cover
Contact Name
Cucun Alep Riyanto
Contact Email
cucun.riyanto@uksw.edu
Phone
+628136909 4764
Journal Mail Official
juses.fsm@adm.uksw.edu
Editorial Address
Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Central Java, Indonesia
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains dan Edukasi Sains
ISSN : -     EISSN : 26543206     DOI : https://doi.org/10.24246
Core Subject : Science, Education,
The Jurnal Sains dan Edukasi Sains (JuSES) is open access and peer-reviewed journal publishing in Indonesian. It aims to publish academic articles such as original articles and review articles of conceptual, experimental, theoretical, and applied in the field of Mathematics and Natural Sciences from the following subject areas: Biology Biology Education Chemistry Chemistry Education Physics Physics Education Mathematics Mathematics Education Natural Sciences Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
Pemanfaatan Tanaman Lokal Dayak Ngaju sebagai Sumber Belajar Konservasi Keanekaragaman Hayati Natalina, Kristiani; Fransiska, Carolina; Prawati, Melinda; Ciciana, Maneka
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p120-126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan evaluasi hasil dari sebuah program peningkatan pedagogical content knowledge calon guru SD, yang dirancang dengan menghubungkan pengetahuan IPA modern dan pengetahuan masyarakat adat Dayak melalui konsep konservasi keanekaragaman hayati. Program ini juga memberikan kesempatan bagi tim dosen untuk berkolaborasi dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan fokus program. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan silabus mata kuliah IPA 1, yang mencakup pengetahuan tentang konservasi tanaman lokal Dayak. Fokus penelitian ini adalah pada evaluasi dari proses integrasi pengetahuan lokal terhadap pemahaman calon guru tentang konsep konservasi, kesadaran budaya, apresiasi terhadap pengetahuan tradisional, kepedulian terhadap flora lokal, dan antusiasme terhadap pendekatan pengajaran IPA. Penelitian ini melalui tiga tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi serta refleksi. Dimulai dengan kolaborasi tim dosen dalam pengembangan kurikulum dan modul ajar yang relevan, dan dilanjutkan dengan pelaksanaan program selama tiga minggu dengan total jam pembelajaran sekitar 12 jam. Evaluasi dilakukan melalui wawancara pra dan pasca program terhadap mahasiswa PGSD semester 4, sedangkan refleksi dilakukan melalui observasi terhadap tenaga pengajar di dalam program ini. Pemahaman siswa terhadap konsep koservasi meningkat secara signifikan setelah program berlangsung, begitu pula kesadaran budaya dan apresiasi mahasiswa terhadap pengetahuan tradisional. Mahasiswa juga menunjukkan kepedulian terhadap flora lokal dan antusiasme terhadap pendekatan pengajaran IPA. Manfaat tambahan dari program ini termasuk pembentukan habitat bagi flora lokal yang terancam. Cara efektif dalam memasukkan kesadaran budaya dan pengetahuan lokal ke dalam kurikulum IPA sangat dibutuhkan dan diharapkan bahwa program ini menyediakan bukti dalam proses pengimplementasiannya di dalam kelas.
Pengaruh Eco-Enzyme Kulit Nanas dan Kulit Jeruk Purut Terhadap Perubahan Nilai pH, TDS, dan COD Limbah Cair Tahu Pibo, Lodia; Koly, Faryda Veronica Lamma; Karbeka, Martasiana; Mautuka, Zakarias Adrianto; Manimoy, Herianus; Botahala, Loth
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p127-132

Abstract

Salah satu alternatif dalam pengurangan pencemaran lingkungan akibat adanya limbah cair tahu yaitu penggunaan eco-enzyme sebagai agen bioremediasi. Eco-enzyme merupakan cairan filtrat hasil fermentasi bahan organik, gula molase, dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu dan konsentrasi terbaik eco-enzyme kulit nanas dan kulit jeruk purut dalam meningkatkan nilai pH, serta menurunkan nilai TDS dan COD limbah cair tahu. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan konsentrasi eco-enzyme dan waktu penyimpanan sampel sebagai variabel bebas. Cairan/filtrat eco-enzyme kulit jeruk purut dan kulit nanas yang diperoleh memiliki karakteristik berwarna kuning kecokelatan, beraroma asam segar, memiliki nilai pH 6, TDS 113 mg.L-1, dan COD 2.260 mg.L-1. Limbah cair tahu sebelum perlakuan memiliki nilai pH 6, TDS 1.210 mg.L-1, dan COD 1.340 mg.L-1. Hasil pengamatan menunjukkan terjadi penurunan nilai pH hingga 4 pada sampel limbah cair tahu kontrol tanpa penambahan eco-enzyme setelah 20 hari penyimpanan. Hasil perlakuan penambahan eco-enzyme pada limbah cair tahu menunjukkan bahwa eco-enzyme dengan konsentrasi 10% selama 20 hari penyimpanan dapat meningkatkan nilai pH dari 4 menjadi 6. Eco-enzyme dengan konsentrasi 15% dengan penyimpanan selama 10 hari mampu menurunkan nilai COD dari sampel kontrol dengan COD 2.070 mg.L⁻¹ menjadi 50 mg.L⁻¹. Penambahan eco-enzyme pada penelitian ini tidak menurunkan nilai TDS, namun meningkatkan nilai TDS (untuk penyimpanan 20 hari dari 945 mg.L⁻¹ menjadi 1.220 mg.L⁻¹). Hal ini menunjukkan bahwa eco-enzyme memiliki potensi menurunkan nilai COD dan meningkatkan nilai pH karena memiliki kandungan enzyme yang berperan sebagai biokatalis yang mempercepat dekomposisi limbah cair tahu.
Penentuan Skala Prioritas Pengembangan Potensi Mata Air untuk Air Baku di Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Berdasarkan Metode Analytic Network Process Nafi'a, Futicha Elma Dina; Siswoyo, Hari; Bisri, Mohammad
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p88-98

Abstract

Mata air adalah fenomena alam di mana air yang berada di lapisan akuifer mengalir menuju ke permukaan. Proses ini terjadi secara alami yang menghasilkan sumber air baku dan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Salah satu wilayah yang memiliki banyak mata air potensial di Kota Salatiga yaitu Kecamatan Sidorejo, masyarakat sekitar memanfaatkan mata air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti kegiatan mandi, mencuci, dan lainnya. Adanya permasalahan berupa kurangnya sistem distribusi layak menjadi perhatian khusus. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui rangking prioritas mata air potensial yang kemudian akan dikembangkan berupa distribusi air baku sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Langkah yang dapat dilakukan yaitu menentukan prioritas mata air potensial dengan metode Analytic Network Process. Penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan lima parameter yaitu kriteria kuantitas, kontinuitas, kebutuhan air masyarakat, jarak mata air dengan pemukiman warga, dan persepsi masyarakat pada 14 mata air. Setiap kriteria memiliki tujuan dan hasilnya masing-masing. Kuantitas sumber air berkisar antara 0,021 Liter/detik – 40 Liter/detik. Seluruh sumber mata air ada pada kategori kontinuitas musiman. Kebutuhan berkisar antara 880 Liter/hari – 27.500 Liter/hari. Jarak mata air terjauh yaitu 223,3 meter dan yang terdekat yaitu 8,3 meter. Persepsi masyarakat didominasi oleh pernyataan setuju akan rencana pengembangan tersebut. Berdasarkan analisis dengan metode ANP dapat dinyatakan bahwa prioritas mata air tertinggi untuk dikembangkan yaitu Mata Air Kaligedangan.
Analisis Sebaran Polusi Udara di Kota Pontianak menggunakan Model WRF-Chem (Studi Kasus Kebakaran Hutan 21-25 Agustus 2018) Sari, Deby Kartika; Ihwan, Andi; Ardianto, Randy
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p99-107

Abstract

Kebakaran hutan merupakan salah satu ancaman serius yang berdampak luas terhadap kerusakan ekosistem, pencemaran udara, serta membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu kejadian kebakaran hutan yang signifikan terjadi di wilayah sekitar Kota Pontianak pada bulan Agustus 2018. Peristiwa ini menyebabkan penurunan kualitas udara secara drastis dan memicu munculnya kabut asap tebal yang menyelimuti kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola distribusi polutan udara selama kejadian kebakaran hutan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Weather Research and Forecasting with Chemistry (WRF-Chem), yang memungkinkan simulasi sebaran polutan secara spasial dan temporal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model WRF-Chem cukup efektif dalam merepresentasikan distribusi polutan udara di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya. Pola distribusi polutan menunjukkan peningkatan konsentrasi yang signifikan pada malam hingga pagi hari, yang dikaitkan dengan suhu udara yang relatif rendah dan dominasi angin dari arah tenggara dengan kecepatan rata-rata 9 m/s. Sebaliknya, pada siang hari, suhu yang tinggi dengan rata-rata mencapai 34 °C berkontribusi terhadap penurunan konsentrasi partikel polutan (particulate matter) karena proses pengangkatan partikel ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Namun demikian, kondisi suhu tinggi pada siang hari justru menyebabkan peningkatan konsentrasi gas nitrogen dioksida yang menyebar ke wilayah yang lebih luas. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara parameter meteorologi dan distribusi polusi udara, yang dapat dijadikan dasar dalam perumusan strategi mitigasi terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang.
Optimalisasi Pembelajaran Jarak Jauh: Identifikasi Kebutuhan Pengguna dalam Pengembangan Website Suplementary Learning untuk Mata Kuliah Kimia Analitik Instrumen Suciana, Dola; Masbukhin, Faizal Akhmad Adi; Wathi, Ayu Fahimah Diniyah; Sausan, Inas
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p108-119

Abstract

Pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif penting dalam pendidikan, terutama pada mata kuliah Kimia Analitik Instrumen. Namun, banyak mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi ini karena sifat mata kuliah ini yang kompleks dan membutuhkan pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip analisis kimia, sehingga perlu adanya website supplementray learning untuk membantu proses pembelajaran pada mata kuliah ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dalam pengembangan website supplementary learning yang dapat mendukung proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui pemberian kuisioner kepada 43 orang mahasiswa program studi pendidikan kimia yang sudah menempuh mata kuliah kimia analitik instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 72% mahasiswa mendukung pengembangan website belajar tambahan untuk meningkatkan pemahaman materi. Mereka menyampaikan bahwa latihan soal yang disertai feedback, penjelasan materi yang komprehensif, video penjelasan instrumen, serta video interaktif sangat dibutuhkan. Selain itu, mahasiswa juga mengharapkan adanya kesimpulan dan rekomendasi yang dapat memperjelas pemahaman mereka tentang materi yang dipelajari. Temuan ini memberikan gambaran jelas tentang kebutuhan mahasiswa, yang menjadi dasar pengembangan website pembelajaran yang lebih efektif dan interaktif. Dengan memenuhi kebutuhan tersebut, diharapkan website ini dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kimia Analitik Instrumen, serta mendukung keberhasilan pembelajaran jarak jauh secara keseluruhan.
Penggunaan Komposit ZnO/Perlite untuk Fotodegradasi Zat Warna Metilen Biru Burhanudin, Burhanudin; Setyaningtyas, Tien; Riyani, Kapti
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p150-158

Abstract

Limbah pembuangan pada industri yang semakin berkembang menyebabkan pencemaran yang disebabkan oleh zat pencemar. Limbah cair yang berasal dari industri tekstil adalah salah satu limbah yang mengandung zat warna beracun seperti metilen biru yang tidak mudah terurai di lingkungan. Maka dari itu, perlu dilakukan suatu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan material fotokatalisis. Material fotokatalis yang sering digunakan yaitu oksida logam semikonduktor seperti ZnO. Namun, semikonduktor ZnO masih memiliki keterbatasan dalam aplikasinya. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, katalis ZnO akan dikombinasikan dengan material pendukung seperti perlite yang merupakan material berpori dan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan ZnO/Perlite dalam mendegradasi zat warna metilen biru. Komposit ZnO/Perlite dengan komposisi 20% menunjukkan aktivitas fotokatalitik yang paling tinggi dibandingkan komposit ZnO/Perlite dengan komposisi 30% dan 10%. Kondisi optimum pada komposit ZnO/Perlite 20% dalam mendegradasi metilen biru dicapai pada kondisi pH 11 dengan massa 0,3 gram dan penyinaran sinar ultraviolet selama 2 jam, aktivitas fotokatalitik yang dihasilkan sebesar 47,59% serta gabungan adsorpsi dan aktivitas fotokatalitik sebesar 78,1%. Pada analisis XRD diperoleh karakteristik puncak kristal ZnO berstruktur wurtzite pada (100); (002); (101); (102); (110); (103); dan (112); sedangkan sudut difraksi 2θ (10o-30o) menunjukkan sifat amorf perlite. Pada hasil DRS diperoleh bahwa komposit ZnO/Perlite 20% memiliki nilai celah pita (band gap) sebesar 3,21 eV.
A Case Study on The Quantitative Determination of Fluoride in Drinking Water using The Colorimetric Method with UV-Vis Spectrophotometry Nisa', Salma Alifatun; Salfiah, Salma; Arianty, Alya Dwi; Hidayah, Fitria Fatichatul
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p167-172

Abstract

Drinking water is something that is consumed by the general public every day. One of the contents contained in drinking water is fluoride which can have a negative impact on humans if the level exceeds 1 mg/L. The objective of this study is twofold: firstly, to identify and calculate the concentration of fluoride in bottled drinking water samples, and secondly, to determine the suitability of consuming the samples. An analysis of fluoride levels was conducted on five drinking water samples. This analysis was performed using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 570 nm. The reagent used was sodium 1-parasulfophenylazo 20-1,8-dihydroxy-3-6-naphthalene (SPADNS). The test is based on the reaction of fluoride and zirconium, which results in the absorption of colour by the former and the formation of a colourless complex anion by the latter. The observation is made indirectly by observing the reduction of the absorption of the SPADNS-zirconyl acid reagent complex, rather than the absorption of the reagent to which fluoride ions have been added. The measurement results indicate that the five samples exhibit fluoride levels below 1 mg/L, with a range of 0.054 - 0.560 mg/L. In accordance with the standards outlined in SNI 3553:2015 concerning Mineral Water, the analysed drinking water samples are deemed to be in compliance with stipulated parameters. This is due to the fact that the concentration of total dissolved solids in the water samples does not exceed 1.0 milligrams per litre (mg/L).
Pilsbryoconcha exilis: Kajian Tentang Struktur, Komponen dan Nutrisi, serta Pemanfaatannya dalam Pengolahan Pencemaran Air Birhi, Damiana Nofita; Abi, Faustina de Yesu Prisila; Laka, Antonia Fransiska
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p173-184

Abstract

Perairan Indonesia hingga saat ini masih menunjukan adanya pencemaran, walaupun pada tahun 2020 Bappenas telah mengklaim bahwa air bersih nasional akan mencapai 100% pada akhir tahun 2024. Sistem pembuangan limbah dari berbagai sektor ke aliran sungai serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya air bagi kesehatan menjadi tantangan terbesar dalam menghadapi persoalan ini. Upaya pemurnian air menggunakan penyaring telah banyak diteliti dan diterapkan. Salah satu penyaring alami adalah Pilsbryoconcha exilis (kerang kijing). Tujuan penulisan artikel review ini adalah mengkaji lebih dalam mengenai struktur dan morfologi kerang kijing, kandungan nutrisi, serta manfaatnya dalam mengatasi berbagai persoalan lingkungan. Kajian dilakukan dengan mengumpulkan data penelitian selama 10 tahun terakhir dari tahun 2014-2024 pada Google Scholar, Crossref, dan Elsevier. Data yang dikumpulkan sebanyak 54 artikel, yang kemudian dipilah berdasarkan kata kunci. Hasil pengolahan data mendapatkan 55 unsur dan senyawa dalam kerang kijing termasuk logam berat, dan berbeda pada setiap kerang. Hal ini dikarenakan ekosistem akan mempengaruhi pertumbuhan kerang seperti pH, suhu, kadar oksigen, hingga bakteri dan plankton yang menjadi makanan kerang. Pemanfaatan kijing sebagai bahan makanan terus mengalami peningkatan meski kijing telah diklaim mengandung logam berat yang berbahaya bagi konsumen. Penelitian terhadap teknik pengolahan kijing mendapatkan bahwa kandungan logam berat pada kijing akan menurun melalui perebusan pada suhu 100 oC. Disamping itu, pemanfaatan kijing sebagai biofilter, hidroksiapatit, antibakteri, serta antioksidan juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Penelitian lanjutan terhadap manfaat kerang kijing perlu terus dilakukan mengingat, kerang ini berkembang biak dengan baik di hampir seluruh wilayah perairan Indonesia, dan memiliki manfaat-manfaat yang belum dikaji secara mendalam.
Efektivitas Nanogel Ekstrak Daun Getih-Getihan (Rivina humilis) Sebagai Obat Penyembuhan Luka Robek pada Tikus Aji, Oktira Roka; Tufahati, Nadhira; Yuliani, Ririn Kholifatu; Ilma, Nur Malika; Salimah, Azizah Zahratus
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p159-166

Abstract

Getih-getihan (Rivina humilis) merupakan tanaman liar yang sering ditemukan tumbuh di sekitar pekarangan rumah atau lahan kosong. Daun dari tanaman getih-getihan diketahui mengandung berbagai senyawa aktif, salah satunya adalah flavonoid yang memiliki sifat antiinflamasi sehingga sangat berpotensi dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai konsentrasi nanogel ekstrak daun getih-getihan dalam membantu proses penyembuhan luka robek pada hewan uji tikus (Rattus norvegicus). Metode dalam penelitian ini  yang digunakan untuk menguji efektivitas konsentrasi nanogel ekstrak daun getih-getihan yaitu dengan menggunakan analisis eksperimental. Analisis data dilakukan dengan pengujian ANOVA untuk melihat perbedaan yang signifikan, dan kemudian dilanjutkan dengan uji lanjutan dengan analisis Duncan-Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat kelompok perlakuan yang paling efektif. Hasil pengujian efektivitas nanogel ekstrak daun getih-getihan dengan konsentrasi 2 %, 4%, dan 6% b/v pada tikus (Rattus norvegicus) menunjukkan nanogel yang paling efektif dalam penyembuhan luka adalah pada konsentrasi 6%. Karena pada hari ke 6 menunjikan bahwa kondisi bekas luka sayatan sudah tertutup sempurna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nanogel ekstrak daun getih-getihan dengan konsentrasi 6% merupakan formulasi paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka robek. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar tanaman liar untuk dapat dikembangkan menjadi produk obat yang berbasis herbal sehingga aman dan ramah lingkungan.

Page 10 of 10 | Total Record : 99