cover
Contact Name
AKBAR ALFA
Contact Email
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Phone
+628122742652
Journal Mail Official
selodang.mayang.bappeda.inhil@gmail.com
Editorial Address
Kantor BAPPEDA Kabuapaten Indragiri Hilir Jl. Akasia no. 1 Tembilahan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SELODANG MAYANG
ISSN : 24427845     EISSN : 26203332     DOI : https://doi.org/10.47521/selodangmayang
Jurnal “SELODANG MAYANG” menerima artikel ilmiah mengenai hasil penelitian, tinjauan hasil-hasil penelitian, methodology dan pendekatan-pendekatan baru dalam penelitian yang berkaitan dengan Ekonomi, Industri, Pembangunan Infrastruktur, Teknologi, Energi, Sosial, Budaya, Lingkungan, Pertanian, Kesehatan, Pendidikan, Kemaritiman dan lain-lain. Tema sentral yang diutamakan adalah tentang Innovasi di bidang Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan DMIJ Plus Terintegrasi yang erat kaitannya dengan pembangunan dan pengembangan di Kabupaten Indragiri Hilir.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 290 Documents
THE RELATIONSHIP OF VILLAGE HEAD LEADERSHIP AND CITIZENS' PARTICIPATION IN DEVELOPMENT IN TRANSMIGRANT VILLAGES Kurniawan, Wahyu; Purba, Khairunsyah; Ummul Fithrriyyah, Mustiqowati
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.357

Abstract

Mahato Village is one of the transmigrant villages in Riau with a low level of citizen participation in development. This can be seen from the quiet presence of residents in the village planning meetings and their involvement in physical development. Another phenomenon that has yet to emerge is the intense loyalty of residents towards the leadership of the village head. This research aims to analyze the relationship between the leadership role of the village head in increasing community participation in development in transmigrant villages. This research was conducted using a qualitative approach. Data was collected through interviews with key informants, namely the Mahato village head, Mahato village secretary, Mahato village financial affairs head, BPD members, hamlet heads, and the community. Data collection was also carried out by observing and identifying attitudes and interactions between residents and village heads and observing various relevant village government documentation. The research results show that the Mahato Village Head's communication pattern has ineffective communication with residents in managing information related to programs and development; the village head's low level of innovation in identifying existing needs and problems has caused the group of residents' loyalty toward participation in the development process to be quiet. Desa mahato merupakan salah satu desa transmigran yang ada di Riau dengan tingkat partisipasi warga yang rendah dalam pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya kehadiran warga dalam musrenbangdes dan juga partisipasi dalam pembangunan fisik. Fenomena lain yang mengemuka adalah lemahnya loyalitas warga terhadap kepemimpinan kepala desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa relasi peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangungan di desa transmigran. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara terhadap key informan yaitu kepala desa mahato, sekretaris desa mahato, kepala urusan keuangan desa mahato, anggota BPD, kepala dusun dan masyarakat. Pengambilan data juga dilakukan melalui observasi dengan cara mengamati dan mengidentifikasi sikap, interakasi antar warga dan kepala desa dan mengamati berbagai dokumentasi pemerintah desa yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi Kepala Desa Mahato memiliki komunikasi yang tidak efektif dengan warga dalam mengelola informasi terkait dengan program dan pembangunan, rendahnya inovasi kepala desa dalam mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan yang ada telah menyebabkan
POTENSI GALIAN MINERAL DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU Hadiyanto, Anton Suprojo; Hasibuan, Monalisa; Agus, Indra
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.366

Abstract

Indragiri Hulu Regency has the potential for mining mineral commodities, tin, clay, kaolin, bentonite, quartz sand, sirtu, marble, andesite, basalt and granite which can be utilized for community welfare. Based on geomorphology, it can be divided into several units, namely: medium to strong wavy anticline hills, weakly wavy anticline hills, and flood plains. The moderately undulating anticlinal hills occupy the Bantang Cenaku, Bantang Gangsal, parts of the district. Peranap and parts of Kec. Seberida. Weakly undulating anticlinal hills cover parts of the district. Raft Kulim, Peranap, Sungai Lala, and parts of the district. West Rengat. Floodplain areas around large rivers. The hilly area is formed by steep slopes and is crossed by rivers with steep river banks composed of volcanic rocks. Primary metal minerals were found in the form of manganese, gold and tin. Gold in the veins is spread (disseminated) in the rock. Other minerals found are tuff, feldspar, granite, basalt, andesite, dacite, marble, quartzite, mica schist, serpentinite, andesite breccia. Kabupaten Indragiri Hulu memiliki potensi komoditas mineral tambang, timah, lempung, kaolin, bentonit, pasir kuarsa, sirtu, marmer, andesit, basal dan granit yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Bedasarkan Geomorfologi dapat dibagi menjadi beberapa satuan yaitu: perbukitan antiklin bergelombang sedang - kuat, perbukitan antiklin bergelombang lemah, dan dataran banjir. Perbukitan antiklin bergelombang sedang – kuat menempati wilayah Bantang Cenaku, Bantang Gangsal, sebagian wilayah Kec. Peranap dan sebagian Kec. Seberida. Perbukitan antiklin bergelombang lemah meliputi sebagian wilayah Kec. Rakit Kulim, Peranap, Sungai Lala, dan sebagian wilayah Kec. Rengat Barat. Dataran banjir daerah sekitar aliran sungai besar. Wilayah perbukitan dibentuk oleh lereng-lereng yang terjal dan dilewati sungai dengan tebing sungai yang curam disusun oleh batuan gunung api. Ditemukan bahan galian logam primer berupa mangan, emas dan timah. Emas di dalam urat-urat tersebar (disseminated) di dalam batua. Mineral lainnya yang ditemukan yaitu tuf, feldspar, granit, basalt, andesit, dasit, marmer, kuarsit, sekis mika, serpentinit, breksi andesit. Keywords: Minerals, metals, non-metals, geology, mining
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN: BUKTI DATA PANEL DI PROVINSI RIAU Amri, Khairul; Dian Fitri, Cut; Tazkiya Lubis, Indina
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.433

Abstract

This study estimates and analyzes the impact of economic growth and human resource quality on unemployment rates. Using panel data from 12 districts/cities in Riau Province for the period 2011-2022, a fixed-effects panel regression approach is employed as the estimation tool. The key findings of the study indicate that both economic growth and human resource quality have a negative and significant impact on unemployment rates. Increases in economic growth and improvements in human resource quality significantly improve employment opportunities and reduce unemployment. This implies that government policies aimed at reducing unemployment can be effectively implemented through interventions that promote economic growth and improve human resource quality. Kajian ini mengestimasi dan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia terhadap tingkat pengangguran. Menggunakan data panel 12 kabupaten kota di provinsi riau selama periode 2011-2022, regresi panel pendekatan fixed effect diterapkan sebagai alat estimasi. Temuan penting kajian ini adalah, pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran. Peningatan pertumbuhan dan perbaikan kualitas sumber daya manusia secara signifikan dapat mendorong perluasan kesempatan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran. Hal ini berimplikasi bahwa kebijakan pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran dapat dilakukan melalui intervensi kebijakan yang berkaitan dengan upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan perbaikan kualitas sumber daya manusia.
PENGEMBANGAN DAN INOVASI UMKM MASYARAKAT DESA PULAU PALAS MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS Gema Maulana, M.; Defri Yunda, Eka; Hafiz Febria Nanda, M.; Rianto, Bayu
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.444

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah or UMKM play a vital role in the economic development of Indragiri Hilir Regency, which had 7,321 UMKM in 2022. In Pulau Palas Village, Indragiri Hilir regency one UMKM has been producing semprong cakes since 2018 but still operates traditionally. Its sales are limited to nearby stalls with plain packaging. This is because the promotion and sales process has not been integrated with technology. This UMKM also does not yet have a strong identity as a place to make semprong cakes. This research was conducted using a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observations and documentation. The results of this study are in the form of a draft Business Model Canvas (BMC) which can be used or used as reference material by UMKM owners in running their business operations. The researcher also built social media accounts on Instagram, Facebook, and WhatsApp as channels that can be used by UMKM to expand their network to a larger customer. In addition, to increase the identity and brand of UMKM, the researcher designed and implemented logo that can be used by UMKM to strengthen their identity as a place to make semprong cakes. Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM telah memainkan peran yang sangat penting dalam membangun perekonomian masyarakat yang ada di kabupaten Indragiri Hilir. Berdasarkan data tahun 2022 Jumlah UMKM di kabupaten Indragiri Hilir berjumlah 7.321. Desa Pulau Palas kabupaten Indragiri Hilir terdapat sebuah UMKM yang bergerak dalam bidang pembuatan makanan cemilan kue semprong. UMKM ini telah beroperasi sejak tahun 2018, namun dalam operasionalnya UMKM ini masih menggunakan model bisnis secara tradisional. Proses penjualan UMKM masih mengandalkan penjualan kewarung warung sekitar dengan kemasan polosan. Hal ini disebabkan, proses promosi dan penjualan belum terintegrasi dengan teknologi. Selain itu, UMKM ini juga belum memiliki identitas yang kuat sebagai tempat pembuatan kue semprong. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu berupa draft Business Model Canvas (BMC) yang dapat digunakan atau bahan referensi oleh pemilik UMKM dalam menjalankan operasional bisnisnya. Peneliti juga membangun akun media sosial instagram, facebook dan whatsapp sebagai saluran yang dapat digunakan oleh UMKM dalam meningkatkan jaringan kepada komunitas pelanggan yang lebih besar. Selain itu, untuk menambah identitas dan merk UMKM, peneliti merancang dan mengimplementasikan sebuah logo yang dapat digunakan UMKM dalam memperkuat identitasnya sebagai tempat pembuatan kue semprong.
STRATEGI PENGUATAN INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI UNTUK MENDORONG INVESTASI DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Apridoni, Apridoni
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.445

Abstract

The economic growth of Indragiri Hilir Regency in 2024 was recorded at 3.10%, while the regional investment growth in 2024 reached 6.79%, showing an improvement compared to -0.56% in 2023. However, this increase in investment realization has not yet had a significant impact on the economic growth of Indragiri Hilir Regency. This is due to several key issues, including dependence on the agricultural and processing industries, a decline in agricultural production, and limitations in infrastructure and accessibility. Using the USG method (Urgency, Seriousness, Growth), the main issue addressed in this policy paper is Infrastructure and Accessibility Constraints. The problem statement identified is:"The limitations in infrastructure and accessibility in Indragiri Hilir Regency are caused by the lack of investment-supporting infrastructure, which restricts the development of industrial zones in the region. This, in turn, hampers investment flows, increases logistics costs, and slows down regional economic growth." To address these challenges, the Indragiri Hilir Regency Government must take strategic steps, including: Development of Economic and Industrial Zones, Strengthening Physical Infrastructure, Digitalization of Economic Infrastructure, Collaboration and Partnerships, Pro-Investment Regulations and Policies. As these steps cannot be implemented simultaneously, they are divided into three programs: Short-term program, Medium-term program, Long-term program. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2024 sebesar 3,10%, sementara pertumbuhan investasi daerah pada tahun 2024 sebesar 6,79% lebih baik dari Tahun 2023 sebesar -0,56%. Peningkatan pertumbuhan realisasi investasi tersebut belum berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Indragiri Hilir, hal tersebut terjadi dikarenakan adanya masalah yaitu Ketergantungan pada Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan, Penurunan Produksi Sektor Pertanian, Keterbatasan Infrastruktur dan Aksesibilitas. Dengan menggunakan metoda USG (Urgency, Seriousness, Growth), permasalahan yang akan dibahas dalam makalah kebijakan ini yaitu Keterbatasan Infrastruktur dan Aksesibilitas dengan problem statement Keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas di Kabupaten Indragiri Hilir dikarenakan minimnya infrastruktur pendukung investasi yang menyebabkan terbatasnya kawasan industri di Kabupaten Indragiri Hilir sehingga menghambat arus investasi, meningkatkan biaya logistik, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir yaitu Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Industri, Penguatan Infrastruktur Fisik, Digitalisasi Infrastruktur Ekonomi, Kolaborasi dan Kemitraan, Regulasi dan Kebijakan Pro-Investasi.Langkah tersebut tidak dapat dilaksanakan secara serentak oleh karenanya dibagi dalam 3 program, yaitu program jangka pendek, program jangka menengah, dan program jangka panjang.
ANALISIS PELAKSANAAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA DI DESA PENGALIHAN KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Irsal Mahendra, Yusril; Ramadhani Agusti Nst, Fitria
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.446

Abstract

The Village Consultative Body (BPD) is a representative body consisting of community leaders in the village whose function is to establish village regulations together with the village head and to accommodate and channel community aspirations. The aim of the research is to determine the implementation of the functions of the BPD, in the administration of village government in the village of Keritang sub-district, Indragiri Hilir Regency, and to find out what are the obstacles to implementing the functions of the BPD in the administration of village government in the diversion of Keritang sub-district, Indragiri Hilir Regency. The techniques of this research are observation, interviews and documentation, based on research indicators, Discussing and agreeing on draft village regulations with the village head, accommodating and channeling the aspirations of the village community, monitoring the performance of the village head. The inhibiting factors are the lack of human resources, facilities and infrastructure, and lack of socialization. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah suatu badan perwakilan yang terdiri atas pemuka-pemuka masyarakat di Desa yang berfungsi menetapkan peraturan desa bersama kepala desa serta menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat,Tujuan Penelitian untuk mengetahui pelaksanaan fungsi BPD, dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir,dan untuk mengetahui apa kendala pelaksanaan fungsi BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir,Teknik-teknik penelitian ini yaitu observasi,wawancara,dan dokumentasi,berdasarkan indicator penelitian ,Membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa,menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa,melakukan pengawasan kinerja kepala desa.Faktor penghambatnya adalah kurangnya sumber daya manusia,sarana dan prasarana,dan kurangnya sosialisasi.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TANDAN KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT Riono, Yoyon; Nursida; Marlina; Sari, Intan; Arpah, M; Zulfhi Surya, Roberta
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.449

Abstract

Effect of Liquid Coconut Bunch Organic Fertilizer on the Growth and Production of Shallots on Peat Soil. The purpose of this study was to determine the best concentration of liquid coconut organic fertilizer on the growth and production of shallots. This study was conducted at the Faculty of Agriculture, Indragiri Islamic University. This study used a Randomized Block Design with five treatments and three replications. The treatment of liquid organic fertilizer concentration consisted of five levels, namely; P1 = 20 ml / l, P2 = 30 ml / l water, P3 = 40 ml / l water, P4 = 50 ml / l water, and P5 = 60 ml / l water. The parameters observed included plant height, number of tubers, fresh weight of tubers, dry weight of tubers. The results showed that the administration of liquid organic fertilizer affected the growth and yield of shallots. Treatment with a concentration of 60 ml / l water produced the highest average production with plant height (41.00 cm), number of tubers (9 tubers), fresh weight of tubers (33.33 grams), and dry weight of tubers (16.66 grams). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Tandan Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah Pada Tanah Gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik kelapa cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair terdiri dari lima taraf, yaitu; P1 = 20 ml/l, P2 = 30 ml/l air, P3 = 40 ml/l air, P4 = 50 ml/l air, dan P5 = 60 ml/l air. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah umbi, berat segar umbi, berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan dengan konsentrasi 60 ml/l air menghasilkan produksi rata-rata tertinggi dengan tinggi tanaman (41,00 cm), jumlah umbi (9 umbi), berat segar umbi (33,33 gram), dan berat kering umbi (16,66 gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan dengan konsentrasi 60 ml/l air menghasilkan produksi rata-rata tertinggi dengan tinggi tanaman (41,00 cm), jumlah umbi (9 umbi), berat segar umbi (33,33 gram), dan berat kering umbi (16,66 gram).
STRATEGI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGINTEGRASIKAN POLA KONSUMSI SAGU SEBAGAI PANGAN LOKAL UNTUK MENAIKKAN INDEKS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Bovita, Aswin
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.452

Abstract

The Food Security Index of Indragiri Hilir Regency since the period 2020-2023 has not increased significantly. This has an impact on the food security ranking which is in position 300 out of 416 regencies. Meanwhile, Indragiri Hilir Regency has extensive sago plantations and large production as one of the commodities that are components of the food security index. The priority of the problem is determined and discussed using the USG method (urgency, seriousness, growth), namely the failure to realize local food security. The problem statement of this problem is the lack of support and integrated Regional Government policies from the upstream and downstream sides to policies at the community level as consumers (end users) which causes low consumption of sago starch so that its contribution to regional food security is not too significant. Based on the scoring results using the Analytical Hierarchy Process (AHP) approach method, a policy strategy is proposed to the Regional Government in the form of a Sago Food Innovation Processing and Development Support Policy. The implementation of this policy is carried out by implementing several strategic steps, namely focusing on product diversification and downstreaming efforts, research and development of sago-based food products, increasing capacity and training, increasing investment processing efforts and the sago food industry which is accompanied by strengthening promotion and education of the community as consumers. Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hilir sejak periode 2020 – 2023 tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Hal ini berdampak terhadap peringkat ketahanan pangan yang berada di posisi 300 dari 416 Kabupaten. Sementara Kabupaten Indragiri Hilir memiliki perkebunan sagu yang luas dan besar produksinya sebagai salah satu komoditas yang menjadi komponen dari indeks ketahanan pangan. Prioritas masalah ditentukan dan dibahas dengan menggunakan metoda USG (urgency, seriousness, growth), yakni belum terwujudnya ketahanan pangan lokal. Problem statement dari permasalahan itu adalah kurangnya dukungan dan kebijakan Pemerintah Daerah yang terintegrasi dari sisi hulu dan sisi hilir hingga kebijakan di tingkat masyarakat sebagai konsumen (end user) yang menyebabkan rendahnya konsumsi pati sagu sehingga kontribusinya terhadap ketahanan pangan daerah belum terlalu signifikan. Berdasarkan hasil scoring dengan menggunakan metoda pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) diusulkan strategi kebijakan kepada Pemerintah Daerah dalam bentuk Kebijakan Dukungan Pengolahan dan Pengembangan Inovasi Pangan Sagu. Implementasi kebijakan ini dilakukan dengan penerapan beberapa langkah strategis yakni fokus kepada upaya diversifikasi produk dan hilirisasi, penelitian dan pengembangan produk pangan berbahan sagu, peningkatan kapasitas dan pelatihan, peningkatan usaha pengolahan investasi dan industri pangan sagu yang disertakan dengan penguatan promosi dan edukasi masyarakat sebagai konsumen.
DESAIN STRUKTUR BETON BERTULANG PADA GEDUNG RUMAH TOKO DI DESA BANDAR SETIA, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Hutauruk, Denny Meisandy; Hermansyah, Hermansyah; Alfa, Akbar
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.453

Abstract

In designing a building structure, structural analysis must be conducted accurately to ensure its safety during use. A method that can be used for the design of earthquake-resistant reinforced concrete buildings is the moment-resisting frame system. In this study, the reinforced concrete building structure with the function of a shophouse was analyzed using a medium moment-resisting frame system. The resulting reinforcement design for the 2nd and 3rd floors includes beam B1 using longitudinal reinforcement 5D16 and shear reinforcement Ø10-75 in the joint area, and longitudinal reinforcement 5D16 and Ø10-150 as shear reinforcement in the field area. For beam B2, longitudinal reinforcement 3D16 and shear reinforcement Ø10-75 are used in the joint area, and main reinforcement 3D16 and shear reinforcement Ø10-150 in the field area. The columns use longitudinal reinforcement 10D16 with shear reinforcement D12-100. For the roof reinforcement design, beam B1 uses longitudinal reinforcement 4D14 and shear reinforcement Ø10-75 in the joint area, and main reinforcement 4D14 and shear reinforcement Ø10-150 in the field area. The roof columns use main reinforcement 10D14 with shear reinforcement D12-100. The reinforcement for the foundation is D14-100 as the main reinforcement and 8D13 as dowel reinforcement. Dalam merencakan sebuah bangunan gedung, analisis struktur harus dilakukan secara tepat untuk memastikan keamanannya saat digunakan. Metode yang digunakan untuk perencanaan gedung beton bertulang tahan gempa yaitu dengan menggunakan sistem rangka pemikul momen. Dalam penelitian ini struktur gedung beton bertulang dengan fungsi rumah toko dianalisis dengan sistem rangka pemikul momen menengah. Dihasilkan desain tulangan untuk lantai 2 dan 3 yaitu balok Balok B1 menggunakan tulangan longitudinal 5D16 dan tulangan geser Ø10-75 pada daerah tumpuan serta tulangan longitudinal 5D16 dan Ø10-150 sebagai tulangan transversal pada daerah lapangan. Pada balok B2 menggunakan tulangan longitudinal 3D16 dan tulangan transversal Ø10-75 pada daerah tumpuan serta tulangan utama 3D16 dan tulangan geser Ø10-150 pada daerah lapangan. Kolom menggunakan tulangan utama 10D16 dengan tulangan geser D12-100. Untuk perencanaan tulangan pada atap yaitu balok B1 menggunakan tulangan utama 4D14 dan tulangan transversal Ø10-75 pada daerah tumpuan serta tulangan utama 4D14 dan tulangan transversal Ø10-150 pada daerah lapangan. Kolom atap menggunakan tulangan utama 10D14 dengan tulangan geser D12-100. Tulangan pada fondasi yaitu D14-100 sebagai tulangan utama dan 8D13 sebagai tulangan sengkang.
EXPLORING ELECTRONIC WASTE RECYCLING INTENTIONS: THE ROLE OF ENVIRONMENTAL CONCERN, PERCEIVED BENEFIT AND ATTITUDE WITHIN THE TPB FRAMEWORK Promalessy, Rika; Saipul Hadi, T.; Furwanti Alwie, Alvi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.454

Abstract

This study examines the influence of environmental concern (EC) and perceived benefit (PB) on attitude (ATT) and intention to recycle e-waste in Indonesia using the Theory of Planned Behaviour framework. This study also examines the mediating role of attitude in the relationship between EC and PB on intention to recycle e-waste. Data were collected through an online survey of 270 respondents and analysed using the Structural Equation Modeling (SEM) PLS method. The results showed that EC directly and indirectly affects INT through ATT. Meanwhile, PB has no direct effect on intention to recycle e-waste, but significantly shapes ATT, which then acts as a full mediator in increasing recycling intention. These findings suggest that in the context of developing countries such as Indonesia, environmental concern factors are more influential than perceived benefits in encouraging e-waste recycling behaviour. Penelitian ini mengkaji pengaruh environmental concern (EC) dan perceived benefit PB) terhadap attitude (ATT) dan niat dalam mendaur ulang e-waste di Indonesia dengan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior. Studi ini juga menguji peran mediasi attitude dalam hubungan antara EC dan PB terhadap intention to recycle e-waste. Data dikumpulkan melalui survei online terhadap 270 responden dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa EC secara langsung dan tidak langsung memengaruhi INT melalui ATT. Sementara itu, PB tidak berpengaruh langsung terhadap intention to recycle e-waste, tetapi secara signifikan membentuk ATT, yang kemudian berperan sebagai mediator penuh dalam meningkatkan niat mendaur ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, faktor kepedulian lingkungan lebih berpengaruh dibanding manfaat yang dirasakan dalam mendorong perilaku daur ulang e-waste.