cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
KEWAJIBAN SURAT IZIN PRAKTIK BAGI DOKTER DALAM PELAYANAN KESEHATAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN Belantar, Mega Orceka Depera Senja; Triana, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25365

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang diberikan pemerintah sebagai tanggungjawab negara. Agar pemerintah lebih mudah mengarahkan dan mengawasi pelayanan kesehatan, maka dibentuk undang-undang dan peraturan kesehatan, salah satunya untuk memastikan bahwa setiap orang mengetahui bahwa semua tenaga medis harus memiliki kualifikasi minimum. Di Indonesia, landasan kewenangan seorang dokter dapat melakukan praktik kedokteran, yaitu wajib dahulu memiliki kewenangan mengenai keahliannya, yaitu STR dan memiliki SIP. Namun kasus dokter yang melakukan pelayanan kesehatan tanpa memiliki STR dan SIP masih banyak ditemukan di kota-kota besar di Indonesia. Tujuan penelitian ini menganalisis arti penting kewajiban surat izin praktik bagi dokter dalam pelayanan kesehatan berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan akibat hukum bagi dokter yang melakukan praktik tanpa surat izin praktik dengan metode penelitian yuridis normative dimana sumber data berasal dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik studi dokumenter. Kesimpulan SIP memiliki peran strategis dalam melindungi pasien apabila pelayanan kesehatan menimbulkan kerugian fisik, mental atau nyawa pasien dan praktik kedokteran tanpa izin dapat berakibat hukum berupa pemberian sanksi pidana penjara dan denda sesuai dengan jenis tindak pidana yang dilakukan. Saran diperlukan pembinaan dan peningkatan pengawasan yang efektif oleh Pemerintah Pusat, Konsil Kedokteran Indonesia, Pemerintah Daerah maupun IDI dan Untuk menghindari terjadinya kerugian pada pasien seperti malpraktik dan pelanggaran ketentuan-ketentuan hukum lainnya oleh para dokter, pengaturan izin penyelenggaraan praktik dokter agar lebih diperketat dan hendaknya pemerintah menindak lanjuti para dokter yang membuka praktik yang tidak sesuai dan tidak memiliki perizinan yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 Tentang Kesehatan.
EFEKTIVITAS SOSIALISASI P4GN DI SEKOLAH DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA : TRADITIONAL REVIEW Marhaely, Shofiyyah; Huriah Astuti, Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25366

Abstract

Masa remaja merupakan periode yang paling menentukan dan penting dalam perkembangan manusia. Remaja juga merupakan kelompok yang rentan dalam hal penyalahgunaan narkoba, karena mereka sedang mengalami masa transisi yang penting dalam kehidupan mereka. Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di sekolah merupakan salah satu dari sekian banyak upaya preventif yang dilakukan pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja terhadap bahaya narkoba. Dengan pengetahuan, pemahaman sikap yang memadai, remaja dapat membuat keputusan yang bijak dan menghindari keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas sosialisasi P4GN di sekolah dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja. Metode yang digunakan adalah traditional review. Hasil penelitian dari studi-studi yang diteliti yaitu sosialisasi P4GN dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dan sikap siswa, selain itu juga peningkatan pemahaman dan sikap dapat juga dipengaruhi oleh kredibilitas penyuluh dan penggunaan media video. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa efektivitas sosialisasi program P4GN dapat dicapai dengan menggunakan strategi promosi kesehatan di sekolah yaitu dengan upaya pendekatan advokasi, dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat sekolah.
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS PENYAKIT TUBERKULOSIS DI NEGARA BERKEMBANG : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mukarromah, Nur Makkatul; Sulistyorini, Lilis; Puspikawati, Septa Indra; Sari, Jayanti Dian Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25380

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan Indonesia maupun dunia hingga saat ini, salah satu faktor peningkatan tuberkulosis adalah lingkungan rumah dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mereview faktor lingkungan (kelembapan, suhu ruang, ventilasi dan pencahayaan) dan perilaku masyarakat (perilaku membuka jendela dan perilaku merokok) yang berhubungan dengan kasus penyakit tuberkulosis di negara berkembang. Desain penelitian ini adalah literature review dengan metode PICO. Pencarian data ataupun hasil penelitian berupa artikel dan jurnal dapat menggunakan beberapa database, contoh seperti Pubmed, ScienceDirect, Google Scholar, dll. Hasil pencarian didapatkan 32 artikel yang relevan dan telah memenuhi kriteria inklusi penelitian dari tahun 2018-2023 dengan jumlah populasi sebanyak 4534.6 orang. Kelembapan berhubungan dengan kejadian penyakit tuberculosis, dari 18 artikel yang telah diriview memberikan hasil bahwa 88.9% artikel. Suhu ruang berhubungan dengan kejadian penyakit tuberculosis, dari 10 artikel yang telah diriview memberikan hasil bahwa 60% artikel. Pencahayaan berhubungan dengan kejadian kejadian penyakit tuberculosis 99.8% artikel, dan 100% artikel menunjukkan ada hubungan ventilasi dengan penyakit tuberculosis. Perilaku membuka jendela berhubungan dengan kejadian penyakit tuberculosis 60% artikel. Perilaku merokok berhubungan dengan kejadian penyakit tuberculosis 90%. Dari 32 artikel yang direview terbukti pencahayaan, kelembapan, ventilasi dan perilaku merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kasus penyakit tuberkulosis.
LITERATURE REVIEW: MODEL EDUKASI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING UNTUK SEKOLAH Marhaely, Shofiyyah; Purwanto, Agung; Aini, Ririn Nur; Asyanti, Shinta Dwi; Sarjan, Wulandari; Paramita, Pradnya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25398

Abstract

Menurut WHO, sekitar 1 dari 3 siswa di seluruh dunia mengalami bentuk tindakan bullying.  Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data yang dihimpun oleh KPAI dan FSGI, kasus bullying mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2022, tercatat sekitar 226 kasus bullying dan pada tahun 2021 sekitar 53 kasus. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tindakan bullying masih menjadi teror bagi anak-anak di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pentingnya edukasi tentang dampak buruk perilaku bullying menjadi salah satu strategi dalam menambah pengetahuan dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai model edukasi yang tepat sebagai upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah guna mengurangi tindakan bullying. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi Literature Review dengan melakukan pencarian melalui database seperti, Google Scholar dan Pubmed dengan membatasi 5 tahun terakhir publikasi yaitu antara 2018 sampai 2023. Dari hasil seleksi yang sesuai kriteria inklusi, didapatkan 10 artikel yang kemudian dilakukan pengkajian. Berdasarkan hasil kajian pada setiap artikel, ditemukan beberapa model edukasi yang dapat diterapkan dalam upaya pencegahan tindakan bullying, seperti teknik Design Thinking, Role Play Management, dan Media Komik dan Video Animasi serta ekstrakulikuler seperti Beladiri. Berdasarkan hasil kajian literatur dapat disimpulkan bahwa pencegahan bullying di lingkungan sekolah dapat dilakukan mulai dari pemetaan dan perencanaan model edukasi yang tepat sebagai upaya preventif. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak negatif dari tindakan bullying dan menurunkan angka kasus tindak kekerasan di sekolah.
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA PADA KURMA AJWA, SUKARI, KHALAS, MEDJOOL, DAN GOLDEN VALLEY Ahyar, Farah Firjatillah; Syamsu, Rachmat Faisal; Safitri, Asrini; N, Hermiaty; Nurmadilla, Nesyana; Arifin, Arina Fathiyyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25447

Abstract

Karbohidrat paling sederhana dikenal sebagai monosakarida atau gula, dan mereka memiliki rumus umum (CnH2nOn). Yang paling umum mengandung enam atom karbon. Monosakarida adalah karbohidrat sederhana yang mengandung antara tiga dan delapan atom karbon, tetapi hanya mereka yang memiliki lima atau enam atom karbon yang umum. Dua dari yang paling penting dalam makanan adalah gula enam karbon glukosa dan fruktosa. Glukosa adalah karbohidrat terpenting pada biokimia mamalia karena hampir semua karbohidrat dalam proses biokimiawi makanan diubah menjadi glukosa untuk metabolisme. Kurma merupakan salah satu buah yang menjadi favorit Nabi Muhammad SAW, dengan kandungan gula sebagian besar gula – gula monosakarida, sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Menggunakan metode penelitian eksperimental jenis komparatif dengan analisa kuantitatif dengan kurma ajwa, sukari, medjool, khalas, dan golden valley sebagai kurma yang digunakan sebagai sampel dengan teknik non probability sampling yaitu teknik purposive dengan masing – masing kurma ditimbang sebanyak 10 gram, lalu dihitung dengan kadar glukosa yang menggunakan reagen anthrone yaitu; (1) persiapan sampel untuk penetapan gula, (2) pembuatan larutan blanko, dan (3) pembuatan kurva standar dan akan dihitung dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil yang didapatkan yaitu dengan pengujian Kruskal Wallis dengan nilai signifikasi untuk kadar glukosa pada setiap kurma adalah sebesar 0.406 > taraf nyata dan mendapatkan nilai glukosa tertinggi pada kurma ajwa sebesar 0.15% lalu diikuti dengan sukkari, khalas, medjool, dan golden valley.
POTENSI TEPUNG TULANG IKAN KURISI (NEMIPTERUS NEMATHOPORUS) SEBAGAI SUMBER KALSIUM PADA SEDIAAN CRACKERS Salsabila Utami, Hanum; Purgiyanti, Purgiyanti; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25462

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan pulau. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan perekonomian Indonesia tercipta dari hasil para nelayan, khususnya di wilayah pesisir. Ikan kurisi merupakan salah satu komoditas nelayan di wilayah Kota Tegal. Ikan ini biasanya dijadikan ikan fillet oleh industri rumahan yang ada di sekitar pelabuhan. Di wilayah pesisir, kita dapat menemukan pelabuhan-pelabuhan yang banyak terkonsentrasi industri fillet ikan. Namun akibat adanya pabrik fillet ikan, banyak ditemukan sisa tulang ikan di TPU sehingga membuat kawasan tersebut terlihat kotor dan berbau tidak sedap. Penanggulangan dampak pencemaran dari limbah tulang ikan dapat dilakukan dengan cara mengolah limbah tulang ikan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian kali ini adalah memanfaatkan limbah tulang ikan kurisi untuk dijadikan tepung yang kaya akan kalsium guna mengurangi penumpukkan limbah tulang ikan didaerah pesisir. Tepung tulang ikan ini akan dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan snack crackers. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode analisis kuantitatif dilakukan secara eksperimental laboratorium Politeknik Harapan Bersama dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dibantu dengan menggunakan Microsoft excel dalam menentukan kurva baku.  Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa uji kalsium pada crackers tulang ikan kurisi sebesar 2,424%. Crackers yang terbuat dari bahan campuran tepung tulang ikan kurisi terbukti mengandung kalsium yang cocok digunakan untuk memenuhi pertumbuhan anak-anak.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH TAHUN 2023 Cahyani, Amelia Regita; Abdullah, Asnawi; Santi, Tahara Dilla
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25464

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain Case Control. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh usia produktif yang menderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh dari bulan Januari-Maret Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Responden didalam penelitian ini sebanyak 72 responden yaitu 36 kasus 36 kontrol. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 23 Mei s/d 6 Juni 2023 menggunakan kuesioner melalui wawancara. Data di analisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik dengan aplikasi STATA 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 47,22% memiliki riwayat keluarga diabetes melitus, 44,44% aktivitas fisik yang rendah, 54,17% pola makan buruk, 18,06% mengalami stres berat, 70,83% memiliki riwayat hipertensi, 15,58% memiliki riwayat obesitas. Hasil penelitian bivariat terdapat 5 variabel berhubungan dengan diabetes melitus yaitu riwayat keluarga (OR= 5,2, 95% CI= 1,90 – 14,22, P-value= 0,001), aktivitas fisik rendah (OR= 5,7, 95% CI= 1,28 – 25,5, P-value= 0,022), pola makan (OR= 2,8, 95% CI= 1,07 – 7,30, P-value= 0,035), stres sedang  (OR= 4,3, 95% CI= 1,43 – 13,22, P-value= 0,009), riwayat hipertensi (OR= 3,5, 95% CI= 1,19 – 10,71, P-value= 0,023). Hasil uji multivariat terdapat pengaruh antara riwayat keluarga (OR= 4,8, 95% CI= 1,47 – 16,2, P-value= 0,009), aktivitas fisik (OR= 2,5, 95% CI= 1,08 – 5,98, P-value= 0,032) dengan kejadian diabetes melitus pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2023.
PENGARUH PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP SIFAT FISIK DAN STABILITAS FORMULA FOOT SANITIZER SPRAY EKSTRAK ETANOL KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA) DAN EKSTRAK ETANOL JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) Kurota, Nadia; Riyanta, Aldi Budi; Amananti, Wilda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25511

Abstract

Bau kaki perlu ditanggulangi segera mengingat bau merupakan indikasi adanya mikroba ataupun parasit lain seperti bakteri dan jamur yang hinggap di kaki seseorang. Kondisi ini memang bisa ditanggulangi dengan mencuci kaki namun cara ini dinilai kurang efektif sehingga diperlukan inovasi penghilang bau kaki dan juga mengurangi kuman yang hinggap. Jahe dan kencur diketahui memiliki khasiat menghilangkan bau kaki yang efektif. Selain itu, jahe dan kencur diketahui memiliki efek antimikroba yang baik. Salah satu inovasi yang dibuat yaitu foot sanitizer spray dari kombinasi jahe dan kencur. Sediaan foot sanitizer spray adalah sediaan dengan konsep sebagai pembunuh bakteri pada permukaan kulit dengan cepat. Foot sanitizer spray cocok sediaan yang akan dibuat karena sasaranya berupa permukaan kulit kaki dengan reaksi yang cepat. Dengan   Sediaan foot sanitizer spray kombinasi jahe dan kencur memiliki potensi untuk menghilangkan bau kaki. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana sifat fisik dan stabilitas formula kombinasi jahe dan kencur sebagai sediaan foot sanitizer ditinjau dari metode ekstraksi yang digunakan. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu membandingkan ekstraksi cara dingin seperti maserasi dan perkolasi menggunakan solvent alkohol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik dan stabilitas dari sediaan foot sanitizer spray. Sehingga pemilihan metode ekstraksi bergantung terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan yang akan dibuat.
HUBUNGAN BENTUK PAPILLA DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSLUSIF PADA BAYI USIA 0 - 6 BULAN Marwasariaty, Marwasariaty; Asmy, Ulul; Hardin, Hardin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25541

Abstract

Memperoleh ASI merupakan salah satu hak asasi bayi yang harus dipenuhi. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam Pasal 1 angka 6 Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012, pemberian ASI Eksklusif ini dapat menjamin terpenuhinya hak anak guna menjamin pemenuhan hak anak untuk mendapatkan sumber makanan terbaik sejak dilahirkan sampai berusia 6 bulan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bentuk papilla dengan pemberian ASI pada bayi usia 0 - 6 bulan di wilayah kerja puskesmas Latimojong. Desain penelitian menggunakan cross sectional study. Jumlah sampel 60 orang. Pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengolahan data menggunakan SPSS versi. 2.0. Hasil penelitian menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value 0,000 lebih kecil dari nilai ? = 0,05 Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara bentuk papilla dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas Latimojong. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih sering mencari informasi tentang pemberian ASI ekslusif agar dapat mengupayakan pemberian ASI ekslusif mengingat ASI merupakan hak setiap anak.
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP HAK PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN Naibaho, Sunanda; Triana, Yeni; Oktapani, Silm
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25587

Abstract

Tantangan kompleks dalam menyeimbangkan hak-hak pasien dengan tanggung jawab rumah sakit dalam konteks hukum telah memunculkan perdebatan mengenai bagaimana sistem hukum mampu mengakomodasi hak pasien sambil mempertimbangkan tanggung jawab rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap hak pasien atas kerugian dalam pelayanan kesehatan dan untuk menganalisis akibat hukum bagi rumah sakit terkait hak pasien atas kerugian dalam pelayanan kesehatan dengan menggunakan meode penelitian hukum normatif. Tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap hak pasien atas kerugian dalam pelayanan kesehatan diatur sesuai dengan Pasal 193 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Rumah sakit wajib bertanggung jawab secara hukum atas kerugian yang diderita oleh pasien atau keluarga pasien sebagai akibat dari tindakan medis atau pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Akibat hukum bagi rumah sakit terkait hak pasien atas kerugian dalam pelayanan kesehatan berdasarkan amar putusan hakim adalah diwajibkan membayar uang ganti rugi kepada pasien atau pihak yang dirugikan dengan mempertimbangkan kerugian fisik, emosional, atau finansial yang diderita oleh pasien akibat pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Rumah sakit sesuai dengan ketentuan Pasal 193 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, harus bertanggungjawab secara hukum atas kerugian yang diderita oleh pasien atau keluarga pasien. Rumah sakit juga harus membayar kerugian yang diderita pasien atau keluarga pasien sesuai dengan amar putusan pengadilan.