cover
Contact Name
Hoiruddin Fathurohman
Contact Email
ssyarah077@gmail.com
Phone
+6289618357674
Journal Mail Official
syntaxbandung@gmail.com
Editorial Address
Perum Derwati Mas Jl. Derwati Mas, No.20 Rancasari, Ciwastra - Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Published by Cv.Rifainstitut
Syntax Imperatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan adalah jurnal yang diterbitkan dua bulan sekali oleh CV. Syntax Corporation Indonesia. Jurnal Syntax Imperatif akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cangkupan ilmu sosial dan pendidikan. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah atas issue penting dan terkini atau resensi buku ilmiah.
Articles 675 Documents
Hukum Yang Hidup, Hukum Yang Menghukum: Eksistensi Hukum Pidana Adat dalam Perspektif KUHP Nasional Tatang Tatang
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1141

Abstract

Eksistensi hukum pidana adat dalam sistem hukum nasional Indonesia menunjukkan adanya dinamika hubungan antara hukum negara dan hukum yang hidup dalam masyarakat (living law). Di tengah perkembangan hukum pidana modern yang berlandaskan asas legalitas, pengakuan terhadap hukum pidana adat menimbulkan perdebatan akademik terkait kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi hukum pidana adat dalam sistem hukum Indonesia, mengkaji bentuk pengakuannya dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional), serta menelaah implikasinya terhadap asas legalitas dan kepastian hukum dalam sistem peradilan pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, historis, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum pidana adat masih eksis secara sosiologis dan memperoleh legitimasi konstitusional melalui pengakuan terhadap masyarakat hukum adat dalam UUD 1945, serta mendapatkan ruang normatif dalam KUHP Nasional melalui konsep living law. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait ketegangan dengan asas legalitas, keragaman norma adat di berbagai daerah, serta potensi konflik dengan prinsip hak asasi manusia. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan teknis yang lebih komprehensif untuk menjamin harmonisasi antara hukum pidana adat dan hukum pidana nasional dalam kerangka negara hukum yang berkeadilan dan berkepastian hukum
Jejak Digital Koruptor: Pemanfaatan Bukti Elektronik dalam Pembuktian Tindak Pidana Korupsi Imam Subiyanto
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1143

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola dan modus operandi tindak pidana korupsi. Komunikasi antara pelaku korupsi tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan melalui berbagai media elektronik seperti telepon seluler, surat elektronik (e-mail), aplikasi pesan instan, transaksi perbankan digital, serta penyimpanan data berbasis cloud. Kondisi tersebut menjadikan bukti elektronik sebagai instrumen penting dalam proses pembuktian tindak pidana korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum bukti elektronik dalam sistem hukum Indonesia, mengkaji pemanfaatannya dalam pembuktian tindak pidana korupsi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti elektronik memiliki kedudukan hukum yang sah berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan menjadi perluasan alat bukti dalam hukum acara pidana. Dalam praktiknya, bukti elektronik berperan signifikan dalam mengungkap jaringan korupsi, membuktikan komunikasi antarpelaku, serta menelusuri aliran dana hasil korupsi. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala berupa keterbatasan regulasi, tantangan teknis digital forensik, serta keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan pengembangan teknologi forensik digital untuk mendukung efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia.
Strategi Satgas Kompi Zeni Kontingen Garuda XX dalam Operasi Pemeliharaan Perdamaian di Republik Demokratik Kongo Basor Hermawan; Ansori Ansori; Erry Herman
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1144

Abstract

Penelitian ini membahas strategi Satgas Kompi Zeni Kontingen Garuda XX dalam mencapai keberhasilan tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia di Republik Demokratik Kongo. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh kompleksitas tugas Satgas Kizi dalam misi MONUSCO, terutama pada aspek kemampuan personel, dukungan logistik dan materiel, serta dinamika ancaman di daerah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan personel Satgas Kizi dalam melaksanakan tugas engineering, menganalisis kondisi aktual dukungan logistik dan materiel, serta merumuskan strategi yang tepat untuk mendukung keberhasilan misi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi, dan triangulasi terhadap informan yang berasal dari unsur pimpinan, staf operasi, staf logistik, dan personel Satgas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan perumusan strategi dilakukan melalui analisis SWOT dengan Matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personel Satgas memiliki kemampuan teknis dan profesionalisme yang memadai, namun masih menghadapi keterbatasan kemampuan bahasa asing, unsur pengamanan, risiko kesehatan, keterbatasan suku cadang, usia alat berat yang tua, serta lambatnya proses disposal materiel. Hasil analisis menunjukkan Satgas berada pada Kuadran I, sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi progresif melalui modernisasi alat berat, penguatan logistik, sistem pengamanan, dan peningkatan kompetensi personel
Strategi Dukungan Satuan Peralatan Puspalad melalui Integrasi Bengkel Pusat dan Daerah dalam Mendukung Operasi TNI AD di Daerah Rawan Poso Endri Yul Prihatin Warista; Ansori Ansori; Erry Herman
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1145

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan Alutsista TNI AD dalam mendukung operasi di daerah rawan Poso yang memiliki karakteristik medan berat, akses terbatas, intensitas penggunaan kendaraan tinggi, dan risiko keamanan kompleks. Sistem pemeliharaan Alutsista TNI AD telah disusun secara berjenjang melalui Bengkel Lapangan, Bengkel Daerah, dan Bengkel Pusat Peralatan, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala integrasi, keterbatasan fasilitas Bengkel Daerah, pelaporan kerusakan yang belum terdigitalisasi, distribusi suku cadang yang belum stabil, serta kompetensi teknisi yang belum merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dukungan Satuan Peralatan Puspalad melalui integrasi Bengkel Pusat dan Bengkel Daerah dalam mendukung operasi TNI AD di daerah rawan Poso. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi terbatas dan studi dokumentasi. Informan penelitian berasal dari unsur Bengpuspal, Bengrah Kodam XIII/Merdeka, Benglap Korem 132/Tadulako, dan PT Pindad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pemeliharaan telah berjalan melalui pembagian peran berjenjang, tetapi belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat hambatan pada koordinasi teknis, akurasi pelaporan, fasilitas diagnostik, ketersediaan suku cadang, dan kemampuan teknisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pemeliharaan Alutsista perlu diperkuat melalui digitalisasi pelaporan, peningkatan kompetensi teknisi, revitalisasi fasilitas Bengkel Daerah, penguatan manajemen suku cadang dan kerja sama teknis dengan industri pertahanan.
Konstruksi Adaptasi Implementasi MBKM dalam Perspektif Kapasitas Kelembagaan dan Asimetri Akses Pendidikan Tinggi Regional Rifai Rifai; Mukhlis Ishaka; Abdul Kadir; Haeril Haeril
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1177

Abstract

Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di perguruan tinggi daerah periferal menghadapi kesenjangan antara desain kebijakan nasional dan kapasitas kelembagaan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi kebijakan tersebut di perguruan tinggi Kota Bima dengan menelaah kapasitas institusi, strategi adaptasi lokal, ketimpangan akses mahasiswa, dan mekanisme evaluasinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa, serta analisis dokumen kurikulum, laporan kegiatan, dan dokumen kerja sama. Data dianalisis melalui pengkodean, kategorisasi, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme institusi terhadap kebijakan nasional belum diimbangi oleh kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur digital, jaringan kemitraan, dan dukungan finansial mahasiswa. Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi mengadaptasi program melalui kegiatan berbasis komunitas, desa, dan pemerintah daerah. Namun, adaptasi ini belum sepenuhnya mengatasi ketimpangan akses dan kecenderungan evaluasi yang masih berorientasi administratif. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan di daerah periferal bersifat kontekstual, adaptif, dan tidak linear. Keberhasilannya memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan, dukungan afirmatif bagi mahasiswa, pengembangan kemitraan lokal, dan evaluasi berbasis capaian pembelajaran.
Anak dalam Krisis Perlindungan: Menguji Efektivitas Hukum Perlindungan Anak di Tengah Meningkatnya Kekerasan dan Eksploitasi di Indonesia Mohamad Ali Syaifudin
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1146

Abstract

Anak merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional sehingga keberadaan dan hak-haknya harus mendapatkan perlindungan secara optimal. Namun demikian, berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Fenomena kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi ekonomi, hingga eksploitasi digital menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem hukum perlindungan anak yang telah dibangun oleh negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum perlindungan anak di Indonesia, mengkaji efektivitas implementasinya dalam menanggulangi kekerasan dan eksploitasi anak, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum, serta merumuskan strategi penguatan perlindungan anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki perangkat regulasi yang relatif memadai dalam perlindungan anak, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala berupa lemahnya koordinasi antar lembaga, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, keterbatasan sumber daya penegak hukum, serta perkembangan teknologi digital yang memunculkan bentuk-bentuk eksploitasi baru terhadap anak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, penguatan sistem perlindungan korban, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas hukum perlindungan anak tidak hanya ditentukan oleh keberadaan peraturan perundang-undangan, tetapi juga oleh kualitas penegakan hukum, budaya hukum masyarakat, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Strategi Peningkatan Kesiapan Operasi Batalyon Mekanis Kodam Jaya dalam Tugas Pengamanan Daerah Rawan Papua Anak Agung Ngurah Hadipta Kusuma; Anshori Anshori; Erry Herman
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1154

Abstract

Penelitian ini membahas strategi peningkatan kesiapan operasi Batalyon Mekanis jajaran Kodam Jaya dalam mendukung tugas pengamanan daerah rawan Papua. Permasalahan utama penelitian terletak pada adanya perbedaan antara orientasi pembinaan Kodam Jaya yang lebih berfokus pada pengamanan ibu kota, objek vital nasional, dan stabilitas pusat pemerintahan dengan tuntutan operasi di Papua yang memiliki karakteristik medan berat, ancaman bersenjata, keterbatasan infrastruktur, serta dinamika sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap unsur komando, staf operasi, dan personel Batalyon Mekanis yang memahami penyiapan maupun pengalaman operasi di Papua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan operasi satuan secara umum berada pada kategori baik, terutama pada aspek kemampuan tempur, disiplin, mental prajurit, kepemimpinan lapangan, soliditas satuan, dan kemampuan adaptasi. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan optimalisasi kendaraan tempur, dukungan logistik, komunikasi, pemeliharaan alutsista, latihan realistis, dan pemahaman budaya lokal. Strategi utama yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui peningkatan latihan berbasis karakteristik Papua, penguatan mental dan disiplin, optimalisasi teknologi komunikasi dan intelijen, serta penguatan kerja sama lintas instansi dan pendekatan teritorial.
Strategi Kesejahteraan dan Dukungan Psikologis dalam Penguatan Moril Prajurit Satgas Garuda pada Misi UNIFIL di Lebanon Wahyuansyah Negya Hadi; Martinus Dwi Arjanto Widodo; Slamet Sarjianto
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1155

Abstract

Keberhasilan Satgas Garuda dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon tidak hanya ditentukan oleh kemampuan taktis dan kepatuhan terhadap mandat PBB, tetapi juga oleh kesejahteraan, dukungan psikologis, kepemimpinan, dan kohesi satuan yang menopang moril prajurit. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kesejahteraan dan dukungan psikologis dalam penguatan moril prajurit Satgas Garuda selama penugasan di Lebanon. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatori yang diperdalam melalui studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi terbatas, angket, dan studi dokumentasi terhadap prajurit pelaksana, unsur komando, pembina mental, serta pejabat kebijakan terkait. Analisis dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña, serta diperkuat melalui SWOT, IFAS, EFAS, dan SFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan berupa tunjangan, akomodasi, logistik, layanan kesehatan, rekreasi, dan akses komunikasi keluarga menjadi fondasi rasa aman prajurit. Dukungan psikologis melalui pembinaan mental, konseling, kepemimpinan suportif, dan kekompakan tim menjaga stabilitas emosional. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketidakmerataan fasilitas antarpos, konseling yang belum terstruktur, dan tekanan akibat jarak keluarga serta dinamika keamanan. Kesimpulannya, moril prajurit dapat diperkuat melalui integrasi kesejahteraan, dukungan psikologis, kepemimpinan empatik, dan kohesi satuan secara berkelanjutan.
Smart Finance: Integrasi Artificial Intelligence dan Big Data dalam Pengambilan Keputusan Manajemen Keuangan Syafri Samanda
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1156

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik manajemen keuangan modern. Artificial Intelligence (AI) dan Big Data tidak lagi berfungsi sebagai teknologi pendukung, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam mendukung pengambilan keputusan keuangan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi AI dan Big Data membentuk konsep Smart Finance, mengidentifikasi manfaat implementasinya dalam pengambilan keputusan manajemen keuangan, serta mengkaji tantangan yang muncul dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada periode 2020–2026. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dan Big Data mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui analisis prediktif, otomatisasi proses keuangan, deteksi fraud secara real-time, optimalisasi pengelolaan risiko, serta peningkatan efisiensi operasional. Namun demikian, implementasi Smart Finance juga menghadapi tantangan berupa kualitas data, keamanan siber, privasi data, transparansi algoritma, bias AI, serta keterbatasan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini mengusulkan Smart Finance Framework yang mengintegrasikan kemampuan Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Decision Support System, dan Financial Performance sebagai model konseptual untuk mendukung transformasi digital manajemen keuangan.
Strategi Pertahanan Darat dalam Serangan Umum 1 Maret 1949: Pembelajaran Operasional bagi Postur Pertahanan Indonesia Ari Eko Prasetio; Budi Santoso; Heri Abriyadi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1161

Abstract

Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia yang menunjukkan efektivitas strategi pertahanan darat dalam menghadapi keunggulan militer Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pertahanan darat yang diterapkan dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 serta merumuskan pembelajaran operasional bagi postur pertahanan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis melalui kajian dokumen sejarah, literatur, wawancara dan analisis data berbantuan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan operasi ofensif terbatas di Yogyakarta bertumpu pada integrasi manuver dinamis, pertahanan berlapis, koordinasi antarsatuan tempur, infiltrasi senyap, serangan kilat serta penguasaan wilayah perkotaan secara terbatas selama enam jam. Efektivitas operasi tersebut diperkuat oleh sistem komando desentralistik berbasis Wehrkreise dan kemanunggalan TNI-Rakyat yang mampu mengompensasi keterbatasan sumber daya militer. Temuan penelitian menegaskan bahwa nilai operasional Serangan Umum 1 Maret 1949 tetap relevan bagi pengembangan postur pertahanan Indonesia, terutama dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah, kepemimpinan situasional, pembinaan teritorial dan kesiapan menghadapi ancaman hibrida. Dengan demikian, pengalaman historis tersebut dapat menjadi dasar pembelajaran operasional bagi pembangunan postur pertahanan darat yang adaptif, berlapis dan berkarakter nasional.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 6 (2022): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 5 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 6 (2021): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Syntax Imperatif Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan More Issue