cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar
Contact Email
mattawang@ahmar.id
Phone
+6281258594207
Journal Mail Official
mattawang@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27465233     DOI : https://doi.org/10.35877/454RI.mattawangv2i2
The mission of Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. As our commitment to the advancement of science and technology, the Mattawang follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
PkM Ginger Cultivation in Betao Village, Sidrap Regency: PkM Budidaya Jahe Desa Betao Kabupaten Sidrap Amalia Zul Hilmi; Asmeati Asmeati; Andi Febriana Tamrin
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1558

Abstract

Betao Village, Pituriawa District, Sidrap Regency is an area that has a diversity of regional special drinks, one of which is instant ginger (sarabba). The PKM team aims to train (a) Making Appropriate Technology (TTG) in the form of sarabba "Penyerbuk" tools; (b) Training on ginger cultivation (c) Training on making sarabba powder packaging and (d) Mentoring by utilizing ginger. The method that will be applied is the introduction of making and training on the operation of the "Penyerbuk" tool, demonstration and how to make ready-to-eat sarabba in powder form, counseling on ginger cultivation, and marketing methods for sarabba powder products and business management training. The outputs of this PKM activity are (a) Appropriate technology tools in the form of sarabba "Penyerbuk" tools; (b) Ginger cultivation counseling (c) Sarabba powder products that still have the distinctive taste of Sidrap Regency. Abstrak Desa Betao Kecamatan Pituriawa Kabupaten Sidrap adalah daerah yang memiliki keanearagaman minuman khas daerah salah satunya adalah jahe instan (sarabba). Tim PKM memiliki tujuan untuk melatih (a) Pembuatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Berupa alat “penyerbuk” sarabba; (b) Pelatihan mengenai budidaya jahe (c) Pelatihan pembuatan kemasan sarabba bubuk dan (d) Pendampingan dengan memanfaatkan jahe. Metode yang akan diterapkan adalah introduksi pembuatan dan pelatihan pengoperasian alat “penyerbuk”, demonstrasi dan cara pembuatan sarabba yang siap saji dalam bentuk serbuk, penyuluhan budidaya jahe, dan metode pemasaran produk sarabba bubuk dan pelatihan manajemen usaha. Luaran dari kegiatan PKM ini adalah (a) Alat Teknologi tepat guna berupa alat “penyerbuk” sarabba; (b) Penyuluhan budidaya jahe (c) Produk Sarabba bubuk yang tetap memiliki cita rasa khas Kabupaten Sidrap.
Fishery Products Processing Training in the Gili Balu Area, West Sumbawa Regency: Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan di Kawasan Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat Alim Setiawan; Sri Ahdyanti; Endang Yunari; Sumitro Sumitro
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1561

Abstract

Gili Balu is a group of islands located on Sumbawa Island, which administratively belongs to the Poto Tano District, West Sumbawa Regency, with enormous fishery potentials such as skipjack tuna, mackarel tuna and tuna. However, this potential has not been utilized optimally due to marketing constraints and the lack of skills of Poto Tano fishermen in processing fishery products into quality processed food products. The strategy is to encourage the Poto Tano POKLASHAR community group to be able to develop fishery products. This activity aims to transfer knowledge and skills to POKLASHAR Poto Tano in processing fishery products into processed food products. The activity method is to provide training to POKLASHAR to process fishery products. The result of this activity is that the POKLASHAR community group has become skilled at making surimi and its derivative products, such as meatballs, cendol, and mpekmpek made from fish. Abstrak Gili Balu merupakan gugusan pulau yang terdapat di Pulau Sumbawa, tepatnya terletak di Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat yang memiliki potensi perikanan yang sangat besar seperti ikan cakalang, tongkol dan ikan tuna. Namun demikian, potensi ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena terkendala pemasaran dan masih minimnya keterampilan nelayan Poto Tano dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk makanan olahan yang bermutu. Strateginya adalah dengan mendorong kelompok masyarakat POKLASHAR Poto Tano untuk dapat mengembangkan produk hasil perikanan. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada POKLASHAR Poto Tano dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk makanan olahan. Metode kegiatan dilaksanakan dengan cara memberikan pelatihan pengolahan produk perikanan kepada POKLASHAR. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok masyarakat POKLASHAR telah terampil membuat surimi dan produk turunannya seperti bakso, cendol dan mpekmpek berbahan ikan.
The Implementation of Crowdsourcing & Crowdfunding to Realize the Need for Breakwater at Pabean Udik Village: Implementasi Crowdsourcing & Crowdfunding Untuk Mewujudkan Kebutuhan Pemecah Ombak di Desa Pabean Udik Sukmawan, Denny Indra; Nashir, Asep Kamaluddin; Venus, Anter; Eka, Ni Putu; Valerie, Arantska Dimitrie
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1396

Abstract

One of the findings of the Community Empowerment Team of UPN Veteran Jakarta in Pabean Udik Village, Indramayu Regency is the impact of climate change in the form of abrasion which has disrupted the sustainability of community group businesses. For long, the community has tried to build a breakwater from used tires as raw materials. But the result looks less effective because the construction is damaged. Practically, the attention is needed in the form of a breakwater which is better in terms of raw materials and structures to resist the rate of abrasion. In recent years, the community has submitted proposals for breakwater funding to the regional government of Indramayu, local government of Pabean Udik and private sectors, but there has been no serious response. Therefore, we propose alternative funding to support breakwater construction through crowdsourcing and crowdfunding methods on popular platforms such as kitabisa.com, benihbaik.com, dan berbuatbaik.id. Hopefully, in the middle of 2023, breakwater construction can be built on the coast of Pabean Udik. Abstrak Salah satu temuan masalah Tim Pemberdayaan Masyarakat UPN Veteran Jakarta di Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu adalah dampak perubahan iklim berupa abrasi yang telah mengganggu keberlangsungan usaha kelompok masyarakat. Sejauh ini, masyarakat telah berupaya membangun pemecah ombak dari bahan baku ban bekas. Namun hasilnya terlihat kurang efektif karena konstruksi tersebut rusak. Praktis, dibutuhkan perhatian berupa pemecah ombak yang secara bahan baku dan struktur lebih baik untuk menahan laju abrasi. Dalam dua tahun kebelakang, masyarakat telah mengajukan proposal pendanaan pemecah ombak kepada pemerintah daerah Kabupaten Indramayu, pemerintah Desa Pabean Udik dan para pengusaha, namun tidak ada respon yang serius. Tim Pemberdayaan Masyarakat UPN Veteran Jakarta mengusulkan pendanaan alternatif untuk mendukung pembangunan pemecah ombak berupa penggalangan bahan baku ban bekas melalui metode crowdsourcing dan penggalangan dana melalui metode crowdfunding di platform-platform penggalangan dana populer seperti kitabisa.com, benihbaik.com, dan berbuatbaik.id. Harapannya, di pertengahan tahun 2023, satu unit pemecah ombak bisa dibangun di pesisir pantai Desa Pabean Udik.
Education of 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Waste Management For Students Of SD Negeri Nomor 4 Tiga Village using Wall Magazine: Edukasi Metode Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Kepada Siswa SD Negeri Nomor 4 Desa Tiga dengan Media Majalah Dinding Nurhadi, Wayan Sandhi Putra; Permana, Gusi Putu Lestara; Darma, I Made Wirya; Sutama, I Wayan; Gorda, AAA. Ngurah Sri Rahayu; Martini, I. A. Oka
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1580

Abstract

Community service has been carried out in Tiga Village, Susut District, Bangli Regency, Bali Province. This community service activity was carried out for 27 days, starting from January 16 to February 11, 2023. Desa Tiga traditionally has one unit and is summarized in Gebong Satak Tiga Buungan which consists of 9 Pakraman villages. In Tiga Village, there are several potentials to be used as work programs, namely the agricultural sector, the livestock sector, tourism objects, teaching and education. This potential can help the main objective of implementing community service, namely to improve the quality of human resources in improving and developing the quality of the village. This community service begins with an assessment process to find out the village's potential as a means of implementing community service. The implementation of the community service program is carried out in a balanced manner starting with planning, maturation and implementation of the work program, the potential that researchers choose here is how to sort waste in the 3R way through education with wall magazine media. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan di desa Tiga, kecamatan susut, kabupaten Bangli, provinsi Bali. Kegiatan pengabdian masyarakat ini Dilaksanakan selana 27 hari, yang dimulai pada tanggal 16 januari sampai 11 februari 2023. Desa tiga secara adat istiadat memiliki satu kesatuan dan terangkum didalam gebong satak tiga buungan yang terdiri dari 9 desa pakraman. Di Desa Tiga ini terdapat beberapa potensi untuk dijadikan program kerja yaitu diantaranya sektor pertanian, sektor perternakan, objek wisata, mengajar dan edukasi. Potensi tersebut dapat membantu tujuan utama pelaksanaan pengabdian masyarakat yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas desa tersebut. Pengabdian masyarakat ini diawali dengan proses penjajakan untuk mengetahui potensi desa yang menjadi sarana dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat dilakukan secara seimbang diawali dengan perencanaan, pematangan serta pelaksanaan program kerja tersebut, potensi yang peneliti pilih disini adalah bagaimana memilah sampah dengan cara 3R melalui edukasi dengan media majalah dinding
Increasing Farmers' Knowledge and Skills through Socialization of EM4 (Effective Microorganism) Making in Kananga Village, Kuningan Regency: Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Petani Melalui Sosialisasi Pembuatan EM4 (Effective Microorganism) di Desa Kananga Kabupaten Kuningan Setiawati, Ina; Nurlaelah, Ilah; Hindriana, Anna Fitri; Handayani, Handayani; Septiawati, Adevia; Nurdayanti, Rolanda Rasendriya
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1594

Abstract

Farmers in Kananga Village still use chemical fertilizers, this has led to farmers' dependence on chemical fertilizers. Farmers can make their own organic fertilizer, but farmers introduce time for the composting process to the materials that will be used as organic fertilizer. Farmers need technology that can accelerate the process of composting organic matter, and farmers also need to know the effect of chemical fertilizers on reducing soil fertility. Therefore, there is a need for community service activities that train and assist farmers to use organic fertilizer switching, and introduce Effective Microorganism 4 (EM4) technology in making fertilizer or EM4 in agriculture. EM4 is a technology for cultivating a mixture of microorganisms suitable for plant growth in agriculture. These microorganisms are bacteria that can be grown independently by the community, especially farmers in Kananga Village. This PkM activity is designed as an effort to reduce farmers' dependence on chemical fertilizers and invites farmers to use EM4 technology in making fertilizers. The results of this PkM also hope to make the community in Kananga Village more independent by being able to produce their own agricultural products in order to increase the competitiveness of the village. In addition, the PkM training and mentoring program is the commitment of the University of Kuningan in improving community empowerment. Abstrak Petani di Desa Kananga masih menggunkan pupuk kimia, hal ini menimbulkan kergantungan petani terhadap pupuk kimia. Petani dapat membuat pupuk organic sendiri, namun petani mengeluhkan lamanya waktu untuk proses pengomposan pada bahan bahan yang akan dijadikan pupuk organic. Petani perlu teknologi yang dapat mempercepat proses pengomposan bahan organic, dan petani juga perlu mengetahui dampak yang akan ditimbulkan dari pupuk kimia bisa merusak kesuburan tanah. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat yang melatih dan mendampingi petani agar beralih menggunakan pupuk organic, serta mengenalkan teknologi Effective Microorganism 4 (EM4) dalam membuat pupuk ataupun EM4 dalam pertanian. EM4 ini merupakan teknologi dalam mengkultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman dalam usaha pertanian. Mikkroorganisme tersebut merupakan bakteri-bakteri yang dapat dibibit secara mandiri oleh masyarakat khusunya para petani di Desa Kananga. Kegiatan PkM ini merupakan upaya menghilangkan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta mengajak petani untuk menggunakan teknologi EM4 dalam membuat pupuknya. Hasil PkM ini juga berharap dapat menjadikan masyarakat di Desa Kananga menjadi semakin mandiri dengan mampu menghasilkan produk pertanian sendiri guna meningkatkan daya saing Desa. Program PkM ini melatih dan mendampingi masyarakat merupakan Visi Universitas Kuningan kearah pemberdayaan masyarakat.
Dissemination of UV-Based Dryer for Rice Milling Business of Citra Mandiri Farmer Group in Perapaakan Village, Sambas Regency: Diseminasi Alat Pengering UV Dryer Pada Usaha Penggilingan Padi Kelompok Tani Citra Mandiri Desa Perapakan Kabupaten Sambas Ekawati; Rahmatullah Rizieq; Manurung, Sondang Sylvia; Sigit Sugiardi; Bancin, Hardi Dominikus
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1610

Abstract

Rice production and rising demand necessitate rice milling. The Citra Mandiri farmer group's rice milling operation still relies on sun irradiation to dry grains in the field, making it less efficient and limiting rice sales to Sambas Regency. UV Dryer drying technology distribution and counseling, marketing management support through packaging, trademarks, and online media marketing. This action led to the construction of an 8m × 10m UV Dryer drier house, which allows partners to dry twice as much harvested grain from 750 kg – 1000 kg to 1500 kg – 2000 kg in one day instead of two. Mitra's Cap Gunung rice bag lets partners promote their rice to different locations through IG's social media channels without worrying about mixed rice. Abstrak Produksi beras dan meningkatnya permintaan mengharuskan penggilingan padi. Operasi penggilingan padi kelompok tani Citra Mandiri masih mengandalkan penyinaran sinar matahari untuk mengeringkan gabah di lapangan, sehingga kurang efisien dan membatasi penjualan beras ke Kabupaten Sambas. Distribusi dan konseling teknologi pengeringan Uv Dryer, dukungan manajemen pemasaran melalui pengemasan, merek dagang, dan pemasaran media online. Tindakan ini mengarah pada pembangunan rumah pengering Pengering UV 8m × 10m, yang memungkinkan mitra untuk mengeringkan biji-bijian yang dipanen dua kali lebih banyak dari 750 kg – 1000 kg menjadi 1500 kg – 2000 kg dalam satu hari, bukan dua. Kantong beras Cap Gunung Mitra memungkinkan mitra mempromosikan beras mereka ke lokasi yang berbeda melalui saluran media sosial IG tanpa khawatir tentang beras campuran.
Assistance in the Planning of Retaining Walls on Semut Island Tourism Objects: Pendampingan Pembuatan Perencanaan Dinding Penahan Tanah Pada Objek Wisata Pulau Semut Muthia Anggraini; Haris, Virgo Trisep; Saleh, Alfian
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1206

Abstract

Pengambangan is an area located in the Limbungan Village which has tourism potential on the banks of the Siak River so that it can be developed into a natural tourist attraction. Its location on the Siak River makes it a tourist attraction that resembles an island located between the Siak River and the mouth of the river. The ebb and flow of river water plus water waves caused by boats and speedboats crossing the area so that the waves can erode the cliffs of the Semut Island tourist attraction. The purpose of this service is to assist partners in building retaining walls. The method used is lectures and discussions. The result is that the design of the retaining wall is made of the type of wire gabion that is adapted to the conditions of the location. The work items are gabion work, geotextile (non-woven) work, surface embankment work, and cliff-fill embankment workThis counseling helps partners in assisting with planning and retaining walls. Abstrak Pengambangan merupakan daerah yang berada di Kelurahan Limbungan yang memiliki potensi wisata yang berada di tepi Sungai Siak sehingga dapat dikembangkan menjadi objek wisata alam. Lokasinya yang berada di sungai siak mengakibatkan objek wisata yang menyerupai pulau yang berada diantara sungai siak dan muara sungai. Pasang surut air sungai ditambah gelombang air yang diakibatkan oleh perahu dan speedboat yang melintasi wilayah tersebut sehingga gelombang dapat mengikis tebing dari objek wisata Pulau Semut. Tujuan pengabdian yaitu mendampingi mitra dalam membuat dinding penahan tanah. Metode yang dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Hasilnya perencanaan dinding penahan tanah dibuat adalah tipe bronjong kawat yang disesuaikan dengan kondisi lokasinya. Item pekerjaan yaitu pekerjaan bronjong, pekerjaan geotextile (non woven), pekerjaan timbunan permukaan, dan pekerjaan timbunan pengisi tebing. Penyuluhan ini membantu mitra dalam pemdampingan membuat perencanaan dan dinding penahan tanah.
Empowering Waste Management by Establishing a Waste Corner to Become a Healthy School: Pemberdayaan Pengelolaan Sampah dengan Pembentukan Pojok Sampah Guna Menjadi Sekolah Sehat Jayadi, Yusma Indah; Maharani, Widia; Nurlita, Nurlita; Wijaya, Dian Rezki
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1391

Abstract

Waste is often defined as goods or materials that are considered useless so that they never get good management through the recycling process. Human quality is a major issue and has an important role in management efforts. Empowerment programs in the environment school as a source of environmental learning through waste management is one of the efforts that can be given to students to increase environmental awareness. This empowerment program aims to increase the knowledge and awareness of the school community in waste management correctly and properly. This Empowerment Program was conducted at SJHS 8 Makassar by making waste corner and forming waste corner cadres through the approach of Participatory Learning and Action (PAL). This program involved 15 students who became cadres of the waste corner and 45 students who were given education by the waste corner cadres. As a result of this empowerment, a waste corner was formed and 15 waste corner cadres were selected. Giving training to waste corner cadres was considered effective because there was an increase in knowledge before and after the training, from 12.67 to 18.87. Besides that, education by waste corner cadres to 45 students of SJHS 8 Makassar showed an increase in knowledge, from 13.22 to 17.91. The result of the paired t-test showed a significance value of p = 0.000 (p < 0.05) so it could be concluded that there is a different level of knowledge of cadres and students before and after training/education on waste management. Community empowerment through the establishment of waste corners and waste corner cadres as well as providing training/education related to waste management has a significant effect on the level of knowledge about waste management. Therefore, it is necessary to provide continuous socialization to increase the interest and participation of the school community in waste management. Abstrak Sampah sering kali diartikan sebagai barang atau material yang dianggap tidak berguna sehingga tidak pernah mendapatkan pengelolaan yang baik melalui proses daur ulang. Kualitas manusia menjadi isu utama dan memiliki peran penting dalam upaya pengelolaannya. Program pemberdayaan di lingkungan sekolah sebagai sumber belajar lingkungan melalui pengelolaan sampah merupakan salah satu upaya yang dapat diberikan kepada siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Program Pemberdayaan ini dilakukan di SJHS 8 Makassar dengan membuat pojok sampah dan membentuk kader-kader pojok sampah melalui pendekatan Participatory Learning and Action (PAL). Program ini melibatkan 15 siswa yang menjadi kader pojok sampah dan 45 siswa yang diberikan edukasi oleh kader pojok sampah. Hasil dari pemberdayaan ini adalah terbentuknya pojok sampah dan terpilihnya 15 orang kader pojok sampah. Pemberian pelatihan kepada kader pojok sampah dinilai efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, yaitu dari 12,67 menjadi 18,87. Selain itu, edukasi yang dilakukan oleh kader pojok sampah kepada 45 siswa SJHS 8 Makassar menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 13,22 menjadi 17,91. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kader dan siswa sebelum dan sesudah pelatihan/edukasi pengelolaan sampah. Pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan pojok sampah dan kader pojok sampah serta pemberian pelatihan/edukasi terkait pengelolaan sampah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang pengelolaan sampah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus untuk meningkatkan minat dan partisipasi warga sekolah dalam pengelolaan sampah.
Strengthening the Capacity of Upland Farmers through Socialization and Training on Shallot Farming in Sumbawa Regency: Penguatan Kapasitas Petani Dataran Tinggi Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Sumbawa Ayu, Ieke Wulan; Siswanto, Heru Tugas; Kusumawardani, Wening; Prihantari, Endah Yuniati
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1578

Abstract

The development of shallot farming in upland drylands by novice farmers faces technical cultivation constraints, and conditions of commodity price fluctuations. The purpose of community service activities is to increase the capacity of upland beginner farmers through socialization and training of shallot farming in Sumbawa Regency. Activities were carried out in Bugis Village, Sumbawa District, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province in November 2022, with socialization and training methods to 60 groups of shallot beginner farmers. The results show that socialization and training activities can improve farmers' mastery of relevant knowledge, skills, and attitudes towards shallot farming. The success of this activity is that farmers have knowledge about shallot cultivation (planting planning, land processing, fertilizer application, harvesting, and post-harvesting), how to analyze shallot farming. Participants have a positive response with increased knowledge, skills, and awareness. Farmer satisfaction is realized by a high attitude of wanting to learn, and participation from the beginning to the end of the activity. Abstrak Pengembangan usahatani bawang merah di lahan kering dataran tinggi oleh petani pemula menghadapi kendala teknis budidaya, dan kondisi fluktuasi harga komoditas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan kapasitas petani pemula dataran tinggi melalui sosialisasi dan pelatihan usahatani bawang merah di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan November 2022, dengan metode sosialisasi dan pelatihan kepada 60 kelompok petani pemula bawang merah. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang relevan petani terhadap usahatani bawang merah. Keberhasilan pada kegiatan ini adalah petani memiliki pengetahuan tentang budidaya bawang merah (perencanaan tanam, pengolahan lahan, pemberian pupuk, panen, dan pasca panen), cara menganalisis usahatani bawang merah. Peserta memiliki respon positif dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran. Kepuasan petani diwujudkan dengan sikap ingin belajar yang tinggi, dan keikutsertaan dari awal sampai akhir kegiatan.
Healthy Living Behavior Counseling to Improve The Quality of Life of the Elderly by Using Booklet Media: Penyuluhan Perilaku Hidup Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia dengan Menggunakan Media Booklet Lestari, Annisa Ayu; Sujarwo, Sawi
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1651

Abstract

The phenomenon found that some elderly have health problems. Healthy living behavior counseling is quite appropriate and Strategic that aims to improve the quality of life of the elderly to be better. The method used is counseling method and booklet media. Explanation of the material provided on the understanding and task of elderly development, aspects of healthy living behavior, the benefits of exercise, and quality of life material. During the activity, it was seen that elderly participants were receive and responded well to the material provided. This service activity was attended by 10 participants who have a minimum age of 60 years in Posyandu Lansia Delima, Tegal Rejo RT 09, Lawang Kidul District, Muara Enim Regency. Based on the feedback provided, it was found that there was an increase in understanding of healthy living behavior and the elderly responded well to the counseling carried out. Abstrak Fenomena yang ditemukan bahwa beberapa lansia mengalami masalah kesehatan seperti mengeluh sakit ketika banyak berjalan, mempunyai berat badan berlebih. Penyuluhan perilaku hidup sehat ini cukup tepat dan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar lebih baik. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dengan metode ceramah dan media booklet. Penjelasan materi yang diberikan mengenai pengertian lansia, tugas perkembangan lansia, aspek-aspek perilaku hidup sehat, manfaat olahraga, dan materi kualitas hidup. Materi tersebut memiliki peranan penting sebagai media baca untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Selama kegiatan berlangsung terlihat peserta lansia sangat menerima dan merespon dengan baik terhadap materi yang diberikan. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 10 peserta yang memiliki usia minimal 60 tahun di Posyandu Lansia Delima Desa Tegal Rejo RT 09 Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan hasil wawancara setelah kegiatan dilaksanakan, didapatkan bahwa adanya peningkatan dalam pemahaman perilaku hidup sehat dan lansia merespon dengan baik terhadap penyuluhan yang dilaksanakan.