cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 203 Documents
Komunikasi Terapeutik dan Kepuasan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rawat Inap RS Cikarang Ramadhan, Doni; Mubarok, Muhammad Reynaldi Syachrul; Bratajaya, Cicilia Nony Ayuningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.286

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.
Hubungan Lama Pemberian ASI dan Usia Awal Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Kasus Stunting Balita Elwiqoyah, Atina; Prafiri, Lia Dwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.296

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi di Indonesia dengan prevalensi 21,6%, sementara di Kabupaten Pekalongan mencapai 23,5% dan tertinggi di wilayah Puskesmas Karangdadap. Praktik pemberian ASI dan pengenalan Makanan Pendamping ASI yang kurang tepat diduga menjadi salah satu faktor penting penyebab stunting. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan antara lamanya pemberian ASI dan umur balita saat pertama kali mendapatkan Makanan Pendamping ASI dengan munculnya kasus stunting. Desain penelitian menggunakan studi korelasional dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Responden meliputi ibu dan anak usia 24–59 bulan di Desa Pagumenganmas dan Pangkah, yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Studi ini telah mendapatkan izin etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan analisis menggunakan metode uji chi-square. Ditemukan bahwa 70,6% ibu memberikan ASI selama dua tahun atau lebih, dan 86,8% memulai pemberian Makanan Pendamping ASI saat usia anak 6 bulan atau lebih. Analisis data mengindikasikan adanya korelasi bermakna antara lama menyusui dengan kejadian stunting (ρ = 0,044; OR = 1,645), dan juga antara usia awal pemberian MP-ASI dengan stunting (ρ = 0,00; OR = 2,604). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa durasi menyusui dan usia pertama pemberian Makanan Pendamping ASI memiliki kontribusi terhadap kasus stunting pada balita 24–59 bulan di Wilayah Puskesmas Karangdadap.
Aktivitas Fisik dan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien DM Tipe II Damanik, Raiyah Monita; Saragih, Norvita Mariyenta; Putri, Riska Subhianti; Padaallah, Ananda Patuh
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.303

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi maupun fungsi insulin. Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kestabilan glikemik, namun sebagian besar pasien masih menunjukkan tingkat aktivitas rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang pada 107 responden di RS H. Jakarta Timur. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ dan dikonversi ke MET-Minute/minggu, sedangkan kadar gula darah sewaktu diperoleh melalui pengukuran glukometer dan pencatatan rekam medis. Analisis dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 43,0% responden memiliki aktivitas fisik rendah, 21,5% sedang, dan 35,5% tinggi. Pada distribusi gula darah, 43,0% termasuk kategori diabetes, 30,8% pre-diabetes, dan hanya 26,2% normal. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu (p = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya aktivitas fisik berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah. Intervensi edukasi dan promosi kesehatan yang menekankan pentingnya olahraga sederhana, seperti berjalan kaki teratur, perlu diperkuat dalam manajemen DM Tipe II guna menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Efek Pemberian Yoga Balasana terhadap Penurunan Dismenorea pada Remaja Putri di SMA Ibrahimy 2 Sukorejo Susanti, Neny Yuli; Reffita, Lea Ingne; Rukwaningsih, Rukwaningsih; Trianita, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.309

Abstract

Dismenorea merupakan masalah umum yang dialami remaja perempuan dan berdampak pada aktivitas harian. Metode non-farmakologi untuk mengurangi nyeri haid adalah yoga, khususnya pose balasana. Studi ini dilakukan guna mengetahui efek pemberian yoga balasana terhadap penurunan nyeri dismenorea pada remaja putri di SMA Ibrahimy 2 Sukorejo. Model studi dengan pendekatan kuantitatif, desain quasy experiment dengan rancangan two group pretest and posttest nonequivalent control group. Pengukuran tingkat nyeri dilaksanakan pre dan post perlakuan mempergunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Sampel berjumlah 60 remaja putri diambil secara purposive sampling. Analisis data menggunakan metode univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dengan program SPSS. Hasil analisis uji Wilcoxon menyatakan adanya penurunan nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi yaitu p=0,000 < α=0,05. Kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang bermakna yakni nilai p=1,000 > α=0,05. Yoga balasana terbukti mampu menurunkan keluhan nyeri haid pada remaja perempuan dan dapat dijadikan alternatif penanganan tanpa obat.
Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Gagal Ginjal dengan Hemodialisa Ruslima, Rosa; Masri, Nurul Anwar Anis Ika; Padaallah, Ananda Patuh; Rahayu, Previarsi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.317

Abstract

Latar belakang: Pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa rentan mengalami kecemasan yang berdampak terhadap kualitas tidur, sehingga memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan kualitas hidup mereka. Kecemasan yang tidak terkelola dapat memperburuk gangguan tidur seperti insomnia dan meningkatkan risiko komplikasi metabolik.s.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien PGK di RS Harapan Bunda Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 91 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05).Hasil: Mayoritas responden berusia 41–60 tahun (80%), perempuan (54%), dan berpendidikan menengah (57%). Tingkat kecemasan terbanyak kategori berat (39%), diikuti sedang (34%) dan ringan (27%). Kualitas tidur buruk dialami 56% responden, sementara 44% melaporkan tidur baik. Uji Chi-Square (χ² = 42,933; df = 2; p = 0,000) menunjukkan hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien hemodialisa. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin buruk kualitas tidur pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya skrining rutin kecemasan, edukasi sleep hygiene, serta intervensi psikososial dan spiritual dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kesejahteraan pasien
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Lama Menyusui dengan Angka Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Hutapaung Sihombing, Renta; Gunarmi, Gunarmi; Iswandari, Hargianti Dini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.327

Abstract

Masalah yang timbul akibat kurangnya asupan gizi dan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak disebut dengan istilah stunting. Tingginya tingkat prevalensi stunting dapat menjadi indikator rendahnya kualitas sumber daya manusia suatu negara. Stunting menjadi salah satu target dalam SDGs. Tujuan Penelitian yaitu untuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI, dan Lama Menyusui dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Hutapaung. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki bayi 0-5 Tahun, sampel penelitian berdasarkan dari rumus slovin 5% didapatkan sampel penelitian sebesar 74 orang dengan kriteria Inklusi, Ibu yang memiliki Bayi 6-59 Bulan dan bersedia mengisi Kuisioner. Hasil Uji Chisquare menunjukkan p-value<0.05 (0.049<0,05) berarti ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai OR 1,112. Adanya hubungan yang signifikan lama menyusui dengan kejadian stunting pada balita dimana diperoleh p-value=0,041 dengan taraf signifikansi 5% p-value (0,041<0,05) dengan nilai OR 0,909. Memberikan ASI Eksklusif yang dilanjutkan dengan mempertahankan menyusui sampai anak berusia 2 tahun disertai dengan pemberian MP-ASI dan memperhatikan pola asuh anak serta memperhatikan asupan gizi ibu sejak hamil sampai menyusui serta meningkatkan informasi dan pemahaman, mengoptimalkan waktu pengasuhan anak, pola asuh yang baik dan pemberian gizi anak yang tercukupi, dan juga berkaitan dengan tingkat pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pemenuhan gizi pada anak sehingga dapat terhindar dari stunting.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Pemanfaatan Buku KIA di Wilayah Puskesmas Kota Ternate Ismail, Aisah Hi; Iswandari, Hargianti Dini; Gunarmi, Gunarmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.328

Abstract

Tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil berhubungan erat dengan pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Ibu hamil dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pemantauan kesehatan selama kehamilan dan manfaat menggunakan Buku KIA secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan buku KIA di Kota Ternate. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Teknik menggunakan accidental sampling. Sampel yaitu semua ibu hamil sejak januari – juni 2024 di puskesmas kota ternate sebanyak 138 orang. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji Rank Spearman. Hasil penelitian dapat diinterprestasikan Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan rank spearman didapatkan p value = 0,000 (<0,05) artinya, ada hubungan tingkat pendidikan ibu hamil dengan pemanfaatan buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate. Sedangkan didapatkan p value = 0,032 (<0,05) artinya, tada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate. kesimpulannya ada hubungan signifikan antara variabel Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Pemanfaatan Buku KIA di Wilayah Puskesmas Kota Ternate, disarankan agar program-program eiduikasi keiseihatan bagi ibui hamil dipeirkuiat, teiruitama di wilayah deingan akseis peindidikan yang teirbatas.
Hubungan Pengetahuan, Pola Makan dan Peningkatan Berat Badan terhadap Penggunaan Kontrasepsi Suntik DMPA di Puskesmas Kalumata Ternate Selatan Kalidi, Nona; Yuliani, Istri; Kristiarini, Juda Julia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.329

Abstract

Penggunaan kontrasepsi KB suntik DMPA dapat berdampak pada perubahan berat badan. Progestin dalam suntikan dapat meningkatkan nafsu makan, membuat beberapa pengguna mengonsumsi lebih banyak kalori. Progestin juga dapat mengubah retensi cairan tubuh, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan metode kontrasepsi suntik 3 bulan DMPA dengan pengetahuan, perubahan pola makan dan peningkatan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Kalumata. Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Kalumata berjumlah 227. Jumlah sampel 78, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data univariat, analisis bivariat dan multivariat dengan analisis uji Kruskal-Wallis, uji Chi Square dan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian pengetahuan tinggi 14,1%, sedang 50%, rendah 35,9%. perubahan pola makan berubah 74,4%, pola makan tidak berubah 25,6% dan kenaikan berat badan naik 76,9%, tidak naik 23,1%. Penggunaan KB suntik 3 bulan DMPA terhadap pengetahuan, pola makan dan kenaikan berat badan tingkat signifikansi ketiga variabel sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya ada hubungan yang nyata dari ketiga variabel tersebut. Hasilnya yaitu hubungan signifikan antara variabel penggunaan KB suntik 3 bulan DMPA terhadap pengetahuan, pola makan dan peningkatan berat badan di Puskesmas Kalumata.
Efektivitas Kombinasi Prenatal Yoga dan Dzikir terhadap Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Probo, Vika Irianti Erning; Kasjono, Heru Subaris; Yuliani, Istri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.330

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu masalah ketidaknyamanan yang bisa terjadi pada ibu hamil. Penyebab nyeri pada wanita hamil adalah adanya perubahan hormonal yang menimbulkan perubahan pada jaringan lunak penyangga dan penghubung (connective tissue) sehingga berdampak mengakibatkan menurunnya elastisitas dan fleksibilitas otot. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas kombinasi prenatal yoga dan dzikir terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III di Kota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Ekperimental dengan desain pretest posttest Non-equivalent control group design. Teknik total sampling didapatkan Sampel 60 yang terbagi menjadi 30 kelompok eksperimen dan 30 kelompok kontrol. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan statistik uji wilcoxon. Hasil pretest di Puskesmas Kalumpang (50,0%) dan di Puskesmas Siko nyeri sedang (76,7%). Postest di Puskesmas Kalumpang nyeri ringan sebanyak (73,3%). Sedangkan di Puskesmas Siko menunjukkan tidak nyeri (50,0%), dan nyeri ringan (50,0%). Hasil uji statistik menggunakan wilcoxon didapatkan p value = 0,000 (<0,05) artinya H1 diterima, ada pengaruh kombinasi prenatal yoga dan dzikir terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Kota Ternate. Kesimpulannya kombinasi prenatal yoga dan dzikir berpengaruh terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.
Efektivitas Terapi Ice Cube terhadap Penurunan Berat Badan Interdialitik Pasien Hemodialisis Astutik, Ani; Irmawati, Silvia; Elizabeth, Beatrix; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.331

Abstract

Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan peningkatan berat badan antar sesi hemodialisis akibat penumpukan cairan karena ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan. Salah satu strategi sederhana untuk menekan rasa haus adalah terapi ice cube. Mengetahui pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan IDWG pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest–posttest pada 33 pasien hemodialisis, menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan berupa mengulum es batu berukuran 5 ml sebanyak 10 kubus per hari selama tiga hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 41–50 tahun (36,4%) dan berjenis kelamin perempuan (54,5%). Sebelum terapi, 63,6% responden memiliki IDWG ≥3%, dan setelah terapi menurun menjadi 36,7%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi ice cube terhadap penurunan IDWG. Terapi ice cube efektif menurunkan IDWG dengan membantu mengurangi rasa haus dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Terapi ini dapat dijadikan intervensi keperawatan mandiri dalam pengelolaan cairan pasien hemodialisis. Terapi ice cube mengurangi IDWG dengan menghilangkan rasa haus (non-osmotik) dan meningkatkan kepatuhan restriksi cairan (karena membasahi mukosa dengan volume cairan minimal). Peningkatan kepatuhan ini langsung menurunkan akumulasi cairan interdialitik (IDWG).