cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Model Konseptual Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan Landasan Filosofis: Konteks Sekolah Menengah di Indonesia Suriaman; Sapriya; T Heru Nurgiansah; Ryan Prayogi; Heny Mulyani; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5819

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang model pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah berlandaskan kepada dasar filosofisnya sehingga menjadi acuan dalam pengembangan disiplin keilmuan PKn. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab, peduli terhadap masyarakat, memiliki pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokratis. Model konseptual pendidikan kewarganegaraan yang dijelaskan dalam artikel ini didasarkan pada landasan filosofis yang kuat. Landasan filosofis ini meliputi prinsip-prinsip moral, etika, dan nilai-nilai dasar yang diperlukan untuk membentuk warga negara yang baik. Model ini juga mencakup komponen-komponen seperti kurikulum, metode pengajaran, dan evaluasi pembelajaran. Dalam konteks sekolah menengah, pendidikan kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem politik, hukum, dan pemerintahan negara. Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga dapat membantu siswa memahami perbedaan budaya, agama, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan. Melalui pendidikan kewarganegaraan, siswa diajarkan tentang pentingnya menghormati perbedaan, memahami perspektif orang lain, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. Dalam artikel ini, model konseptual pendidikan kewarganegaraan berdasarkan landasan filosofis dijelaskan secara rinci dengan tujuan untuk memberikan panduan bagi pengembangan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang efektif di sekolah menengah. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Landasan Filosofis, Sekolah Menengah
Diplomasi Tentara Nasional Indonesia Era Presiden Soekarno Muhammad Ismail Mangkusubroto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5824

Abstract

Abstrak Tentara Nasional Indonesia (TNI) terbentuk pada tahun 1945 dan merupakan suatu hasil dari perjuangan fisik yang dilakukan oleh Indonesia yang berarti melalui perjuangan militer dan juga politik. Peran TNI pada bidang politik di masa perjuangan dalam kurun waktu 1945 – 1949 dipengaruhi juga dengan kedatangan Inggris dan Belanda. Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 membuka pandangan nasional maupun internasional. Dalam pandangan nasional, menunjukkan bahwa pertempuran ini meningkatkan semangat perlawanan masyarakat dan membela negara. Kepada pandangan internasional menunjukkan bahwa peperangan ini menjadi momentum pembuktian bahwa negara Indonesia itu berdaulat penuh dan merdeka. TNI dalam mengatasi potensi ancaman, memiliki dua taktik yaitu dengan cara berperang dan berdiplomasi. Melalui perang, dapat menunjukkan kepada dunia internasional bahwa negara Indonesia ada, Merdeka, dan berdaulat sedangkan apabila melalui diplomasi, TNI sukses mengirimkan delegasi militer ke perundingan-perundingan yang pernah dilakukan seperti Konferensi Meja Bundar. TNI dalam politik luar negeri Indonesia masih dalam batas-batas Politik Bebas dan Aktif Indonesia, serta diplomasi juga merupakan bentuk dukungan terhadap politik luar negeri khususnya pada bidang politik, pertahanan, dan keamanan. Kata Kunci: Diplomasi, TNI, Politik Luar Negeri, Pertahanan, Keamanan. Abstract The Indonesian National Army (TNI) was formed in 1945 and is a result of the physical struggle carried out by Indonesia, which means through military and political struggle. The role of the TNI in the political field during the struggle in the period 1945-1949 was also influenced by the arrival of the British and the Dutch. The Battle of Surabaya that took place on November 10, 1945 opened up national and international views. In the national view, it showed that this battle increased the spirit of community resistance and defended the country. To the international view, it shows that this battle is a momentum to prove that the Indonesian state is fully sovereign and independent. TNI in overcoming potential threats, has two tactics, namely by fighting and diplomacy. Through war, it can show the international community that the Indonesian state exists, is independent and sovereign, while through diplomacy, the TNI has successfully sent military delegations to negotiations that have been carried out such as the Round Table Conference. TNI in Indonesia's foreign policy is still within the boundaries of Indonesia's Free and Active Politics, and diplomacy is also a form of support for foreign policy, especially in the fields of politics, defense and security. Keywords: Diplomacy, TNI, Foreign Policy, Defense, Security.
Analisa Konflik Lingkungan Hidup pada Program Food Estate di Kalimantan Tengah ditinjau dari Perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) Dian Anggraini; Arifuddin Uksan; Kusuma; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5833

Abstract

Abstrak Nationally Determined Contribution (NDC) adalah sebuah alat kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kebijakan ini sejalan dengan hasil dari Kesepakatan Paris yang disahkan pada tanggal 12 Desember dan diakui melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2016 tentang Ratifikasi Kesepakatan Paris terhadap Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selama masa pandemi Covid-19, pemerintah memulai Program Peningkatan Penyediaan Pangan di Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) melalui Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (Food Estate) yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024.. Metode yang dipakai ialah penelitian kualitatif. Artikel ini akan menganalisa konflik lingkungan hidup pada program Food Estate di Kalimantan Tengah yang akan ditinjau dari perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) serta bagaimana kebijakan yang diterapkan dalam program Food Estate di kawasan hutan. Adapun artikel ini berfokus pada Program Food Estate yang dinilai tidak sesuai dengan komitmen NDC karena dapat meningkatkan resiko deforestasi secara masif, ekosistem lahan gambut, musnahnya flora dan fauna karena mengonversi hutan menjadi lahan pertanian. Kata Kunci: Food Estate, Konflik Lingkungan Hidup, Nationally Determined Contribution (NDC) Abstract Nationally Determined Contributions (NDC) represent a policy instrument aimed at reducing greenhouse gas emissions. This policy aligns with the outcomes of the Paris Agreement ratified on December 12, as enshrined in Law No. 16 of 2016 concerning the Ratification of the Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change. Amidst the Covid-19 pandemic, the government launched the Food Provision Enhancement Program in Central Kalimantan Province as a National Strategic Program (NSP) through the Food Estate Development Program from 2020 to 2024. The method used is qualitative research. This article will analyze environmental conflicts in the Food Estate program in Central Kalimantan which will be reviewed from the perspective of Nationally Determined Contribution (NDC) and how policies are implemented in the Food Estate program in forest areas. This article focuses on the Food Estate Program which is considered not in accordance with NDC commitments because it can increase the risk of massive deforestation, peatland ecosystems, loss of flora and fauna due to converting forests to agricultural land. Keywords: Food Estate, Environmental Conflict, Nationally Determined Contribution (NDC)
Pancasila Sebagai Asal Mula Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia Terhadap Nilai-Nilai Kebangsaan Syamsul Arifin; Agus H. Sulistiyono Reksoprodjo; Fauzia Gustarina Cempaka Timur
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5838

Abstract

Abstract The important role of Pancasila as an ideological root for the nation and state of Indonesia in maintaining strong national values. The purpose of this study is to analyze the role of Pancasila in shaping Indonesian national identity, identify the national values ​​recognized by Pancasila, and describe the research methods used to collect and analyze data. This study uses historical analysis approaches and literature studies to investigate the development of the concept of Pancasila as Indonesia's main ideology. Analyzing historical texts, important speeches, and works by national figures, this research reveals the evolution and meaning of national values ​​inherent in Pancasila. The results of the study show that Pancasila has served as the ideological foundation that underlies Indonesian national identity. Values ​​such as unity, mutual cooperation, democracy, and belief in one and only God have proven to be the main pillars in shaping the character of the nation and state. Also revealed that Pancasila continues to be relevant in facing the challenges of modern times, which confirms Indonesia's commitment to diversity and inclusivity. The conclusion is that Pancasila has a central role in shaping and maintaining Indonesian national values. So that Pancasila remains a strong foundation to guide the direction of the development of the Indonesian nation and state towards the future. Keywords: Pancasila, Ideology, National Values, Identity Indonesia. Abstrak Peran penting Pancasila sebagai akar ideologi bagi bangsa dan negara Indonesia dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pancasila dalam membentuk identitas kebangsaan Indonesia, mengidentifikasi nilai-nilai kebangsaan yang diakui oleh Pancasila, serta menguraikan metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis historis dan studi literatur untuk menyelidiki perkembangan konsep Pancasila sebagai ideologi utama Indonesia. Menganalisis terhadap teks-teks sejarah, pidato-pidato penting, dan karya-karya tokoh-tokoh nasional, penelitian ini mengungkap evolusi dan pemaknaan nilai-nilai kebangsaan yang melekat dalam Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila telah berperan sebagai fondasi ideologis yang mendasari identitas kebangsaan Indonesia. Nilai-nilai seperti persatuan, gotong royong, demokrasi, dan ketuhanan yang maha esa terbukti menjadi pilar utama dalam membentuk karakter bangsa dan negara. Juga mengungkapkan bahwa Pancasila terus relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern, yang menegaskan komitmen Indonesia terhadap keberagaman dan inklusivitas. Kesimpulanya bahwa Pancasila memiliki peran sentral dalam membentuk dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Sehingga Pancasila tetap menjadi pijakan yang kuat untuk memandu arah perkembangan bangsa dan negara Indonesia menuju masa depan. Kata kunci: Pancasila, Ideologi, Nilai-Nilai Kebangsaan, Identitas Indonesia
Analisis Angin Zonal dan Meridional dalam Menentukan Awal Musim Hujan di Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Eka Alfred Sagala; Ernalem Bangun; Adi Subiyanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5842

Abstract

Abstrak Prakiraan awal musim dan curah hujan yang dikeluarkan BMKG sangat penting salah satunya bagi komoditas pertanian. Kriteria untuk penentuan awal musim ini sangat bervariasi, namun selama ini hanya didasarkan pada jumlah curah hujan tanpa mempertimbangkan indikator lain. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angin zonal dan meridional dalam penentuan awal musim hujan maupun kemarau di wilayah penelitian Seram bagian barat. Selain itu, juga dideskripsikan hubungan curah hujan saat El Nino mengalami penguatan mengingat fenomena ini juga mempengaruhi sistem sirkulasi angin di wilayah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data angin zonal dan angin meridional bulanan dari NCEP (National Centre For Environmenttal), akumulasi curah hujan bulanan dari Stasiun Klimatologi Seram bagian barat, dan data ONI NOAA (Oceanic Nino Index NOAA). Dengan metode analisa deskriptif dan statistik dengan melibatkan analisa grafik maka diperoleh bahwa pola curah hujan menunjukkan pola lokal dimana awal musim hujan rata-rata dimulai pada bulan Mei. Analisa angin zonal dapat digunakan dalam menentukan awal musim hujan di Seram Bagian Barat saat tidak ada fenomena global. Hal ini diawali dengan berhembusnya angin zonal timuran dan awal musim kemarau ditandai dengan melemahnya angin zonal timuran yang selanjutnya angin zonal baratan mengalami penguatan. Sedangkan angin merdional dari selatan mengalami penguatan setelah puncak musim hujan terjadi dan melemah setelah puncak musim kemarau terjadi. Kata Kunci: Awal Musim, Angin Zonal, Angin Meridional, Curah Hujan Abstract Forecast of seasonal onset and the rainfall issued by BMKG is very important, one of which is for agricultural commodities. The criteria for determining the start of this season are very varied, but so far only based on the amount of rainfall without considering other indicators. Therefore this study aims to analyze the effect of zonal and meridional winds in determining the start of the rainy and dry seasons in the western part of the Seram research area. In addition, the relationship between rainfall during El Niño has also been strengthened, given the fact that this phenomenon also affects the wind circulation system in the research area. The data used in this study are zonal wind data and monthly meridional winds from NCEP (National Center for Environmenttal), monthly rainfall accumulation from the West Seram Climatology Station, and ONI NOAA (NOAA Oceanic Nino Index) data. With the method of descriptive analysis and statistics involving graph analysis, it is found that rainfall patterns show local patterns where the beginning of the average rainy season begins in May. Zonal wind analysis can be used to determine the start of the rainy season in West Seram when there are no global phenomena. This begins with the blowing of zonal winds and the beginning of the dry season is characterized by a weakening of the zonal winds of the timuran which further strengthens the zonal wind. Whereas the national wind from the south has been strengthened after the peak of the rainy season occurred and weakened after the peak of the dry season occurred. Keywords: Onset of Season, Zonal Wind, Meridional Wind, Rainfall
Gerakan Separatisme Spanyol Ditinjau dari Hukum Humaniter Internasional Shelvy Nujuliyani; Djayeng Tirto; Yulian Azhari; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5852

Abstract

Abstract Tulisan ini membahas tentang gerakan separatisme yang terjadi di spanyol ditinjau dari hukum humaniter internasional. Hukum ini merupakan seperangkat aturan yang mengatur tentang hukum konflik bersenjata, konflik bersenjata terbagi menjadi dua: konflik bersenjata internasional dan konflik bersenjata non-internasional. Gerakan separatisme termasuk pada konflik bersenjata non-internasional. Dalam bernegara, faktor ekonomi dan faktor politik menjadi penyebab utama atas munculnya gerakan separatisme bersenjata. Spanyol tidak luput dari gerakan separatisme di mana terdapat dua gerakan separatisme yaitu: kelompok Euskadi Ta Askatasuna (ETA) di Basque yang menggunakan cara kekerasan dan Catalonia dengan upaya referendumnya. Gerakan separatisme ini mampu diatasi oleh pemerintah Spanyol baik dengan hard-power atau soft-power dengan memberikan otonomi kepada dua wilayah tersebut. Kata Kunci: Gerakan Separatisme, Konflik, ETA, Referendum Catalonia, Pemerintah Spanyol
Karakter Bangsa dan Bela Negara: Menumbuhkan Identitas Kebangsaan dan Komitmen Nasionalisme Sitti Faridah; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Moch Afifuddin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5863

Abstract

Abstrak Jurnal ini membahas peran karakter bangsa dan bela negara dalam membentuk identitas kebangsaan dan memupuk komitmen nasionalisme. Identitas kebangsaan adalah konsep yang kompleks yang melibatkan faktor-faktor seperti sejarah, budaya, nilai-nilai, dan sikap yang mengikat warga negara dalam suatu negara. Bela negara, di sisi lain, merupakan kewajiban setiap warga negara untuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan negara serta kepentingan nasional. Dalam penelitian ini, melakukan tinjauan literatur untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang karakter bangsa dan bela negara. Menganalisis berbagai teori dan konsep yang berkaitan dengan pembentukan karakter bangsa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti pendidikan, budaya, dan pengalaman sejarah. Selain itu, kami mengkaji pentingnya bela negara dalam konteks modern dan bagaimana hal itu dapat memperkuat identitas kebangsaan. Hasil tinjauan literatur kami menunjukkan bahwa karakter bangsa yang kuat dapat membantu membangun identitas kebangsaan yang kokoh. Nilai-nilai seperti persatuan, solidaritas, toleransi, dan keadilan menjadi inti dari karakter bangsa yang berkembang. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa melalui pengenalan sejarah nasional, nilai-nilai budaya, dan pengembangan sikap kepedulian terhadap negara dan sesama warga negara. Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang signifikan dalam upaya membangun karakter bangsa yang kuat dan komitmen kesadaran bela negara yang tinggi. Pendidikan nasional harus didesain untuk memasukkan nilai-nilai kebangsaan dan nilai nilai dasar kesadaran bela negara sebagai bagian integral dari kurikulum. Selain itu, pemerintah dan lembaga-lembaga terkait perlu mendorong partisipasi aktif warga negara dalam kegiatan bela negara dan menciptakan kesempatan yang memungkinkan mereka untuk berkontribusi aktif dan secara positif terhadap negara. Kata Kunci: Karakter bangsa , bela negara , Identitas Kebangsaan dan Nasionalisme
Pengaruh Kompetensi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit Melati Kota Tangerang Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Mediasi Elly Herawati Panggabean; Cicilia Windiyaningsih; Ahdun Trigono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5869

Abstract

Abstrak Tuntutan dan harapan masyarakat sekitarnya yang mengharapkan perawatan yang lengkap baik secara holistik, responsif, dan berfokus pada pemulihan pasien di RSU Melati, penting dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh kompetensi dan budaya organisasi terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Melati, Kota Tangerang, dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi. Metode analisis jalur digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari 69 responden perawat di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh langsung yang signifikan antara budaya organisasi dan disiplin perawat di Rumah Sakit Melati. Faktor lain seperti lingkungan rumah sakit dan jam layanan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap disiplin kerja perawat. Terbukti bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja perawat di rumah sakit tersebut. Faktor-faktor seperti etika kerja dan job description memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Disiplin kerja juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja perawat. Penerapan SOP yang ketat dan pengembangan pola pelayanan yang efektif dapat membantu meningkatkan kinerja perawat secara keseluruhan. Kompetensi terbukti bahwa kompetensi memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap disiplin kerja perawat di Rumah Sakit Melati. Faktor-faktor seperti pengalaman dan tingkat pendidikan memainkan peran penting dalam meningkatkan tingkat disiplin perawat. tetapi, tidak ada pengaruh langsung yang signifikan antara kompetensi dan kinerja perawat. Faktor lain seperti sertifikasi dan pelatihan tambahan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja perawat. Tidak ada pengaruh tidak langsung yang signifikan antara budaya organisasi yang dimediasi oleh disiplin kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit Melati. Faktor-faktor seperti fasilitas dan pelayanan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja perawat, dan terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara kompetensi yang dimediasi oleh disiplin kerja dan kinerja perawat. Kata Kunci: Kompetensi, Budaya organisasi, disiplin kerja dan kinerja. Abstract The demands and expectations of the surrounding community for comprehensive, holistic, responsive, and patient-centered care at RSU Melati make it important to conduct research aimed at investigating the influence of competence and organizational culture on the performance of nurses at Rumah Sakit Melati, Tangerang City, with work discipline as a mediating variable. Path analysis method was used to analyze data obtained from 69 nurse respondents at the hospital. The research findings indicate that there is no significant direct influence between organizational culture and nurse discipline at Rumah Sakit Melati. Other factors such as hospital environment and service hours have a greater influence on nurse work discipline. It is evident that organizational culture has a significant direct influence on the performance of nurses at the hospital. Factors such as work ethics and job description play an important role in improving nurse performance. Work discipline also has a significant direct influence on nurse performance. Strict implementation of standard operating procedures (SOPs) and the development of effective service patterns can help improve overall nurse performance. Competence has been proven to have a significant direct influence on nurse work discipline at Rumah Sakit Melati. Factors such as experience and educational level play an important role in increasing the level of nurse discipline. However, there is no significant direct influence between competence and nurse performance. Other factors such as certification and additional training have a greater influence on nurse performance. There is no significant indirect influence between organizational culture mediated by work discipline and nurse performance at Rumah Sakit Melati. Factors such as facilities and services have a greater influence on nurse performance. Additionally, there is a significant indirect influence between competence mediated by work discipline and nurse performance. Keywords: Competence, Organizational culture, work discipline, nurse performance.
Penerapan Good Mining Practice (Gmp) Guna Mendukung Net Zero Emission 2060 (Studi Kasus: PT Vale Indonesia) Muhammad Agung Hardiyanto; Kartika Wijaya Setiawan; Nugroho Adi Sasongko; Hikmat Zakky Almubaroq
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5870

Abstract

Abstrak Pemanasan global saat ini sedang menjadi perhatian bagi seluruh dunia, melalui Perjanjian Paris pada tahun 2015 negara-negara di dunia berkomitmen dalam menjaga suhu rata-rata bumi di bawah 2°C yang kemudian melahirkan program Net Zero Emission atau emisi nol bersih pada tahun 2060. Untuk mendukung program NZE tersebut, Indonesia berkomitmen melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC). Dalam NDC Indonesia menyatakan berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK pada tahun 2030 sebesar 29% dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan dukungan internasional. Beralih ke pemanfaatan energi bersih tidak dapat ditunda dalam merealisasikan program NZE. Penerapan kaidah pertambangan yang baik (good mining practice) diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2028 dan Kepmen ESDM No. 1827 k/MEM/2018. Nikel seolah menjadi pusat perhatian karena pemanfaatannya sebagai bahan baku utama dalam pembuatan baterai. Baterai banyak digunakan sebagai sumber energi pengganti dari bahan bakar fosil. Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai cadangan nikel terbesar di dunia yaitu 21 juta ton, memiliki antangan besar dalam hal pengolahan nikel, karena jangan sampai keberadaannya yang memiliki sumbangsih dalam mendukung energi bersih namun dihasilkan dari pengolahan yang tidak berkelanjutan dan menimbulkan emisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penurunan emisi dari industri nikel di PT Vale Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari hasil studi literatur dan berdasarkan informasi yang didapat dari Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa PT. Vale Indonesia berkomitmen untuk memitigasi pemanasan global dengan dua pendekatan yaitu pendekatan teknologi dan pendekatan tambang dan reklamasi. Pendekatan teknologi dilakukan dengan fuel shifting, green power up, equipment electrification dan efficiency improvement. Pendekatan tambang dan reklamasi dilakukan dengan sustainable mining practice, reforestation outside concession area, progressive reclamation of post mined area dan biodiversity program. Kata Kunci: Energi, Nikel, NZE, PT. Vale Indonesia Abstract Global warming is currently a concern for the whole world, through the Paris Agreement in 2015, countries in the world are committed to keeping the earth's average temperature below 2°C which then gave birth to the Net Zero Emissions program or net zero emissions in 2015. 2060. To support the NZE program, Indonesia is committed through a Nationally Determined Contribution (NDC) document. In the NDC, Indonesia states that it is committed to reducing GHG emissions by 29% by 2030 with its own capabilities and 41% with international support. Switching to the use of clean energy cannot be delayed in realizing the NZE program. Nickel seems to be the center of attention because of its use as the main raw material in making batteries. Batteries are widely used as a substitute for fossil fuels. Indonesia as one of the largest nickel producing countries in the world has a big challenge in terms of processing nickel, because it should not be its presence that has a contribution in supporting clean energy but is produced from processing that is not sustainable and creates emissions. This study aims to examine the strategy for reducing emissions from the nickel industry at PT Vale Indonesia. The method used in this study is the Systematic Literature Review method. The data used in this study were obtained from the results of a literature study and based on information obtained from Focus Group Discussions (FGD). The results of this study note that PT. Vale Indonesia is committed to mitigating global warming with two approaches, namely the technological approach and the mining and reclamation approach. The technological approach is carried out by fuel shifting, green power up, equipment electrification and efficiency improvements. Mining and reclamation approaches are carried out using sustainable mining practices, reforestation outside concession areas, progressive reclamation of post mined areas and biodiversity programs. Keywords: Energy, Nickel, NZE, PT. Vale Indonesia
Peranan Teori Hukum pada Peradapan Digital Revolusi Industri 4.0 N. Budi Arianto Wijaya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5882

Abstract

Abstrak Revolusi Industri 4.0 melahirkan perubahan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam segala aspek kehidupan masyarakat.Masyarakat.Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan meluasnya penggunaan internet dan kecerdasan buatan dalam aktivitas hidup manusia yang menjadi hiperconnecty society sebagai masyarakat digital. Menghadapi disruption pada era revolusi industry 4,0 ini maka hukum harus cepat beradaptasi agar dapat menyelesaikan berbagai problematik hukum yang berkembang di masyarakat.Hukum harus tetap dapat memfasilitasti agar tujuan hukum yaitu keadilan,kemanfaatan dan kepastian tetap dapat terwujud. Agar tujuan hukum dapat terwujud maka hukum harus tetap dapat berfungsi, baik fungsi untuk menciptakan ketertiban, untuk menyelesaikan perselisihan dan sebagai sarana perubahan masyarakat.Permasalahan pada penulisan ini adalah bagaimana hukum dapat beradaptasi dengan perubahan yang cepat agar hukum tetap dapat berfungsi menyelesaikan berbagai problematik hukum pada masyarakat . Penulisan ini merupakan kajian hukum normative dengan melakukan studi pustaka untuk memperoleh bahan hukum sekunder berupa pendapat para ahli hukum dari berbagai literatur dan mendiskripsikannya.Kesimpulan dalam penulisan ini adalah bahwa berbagai persoalan hukum yang belum diatur pada hukum positif memerlukan kehadiran teori hukum dan filsafat hukum dalam mendampingi hukum positif untuk memberikan solusi berbagai permasalahan hukum pada era digital ini.Kehadiran teori hukum terutama diwujudkan melalui penemuan hukum baik berupa legal opinion oleh akademisi atau praktisi hukum dan pada peran hakim dalam memberikan putusan terhadap persoalan hukum yang belum ada pengaturannya. Pada kontek Indonesia perlu dikedepankan kehadiran teori-teori hukum dari pemikiran tokoh-tokoh hukum Indonesia yang berlatarbelakang masyarakat Indonesia dalam mewujudkan cita hukum Pancasila. Kata Kunci: Ilmu Hukum, Dogmatif Hukum,Teori Hukum dan Filsafat Hukum