cover
Contact Name
Elihami
Contact Email
elihamid72@gmail.com
Phone
+6281339859730
Journal Mail Official
eihamid72@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No.17, Enrekang, Sulawesi Selatan Universitas Muhammadiyah Enrekang
Location
Kab. enrekang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 27217957     DOI : Journals' DOI: 10.33487/mahaguru
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  dipublikasikan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Enrekang. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian  tentang kependidikan dasaran dengan berbagai topik kajian (sains, sosial, matematika, kewarganegaraan, bahasa, seni, budaya, agama, keolahragaan, teknologi, lingkungan, belajar dan pembelajaran, perangkat pembelajaran, media pembelajaran, model, pendekatan, metode, dan atau strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, psikologi pembelajaran, dan atau pedagogy).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
Meta-analisis Pengaruh Metode Gasing Pada Pembelajaran Matematika SD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ari Wicaksono Wibowo; Gustina Dwi Suryaningrum; Nila Ariana Ristianti; Priti Agustin; Putri Prasetyaningtyas
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3686

Abstract

The background of this research is the low learning outcomes in Mathematics. Because mathematics is considered a difficult subject to understand, and the method given only uses formulas. So that students mostly memorize formulas that make students bored so that learning becomes meaningless. This study aims to analyze the effect of using the gasing method on elementary mathematics learning in improving student learning outcomes. The method used in this study is a meta-analysis method. The research data was obtained by searching online journals through Google Scholar or Google Scholars with the search keywords "The Effect of the Gasing Method", "The Gasing Method", "Elementary Mathematics Learning" and "Mathematics Learning Outcomes". From the search results obtained as many as 22 articles but which are relevant to use only 10 articles. Based on the results of the analysis, the use of the gasing method in elementary mathematics learning can have a good effect in improving student learning outcomes.
Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Perkembangan Pendidikan di Indonesia Mardinal Tarigan; Alvindi Alvindi; Arya Wiranda; Syahwan Hamdany; Pardamean Pardamean
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3922

Abstract

Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan yang universal sehingga dalam pemecahan masalah-masalah pendidikan yang komplek dibutuhkannya filsafah-filsafah agar solusi pemecahan masalah tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi semua kalangan. Salah satu tokoh yang memiliki filsafah kuat tentang pendidikan adalah Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah seorang bangsawan dari lingkungan Kraton Yogyakarta yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi dengan lingkungan pendidikan. Gagasan filosofis yang disapaikan oleh Ki Hajar Dewantara telah menjadi pondasi bagi pendidikan di Indonesia. Menurut Ki Hadjar Dewantara, hakikat pendidikan adalah usaha memasukkan nilai-nilai budaya ke dalam diri anak, sehingga membentuknya menjadi manusia yang utuh baik jiwa dan rohaninya. Filsafat pendidikan ini dikenal dengan filsafat pendidikan among yang di dalamnya merupakan kemampuan dasar anak dalam mengatasi masalah yang mereka alami dengan memberikan kebebasan berpikir yang luas. Dalam perumusan filsafatnya, Ki Hadjar Dewantara menggunakan kebudayaan asli Indonesia sedangkan nilai-nilai dari Barat diambil secara selektif adaptatif sesuai dengan teori trikon. Beberapa kontribusi yang diberikan Ki Hadjar Dewantara bagi pendidikan Indonesia adalah penerapan trilogi kepemimpinan dalam pendidikan, tri pusat pendidikan dan sistem paguron. Pendidikan merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik maupun potensi cipta, rasa, dan karsanya agar suatu potensi dapat menjadi nyata dan berfungsi bagi kehidupnya.
Berlakunya Perubahan Ejaan yang disempurnakan (EYD) menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) Edi Syahputra; Alvindi Alvindi
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3923

Abstract

Pedoman ejaan yang ada di Indonesia mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Artikel ini membahas dua masalah meliputi bagaimana proses perkembangan ejaan dari masa ke masa? apa saja perubahan pedoman ejaan yang terjadi akibat perubahan EYD menjadi PUEBI? Karya ilmiah ini dibuat guna mengetahui perkembangan yang terjadi dalam pedoman ejaan yang berlaku di Indonesia serta mengetahui perubahan apa saja yang terjadi antara EYD dan PUEBI yang berlaku saat ini. Perkembangan ejaan bahasa Indonesia dimulai pada tahun 1901 hingga tahun 2015. Perubahan yang terjadi dalam pedoman ejaan membuktikan bahwa adanya kemajuan dalam bidang pendidikan dan memantapkan fungsi Bahasa Indonesia.
Filsafat Ilmu dan Pengembangan Metode Ilmiah Azzahra Natasya; Tiara Putri; Rizki Putri Jasmin Siahaan; Ardina Khoirunnisa
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3932

Abstract

Terdapat hubungan yang erat antara filsafat ilmu dan penembangan metode ilmiah. Filsafat ilmu tidak terlepas dari aturan keilmuan yang berkaitan dengan metode ilmiah yang digunakan, dan metode ilmiah inilah menjadi kata kunci dalam ilmu. Agar sebuah ilmu pengetahuan memiliki objek dan metode ilmiah haruslah memenuhi beberapa syarat yang yang meliputi dimensi/aspek sebagai berikut, yaitu: (1) Aspek ontologis (2) aspek epistimologis (3) Aspek aksiologis. Pola pikir dalam pendekatan ilmiah terdiri dari Pola pikir induktif dan pola pikir deduktif. Langkah-langkah dalam metode ilmiah di antaranya adalah: Merumuskan masalah, mengadakan studi kepustakaan, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis dan menafsirkan data, dan penarikan kesimpulan. Dalam dunia filsufis tedapat beberapa aliran dan paradigma yang berhubungan dengan penelitian yaitu pandangan positivisme, post positivisme, konstruktivisme dan pragmatisme ke empat pandangan atau aliran ini membawa pengaruh dalam filsafat penelitian, dengan mengarah kepada metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan campuran filsafat ilmu memegang peranan penting dalam pengembangan metode ilmiah yang dapat dilihat dari implikasi serta kontribusi dalam pengembangan metode ilmiah yaitu pertama, filsafat ilmu memberikan pedoman bagi seseorang untuk membedakan antara segala persoalan yang ilmiah maupun tidak, sehingga di temukan jalan keluarnya terhada permasalahan tersebut. Kedua, fungsi filsafat ilmu dalam pengembangan metode ilmiah dapat memberikan kajian yang logis dari setiap ilmu yang di tekuni serta dapat memberikan orientasi dan nilai yang jelas bagi setiap disiplin ilmu. Ketiga, melalui filsafat ilmu di dapati petunjuk dengan metode yang reflektif serta penelitian dan penalaran agar seseorang dapat menyeimbangkan antara logika, pengalaman, rasio dan agama dalam mencapai kehidupan yang sejahtera. Keempat, filsafat ilmu memberikan asas terhadap metode keilmuawan, karena metode ilmiah yang di kembangkan harus dapat di pertanggungjawabkan secara logis dan rasional, supaya dapat dipergunakan secara umum.
Upaya dalam Menangani Problem Etika dalam Fisafat Ilmu Mardinal Tarigan; Sania Oktavia Nasution; Siti Sholikhah; Najwa Al Zuhda Sitorus; Dwi Fathimah
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3933

Abstract

Philosophy of science is a true knowledge that occurs in a judicial manner regarding an object of knowledge obtained from a point of view or method used. According to one expert says that " The philosophy of science is a part of philosophy that tries to do for science what philosophy generally does to the whole human experience." ( Peter Caws ). In essence, every human being who has knowledge must have ethics in solving some of life's problems. Therefore, in addition to academic knowledge that is continuously mastered, ethical science also needs to be balanced in the process of self-maturation so that later oneself will have good character and ethics to become a leader.
Penggunaan Makna Diksi dalam Novel “Senja Hujan dan Cerita yang telah Usai” oleh Boy Candra Edi Syahputra; Syafira Syafira; Septiana Rizky
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3934

Abstract

Diksi merupakan pemilihan kata yang tepat untuk menciptakan suatu kalimat yang sesuai dengan kondisi dan makna yang selaras kemudian tersampaikan dengan baik kepada pendengar hingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam berbahasa. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwasannya jenis diksi berdasarkan maknanya terbagi atas dua yaitu denotasi dan konotasi. Makna denotasi adalah makna sebenarnya yang apa adanya sesuai dengan indera manusia. Kata yang mengandung denotatif mudah dipahami karena tidak mengandung makna yang rancu walaupun masih bersifat umum. Sementara makna konotasi adalah makna yang tidak sebenarnya, makna yangh telah mengalami penambahan pada makna dasarnya, yakni hanya tambahan yang bersifatnya memberi nilai rasa, baik positif maupun negatif. Kemudian, rangkaian diksi banyak digunakan dalam penulisan karya-karya seperti novelSehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi novel yang terdapat kandungan diksi yang bermakna konotasi dan makna denotasi. Penelitian ini memiliki sumber data yaitu dari novel “ Senja Hujan & Cerita Yang Telah Usai” karya Boy Candra. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan dokumentasi dan teknik catat. Sementara, Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian tersebut yaitu bahwa secara keseluruhan variasi yang paling dominan terdapat pada makna konotasi, oleh karena itu novel tersebut mempunyai kelebihan tersendiri yakni menarik untuk di baca karena mempunyai nilai rasa yang dalam dan nilai estetik pada novel tersebut. Novel tersebut juga berhasil membuat pembaca seakan merasakan apa yang tertulis di novel. Untuk itu, pengarang juga berhasil telah membuat para pembaca me nikmati alur ceritanya sementara makna yang paling dominan adalah ameliorasi tersebut banyak digunakan karena sesuai dengan konteks cerita pada novel tersebut.
Pengertian dan Makna Sekularisasi Mardinal Tarigan; Lutfi Putri Khairani; Sonia Sabilla; Liyundzira Fikrih Gani; Khoiriyah Sari
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3935

Abstract

Recently, the theory of secularization has been hot and hotly discussed again, this is part of the increasing political influence of mass organizations and religious movements in various places. Like the Christian right in North America, Jewish fundamentalism in Israel, fundamentalism in India and Islamic fundamentalism in many countries, one of which is Europe. This is also related to the increasing willingness of a person to various kinds of spirituality, such as New Age, which is not the same as the old forms of formal religion. All these advances undermine not only the basic assumptions of secularization theory, which shows the declining role of religion in modern times, but also the old formulation of the separation of church and state. These are the times when Nancy Robsenblum’s use of “civic obligations” is increasingly displaced by “demands of faith”.
Evaluasi Program Pendidikan Karakter di SDN 31 Kabupaten Pagkep Ince Prabu Setiawan Bakar
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3939

Abstract

Pelaksanaan iPendidikan ikarakter ibertujuan iuntuk imeningkatkan imutu ipendidikan iyang mengarah ipada iproses ipencapaian ipembentukan ikarakter ipeserta ididik isecara iutuh, terpadu, idan iseimbang, isesuai istandar ikompetensi ilulusan. ikeberhasilan ipendidikan karakter idapat idiukur imelalui ievaluasi imenyeluruh iyang iterdiri idari: i1) iEvaluasi konteks iyang imeliputi idasar ikebijakan, ipersepsi ikebutuhan idan itujuan iprogram pendidikan ikarakter; i2) iEvaluasi iinput iyang imeliputi iperencanaan, istrategi, idesain struktur iorganisasi, iprosedur ipelaksanaan idan iketersediaan isumberdaya iprogram pendidikan ikarakter; i3) iEvaluasi iproses iyang imeliputi ikoordinasi, iimplementasi idan pengawasan ipelaksanaan iprogram ipendidikan ikarakter; idan i4) iEvaluasi iproduk iyang meliputi ipencapaian idan idampak idari iprogram ipendidikan ikarakter. iEvaluasi iprogram pendidikan ikarakter idilakukan iuntuk imemberikan ipenguatan, iperbaikan idan imengukur keberhasilan ipelaksanaan iprogram ipendidikan ikarakter iyang idilaksanakan ioleh penyelenggara ipendidikan.
Peningkatan Hasil Belajar Melalui Pembelajaran Tipe Student Teams Achievement Division pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Daya II Makassar Ince Prabu Setiawan Bakar; Badruddin Kaddas
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman hasil belajar IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa kelas V SD Negeri Daya II Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu bulan Juli sampai Agustus 2021. Lokasi penelitian yaitu di SD Negeri Daya II Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri Daya II. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Kegiatan observasi dilakukan terhadap penerapan model pembelejaran kooperatif tipe Student Team achievement Division dengan mengamati aktivitas guru dan siswa kelas V SDN Daya II Makassar. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa penerapan pemblajaran kooperatif tipe Student Team achievement Division dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Daya II Makassar Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar
Filsafat Ilmu, Perkembangannya dan Pandangan Filsafat Mardinal Tarigan; Masita Hamidiyah; Masriyanti Nasution; Rahmi Rahmita Tanjung
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3954

Abstract

Historically, philosophy has always been the mother of science. In its development, science is increasingly independent and concrete. However, in the face of many life problems that science cannot answer, philosophy became the basis for answering the problem. Before the 17th century, science was synonymous with philosophy. Philosophy itself is a broad science, meaningz that it is closelyz relatedz to our daily lives. Therefore, the philosophyz of sciencez can be seen as an attemptz to bridgez thez gapz betweenz philosophyz andz science. The urgency of the philosophyzof sciencez can be seen from its role asz a keyz dialogue partner in the development of science. The philosophy of science is also a philosophicalz reflectionz of the naturez ofz science, and does notz recognizez the end of the achievement of goals. Understandingz thez philosophyz ofz sciencez meansz understandingz thez complexity ofzscience, so thatz its mostz basicz aspectsz are also understood from the perspectivezofzscience, the development of science, and thez interrelationshipszbetween brancheszofzscience, which cannot be separated from a philosophical paradigm. Thez researchzmethod thatz researchersz usez when writingz scientificz papersz isz az typez of literature research. Itz can bezconcludedzthat philosophy is a sciencez thatz studiesz thez naturez of allz things. Sciencezis an objective way of thinkingzabout the real world and giving it meaning.

Page 8 of 20 | Total Record : 193