cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Reformulasi Proses Impeachment terhadap Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terbukti Melakukan Pelanggaran Sebagaimana Dimaksud dalam Pasal 7A UUD 1945 (The Reformulation of the Impeachment Process for the President and/or Vice President Found to Have Committed Violations as Referred to in Article 7A of the 1945 Constitution) Habibi, Iskan; Nazri, Muhammad
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251111

Abstract

Abstract. This study examines the reformulation of the impeachment process for the President and/or Vice President in Indonesia to ensure legal certainty and justice within the presidential system. The research is based on legal uncertainty in the impeachment mechanism, which still combines political and legal elements, where the decision of the Constitutional Court (MK) is not automatically binding on the People's Consultative Assembly (MPR). The objective of this study is to evaluate the impeachment mechanism in Indonesia, compare it with systems in other countries such as South Korea and Italy, and formulate an ideal concept to make the impeachment process more effective and aligned with the rule of law. The findings indicate that Indonesia's impeachment mechanism remains complex and tends to be more political than judicial. Therefore, a reformulation is necessary, including an amendment to Article 7B paragraph (5) of the 1945 Constitution, ensuring that Constitutional Court decisions are final and must be implemented by the MPR. With these reforms, the impeachment mechanism is expected to better reflect the principle of checks and balances and strengthen the rule of law within Indonesia's constitutional system. Abstrak. Penelitian ini membahas reformulasi proses Impeachment Presiden dan/atau Wakil Presiden di Indonesia dalam rangka memastikan kepastian hukum dan keadilan dalam sistem presidensial. Penelitian ini didasarkan pada ketidakpastian hukum dalam mekanisme impeachment yang masih menggabungkan unsur politik dan hukum, di mana putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak serta-merta mengikat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi mekanisme Impeachment di Indonesia, membandingkannya dengan sistem di negara lain seperti Korea Selatan dan Italia, serta merumuskan konsepsi ideal agar proses Impeachment lebih efektif dan sesuai dengan prinsip negara hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme impeachment di Indonesia masih bersifat kompleks dan cenderung lebih politis dibandingkan yudisial, sehingga diperlukan reformulasi, termasuk amandemen Pasal 7B ayat (5) UUD 1945 agar putusan MK bersifat final dan wajib dilaksanakan oleh MPR. Dengan reformasi ini, diharapkan mekanisme impeachment dapat lebih mencerminkan prinsip checks and balances serta memperkuat supremasi hukum dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Peran Orangtua dalam Membangun Budaya Literasi Kepada Anak Sejak Dini (The Role of Parents in Building a Literacy Culture in Children from an Early Age) Shari, Destita; Hardiningrum, Andini; Rihlah, Jauharotur; Afandi, Mujad Didien; Basuki, Edi Pujo; Asmara, Berda; Maimunah, Siti
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251084

Abstract

ABSTRAKOrangtua memiliki peran penting untuk membimbing, mendidik, merawat anak sejak dini. Peran orangtua sangat diperlukan agar mampu memahami kondisi anak serta dapat mengembangkan minat yang dimiliki anak dalam proses tumbuh kembang. Proses belajar pada anak usia dini di dapatkan pada lingkungan keluarga yang pertama. Selebihnya proses belajar anak didapatkan dilingkungan sekolah. Proses belajar dalam mengenalkan literasi pada anak dapat diberikan sejak dini. Literasi yang diajarkan kepada anak dapat meliputi membaca, menulis, mendengarkan serta berbicara. Literasi yang dikenalkan pada anak sejak dini perlu adanya pembiasaan yang diterapkan oleh orangtua dengan aktifitas yang menunjang salah satunya waktu yang efektif dalam mendampingi anak mengenalkan buku cerita bergambar. Buku cerita bergambar dapat menarik anak untuk mengetahui isi buku cerita bergambar yang di dalamnya terdapat tokoh cerita, warna yang menarik, huruf dalam kalimat cerita. Membiasakan mengenalkan literasi anak sejak dini dapat mengoptimalkan mengembangkan aspek bahasa pada anak. Abstract. Parents play a crucial role in guiding, educating, and nurturing their children from an early age. Their involvement is essential for understanding the child's conditions and developing the child's interests during the growth process. Early learning occurs primarily within the family environment, followed by the school environment. The process of introducing literacy to children can begin at an early age. Literacy education for children encompasses reading, writing, listening, and speaking. Introducing literacy to children requires consistent practices implemented by parents, including effective time spent accompanying children in exploring picture storybooks. Picture storybooks can engage children by introducing them to the characters, appealing colors, and the text within the stories. Familiarizing children with literacy from an early age can optimize the development of their language skills.
Penyimpangan Hukum Dalam Praktek Merariq Kodeq (Kawin Lari dibawah Umur) Pada Masyarakat Sasak Di Lombok Nusa Tenggara Barat (Legal Deviations in the Practice of Merariq Kodeq (Underage Elopement) in Sasak Society in Lombok, West Nusa Tenggara) Sumerah, Sumerah
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251098

Abstract

ABSTRAKPenelitian jurnal ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan penulis terhadap kompleksnya permasalahan praktik perkawinan di bawah umur pada masyarakat Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penelitian jurnal ini mengangkat permasalahan mengenai Jenis penelitian jurnal ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam jurnal ini untuk pengambilan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan penelusuran referensi. Diantara permasalahan hukum dalam praktik merariq kodeq pada masyarakat Lombok, yaitu masyarakat dihadapkan pada permasalahan hukum tindak pidana melarikan anak di bawah umur, tindak pidana kekerasan, tindak pidana kekerasan seksual, dan tindak pidana penelantaran anak. Upaya pencegahan praktik merariq kodeq sangat dibutuhkan dalam kasus-kasus yang diangkat dalam jurnal ini, seperti menghidupkan kembali budaya lokal/kearifan lokal dengan penuh tanggung jawab, disisi lain diperlukan upaya optimalisasi sosialisasi tentang perkawinan, diperlukan campur tangan pemerintah secara nyata dalam upaya persuasif dan edukatif (diperlukan sekolah perkawinan sebagai media center), dan pentingnya melakukan upaya non litigasi terhadap permasalahan hukum yang muncul dalam praktik merariq kodeq yaitu memaksimalkan upaya perdamaian antar pihak, serta kesadaran hukum dalam masyarakat perlu ditingkatkan agar masyarakat tidak terjerat dalam tindak pidana dan proses hukum atau sanksi hukum. Abstract. This journal study is motivated by the author's concern regarding the complex issues surrounding underage marriage practices in Sasak society in Lombok, West Nusa Tenggara. This research addresses the problems related to this issue, utilizing a qualitative descriptive research type. Data collection techniques in this journal include observation, interviews, documentation, and literature review. Among the legal issues in the practice of merariq kodeq in Lombok society are the challenges of child abduction offenses, acts of violence, sexual violence offenses, and child neglect crimes. Preventive measures against the practice of merariq kodeq are essential for the cases discussed in this journal, such as revitalizing local culture and wisdom responsibly. Additionally, there is a need for optimizing socialization efforts regarding marriage, as well as tangible government intervention through persuasive and educational approaches (the establishment of marriage schools as media centers). It is also crucial to pursue non-litigation efforts to address legal issues arising from the practice of merariq kodeq, maximizing peace efforts among parties involved, and enhancing legal awareness within the community to prevent individuals from becoming entangled in criminal acts and legal processes or sanctions.
Pengelolaan Sampah Plastik menjadi Ecobrick sebagai Solusi Pendidikan Berkelanjutan pada Siswa Taman Kanak-Kanak (Management of Plastic Waste into Ecobricks as a Solution for Sustainable Education in Kindergarten Students) Asih, Hayati Mukti; Hakika, Dhias Cahya; Biddinika, Muhammad Kunta
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251017

Abstract

ABSTRACTPermasalahan sampah plastik di Indonesia telah menjadi isu lingkungan yang mendesak, terutama karena pengelolaan sampah yang tidak optimal. Sampah plastik yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan, termasuk mikroplastik di ekosistem laut, serta mengancam kesehatan masyarakat. TK Cahya Mentari sebagai bagian dari komunitas pendidikan memerlukan intervensi untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan sampah plastik. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancang untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, mengkreasikan ecobrick menjadi produk, sekaligus mengintegrasikan pembelajaran berbasis lingkungan ke dalam kurikulum anak usia dini. Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang dampak sampah plastik, melatih keterampilan pembuatan ecobrick dan diversifikasi produknya, serta mendorong penerapan pembelajaran keberlanjutan di kelas. Hasil dari program menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan guru, dengan lebih dari 95% peserta mampu memahami konsep pengelolaan sampah dan mempraktikkan pembuatan ecobrick. Selain itu, para guru berhasil mengimplementasikan aktivitas berbasis lingkungan di kelas, yang meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola limbah sejak usia dini. Program ini tidak hanya memberikan solusi konkret untuk mengurangi sampah plastik tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung keberlanjutan. Manfaatnya meluas tidak hanya pada peningkatan kapasitas guru, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai lingkungan pada generasi muda. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk replikasi dan pengembangan lebih lanjut di sekolah lain, serta kolaborasi dengan komunitas lokal untuk menciptakan dampak yang lebih besar.  Abstract. The issue of plastic waste in Indonesia has become a pressing environmental concern, particularly due to suboptimal waste management practices. Non-biodegradable plastic waste leads to environmental pollution, including microplastics in marine ecosystems, and poses a threat to public health. Cahya Mentari Kindergarten, as part of the educational community, requires intervention to enhance awareness and skills in plastic waste management. This Community Service Program (PkM) is designed to equip teachers with practical knowledge and skills in processing plastic waste into ecobricks, creating products from ecobricks, and integrating environmental-based learning into the early childhood curriculum. The objectives of this program are to improve teachers' understanding of the impacts of plastic waste, train them in ecobrick production skills and product diversification, and encourage the implementation of sustainability education in the classroom. Results from the program indicate a significant increase in teachers' knowledge and skills, with over 95% of participants able to comprehend waste management concepts and practice ecobrick production. Additionally, teachers successfully implemented environmental-based activities in the classroom, raising students' awareness of the importance of cleanliness and waste management from an early age. This program not only provides a concrete solution to reduce plastic waste but also creates a learning ecosystem that supports sustainability. Its benefits extend beyond enhancing teachers' capacities to instilling environmental values in the younger generation. The success of this program opens opportunities for replication and further development in other schools, as well as collaboration with local communities to create a greater impact.
Pelatihan Sistem Informasi Pendataan Barang di Toko Kelontong (Training on Inventory Management Information Systems in Grocery Stores) Yudianto, Firman; Adinugroho, Mukhtar; Wulan, Tri Deviasari; Herlambang, Teguh; Rasyid, Reizano Amri
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251085

Abstract

ABSTRAKSistem Informasi untuk Pengumpulan Data Barang di Toko Grosir merupakan sistem informasi yang penting untuk memudahkan pemilik toko grosir dalam mengumpulkan data barang di toko mereka. Proses pengumpulan data barang di Toko Grosir Mak Ti akan menggunakan sistem informasi berbasis website. Produk Sistem Informasi ini merupakan hasil dari program kemitraan antara Dosen dan Mahasiswa Unusa dengan mitranya, yaitu Pemilik Toko Grosir Mak Ti. Program kemitraan masyarakat ini merupakan salah satu bentuk tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Program kemitraan ini akan dilanjutkan dengan tahapan yang telah direncanakan. Dengan sistem informasi pengumpulan data barang ini, diharapkan dapat memberikan efektivitas yang baik dalam mempercepat dan meningkatkan efisiensi proses pengumpulan data barang. Abstract. Information System for Data Collection of Goods in Grocery Stores is an important information system to make it easier for grocery store owners to collect data on goods in their stores. The process of collecting data on goods at the Mak Ti grocery store will use a website-based information system. This Information System product is the result of a partnership program between Unusa Lecturers and Students and their partner, namely the Mak Ti Grocery Shop Owner. This community partnership program is a form of higher education tridhrama, namely community service. This partnership program will continue with the stages that have been planned. With this goods data collection information system, it is able to provide good effectiveness in making the goods data collection process faster and more efficient.
Peningkatan kapasitas pertolongan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) dalam menanggulangi bencana tsunami di wilayah kerja Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah | Capacity building of the Village Disaster Preparedness Team (TSBD) in responding to tsunami disasters in the working area of Pujut Subdistrict, Central Lombok Regency Andrayani, Lale Wisnu; Kurnia, Theresia Avila; Purwana, Eka Rudy; Rofita, Desi
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251131

Abstract

Indonesia merupakan suatu negara kepulauan, dimana terletak di antara 3  lempeng tektonik yang sangat aktif yaitu Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia. Aktifitas ketiga lempeng ini juga berpotensi menjadi sumber bencana. Faktor utama yang dapat  menyebabkan timbulnya banyak korban adalah faktor manusia, yaitu kurangnya pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tsunami (Satria Sari, 2017). Masyarakat sebagai korban terdampak bencana memiliki risiko yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya harta, dan gangguan kegiatan masyarakat risiko tersebut dapat dikurangi ataupun dicegah apabila ketangguhan telah terbentuk dalam diri masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Tsunami Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) K u t a di Wilayah Kerja Desa Kuta,Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan pengabmas ini akan dilaksanakan di 1 Desa, yaitu Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, dengan khalayak sasaran yaitu Perwakilan Tim Siaga Bencana Desa dan elemen masyarakat berjumlah 30 orang. Kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan dengan menggunakan metode edukasi melalui grup Whats App dan e-modul serta pelatihan yang terdiri dari triage massal, teknik evakuasi korban, stabilisasi dan bantuan hidup dasar dengan metode simulasi, trauma healing dan Kesehatan reproduksi saat bencana.Luaran yang ditargetkan dari hasil pengabdian kepada masyarakat yaitu luaran wajib berupa publikasi di jurnal pengabmas, lembar balik interaktif kapasitas pertolongan serta video kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan luaran tambahan berupa sertifikat HaKI.  Abstract. Indonesia is an archipelagic country, which is located between 3 very active tectonic plates, namely Eurasia, the Pacific and Indo-Australia. The activity of these three plates also has the potential to be a source of disaster. The main factor that can cause many victims is the human factor, namely lack of knowledge and preparedness in facing the tsunami disaster (Satria Sari, 2017). Communities as victims affected by disasters are at risk in the form of death, injury, illness, life at risk, loss of property, and disruption of community activities. These risks can be reduced or prevented if resilience has been formed within the community. The aim of this activity is to improve the Tsunami Disaster Preparedness of the Kuta Village Disaster Preparedness Team (TSBD) in the Kuta Village Working Area, Pujut, Central Lombok Regency. This community service activity will be carried out in 1 village, namely Kuta Village, Central Lombok Regency, with a target audience namely Representatives of the Village Disaster Preparedness Team and 30 community elements. This training activity will be carried out using educational methods through WhatsApp groups and e-modules as well as training consisting of mass triage, victim evacuation techniques, stabilization and basic life support using simulation methods, trauma healing and reproductive health during disasters. The outputs aimed at community service results are mandatory outputs in the form of publications in community service journals, interactive feedback sheets on giving capacity and videos of activities provided to the community, and additional outputs in the form of IPR certificates.
Sosialisasi Penganggulangan Hipertensi dan Pemeriksaan Kesehatan [Socialization of Hypertension Prevention and Health Check-ups] Yuniar, Nani; Firihu, Muhammad Zamrun; Santoso, Djarot Heru; Aba, La; Hindariatiningsih, Nanik; Variani, Viska Inda
Indonesia Berdaya Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251199

Abstract

Abstract. Hypertension is a medical condition characterized by an increase in blood pressure above the normal limit, which is 120/80 mmHg. If left untreated, hypertension can lead to various serious complications, such as coronary heart disease, stroke, and kidney failure. The importance of socializing information about hypertension prevention cannot be ignored, as many people are unaware that they suffer from this condition. Education about risk factors, such as unhealthy eating patterns, lack of physical activity, and stress, as well as the importance of a healthy lifestyle, can help the community understand how to prevent hypertension. Socialization efforts involving the community can increase awareness and encourage individuals to take proactive steps in maintaining their health. Regular health check-ups, especially blood pressure measurements, are crucial steps in detecting hypertension early. By undergoing regular check-ups, individuals can identify health problems earlier and take the necessary actions to maintain the health of their heart and blood vessels. Abstrak. Hipertensi merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas batas normal, yaitu 120/80 mmHg. Jika tidak ditangani, hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Pentingnya sosialisasi mengenai penanggulangan hipertensi tidak dapat diabaikan, karena banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka menderita kondisi ini. Edukasi tentang faktor risiko, seperti pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan stres, serta pentingnya gaya hidup sehat, dapat membantu masyarakat memahami cara mencegah hipertensi. Sosialisasi penanggulangan hipertensi  yang melibatkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong individu untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mereka.Pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama pengukuran tekanan darah, adalah langkah krusial dalam mendeteksi hipertensi sejak dini. Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, individu dapat mengidentifikasi masalah kesehatan lebih awal dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah mereka
Psikoedukasi “Pastoral Care with Mindfulness” Sebagai Upaya Optimalisasi Kesehatan Mental pada Pendeta Gereja Kalimantan Evangelis (Psychoeducation "Pastoral Care with Mindfulness" as an Effort to Optimize Mental Health for Pastors of the Evangelical Kalimantan Church) Puswiartika, Dhevy; Ratu, Bau; Firmansyah, Arif
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251118

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi yang berjudul “Pastoral Care with Mindfulness” yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pendeta terkait penggunaan teknik mindfulness untuk mengoptimalkan kesehatan mental yang mereka miliki saat memberikan pelayanan bagi jemaat di gereja. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik. Agenda sesi pertama berupa pemaparan materi terkait konsep dasar mindfulness, urgensi teknik mindfulness untuk mengoptimalkan kesehatan mental, dan pengenalan berbagai macam teknik mindfulness. Selanjutnya, agenda sesi kedua berupa demonstrasi dan latihan teknik mindfulness, seperti: mindful breathing, mindful loving, mindful chair yoga, mindful eating, dan mindful reading, dengan dipandu oleh penulis sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Agenda sesi ketiga diisi dengan kesimpulan dan refleksi Bersama. Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan partisipan sejumlah 40 orang pendeta yang bekerja di Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa untuk mengikuti kegiatan psikoedukasi ini dan berkomitmen akan menerapkan teknik mindfulness ini dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelayan jemaat dan utusan Tuhan yang kesehatan mentalnya prima.Abstract. This study aims to provide psychoeducation titled "Pastoral Care with Mindfulness" to enhance pastors' understanding and skills related to the use of mindfulness techniques to optimize their mental health while providing services to church congregations. The methods used include lectures, demonstrations, and practice. The first session agenda involves presenting material on the basic concepts of mindfulness, the urgency of mindfulness techniques for optimizing mental health, and introducing various mindfulness techniques. The second session agenda includes demonstrations and practice of mindfulness techniques such as mindful breathing, mindful loving, mindful chair yoga, mindful eating, and mindful reading, guided by the author as a resource person in this activity. The third session is filled with conclusions and joint reflection. This psychoeducation activity is conducted in a hybrid manner involving 40 pastor participants working in the Evangelical Kalimantan Church Synod (GKE) in Banjarmasin, South Kalimantan. The participants showed great enthusiasm to join this psychoeducation activity and committed to applying these mindfulness techniques in their daily lives as community servants and God's messengers with optimal mental health.
Empowerment of Cassava Leaf Silkworm Cultivation Groups Through Processing of Ceara Rubber Tree (Manihot Glaziovii) as Local Food Potential Subrata, Arsyad Cahya; Ibdal, Ibdal; Sudarmini, Sudarmini; Suharto, Totok Eka; Putranti, Deslaely; Rahmawan, Jihad; Aska, Ghoniyun Nisa Uskhulil; Hidayah, Laelatul
Indonesia Berdaya Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251170

Abstract

Food security has become an increasingly urgent global issue as the impact of climate change and the global food crisis intensify. Indonesia, as an agrarian country, has great potential to strengthen its food system to be self-sufficient and sustainable, one of which is through the empowerment of local farmer groups. This article discusses efforts to enhance food security through agricultural product diversification by leveraging untapped local potential, specifically the processing of rubber tree (Manihot glaziovii) tuber skins. Empowerment activities were conducted with the Sutra Alam Gunung Sewu group in Gunungkidul Regency, DIY, which had previously only utilized the plant's leaves as silkworm feed. The tubers and bark of this tree, which are nutrient-rich but contain high levels of cyanide acid, have the potential to be developed as an alternative food source if processed properly. The empowerment program was implemented to enhance the group's capacity to process the tuber bark into useful products. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments to measure improvements in members' knowledge and skills. The results showed a 120% increase in general knowledge and an 84% increase in understanding of information regarding the potential of local food and the processing of risky materials into safe consumption. This initiative contributes to food diversification and the economic empowerment of local communities in supporting national food security.
Kebijakan Kriminal Terhadap Lansia Yang Berhadapan Dengan Hukum Dalam Perspektif KUHP Nasional [Criminal Policy Toward the Elderly in Conflict with the Law from the Perspective of the National Criminal Code (KUHP)] Dudy, Aryadi Almau; Ashady, Suheflihusnaini
Indonesia Berdaya Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251154

Abstract

Abstract. This study examines the legal protection of the elderly who come into conflict with the law through the lens of substantive justice and the implementation of sentencing policies under the new Indonesian Criminal Code (KUHP). Justice, as a fundamental legal value, requires equal and proportional treatment of every individual, particularly vulnerable groups such as the elderly. In practice, elderly individuals are often subjected to legal proceedings without adequate consideration of their physical, psychological, and social limitations. However, the Human Rights Law mandates special treatment for vulnerable groups. This research employs a normative juridical method by analyzing positive legal provisions, legal principles, and legal doctrines. The findings indicate that the new Criminal Code introduces a more humane penal paradigm through the principles of corrective and rehabilitative justice. Judges play a strategic role in ensuring that sentencing for elderly offenders is carried out fairly, with personal conditions considered as mitigating factors. Thus, the sentencing approach in the new Criminal Code is expected to strengthen legal protection for the elderly and contribute to a more inclusive and just criminal justice system. Abstrak: Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum terhadap lanjut usia (lansia) yang berhadapan dengan hukum melalui pendekatan keadilan substantif dan implementasi kebijakan pemidanaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Keadilan, sebagai nilai dasar hukum, menuntut perlakuan yang setara dan proporsional terhadap setiap individu, terutama kelompok rentan seperti lansia. Dalam praktiknya, lansia sering kali diproses secara hukum tanpa mempertimbangkan keterbatasan fisik, psikologis, dan sosial mereka. Padahal, Undang-Undang Hak Asasi Manusia telah mengatur perlakuan khusus bagi kelompok rentan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menelaah ketentuan hukum positif, prinsip hukum, dan doktrin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP baru membawa paradigma pemidanaan yang lebih humanis melalui prinsip keadilan korektif dan resosialitatif. Hakim memiliki peran strategis dalam memastikan pemidanaan terhadap lansia dilakukan secara adil dengan mempertimbangkan kondisi personal sebagai faktor yang meringankan. Dengan demikian, pendekatan pemidanaan dalam KUHP baru diharapkan dapat memperkuat perlindungan hukum bagi lansia dan mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih inklusif dan berkeadilan