cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI PSIKOTROPIKA DI APOTEK X, KOTA MATARAM Ramadhan, Muhammad Rafi Bintang; Hidayati, Agriana Rosmalina; Amira, Amira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33158

Abstract

Penelitian ini berfokus pada evaluasi penyimpanan dan distribusi psikotropika di Apotek X, Kota Mataram. Penyimpanan dan distribusi psikotropika di apotek merupakan aspek krusial dalam memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan obat-obatan tersebut. Psikotropika adalah zat yang mempengaruhi fungsi otak dan dapat menyebabkan perubahan perilaku, suasana hati, atau kesadaran. Oleh karena itu, manajemen yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan dan penggunaan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sistem penyimpanan dan distribusi obat psikotropika di salah satu apotek di kota Mataram sesuai dengan Permenkes Nomor 5 tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional, penelitian dilakukan pada April - Mei 2024 dengan instrumen berupa form checklist evaluasi berdasarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2023. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyimpanan psikotropika di Apotek X masuk kategori baik dengan persentase 96%, demikian pula untuk distribusi psikotropika juga masuk kedalam kategori baik dengan persentase 90,90%. Penyimpanan dan distribusi psikotropika di Apotek X telah sesuai dengan pedoman Permenkes No. 5 Tahun 2023, dengan saran agar pihak Apotek X dapat meningkatkan kualitas pada penyimpanan psikotropika dengan tidak menyimpan obat-obatan selain psikotropika di lemari tempat penyimpanan psikotropika, dan sebaiknya disediakan tempat penyimpanan khusus yang lain untuk obat-obatan tersebut. Pada pendistribusian resep psikotropika diharapkan dalam penyerahannya dapat dilakukan oleh apoteker di apotek, hal ini dapat dilakukan dengan menambah apoteker pendamping selain apoteker penanggungjawab apotek.
LITERATUR REVIEW: AKTIVITAS ANTIINFLAMASI BUMBU DAPUR FAMILI ZINGIBERACEAE SECARA IN VIVO DAN IN VITRO Hidayati, Regina Tria; Hidayati, Agriana Rosmalina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33159

Abstract

Inflamasi merupakan respon biologis normal dari sistem kekebalan tubuh terhadap stimulasi berbahaya. Pada tingkat jaringan, inflamasi ditandai dengan munculnya kemerahan, bengkak, panas, nyeri dan hilangnya fungsi jaring. Terapi inflamasi saat ini terbatas pada agen antiinflamasi steroid dan non steroid. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan efek samping yang serius. Oleh karena itu, pengembangan agen antiinflamasi yang lebih aman menjadi subjek yang menarik. Pengembangan obat antiinflamasi yang berasal dari sumber alam adalah strategis rasional dan produktif untuk pengobatan inflamasi. Bumbu dapur adalah tumbuhan beraroma yang dimasukkan ke dalam masakan untuk bahan penyedap rasa serta penambah nafsu makan. Famili  zingiberaceae merupakan salah satu tanaman bumbu dapur yang dimanfaatkan untuk pengobatan sebagai antiinflamasi. Literatur Review ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme molekuler dan bioaktivitas antiinflamasi dari senyawa aktif yang terdapat dalam bumbu dapur famili dari zingiberaceae. Penulisan artikel ini dilakukan dengan systematic review. Literatur yang digunakan yaitu jurnal nasional dan internasional terbitan 10 tahun terakhir yang diperoleh dari platform ilmiah seperti Google Scholar, Elsevier, dan PubMed. Berbagai penelitian menunjukan bahwa komponen bioaktif bumbu dapur dari famili zingiberaceae, seperti gingerol, asam-6-gingesulfonat, shogaol, DGHD, kurkumin, bisacuron, galangin, ACE, ACA, ECH, EPMC dan  - 3- carene mampu menekan mediator proinflamasi IL-1b, TNF-a, IL-6, IL-13 melalui regulasi jalur sinyal seperti, NF-kB, COX-2 dan iNOS yang berperan penting dalam patogenesis peradangan. Berdasarkan hasil data literatur, dapat disimpulkan bahwa bumbu dapur kunyit (Curcuma longa) dari famili zingiberaceae merupakan sumber yang paling potensial yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif terapi untuk penyakit inflamasi.
LITERATURE REVIEW : AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL DI BERBAGAI TANAMAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Prianggawe, Prianggawe; Hajrin, Wahida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33161

Abstract

Penyebab utama penuaan kulit yaitu ROS (Reactive Oxygen Species) atau radikal bebas yang tidak stabil karena elektron pada orbit terluar tidak berpasangan sehingga menarik elektron dari sekitarnya dan menghasilkan reaksi berantai radikal bebas yang berbahaya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan antioksidan untuk mencegah stress oksidatif pada sel oleh radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan pada kulit. Gel merupakan sistem semipadat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik kecil atau molekul organik besar yang terpenetrasi oleh suatu cairan. Kelebihan gel dibandingkan sediaan lain yaitu lebih mudah menyebar dan penyebarannya luas di permukaan kulit sehingga efek antioksidannya dapat bekerja lebih maksimal. Literature Review ini bertujuan untuk memberikan informasi dan merangkum mengenai aktivitas antioksidan pada sediaan gel dari berbagai tanaman menggunakan metode DPPH. Metode Literature Review Article (LRA) melibatkan proses pencarian data dan sumber melalui Google Scholar dan ProQuest dan didapatkan 15 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi. rentang konsentrasi ekstrak dari 15 jurnal tersebut sangat lebar yaitu dari 0,0052% sampai 30% dan gelling agent yang digunakan berbeda-beda seperti carbopol 940, HPMC, PVA, Na-CMC dan HEC. Kemudian, Nilai IC50 yang didapatkan dalam sediaan gel dari beberapa tanaman tersebut memberikan efek antioksidan dari sedang, kuat, dan sangat kuat. Dari berbagai tanaman yang diformulasikan dalam sediaan gel diperoleh nilai IC50 yang bervariasi, sehingga menunjukkan kemampuan antioksidan dari sedang hingga sangat kuat.
VARIASI STEARIN DALAM PEMANFAATAN MINYAK BEKAS/JELANTAH MENJADI LILIN wahyudi, sigit; Yohanan, Agus; Rupiwardani , Irfany
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33174

Abstract

Minyak bekas/jelantah tidak termasuk jenis limbah bahan berbahaya dan beracun yang harus mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak terjadinya kerusakan lingkungan bila dibuang tanpa pengolahan dalam jumlah sedikit. Saat ini banyak minyak bekas/jelantah yang didaur ulang menjadi minyak goreng curah yang kemudian dijual kepada para pengusaha makanan, dengan harga lebih murah dibanding minyak goreng baru. Penggunaan minyak goreng hasil daur ulang maupun minyak jelantah ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Minyak bekas/jelantah memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikelola dengan benar. Minyak jelantah bisa diproses menjadi lilin yang mempunyai nilai ekonomi Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektif stearin pada pembuatan lilin. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi stearin yang digunakan dalam proses pembuatan lilin mempunyai pengaruh terhadap kecepatan pembekuan, intensitas nyala, warna dan nilai ekonomi.
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN TROMBOSIT MENGGUNAKAN HEMATOLOGY ANALYZER DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Nagari, Dias Padma; Suryanto, Suryanto; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33204

Abstract

Laboratorium klinik adalah bagian dari layanan kesehatan yang melayani pemeriksaan. Pemeriksaan hematologi biasanya dilakukan menggunakan hematology analyzer. Quality control merupakan kegiatan untuk memastikan mutu laboratorium. Metodologi penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif cross-sectional. Studi ini dilakukan di PKU Muhammadiyah Gamping, dari bulan Juli hingga September 2023. Hasil dari pemeriksaan diperoleh dari kontrol kualitas jumlah sel darah merah dan trombosit yang dilakukan dengan Sysmex XN-550 Hematology Analyzer. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai bias pada pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dan trombosit mendapatkan akurasi yang akurat, sedangkan nilai CV% pada pemeriksaan trombosit level low memiliki presisi yang tinggi dengan nilai CV% 10.21% menunjukkan hasil melebihi batas nilai maksimum yaitu ±10%. Menurut hasil aturan pemeriksaan Westgard ini, evaluasi grafik Levey-jennings menunjukkan bahwa data kontrol pada level tertentu terkenaaturan 12s sebagai aturan peringatan serta aturan 22s dan R4s aturan penolakan. Kesimpulan pemeriksaan jumlah eritrosit dan trombosit didapatkan hasil yang akurat dan hasil presisi yang tinggi dibulan Agustus di level low menunjukkan hasil CV% 10.21%, sedangkan Grafik Levey-jennings menunjukkan bahwa menggunakan aturan Westgard untuk mengontrol jumlah eritrosit dan trombosit terdapat kesalahan, dengan aturan 12s sebagai aturan peringatan serta aturan 22s dan R4s aturan penolakan. Namun, QC ulang dan perawatan telah dilakukan pada Analyzer Hematology Sysmex XN-550.
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELITUS SELAMA 1 SAMPAI 3 TAHUN Wahyu Nur Ramadani, Refi; Eka Putri, Novita; Agustin Amalia, Arifiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33211

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit yang bisa menyerang metabolisme tubuh dimana penyebabnya muncul karena kekurangan pada hormon insulin hasil dari pankreas dan tingginya kadar gula darah. Sebagian besar penderita diabetes melitus berujung pada munculnya komplikasi, paling sering muncul komplikasi yaitu 5-10 tahun setelah terkena diabetes. Rentang lama menderita diabetes melitus dapat menimbulkan kejenuhan pada penderita. Hiperglikemia dapat merusak dan melemahkan lapisan pembuluh darah serta gangguan ginjal. Penyakit ginjal dapat menurunkan laju filtrasi glomerulus. Gangguan fungsi ginjal dapat meningkatkan tingkat sirkulasi kreatinin. Kreatinin merupakan produk metabolisme dengan berat molekul lebih besar dari ureum dan tidak menembus membran pembuluh darah. Kreatinin menunjukkan derajat kerusakan ginjal yang terdapat pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah puasa dengan kadar kreatinin pada pasien diabetes melitus selama 1 sampai 3 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder di Laboratorium Klinik Utama Persada Madiun. Data yang digunakan berupa data usia, jenis kelamin, lama menderita, pemeriksaan gula darah puasa dan kreatinin bulan Januari-Mei 2023. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-square hubungan kadar gula darah puasa dengan kadar kreatinin didapatkan nilai p=0,090 yang artinya p=>0,05 dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa dengan kadar kreatinin.
GAMBARAN POLA KEPEKAAN ANTIBIOTIK BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA LAKTAMASE DI ICU RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Cinta Rahma, Putri; Widyantara, Aji Bagus; Nailufar, Yuyun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33216

Abstract

Infeksi Klebsiealla pneumoniae penghasil ESBL bisa menjadi biaya pengobatan bertambah, pasien menjadi lebih lama dirumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi, karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, jenis spesimen dan pola kepekaan terhadap antibiotik Klebsiealla pneumoniae penghasil ESBL di ICU. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pengambilan data sekunder dari hasil data rekam medik pasien terinfeksi bakteri Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL di ruang ICU Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Yogyakarta bulan Januari 2023 – Desember 2023. Sampel pada penelitian yaitu menggunakan sampel urin kateter, darah, sputum, bekas luka yang memenuhi kriteria inklusi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non experiment dengan jenis deskriptif observasional menyajikan hasil apa adanya. Hasil: Prevalensi pasien indetifikasi Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL positif sebesar 80,95%. Berdasarkan usia, Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL paling banyak pada lansia 64,7%. Berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada perempuan 55,88. Jenis spesimen, Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL paling banyak didapatkan pada spuntum 64,705%. Berdasarkan pola kepekaan terhadap antibiotik bakteri Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL didapatkan sensitivitas paling banyak pada amikasin 100%, ertapenem 58,82%, meropenem 82,35%, tigecylin 70,58%. resisten terhadap ampisillin 100, ampisillin/sulbaktam 79,41, amokisillin 100%, aztreonam 82,35 ceftazidime 76,47%, trimethoprim/sulfa 67,65%, cefepime 64,71%, ceftriaxone 100%, cefotaxime 100%, siproflokacin 82,35. Kesimpulan: Antibiotik yang sensitivitas yaitu amikasin, ertapenem, meropenem, tigecylin. Sedangkan antibiotik yang resistensi ampisillin, ampisillin/sulbaktam, amokisillin, aztreonam, ceftazidime, trimethoprim/sulfa cefepime ceftriaxone, cefotaxime, siproflokasin.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KADER JUMANTIK DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN PROGRAM PENGENDALIAN VEKTOR DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABRUK KIDUL KABUPATEN LUMAJANG Verawati, Triana; YUNIASTUTI, TIWI
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33236

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dimana virus ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Pemerintah telah mengupayakan penanggulangan DBD dengan berbagai cara, salah satunya dengan membentuk kader jumantik. Namun, kader jumantik tidak melakukan pemantauan jentik setiap jadwal yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kader jumantik dalam mendukung pelaksanaan program pengendalian vektor DBD di wilayah kerja Puskesmas Labruk Kidul Kabupaten Lumajang. Desain penelitian menggunakan analitik observasional. Dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 170 responden. Teknik sampel menggunakan simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak ada pengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,772), pelatihan tidak ada pengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,861), dan usia tidak ada pengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,660). Tingkat pengetahuan berpengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,042), sikap berpengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,024), motivasi berpengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,047). Saran untuk kader sebaiknya lebih giat melakukan tugas dan kewajibannya sebagai kader juru pemantau jentik (jentik) dan terus mengikuti pelatihan dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue, begitu juga puskesmas rutin mengadakan pelatihan setiap tahunnya tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPEREMISIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL Murniati, Ika Azdah; Saputra, Laode Aidil Bagas; Patandianan, Pinkania Glori
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33247

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah parah selama kehamilan yang dapat menyebabkan dampak signifikan terhadap kesehatan ibu dan janin, serta menimbulkan tantangan dalam pengelolaan medis. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pengidentifikasian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum dan mengevaluasi berbagai metode pengelolaan yang efektif. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi studi-studi terkini mengenai penyebab, dampak, dan terapi yang digunakan untuk mengatasi hiperemesis gravidarum. Metode penelitian yang diterapkan adalah tinjauan literatur sistematis dari artikel-artikel terbaru yang membahas berbagai aspek terkait kondisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG), faktor psikologis seperti stres, serta faktor genetika dan imunologi berkontribusi signifikan terhadap kejadian hiperemesis gravidarum. Selain itu, terapi non-farmakologis seperti perubahan diet, akupresur, dan konsumsi jahe, serta terapi farmakologis termasuk Vitamin B6, antimemetik, dan kortikosteroid, terbukti efektif dalam mengelola kondisi ini. Penelitian juga menemukan bahwa usia ibu, paritas, dan status gizi mempengaruhi kejadian hiperemesis gravidarum secara signifikan. Kesimpulannya, pendekatan komprehensif yang melibatkan strategi terapi non-farmakologis dan farmakologis, serta dukungan sosial, sangat penting dalam mengelola hiperemesis gravidarum. Selain itu, evaluasi dan pengawasan berkala diperlukan untuk menilai efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi jangka panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi ini dan mengembangkan strategi penanganan yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hidup ibu hamil.
FAKTOR –FAKOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL Murniati, Ika Azdah; Birgita, Melani; Warkula, Grisela Betavica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33248

Abstract

Anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang serius, terutama di negara berkembang, karena dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta pengetahuan yang terbatas mengenai nutrisi dan perawatan selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil, seperti status sosial ekonomi, pola makan, akses terhadap pelayanan kesehatan, serta konsumsi suplemen zat besi. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada ibu hamil di beberapa fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti rendahnya pendapatan keluarga, kurangnya pengetahuan tentang gizi, serta rendahnya konsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, berkontribusi secara signifikan terhadap kejadian anemia. Selain itu, ketidakpatuhan dalam mengonsumsi suplemen zat besi juga ditemukan sebagai faktor yang memperparah kondisi tersebut. Temuan ini menyoroti pentingnya program intervensi gizi yang lebih efektif serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia defisiensi zat besi dan meningkatkan kesejahteraan ibu serta bayi yang dikandung. Temuan ini menyoroti pentingnya program intervensi gizi yang lebih efektif serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia defisiensi zat besi dan meningkatkan kesejahteraan ibu serta bayi yang dikandung.