cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar
Contact Email
mattawang@ahmar.id
Phone
+6281258594207
Journal Mail Official
mattawang@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27465233     DOI : https://doi.org/10.35877/454RI.mattawangv2i2
The mission of Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. As our commitment to the advancement of science and technology, the Mattawang follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
Training and Assistance in Publication of Scientific Articles of Research Results for Improving Teacher Professional Competence in Boalemo Regency: Pelatihan dan Pendampingan Publikasi Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Untuk Peningkatan Kompetensi Profesionalisme Guru di Kabupaten Boalemo Yusuf, Frida Maryati; Mardin, Herinda; Latjompoh, Masra
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1917

Abstract

Writing and publishing scientific articles is a must in increasing professional competence for teachers. Various efforts have been made so that teachers have the ability to write and publish scientific articles resulting from research that has been carried out. One of the efforts is by training and assisting the publication of scientific research articles for teachers. The training and assistance for the publication of scientific articles resulting from research for teachers was carried out at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Boalemo, Gorontalo Province. The method used in this activity is the Participant Active Learning method (Participants actively participate in conducting training and mentoring during the activity) and the training, mentoring and technical guidance approach (BIMTEK). Training and assistance in publishing scientific articles for teachers in Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Boalemo, Boalemo Regency, Gorontalo Province, is able to increase insight and knowledge as well as teacher professionalism competence in publishing scientific articles with direct learning and practical experience. This of course has a very positive impact on the progress of education and the improvement of teacher professional competence. Abstrak Menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah merupakan suatu keharusan dalam meningkatkan kompetensi profesionalisme bagi guru. Beragam upaya yang dilakukan agar guru memiliki kemampuan dalam menulis dan publikasi artikel ilmiah hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Salah satu upaya dengan pelatihan dan pendampingan publikasi artikel ilmiah hasil penelitian bagi guru-guru. Pelatihan dan pendampingan publikasi artikel ilmiah hasil penelitian bagi guru-guru ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Boalemo Provinsi Gorontalo. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah metode Participant Active Learning (Peserta berpartisipasi aktif dalam melakukan pelatihan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung) dan pendekatan pelatihan, pendampingan serta bimbingan teknis (BIMTEK). Pelatihan dan pendampingan publikasi artikel ilmiah bagi guru-guru di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Boalemo Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta kompetensi profesionalisme guru dalam melakukan publikasi artikel ilmiah dengan pengalaman belajar dan praktek langsung. Hal ini tentu saja berdampak sangat positif bagi kemajuan pendidikan dan peningkatan kompetensi profesionalisme guru.
Training on Village Website Management for Village Officials in Manimbahoi Village, Parigi District, Gowa Regency as Data Literacy Education: Pelatihan Pengelolaan Website Desa untuk Aparat Desa di Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa sebagai Edukasi Literasi Data Ahmar, Ansari Saleh; Rais, Zulkifli; Iskandar, Akbar
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1993

Abstract

The training was held in the Meeting Room of Manimbahoi Village, Parigi District, Gowa Regency, South Sulawesi Province on August 6, 2023. The participants of the training were Manimbahoi Village officials, with the aim of understanding the importance of data to be published and also as an effort to educate village officials regarding data literacy. This service activity for Manimbahoi Village officials, in an effort to educate data literacy, runs smoothly, as expected. This can be seen from the increase in the ability and knowledge of village officials from not knowing about website management and publishing village news. Using this knowledge, village data can be published on village websites. Abstrak Pelatihan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 6 Agustus 2023. Peserta dari pelatihan ini adalah aparat Desa Manimbahoi, dengan tujuan agar aparat desa tersebut paham mengenai pentingnya data untuk dipublikasikan dan juga sebagai upaya untuk edukasi aparat desa terkait literasi data. Kegiatan pengabdian untuk aparat Desa Manimbahoi ini sebagai upaya untuk edukasi literasi data berjalan lancer dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terlihat terjadinya peningkatan kemampuan dan pengetahuan aparat desa dari tidak tahu menjadi tahu pengelolaan website dan penerbitan berita desa. Dengan adanya pengetahuan ini maka data-data desa dapat dipublikasikan di website desa.
Community Engagement by Enhancing Knowledge and Entrepreneurial Skills for Matongeng-tongeng Partners in Mallongi-Longi Village, Pinrang District: Pengabdian kepada Masyarakat dengan Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Mitra tentang Kewirausahaan Bagi Kelompok Mitra Matongeng-tongeng Desa Mallongi-Longi Kabupaten Pinrang Hasri, Hasri; Side, Syafruddin; Qadri, Sri Nur
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1997

Abstract

The Community Partnership Program (PKM) activity takes place in Mallongi-longi village, Lanrisang sub-district, Pinrang Regency. The main objectives of this activity encompass several aspects, namely: a) Enhancing the knowledge and skills of partner members related to entrepreneurship within their group. b) Improving the understanding and skills of partner members in processing corn and banana harvests into economically valuable products. c) Enhancing the knowledge and skills of partner members in utilizing digital-based marketing. Partners in this activity face several issues, namely: a) Lack of understanding and skills among partner members regarding the concept of entrepreneurship within their group. b) Lack of understanding and skills among partner members in transforming corn and banana harvests into economically valuable products. c) Limited knowledge and skills among partner members in utilizing digital marketing methods. To address these issues, the implemented method involves training, discussions, and guidance that involve collaboration between the activity implementers and members of the Matongeng-Tongeng farmer group as partners. This activity is carried out for two days and involves ten partner members. Evaluation and monitoring are then conducted periodically for two months. From the implementation, significant results are observed, including an increase in the knowledge and skills of partner members in the field of entrepreneurship, their ability to process harvests into higher-value economic products, and their capability in utilizing digital marketing. AbstrakKegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di desa Mallongi-longi, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Tujuan utama dari kegiatan ini mencakup beberapa aspek, yaitu: a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra terkait wirausaha dalam kelompok mereka. b) Meningkatkan pemahaman dan ketrampilan anggota mitra dalam mengolah hasil panen jagung dan pisang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis. c) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra dalam memanfaatkan pemasaran berbasis digital. Mitra dalam kegiatan ini menghadapi beberapa permasalahan, yakni: a) Kekurangan pemahaman dan ketrampilan anggota mitra terkait konsep wirausaha dalam lingkungan kelompok mereka. b) Kekurangan pemahaman dan ketrampilan anggota mitra dalam mengubah hasil panen jagung dan pisang menjadi produk bernilai ekonomis. c) Keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan anggota mitra dalam memanfaatkan metode pemasaran digital. Untuk mengatasi permasalahan ini, metode yang diimplementasikan adalah berupa pelatihan, diskusi, dan penyuluhan yang melibatkan kerja sama antara pelaksana kegiatan dan anggota kelompok tani Matongeng-Tongeng sebagai mitra. Kegiatan ini dijalankan selama dua hari dan melibatkan sepuluh anggota mitra. Evaluasi dan pemantauan kemudian dilakukan secara berkala selama dua bulan. Dari pelaksanaan tersebut, terlihat hasil yang signifikan, di antaranya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota mitra dalam bidang wirausaha, kemampuan mereka dalam mengolah hasil panen menjadi produk dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi, serta kemampuan dalam memanfaatkan pemasaran digital.
Utilization of Anorganic Waste as a Hidroponic Media to Increase Environmental Literacy of the Kasturi Village Community: Pemanfaatan Limba Anorganik sebagai Media Hidroponik untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan Masyarakat Desa Kasturi Widiantie, Rahma; Handayani, Handayani; Prianto, Agus; Tedi, Tedi
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2024

Abstract

Environmental Literacy is important for every member of society to have environmental knowledge, be responsive and be able to propose solutions to environmental problems. The environmental problem identified is the abundance of inorganic waste or plastic waste, especially glass and bottled drinks that have not been utilized, which has the potential to cause environmental pollution which as a result can have a negative impact on health. The community empowerment activity carried out was conducting training on the use of inorganic waste as a hydroponic medium for residents of Kasturi village. Hydroponics is a planting technique using water as a medium, easy to apply and can utilize equipment from unused waste. The results of this training activity are that the community has the skills to process plastic waste into hydroponic planting media, the community has an understanding of the importance of environmental literacy so that it is sensitive to problems that occur in the environment, the community has the skills to cultivate plants using hydroponic techniques and based on the questionnaire distributed to participants that the community has the will to develop hydroponic cultivation as a new business opportunity. Abstrak Literasi Lingkungan merupakan hal yang penting bagi setiap anggota Masyarakat untuk memiliki pengetahuan lingkungan, tanggap dan mampu mengajukan solusi terhadap permasalahan lingkungan. Permasalahan lingkungan yang teridentifikasi adalah melimpahnya limbah anorganik atau limbah plastic terutama gelas dan botol minuman kemasan yang belum dimanfaatkan sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan yang akibatnya dapat berdampak negative bagi Kesehatan. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan adalah melakukan pelatihan pemanfaatan limbah anorganik sebagai media hidroponik untuk warga desa Kasturi. Hidroponik merupakan Teknik penanaman menggunakan media air, mudah diaplikasikan dan dapat memanfaatkan peralatan dari limbah yang sudah tidak terpakai. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah Masyarakat mempunyai keterampilan dalam mengolah limbah plastic menjadi media tanam hidroponik, Masyarakat mempunyai pemahaman pentingnya literasi lingkungan agar peka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan, Masyarakat mempunyai keterampilan dalam melakukan budidaya tanaman menggunakan Teknik hidroponik dan berdasarkan kuisioner yang disebarkan kepada peserta bahwa Masyarakat mempunyai kemauan untuk mengembangkan budidaya hidroponik sebagai peluang usaha baru.
Community Empowerment In Producing Catfish Food Using Maggot With Palm Solid Waste Media Efforts Of Post Covid-19 Pandemic Economic Recovery : Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Pakan Ikan Lele Menggunakan Maggot Dengan Media Limbah Solid Kelapa Sawit Upaya Pemulihan Perekonomian Pasca Pandemi Covid-19 Retno, Ria; Sirait, Debora Exaudi; Siagian, Gunaria
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2028

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused an economic crisis, the price of feed is increasing so that the selling price of catfish no longer matches the price of the feed provided. The focus of community service in the Tanjung Kasau Plantation village is to assist fish farmers in managing and increasing fish farmers' income. The priority objective of this activity is efforts to improve the economy, namely increasing income in terms of production costs, both fish feed, production cost management and training in maggot cultivation by utilizing surrounding waste, namely solid palm oil waste. The implementation method is carried out in 3 stages which involve problems in the fields of production and management. This service activity uses education, training and mentoring methods. Community-Based Empowerment Activities carried out at the Tangkas Mina Jaya Group in Tanjung Kasau Plantation Village ran smoothly, marked by good community participation from the start to the end of the activity. Community-Based Empowerment Activities also provide a positive impact by increasing community knowledge and skills
Socialization of the Use of Corn Husk Waste to Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) in Mampang Prapatan Subdistrict, South Jakarta City: Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung pada Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan Harlina, Harlina Kusuma Tuti
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2050

Abstract

Corn plants is one of the flora that is used as a staple food to replace rice. Corn plants produce 95% of waste, with that much waste, if it is not managed properly there will be piles of rubbish, and can cause damage to environmental sustainability. Therefore, socialization is needed regarding the use of corn husk waste among MSME. The method used is counseling with the approach used in the form of lectures, motivation and discussions. In community service activities, based on participant characteristics, it was found that the majority of MSME in Mampang Prapatan District, South Jakarta City have businesses based on craft innovation. Corn husk waste can be turned into material for making innovative craft products. The process of making product ingredients from corn husk waste: preparation, preservation, bleaching and coloring. Various products can be made from corn husk waste: dried flowers, bags, dolls, and tissue holders.
Training On Organic Waste Processing Through Maggot Utilization In The Bulu Cindea Village Community, Bungoro Sub-District, Pangkep District: Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Melalui Pemanfaatkan Maggot Pada Masyarakat Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep Natsir, Muh. Fajaruddin; Amqam, Hasnawati; Rasyid, Basir
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2081

Abstract

The problem of waste is experienced in many places, including Desa Bulu Cindea, Bungoro District, Pangkep Regency. Many people in Bungoro District dispose of their waste indiscriminately, which negatively impacts the environment. Additionally, there are many people in Bungoro District who rely on fish farming and, therefore, require fish feed. The objective of this activity is to address the issue of organic waste through the utilization of maggots. The community engagement activities involve training sessions and focus group discussions (FGD), with 19 participants from Desa Bulu Cindea, Bungoro District, Pangkep Regency. Evaluations of pre-post tests revealed an improvement in participants' knowledge before and after the training. The percentage of insufficient knowledge decreased from 94.1% to 7.6% after the training, while sufficient knowledge increased from 5.9% to 64.7%, and good knowledge increased from 0% to 17.6%. We hope that the government of Desa Bulu Cindea, Bungoro District, Pangkep Regency, as well as the local community, can effectively manage their organic waste by utilizing maggots, thereby enabling the community to use maggots as an alternative feed for fish farming and livestock. Abstrak Permasalahan sampah merupakan masalah yang dialami dibanyak tempat termasuk juga Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Masyarakat di Kecamatan Bungoro banyak yang membuang sampahnya sembarangan. Sampah ini tentunya akan berdampak buruk bagi lingkungan. Selain itu banyak masyarakat yang pekerjaannya adalah petani tambak yang tentunya membutuhkan pakan ikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengatasi masalah sampah organik melalui pemanfaatan maggot. Metode kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan FGD terhadap 19 orang masyarakat Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. Dari hasil evaluasi pre post test, didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelatihan. Persentase pengetahuan yang kurang, yang sebelumnya 94,1 %, setelah diberikan pelatihan berkurang menjadi 7,6 %, sedangkan pengetahuan cukup meningkat dari 5,9 % menjadi 64,7 % dan pengetahuan yang baik dari 0 % menjadi 17,6 %. Diharapkan kepada pemerintah Desa dan masyarakat Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep agar dapat mengolah sampah organiknya dengan memanfaatkan maggot, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan maggot sebagai pakan alternatif untuk tambak ikan dan ternak mereka.
Training on Making Bulletin Learning Media Integrated Character Education : Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Bulletin Integrated Character Education Ahmar, Dewi Satria; Patmasari, Andi; Ahmar, Ansari Saleh; Azzajjad, Muhammad Fath; Rahmawati, Sitti
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2087

Abstract

This service activity aims to improve the ability of teachers to utilize ICT and make ICT-based learning media. The activities carried out include material presentation and practice of making learning media. In the material presentation, the teachers were provided with information about the forms of learning media and the use of ICT in making learning media. In the practical activity, the teachers were guided to make learning media in the form of bulletins and integrate character education into the bulletins. The learning media in the form of bulletins made by teachers is integrated with character education, therefore the learning media made is called BICE (Bulletin Integrated Character Education) learning media. The results of the activity show that the activities carried out can improve the ability of teachers to utilize ICT and create ICT-based learning media through BICE. The ability of teachers in this case increased from the Poor category to the good category. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan ICT dan membuat media pembelajaran berbasis ICT. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyampaian materi dan praktek pembuatan media pembelajaran. Pada penyampaian materi, para guru dibekali dengan informasi mengenai bentuk-bentuk media pembelajaran dan pemanfaatan ICT dalam membuat media pembelajaran. Pada kegiatan praktek, para guru dibimbing untuk membuat media pembelajaran dalam bentuk bulletin dan mengintegrasikan pendidikan karakter di dalam bulletin tersebut. Media pembelajaran dalam bentuk bulletin yang dibuat oleh guru diintegrasikan dengan pendidikan karakter oleh karena itu media pembelajaran yang dibuat disebut dengan media pembelajaran BICE (Bulletin Integrated Character Education). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan ICT dan membuat media pembelajaran berbasis ICT melalui BICE. Kemampuan guru dalam hal ini meningkat dari kategori cukup baik menjadi kategori baik.
Sociotechnopreneurship As An Alternative For Community Empowerment In Improving The Economy Of Sugar Palm Farmers In Lonuo Village Gorontalo Province Hasanuddin; Mardin, Herinda; Taan, Hapsawati; Salimi, Yuszda K.; Rahmatia
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2084

Abstract

economic perspective which can become the main livelihood of the Lonuo village community so that the bioethanol center is a solution to this problem, because the production results can be used to make alcohol which is used for the cosmetics industry. , medicines The method of implementing this program is mentoring through social education activities aimed at providing social strengthening for the sugar palm farming community by providing social motivation Sociotechnopreneurship. Sociotechnopreneurship social motivation activities provide knowledge and insight to the people of Lonuo village to carry out entrepreneurship in turning palm sap into bioethanol products with the awareness that challenges need to be faced by developing ideas, having the ability to create something new, and even being able to escape from the habit of making palm sap into minimum illegal products are prohibited. Through this activity, there was an increase in the insight of the palm farmer participants regarding socio-technopreneurship in managing palm sap.
Improving Teacher Digitalization Skills Through Training and Assistance in Creating Virtual Laboratories Assisted by Macromedia Flash to Support the Independent Curriculum: Peningkatan Keterampilan Digitalisasi Guru Melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Laboratorium Virtual Berbantuan Macromedia Flash untuk Mendukung Kurikulum Merdeka Nirmala, Wa; Bahalwan, Farida; Kasliyanto, Kasliyanto; Hulopi, Fauzia; Kolengsusu, Haris
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2091

Abstract

Merdeka Belajar is an Indonesian government program that aims to improve the quality of education in Indonesia which has the main pillars, namely strengthening literacy, one of which is digital literacy and increasing teacher competence in using technology. Therefore, teachers need to develop and apply technology to conduct school learning. Lack of understanding in using technology is a problem for teachers at SMA Negeri 62 Central Maluku, becoming a significant challenge in efforts to improve the quality of learning at the school. To enhance the quality of learning in schools, especially in science learning, namely by carrying out virtual or digital-based learning activities, one of which is a virtual laboratory. Service activities aim to improve teachers' digitalization skills, supporting the Merdeka curriculum. The activity method is in the form of training and assistance in creating a virtual laboratory, which includes several stages, namely: preparation stage, team coaching stage, training and mentoring stage, and evaluation stage. Based on the pre-test and post-test, digitalization skills/skills in using Macromedia Flash increased by 86%. This can be seen from the very satisfying results of the learning media produced. With limited time, participants could produce simple virtual laboratory learning media with the help of Macromedia Flash. Abstrak Merdeka Belajar adalah program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yang memiliki pilar utama yaitu penguatan literasi salah satunya literasi digital dan peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi. Oleh sebab itu, guru perlu mengembangkan dan menerapkan teknologi dalam melakukan pembelajaran disekolah. Kurangnnya pemahaman dalam menggunakan teknologi merupakan permasalahan guru-guru di SMA Negeri 62 Maluku Tengah menjadi sebuah tantangan yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah khususnya pada pembelajaran IPA yaitu dengan melakukan kegiatan pembelajaran secara virtual atau berbasis digital salah satunya adalah laboratorium virtual. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan keterampilan digitalisasi guru dalam mendukung kurikulum Merdeka. Metode kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan laboratorium virtual yang meliputi beberapa tahap yaitu: tahap persiapan, tahap coaching tim, tahap pelatihan dan pendampingan, tahap evaluasi. Berdasarkan pree test dan post test, keterampilan digitalisasi/keterampilan penggunaan macromedia flash meningkat sebesar 86%. Hal ini dapat dilihat dari hasil media pembelajaran yang dihasilkan sangat memuaskan. Dengan waktu yang terbatas, peserta mampu menghasilkan media pembelajaran laboratorium virtual berbantuan macromedia flash yang sederhana.