cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 337 Documents
KECERNAAN KALSIUM DAN FOSFOR TERNAK BABI YANG MENDAPAT PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KATUK DAN TEPUNG KUNYIT: Digestion of Calcium and Phosphor in Pig That Receives Addition of Sweet Leaf Flour and Turmeric Flour Maria Goreti Ninu; Ni Nengah Suryani; Mariana Nenobais; David Agustinus Nguru
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1421

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan tepung kunyit (Curcuma domestica) dalam ransum dalam kecernaan kalsium dan fosfor pada babi starter. 12 ekor ternak babi yang digunakan dalam penelitian ini berumur 1-2 bulan dengan kisaran bobot badab 6--10,25 kg (KV= 19,61%). Rancangan Acak Kelompok yang di gunakan dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari R0: Ransum basal tanpa penambahan tepung daun katuk dan tepung kunyit, R1: Ransum basal + 4% tepung daun katuk, R2: Ransum basal + 1% tepung kunyit, R3: Ransum basal + 4% tepung daun katuk + 1% tepung kunyit. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung daun katuk, tepung kunyit dan kombinasi keduanya dalam ransum tidak memberi dampak nyata (P>0,05) dalam kecernaan kalsium dan fosfor. Jadi dapat disimpulkan penambahan tepung daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr), tepung kunyit (Curcuma domestica) dan campuran keduanya dalam ransum terhadap konsumsi kecernaan kalsium dan fosfor memberikan hasil yang retatif sama   Kata kunci: Babi, Fosfor, Kalsium, Tepung daun katuk, Tepung kunyit
EFEK PENAMBAHAN KUNING TELUR OMEGA-3 PADA PENGENCER AIR KELAPA MUDA TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE: The Effect of Adding Omega-3 Egg Yolk in Coconut Water Diluent on The Quality of Landrace Boar Spermatozoa Amfotis, Maria Delestrada; Franky M. S. Telupere; Ni Made Paramita Setyani; Aloysius Marawali
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1692

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kuning telur omega-3 dalam pengencer air kelapa muda terhadap kualitas spermatozoa babi Landrace. Bahan yang digunakan adalah semen segar dari seekor babi Landrace jantan dalam kondisi sehat dan telah dilatih dalam penampungan semen. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan empat ulangan, yaitu: P0: 80% Air Kelapa Muda+20% Kuning Telur Ayam Lokal, P1: 95% Air Kelapa Muda +5% Kuning Telur omega-3, P2: 90% Air Kelapa Muda +10% Kuning Telur omega-3, P3: 85% Air Kelapa Muda +15% Kuning Telur omega-3 dan P4: 80% Air Kelapa Muda +20% Kuning Telur omega-3. Semen yang sudah diencerkan, disimpan dalam cool box dengan suhu 18–20°C dan dievaluasi setiap 8 jam. Variabel penelitian yang diamati adalah: motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai jam pengamatan ke-32 kualitas spermatozoa terbaik adalah pada perlakuan P3 dengan motilitas (46,25±2,50%), viabilitas (54,25±2,43%), abnormalitas (5,18±0,87%), daya tahan hidup (36,43±0,60%) dan perlakuan P4 dengan motilitas (41,25±2,50%), viabilitas (53,04±4,67%), abnormalitas (5,04±0,92%), daya tahan hidup (33,11±2,22%). Dapat disimpulkan bahwa penambahan Kuning Telur Omega-3 sebanyak 15–20% dalam pengencer Air Kelapa Muda mampu menjaga kualitas spermatozoa babi Landrace terutama motilitas dan viabilitas namun tidak dengan abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa. Kata kunci: Air kelapa muda, Babi landrace, Kuning telur omega-3, Spermatozoa.
PENGARUH PENAMBAHAN ECO ENZYME BERBASIS BAWANG DAYAK DALAM AIR MINUM TERHADAP ORGAN FISIOLOGIS DAN KARKAS BROILER: Effect of Adding Eco Enzyme Based on Dayak Onions in Drinking Water on Physiological Organs and Broiler Carcasses Ali Pazri; Toni Malvin; Nelzi Fati
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak (Eleutherine palmifolia Merr) terhadap organ fisiologis dan karkas broiler. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Broiler umur 1 hari sampai umur 35 hari terdiri dari 100 ekor. Setiap pengujian terdiri dari 20 ekor. Perlakuan adalah : A0= tanpa penambahan eco enzyme bawang Dayak, A1= penambahan 1% eco enzyme bawang Dayak, A2= penambahan 1,5% eco enzyme bawang Dayak, A3= penambahan 2% eco enzyme bawang Dayak, A4= penambahan 2,5% eco enzyme bawang Dayak. Variabel yang diamati yaitu organ fisiologis dan karkas. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase organ fisiologis dan karkas broiler. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak dengan level yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap organ fisiologis dan karkas broiler.   Kata kunci: Bawang Dayak, Broiler, Eco enzyme, Organ fisiologis, Karkas
PENGARUH JENIS RANSUM KOMERSIAL PADA DUA STRAIN AYAM BROILER TERHADAP BOBOT RELATIF TEMBOLOK, GIZZARD, USUS HALUS, DAN PANJANG USUS HALUS: Effect of Commercial Diet Types on Two Strains of Broiler Chickens the Relative Crop, Weight of Gizzard, Small Intestine, and Small Intestine Length Margareta Rika Ramba Ujan; Ni Gusti Ayu Mulyantini; Markus Sinlae; Ni Putu Febri Suryatni
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1713

Abstract

Eksplorasi dengan tujuan untuk mengkaji respon jenis ransum yang berbeda dan dua strain ayam broiler serta interaksi kedua faktor tersebut terhadap organ dalam (bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus) ayam broiler. Eksplorasi dilakukan dari Januari –Februari 2024. Penelitian ini menggunakan sebanyak 96 ekor ayam broiler (48 ekor strain A dan 48 ekor strain B). Eksplorasi gunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Faktor pertama terdiri dari 2 strain ayam A dan strain ayam B dan faktor kedua jenis ransum (P1, P2, dan P3). Setiap kombinasi perlakuan diulang 4. Parameter diukur bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus. Hasil eksplorasi ini terlihat (1) Tidak ada interaksi (P>0,05) faktor A dan faktor B  pada bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus, (2) faktor A tidak signifikan (P>0,05) pada bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus, (3) Strain ayam A maupun B tidak signifikan (P>0,05) pada bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus. Simpulan, jenis ransum komersial yang berbeda dapat diberikan pada ayam strain A maupun strain B tanpa memberikan pengaruh terhadap bobot organ dalam.   Kata kunci: Ayam broiler, Jenis pakan, Organ internal, Strain
PREFERENSI PETERNAK SAPI JABRES DALAM PEMILIHAN SEMEN BEKU UNTUK INSEMINASI BUATAN (IB) DI KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH: Jabres Cattle Farmers' Preference in Choosing Frozen Semen for Artificial Insemination in Brebes District, Central Java Yeyen Wahyu Widyawati; Muatip, Krismiwati; Cahyo, Danang Nur; Safitri, Lis; Sugiarto, Mochamad; Lana, Dayu Lingga
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1747

Abstract

Populasi sapi Jabres pada saat penelitian ini dilakukan sebanyak 28.000 ribu ekor sapi yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Brebes. Kabupaten yang menjadi sentra peternakan sapi Jabres adalah Kecamatan Bantarkawung. Kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, oleh karena itu perlu adanya persediaan pangan hewani yang cukup. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah Brebes adalah dengan meningkatkan populasi ternak, salah satu program yang dicanangkan adalah peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB). Keputusan peternak dalam memilih semen beku sapi jantan untuk dilakukan inseminasi buatan (IB) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jumlah sapi betina yang dipelihara dan lamanya memelihara sapi Jabres.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rata-rata jumlah indukan dan lama kawin terhadap preferensi peternak sapi Jabres dalam memilih semen beku untuk inseminasi buatan (IB) di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, penentuan wilayah menggunakan purposive sampling. Responden ditentukan secara purposive sampling pada 87 peternak sapi Jabres yang melakukan IB. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Rata-rata jumlah induk pemilik berkisar 1--3 ekor sapi dan lama pemeliharaan sapi Jabres 6--30 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak di Kecamatan Bantarkawung mempunyai preferensi terhadap semen sapi Jabres.   Kata kunci: Peternak sapi Jabres, Jumlah indukan, Lama beternak, Preferensi peternak, Inseminasi buatan
PENGARUH SUPLEMENTASI ZnONPS BERBASIS METABOLIT BAL Apis cerana TERHADAP KARAKTERISTIK MORFOMETRIK AYAM BANGKOK (Gallus gallus domesticus).: The Effect of ZnONPS Supplementation Based on Metabolites of Apis cerana BAL on The Morphometric Characteristics of Bangkok Chicken (Gallus gallus domesticus). Izzul Islam; Ahmad Reza Jatnika; Syamsul Bahtiar; Nayeng Githa Aiyodya , Ayunda; Yunus, Farhan
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1799

Abstract

Penelitian terkini menunjukkan bahwa suplementasi pakan dengan nanopartikel dapat memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan kesehatan ternak. Salah satu nanopartikel yang memiliki potensi besar adalah Zinc Oxide Nanoparticles (ZnONPs). ZnONPs dikenal memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan kemampuan untuk meningkatkan penyerapan nutrisi. Selain itu, metabolit yang dihasilkan oleh mikroorganisme, seperti Bacillus amyloliquefaciens (BAL) yang ditemukan dalam madu lebah Apis cerana, juga memiliki sifat yang bermanfaat untuk kesehatan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pakan synergi nanopartikel seng oksida (ZnONPs) berbasis metabolit dari bakteri asam laktat (BAL) Apis cerana pada pertubuhan ayam Bangkok (Gallus gallus domesticus). Metodologi penelitian meliputi isolasi bakteri asam laktat (BAL) dari lebah Apis cerana, ekstraksi metabolit BAL, Capping nanopartikel ZnO, dan formulasi pakan nanopartikel berbasis metabolit dan pengukuran morfometrik. Isolat bakteri BAL dari lebah Apis cerana berhasil disilasi dalam media MRSA dengan karakter cembung dan berwarna krem. Pengukuran morfometrik menunjukkan bahwa perlakuan pakan dengan ZnONPs tidak berpengaruh terhadap pada ukuran sayap, ekor dan lingkar kaki, sedangkan pada ukuran punggung, leher dan kaki terlihat ada perbedaan yang nyata, di mana ayam yang diberi pakan dengan penambahan CZnO 160 mg/kg menunjukkan nilai morfometrik tertinggi pada ukuran punggung (19,50 gr) dan leher (10,25 gr), sedangkan ukuran kaki tertinggi pada pakan CZnO 160 mg/kg yaitu 33,25 gr. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman  peternak dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ayam Bangkok.   Kata kunci: ZnO Nanopartikel, Metabolit, Bakteri asam laktat (BAL), Apis cerana, Gallus gallus domesticus
PEMANFAATAN GULA LONTAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK DENDENG AYAM BROILER: Utilization of Lontar Sugar on the Physical and Organoleptic Properties of Broiler Chicken Dry Meylani Fernanda Intan Riwoe; Yessy Tamu Ina
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1812

Abstract

Daging merupakan sumber gizi hewani yang penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya. Kandungan nutrisi ayam daging terdiri dari 18,06% protein, 15,01% lemak, 66%, abu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efek menggunakan gula aren untuk karakteristik fisik dan organik tulang HO, termasuk karakteristik fisik (pH), karakteristik kimia, organ (air dan kandungan antioksidan). aren. Karakteristik fisik dan organ dari daging ayam Bowa (warna, rasa, tekstur, level favorit). Data yang di peroleh meliputi data kadar air,Ph dan organoleptik kemudian dianalisis dengan ANOVA pada taraf 95%, sedangkan total antioksidan diuji secara deskriptif. Kadar air daging ayam kering tertinggi terdapat pada perlakuan jaggery sebesar 40% (33,35%), diikuti 30% (27,97%), 20% (26,66%), dan 10% (26,62%). Pemotongan ayam yang diobati dengan pH adalah 10%, 20% berbeda secara signifikan dari pengobatan 30% dan 40%. Studi ini menunjukkan bahwa pH tertinggi (33,31%) adalah dalam daging, yang menerima 10% dari konsentrasi gula sebesar 10%, sedangkan pH memiliki%rendah dengan unggulan rendah Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi jaggery 10 sampai 40% dapat mempengaruhi sifat fisikokimia (pH, kadar air, dan total antioksidan). Konsentrasi jaggery sebesar 10% dapat menurunkan kadar air ayam broiler kering (yaitu 33,31%).   Kata kunci: Ayam broiler, Kandungan gizi, Kelayakan usaha
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PISANG (Musa Paradisiaca var Raja) SELAMA PENYIMPANAN BERBEDA : Efforts to Improve the Quality of Ice Cream with the Addition of Banana Flour (Musa Paradisiaca Var Raja) During Different Storage Nadia Maharani; Dewiarum Sari; Nur Halimah
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan perlakuan penambahan tepung pisang (Musa Paradisiaca var Raja) dan lama penyimpanan terhadap nilai pH, overrun, waktu pelelahan dan kualitas sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa) es krim. Es krim dibuat dari susu sapi dengan penambahan tepung pisang (0, 10 dan 15%) dan disimpan di dalam freezer selama (0, 1, 2, 3, 4 minggu). Variabel yang diamati adalah pH, overrun, waktu pelelehan dan sensori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan faktorial 3x5 dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan, dan dilanjutkan dengan UJBD menggunakan IBM-SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung pisang berbeda sangat nyata (P≤0,01 terhadap nilai pH, overrun, waktu pelelehan dan sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Lama penyimpanan berbeda sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai pH, overrun, waktu pelelehan dan sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Interaksi antara penambahan tepung pisang dan waktu penyimpanan berbeda sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai pH, overrun, waktu pelelehan dan oranoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas es krim terbaik dengan penambahan tepung pisang 15% dan waktu penyimpanan 0 minggu.   Kata kunci: Es krim, Lama penyimpanan, Tepung pisang
PENGARUH TEPUNG DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DENGAN SUPLEMENTASI ENZIM DALAM RANSUM TERHADAP ORGAN DALAM AYAM BROILER: Effect of Cassava Leaf Meal (Manihot esculenta Crantz) with Enzyme Supplementation in Ration on Broiler Internal Organs Angriani, Ririn; Hermana, Widya; Ridla, Muhammad
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1888

Abstract

Daun singkong merupakan pakan alternatif yang potensial karena daun singkong memiliki kandungan protein kasar dan energi yang tinggi, namun pemanfaatannya dalam pakan unggas dibatasi oleh faktor pembatas seperti asam sianida, kandungan serat tinggi, dan daya cerna nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum yang mengandung tepung daun singkong dengan suplementasi enzim terhadap organ dalam ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 48 ekor ayam pedaging strain Cobb dengan rancangan acak lengkap faktorial yang terbagi dalam dua faktor pengamatan dan empat kali ulangan. Perlakuan yang digunakan meliputi taraf penambahan tepung daun singkong yang berbeda-beda (0%; 1,5%; dan 3,0%), serta penambahan enzim NSP (non-starch polysaccharides) dan protease dengan dosis masing-masing 250 g/ton pakan (dengan dan tanpa enzim). Variabel yang dinilai adalah bobot relatif organ dalam (jantung, ginjal, kandung empedu, sekum, dan kolon) dan panjang relatif sekum dan kolon. Analisis data menggunakan analisis varians (ANOVA) dengan uji post-hoc yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara tepung daun singkong dan enzim terhadap organ dalam (P <0,05). Namun penggunaan tepung daun singkong dalam ransum hingga 3,0% tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ayam broiler. Penambahan enzim dapat mengimbangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh penggunaan tepung daun singkong dalam ransum.   Kata kunci: Tepung Daun Singkong, Enzim, Pakan lokal, Broiler
RESPON RUMPUT ODOT DENGAN PEMBERIAN PUPUK BOKASHI DARI BERBAGAI JENIS FESES TERNAK: Odot Grass Response to Providing Bokashi Fertilizer from Various Types of Livestock Feces Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Susan Carolina Labatar; Siska Ardita Putri; Irma Ayu Rantika; Miskal Wanimbo; Rifqi Hidayatulloh
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.2149

Abstract

Hijauan makanan ternak merupakan sumber pakan utama bagi ternak ruminansia. Sehingga diperlukan perlakuan-perlakuan tertentu agar produktivitas hijauan makan ternak dapat ditingkatkan atau berproduksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk bokashi dan dosis terbaik untuk pertumbuhan rumput odot. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan kelompok jenis pupuk bokashi (ayam, kambing dan kelinci) dan kelompok dosis (8, 16, dan 32 ton/ha) serta direplikasi sebanyak lima kali. Hijauan makanan ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput odot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk bokashi feses kambing memiliki tinggi dan diameter tanaman serta berat segar terbaik yaitu 111,32 ± 9,50 cm; 4,90 ± 0,27 cm; dan 395,98 ± 3,29 g/rumpun, sedangkan dosis terbaik pada 16 ton/ha terhadap tinggi dan diameter tanaman serta berat segar terbaik yaitu 105,59 ± 12,83 cm; 4,47 ± 0,65 cm; dan 388,92 ± 8,21 g/rumpun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pupuk bokashi feses kambing dengan dosis 16 ton/ha menghasilkan respon rumput odot terbaik. Kata kunci: Berat segar, Diameter batang, Hijauan makanan ternak, Tinggi tanaman