cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 329 Documents
Pengembangan Media EDUMAS (Edukasi Makanan Sehat) Berbasis Permaianan Tradisional Untuk Siswa Kelas III Sekolah Dasar Nanda Rohani; Feri Budi Setyawan
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.23711

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya pemahaman siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) akibat terbatasnya media pembelajaran serta tergesernya permainan tradisional oleh game online mendorong pentingnya pengembangan media EDUMAS berbasis permainan tradisional egrang batok untuk menciptakan pembelajaran PJOK yang interaktif, kontekstual, dan bernilai budaya di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengetahui kualitas serta kelayakan media pembelajaran EDUMAS berbasis permainan tradisional pada materi PHBS mata pelajaran PJOK kelas III sekolah dasar. Penelitian menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Branch dengan subjek uji coba satu guru PJOK dan 12 siswa kelas III SD Negeri Pingit. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli serta angket respon guru dan siswa. Kemudian data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan rumus skala likert untuk hasil penilaian para ahli dan respon guru. Sedangkan penilaian siswa dianalisis dengan menggunakan rumus skala guttman. Hasil validasi menunjukkan skor 88% (ahli media), 94% (ahli materi), dan 84% (ahli pembelajaran) dengan rata-rata 89% berkategori sangat baik. Respon guru sebesar 91% dan siswa 93% juga berkategori sangat baik. Dengan demikian, media EDUMAS dinyatakan layak sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan pada materi makanan sehat dan PHBS di sekolah dasar.
Analisis Penggunaan ChatGPT dalam Pembelajaran Fisika Intan Nisfah Ramadhani; Darsikin Darsikin; Delthawati Isti Ratnaningtyas; Jusman Mansyur; Ketut Alit Adi Untara
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.22883

Abstract

Kecerdasan buatan seperti ChatGPT menjadi inovasi teknologi yang mendapat perhatian luas dalam pendidikan, khususnya pembelajaran fisika. ChatGPT berpotensi mendukung tiga aspek hakikat pembelajaran fisika yaitu produk, proses, dan sikap ilmiah. Namun, kajian yang menganalisis penggunaan ChatGPT berdasarkan ketiga aspek tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran fisika ditinjau dari aspek produk, proses, dan sikap ilmiah. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek peserta didik sejumlah 18 orang kelas XI C di MA Negeri 1 Palu. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, angket, serta wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran fisika mendukung aspek produk untuk memahami konsep dan hukum fisika yang sulit dipahami, dan dapat berinteraksi melalui bahasa sederhana dan kontekstual. Aspek proses, ChatGPT digunakan untuk mencari informasi terkait materi fisika, memperoleh contoh penerapan konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Aspek sikap ilmiah, peserta didik menunjukkan kesadaran kritis melalui verifikasi jawaban ChatGPT kepada guru atau diskusi teman sebaya. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran fisika mendukung dengan aspek produk, proses, dan sikap ilmiah yang telah dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar dengan pengawasan guru di kelas.
Pengembangan Ensiklopedia Digital Materi Keberagaman Budaya Indonesia untuk Kelas IV Sekolah Dasar Muhammad Ircham Sholahudin; Dewi Nilam Tyas
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.20433

Abstract

Kurang optimalnya pemanfaatan media digital dalam kegiatan pembelajaran menyebabkan hasil belajar IPS di kelas IV SDN Kedungpane 02 rendah, meskipun, peserta didik sudah diizinkan membawa gawai dan dapat mengoperasikannya. Berkaitan dengan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan, menguji kelayakan dan efektivitas ensiklopedia digital materi keberagaman budaya Indonesia kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R & D) dengan model Borg dan Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, angket, dan tes tertulis dengan sumber data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil dikembangkan media ensiklopedia digital materi keberagaman budaya Indonesia yang mendapat validitas kelayakan dari ahli materi sebesar 98,75% dan sebesar 95,19% dari ahli media dengan kriteria sangat layak. Ensiklopedia digital mendapatkan respon kepraktisan dari guru sebagai praktisi dengan nilai 90% serta dari peserta didik sebagai pengguna dengan nilai 90% dan 91%, keduanya termasuk dalam kategori sangat baik. Efektivitas ensiklopedia digital ditunjukkan oleh hasil uji-t berpasangan yang signifikan, baik kelompok kecil (sig.(2-tailed) 0,002) maupun kelompok besar (sig.(2-tailed) 0,000) pada taraf signifikansi 0,05. Uji N-Gain menghasilkan nilai 0,5478 menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar dengan kategori sedang. Kesimpulannya, telah dikembangkan ensiklopedia digital materi keberagaman budaya Indonesia yang berkriteria layak dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi keberagaman budaya Indonesia di kelas IV SDN Kedungpane 02.
Analisis Implementasi Etnofisika Dalam Pembelajaran Fisika di SMA Kota Palu Sri Lestari; Syamsuriwal Syamsuriwal; Nurasyah Dewi Napitupulu; Muhammad Zaky; Delthawati Isti Ratnani
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.22884

Abstract

Pembelajaran fisika di jenjang SMA masih cenderung bersifat abstrak dan belum optimal mengintegrasikan konsep dengan budaya serta kearifan lokal. Padahal, pendekatan etnofisika ini memiliki potensi besar untuk  menjadikan pembelajaran jadi lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  implementasi pembelajaran fisika di SMA daerah Palu dengan melihat sisi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas guru fisika dan peserta didik kelas XI dari SMAN Model Terpadu Madani Palu, MAN 2 Kota Palu, dan SMAN 3 Palu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data kemudian diolah dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan lewat teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi etnofisika telah mulai diterapkan dengan mengaitkan materi fisika pada fenomena lingkungan dan budaya lokal, meski belum sepenuhnya terstruktur. Pada tahap perencanaan, unsur etnofisika belum tercantum secara eksplisit di dalam perangkat pembelajaran. pada tahap pelaksanaan, pemanfaatan konteks lokal mampu meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik, meskipun penggunaan media dan bahan ajar berbasis budaya masih terbatas. Pada tahap evaluasi, penilaian masih didominasi oleh pengukuran aspek kognitif dan belum mengakomodasi konteks etnofisika secara menyeluruh.
Evidence on AI Tools in Second Language Writing: A Systematic Review of SLA Outcomes, Learner Experiences, and Pedagogical Dynamics Rifyal Kalam Mahardhika; Margana Margana Margana; Rozanah Kartina Herda; Bazilah Raihan Mat Shawal; Shahzadi Hina Sain
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.26521

Abstract

Artificial intelligence (AI) tools have transformed second language (L2) writing instruction, yet empirical evidence spanning traditional Automated Writing Evaluation (AWE) and modern Generative AI (GenAI) remains fragmented. This systematic literature review synthesized 22 primary empirical studies published between 2018 and 2025 to evaluate the effects of AI tools on L2 writing performance and map associated pedagogical benefits, operational challenges, and ethical concerns within Second Language Acquisition (SLA) frameworks. Guided by PRISMA 2020 protocols, literature was gathered across five academic databases and analyzed using SLA performance constructs and thematic synthesis. Findings reveal that most included studies focusing on accuracy (11 out of 14) reported improvements in surface-level linguistic error reduction, whereas effects on syntactic complexity were variable across 8 studies depending on tool type (AWE vs. GenAI). GenAI also showed promising effects on coherence and structural organization when accompanied by explicit instructional scaffolding. While AI tools provide immediate scaffolding and reduce writing anxiety, operational challenges, such as declining engagement, feedback overload, and cognitive passivity, and ethical risks concerning academic integrity and loss of learner voice persist. The review concludes that AI tools are most productive when used as supportive writing companions within explicitly scaffolded and collaborative learning environments. Future research should employ longitudinal designs, include more diverse learner populations, and empirically examine critical AI literacy interventions and the transfer of AI-assisted gains to unassisted L2 writing. Educators should integrate AI critically while fostering learner agency, ethical awareness, and independent writing development.
The Implementation of Project-Based Learning in Teaching Recount Writing: Students’ Perceptions and Writing Performance at a Rural State Junior High School in Banjarsari Vivi Putriyantina; Juhana Juhana; Widya Rizky Pratiwi
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.25804

Abstract

Writing instruction in rural English as a Foreign Language (EFL) classrooms requires approaches that connect genre knowledge, authentic communication, and instructional support. This study examined the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in teaching recount writing, students’ perceptions of the learning process, and changes in their writing performance. An explanatory sequential mixed-methods design involved 32 Grade VIII students, one English teacher, and nine student interviewees representing high-, middle-, and low-achievement groups. Writing tests and a perception questionnaire provided quantitative evidence of changes in writing performance and students’ perceptions, while classroom observations, learning artifacts, and interviews documented the implementation process and explained the quantitative patterns. PjBL was implemented through project initiation and planning, idea development and initial drafting, revision and product completion, and presentation and reflection. Students reported very positive perceptions (M = 4.31), particularly in the cognitive and collaborative dimensions. Their mean writing score increased from 64.75 to 71.81; the difference was statistically significant, t(31) = −8.432, p < .001, with a large within-group effect (Cohen’s dz = 1.49). Qualitative evidence showed that students’ idea development and organization occurred within a structured instructional process involving explicit genre instruction, teacher scaffolding, peer collaboration, feedback, revision, and diorama-based visual support. In this context, PjBL was feasible and was associated with improved recount writing when implemented as a structured writing process rather than merely as product making.
Efektivitas Permainan Tradisional Simar dalam Mengatasi Kesulitan Siswa pada Operasi Hitung Campuran Nur Kholis Riswanto; Karlimah Karlimah; Ika Fitri Apriani
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.23794

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering kali masih bersifat abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep operasi hitung campuran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan operasi hitung campuran siswa setelah diterapkan permainan tradisional Simar dalam pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sekolah dasar yang berjumlah 17 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan operasi hitung campuran sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari 49,0 pada pretest menjadi 64,1 pada posttest. Analisis N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori peningkatan rendah dan sebagian lainnya pada kategori sedang. Meskipun demikian, seluruh siswa mengalami peningkatan hasil belajar tanpa adanya penurunan nilai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional Simar dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mampu membantu meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung campuran pada siswa sekolah dasar
Model Integrasi SDGs 4 dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 2 Mandiraja Ratna Fertikawati; Fitrianto Eko Subekti
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.22274

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengintegrasian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 pada Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 2 Mandiraja. Penelitian kualitatif deskriptif berdesain studi kasus ini mengumpulkan data primer melalui wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru, komite, dan siswa (yang dipilih secara purposive sampling), serta observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan integrasi SDGs 4 terwujud melalui tiga kegiatan kokurikuler lintas mata pelajaran: pertanian berkelanjutan, workshop seni-senam kreatif, dan pembuatan pojok baca ramah lingkungan. Program ini berhasil menciptakan pembelajaran holistik-kontekstual serta meningkatkan antusiasme dan kesadaran lingkungan siswa berkat sinergi sekolah, komite, dan orang tua. Namun, implementasinya masih terkendala koordinasi antar-guru, keterbatasan waktu, dan belum optimalnya pemanfaatan fasilitas teknologi seperti Smart TV dan lab komputer. Simpulan penelitian menekankan perlunya peningkatan efektivitas kolaborasi multidisipliner dan pemanfaatan sumber daya sekolah. Implikasi penelitian menyoroti pentingnya pelatihan guru secara berkelanjutan dan partisipasi aktif orang tua untuk mendukung pendidikan keberlanjutan.
Reconstructing Deweyan Progressivism through the Epistemology of Cultural Hybridity: Toward a Hybrid Historical Pedagogy Theory Egi Nurholis; Sariyatun Sariyatun
Wahana Pendidikan Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i2.26293

Abstract

Contemporary culturally plural societies challenge Deweyan progressivism to explain how educational knowledge is constructed through intercultural encounters, multiple identities, and historically situated experiences. Although intercultural and postcolonial educational theories have addressed cultural difference, hybridity, and epistemic plurality, cultural hybridity has rarely been theorised as an epistemological condition connecting educational experience, historical interpretation, and educational purpose. This study therefore asks how Deweyan experience can be reconstructed for culturally hybrid educational contexts and how cultural hybridity and historical consciousness can be integrated into a coherent educational theory. Employing philosophical inquiry, conceptual analysis, and theory synthesis, the study examines the ontological, epistemological, and axiological assumptions of Dewey, Bhabha, Rüsen, and contemporary philosophy of education; deconstructs the concepts of experience, cultural hybridity, historical consciousness, and educational purpose; and reconstructs their relationships into Hybrid Historical Pedagogy Theory (HHPT). The analysis identifies Hybrid Experience as culturally negotiated experience, Hybrid Epistemology as a condition of knowledge construction, and Historical Consciousness as the mediating process connecting experience and educational meaning. These relationships are articulated through the HERITAGE Model, comprising Hybrid Experience, Historical Interpretation, Historical Consciousness, Inclusive Identity and Democratic Agency, Generative Knowledge, and Moral Ecology. HHPT thus offers a conceptual reconstruction that extends the explanatory scope of Deweyan progressivism rather than replacing existing intercultural or postcolonial theories.