cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+62271-858172
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Indonesia
ISSN : 20865562     EISSN : 25797824     DOI : https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.320
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles 397 Documents
Maternal Characteristics And Health Promotion Strategies Influencing Pregnant Women’s Perceptions of Stunting Prevention Eko Mindarsih; Dewi Setyaningsih; Suwarsi Suwarsi; Arita Murwani; Retna Tri Astuti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1758

Abstract

Background: Stunting is a health problem that is still a concern in Indonesia. Factors that can influence the occurrence of stunting in toddlers include age, income, gravida, and health promotion strategies. Objective: This study contributes to analyzing factors such as age, income, gravida, and health promotion strategies on maternal perceptions of stunting prevention. Method: Survey with a cross-sectional approach. The study population was pregnant women living in Kulon Progo Regency, Indonesia. The study sample was 210 pregnant women. Data were collected using a questionnaire. Data analysis was performed using the Chi-Square statistical test. Results: The study showed that the majority of pregnant women's perceptions were in the Inadequate category (52.9%). Occurred at a non-risk age (85.7%), low socioeconomic (71%), and the majority of multigravida (55.7%), Health promotion strategies were in the good category (53.8%). Maternal characteristics such as age, income, and gravida showed no significant association with perceptions of stunting prevention, whereas adequate exposure to health promotion strategies was strongly associated with better perceptions with a P Value of 0.000. Conclusion: Adequate exposure to health promotion strategies is positively associated with pregnant women's perceptions of stunting prevention, while maternal characteristics such as age, income, and gravida do not show a significant relationship.
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN KANKER PAYUDARA: CASE CONTROL STUDY di RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN Rusmiati - Rusmiati; Ika Yulianti; Ratnanengseh Ratnanengseh; Nur Indah Noviyanti; Yeti Mareta Undaryati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1756

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit multifaktorial berkontribusi terhadap kejadiannya. Klasifikasi wanita berdasarkan faktor risiko dapat efektif dalam meningkatkan metode bebas risiko dan merancang program skrining kanker payudara yang tepat sasaran. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor resiko kejadian kanker payudara di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Case Control, responden kelompok kasus yakni pasien terdiagnosis kanker payudara sejumlah 41 orang, kelompok kontrol adalah pasien tidak terdiagnosis sejumlah 27 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis data menggunakan chi-square dan perhitungan Odd Ratio. Hasil: faktor resiko hubungan signifikan dengan kejadian kanker payudara adalah Usia Menarche, Riwayat Kanker payudara keluarga, Hormon eksogen, Obesitas (P-Value= 0,04; 0,024; 0,017; 0,033). Sedangkan Usia terdiagnosis, Usia menopause, Riwayat menyusui, riwayat kehamilan, Merokok/terpapar asap rokok, konsumsi alkohol, serta riwayat penyakit payudara (P-Value = 1,000; 0,441; 0,740; 0,685; 0,235; 0,293; 0,143) tidak ditemukan adanya hubungan. Kesimpulan: Faktor usia menarche dini, riwayat kanker payudara keluarga, penggunaan hormon eksogen, dan obesitas berhubungan dengan kejadian kanker payudara di RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan, peningkatan upaya deteksi dini pada kelompok berisiko tinggi, penguatan edukasi kesehatan, serta pencatatan faktor risiko secara sistematis diharapkan dapat mendukung pencegahan dan pengendalian kanker payudara secara berkelanjutan.Kata kunci: Faktor Resiko; Kanker Payudara; Kasus Kontrol
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI UPTD PUSKESMAS AIR PUTIH KOTA SAMARINDA Rahmawati Wahyuni
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1787

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil trimester III merupakan masalah kesehatan serius yang meningkatkan risiko komplikasi persalinan, berat badan lahir rendah, dan stunting. Prevalensi anemia di UPTD Puskesmas Air Putih Kota Samarinda periode Juli–September 2025 mencapai 46,4% dari 189 ibu hamil yang diperiksa, meskipun cakupan pemberian tablet tambah darah (TTD) telah mencapai 100%. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Air Putih Kota Samarinda. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 30 responden. Analisis data meliputi univariat, bivariat (uji Spearman Rank), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil: Seluruh responden mengalami anemia, didominasi anemia ringan (93,3%). Terdapat hubungan signifikan antara status gizi (p=0,025; r=0,408), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,025; r=0,408), dan tingkat pengetahuan (p=0,039; r=0,378) dengan kejadian anemia. Analisis multivariat menunjukkan status gizi KEK (OR=4,667; p=0,047) dan ketidakpatuhan tablet Fe (OR=4,667; p=0,047) sebagai faktor dominan; pengetahuan tidak signifikan secara independen (p=0,197). Kesimpulan: Status gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe merupakan faktor co-dominant yang paling berhubungan dengan kejadian anemia. Terdapat Knowledge-Practice Gap dimana pengetahuan baik tidak otomatis diikuti perilaku pencegahan anemia yang optimal.
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN CONTINUITY OF CARE DAN KEBERLANJUTAN SELF-CARE BREASTFEEDING PADA IBU POSTPARTUM Sri Anggarini Parwatiningsih; Septiana Juwita; Indhun Dyah Susansti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1765

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas (puerperium) merupakan fase penting yang berlangsung sekitar enam minggu (42 hari) setelah persalinan, di mana ibu mengalami adaptasi fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerimaan Continuity of Care (CoC) dengan keberlanjutan self-care breastfeeding.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu menyusui. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson (product moment).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,561 (r = 0,561) dengan nilai p yang sangat kecil (0,000). Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penerimaan Continuity of Care dengan keberlanjutan self-care breastfeeding pada ibu nifas.Kesimpulan: Penerimaan Continuity of Care memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan menyusui pada ibu nifas di Surakarta. Tenaga kesehatan perlu memastikan bahwa ibu mendapatkan perawatan berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk informasi medis, tetapi juga dukungan emosional yang dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu untuk terus menyusui.Kata kunci: continuity of care; perawatan mandiri; menyusui; ibu nifas
INTERVENSI MAKANAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 9 NOPEMBER Ulya Karimah; Rr Sri Nuriaty Masdiputri; Noor Anisa; Lisdha Yantie
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1757

Abstract

Latar Belakang: Balita yang kekurangan gizi lebih rentan terhadap infeksi menular, kelainan pertumbuhan, dan keterlambatan perkembangan kognitif. Untuk meningkatkan status gizi balita, Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis lokal merupakan intervensi strategis. Namun demikian, penilaian empiris tentang efektivitas kontekstual PMT lokal di wilayah kerja Puskesmas 9 Nopember masih diperlukan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh intervensi makanan lokal sebagai upaya peningkatan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas 9 Nopember Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Jumlah subjek penelitian sebanyak 45 balita dengan status gizi kurang yang dipilih dari total sampel. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri berat badan menurut tinggi badan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada status gizi balita setelah intervensi (p = 0,001), dengan skor Z W/H meningkat pada 35 anak, menurun pada 7 anak, dan tidak berubah pada 3 anak. Kesimpulan: PMT lokal merupakan intervensi gizi yang efektif untuk meningkatkan status gizi balita.Kata kunci: intervensi; makanan lokal; status gizi; balita; gizi kurang
Determinan Stres Postpartum pada Ibu: Analisis Jalur Faktor Sosiodemografi dan Adaptasi Psikologis Irfa Nur Faujiah; Shiva Aflahiyah; Alvin Alvani Tresna Ambari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1802

Abstract

Background: Postpartum stress is a psychological problem frequently experienced by mothers during the postpartum period and may affect maternal well-being, infant care, and family functioning. Sociodemographic conditions and the mother’s ability to psychologically adapt are considered important factors influencing postpartum stress. Objective: This study aimed to analyze the relationship between sociodemographic factors and psychological adaptation ability toward postpartum stress among postpartum mothers. Method: This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 150 postpartum mothers from five villages in the Singaparna Health Center area were selected using purposive sampling. Data were collected using a sociodemographic questionnaire, the Perceived Stress Scale (PSS), and the Postpartum Adjustment Questionnaire (PAQ). Data analysis included univariate analysis, Kolmogorov–Smirnov normality test, Spearman correlation, and path analysis. Results: The results showed that employment status had a significant relationship with postpartum stress (r = -0.213; p = 0.009). Psychological adaptation ability was also significantly associated with postpartum stress (r = 0.254; p = 0.002). Path analysis indicated that employment status directly influenced postpartum stress (b = -3.228; p = 0.004), while psychological adaptation ability also had a direct effect on postpartum stress (b = 0.102; p = 0.001). Educational level significantly influenced psychological adaptation ability indirectly (b = 2.682; p = 0.047). Conclusion: Psychological adaptation ability plays an important role in postpartum stress among postpartum mothers. Strengthening maternal psychological adaptation and psychosocial support during the postpartum period is necessary to reduce postpartum stress.
MULTIDIMENSIONAL BURDEN of STUNTING in CHILDREN UNDER FIVE: A SYSTEMATIC REVIEUW of INDIVIDUAL, HOUSEHOLD, and COMMUNITY RISK FACTORS Etik Sulistyorini; Fitria Hayu Palupi; Ropitasari Ropitasari; Sri Handayani; Evi Widowati; Ani Nur Fauziah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1761

Abstract

Background: Stunting among children under five remains a major public health concern, particularly in low- and middle-income countries. It reflects chronic undernutrition and is associated with impaired cognitive development, poor educational outcomes, and long-term socioeconomic disadvantages. Due to its complex and multilevel etiology, a comprehensive understanding of contributing factors is essential for effective intervention strategies. This study aims to systematically review and synthesize evidence on the determinants of stunting in children under five, focusing on risk factors at individual, household, and community levels.. Subjects and Method: A systematic literature search was conducted using databases including SpringerLink, ScienceDirect, Sage, and Taylor & Francis. Keywords such as “stunting,” “growth retardation,” “risk factor,” and “children under five” were applied. Articles were selected based on the PICO framework, with inclusion criteria limited to full-text, quantitative studies published between 2020 and 2025, focusing on children aged 0–59 months. A total of 23 eligible articles was guided by a PRISMA flow diagram and were analyzed using thematic narrative synthesis.Results: At the individual level, factors such as low dietary diversity, male gender, low birth weight, and inadequate immunization were associated with higher risk. At the household level, maternal education, household wealth, food insecurity, and poor sanitation were significant predictors. At the community level, geographic location, limited access to health services, and environmental conditions (e.g., water safety, sanitation) were critical contributors. Several studies employed multilevel and machine learning analyses, reinforcing the interrelated nature of risk factors. However, there remains a gap in longitudinal evidence, father involvement, and evaluation of integrated interventions.Conclusion: This review confirms the multifactorial nature of stunting and highlights the urgent need for context-specific, multisectoral strategies. Interventions should integrate nutrition education, WASH, maternal and child health, and poverty alleviation. Future studies should incorporate longitudinal, behavioral, and programmatic evaluations to better inform public health policy.