggu buah kesemek sebanyak 100 Kg terjual habis. Di supermarket kedua buah kesemek sebanyak 50 Kg selama 1 minggu terjual 30 Kg.  Di supermarket ketiga buah kesemek sebanyak 10 Kg tidak dapat terjual.Kata Kunci: Kesemek, Kapur, Gas CO2, supermarket
MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA SANTRI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN GANTUNGAN POT BUNGA DANWORKSHOP KEWIRAUSAHAAN Zain, Efendi; Simon, Zainal Zawir; Hukama, La Diadhan; Zulihar, Zulihar
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1851

Abstract

Wirausaha identik dengan kemandirian, berpikir kreatif dan bertindak inovatif. Kemandirian dalam berusaha memberikan kesempatan kepada usahawan dalam memutuskan tujuan serta bentuk dan usaha tepat untuk dijalankan. Sejatinya jiwa wirausaha, telah tertanam dalam diri santri karena pendidikan di pondok pesantren mengedepankan kemandirian, kerja keras, disiplin dan kejujuran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan pengetahuan serta menumbuhkan jiwa wirausaha santri Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum I Kota Bogor melalui pelatihan membuat kerajinan gantungan pot bunga dan workshop kewirausahaan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan keterampilan, pengetahuan dan pemahaman santri tentang wirausaha. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil pengamatan ketika kegiatan berlangsung, para santri mampu membuat kerajinan gantungan pot bunga dan sangat antusias ketika mengikuti workshop kewirausahaan. Disamping itu, selama kegiatan berlangsung dari hari pertama sampai hari ketiga, sekitar 90% peserta mengikuti kegiatan sampai selesai
PEMANFAATAN MEDIA KARTU DALAM PEMBELAJARAN KATAKANA PADA POKDARWIS DI DESA PENGLIPURAN KABUPATEN BANGLI Sudipa, Made Henra Dwikarmawan; Meidariani, Ni Wayan; Meilantari, Ni Luh Gede
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1957

Abstract

Desa Penglipuran merupakan desa wisata yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini sering dikunjungi oleh wisatawan, salah satunya dari Jepang. Namun kurangnya pemahaman tentang bahasa Jepang menyebabkan kurang maksimalnya dalam memasarkan produk usaha kepada wisatawan Jepang. Melihat kondisi seperti ini, tim pelaksana pengabdian terjun ke lapangan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan menulis huruf Jepang katakana. Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu selama delapan kali dimulai tanggal 20 Juni 2021 sampai 8 Agustus 2021. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang menetap di desa Penglipuran. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang kepada Pokdarwis desa Penglipuran dalam mempromosikan usahanya. Kemudian memanfaatkan waktu luang akibat menurunnya jumlah wisatawan karena pandemi Covid-19. Dengan harapan ketika kondisi wisata sudah normal, Pokdarwis desa Penglipuran sudah memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang mumpuni. Media yang digunakan adalah media kartu pembelajaran untuk mempermudah dalam mengingat huruf katakana. Dalam pelaksanaannya, tim pelaksana menggunakan media kartu untuk mengajak peserta untuk mengingat kembali huruf yang telah dijelaskan sebelumnya. Media kartu digunakan sebagai bentuk latihan membaca dan menulis kosakata menggunakan huruf katakana. Untuk membuat kegiatan pengajaran menjadi lebih menarik dengan games, seperti tebak huruf, mencari huruf secara acak, dan sebagainya. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa para peserta Pokdarwis desa Penglipuran yang sebelumnya tidak memahami penulisan huruf Jepang katakana menjadi terbantu melalui kegiatan pengabdian ini. Hasil evaluasi menunjukkan 76.9% peserta sudah mampu membaca huruf katakana dan 53.8% peserta sudah mampu menulis dan membaca huruf katakana. Para peserta juga menjadi lebih tertarik dalam mempromosikan kegiatan pariwisata desa Penglipuran kepada wisatawan Jepang
PENGUATAN KEMAMPUAN KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA DI KOTA PONTIANAK Zakiyya, Affi; Fajrin, Dessy Hidayati; Aristia, Eriza
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2192

Abstract

Keterlambatan perkembangan balita secara global terjadi sekitar 5-10% sehingga penting untuk dilakukan deteksi dini tumbuh kembang. Stunting menjadi salah satu penyebabnya kerena secara persial berhubungan dengan keterlambatan motorik halus, bahasa, personal sosial dan motorik kasar. Penanganan balita yang telah didiagnosis stunting masih menjadi prioritas utama di Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak. Tujuan pelaksanaan ini adalah mendukung program “Pos Gerakan Cegah Stunting” oleh Puskesmas dan mengupayakan memberikan penguatan kemampuan kader dalam melaksanakan SDIDTK. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi kepada kader sejumlah 20 orang, dan selanjutnya dilaksanakan monitoring dan evaluasi di tiap-tiap posyandu. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kader posyandu sebelum (mean 68,67) dan sesudah diberikan penyuluhan (mean 89,33) sehingga disimpulkan bahwa kemampuan kader posyandu mengenai deteksi dini tumbuh kembang balita semakin meningkat.
PENINGKATAN POTENSI KELOMPOK BIMA KENCANA DENGAN BUDIDAYA MAGGOT DAN PEMASARAN ONLINE Afriani, Dwi Tika; Syafitri, Emmy; Alfirah, Alfirah; Prayoga, Jonatan
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2397

Abstract

Bima Kencana merupakan kelompok usaha masyarakat Desa Lubuk Saban. Berdasarkan hasil observasi diketahui permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu: (1) hasil produksi mitra masih rendah, disebabkan jenis ikan yang terbatas, kesulitan menyediakan pakan alternatif yang berkualitas dengan harga terjangkau, (2) sarana dan prasarana yang belum memadai. (3) Mitra belum memiliki akun online shop dan manajemen penjualan belum baik.  Solusi yang diberikan adalah: (1) Penguatan Motivasi, Pengetahuan, dan Keterampilan: (2) Pengadaan Sarana dan Prasaranan Penunjang Produksi: (3) Jasa Pendampingan dan Pembuatan akun penjualan online. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu: (1) Metode pendekatan partisipatif; (2) Metode Pendekatan Konseptual; (3) Pendekatan Teori dan Praktik; (4) Metode Pendekatan Reflektif. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Peningkatan sarana budidaya meliputi: tersedianya bibit patin, dan kit budidaya maggot. Mitra memiliki akun Instagram untuk penjualan secara online. Dengan membudidayakan maggot, mitra dapat menekan biaya pakan sehingga laba usaha meningkat. Pemasaran online dapat membantu meningkatkan penjualan dan pendapatan mitra.
WORKSHOP “AM I GOOD ENOUGH?” UNTUK PEREMPUAN EMERGING ADULTHOOD DI KOMUNITAS INDONESIAN WOMEN LEAGUE Indrawati, Grace; Helsa, Helsa; Anna, Jessica Amelia; Anggreany, Yuliana; Tasya, Mayrican Angelica; Ferbianto, Calista Priskila
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2536

Abstract

Emerging adulthood merupakan masa peralihan antara remaja dan dewasa. Dalam periode ini individu mulai mencari dan menemukan siapa dirinya dan apa yang ingin dicapai. Di masa ini, proses identifikasi diri yang juga masih berlangsung dapat menciptakan ketegangan identitas seiring berlangsungnya proses transisi peran sebagai seorang remaja ke dewasa. Adanya ketegangan identitas ini terkadang memunculkan adanya keraguan diri/self-doubt akan kemampuan dan identitas diri, sehingga dibutuhkan adanya intervensi untuk meregulasi self-doubt. Indonesia Women League (IWL) merupakan komunitas yang memiliki visi untuk memberdayakan para wanita. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai self-doubt serta cara untuk mengelolanya. Penyampaian informasi dilakukan dalam bentuk workshop secara daring sebanyak empat sesi kepada anggota komunitas IWL. Dalam workshop ini terdapat data pretest dan posttest terkait gambaran self-doubt pada partisipan. Setelah mengikuti rangkaian sesi workshop didapatkan hasil data penurunan tingkat self-doubt pada partisipan. Umpan balik dari partisipan terhadap kegiatan ini dapat dikatakan positif, dimana mereka merasa senang dan puas dengan topik yang dibawakan karena relevan dengan kehidupan mereka. Selain itu partisipan juga menyampaikan bahwa mereka mendapatkan pemahaman terhadap diri dan strategi dalam menghadapi self-doubt