cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 337 Documents
PENGGUNAAN LEVEL GLISEROL DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR GUNA MEMPERTAHANKAN KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE PADA SUHU PENYIMPANAN 18-20OC: The Use of Glycerol Levels in Citrate-Egg Yolk Diluent to Maintain the Quality of Landrace Boar Spermatozoa at Storage Temperatures 18-20oC Nuba, Maria Deran; Wilmintje Marlene Nalley; Ni Made Paramita Setyani; Thomas Mata Hine
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1811

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menguji penggunaan level gliserol (GLY) dalam pengencer sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace pada suhu penyimpanan 18-20oC. Materi dalam penelitian ini yaitu semen segar dari satu ekor babi jenis Landrace berusia 2,5 tahun, kesehatan optimal, babi pejantan telah terbiasa dan dilatih untuk proses koleksi semen secara teratur. Penelitian ini disusun dengan metode rancangan acak lengkap yang mencakup lima perlakuan berupa Sitrat-Kuning telur dan gliserol dan lima pengulangan yakni: P0 = S-KT, P1: S-KT + GLY 1%, P2: S-KT + GLY 2%, P3: S-KT + GLY 3%, P4: S-KT + GLY 4%. Variabel yang diuji diantaranya: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup (DTH) spermatozoa. Setelah diencerkan, semen disimpan dalam styrofom box pada temperature 18-20oC. Data dianalisis menggunakan one way ANOVA bila terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil dari penelitian mengindikasikan bahwa perlakuan P2 pada jam pengamatan ke-36 menghasilkan kualitas spermatozoa dengan nilai yang lebih tinggi secara statistik (P<0,05) apabila dibandingkan keempat perlakuan lain dengan motilitas: 45,00±2,24%, viabilitas: 52,70±3,87%, abnormalitas: 4,20±0,89%, dan DTH spermatozoa: 41,45±8,05 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan gliserol pada tingkat konsentrasi 2% dalam larutan pengencer sitrat-kuning telur memberikan respon yang baik untuk menjaga kualitas spermatozoa babi Landrace hingga 41,45 jam penyimpanan. Kata kunci: Gliserol, Kuning telur, Sitrat, Spermatozoa babi Landrace
KUALITAS FISIK SILASE AMPAS SAGU MENGGUNAKAN BERBAGAI FERMENTOR: Physical Quality of Sago Dregs Silage Using Various Fermenters Sudarmi, Nurtania; Petrus Dominikus Sadsoeitoeboen
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1821

Abstract

Masyarakat memanfaatkan sagu hanya sebatas memanfaatkan pati yang dijadikan tepung sagu. hasil samping dalam pengolahan tanaman sagu dibedakan dalam tiga jenis yang terdiri dari kulit batang sagu, ampas sagu, dan air buangan. rendahnya protein kasar dan tingginya serat kasar menjadi permasalahan tersendiri sehingga perlu dilakukannya proses fermentasi. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengenai penggunaan berbagai fermentor dalam pembuatan silase ampas sagu perlu dilakukan sebagai upaya pengoptimalisasian produktivitas ternak ruminansia. Perlakuan yang diuji terdiri dari : R1 = Hijauan + Silase Ampas Sagu EM4; R2 = Hijauan + Silase Ampas Sagu SOC; R3 = Hijauan + Silase Ampas Sagu TOP. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perbedaan fermentor tidak berpengaruh nyata terhadap warna, tekstur, dan jamur silase ampas sagu. Kata kunci: Ampas Sagu, Fermentor, Kualitas Fisik
TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) PADA SAPI LIMOSIN DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH: Success Rate Of Artificial Insemination (AI) In Limosin Cattle In Central Lampung District Herdiansah, Riko; Sugesti, Madiyan; Romadhon, Rifki
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 2 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i2.1823

Abstract

Artificial insemination is one of the biotechnologies in livestock reproduction that allows the mating process of female livestock to be carried out without the presence of a male. AI involves a series of procedures that are designed in a planned and programmed manner, with the aim of improving the genetic quality of livestock in the future. AI technology is a solution to accelerate the increase in the beef cattle population. The opportunity for beef cattle farming in Seputih District, Surabaya, Central Lampung Regency has great potential to be developed because it can provide benefits for the community who raise livestock. From this, it is necessary to study the success rate of artificial insemination (AI) in Limousin cattle in Central Lampung Regency. This study was conducted in November 2023 in Srikaton Village (SK3), Seputih District, Surabaya, Central Lampung Regency. The variables observed included Respondent Characteristics, Service Per Conception (S/C), and Conception Rate (CR). From the results of the study, it can be concluded that Service per Conception (S/C) was recorded at 1.32. High S/C values ​​tend to cause longer birth intervals compared to livestock that have normal birth intervals of 12 months. In addition, the Conception Rate (CR) obtained in this study reached 75.3%, which is in accordance with the ideal standard (CR) of cattle ranging from 60-75%, where the higher the CR value, the better the fertility rate of the livestock. Keywords: IB Success, Service Per Conception (S/C), and Conception Rate (CR)
PENGARUH NAUNGAN DAN PENAMBAHAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JONTANG KUDA (Synedrell nodiflorai): Effect of Shade and Addition of Urea Fertilizer on Growth and Production of Jontang Kuda (Synedrella nodiflora) Anggi Derma Tungga Dewi; Riski Nanda Amelia; Kunaifi Wicaksana
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan dan penambahan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi jontang kuda (Synedrella nodiflora) sebagai pakan ternak. Penelitian dilaksanakan pada September 2020 sampai Januari 2021 di Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 3. Faktor pertama adalah jenis naungan yang terdiri dari naungan dan tanpa naungan, faktor yang kedua level pemberian pupuk urea yang terdiri dari 0kg/Ha, 150kg/Ha, dan 300kg/Ha. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, produksi segar, dan produksi bahan kering. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan analisis keragaman (analysis of variance) dan jika terdapat perbedaan nyata, dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tipe naungan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang), dan produksi segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level pupuk memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang). Kesimpulan pada penelitian ini adalah penanaman tanpa naungan dan pemberian pupuk urea 100kg/Ha dan 200kg/Ha meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan produksi segar Kata kunci: Biomasa, naungan, pemupukan, Synedrella nodiflora
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN Gamma-aminobutyric acid TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONDISI FISIOLOGIS DOMBA EKOR TIPIS SEBELUM PENGANGKUTAN: Effect of Gamma-aminobutyric Acid Supplementation on Body Weight Gain and Physiological Condition of Thin-Tailed Sheep Before Transportation Soleh Ade Kusuma; Ghoffar Husnu; Novi Eka Wati; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1863

Abstract

Transportasi merupakan salah satu stressor yang berdampak penyusutan bobot badan domba ekor tipis. Guna mengurangi penyusutan bobot badan selama transportasi diperlukan perlakuan khusus berupa pemberian GABA agar performa dan bobot badan domba ekor tipis meningkat sebelum ditransportasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh GABA terhadap domba ekor tipis sebelum dilakukan transportasi. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Pada hari ke 2 sebelum pengangkutan sebanyak 20 ekor domba ekor tipis diberi dosis GABA (0 gr/ekor, 0.3 gr/ekor, 0.6 gr/ekor, 0.9 gr/ekor). Parameter yang akan di ukur adalah Pertambahan Bobot Badan, Frekuensi Pernafasan, Denyut Jantung, Suhu Tubuh. Perbedaan pengaruh antar perlakuan diuji menggunakan uji berjarak Duncan. Hasil penelitian yaitu Pemberian GABA dengan dosis 0,6 gr/ekor memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertambahan bobot badan domba ekor tipis sebelum pengangkutan. Pemberian GABA sampai dosis 0,9 gr/ekor tidak menimbulkan efek negatif terhadap frekuensi pernafasan, denyut jantung dan suhu rektal domba ekor tipis. Kata Kunci: GABA, Transportasi, Domba ekor tipis
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TELUR AFKIR SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN TERHADAP PRODUKTIVITAS TELUR AYAM RAS PETELUR: The Effect of Adding Rejected Egg Flour as an Alternative Source of Protein on the Egg Productivity of Laying Hens Deni Ramadani; Miki Suhadi; Novi Eka Wati
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1864

Abstract

Telur afkir merupakan telur yang tidak dapat dikonsumsi manusia namun memiliki berbagai kandungan gizi yang bermanfaat bagi produktivitas ayam petelur, telur afkir mengandung protein yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan sumber protein alternatif pada ayam petelur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif dampak dari penambahan telur ayam sebagai alternatif dalam pakan terhadap parameter produksi kunci pada ayam ras petelur. Materi penelitian berupa 60 ekor ayam petelur strain Issa Brown fase layer. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Setiap ulangan terdiri dari lima ekor ayam petelur. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 = tanpa pemberian tepung telur, P1 = pemberian tepung telur 2,5% dalam pakan, P2 = pemberian tepung telur 5% dalam pakan, dan P3 = pemberian tepung telur 7,5% dalam pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung telur ayam afkir hingga dosis 7,5% memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, produksi telur ayam, bobot telur, dan konversi pakan. Kata Kunci: Ayam petelur, Tepung telur, Afkir
PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI SUMBER WATER SOLUBLE CARBOHYDRATE TERHADAP KUALITAS SILASE RUMPUT PAKCHONG (Pennisetum purpureum cv Thailand): The Effect of Various Water-Soluble Carbohydrate Sources on the Quality of Pakchong Silage (Pennisetum purpureum cv Thailand) Joko Daryatmo; Sunardi; Haris Tri Wibowo; Abu Zaenal Zakariya; Wardi, Wardi
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1865

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai sumber water soluble carbohydrate (WSC) terhadap kualitas silase rumput Pakchong. Perlakuan terdiri atas 3 perlakuan dimana tiap perlakuan terdapat 8 ulangan. Faktor yang diamati adalah macam sumber WSC. Perlakuan adalah sebagai berikut: 1. Rumput Pakchong dengan tanpa penambahan sumber WSC sebagai Kontrol, 2. Rumput Pakchong dengan ditambah 4% tepung tapioka, dan 3. Rumput Pakchong ditambah 4% Molasses. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Searah. Hasil yang berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji Duncan (Duncan’s New Multiple Range Test). Data skor kualitas fisik silase dianalisis menggunakan uji Deskriptif. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa silase yang dihasilkan pada perlakuan P0 (tanpa aditif), P1 (tepung tapioka) dan P2 (molases) memiliki skor warna, bau, tekstur yang setara, namun pada penilaian gumpal dan jamur, silase pada perlakuan P1 menghasilkan skor yang cenderung lebih baik dibanding silase P0 dan P2. Bahan kering tertinggi didapatkan pada Silase P1, sedangkan pH terendah didapatkan pada silase P2. Skor Fleigh tertinggi dihasilkan oleh silase P2, sedangkan silase P1 dan P0 memiliki skor Fleigh yang setara. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa P2 memiliki kualitas silase yang lebih baik dibanding P0 dan P1. Kata kunci: Rumput Pakchong, Kualitas, Silase, Water Soluble Carbohydrate
KADAR VFA DAN NH3 DALAM CAIRAN RUMEN KAMBING RAMBON JANTAN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BUNGKIL KEDELAI, ZINC DAN CHROMIUM DALAM RANSUM: VFA and NH3 Levels in the Rumen Fluid of Male Rambon Goats with the Addition of Soybean Meal Flour, Zinc, and Chromium in the Ration Fitria Tsani Farda; Nola Shafa Salsabilla; Erwanto; Liman; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Muhtarudin
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1877

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan tepung bungkil kedelai dan mineral organik (Zinc dan Chromium) dalam ransum terhadap kadar Volatile Fatty Acid (VFA) dan amonia (NH3) dalam cairan rumen Kambing Rambon jantan. Penelitian dilaksanakan pada November 2022 - Januari 2023 di Teaching Farm Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan terhadap 12 Kambing Rambon jantan. Perlakuan yaitu P1: ransum basal 100%; P2: 90% ransum basal+10% tepung bungkil kedelai; P3: 100% ransum basal+mineral organik (40 ppm Zn dan 0,3 ppm Cr); dan P4: 90% ransum basal+10% tepung bungkil kedelai+mineral organik (40 ppm Zn dan 0,3 ppm Cr). Variabel pengamatan meliputi kadar VFA dan NH3. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5% dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian bahwa P3 memberikan pengaruh terbaik (P<0,05) terhadap peningkatan kadar VFA sebesar 80,82±3,71 mM, sedangkan P2 memberikan pengaruh terbaik (P<0,05) terhadap peningkatan kadar NH3 sebesar 4,84±1,05 mM dalam cairan rumen Kambing Rambon jantan. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan mineral organik (40 ppm Zn dan 0,3 ppm Cr) dalam ransum dapat meningkatkan kadar VFA, dan penambahan 10% tepung bungkil kedelai dalam ransum dapat meningkatkan NH3 dalam cairan rumen Kambing Rambon jantan. Kata kunci: Amonia, Kambing Rambon jantan, Mineral organik, Tepung bungkil kedelai, Volatile fatty acid
PENGARUH SOLID PADA SAKURA BLOK TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR SAPI LOKAL KAUR YANG DIBERI RANSUM BASAL RUMPUT LAPANGAN: Effect of Solid Sakura Block on Crude Fiber Digestibility of Local Kaur Cattle Given Basal Field Grass Ration Jarmuji; Badarina, Irma; Herdiansah, Riko
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1890

Abstract

This study aims to evaluate the effect of sakura block supplementation using solid as a substitute for bran on crude fiber digestibility of local Kaur beef cattle fed natural grass.The research design used was the Latin Square Design (LSD) with treatments consisting of P1(16.5% bran + 5.5% solid), P2(11% bran+ 11% solid), P3(5.5% bran + 16 .5% Solid), P4(22% Solid). This research used 4 beef cattle, each period consisting of 15 days of treatment, where the last 5 days of each period were used to collect crude fiber digestibility. The results of the study showed that sakura block supplementation using solid as a substitute for bran had no significant effect (P>0.05) on natural grasses crude fiber intake, sakura block crude fiber intake, fecal crude fiber production, and crude fiber digestibility. . It was concluded that sakura block supplementation using solid did not reduce crude fiber intake, crude fiber content in feces and crude fiber digestibility in local kaur cattle fed basalt field grass rations. Keywords: Local Kaur Beef Cattle, Sakura Block, Palm Sludge, Digestibility, Crude Fiber.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAN SIMPLISIA TANAMAN CIPLUKAN (PHYSALIS ANGULATA L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ORGAN LIMPA YANG DIINFEKSI VIRUS NEWCASTLE DESEASE (ND): Efectivity of Ciplukan Plant Extract and Simplicia (Physalis Angulata L.) on Histopathology of The Spleen Infected with Newcastle Disease Virus (NDV) Juwita Fitri, Rama; Yulia Yelita; Montesqrit; Ananda
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1111

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan simplisia dan ekstrak etanol tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap histopatologi organ limpa ayam broiler yang diinfeksi virus Newcastle Disease (ND). Materi penelitian ini menggunakan DOC ayam broiler CP 707 berjumlah 24 ekor, tanaman ciplukan (ekstrak dan simplisia), isolat ND velogenik, Vaksin ND live komersil Medivac ND®, Ransum komplit broiler komersil. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan diperoleh sebanyak 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata p<0,01 antara kelompok perlakuan K1 dan K2 dengan E1, E2, E3, S1, S2 dan S3. Kelompok perlakuan S3 menunjukan perubahan histopatologi lebih baik dibandingkan E3. Kseimpulan pemberikan sediaan simplisia dan ekstrak etanol tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki efektivitas terhadap gambaran histopatologi organ limpa ayam broiler yang diinfeksi virus Newcastle Disease (ND) dalam bebrbagi tingkatan dosis.   Kata kunci: Physalis Angulata, Newcastle disease, Limpa