cover
Contact Name
M. Marizal
Contact Email
psikobuletin@uin-suska.ac.id
Phone
+6285271563331
Journal Mail Official
psikobuletin@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. H.R. Soebrantas Km. 15.5 No. 155 Gedung Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kel. Tuahmadani Kec. Tampan Pekanbaru - Riau 28293.
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27208958     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/pib.v1i1.8174
Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi merupakan buletin ilmiah online yang mempublikasikan naskah empirik dan non empirik. Naskah emprik meliputi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis riset dalam bidang psikologi. Sedangkan naskah non empirik meliputi review teoritis dan pemikiran ilmiah dalam bidang psikologi. Naskah yang diterbitkan pada psikobuletin meliputi hasil karya di bidang Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Islam dan Psikometri
Articles 141 Documents
Penggunaan Life Orientation Test-Revised (LOT-R) versi Indonesia: Reevaluasi Validasi dengan Rasch Rating Scale Model Natanael, Yonathan; Thabina, Khansa Alisha; Khadijah, Wulan Siti; Amalia, Tazkiya Husna; Burtoh, Eighfan Tri Zaini; Saptiani, Alya Zhafirah; Purnamasari, Nisa; Fatihana, Luke Alaisa; Supyansuri, Khalisha Razan; Assajad, Ali Autsath; Zahra, Syakirah Khalil
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i2.28880

Abstract

Proses adaptasi instrumen Life Orientation Test-Revised ke dalam bahasa Indonesia telah dilakukan pada tahun 2021. Proses adaptasi tersebut memiliki kekurangan dari sisi diagnostik rating scale-nya yang tidak memenuhi batasan statistik. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis validasi ulang instrumen LOT-R yang telah di adaptasi dengan karakteristik sampel yang berbeda. Desain penelitian yang digunakan adalah a survey-base study research with self reported response. Sebanyak 342 mahasiswa tingkat strata satu didapatkan dengan teknik sampling convinience. Hasil analisis dengan Rasch Rating Scale Model menemukan LOT-R memiliki kualitas properti psikometri yang baik dengan terpenuhinya dua asumsi wajib, nilai rentang threhold yang sesuai untuk masing-masing pilihan jawaban, seluruh itemnya memenuhi index model fit dengan kriteria yang tepat dan reliabel. Penggunaan LOT-R versi Indonesia secara keseluruhan layak digunakan untuk mengukur optimis pada mahasiswa di Indonesia.
Dukungan Guru dan Resiliensi Akademik Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Pekanbaru Komalasari, Yola; Susanti, Reni; Husni, Desma; Hadi, Cipto
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i2.32331

Abstract

Siswa sekolah menengah kejuruan memiliki tuntutan akademik yang khas dan dapat mempengaruhi resiliensi akademiknya. Salah satu faktor lingkungan yang dapat menstimulasi berkembangnya resiliensi akademik siswa adalah guru.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan guru dan resiliensi akademik siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 170 orang siswa SMK Y, yang dipilih menggunakan teknik two stage cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan skala resiliensi akademik dan skala dukungan sosial. Kedua skala memiliki reliabilitas yang baik yaitu 0,914 dan 0,887. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson product momentdiperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,512 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,01). Dapat disimpulkan bahwa dukungan guru memiliki hubungan positif dengan resiliensi akademik. Dengan demikian dengan mengoptimalkan dukungan dari guru  akan dapat meningkatkan resiliensi akademik siswa.
Pengaruh Psychological meaning of money terhadap Materialisme dengan Perilaku Menabung Sebagai Variabel Moderator Pamukti, Aryani; Muwafiqi, Erny Fitroh Nabila; Avitasari, Fidinda; Mangestuti, Retno
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 1 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i1.28813

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh psychological meaning of money terhadap materialisme dengan perilaku menabung sebagai variabel moderator. Materialisme, sebagai pandangan yang menekankan kepemilikan harta benda, dapat berdampak negatif pada perilaku keuangan, sementara psychological meaning of money mencakup makna psikologis dan emosional yang diberikan individu pada uang. Masih terbatasnya penelitian yang lebih berfokus pada hubungan antara materialisme, psychological meaning of money, dan perilaku menabung menjadi dasar penelitian ini. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan causal comparative. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat materialisme mahasiswa berada pada kategori sedang, sementara tingkat psychological meaning of money mahasiswa juga berada pada kategori sedang. Perilaku menabung diidentifikasi sebagai moderator yang signifikan dalam hubungan antara psychological meaning of money dan materialisme. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku menabung memiliki peran moderasi dalam menghubungkan psychological meaning of money dengan materialisme. Mahasiswa yang menabung cenderung memiliki kecenderungan materialistik yang dipengaruhi oleh pemaknaan terhadap uang, sementara tidak terdapat korelasi yang signifikan bagi mereka yang tidak menabung. Hasil ini dapat memberikan wawasan bagi pengembangan program pendidikan keuangan dan intervensi untuk mengelola orientasi materialistik dan mendorong perilaku menabung yang lebih bijak.
Career Decision Self-Efficacy ditinjau dari Self-Regulated Learning dan Grit pada Mahasiswa Sari, Ade Puspita; Wahidah, Fatin Rohmah Nur
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i2.29713

Abstract

Mahasiswa yang merasa yakin akan kemampuannya tentu dapat membuat keputusan karir, berusaha, serta bertahan ketika merasa kesulitan. Career decision self-efficacy menjadi penting pada pengembangan karir, karena sebagai landasan perilaku persiapan karir dan kesulitan pengambilan keputusan karir, terutama pada kehidupan kampus. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh self-regulated learning dan grit terhadap career decision self-efficacy pada mahasiswa Fakultas Psikologi tingkat akhir Angkatan 2020 Universitas Muhammadiyah Purwekerto. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan uji regresi linear berganda, menggunakan Teknik Simple Random Sampling dengan jumlah 140 mahasiswamenurut tabel Krejie Morgan. Alat ukur yang digunakan yaitu skala career decision self-efficacy dengan nilai alpha 0,858, skala self-regulated learning dengan nilai alpha 0,741 dan nilai skala grit dengan nilai alpa sebesar 0,762. Validitas dalam penelitian ini adalah validitas isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara self-regulated learning dan grit terhadap career decision self-efficacy dengan F-hitung sebesar 38,635, p sebesar 0,000 dan Rsquare sebesar 0,361. Hasil tersebut menunjukkan self-regulated learning dan grit secara simultan memberikan kontribusi sebesar 36,1% terhadap career decision self-efficacy.         
Work Engagement: Peran Learning Agility pada Karyawan Prahara, Sowanya Ardi; Taibe, Patmawati; Pramudaswara, Arbiansyah; Zulghan, Noviar Rahmad Rizki
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i2.35950

Abstract

Work engagement merupakan salah satu faktor kunci yang memengaruhi kinerja dan produktivitas karyawan dalam organisasi. Tingkat keterlibatan kerja yang tinggi mencerminkan motivasi, dedikasi, dan komitmen individu terhadap tugas-tugas yang diemban. Dalam konteks ini, learning agility—kemampuan individu untuk belajar dari pengalaman dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan—berperan penting dalam mendukung keterlibatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara learning agility dan work engagement pada karyawan. Sebanyak 240 karyawan berusia 19 – 27 tahun dengan minimal kerja selama 1 tahun menjadi pastisipan penelitian. Convenient sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian. Skala Work Engagement digunakan untuk mengukur variabel work engagement dan Skala Learning Agility digunakan untuk mengukur variabel learning agility. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis Spearman-rank dan Mann-Whitney U Test. Adapun Hasil menunjukkan learning agility memiliki hubungan positif dengan work engagement pada karyawan. Hasil analisis tambahan menunjukkan bahwa work engagement lebih tinggi pada karyawan laki-laki dibanding perempuan, lebih tinggi pada karyawan berpendidikan SMA dibandingkan dengan yang berpendidikan kuliah, serta lebih tinggi pada karyawan dengan masa kerja dua tahun dibandingkan dengan yang baru bekerja satu tahun. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran, inovasi, dan pengelolaan tantangan agar dapat meningkatkan work engagement pada karyawan.
Efektivitas Pelatihan Efikasi Diri Akademik Untuk Menurunkan Burnout Akademik Pada Peserta Didik Rizqullah, Muhammad Fauzan; Rusli, Rusdi
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 1 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i1.27287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan efikasi diri akademik dalam menurunkan burnout akademik pada peserta didik sekolah berasrama. Hipotesis dari penelitian ini adalah pelatihan efikasi diri akademik efektif untuk menurunkan burnout akademik pada peserta didik sekolah berasrama. Peserta didik di boarding school menghadapi beberapa tantangan, seperti jadwal kegiatan asrama dan sekolah yang padat, tuntutan akademik yang tinggi, dan masalah dengan teman sekamar. Faktor-faktor ini membuat peserta didik rentan terhadap burnout akademik. Efikasi diri akademik dapat membantu peserta didik menurunkan burnout akademik, karena mereka yang memiliki efikasi diri akademik tinggi cenderung melihat hambatan sebagai tantangan dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya. Peneliti menggunakan peserta didik sekolah berasrama tahun pertama yang memiliki burnout akademik yang tinggi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan menggunakan skala burnout akademik, tes pengetahuan sebagai pemeriksaan manipulasi, dan modul pelatihan efikasi diri akademik. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimentaldengan satu kelompok pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank, dan hasilnya mendukung hipotesis penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan efikasi diri akademik efektif dalam menurunkan burnout akademik.
Peran Kebersyukuran terhadap Kepuasan Hidup: Scooping Review Ayun, Qurrotu; Kasturi, Taufik; Japar, Mohammad; ruhaena, Lisnawati
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i2.31710

Abstract

Kepuasan hidup merupakan evaluasi menyeluruh mengenai kualitas hidup seseorang. Dampak negatif dari kurangnya kepuasan hidup adalah, lebih mudah mengalami stres, kecemasan, depresi, penurunan motivasi, harga diri yang rendah serta  rasa putus asa. Dampak lainnya adalah relasi sosial yang buruk serta menurunnya  kualitas hidup secara keseluruhan. Untuk meningkatkan kepuasan hidup maka diperlukan kemampuan bersyukur. Tujuan dalam penelitian ini adalah melakukan scooping review mengenai peran kebersyukuran terhadap kepuasan hidup. Metode yang digunakan dalam scooping review adalah menggunakan petunjuk PRISMA dan penelusuran artikel menggunakan database Scopus selama 5 (lima) tahun terakhir yaitu tahun 2020-2024. Hasil penelitian didapatkan 17 (tujuhbelas) artikel yang relevan mengenai peran kebersyukuran terhadap kepuasan hidup. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersyukuran berperan efektif dalam meningkatkan kepuasan hidup. Kebersyukuran menjadi mediator kemampuan mahasiswa dan remaja dalam menghadapi tekanan psikologis. Mahasiswa dan remaja yang memiliki Tingkat kebersyukuran tinggi memiliki kepuasan hidup yang tinggi. Pada subyek karyawan (guru, praktisi dan perawat) terdapat korelasi yang signifikan antara rasa syukur dengan kepuasan hidup. Rasa syukur efektif dalam meningkatkan afek positif dan kepuasan hidup serta mengurangi afek negatif dengan spiritualitas sebagai moderstor. Pada subyek dewasa dan lansia kebersyukuran  berkorelasi positif dan signifikan dengan kepuasan hidup. Dukungan sosial dan mindfullness memediasi hubungan antara rasa syukur dan kepuasan hidup.
Hubungan antara Religiusitas dengan Passionate Love pada Remaja Akhir Apriliani, Viona Andika; Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 1 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i1.29149

Abstract

Fase remaja disebut sebagai masa heteroseksual, dimana remaja mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Remaja memiliki kecenderungan untuk mengalami passionate love karena memiliki keinginan untuk berafiliasi dengan orang lain. Passionate love merupakan emosi yang intens untuk berafiliasi atau bersatu dengan pasangan.Perlu adanya peran agama untuk mengontrol ekspresi cinta seseorang agar tidak berlebihan Dalam religiusitas, terkandung nilai dan norma yang dapat menjadi pendorong pengendalian sikap dan perilaku seseorang dalam mengekspresikan cintanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya hubungan negatif signifikan antara religiusitas dengan passionate love. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 102 remaja akhir usia 18-22 tahun, sedang berpacaran atau terakhir kali berpacaran dalam kurun waktu 1 tahun, dan belum menikah. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online dengan alat ukur The Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) dan Passionate Love Scale version B. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan hasil koefisien korelasi (r) =  -0.166 dan signifikansi (p) = 0.048 (p < 0.05. Hal ini menunjukan adanya hubungan negatif signifikan antara religiusitas dengan passionate love pada remaja akhir. Maka semakin tinggi religiusitas semakin rendah passionate love begitupun sebaliknya, semakin rendah religiusitas semakin tinggi passionate love.
Antara Malaikat & Syaitan: Pelabelan Malaikat dan Syaitan Pada Manusia Perspektif Psikologi Islam Harmaini, Harmaini; Munthe, Ricca Angreini; Hanafi, Imam
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i2.35227

Abstract

Malaikat dan Iblis adalah makhluk ciptaan Allah. Iblis (atau Bernama Azazil) awalnya adalah makhluk yang taat kepada Allah dan pernah tinggal di langit ketujuh karena ketaatannya. Iblis adalah makhluk Allah dari Golongan Jin (QS. Al-Kahfi:50 yang terbuat dari api (QS. Ar Rahman:15) dan Jin bisa muslim dan bisa kafir (QS. Al-Jin ayat 11 dan 14). Jadi, iblis itu pasti jin. Tapi jin belum tentu iblis. Iblis itu adalah jin yang jahat dan membangkang. Perilaku buruk syaitan ini bisa dilakukan oleh jin dan manusia. Jika ada jin yang memiliki sikap jahat berarti dia punya sifat syaitan atau juga manusia yang memiliki sifat jahat, berarti juga ada sifat syaitan. Oleh karena itu, ada syaitan dari golongan jin dan ada syaitan dari golongan manusia (QS. an Naas:1-5). Sifat malaikat adalah mulia (QS. Abasa:15-16), bukan laki-laki atau perempuan, ataupun bukan pula anak Allah (QS. Shaffat 149-151), wajahnya menawan (QS. al-Najm 5-6), selalu takut kepada Allah dan suka beribadah (QS. Ali Imran: 18, QS. Al-Anbiya: 27). Tujuan tulisan ini adalah untuk menemukan pengidentikan perilaku buruk manusia ke makhluk terhadap makhluk yang Bernama syaitan. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam tulisan ini adalah mengapa masyarakat mengidentikkan seseorang karena perilakunya dengan malaikat dan syaithan?. Hasil dari kajian ditemukan bahwa pengidentikkan pada dua hal yaitu kategorisasi dan karakteristik kesempurnaan - ketidaksempurnaan dan kedua pada ketaatan-ketidaktaatan. Identifikasi penyamaan karakter perilaku yang berbeda pada dua makhluk yang berbeda ini mengisyaratkan bahwa baik dan buruk seseorang identik dengan bentuk, tingkat ketaatan dan wujud kesempurnaan ibadah seseorang kepada Allah SWT.
Peran Koping Religius dan Literasi Kesehatan Mental terhadap Status Kesehatan Mental pada Individu Remaja & Dewasa Awal di Indonesia Prahastuti, Nurul Fajriyah
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 6, No 1 (2025): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v6i1.26577

Abstract

Literasi kesehatan mental memiliki dampak pada kesehatan mental dengan meningkatkan pemahaman individu terhadap gangguan mental, sementara koping religius diakui sebagai faktor penting untuk memelihara kesehatan mental. Penelitian ini fokus pada peran prediktif literasi kesehatan mental dan koping religius terhadap status kesehatan mental pada remaja di Indonesia. Terdapat 3 (tiga) skala, yaitu: Skala Koping Religius, Skala Literasi Kesehatan Mental, dan Skala Status Kesehatan Mental. Penelitian ini melibatkan 829 partisipan dengan analisis regresi menunjukkan pengaruh yang signifikan (R= .126, F=6.709, p=.001). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diketahui literasi kesehatan mental dan koping relijius secara signifikan mempengaruhi status kesehatan mental. Koping relijius memiliki pengaruh yang lebih besar daripada literasi kesehatan mental terhadap status kesehatan mental, diketahui dari komputasi sumbangan efektifnya. 

Page 11 of 15 | Total Record : 141