cover
Contact Name
Siti Munawaroh, S.IP., M.I.P
Contact Email
siti.munawaroh@lecture.unjani.ac.id
Phone
+6285200811989
Journal Mail Official
carakaprabu@unjani.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani Jl. Terusan Jenderal Sudirman PO. Box 148 Cimahi 40531
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
ISSN : 25974890     EISSN : 27464741     DOI : https://doi.org/10.36859/jcp.v4i1.204
Core Subject : Social,
Jurnal Caraka Prabu, publish by University of Jenderal Achmad Yani, for information and communication resources for academics, and observers of public affair, governance issues, and public policy. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of governance, social, and political science. The journal publication includes articles, research notes, notices on conferences, workshops and seminars, and book reviews. Jurnal Caraka Prabu is published on July and December every year and first published in December 2017. The journal is a focused on the study of: Public Affair, Governance Issues, Public Policy, Citizenship and Public Management, Civil Society Movement, Community Welfare, Government, The State.
Articles 121 Documents
PENGARUH CAGAR BUDAYA TERHADAP DEMOKRATISASI DI CIREBON RAYA Taufan Herdansyah Akbar; Nala Nourma Nastiti; Amara Thesa; Fadel Ar-raffi; Yoga Dwiyanto
Jurnal Caraka Prabu Vol 7 No 1 (2023): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v7i1.1559

Abstract

Di wilayah Cirebon Raya terdapat tiga keraton yaitu: Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kanoman. Seiring perkembangan zaman fungsi keraton kini menjadi cagar budaya dan wisata sejarah. Cagar budaya dan wisata sejarah ini menjadi poin penting dalam proses perpolitikan di Indonesia. Proses berjalannya demokratisasi di wilayah Cirebon Raya merupakan salah satu hal yang penting dan menyangkut Cagar Budaya dan Wisata Sejarah karena memberikan pengaruh dalam perpolitikan di wilayah Cirebon Raya. Pesta rakyat yang diadakan setiap lima tahun sekali menjadi sebuah acara yang sangat penting dalam pelaksanaan demokratisasi karena saat itulah proses pemilihan pemimpin untuk wilayah Cirebon Raya ditentukan. Tokoh-tokoh masyarakat akan ikut serta dalam pesta demokrasi tersebut, yang di dalamnya termasuk para keluarga kerajaan/keraton sehingga mereka dijadikan sebagai sebuah simbol di Cirebon Raya. Tujuan mereka mengikutsertakan tokoh-tokoh tersebut adalah untuk menarik simpati dan dukungan dari masyarakat Cirebon Raya. Kata Kunci: Keraton, Cagar Budaya, Demokratisasi, Cirebon Raya
STRATEGY FOR DEVELOPING VILLAGE OWNED BUSINESS ENTITIES (BUMDES) IN IMPROVING THE VILLAGE ECONOMY IN KERTAJAYA VILLAGE, PADALARANG DISTRICT, WEST BANDUNG Toto Kushartono; Bayu Septiansyah; Siti Munawaroh
Jurnal Caraka Prabu Vol 7 No 1 (2023): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v7i1.1562

Abstract

Village-Owned Enterprises are economic institutions at the village level to manage village potential and prosper the village community which is managed by the village government together with the community. This study aims to determine the Strategy for the Development of Village Owned Enterprises (BUMDES) in Improving the Village Economy in Kertajaya Village, Padalarang District, West Bandung Regency. The various potentials of the village as an attraction for development resources should be utilized properly by stakeholders (interested) in an effort to promote equitable development. The research method used is a descriptive method with an inductive approach. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the strategy for developing BUMDes in improving the village economy in Kertajaya Village is trying to be carried out as much as possible even though it has not been able to significantly improve the community's economy, this is due to the Covid-19 pandemic. However, the village government tries to carry out several strategies such as providing money from the beginning to BUMDes, and there are several business items that are constant so that BUMDes can still run such as selling ATK needs and so on, providing capital to MSMEs, maximizing the existing budget to develop the BUMDes economy. Kertajaya and Bumdes villages can run even with the Covid-19 pandemic, absorption of community resources by boosting PAD, community empowerment in developing the village economy, making E-warung innovations to control the village economy, food security programs that are 20% of village funds by providing training , providing tools such as livestock seeds, agricultural seeds, with fertilizers, the Budikdamber program (Fish Cultivation in a Bucket) where the village government provides plant seeds assistance.
GERAKAN PEMANFAATAN LAHAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK KETAHANAN PANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA YOGYAKARTA Lantip Fajar Utomo; David Effendi
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.932

Abstract

This research aims to discuss how the strategy of community empowerment in building food self-sufficiency in the City of Yogyakarta Covid-19. Qualitative research using an explanatory method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Based on the research that has been done that the land use movement and the existence of community empowerment programs during the Covid-19 pandemic in the city of Yogyakarta. The land use movement functions as an effort to build food self-sufficiency and community-based local community empowerment. This program is also a space for collaboration between community stakeholders and the agriculture office as well as financial support from the special budget of the Special Region of Yogyakarta. Other findings, there are several benefits for farmer groups and the surrounding community, namely being able to create and develop group potential, employment opportunities, helping group welfare, being able to meet community food needs. In addition, there are obstacles experienced such as erratic weather conditions affecting crop yields, lack of participation among group members, lack of consistency to maintain every agenda that will be carried out and market support to buy community products.
KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO MELALUI SLEMAN MART Wahyu Rohmawati; Muhammad Eko Atmojo
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemberdayaan usaha mikro melalui Sleman Mart yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan teori implementasi oleh Merilee S. Grindle. Adapun teknik pengumuplan data dilakukan menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Sleman Mart oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman yang diukur menggunaan teori Merilee S. Grindle pada dasarnya sudah berjalan cukup baik. Namun jika dilihat dari tujuh indikator yang digunakan pada penelitian ini belum sepenuhnya memenuhi. Implementasi Sleman Mart pada tahun 2020-2021 masih terdapat kekurangan pada indikator sumber daya yang digunakan yaitu sarana dan prasarana yang belum tercukupi serta sumber daya manusia yang terbatas dan belum kompeten untuk melaksanakan kegiatan Sleman Mart. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi pada fasilitas Sleman Mart oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman
ALIH FUNGSI LAHAN RESAPAN AIR MENJADI PEMUKIMAN DI KAWASAN BANDUNG UTARA (STUDI KASUS KELURAHAN CIPAGERAN DAN KELURAHAN CITEREUP) Mafrihatul Khasanah; Saeful Anwar Rahmatillah; Budi Haryono; Amelia Putri Nurhaliza; Chairika Ananda Putri; Noer Apptika Fujilestari
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.1158

Abstract

Alih fungsi lahan resapan air menjadi pemukiman merupakan fenomena yang sering kali terjadi di suatu wilayah, seperti Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup di Kawasan Bandung Utara. Kawasan Bandung Utara merupakan suatu wilayah yang dikembangkan sebagai kawasan lindung atau kawasan konservasi yang diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Kawasan Resapan Air sebagai Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat. Fenomena yang terjadi di lapangan adalah maraknya alih fungsi lahan resapan air menjadi pemukiman masyarakat yang tidak mengikuti prosedur perizinan mendirikan bangunan. Hal tersebut berdampak pada aspek sosial seperti menjadi pusat keramaian maupun aspek lingkungan seperti banjir maupun kekeringan, sehingga kawasan resapan air tidak berfungsi secara optimal. Alih fungsi lahan resapan air menjadi pemukiman dapat dilihat melalui tiga aspek, yaitu kondisi hidrogeologi, kondisi morfologi, serta tata guna lahan. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan menerapkan metode deskriptif dalam meneliti bagaimana alih fungsi lahan resapan air menjadi pemukiman di Kawasan Bandung Utara (Studi Kasus Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup).
ANALISIS KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI Sufri Nuryamin; Widuri Wulandari
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.1161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Itjend Kemendes PDTT) pada Masa Pandemi Covid-19. Ada perubahan sistem kerja di lingkungan pemerintah akibat adanya pandemic Covid-19. Instansi pemerintah yang biasa bekerja di kantor, karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua kantor diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Hal ini baru pertama sekali diterapkan di instansi pemerintah. Itjen Kemendes PDTT merupakan bagian yang melakukan pengawasan, pemantauan, evaluasi kinerja dan keuangan di lingkungan Kemendes PDTT. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan aplikasi NVivo 12. Teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja ASN di Itjen Kemendes PDTT pada masa pandemic Covid-19, berjalan dengan baik. Hal ini dilihat dari 1) Keterampilan kerja ASN Kemendes PDTT meningkat selama WFH; 2) Kerja sama tetap berjalan secara online; 3) Pemanfaatan waktu lebih fleksible ketika WFH; 4) Sarana dan prasarana belum sepenuhnya didukung untuk WFH; 5) dan terakhir adapatasi dengan lingkungan ASN sangat menyesuaikan dengan situasi pandemic dan WFH. Kata Kunci: Kinerja, Aparatur Sipil Negara, Pemerintahan
STRATEGI MILITER MENGENAI SIBER UNTUK KEUNGGULAN DUNIA MAYA DALAM PERANG ELEKTRONIK Indra Kristian; Atik Rochaeni
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.1176

Abstract

Dalam Penelitian ini, Peneliti mengusulkan strategi militer siber yang tangguh dan operasional untuk keunggulan dunia maya dalam perang elektronika. Kami mempertimbangkan tenaga kerja pasukan siber, kemampuan intelijen siber, dan organisasi kekuatan siber untuk meningkatkan strategi militer perang elektronika. Di bidang kekuatan- kekuatan siber, kita harus membina pribadi-pribadi yang dapat melakukan operasi komputer jaringan dan menguasai teknologi keamanan siber seperti pengumpulan intelijen siber, serangan siber, pertahanan siber, dan forensik siber. Kemampuan intelijen siber mencakup pengawasan/pengintaian siber, tatanan pertempuran siber, dan penilaian kerusakan siber. Sebuah organisasi kekuatan perang elektonika harus mengubah struktur pohon menjadi struktur jaringan dan harus mengatur tugas atau organisasi sentris fungsional. Strategi militer dunia maya yang kami usulkan memberikan keputusan tindakan sebelumnya untuk mengoperasikan efek yang diinginkan di dunia maya.
PENGARUH SOSIALISASI POLITIK KOMISI PEMILIHAN UMUM TERHADAP PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN UMUM SERENTAK DI JAKARTA TIMUR TAHUN 2019 Elittaria Ginting; Vainels Krisna Lenta Lawolo; Emilina Fransiska Hia
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.1202

Abstract

Di Indonesia, pemilu menjadi legitimasi penentu pemerintahan yang berkuasa. Keberhasilan pemilihan sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi politik rakyat, yang tentunya bergantung pada kualitas sosialisasi dan pendidikan politik. Penelitian akan mengkaji pengaruh sosialisasi politik terhadap pemilih pemula di Kota Jakarta Timur pada tahun 2019. Objek penelitian yaitu, pemilih pemula yang berumur 17 tahun, belum pernah menggunakan hak pilihnya, dan dinilai memiliki pengetahuan yang minim terkait mekanisme pemilihan. Konsep yang digunakan sebagai alat analisa adalah konsep sosialisasi dan partisipasi politik. Sosialisasi politik KPU Jakarta Timur dilakukan dengan memberikan pendidikan politik melalui penyampaian sosialisasi berupa ceramah di sekolah. Sementara partisipasi politik pemilih pemula diukur melalui tingkat pemahaman, kesadaran politik dan partisipasi politik pemilih pemula. Metode yang dipakai yakni pendekatan kuantitatif, melalui desain penelitian Ex-post facto, dan jenis penelitian eksploratif. Terdapat 219 responden sebagai sampel penelitian dari siswa yang masuk kategori pemilih pemula dan mendapatkan sosialisasi politik dari KPU Jakarta Timur. Dari hasil uji F ditemukan, Pertama terdapat pengaruh dari variabel sosialisasi politik (X1) terhadap kesadaran pemilih pemula (Y1). Kedua terdapat pengaruh (X1) terhadap partisipasi politik pemilih pemula (Y2). Namun, hasil penelitian ini juga memberikan temuan bahwa kualitas penyampaian materi sosialisasi politik, tidak mendorong pemilih pemula berpartisipasi dalam politik.
PERAN LEMBAGA KONSULTASI KESEJAHTERAAN KELUARGA KOTA CIMAHI DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Rira Nuradhawati; Danny Permana; Muhammad Aldi Rahmandika
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.1203

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana peran LK3 Kota Cimahi dalam pemberdayaan perempuan korban KDRT. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kekerasan yang terjadi pada perempuan yang biasanya dilakukan oleh mereka yang dianggap lebih kuat. Bentuk-bentuk kekerasan adalah fisik dan psikis. Banyak korban tidak berani angkat bicara karena menganggapnya sebagai masalah rumah tangga dan aib keluarga sehingga diperlukan peran lembaga atau organisasi yang dapat memberdayakan perempuan korban KDRT. Kajian dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana LK3 dalam menjalankan perannya untuk memberdayakan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yang diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi dan wawancara mendalam dengan informan. Informan dalam penelitian ini antara lain pegawai LK3, masyarakat dan juga perempuan korban KDRT yang dianggap mampu memberikan informasi yang valid.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI WILAYAH KOTA BANDUNG Poni Sukaesih Kurniati; Shafira Nur Zakiyani; Fathan Arif Nugroho Yuwono; Widiya Munigar
Jurnal Caraka Prabu Vol 7 No 2 (2023): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v7i2.1723

Abstract

Kebijakan pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata di wilayah Kota Bandung memiliki peran penting dalam meningkatkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah yang telah diimplementasikan dan dampaknya terhadap pembangunan dan pengembangan pariwisata di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kota Bandung telah mengimplementasikan berbagai kebijakan yang mendukung pembangunan dan pengembangan pariwisata. Beberapa kebijakan yang diadopsi meliputi peningkatan infrastruktur pariwisata, pengembangan atraksi wisata, promosi pariwisata, pelatihan dan pengembangan SDM pariwisata, serta pembenahan regulasi pariwisata. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata Kota Bandung, meningkatkan aksesibilitas, meningkatkan kualitas layanan, dan meningkatkan keberlanjutan pariwisata. Dampak dari kebijakan ini terlihat dalam peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung, pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata, peningkatan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan daerah. Selain itu, pariwisata juga memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan sosial dan budaya, serta meningkatkan citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata yang menarik. Penelitian ini juga dapat bermanfaat untuk memberikan informasi acuan bagi pemerintah Kota Bandung dan pemangku kepentingan lainnya dalam membuat keputusan terkait pembangunan pariwisata.

Page 8 of 13 | Total Record : 121