cover
Contact Name
Cucun Alep Riyanto
Contact Email
cucun.riyanto@uksw.edu
Phone
+628136909 4764
Journal Mail Official
juses.fsm@adm.uksw.edu
Editorial Address
Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Central Java, Indonesia
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains dan Edukasi Sains
ISSN : -     EISSN : 26543206     DOI : https://doi.org/10.24246
Core Subject : Science, Education,
The Jurnal Sains dan Edukasi Sains (JuSES) is open access and peer-reviewed journal publishing in Indonesian. It aims to publish academic articles such as original articles and review articles of conceptual, experimental, theoretical, and applied in the field of Mathematics and Natural Sciences from the following subject areas: Biology Biology Education Chemistry Chemistry Education Physics Physics Education Mathematics Mathematics Education Natural Sciences Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 121 Documents
Pemanfaatan keanekaragaman serangga tanah pada lahan sawit sebagai sumber belajar konservasi: Systematic literature review Annida Izzatul Jannah; Suyitno Aloysius; Suhartini Suhartini
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p27-38

Abstract

Perkebunan kelapa sawit merupakan sektor penting yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional, namun perluasan perkebunan kelapa sawit juga memicu penurunan keanekaragaman hayati akibat konversi hutan menjadi sistem monokultur. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis menilai keanekaragaman serangga tanah di perkebunan kelapa sawit dan menganalisis potensinya sebagai sumber belajar konservasi dalam pengajaran biologi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA terhadap artikel ilmiah yang terindeks Scopus dari tahun 2016–2026. Berdasarkan proses identifikasi, seleksi, kelayakan, dan inklusi, diperoleh 18 artikel yang dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit monokultur menyebabkan penurunan keanekaragaman serangga tanah, penyederhanaan struktur komunitas, dan gangguan fungsi trofik akibat berkurangnya kompleksitas vegetasi dan kualitas mikrohabitat. Kelompok fauna tanah seperti Collembola, Acari, dan Formicidae memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan faktor edafik dan mikroklimat, sehingga berpotensi digunakan sebagai bioindikator kesehatan tanah. Selain itu, pengelolaan vegetasi lapisan bawah dan penerapan bahan organik telah terbukti mendukung keberlanjutan komunitas fauna tanah di ekosistem kelapa sawit. Temuan studi ini juga menunjukkan bahwa data ekologis tentang keanekaragaman serangga tanah sangat relevan sebagai sumber belajar kontekstual melalui pengembangan bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), studi kasus, dan aktivitas pembelajaran berbasis lingkungan yang memanfaatkan data hasil penelitian sebagai objek analisis. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian kompetensi peserta didik dalam menganalisis keanekaragaman hayati, interaksi antarkomponen ekosistem, fungsi bioindikator, serta menumbuhkan literasi dan sikap konservasi berbasis bukti ilmiah.
Bioteknologi konvensional: Fermentasi sopi (Suna Likaf) pada masyarakat Timor suku Amanatun, Desa Skinu Kabupaten Timor Tengah Selatan Marince Leo; Matheos Takaeb; Meti Tefu; Dalvon Laos
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p131-138

Abstract

Bioteknologi konvensional merupakan pemanfaatan mikroorganisme dalam proses produksi tanpa rekayasa genetika, salah satunya melalui fermentasi tradisional. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses fermentasi sopi pada masyarakat suku Amanatun di Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam perspektif bioteknologi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur dari jurnal ilmiah terindeks. Hasil menunjukkan bahwa sopi dihasilkan melalui fermentasi nira lontar (Borassus flabellifer) oleh mikroorganisme alami seperti Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus, dan Acetobacter, yang kemudian dilanjutkan dengan proses distilasi sederhana. Proses ini tidak hanya memiliki dasar ilmiah biokimia, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi dalam masyarakat lokal. Dengan demikian, fermentasi sopi merupakan bentuk nyata penerapan bioteknologi konvensional berbasis kearifan lokal.
Pengaruh literasi sains dan kemampuan berpikir kritis terhadap pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar Preti Firginia; Sintha Dewanti
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p39-48

Abstract

Penelitian dilaksanakan guna mengkaji keterkaitan literasi sains dan kemampuan berpikir kritis dengan pemahaman konsep IPA pada siswa SD. Metode ex post facto digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian mencakup 29 siswa kelas V SDN Sorogenen 2 Tahun Ajaran 2025/2026 yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui tes uraian mencakup aspek literasi sains, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konsep IPA. Data dianalisis melalui regresi linear berganda berbantuan SPSS versi 27 setelah memenuhi uji prasyarat berupa normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan literasi sains dan kemampuan berpikir kritis belum berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar (F = 3,220; p = 0,056 > 0,05). Namun, hanya kemampuan berpikir kritis yang memiliki pengaruh signifikan pada pemahaman konsep IPA dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Sementara itu, literasi sains tidak menunjukkan pengaruh signifikan karena nilai signifikansinya 0,122 > 0,05. Kontribusi literasi sains dan kemampuan berpikir kritis pada pemahaman konsep IPA ditunjukkan oleh koefisien determinasi 19,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Pengembangan instrumen penilaian kognitif berbasis pembelajaran mendalam pada materi rangkaian arus bolak-balik SMA Siti Marpuah; Edi Istiyono
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p59-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan instrumen penilaian kognitif berbasis pembelajaran mendalam (deep learning), yaitu pendekatan yang berfokus pada penguasaan makna konseptual dan penalaran tingkat tinggi pada materi fisika rangkaian arus bolak-balik tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), yang dibatasi hingga tahap pengembangan (Develop) berupa uji coba lapangan. Evaluasi produk melibatkan uji kelayakan teoretis dan uji kelayakan oleh tiga pendidik praktisi, yang dilanjutkan dengan uji coba lapangan terhadap 29 siswa kelas XII SMA. Hasil tinjauan kualitatif menyimpulkan bahwa instrumen layak digunakan setelah melalui beberapa revisi, dengan penyederhanaan struktur bahasa, penambahan gambar pendukung, serta pengaitan butir soal dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Sementara itu, analisis kuantitatif dari uji coba lapangan menunjukkan perolehan nilai rerata sebesar 52,07. Sebaran data membentuk pola distribusi bimodal yang terpolarisasi pada ekstrem atas dan bawah. Pola sebaran ini mengindikasikan daya pembeda instrumen yang baik. Sebagai alat ukur diagnostik, instrumen ini mampu membedakan respons kelompok peserta didik yang memiliki penguasaan konsep utuh dengan peserta didik yang sebatas mengandalkan hafalan dangkal. Kesimpulannya, produk evaluasi ini valid dan layak digunakan sebagai instrumen pemetaan kedalaman penalaran saintifik pada topik kelistrikan yang sarat abstraksi.
Analisis Discovery Learning dalam meningkatkan motivasi belajar kimia pada materi Hukum Dasar Kimia Kelas X MAN 4 Bantul Nailul Nafia; Fana Prihatini; Ratna Fahmiyati; Setia Rahmawan
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p113-121

Abstract

Rendahnya motivasi peserta didik dalam menguasai konsep kimia, khususnya pada materi yang bersifat perhitungan dan mekanisme reaksi, merupakan permasalahan yang ditemukan di kelas X MAN 4 Bantul. Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X MAN 4 Bantul pada materi Hukum Dasar Kimia melalui implementasi model Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas X MAN 4 Bantul. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket motivasi belajar yang mencakup empat indikator, yaitu minat dan perhatian, rasa ingin tahu, keaktifan dan partisipasi, serta percaya diri dan kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata persentase motivasi belajar siswa dari 80,36% pada Siklus I menjadi 86,31% pada Siklus II, sehingga terdapat kenaikan sebesar 5,95%. Indikator yang mengalami peningkatan paling besar adalah percaya diri dan kemandirian, dengan kenaikan mencapai 13,09% (dari 66,67% pada Siklus I menjadi 79,76% pada Siklus II). Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning efisien diterapkan untuk mengoptimalkan motivasi belajar siswa pada materi Hukum Dasar Kimia.
Studi literatur: Pengembangan media pembelajaran berbasis video interaktif pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar Ardin Dinda; Suwito Pramono; Nuni Widiarti; Arif Widiyatmoko
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p104-112

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar sering kali dihadapkan pada tantangan besar berupa penyampaian materi yang bersifat abstrak dan kompleks. Kondisi tersebut kerap memicu hambatan pemahaman pada siswa yang secara kognitif masih memerlukan jembatan visual dalam memproses informasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan media pembelajaran berbasis video interaktif pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar khususnya kelas rendah. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA. Proses pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar pada rentang publikasi tahun 2021 sampai 2026. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan analisis isi artikel terpilih. Hasil seleksi menghasilkan sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis video interaktif pada pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar didominasi oleh mata pelajaran IPA yang berupa penjelasan dan dengan fitur terbatas hanya berupa materi. Media video pembelajaran paling banyak dikembangkan pada jenjang kelas III sampai VI. Temuan ini menunjukkan pengembangan media pembelajaran berbasis video interaktif memiliki potensi yang kuat sebagai bahan ajar digital untuk mendukung pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di sekolah dasa khususya kelas rendah yakni kelas I-III. Hasil temuan secara konsisten menunjukkan bahwa implementasi media video interaktif dan animasi memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Media video berperan krusial sebagai instrumen mediasi yang mampu mentransformasi konsep-konsep abstrak menjadi representasi konkret yang mudah dicerna, sehingga secara efektif mengatasi beban kognitif siswa pada fase operasional konkret. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media video merupakan strategi instruksional yang andal untuk menciptakan atmosfer belajar yang interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa, yang pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar secara berkelanjutan bagi peserta didik di jenjang pendidikan dasar.
Majalah IPA konteks gastropoda Pantai Bangkalan untuk meningkatkan literasi sains siswa Fiza Alfa'i Robiyah; Aida Fikriyah; Yunin Hidayati; Laila Muharrami
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p67-78

Abstract

Majalah IPA konteks gastropoda Pantai Bangkalan merupakan variasi media pembelajaran yang dirancang untuk membantu meningkatkan literasi sains siswa, khususnya pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan majalah IPA, peningkatan literasi sains siswa, keterbacaan, dan respons siswa terhadap majalah IPA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pada tahap implementasi digunakan desain penelitian One Group Pretest-Posttest dengan subjek penelitian kelas VII A sebanyak 3 siswa sebagai uji perorangan dan 10 siswa sebagai uji coba kelompok kecil, serta kelas VII D sebanyak 32 siswa sebagai uji kelompok besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) majalah IPA konteks gastropoda Pantai Bangkalan memperoleh hasil validitas sangat valid dengan perolehan skor rata-rata sebesar 92% dari ahli media dan 95% dari ahli materi; 2) penggunaan majalah IPA mengalami peningkatan literasi siswa dengan perolehan skor N-Gain sebesar 0,50 berkategori sedang; 3) keterbacaan siswa terhadap majalah IPA pada keseluruhan uji coba memperoleh skor total sebesar 85,84% berkategori sangat baik; 4) respons siswa terhadap majalah IPA memperoleh skor total sebesar 86,3% dengan kategori sangat baik dari keseluruhan uji coba produk. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengembangan majalah IPA konteks gastropoda Pantai Bangkalan efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa dalam pembelajaran IPA.
Karakteristik Quasi-Linear Convective System di wilayah cakupan radar cuaca Palembang tahun 2025 Karmelita Widyandaru; Latifah Qomariyatuzzamzami; Yahya Darmawan; Purwanti Sabrina; Agus Tjahjono
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p49-58

Abstract

Quasi-Linear Convective System (QLCS) merupakan sistem konvektif linier berskala meso yang berpotensi menghasilkan hujan lebat dan angin kencang, sehingga diperlukan kajian karakteristik sistem tersebut di wilayah tropis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik QLCS di Sumatra Selatan dalam radius cakupan 150 km dari Radar Cuaca Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang selama tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan data Radar Cuaca Doppler C-Band yang diolah dengan Rainbow Display, Analysis and Research Tool (RainDART) untuk menghasilkan produk Column Maximum (CMAX), Cell Centroid Tracking (CTR), Horizontal Wind (HWIND), dan Vertical Shear (VSHEAR). Karakteristik yang dianalisis meliputi jumlah kejadian, sebaran temporal dan spasial, tipe pembentukan, karakteristik propagasi, serta profil angin lapisan bawah. Hasil penelitian mengidentifikasi 32 kejadian QLCS dengan panjang sistem 52,28–186,01 km, reflektivitas maksimum 55,0–63,5 dBZ, dan durasi hidup 90–190 menit. Sebagian besar kejadian QLCS dalam domain penelitian terjadi pada siang hari (local time) di wilayah coastal plain, dengan tipe pembentukan yang didominasi broken line. Sistem umumnya bergerak ke arah tenggara dengan kategori fast moving (>7 ms⁻¹), memiliki durasi hidup >120 menit, serta berkembang pada lingkungan vertical wind shear kategori strong (>0,005 s⁻¹) dan kecepatan angin horizontal maksimum >20 knot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QLCS di Sumatra Selatan memiliki karakteristik yang sesuai dengan sistem konvektif terorganisasi di wilayah tropis yang dapat mendukung pemantauan dan analisis cuaca ekstrem berbasis radar cuaca.
Pengembangan instrumen koneksi matematis untuk mengukur kemampuan integrasi konsep Zita Putri; Lukman Hakim; Mimi Hajizah; Flavia Hidajat; Pinta Sampoerno
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p122-130

Abstract

Kemampuan koneksi matematis merupakan komponen krusial dalam menunjang deep learning (pembelajaran mendalam) siswa, khususnya pada materi perbandingan trigonometri yang sarat dengan struktur konsep hierarkis. Namun, instrumen evaluasi yang tersedia di lapangan cenderung bersifat konvensional dan mekanistis, serta belum menguji integrasi konsep secara bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes kemampuan koneksi matematis yang valid dan reliabel guna mengukur kapasitas integrasi konsep siswa kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 33 siswa kelas X di salah satu SMA swasta di Jakarta Pusat. Instrumen awal yang dikembangkan terdiri atas 5 butir soal uraian, dengan soal nomor 5 dirancang secara bertingkat menjadi tiga sub-butir (split-items, yaitu No. 5a, No. 5b, dan No. 5c). Kualitas psikometrik instrumen diuji melalui validitas isi dengan indeks Aiken's V, validitas empiris menggunakan Pearson Product Moment, serta uji reliabilitas Cronbach's Alpha. Hasil analisis menunjukkan bahwa validitas isi berdasarkan indeks Aiken's V berkisar antara 0,67 hingga 1,00, yang dikategorikan valid hingga sangat valid. Hasil uji empiris menyaring instrumen dan menyatakan 6 butir soal valid (r-hitung > r-tabel = 0,344), sedangkan butir No. 2 dinyatakan gugur karena tidak signifikan (r = 0,336). Koefisien reliabilitas Cronbach's Alpha untuk set instrumen final adalah sebesar 0,742 (kategori acceptable), dengan daya pembeda butir (Corrected Item-Total Correlation) yang baik (≥ 0,344). Karakteristik split-items pada soal nomor 5 dapat memberikan kedalaman diagnostik bagi guru dalam melacak hambatan kognitif siswa secara spesifik. Dengan demikian, instrumen final yang dikembangkan dinyatakan memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta layak digunakan sebagai alat evaluasi kemampuan koneksi matematis siswa.
Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dalam penerapan model SSCS (Search, Solve, Create, Share) pada materi Isu-isu Lingkungan Susilawati; Muhammad Fiqri
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p79-86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Isu-isu Lingkungan di kelas IX UPT SMP Negeri 1 Kampar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa yang terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian keterampilan berpikir kritis yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, perhitungan N-Gain, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,6467 dengan kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,2853 dengan kategori rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05) sehingga terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran SSCS. Selain itu, rata-rata keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen mencapai 80,75% dengan kategori sangat baik, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 50,45% dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Isu-isu Lingkungan.

Page 12 of 13 | Total Record : 121