cover
Contact Name
Gusti Randa
Contact Email
gustiranda065@gmail.com
Phone
+6285365593031
Journal Mail Official
fai.umsb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasia Kandang No 4, kec. Koto Tangah Kota Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat
ISSN : 2356413X     EISSN : 27158403     DOI : -
Jurnal Kajian dan Pengembangan umat memuat tentang kajian keislaman dalam berbagai bidang, seperti : 1.Pendidikan Islam 2.Ekonomi Islam 3.Hukum Islam dan lain sebagainya. Untuk spesifikasi kajian ditentukan dalam setiap Volumenya, hal ini dimaksudkan agar setiap hasil research dan pemikiran Sumber Daya Manusia pada bidang keislaman dapat diinformasikan kepada setiap yang membutuhkan informasi yang bersifat ilmiah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 122 Documents
Kontribusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap Kompetensi Pedagogik Guru di SDN Kuranji Padang Rahmi, Azvi; Handriadi, Handriadi; Fatimah, Fatimah; Zeky, Serpuadi; Mulya, Rafil
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7, No. 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v7i1.5448

Abstract

Kompetensi pedagogik guru sangat dibutuhkan dalam pembelajaran di kelas, kompetensi pedagogic guru yang lemah akan mengakibatkan tujuan pembelajaran belum tercapai secara maksimal. Kompetensi pedagogic ini merupakan kecakapan guru dalam mengelola pembelajaran termasuk merancang dan merumuskan perangkat pembelajaran (RPP), apalagi saat sekarang kini guru sudah harus mampu mengimplementasikan modul ajar sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan saat kini. Sudah semaraknya usaha pemerintah memberikan pelatihan atau bimtek kepada guru guna untuk mengasah dan meningkatkan skill guru dalam merancang dan membuat modul ajar, tapi masih ditemukan sebagian guru yang mengcopy paste diinternet. Guru masih belum mampu mengembangkan bahan ajar serta penggunaan media yang sesuai. Masih minimnya kemampuan guru dalam menggunakan metode atau strategi yang tepat sesuai dengan kurikulum yang diterapkaan saat ini. Apalagi sekarang pembelajaran berbasis proyek, guru harus paham apa yang akan dicapai proyek tersebut sehingga dapat terseleseikan dengan baik. Masih ada sebagian guru yang belum mampu menguasai konsep materi yang akan diajarakan kepada peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran belum tercapai dengan maksimal. Kemampuan pedagogik guru ini masih perlu dipertajam agar tujuan pendidikan dikelas tersebut dapat tercapai sesuai dengan harapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi KKG terhadap kompetensi pedagogic guru SDN Kuranji Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif. Yang menjadi Sampel dalam penelitian ini yaitu guru SDN Kuranji Kota Padang yang berjumlah 78 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert. Analisis data terdiri dari 1) deskripsi data, 2) uji prasyarat, 3) pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini terdapat kontribusi yang signifikan dari kelompok kerja guru (KKG) terhadap kompetensi pedagogic guru SDN Kuranji Padang sebesar 79.00% tingkat capaian responden baik. Hal menunjukkan bahwa kelompok kerja guru (KKG) sangat penting  dalam mengubah kompetensi pedagogic guru. Untuk itu diharapkan kepada semua guru SDN Kuranji Padang dapat mengikuti program KKG yang telah ditetapkan sebagai lembaga atau wadah pengembangan kemampuan guru, agar kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogic dapat menjadi lebih baik lagi.
Analisis Peran Muhammadiyah Dalam Dinamika Perkembangan Islam Moderat Charmelita, Ery; Lestari, Wahyu Tri; Akbar, Haikal; Isa, Ibrahim Muhammad; Hidayah, Astika Nurul
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6, No. 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v6i2.4939

Abstract

Artikel ini menganalisis peran Muhammadiyah dalam dinamika perkembangan Islam moderat, menyoroti kontribusinya dalam menyebarkan nilai-nilai moderat, toleransi, dan keselarasan dalam masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan untuk memahami sejauh mana Muhammadiyah berperan dalam membentuk dan memelihara Islam moderat. Fokusnya termasuk kontribusi dalam institusi pendidikan, peran dalam kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta adaptasi terhadap era digital. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten untuk mengevaluasi peran Muhammadiyah dalam berbagai aspek kehidupan. Data diperoleh dari literatur, fatwa, kegiatan sosial, dan pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Muhammadiyah memiliki peran krusial dalam menyebarkan Islam moderat melalui institusi pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Majlis Tarjih dan fatwa yang dikeluarkan menjadi pilar dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap Islam moderat. Adaptasi terhadap teknologi, termasuk literasi digital dan media sosial, menjadi strategi efektif dalam menyebarkan pesan positif. Muhammadiyah memainkan peran signifikan dalam membentuk dan memelihara Islam moderat di Indonesia. Dengan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, penerapan prinsip jalan tengah, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman, Muhammadiyah tetap relevan sebagai pionir dalam mengarahkan arus moderasi di tengah dinamika masyarakat.Kata Kunci: Muhammadiyah; Peran; Islam; Indonesia
Efektifitas Penggunaan Modul Berbasis Budaya Lokal Minangkabau Untuk Meningkatkan Ketahanan Budaya Siswa Kelas IV SD Anastasha, Desty Ayu; Lasari, Yufi Latmini
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6, No. 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v6i2.4914

Abstract

The Minangkabau Local Module is a teaching module developed by researchers. This research aims to increase students' cultural resilience in the learning process and determine the level of effectiveness of using modules on student competence in mastering material and cultural resilience. It is hoped that the modules used can be used effectively by students to improve their cultural adaptation abilities. To test this effectiveness, research was conducted on Class IV students at SDN 02 Pariangan. Effective results can be seen in the implementation of the Pancasila student profile module with the theme of a sustainable lifestyle. At each stage of implementation, students develop cultural adaptation abilities according to expectations based on the values of the Pancasila student profile.
Islam dan Humanism (When Muslim Learns From The West: A Cross Curtural Project) Anzalman, Anzalman; Kamal, Tamrin; Hakim, Rosniati; Julhadi, Julhadi; Thaheransyah, Thaheransyah; Hanafi, Halim
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7, No. 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v7i1.5497

Abstract

The cross-cultural project of combining Islam and Western humanism is an attempt to explore and integrate humanistic values in an Islamic context. Historically, Muslim intellectual traditions have long interacted with Western thought, from the era of translation of Greek philosophical works to the era of modernization and globalization. This project aims to bridge the gap between the two traditions by identifying universal principles that can be applied in contemporary Muslim societies. Western humanism, which emphasizes individual freedom, human rights and rationality, is often seen as at odds with some traditional interpretations of Islam. However, many Islamic teachings also underscore the importance of human dignity, social justice and moral responsibility. Through dialog and cross-cultural learning, it is hoped that a deeper understanding and harmonious solutions to contemporary challenges faced by Muslim societies can be achieved. This study reviews the history of the relationship between Islam and Western humanism, analyzes the challenges that arise in this integration process, and explores successful examples from Muslim countries such as Turkey and Indonesia. By integrating perspectives from both traditions, this project seeks to create a solid foundation for greater collaboration and understanding, which can ultimately contribute to the creation of a more just, peaceful and humane world.
Nazir Wakaf Dalam Perspektif Peraturan BWI No. 1 Tahun 2020 Dan Fiqih Wakaf Hafzi, Ahmad; Elfia, Elfia
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7, No. 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v7i1.5046

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang penerapan hukum wakaf atas seorang nazir di Indonesia dan serta menganalisis undang-undang serta ketentuan fikih yang ada. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana tata cara pengangkatan serta pemberhentian seorang nazir wakaf dalam perspektif Fiqh Islam dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, bagaimana kewenangan untuk mengangkat serta memberhentikan seorang nazir wakaf dalam perspektif Fiqh Islam dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Tata cara pemberhentian wakaf nazir dalam perspektif Fiqh Islam dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 diatur dalam Pasal 45 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 dan Pasal 221 KHI (Kompilasi Hukum Islam). Dari apa yang sudah dipaparkan dapat diketahui terdapat perbedaan antara undang-undang wakaf No.41 tahun 2004 serta dalam perspektif fikih wakaf, dalam undang-undang wakaf No.41 tahun 2004 dijelaskan bahwa yang mengangkat serta memberhentikan nazir merupakan badan wakaf Indonesia (BWI) atas musyawarah dengan kantor urusan agama (KUA) sedangkan dalam perspektif  fikih wakaf yang mengangkat nazir merupakan orang yang berwakaf (wakif), lalu apabila wakif tidak menentukan maka hakim yang menentukan sendiri siapa yang berhak menjadi nazir. Terhadap pemberhentian nazir wakif berhak secara penuh atas pemberhentian nazir tanpa adanya sebab serta alas an, berbeda dengan hakim yang memberhentikan nazir hanya apabila terdapat kesalahan dan sebab- sebab yang jelas.
Pemaknaan Toleransi Perspektif Fakhr Ar-Rāzī Mardina, Dini; Saputra, Edomi
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6, No. 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v6i2.4924

Abstract

Religious tolerance from the past until now is still a central issue. It's easy to say but difficult to do. From year to year there are those who try to disrupt tolerance between religious communities. Uniquely, religious issues are quite sensitive so they are prone to sparking conflict, especially in a pluralistic environment. Religious issues can even easily trigger endless wars. To overcome this problem, there is a need for a tolerant attitude between adherents of one religion and another. Research on religious tolerance has been carried out by many previous researchers. But no one has discussed specifically Fakhr ar-Razi's interpretation of verses in the Koran that relate to tolerance. Such as Qs al-Baqarah [2]: 62, 139-141, 256, al-Maidah [5]: 5, and al-Kafirun [109]: 1-6. The common thread between previous research and that of the author is that they emphasize the importance of inter-religious tolerance to be realized. The main source in this research is at-Tafsīr al-Kabīr by Fakhr ar-Rāzī. Meanwhile, the research method that the author uses is a qualitative method. Language analysis approach. The theory used in this research is the semiological theory formulated by Roland Barthes. As a result, in general Fakhr ar-Razi interpreted the verses of the Koran tolerantly. From this research it can be concluded that Fakhr ar-Razi interpreted Qs al-Baqarah [2]: 62, 139-141, 256, al-Maidah [5]: 5 tolerantly. But when interpreting al-Kafirun [109]: 1-6 Fakhr ar-Razi seems less tolerant.
Objek-Objek Kajian Filsafat Ilmu (Ontologi, Epistemologi, Aksiologi) dan Urgensinya Dalam Kajian Keislaman Afriandi, Budi; Ras Bumi, Hengki; Kamal, Tamrin; Hakim, Rosniati; Hanafi, Halim; Julhadi, Julhadi
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7, No. 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v7i1.5524

Abstract

Filsafat ilmu merupakan cabang filsafat yang mengkaji hakikat ilmu, termasuk objek, metode, dan nilainya. Kajian ini terbagi menjadi tiga ranah utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi membahas tentang hakikat realitas yang menjadi objek ilmu. Dalam kajian keislaman, ontologi menelaah eksistensi Allah, alam semesta, dan manusia sebagai ciptaan-Nya. Hal ini menjadi dasar bagi pemahaman seluruh aspek ilmu dalam kerangka Islam. Epistemologi mengkaji sumber, metode, dan batas pengetahuan. Kajian epistemologi Islam membahas sumber pengetahuan yang sah, seperti Al-Quran, Hadits, dan akal. Selain itu, dibahas pula metode yang tepat untuk memperoleh pengetahuan, seperti penalaran deduktif, induktif, dan ijtihad. Aksiologi meneliti nilai-nilai yang terkandung dalam ilmu. Dalam konteks Islam, aksiologi menekankan pentingnya ilmu untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kajian ini membahas nilai-nilai moral, etika, dan spiritual yang menjadi landasan pengembangan ilmu pengetahuan. Memahami ketiga ranah filsafat ilmu ini secara mendalam sangatlah penting dalam kajian keislaman. Hal ini membantu umat Islam dalam memahami hakikat ilmu, mengembangkannya dengan benar, dan menggunakannya untuk kemaslahatan umat manusia.
Analisis Metode Ijitihad Fatwa Bahtsul Masail Larangan Cek HP Pasangan Jufrizal, Jufrizal; Azwar, Zainal
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7, No. 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v7i1.5287

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang larangan memeriksa HP pasangan yang mana ini menjadi persoalan yang menarik dimana jikalau dilihat kebiasaan orang Indonesia yang sering kepo dengan HP pasangan ini membuat kita bertanya-tanya sebenarnya apa hukum memeriksa HP pasangan dan Bahtsul Masail menjawab itu dengan mengeluarkan Fatwa, Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan normatif dengan melakukan riset di perpustakaan. Data sekunder Informasi yang diperoleh berasal dari beragam sumber, seperti buku, undang-undang, serta fatwa-fatwa yang relevan dengan topik yang dibahas dalam literatur. Metode analisis data yang diterapkan adalah analisis konten, yang mengacu pada proses identifikasi karakteristik pesan secara sistematis dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis Fatwa yang dikeluarkan oleh Bahtsul Masail tentang hukum memeriksa HP pasangan. Hasil dari penelitian ini adalah Bahtsul Masail Tidak membenarkan semua bentuk pemeriksaan terhadap HP pasangan dan justru menyarankan setiap pasangan untuk mempereratkan lagi kepercayaan antar pasangan. Memeriksa HP pasangan justru akan membuat rumah tangga antar pasangan menjadi guyah dan juga Bahtsul Masail menyarankan untuk menghormati setiap privasi dari pasangan agar terciptanya keluarga yang tentram, aman dan damai tanpa harus memeriksa HP pasangan.
Penerapan Therapeutic Community Untuk Mengubah Perilaku Pengguna NAPZA Fitriani, Fitriani
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6, No. 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v6i2.4946

Abstract

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menjelaskan, 3,2% atau setara dengan 2.297.492 orang pengguna NAPZA yang berasal dari pelajar dan mahasiswa pada tahun 2019. Penyalahgunaan terhadap NAPZA juga dapat menyebabkan kebergantungan dan gangguan mental serta perilaku dimana zat dari NAPZA itu sendiri menganggu sinyal penghantar syaraf yang disebut system neurotransmitter di dalam susunan syaraf sentral (otak). Tujuan penelitian ini untuk mengubah perilaku pengguna NAPZA dengan penerapan Therapeutic Community. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian berbasis literatur merupakan bentuk penelitian yang menggunakan literatur sebagai obyek kajian. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder, yaitu artikel-artikel yang diambil dari jurnal-jurnal terkait. Sedangkan untuk menjawab permasalahan, teknik analisis yang digunakan adalah teknik content analysis. Pelaksanaan Therapeutic Community yang diterapkan pada proses rehabilitasi yaitu empat struktur dan lima pilar (four Strucutures and five pillars), merupakan sasaran perubahan yang diinginkan dari metode Therapetic Community agar pecandu NAPZA dapat pulih dan bisa berdaya guna di masyarakat.
Peran Manajemen Kepemimpinan di Pesantren Modern Babussalam dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Rozzaqiyah, Zainur; Hrp, Jainatin Halomoan; Ibnu, Muhammad; Syahan, Muhammad; Siahaan, Amiruddin
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7, No. 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v7i1.5531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peran manajemen kepemimpinan dalam mengelola lembaga pendidikan islam di pesantren modern Babussalam. Pada penelitian ini, analisis deskriptif kualitatif digunakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah salah satu bentuk kepemimpinan dalam institusi pendidikan Islam. Salah satu elemen pendidikan yang paling penting dalam menentukan keberhasilan sekolah adalah kepala sekolah. Kepala sekolah harus memiliki empat hal penting, yaitu: kepribadian dan keterampilan kepemimpinan, kemampuan pemecahan masalah, keterampilan sosial, dan pengetahuan dan kemampuan profesional. Ini karena dia adalah pemimpin lembaganya. Penelitian ini menemukan bahwa pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, dan innovator adalah tugas dan peran kepala sekolah untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.Kata Kunci: Peran, Manajemen, Kepemimpinan, Lembaga Pendidikan Islam

Page 10 of 13 | Total Record : 122