cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,090 Documents
Tolerance of Religious Life Among Elementary School Students Sudarjo Abdul Hamid; Tobroni; Nurul Humaidi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1456

Abstract

Religious tolerance is defined as an attitude of respect and acceptance of different beliefs without imposing personal views. The elementary school environment is one of the important places to instill these values, given the age of students who are still in the character development stage. This research uses a qualitative method with a case study approach to understand how religious tolerance is developed and implemented in the Leuwalang Elementary School environment. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers, students and parents, and document analysis related to school policies on tolerance and diversity. Through a case study approach, this research can describe the application of the value of tolerance in a situation that is concrete, specific and relevant to the local context of the school. Various challenges are faced in fostering religious tolerance in students, including the differences in religious understanding that they bring from home, the lack of understanding of the concept of tolerance at an early age, and the influence of the social environment outside school. The benefits of religious tolerance for students include the creation of harmony in the school environment, the growth of critical attitudes and empathy, and awareness of the importance of living together in a diverse society. By understanding and practicing tolerance, students are expected to become more open individuals who are ready to face challenges in a multicultural society. The results of this study show that religious tolerance not only creates a conducive learning atmosphere, but also shapes the character of students with noble personalities. The application of tolerance values from an early age is expected to create the next generation that is more tolerant, harmonious, and appreciates diversity in social life.
Implementasi metode Team Group Tournament dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar: Studi Literatur Review Dina Sefita Erawati; Warsono; Rony Rodiyana
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1571

Abstract

Metode pembelajaran Team Games Tournament (TGT) telah terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kreatif siswa di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini merangkum temuan dari beberapa studi yang menunjukkan bahwa penerapan TGT dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep, terutama dalam pembelajaran matematika dan sains. Melalui pendekatan kolaboratif, siswa tidak hanya lebih aktif terlibat dalam proses belajar, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang diperlukan untuk menghadapi tantangan akademik. Rekomendasi untuk penelitian di masa depan mencakup eksplorasi penerapan TGT di mata pelajaran lain dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, serta mempertimbangkan variabel yang mempengaruhi efektivitas metode ini. Kesimpulannya, TGT merupakan strategi pembelajaran yang sangat efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif, mendukung pengembangan pemahaman dan kreativitas siswa.
Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri pada Materi Ekosistem Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Atas Widya Pinondang Sirait; Masdiana Sinambela; Ashar Hasairin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1580

Abstract

Melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis sangat penting bagi siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru dalam melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah dengan mengembangkan bahan ajar berupa modul berbasis inkuiri. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis inkuiri pada materi ekosistem yang layak, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X SMA. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi sebanyak 2 kelas terdiri dari kelas eksperimen (34 siswa) dan kelas kontrol (34 siswa). Data penelitian dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, lembar observasi, lembar angket serta instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis kelayakan, analisis kepraktisan dan analisis keefektifan modul dengan pendekatan independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri pada materi ekosistem kelas X SMA telah memenuhi kriteria sangat layak berdasarkan penilaian tim validator ahli materi (85,1%) maupun penilaian tim validator ahli media/desain (94,0%); memenuhi kriteria sangat praktis berdasarkan hasil pengamatan aktivitas guru (89,0%) dan aktivitas siswa (83,8%); serta efektif diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang dibuktikan dari persentase ketuntasan belajar klasikal siswa kelas eksperimen yang mencapai 97,1% serta pengujian secara statistik dengan nilai thitung > thitung (4,945 > 1,665) dan nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05. Guru biologi memberikan respon yang sangat baik (86,3%) terhadap modul yang dihasilkan, serta rata-rata siswa juga memberikan respon yang tergolong baik (79,9%)
Pengembangan E-Modul Pembelajaran IPA Berbasis TPACK dan Phet Simulation Sebagai Alternatif Bahan Ajar Masa Pandemi Covid-19 Fitriyawany; Ida Meutiawati; Hafiz Rizky
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 (2023): DIDAKTIKA Nopember 2023
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1928

Abstract

Sistem pembelajaran disekolah beberapa tahun ini mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan dari konvensional ke basis teknologi menjadi solusi utama. Pendidikan berbasis blended learning menjadi perhatian penting dalam pembelajaran masa pandemi Covid 19 dan new normal. Kolaborasi sistem pendidikan menuntut semua elemen pendidikan peka terhadap teknologi pembelajaran terutama penggunaan e-modul dan laboratorium virtual interaktif pada pembelajaran IPA yang bersifat abstrak. Penggunaan laboratorium virtual interaktif membantu siswa dalam memahami secara mandiri materi serta meningkatkan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis TPACK dan PhET Simulation pada materi listrik dinamis dan melakukan uji kelayakan Ahli Media dan Ahli Materi. produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah e-modul berbasis TPACK dan PhET simulation dengan kriteria kelayakan dikatagorikan dalam kiteria sangat layak ditinjau dari hasil validasi oleh ahli. Hasil Penilaian Ahli Media secara keseluruhan penilaian rata rata nilai kelayakan sebesar 3,55 dengan prosentase kelayakan 88,75%. Berdasarkan keseluruhan penilaian pada aspek Materi mendapat rata rata penilaian berada pada kriteria yang layak yaitu sebesar 3.42 (85,66%). Sehingga modul yang dikembangkan dinyatakan dapat dijadikan alternatif solusi bahan ajar masa pandemic dan layak digunakan sebagai media pembelajaran masa new normal.
Peran Kepala Sekolah dalam Kepemimpinan Pendidikan Islam di SDIT Mutiara Insani Klaten Aan Yunianto; Shodiq Purnomo; Bambang Sumardjoko; Achmad Fathoni
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.627

Abstract

Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan menggunakan proses tinjauan literatur. Tidak dapat dipungkiri bahwa lembaga pendidikan memerlukan sosok pemimpin. Penting untuk mengidentifikasi bentuk kepemimpinan yang tepat yang dapat mengawasi lembaga pendidikan secara efisien. Apakah seorang pemimpin benar-benar penting bagi sebuah institusi pendidikan? Kepemimpinan adalah kapasitas seorang pemimpin untuk mengarahkan, mengembangkan, mengatur, membimbing, dan mempengaruhi orang lain secara efisien. Institusi pendidikan mempunyai peranan penting dalam mengembangkan individu dan mengarahkannya menuju masa depan yang lebih menjanjikan. Kepemimpinan pada suatu lembaga pendidikan dapat diartikan sebagai orang yang mempunyai wewenang dalam menentukan pilihan-pilihan yang berkaitan dengan kemajuan dan perkembangan lembaga tersebut. Artikel ini mengeksplorasi pengertian lembaga pendidikan, yang pada dasarnya adalah sekolah, dan pentingnya kepemimpinan dalam mendorong kemajuan di lingkungan sekolah. Artikel ini membahas tentang definisi pemimpin dan kepemimpinan, pentingnya kepemimpinan, peran kepemimpinan, dan berbagai gaya kepemimpinan. dan kepemimpinan pendidikan untuk mengembangkan kapasitas pemimpin untuk mengawasi dan memajukan lembaga pendidikan secara efisien.
Analisis Strategi Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar Ardheila Setya; Andre Eksaputra Nugraha; Anam Sutopo; Sofyan Anif
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.750

Abstract

Peran penting kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya secara efektif sangat berdampak pada mutu pendidikan di sekolah, namun beberapa kepala sekolah tidak mampu memenuhi standar yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kritis strategi manajemen kepala sekolah di SD Muhammadiyah Program Khusus Baturan dengan fokus pada peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti pendekatan tahapan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah di SD Muhammadiyah PK Baturan telah menerapkan strategi manajemen komprehensif dan terstruktur untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ini melibatkan peningkatan jumlah siswa, kualifikasi tenaga pendidik, dan kualifikasi staff pendidik melalui sosialisasi terjadwal, rapat perencanaan, dan partisipasi aktif guru dalam penerimaan siswa baru. Peningkatan kualifikasi tenaga pendidik dilakukan melalui supervisi berkala, pelatihan teknis, partisipasi dalam MGMP, dan In House Training. Sementara itu, kualifikasi staf pendidik ditingkatkan melalui supervisi terstruktur dan pelatihan pemerintah. Meskipun temuan ini memberikan gambaran yang komprehensif, keterbatasan seperti fokus pada satu sekolah dan sumber data dari wawancara dan observasi perlu diperhatikan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam memperkuat kualifikasi dan kinerja tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Analysis of Employee Online Service Needs (Descriptive Study in the Lebak District Education Office) Hidayatullah; Suherman; Aan Hendrayana
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.767

Abstract

This study aims to analyze the need for online employee services at the Lebak Regency Education Office. Currently, personnel services are still paper-based, resulting in inefficiencies in terms of time and cost. This research employs a descriptive method, with data collection carried out through questionnaires distributed to 1,654 employees using Google Forms. The data was analyzed qualitatively using the Miles and Huberman model. The results indicate that the majority of employees, including both educators and educational staff, support the implementation of online employee services, as they are considered more efficient and effective compared to paper-based systems. A total of 61.4% of respondents agreed and 29.5% strongly agreed that online services simplify administrative processes and reduce operational costs. However, challenges remain, particularly regarding uneven information technology skills among employees and geographical barriers. This study highlights the importance of digital transformation in public services to enhance efficiency and accountability, while also driving bureaucratic reform in the education sector.
Eksplorasi Daya Saing Lulusan SMK Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan Kelas Industri PT. INKA Melalui Sertifikasi Welder (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Bendo) Andrian Wisnu Bramantiya; Didik Nurhadi; Widiyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.794

Abstract

Pendidikan vokasi, terutama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memegang peranan penting dalam menyiapkan tenaga kerja untuk pasar industri. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kualifikasi pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja, menyebabkan tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daya saing lulusan SMK kelas industri PT. INKA melalui sertifikasi welder, dengan fokus pada SMK Negeri 1 Bendo Magetan. Melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi proses sertifikasi, keterserapan lulusan di industri, daya saing lulusan, dan dampak program kelas industri PT. INKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program sertifikasi welder di SMK Negeri 1 Bendo melibatkan proses evaluasi komprehensif, sementara lulusan kelas industri PT. INKA mendapat penerimaan positif di industri, mencerminkan kesesuaian dengan tuntutan pasar kerja. Daya saing lulusan juga terbukti melalui prestasi dan pengakuan industri terhadap kualitas lulusan, sementara dampak program ini meluas hingga ke peningkatan reputasi SMK dan kontribusi terhadap pertumbuhan industri secara keseluruhan. Kesimpulannya, program kelas industri PT. INKA dengan sertifikasi welder memberikan manfaat yang signifikan bagi lulusan, SMK, dan industri, serta menawarkan solusi untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK
Pengaruh Communication Skills, Problem Solving Skills, Career Decision Making Skills Dan Self Management Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Novita Dwi Anggraeni; Didik Nurhadi; Yoto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.795

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membuktikan signifikansi pengaruh antara: (1) communication skills (X1) terhadap kesiapan kerja (Y); (2) problem solving skills (X2) terhadap kesiapan kerja (Y); (3) career decision making skills (X3) terhadap kesiapan kerja (Y); (4) self management (X4) terhadap kesiapan kerja (Y); dan (5) communication skills (X1), problem solving skills (X2), career decision making skills (X3), dan self mana¬gement (X4) terhadap kesiapan kerja (Y). Penelitian dilakukan pada siswa SMK TKRO di Malang Raya dengan sampel penelitian 161 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket tertutup. Analisis menggunakan analisis regresi ganda berbantuan SPSS 22. Hasil penelitian: (1) terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara X1 dan Y; (2) terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara X2 dan Y; (3) terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara X3 dan Y; (4) tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara X4 dan Y; dan (5) terdapat pengaruh signifikan secara simultan antara X1, X2, X3 dan X4 terhadap Y. Besarnya pengaruh X1 dengan Y sebesar 6,73%, pengaruh X2 dengan Y sebesar 16,01%, pengaruh X3 dan Y sebesar 9,30%, dan pengaruh X4 dengan Y sebesar 3,76%
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Pembelajaran IPAS Berbasis Project Based Learning Kelas IV Sekolah Dasar Dini Susanti; Ridania Ekawati; Sry Apfani; Yufi Latmini Lasari; Reni Nastuti; Nurul Fatimah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.807

Abstract

Lembar Kerja Peserta Didik adalah salah satu media yang membantu proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan murid. Namun, kebanyakan LKPD yang ada saat ini berasal dari penerbit. Desain kurang menarik dan pertanyaan kurang meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid. Untuk itu, peneliti mengembangkan LKPD yang berbasis Project Based Learning pembelajaran IPAS di kelas IV SDN. Bertujuan agar LKPD yang dihasilkan memiliki kriteria valid, praktis, dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), yang digunakan untuk menghasilkan produk dan menguji keefektifannya dalam pembelajaran. Model yang dipakai dalam penelitian ini adalah model ADDIE, yang meliputi lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. LKPD divalidasi oleh ahli pada isi, desain, dan bahasa, dengan kriteria valid dan praktis. Efektivitas LKPD dinilai melalui angket dan tes yang diberikan kepada murid. Berdasarkan hasil penelitian, LKPD berbasis Project Based Learning memiliki kriteria valid dengan skor 92 %, yang ditentukan oleh hasil validasi isi, desain, dan bahasa. Selanjutnya, aspek praktis, skor 91% diperoleh dari angket yang meliputi materi, tampilan, dan penggunaan. Pada kriteria efektivitas mencapai 91% berdasarkan angket dan tes yang diberikan kepada murid. Sehingga LKPD berbasis Project Based Learning mencapai kategori valid,praktis,dan efektif.

Page 59 of 109 | Total Record : 1090