Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Pasundan Journal of Mathematics Education (PJME) merupakan jurnal pendidikan matematika yang dikelola oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Pasundan dan Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI). Jurnal ini menerbitkan penelitian asli atau makalah teoretis tentang pengajaran dan pembelajaran dalam program studi pendidikan matematika tentang masalah sains saat ini, yaitu: Pendidik matematika di tingkat sekolah dasar, menengah dan tinggi; Pengamat dan peneliti matematika; Pembuat keputusan pendidikan di tingkat regional dan nasional. Jurnal ini pun merekomendasikan penelitian tindakan kelas, kualitatif, deskriptif, atau kuantitatif. Penelitian asli disini meliputi penelitian murni (penelitian tindakan kelas) maupun penelitian eksperimen. Sedangkan makalah teoretis meliputi: ulasan buku, laporan singkat (short report), artikel review (review articles), studi kasus (case studies), metodologi (methodology). Jurnal ini adalah jurnal nasional, yang menerbitkan artikel dari penelitian asli dan makalah teoretis tentang semua aspek pendidikan matematika yang nilainya baru. Sehingga jurnal ini diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan, dapat memberikan informasi tentang perkembangan pendidikan matematika.
Articles
203 Documents
Penerapan Pembelajaran PBL melalui Mathematical Modelling untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Self Efficacy Siswa
Kiki Zakiyah;
Yusritawati, Ita
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self efficacy siswa. Metode penelitian ini menggunakan mixed method. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 1 Kadugede dengan samplenya siswa kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan siswa kelas VIII B sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan non tes. Tes yang digunakan berupa tes tipe uraian sebanyak 6 soal. Non tes yang digunakan berupa angket skala self efficacy dan lembar observasi serta wawancara. Dari hasil analisis terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self efficacy antara siswa yang memperoleh model Problem Based Learning (PBL) melalui mathematical modelling dan model pembelajaran konvensional, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model Problem Based Learning (PBL) melalui mathematical modelling lebih baik daripada pembelajaran konvensional, kemampuan Self Efficacy siswa yang memperoleh model Problem Based Learning (PBL) melalui mathematical modelling lebih baik daripada pembelajaran konvensional dan terdapat korelasi antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan self efficacy siswa.
Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa
Maulyda, Melda;
Mudrikah, Achmad
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik dibandingkan peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan menggunakan pendekatan saintifik. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif quasi experimental dengan bentuk the nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di suatu sekolah menengah pertama di Cianjur yaitu MTs Negeri 6, dipilih 2 kelas yaitu kelas VIII F sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan VIII H sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan dengan menggunakan pendekatan saintifik. Setiap kelas memiliki 37 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen tes tulis kemampuan literasi matematis. Pengolahan data peningkatan literasi matematis menggunakan uji Mann-Whitney U. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan didapatkan bahwa peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik dibandingkan peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan menggunakan pendekatan saintifik.
Pengaruh Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa
Setiadi, Deni
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa SMA yang memperoleh pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran matematika biasa dalam materi barisan dan deret aritmatika. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian eksperiment. Populasi penelitian diambil dari salah satu sekolah SMA di Kabupaten Sukabumi, yaitu di kelas X tahun ajaran 2017/2018. Data penelitian diambil dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran matematika biasa. Instrumen penelitian menggunakan tes tipe subjektif dengan menggunakan bentuk soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Setelah dilakukan analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Dengan demikian, pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual sangat relevan untuk diterapkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
The Effectiveness of the Think Pair Share (TPS) Model for Increasing Students Mathematical Problem-Solving Ability
Hamzah, Tiara Aprilia Fauzianti;
Jasem Al-Tammar
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mathematics problem-solving ability is a basic need for students to solve math problems. This study aims to investigate the effectiveness of Think Pair Share (TPS) in increasing Students’ problem-solving abilities. This study uses a qualitative approach with a library research type. The data collection technique is a documentation study, with the data analysis using inductive and interpretative techniques. The analysis result shows that TPS effectively used in teaching. This can be seen from the N-gain test result that shows the increase of the mathematics problem-solving ability at the high level, The learning outcomes data find three studies that reach the complete outcomes. On the other hand, effect size data shows it reaches the medium until the high level. Furthermore, the impact of TPS on student’s learning outcomes is low level, in against to other factors.
Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Teknik Perancangan Mekanik dalam Menyelesaikan Permasalahan Matematis
Sari, Elisa Mayang;
Pratiwi, Indah Riezky;
, Novitasari;
Muharramin, Areza
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi indikator berpikir kreatif mahasiswa program studi Teknik Perancangan Mekanik saat menyelesaikan permasalahan matematika dengan menggunakan konteks pulley dan belt pada mesin. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa program studi teknik perancangan mekanik. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan menganalisis data. Validitas data penelitian dilakukan dengan triangulasi, pengecekan sejawat, dan observasi. Kesimpulan dari penelitian ini Secara keseluruhan, kemampuan mahasiswa dalam berpikir kreatif termasuk dalam kategori baik sebesar 62%. Urutan indikator dari yang paling sering dimiliki mahasiswa sampai yang paling jarang dimiliki mahasiswa antara lain, indikator fluency sebesar 100%, elaboration sebesar 83%, flexibility sebesar 50%, dan originality sebesar 17%. Hal ini karena pada indikator flexibility mahasiswa terbiasa menggunakan satu strategi dan tidak terbiasa untuk mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut ke dalam strategi yang lain. Pada indikator origanility, mahasiswa terlihat masih kesulitan dalam menggambarkan strategi baru yang tak baku karena mahasiswa dengan menggunakan rumus-rumus yang telah mereka kenal dan cenderung tidak dapat menemukan rumus baru dengan menghubungkannnya dari beberapa konsep matematis yang berkaitan dengan soal.
Penerapan Model Pembelajaran Savi untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Motivasi Belajar Mahasiswa Ditinjau dari Jurusan Asal Sekolah
Rohman, Pupung Syaeful;
Kartasasmita, Bana G.;
Supianti, In In
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v13i2.9750
Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya kemampuan komunikasi matematis dari mahasiswa yang masih rendah, faktor yang menyebabkan kemampuan komunikasi matematik rendah karena pembelajaran yang dilakukan di kelas terlalu monoton atau terpusat pada dosen, motivasi belajar yang masih rendah dari mahasiswa dan latar belakang jurusan asal sekolah yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk menganalisis peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran SAVI dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari asal jurusan sekolah serta untuk mengetahui perbedaan motivasi yang menggunakan model pembelajaran SAVI dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau asal jurusan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif (mix method). Sampel yang dianalisis sebanyak 68 orang mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa tes uraian dan wawancara. Hasil tes uraian dianalisis untuk menentukan kemampuan komunikasi matematisnya dan hasil wawancara dianalisis untuk tingkat motivasi mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, hasil kemampuan komunikasi matematis antara mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran SAVI lebih baik dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari asal jurusan sekolah serta terdapat perbedaan motivasi yang menggunakan model pembelajaran SAVI dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau asal jurusan sekolah.
Blended learning in improving students' mathematical critical thinking and mathematical communication abilitie
Nurdina, Tini;
Yaniawati, Poppy;
Al-Tamar, Jasem
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2024): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The study aimed to determine the effect of the blended learning model on the achievement and improvement of students' mathematical communication in grade XI. The low ability of mathematical communication of high school students is a problem that requires teachers to be able to create and use a new approach in learning. This study uses a quantitative approach with quasi-experimental methods. There were two sample groups in this study, namely the experimental group of 28 students and the control group of 28 students. The sample was randomly selected from the class of SMA Pasundan 2 Cimahi students. The experimental group utilized blended learning model and the control group utilized an ordinary learning model. The instruments used in this study were descriptive and multiple choice tests for mathematical communication. The data obtained were then analyzed using tests for normality, homogeneity, and the difference between the two averages. N-gain data is used to determine the increase in students' mathematical communication. Based on the data analysis, it can be concluded that: First, the achievement of students' mathematical communication skills who received blended learning was higher than students who received ordinary learning. And Second, the increase in the mathematical communication skills of students utilized blended learning is significantly higher than students utilized ordinary learning.
Analisis Hubungan Antara Materi Matematika Kelas XI Dengan Soal Asesmen Nasional
Suminar, Chandra
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia sekarang ini sedang melakukan perbaikan dari segi pendidikan serta evaluasi pendidikan dengan cara pemetaan mutu. Sistem evaluasi pendidikan secara nasional berubah menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer yang berisi elemen-elemen berupa Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM sangat mengutamakan kepada kemampuan numerasi pelajar dibidang konten, proses kognitif dan konteks. Dengan melihat materi ajar yang didapatkan siswa di sekolah, peneliti ingin menganalisis hubungan antara materi matematika kelas XI dengan soal asesmen nasional. Apakah materi yang didapat siswa di kelas sesuai dengan soal asesmen yang diujikan? Dengan menggunakan studi literatur didapat pada soal AKM diberikan dengan latar belakang kehidupan sehari-hari dan membawa siswa ketingkat bernalar, sehingga pemecahan masalah yang diberikan lebih aplikatif. Mereka diarahkan agar berkontibrusi memberikan validasi terhadap suatu masalah serta mampu mengatasi persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pada soal pembelajaran dikelas hanya menyajikan konteks pertanyaan yang bersifat rutin, sederhana, dan kurang aplikatif untuk kehidupan real.
Peningkatan Kemampuan Literasi Matematis melalui Model Discovery Learning dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching
Ghifari, Muhammad Tareq;
Firmansyah, Eka;
Rahmah, Hania
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Literasi matematis adalah kapasitas individu untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis adalah dengan penerapan model dan pendekatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik menggunakan model pembelajaran Discovery Learning (DL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah kelas VIII-I SMPN 13 Bandung yang berjumlah 27 peserta didik. Materi dalam penelitian ini adalah bilangan berpangkat dan bentuk akar. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes dan observasi. Budaya yang ditunjukkan dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) adalah angklung, batik Mega Mendung, rumah adat Julang Ngapak dan Kue awug. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning (DL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik, dilihat dari rata-rata nilai kemampuan literasi matematis pada siklus I sebesar 76,85 lalu pada siklus II 80,00. Pada perhitungan skor N-Gain diperoleh nilai sebesar 0,136 yang memiliki arti bahwa peningkatan kemampuan literasi matematis tergolong rendah.
The Use Of Props As To Increase Interest And Understanding Mathematics Concepts Ability Elementary School Students
Yusritawati, Ita;
Julaerah, Ai;
Nurfirdaus, Nunu;
Nurul Arifin, Syifa Afidah
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This Researched study is a mixed methods (Mixed Method) type “Embedded Design” with an experimental type of study design shaped models with pretest-posttest control group design, which aims to conduct studies that focus on the use of teaching props that could be expected to improve the understanding of mathematical concepts and their impact on student interest in Elementary School. Instruments used in this research are to test the ability to understand mathematical concepts, students’ interest questionnaire with the Likert scale, observation sheets, and interviews. Based on data analysis we concluded that (1) The ability to understand mathematical concepts of superior and low students who use props better than the ability to understand mathematical concepts of superior and low students who obtain conventional learning, (2) The ability to understand mathematical concepts of the superior and low students using props by cooperative learning type. (3) There is a significant correlation between students' understanding of mathematics and students' interest in learning mathematics.