cover
Contact Name
Adi Putra
Contact Email
jurnal.luxnos20@gmail.com
Phone
+6221-5513572
Journal Mail Official
jurnal.luxnos20@gmail.com
Editorial Address
Kawasan Office Park Karawaci M 8-9, Jalan Imam Bonjol Karawaci, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Luxnos : Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia
ISSN : 25277561     EISSN : 27223809     DOI : https://doi.org/10.47304/jl.v6i1
Jurnal Luxnos adalah Jurnal Teologi yang mempublikasikan hasil penelitian dalam lingkup penelitian Teologi Biblika, Teologi Sistematika, Etika Kristen, Misiologi, Musik Gereja hingga Pendidikan Kristen.
Articles 140 Documents
Pengaruh Pembelajaran PAK Menggunakan PAIKEM Terhadap Minat Belajar Peserta didik di SMA Taruna Mandiri Pamulang May, May; Prasetya, Didimus Sutanto B.
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/1byh1p65

Abstract

Students lack interest in learning and tend to be monotonous because they do not clearly understand the teacher's teaching methods. Therefore, it is necessary to apply the PAIKEM method to increase students' interest in learning with a more creative and in-depth approach. This research uses descriptive methods combined with quantitative methods. The purpose is to measure the importance of the contribution of Christian religious education learning with PAIKEM method to students' learning enjoyment at SMA Taruna Mandiri Pamulang. The results showed that the effect of PAK learning with PAIKEM method simultaneously contributed 56.0% to students' learning interest, while the remaining 44.0% was influenced by other variables that were not in this study.
Transformasi Karakter Guru Sebagai Hamba Yang Melayani Berdasarkan Injil Yohanes 13:1-38 Kasse, Yublina
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/t9fzhb35

Abstract

Jesus as a genealogical model of the character of the teacher as a servant who serves has the aim of exploring the transformation of the character of the teacher as a servant who serves, by emulating Jesus Christ based on John 13:1-38. Jesus is an example of a serving character that provides a framework for teacher to internalize the values of service that reflect the character of humility, character, love, character of serving and giving examples and devation in the learning and teaching prochess, The method in the study used a descriptive qualitative approach, by analyzing how the principles of Jesus’ service can be applied in the context of Christian education. The results of the quality of teaching, but also shape the character of better students. It is councluded that Christian religious education teachers who serve with a sincere and humbale heart are able to be inspiring role models for students, can enoucourage students, to develop strong moral and spiritual values and emphasie the importance of integrity and exemplary behavior.
Teologi Trinitarian Calvin: Doktrin Autotheos Sebagai De Novo Dan Koreksi Untuk Konsili Nicea? Mantiri, Lily Grace
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/w4hc5j89

Abstract

Calvin's Trinitarian formulation, especially his view that the three Persons of the Trinity are autotheos, is considered unique, de novo. It even deviates or at least is a correction to the Nicene Creed (325 AD). Answering this problem, using a historical theology approach, this paper discusses Calvin's views on the doctrine of the Trinity. The author will show that Calvin's formulations of Trinitarian theology did not emerge from a vacuum but were expressed based on the theological struggles of his time. In other words, Calvin's view of the Triune God must be placed in its historical context. Through this research, the author underlines Calvin's widely recognized contribution, namely his assertion that the Father, Son, and Holy Spirit are three distinct persons but have one essence because they are autotheos. Calvin's concept of autotheos should be considered a clarifying contribution to the Nicene Creed.
Memaknai Kembali Misi Kristen terhadap Parmalim Purba, Fredi Ardo
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/22ay4026

Abstract

This paper discusses the role of mission in the identity of the Christian church as well as the concept of mission that should go beyond the mere proclamation of the gospel to include an attitude of life, concrete help, struggle for human rights, and social involvement. Christian mission is often misinterpreted as an attempt to Christianise others. This research uses a qualitative research method with a literature study approach by analysing sources related to Christian mission towards Parmalim. The results show that Christian mission should emphasise love, peace, and justice, rather than simply Christianising others. In particular, in the context of ministry to the Parmalim, it is important to understand and respect their beliefs and establish a respectful dialogue. A re-understanding of Matthew 28:19-20 emphasises the importance of understanding the context, the overall message of the gospel, and the role of the church as an instrument of Christ's love and teaching. True Christian mission is to strive for peace, justice and love in the world, and to respect other religious beliefs as part of the call to realise the Kingdom of God on earth.
Kajian Teologis Tentang Penderitaan Dalam Perspektif Paulus Berdasarkan 2 Korintus 11:23-28 Laia, Dermawan; Malik; Laia , Dermawan; Refamati Gulo
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/1e4as898

Abstract

Penderitaan sering disebutkan dalam Alkitab dan merupakan bagian penting dalam kehidupan orang percaya. Dalam 2 Korintus 11:23-28, rasul Paulus menguraikan tantangan-tantangan ketika melayani Kristus. Penderitaan adalah ujian yang menguji ketabahan dan keimanan seseorang. Penelitian ini betujuan untuk mengemukakan makna penderitaan menurut Alkitab. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dihasilkan bahwa penderitaan ini dipercaya dapat meningkatkan ketergantungan seseorang pada Tuhan dan keimanan. Selain itu, penderitaan memberikan peluang bagi umat Kristiani untuk menyaksikan iman mereka dan mengabarkan Injil. Hasil penelitian penderitaan tidak selalu berkaitan dengan hukuman, namun sebagai sarana yang dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Tinjauan Historis Dogmatik Terhadap Pandangan Agustinus Tentang Baptisan Percik Dan Selam Serta ImplikasinyaBagi Gereja Kristen Masa Kini Baitanu, Victor
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/ve1yt466

Abstract

Masalah dalam Kekristenan khususnya tentang baptisan sudah mulai era Kristenan mula-mula sampai masa Reformasi dan bahkan sampai hari ini yaitu berkaitan dengan baptisan percik dan selam. Studi ini berusaha untuk mengamati teologi baptisan dari Agustinus seorang teolog dari Gereja Latin yang memiliki pengaruh yang besar dalam sejarah Gereja bahkan Reformasi Protestan pada 1517 dikatakan sebagai penggalian Kembali terhadap pemikiran Agustinus, dan pada akhirnya memberikan sumbangsih bagi gereja Kristen masa kini. Agustinus percaya bahwa baptisan menghancurkan kuasa dosa, tetapi juga baptisan menyatukan orang percaya kepada Kristus. Dalam kaitan dengan baptisan Agustinus berkata bahwa Firman ditambahkan kepada unsur (air) tanpa Firman air hanyalah air biasa. Melalui Agustinus kita belajar bahwa bukan air baptisan, usia baptisan serta model baptisan yang menyelamatkan seseorang melainkan yang dilambangkan dalam baptisan itulah yang menyelamatkan. Agustinus tidak mempersoalkan model baptisan baik itu percik maupun selam, sebab pada masa Agustinus baptisan dapat dilakukan baik dengan cara percik maupun selam. Sahnya baptisan adalah ketika berada di komunitas yang benar. Penundaan baptisan pada masa kehidupan Agustinus dikarenakan adanya pemahaman bahwa baptisan benar-benar menghapus kuasa dosa sehingga seseorang yang sedang sekarat (hampir mati) barulah dilayangkan baptisan karena dipercayai dapat menghapus dosa bahkan dosa masa lalu.
Penerapan Metode Blended Learning Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran PAK dan Budi Pekerti Matekohy, Benyamin; Sahertian, Novita Loma; Siahaya, Tabita; Metekohy, Benyamin
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/0dbftm31

Abstract

Pembelajaran normal telah terdampak secara signifikan oleh pandemi COVID-19 di berbagai institusi, terutama SMP 38 Maluku Tengah. Meskipun demikian, paradigma pembelajaran campuran untuk pendidikan agama Kristen (PAK) dan pendidikan karakter harus diciptakan untuk meningkatkan standar pengajaran. Latar belakang SMP Negeri 38 Maluku Tengah yang terdampak oleh pandemi COVID menjadi dasar penelitian ini. Lingkungan sekolah terkendala dengan pengurangan jam pelajaran dan pembagian siswa menjadi dua kelompok. Tindakan kelas digunakan dalam pendekatan penelitian yang pelaksanaannya terbatas pada siklus kedua. Temuan yang membatasi siklus 2 dapat diamati pada hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan teknik blended learning pada siklus I yang menunjukkan 66% pada kategori kurang karena siswa belum terbiasa dengan metode ini, dan 65,38% pada kategori kuat. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan dari sebelumnya, namun tidak terlalu kuat, oleh karena itu dilakukan siklus II. Hasil statistik menunjukkan bahwa persentase aktivitas belajar siswa adalah 86%, yang dianggap cukup baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II. Minat belajar siswa meningkat sebesar 83,39% dengan kategori sangat kuat. Akhirnya, siklus dihentikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan menggunakan strategi blended learning dapat meningkatkan minat belajar. Gagasan untuk guru PAK adalah untuk menggunakan pembelajaran blended learning untuk meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar di SMP 38 Maluku Tengah.
Pengaruh Motivasi dan Komitmen Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Kerohanian Peserta Didik Halawa, Sinurmei Olifia; Santosa, Monica
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/8cnrvm53

Abstract

Motivasi seorang guru dalam mengajar sangatlah penting. Guru tidak dapat mengajar secara efektif jika tidak memiliki motivasi yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi dan komitmen guru Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan iman peserta didik. Dengan menggunakan penelitian kualitatif atau kajian pustaka, maka berikut diuarikan beberapa temuannya. Melalui penelitian ini menyarankan agar institusi pendidikan lebih memperhatikan pengembangan motivasi dan komitmen guru, mengingat dampaknya yang besar terhadap perkembangan spiritual siswa. Pengaruh dari motivasi dan komitmen guru yaitu ketika mereka tidak mendapat upah yang setimpal dan ketika pemimpinnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Hal tersebut mengakibatkan guru untuk mengabaikan tugas dan kewajibannya untuk mengajar. Tidak ada yang lebih penting selain motivasi dan komitmen awal seorang guru untuk mengajar peserta didiknya.  
Doktrin Tritunggal: Tantangan Membangun Fondasi Keyakinan Kristen di Era Postmodern Willyam, Verry; Nakmofa, Sutidjo Justus Jerzak
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/anzrzb86

Abstract

Allah Tritunggal tidak pernah habisnya jika selalu dikaji, dibahas, dan dibantah. Persoalan mengenai eksistensi Allah selalu saja menjadi polemik di dalam dunia teologi, bukan hanya di dalam kekristenan saja, bahkan di luar kekristenan pun mempertanyakan konsep yang lahir di masa bapa-bapa gereja. Namun fakta kebenarannya muncul dari Alkitab itu sendiri dalam menyampaikan pernyataan Allah dalam tiga pribadi. Trinitas tak lebih adalah sebuah misteri iman, hanya orang benar-benar percaya yang dapat mengerti dan memahami. Jika mengutip Agustinus dari Alexandria yang mengatakan, jika ada manusia yang berusaha menjelaskan Trinitas, maka orang itu akan menjadi gila. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi literatur, di mana kajian ini memberikan pengertian mendasar mengenai ajaran yang terus menerus hadir merusak konsep Tritunggal. Akhirnya artikel ini memberikan pengertian kepada orang percaya di era pos modern mengenai kekeliruan Tritunggal yang terus menerus muncul sebagai perkembangan doktrin mengenai hakikat Allah.
Analisis Ketuhanan Kristus Berdasarkan Ibrani 1 Dan Implementasinya Bagi Pertumbuhan Iman Jemaat Krikhoff, Rudi Arianto; Krikhoff, Rudy Arianto
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/fm1b4432

Abstract

Doktrin ketuhanan Kristus bersifat suprematif dan menegaskan bahwa Ia yang adalah Anak Allah, pewaris segala sesuatu, Pencipta alam semesta. Ada pandangan yang menyatakan bahwa Kristus adalah makhluk ciptaan, padahal di dalam Ibrani 1 justru menegaskan sebaliknya. Dia adalah contoh kemuliaan Allah dan gambar wujud-Nya, dengan otoritas penuh di sorga dan di bumi. Tujuan artikel ini adalah menganalisis doktrin tentang ke-Tuhanan Kristus yang didasarkan pada Kitab Ibrani 1. Dalam mengkaji ketuhanan Kristen, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang merujuk kepada studi literatur untuk mendapatkan berbagai argumen dan materi untuk memperkuat konstruksi pemikiran tentang aspek keilahian Kristus, posisi-Nya di atas malaikat, dan peran-Nya dalam menyelamatkan manusia sebagaimana yang tampak dalam Ibrani 1. Implementasi dari pemahaman teologis ini bagi pertumbuhan iman jemaat diuraikan dalam beberapa poin praktis. Pertama, keyakinan jemaat terhadap keselamatan yang pasti diperkuat oleh pemahaman akan Kristus sebagai Tuhan yang berdaulat. Kedua, pemahaman tentang supremasi Kristus mendorong jemaat untuk hidup dalam ketaatan dan penyembahan sejati, karena Dia berhak atas segala pujian dan penghormatan. Ketiga, jemaat harus bergantung sepenuhnya kepada-Nya dalam setiap aspek kehidupan mereka untuk menunjukkan kekuatan Kristus. Artikel ini menyatakan bahwa pemahaman yang mendalam tentang ke-Tuhanan Kristus sangat penting untuk menumbuhkan iman yang teguh dalam kehidupan jemaat Kristen.