cover
Contact Name
M. Syaifuddin S.
Contact Email
syaifuddin@stkipjb.ac.id
Phone
+6281456060279
Journal Mail Official
corcysseminar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pattimura III/20 Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Conference on Research and Community Services
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : -     EISSN : 26861259     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
CORCYS merupakan konferensi tahunan bersifat nasional yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STKIP PGRI Jombang yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk prosiding. Fokus artikel hasil penelitian dan pengabdian yang akan diterbitkan adalah artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakakt bersifat umum yang mencakup; 1) Pendidikan 2) Ekonomi dan Bisnis, 3) Sosial Humaniora, 4) Saintek, 5) Kesehatan, dan 6) Hukum
Articles 544 Documents
TEORI ENCEPHALON (OTAK) DAN KONSTRUKTIVISME DALAM PROSES PEMBELAJARAN Wiwik Widiyati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terhebat dialam semesta ini. Sebagaimana disampaikan kedahsyatan dari otak manusia dalam Al-Qur’an. Dengan otak, manusia berpikir yang akhirnya mampu mengubah dunia. Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat urgen bagi manusia. Sebab, pendidikanlah yang dapat membuat manusia mampu menciptakan berbagai kemajuan dan mewarnai peradaban dalam kehidupannya. Manusia yang terdidik cenderung memiliki kemampuan dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dengan rasional, terukur, dan sistematis. Otak adalah pintu depan diri untuk melakukan perubahan. Otak menentukan bagaimana berpikir, merasakan, dan bertingkah laku. Otak mempengaruhi dalam menyikapi yang telah lewat, menyikapi yang akan dijalani, dan membentuk masa depan. Mendidik anak adalah sebuah seni. Membantu murid mampu mendialogkan otaknya dengan patut (otak kiri dan otak kanan), membutuhkan cara yang kreatif agar dapat mempertemukan berbagai koneksi pengalaman dan keyakinan di masa lalu. Seni mendidik hendaknya bekerja sebagaimana halnya neuron otak melakukan koneksi. Meningkat atau melemahnya koneksi tergantung kekuatan otak dalam melakukan jejaring. Guru yang menggunakan konstruktivisme dalam proses pembelajaran mampu meletakkan pengetahuan sekarang  dengan sangat konkrit untuk terkoneksi dengan pengetahuan yang ada di masa lalu. Mencelupkan anak pada “emotional cemicals”, memicu kimiawi energy untuk senantiasa mengejar keingintahuannya, menemukan jaringan-jaringan kegiatan dapat saling terkait sebagaimana neuron di otak senantiasa melakukan koneksi-koneksinya
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL KEMAMPUAN BELAJAR GULING DEPAN Mecca Puspitaningsari; Ristin Paramesthi
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran penjas adalah pembelajaran yang diajarkandi sekolah. Brdasarkan kurikulum, ruang lingkup bidang studi penjas salah satunya adalah senam lantai yang di dalamnya terdapat materi guling depan dan tak lepas dari silabus kelas X. Berdasarkan observasi guru belum mengajarkan materi guling depan dan belum menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap kemampuan belajar guling depan. Pengumpulan data diambil dari tes berupa tes kemampuan guling depan pada kelas X IPA-2 MA Unggulan Darul ‘Ulum Rejoso yang meliputi tahap gerakan awal, gerakan mengguling dan sikap akhir. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan perlakuan menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan One Grup Pretest-Posttest Design. Sampel dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA 2 MA Unggulan Darul ‘Ulum Jombangs ebanyak 30 peserta didik. Teknik analisis yang digunakan adalahUji T-Test dengan menggunakan SPSS versi 20 for windows. Hasil analisis data yang diperoleh yaitu dengan nilai sig 0,000 lebih besar  dari α 0,05. Hal ini dapat dikatakan bahwa bahwa ada pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap kemampuan belajar guling depan.
PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DALAM PENANGANAN KEMISKINAN SOSIAL Endang Murti; . Harianto; Agus Wiyaka
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kemiskinan sosial hingga saat ini belum dapat diselesaikan dengan tuntas, berbagai program layanan sosial telah dilakukan namun belum mampu menjadi solusi yang tepat untuk menuntaskan masalah  kemiskinan tersebut. Hal ini disebabkan: pertama, orientasi program layanan sosial lebih bersifat bantuan sehingga menimbulkan ketergantungan masyarakat kepada pemerintah. Kedua, program layanan sosial tidak bersifat pemberdayaan sehingga pemanfaatan bantuan sosial cenderung tidak digunakan untuk keperluan produktif. Pemberdayaan UMKM menjadi strategis karena sasaran lebih diperuntukkan kepada pelaku usaha kecil yang sebagian besar dilakukan oleh masyarakat miskin, sehingga pemberdayaan UMKM dapat menjadi alternatif untuk mengatasi kemiskinan sosial. Pemberdayaan UMKM dengan berbagai kegiatan pembinaan/pelatihan, bantuan permodalan, transfer teknologi, sampai dengan fasilitas pemasarannya, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi standart minimal kebutuhan hidupnya. Untuk itu, penelitian ini melakukan kajian antara pemberdayaan UMKM terhadap penanganan kemiskinan sosial.
ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS SEBELUM DAN DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA PERUSAHAAN FARMASI Yulia Effrisanti; Rifa Nurmilah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan rasio likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan di masa pandemi covid 19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu. Rasio solvabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi dan menjaga kemampuannya dalam membayar utang secara tepat waktu.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data menggunakan data skunder berupa laporan keuangan tahun 2019 dan tahun 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu perusahaan farmasi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Teknik analisa data dengan menggunakan paired sample test dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rasio likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan di masa pandemi covid 19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar pada bursa efek Indonesia. Sehingga bisa disimpulkan bahwa obyek penelitian dalam keadaan likuid dan solvabel.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN DARING: STUDI KASUS DI MAN 1 NGAWI Silvia Umrotun Nafiah; Sindiya Mutiara Putri
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa pandemi ini, lembaga pembelajaran dituntut untuk mengadakan banyak inovasi baru terkait dengan proses belajar dan mengajar. Salah satu inovasi pembelajaran yang dicanangkan pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh adalah pembelajaran daring. Riset ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi dampak dan hambatan di masa pandemi terhadap proses pembelajaran daring siswa di MAN 1 Ngawi. Metode pengumpulan data dalam riset ini melalui kegiatan survey dan observasi. Metode analisis deskriptif dari  Miles & Huberman (1994) digunakan dalam riset ini. Riset ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 10 orang siswa terpilih dari MAN 1 Ngawi. Penjabaran subjek tersebut adalah 3 siswa dari jurusan IPA, 4 siswa dari jurusan IPS, dan 3 siswa jurusan Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa menggunakan handphone dan laptop untuk mengikuti pembelajaran online; (2) Pembelajaran online bagi siswa kurang efektif; (3) Kendala yang dihadapi siswa saat pembelajaran daring yaitu jaringan dan kebutuhan paket internet; (4) Pelaksanaan penugasan yang diberikan oleh guru yaitu cukup mudah; (5) Uraian modul yang disampaikan oleh guru kepada siswa cukup dipahami meskipun terdapat mata pelajaran yang sulit dipahami seperti, Matematika, Ekonomi, dan Kimia. Peneliti berharap riset kedepannya berfokus pada permasalahan pembelajaran online dan pemecahan yang tepat yang diterapkan di Indonesia.
PROFIL NUMBER SENSE SISWA ALIYAH DALAM MEMECAHKAN MASALAH BERASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Ira Purwandari; Wiwin Sri Hidayati; Abd. Rozak
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Number sense memberikan peran yang besar dan kompleks bagi seseorang dalam  memecahkan masalah yang dihadapi. Seseorang dikatakan baik dalam memecahkan masalah number sense apabila dapat menggunakan representasi bilangan yang fleksibel dan tidak bergantung pada algoritma biasa. Komponen number sense dalam penelitian ini dikaitkan dengan tahapan pemecahan masalah Lester. Tujuan penelitian kualitatif ini mendiskripsikan profil number sense siswa Aliyah dalam memecahkan masalah berdasarkan kemampuan matematika. Data dianalisis dari tes tertulis masalah number sense dan hasil wawancara setelah subyek memecahkan masalah number sense. Data yang diperoleh ditriangulasi dengan memberikan masalah baru yang setara untuk dipecahkan pada waktu yang berbeda. Subyek adalah siswa MAN 4 Jombang kelas XII. Penelitian diperoleh dari nilai PAT dan kriteria subyek. Data yang sudah diperoleh dinalisis sesuai dengan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan subyek kemampuan tinggi memiliki kemampuan understanding number magnitude, mental computation, computational estimation dan judging reasonableness of results dalam memecahkan masalah. Subyek kemampuan sedang dan rendah memiliki kemampuan understanding number magnitude dalam memecahkan masalah yaitu tahu jenis masalah yang diterima, menyebutkan unsur-unsur barisan dan deret aritmatika dan dapat membedakannya. Pada kemampuan mental computation dalam memecahkan masalah subyek kemampuan sedang dan rendah :menghitung tanpa menggunakan alat bantu hitung, menggunakan rumus barisan dan deret aritmatika, menghitung tanpa terikat dengan algoritma biasanya. Pada kemampuan computational estimation dalam memecahkan masalah baik subyek kemampuan sedang dan rendah menentukan langkah-langkah dalam memecahkan masalah. Pada kemampuan judging reasonableness of results dalam memecahkan masalah baik subyek kemampuan sedang dan rendah menghasilkan jawaban yang masuk akal dan sesuai dengan masalah yang diberikan.
PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS REMAJA Inti Nur Khamidah; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang banyak dijumpai remaja yang melakukan perilaku menyimpang seperti suka berkelahi, membolos sekolah, dan mencuri. Remaja yang berperilaku menyimpang diindikasikan memiliki tingkat religiusitas yang rendah dan kontrol diri yang rendah. Salah satu usaha untuk mengurangi jumlah kasus kenakalan remaja adalah membangun lingkungan tempat tinggal yang religius dan kepedulian terhadap pendidikan non formal yang mendukung pengembangan karakter religius. Pendidikan non formal yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan karakter religius remaja adalah pendidikan yang diperoleh dengan aktif mengikuti organisasi kemasyarakatan IPNU-IPPNU yang ada di daerah tempat tinggal. Organisasi IPNU-IPPNU mempunyai berbagai kegiatan positif berbasis keagamaan yang dapat membantu remaja mengembangkan karakter religius yang berguna untuk menahan diri dari tindakan menyimpang. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peran organisasi IPNU-IPPNU dalam mengembangkan karakter religius pada remaja; (2) untuk mengetahui nilai-nilai karakter religius yang dikembangkan oleh IPNU-IPPNU pada remaja; dan (3) untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat IPNU-IPPNU dalam mengembangkan karakter religius pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang cara pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran IPNU-IPPNU dalam mengembangkan karakter religius pada remaja yaitu memprogramkan kegiatan rutin keagamaan, mengadakan acara ziarah makam, dan memperingati hari besar agama Islam (2) nilai-nilai karakter religius yang dikembangkan oleh  IPNU-IPPNU pada remaja yaitu a) nilai ilahiyah, meliputi : taqwa, bersyukur, dan ikhlas; dan b) nilai insaniyah,  meliputi : amanah dan ukhuwah islamiyah (3) faktor pendorong dalam mengembangkan karakter religius pada remaja yaitu dukungan dari orang tua dan masyarakat, rasa solidaritas antar anggota, serta memiliki motivasi untuk mengembangkan karakter religius, sedangkan faktor penghambat yaitu sulit mendapat izin dari orang tua apabila tempat acara jauh bahkan selesai mendekati tengah malam dan kesibukan masing-masing anggota karena perbedaan latar belakang.
ANALISIS BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI BERDASARKAN TINGKAT BERFIKIR VAN HIELE Tutik Herawati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran geometri sangat membutuhkan penalaran dasar, seperti halnya kemampuan berpikir kritis  serta kemampuan abstraksi yang logis. Pada dasarnya, materi geometri  akan efektif dirasakan oleh siswa dibandingkan dengan bagian-bagian lain dari matematika. Hal ini dikarenakan ide-ide esensial matematika telah diketahui oleh siswa sejak sebelum mereka memasuki jenjang sekolah, misalnya titik, garis, dan lain-lain. Bagaimanapun, kemampuan siswa untuk memahami materi geometri sangat rendah sehingga siswa kurang siap untuk menangani masalah geometri. Berpikir kreatif  adalah tindakan psikologis yang menciptakan pemikiran dan pemahaman baru yang tidak pernah dikenal dan dan melihat berbagai macam jawaban terhadap satu soal. Teori  Van Hiele adalah teori  tentang tingkat berpikir siswa dalam mempelajari geometri  di mana siswa tidak dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi tanpa melewati tingkat di bawahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis berpikir kreatif siswa salam menyelesaikan soal geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Subjek Penelitian adalah 3 siswa kelas VIII SMP Unggulan NU Mojoagung tahun Pelajaran 2020/2021 yaitu masing-masing 1 siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah,  selain itu peneliti  mengambil masing-masing subjek berdasarkan  pada kemampuan berkomunikasi secara  verbal dan kemampuan menulis . Data yang digunakan adalah hasil PAS murni, wawancara  dan tes. Metode  yang digunakan dalam ujian ini adalah wawancara  dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan berkemampuan  tinggi, sedang dan rendah rendah mampu berada  pada level deduksi  informal , namun pada tahap perpikir kreatif  dapat disimpulkan tidak semua siswa berkemampuan matematika rendah tidak mampu melampaui tahap berpikir deduksi informal dan fleksibilitas, , ini bisa jadi karena berbagai pengalaman siswa yang  beragam dalam menyelesaikan soal  dan tingkat konsentrasi siswa saat menjawab pertanyaan.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK ADAPTABILITAS PARA PEKERJA DALAM ERA DISRUPSI DAN PANDEMI Agus Prianto; . Winardi; Umi Nur Qomariyah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yangsangat pesat, yang ditandai dengan hadirnya berbagai perangkat digital, kecerdasan buatan, dan robotika telah menyebabkan terjadinya disrupsi di berbagai bidang kehidupan. Saat ini, Aktifitas ekonomi dan bisnis juga sedang mengalami anomali sebagai dampak dari adanya pandemi global yang dipicu oleh Covid-19. Hal ini berdampak langsung pada perubahan tatanan kehidupan di berbagai bidang, dan mengubah cara kerja dan berbagai aktifitas usaha bisnis. Disrupsi di berbagai bidang dan pandemi menyebabkan hilangnya berbagai aktifitas pekerjaan lama digantikan dengan pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada.  Para pekerja dituntut untuk memperbaharui pengetahuan dan kecakapan kerja agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan beradaptasi para pekerja dalam lingkungan kerja yang sedang dalam kondisi anomali. Analisis variance digunakan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, lama kerja, dan usia para pekerja terhadap kemampuan beradaptasi. Untuk mengungkapkan berbagai variabel pembentuk kemampuan beradaptasi, penelitian inimenggunakan teknik analisis faktor konfirmatori. Kajian ini mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan, lama kerja, dan usia pekerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan beradaptasi para pekerja. Kajian ini juga berhasil mengungkapkan 12 variabel manifes yang membentuk kemampuan beradaptasi para pekerja, yaitu: literasi digital, percaya diri, motivasi, otonomi, kreatifitas, kemampuan menghadapi situasi darurat, kemampuan menghadapi tekanan kerja, kesiapan berubah, kemampuan dan kemauan belajar,proaktif, resiliensi, dan kepemilikan skill spesifik. Dalam situasi anomali, kemampuan beradaptasi menjadi keunggulan kompetitif yang harus dikuasai oleh siapa pun agar mampu bersaing dalam bursa kerja. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan dapat memperkuat kemampuan beradaptasi para siswa. Kepada peneliti lain diharapkan mengkaji lebih lanjut terkait dengan isu adaptabilitas dan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
PELATIHAN PEMBUATAN UJIAN ATAU KUIS ONLINE BAGI MAHASISWA MICRO TEACHING Muhammad Farhan Rafi; Ima Chusnul Chotimah; Faisol Hamid
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketercapaian siswa dalam memahami suatu mata pelajaran bisa dilihat dari nilai mereka. Nilai tersebut berasal dari tes, kuis, ulangan atau ujian dari bapak ibu guru. Sejak pandemi covid-19 semua jenis kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring begitu juga proses penilaian siswa. STKIP PGRI Jombang mempunyai program Micro Teaching bagi mahasiswa semester VI. Salah satu kegiatannya adalah latihan mengajar termasuk latihan memberikan kuis, ulangan dan ujian kepada siswa. Permasalahan yang terjadi pada mahasiswa Micro Teaching adalah rendahnya pengetahuan atau penggunaan aplikasi online dalam penilaian siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penilaian online dengan menggunakan platform Google Form bagi mahasiswa Micro Teaching khususnya mahasiswa prodi pendidikan Bahasa Inggris. Pelatihan ini telah dilaksanakan secara daring melalui platform berupa Zoom dengan kegiatan sebagai berikut: pembuatan grup WA, penyampaian materi dengan presentasi, diskusi dan Tanya jawab dan melakukan praktik pembuatan penilaian online dengan menggunakan Google form. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiswa Micro Teaching tentang penggunaan aplikasi penilaian online dengan menggunakan Google form.