cover
Contact Name
Aldila Wanda Nugraha
Contact Email
aldilanugraha89@gmail.com
Phone
+6281249651421
Journal Mail Official
aldilanugraha89@gmail.com
Editorial Address
Universitas Bhinneka PGRI Jl. Mayor Sujadi Timur. No.24, Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kode pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Eduproxima : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA
ISSN : -     EISSN : 27209458     DOI : doi.org/10.29100
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Eduproxima: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA menyajikan hasil penelitian yang berkenaan dengan bidang kajian fisika, kimia, biologi, dan penerapan IPA atau sains dalam pendidikan. Jurnal diterbitkan 2 kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 304 Documents
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF FORMATIVE ASSESSMENT OF SCIENCE SUBJECTS IN JUNIOR HIGH SCHOOLS Pramesti, Alya Rifda; Sabtiawan, Wahyu Budi
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7532

Abstract

The use of formative assessment in learning is a way that can be done to improve the quality of students. This study aims to describe the evaluation of the application of formative assessment in Natural Sciences (IPA) subjects. The research method used is a mixture using the explanatory sequential design. The population used includes all students and science teachers of Junior High Schools (SMP) in Surabaya. The sample used in this study was science teachers and students in grades 7 to 9 of SMP Negeri 62 Surabaya. Data were collected through documentation, observation, and questionnaires. The results of this study indicate, among others: (1) at the information collection stage, it is included in the sufficient category, (2) information processing and interpretation are included in the sufficient category, and (3) action taking is included in the high category. So it can be concluded that formative assessment evaluation has been implemented at SMP Negeri 62 Surabaya, which is indicated by teachers and students who are able to apply feedback, peer assessment, and self-assessment well.
ANALISIS MISKONSEPSI MATERI FOTOSINTESIS MENGGUNAKAN INSTRUMENT THREE TIER PADA SISWA SDN 1 BULUSARI Kunchara, Adi Wahyu; Wiyanda, Mahardika Sulung; Thohir, M.Anas
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7062

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis tingkat miskonsepsi siswa terhadap materi fotosintesis siswa sekolah dasar (SD). Seharusnya siswa tidak boleh memiliki konsep yang keliru karena dapat mempengaruhi pemahamannya pada materi berikutnya. Metode pengumpulan data menggunakan tes berupa three tier test dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Bulusari yang berjumlah 13 siswa dengan 7 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kategori miskonsepsi sebanyak 38,46%, kategori paham konsep sebanyak 31,54%, dan kategori tidak paham konsep sebanyak 30%. Miskonsepsi tertinggi pada materi proses fotosintesis dan fungsi bagian tumbuhan dalam fotosintesis pada soal nomor 3 dan 5 yang masing-masing sama memiliki persentase sebesar 46,15% atau berjumlah 6 siswa yang mengalami miskonsepsi pada butir soal ini dari 13 siswa yang diteliti. Sedangkan miskonsepsi terendah terdapat pada materi pengertian fotosintesis dan manfaat fotosintesis pada soal nomor 1 dan 2 sebesar 23,07%. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak siswa SD yang mengalami miskonsepsi pada materi fotosintesis.
MANAJEMEN KEGIATAN ROBOTIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR Astuti, Lis; Triyanto, Triyanto; Karsono, Karsono
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.8656

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah dasar menimbulkan tantangan kritis dalam memenuhi tuntutan abad ke-21, yang menekankan inovasi dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler robotika berkontribusi pada pengembangan kreativitas siswa secara sistematis dan kontekstual. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan menggunakan desain studi kasus eksplorasi yang dilakukan di SDN 4 Baturetno, Kecamatan Wonogiri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan non-partisipan, dan analisis dokumen, dan dianalisis secara tematik berdasarkan model Miles dan Huberman. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa manajemen kegiatan robotika dilakukan secara kolaboratif dan reflektif melalui tiga tahapan utama: perencanaan berbasis minat, implementasi terstruktur menggunakan pembelajaran berbasis proyek, dan evaluasi berorientasi proses terhadap pemikiran kreatif siswa. Empat indikator kreativitas yang diajukan oleh Munandar—kefasihan, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi—diamati meningkat secara konsisten melalui keterlibatan siswa dalam praktik robotika. Triangulasi data menegaskan bahwa keberhasilan program didukung oleh kepemimpinan sekolah yang kuat, infrastruktur yang memadai, dan strategi pendampingan adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas siswa dapat dikembangkan melalui manajemen aktivitas robotika yang terstruktur dengan baik dan relevan secara kontekstual. Implikasinya menyoroti perlunya penguatan kapasitas manajerial sekolah dasar dalam merancang dan mengimplementasikan program ekstrakurikuler berbasis teknologi sebagai platform untuk menumbuhkan karakter inovatif dan adaptif siswa di era transformasi digital
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA POINRAYA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS KELAS IV DI SD 3 GLAGAHWARU Nashan, Syafiq; Fakhriyah, Fina; Masfuah, Siti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7480

Abstract

Pemahaman konsep IPAS merupakan suatu bidang yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan dan peningkatan pemahaman konsep IPAS. Sebagai penelitian kuantitatif pra-eksperimen, metode penelitian ini menggunakan One Group Pretest and Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan di SD 3 Glagahwaru dengan subjek penelitian sebanyak 19 siswa kelas IV dengan menggunakan prosedur pengumpulan data berbasis tes, yaitu pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima karena nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 lebih rendah dari taraf signifikansi 0,05. Hasil uji N-Gain juga menunjukkan nilai sebesar 50% yang termasuk dalam kelompok sedang yaitu antara 0,30 sampai 0,70. Jadi, dapat dikatakan bahwa siswa kelas empat SD 3 Glagahwaru dapat memperoleh manfaat dari pendekatan Problem based learning Poinraya Media dalam memahami konsep IPAS. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Problem based learning memiliki dampak besar pada cara siswa memahami konsep sosial dan ilmu pengetahuan alam.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI DENGAN MENERAPKAN INDIKATOR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI MEKANIKA NEWTON SMP KELAS VII Alexsander, Kelvin; Nestiadi, Adi; Resti, Vica Dian Aprelia
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7030

Abstract

Kompetensi berpikir kritis penting dalam pembelajaran IPA, namun belum optimal di beberapa sekolah. Menyajikan media pembelajaran dengan menerapkan indikator kemampuan berpikir kritis dalam bentuk media pembelajaran animasi jadi salah satu alternatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan data hasil pengembangan dan menganalisis tingkat uji keterbacaan produk media pembelajaran animasi pada materi Mekanika Newton dengan menerapkan indikator kemampuan berpikir kritis siswa SMP Kelas VII. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model 4-D dari Thiagarajan (1974) yang tahapannya (Define, Design, Develop, Disseminate), tetapi pada penelitian ini dibatasi pada tahap Develop untuk uji keterbacaan. Instrumen dikumpulkan melalui validasi ahli materi, ahli media, dan guru IPA, serta uji keterbacaan melalui angket respons siswa. Validasi materi menunjukkan kategori “Valid” dengan nilai 79,4%, sedangkan validasi media dan guru IPA masing-masing masuk kategori “Sangat Valid” dengan nilai 86,4% dan 87,3%. Keterbacaan media berdasarkan respons siswa mencapai 87,9% dalam kategori “Sangat Baik”. Hasil ini menunjukkan bahwa media animasi pembelajaran yang dikembangkan layak menjadi alternatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENERAPAN METODE EDUTAIMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPA Apriliani, Tsani; Masripah, Masripah; Holis, Ade; Usman, Asep Tutun
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7477

Abstract

Rendahnya tingkat kemampuan berfikir secara kreatif dalam pembelajaran IPA banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi dan kurang semangat dalam pembelajaran IPA. Selain itu, guru menggunakan metode pembelajaran yang kurang efektif dan mengakibatkan siswa terasa jenuh. Dengan menggunakan metode edutaiment peserta didik mampu meningkatkan kemampuan berfikir kreatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode edutaiment terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik di kelas IV MI Al-Khoiriyyah 1. Kec. karangpawitan. Garut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design. Bentuk desain yang digunakan pada penelitian ini adalah Control Group Design. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Penerapan metode edutaiment (Variabel X) terhadap kemampuan berpikir kreatif (Variabel Y) kelas IV dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV MI Al-Khoiriyyah 1 yang berjumlah 51 peserta didik, sampel yang diambil dari kelas kontrol dan kelas eksperiment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil dari kegunaan metode edutaiment untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan hasil uji N-Gain Score untuk kelas kontrol adalah 2.96 sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai 83.06. Berdasarkan kategori efektivitas, kelompok kontrol termasuk dalam kategori kurang efektif, sedangkan kelompok eksperimen dikategorikan sebagai efektif karena memiliki nilai rata-rata di atas 70. Sehingga metode edutaiment berpengaruh signifikansi terhadap peningkatan kemampuan berfikir kreatif peserta didik di kelas eksperimen
THE DEVELOPMENT OF A STEM-ORIENTED SCIENCE TEACHING AID PROTOTYPE THROUGH PROJECT-BASED LEARNING UTILIZING DIVERSE LOCAL RESOURCE MATERIALS Sarapung, Risky Richlos
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.8480

Abstract

This study aims to develop STEM-based science teaching aids prototypes through the Project-Based Learning (PjBL) model among elementary teacher education students. The research employed the ADDIE development model, encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Five prototypes were successfully developed using natural materials, recycled items, household objects, basic laboratory tools, and synthetic materials. Expert validation from media and content specialists indicated the products were highly feasible. Students' responses to both the learning process and media were highly positive, demonstrating active engagement, increased motivation, and deeper understanding of science concepts. Effectiveness testing showed a significant improvement in conceptual understanding, with a gain score of 0.56 (moderate–high category). This study confirms that integrating STEM approaches with PjBL effectively enhances pre-service teachers’ ability to develop innovative teaching aids tailored to the needs of elementary school learners.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI USAHA DAN ENERGI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VIII Mahfudoh, Umi; Biru, Lulu Tunjung; Alamsyah, Trian Pamungkas
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7021

Abstract

Terdapat kesenjangan di beberapa SMP yaitu kemampuan berpikir kritis siswa belum dikembangkan secara memadai melalui proses pembelajaran IPA. Hal tersebut dibuktikan dengan pembelajaran yang masih teacher center, penggunaan bahan ajar belum variatif serta model pembelajaran yang belum maksimal. LKPD berbasis PBL dapat digunakan untuk menyelesaikan solusi untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan tingkat kelayakan dan seberapa baik siswa menyikapi LKPD berbasis PBL pada materi usaha dan energi. Penggunaan metode R&D menurut Thiagarajan dibatasi oleh peneliti sampai tahap pengembangan (develop) meliputi tahapan validasi produk oleh para Ahli dan uji coba terbatas. Instrumen penelitian menggunakan lembar angket validasi ahli dan angket respon siswa. Hasil kelayakan produk LKPD berbasis PBL pada materi Usaha & Energi yang sudah dikembangkan mendapatkan perolehan nilai rata-rata dari ahli materi, ahli media dan ahli praktisi sebesar 87,69% dan ada pada kriteria "sangat layak”. Hasil angket respon siswa terhadap LKPD berbasis PBL pada materi Usaha & Energi memperoleh nilai persentase sebesar 85,4% dan ada pada kelompok kategori “sangat baik”. Hal ini bisa diartikan bahwa penerapan LKPD berbasis PBL pada materi Usaha & Energi sangat baik dimanfaatkan di dalam pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa SMP.
IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN INTEGRASI SIMULASI KOMPUTER DALAM PERKULIAHAN FISIKA STATISTIK DI INSTITUT PENDIDIKAN SOE Asbanu, Dens E.S.I; Rochintaniawati, Diana; Riandi, Riandi; Sinaga, Parlindungan
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7583

Abstract

Penelitian ini menganalisis tantangan dan strategi dalam mengintegrasikan simulasi komputer ke dalam perkuliahan fisika statistik di daerah terpencil, dengan studi kasus di Pulau Timor. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan teknik analisis terhadap rencana pembelajaran semester (RPS), wawancara dengan dosen, observasi perkuliahan, dan survei persepsi mahasiswa. Hasil analisis RPS menunjukkan bahwa materi fisika statistik, seperti entropi, fungsi partisi, dan distribusi energi, belum terintegrasi dengan simulasi komputer. Tantangan utama yang dihadapi dosen dalam mengajar fisika statistik adalah terbatasnya akses ke simulasi komputer untuk menjelaskan konsep-konsep abstrak serta rendahnya kemampuan matematika mahasiswa. Wawancara dan survei terhadap mahasiswa mengungkapkan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak dan persamaan kompleks. Baik dosen maupun mahasiswa mengakui bahwa simulasi komputer dapat memvisualisasikan konsep fisika secara efektif, namun penerapannya masih kurang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengayaan materi dengan aplikasi yang relevan, peningkatan akses terhadap simulasi, serta pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis multi representasi (grafis, numerik, tabel, dan simulasi). Berdasarkan temuan ini, disarankan pengembangan strategi pedagogis dalam pembelajaran fisika statistik yang mengintegrasikan simulasi komputer menggunakan Excel, Python, dan Scilab untuk memvisualisasikan konsep-konsep abstrak. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep secara mendalam serta mendorong kreativitas dalam pemecahan masalah oleh mahasiswa.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP PADA MATERI PERUBAHAN IKLIM Malisan, Rinilva; Efwinda, Shelly; Syam, Muliati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.6859

Abstract

Masalah global seperti perubahan iklim menuntut setiap generasi untuk memiliki kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan permasalahan yang ada. Pendidikan dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) berpotensi sebagai alternatif pembelajaran yang untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMPN 2 Tenggarong pada materi perubahan iklim. Penelitian ini menerapkan pre experimental design dengan one group pretest design. Sampel penelitian yaitu 30 siswa kelas VII A. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dengan 10 soal essay kemampuan berpikir kreatif. Adapun indikator soal terdiri dari fluency, fleksibility, originality, dan elaboration. Teknik analisis data menggunakan Uji N-Gain dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan berpikir kreatif pada materi perubahan iklim dengan N-Gain sebesar 0,6 dala kategori sedang. Hasil Uji Wilcoxon juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada keterampilan berpikir siswa sebelum dan sesudah diterapkan model PBL. Temuan empiris penelitian ini menunjukkan bahwa model PBL memberi pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII A SMPN 2 Tenggarong. Berdasakan hasil ini, penerapan PBL dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa.