cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS PENGULANGAN (REPEAT) RADIOGRAF COMPUTED RADIOGRAPHY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG fitri, amanda widia; Mahanani, Ayu; Fakhrurreza, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45089

Abstract

Repeat analisis adalah proses yang sistematis untuk mengkategorisasikan citra yang diulang dan mencari tahu penyebabnya sehingga repeat dapat dikurangi atau dihindari. Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang belum pernah dilakukan penelitian repeat analisis dimana hal tersebut dapat menurunkan mutu dan kualitas pelayanan di Instalasi Radiologi. Tujuan analisis repeat radiograf untuk mengetahui persentase dan  indikator penyebab repeat  radiograf. Metode penelitian ini observasi langsung melalui pengumpulan data dari database sistem computed radiography (CR) yang dianalisis bersama dua radiografer, dilaksanakan selama September–November 2024. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh data pemeriksaan radiografi yang dilakukan menggunakan sistem CR selama periode penelitian. Sampel yang digunakan adalah seluruh citra radiograf yang mengalami pengulangan (repeat) selama waktu pengamatan. Alat pengumpulan data menggunakan alat tulis Metode pengumpulan data yaitu observasi secara langsung. Analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan pengulangan radiograf pada bulan September sebesar 1,87%, bulan Oktober sebesar 1,82%, dan bulan November sebesar 1,75%. Hasil tersebut tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008 yang menyatakan tingkat penolakan pada repeat sebesar ≤ 2%. Faktor penyebab pengulangan radiograf  terdiri dari pergerakan pasien 31,82%, posisi pasien 6,82%, peralatan 56,82%, officer/ human error 4,54%, dan artefak 0%. Dapat disimpulkan bahwa Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang tidak melebihi kententuan yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, tindak lanjut tetap perlu dilakukan, seperti mempertahankan prosedur operasional standar (SOP) yang telah berjalan efektif, melakukan monitoring secara berskala, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan.
PERBEDAAN TERAPI AKUPRESURE TITIK SANYINJIAO (SP6) DAN TERAPI GENGGAM JARI TERHADAP TINGKAT NYERI DISMENORE PRIMER DI SMP N 1 LENDAH kurniasih, vanes oktadela; Sarwinanti, Sarwinanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45090

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan kram atau nyeri perut bagian bawah akibat peningkatan produksi prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebih yang terjadi selama menstruasi. Masalah dismenore pada apabila tidak segera diatangani dapat berdampak buruk pada kualitas hidup perempuan hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan konsentrasi belajar. Tujuan: Diketahuinya perbedaan terapi akupresur titik sanyinjio dan terapi genggam jari terhadap tingkat nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMP Negeri 1 Lendah. Metode: Metode penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan desain two group pre-posttest. Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah sebesar 216 siswi kelas VIII dan IX. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelompok akupresure titik sanyinjiao kelas IX yaitu sebanyak 16 siswa dan kelompok relaksasi genggam jari kelas VIII sebanyak 16 siswa. Jumlah seluruh responden penelitian sebanyak 32 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan statified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Numerik Ranting Scale (NRS). Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan uji independen t test. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara terapi acupressure titik sanyinjiao dengan terapi genggam jari. Hal ini dibuktikan dengan hasil p-value (Sig.) 0,000. Nilai tersebut menujukkan bahwa hasil lebih kecil dari 0,05 (Sig. < 0,05). Rata rata kelompok terapi acupressure titik sanyinjiao sebesar 3,19 dan terapi genggam jari sebesar 1,87 jadi dapat disimpulkan bahwa terapi akupressure titik sanyinjiao lebih efektif diterapkan untuk mengurangi nyeri menstruasi. Simpulan: Pemberian terapi akupresur titik sanyinjio dan terapi genggam jari efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 1 Lendah Kabupaten kulon Progo. Sebaiknya remaja putri dapat mempelajari teknik akupresur titik sanyinjio dan terapi genggam jari untuk dapat diterapkan pada saat mengalami dismenore karena penerapannya yang lebih mudah, efisien, dan dapat dilakukan secara mandiri.
BERPIKIR KRITIS DALAM ASUHAN KEPERAWATAN STRATEGI DAN TANTANGAN : A LITERATURE REVIEW revalina, Regita ayu; Arundina, Desyana Rahmah; Lestari, Ratika Jawi; Sitohang, Ventia Natakris; Ridwan, Heri; Haryeti, Popon
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45091

Abstract

Berpikir kritis merupakan keterampilan esensial dalam praktik keperawatan yang memengaruhi kualitas asuhan, pengambilan keputusan klinis, dan perilaku caring perawat. Namun, pengembangan kemampuan ini sering menghadapi tantangan seperti tekanan kerja, kurangnya kolaborasi tim, dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berpikir kritis dengan kualitas asuhan keperawatan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi dan strategi untuk mengembangkannya. Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan pendekatan kualitatif. Pencarian literatur dilakukan melalui 3 database Google Scholar, PubMed, dan Semantic Scholar, dengan kriteria inklusi artikel terbitan tahun 2019–2025. Sebanyak 7 artikel dipilih berdasarkan relevansi topik. Variabel penelitian meliputi kemampuan berpikir kritis, perilaku caring, dan faktor pendukung seperti pengalaman kerja, motivasi, dan pendidikan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kritis berhubungan signifikan dengan perilaku caring dan kualitas asuhan keperawatan. Perawat dengan kemampuan berpikir kritis yang baik cenderung lebih efektif dalam pengambilan keputusan klinis dan memberikan asuhan yang holistik. Faktor seperti lama kerja, tingkat pendidikan, dan motivasi juga berpengaruh positif terhadap kemampuan ini. Namun, tantangan seperti beban kerja tinggi dan kurangnya dukungan manajemen menghambat penerapannya. Berpikir kritis merupakan komponen kunci dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Pengembangan keterampilan ini memerlukan pendekatan holistik, termasuk pelatihan berkelanjutan, kolaborasi interdisipliner, dan dukungan institusi. Dengan mengatasi tantangan yang ada, perawat dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berpusat pada pasien.
CLINICAL RECOMMENDATIONS BY PHARMACY STUDENTS USING THE CLINICAL VIGNETTE METHOD: A STUDY ON PEDIATRIC ACUTE DIARRHEA CASES Astuti, Briandini Dwi; Brata, Cecilia; Wibowo, Yosi Irawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45095

Abstract

Hingga saat ini, informasi mengenai kemampuan mahasiswa farmasi di Indonesia terkait permintaan obat swamedikasi untuk kasus diare akut anak masih jarang ditemukan dalam literatur yang dipublikasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tipe dan ketepatan rekomendasi mahasiswa farmasi saat menangani kasus diare akut pada anak. Pengambilan data pada penelitian potong lintang ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari karakteristik partisipan dan dua kasus diare akut anak. Dua kasus diare akut anak yang digunakan adalah diare akut anak tanpa alarm symptoms dan diare akut anak dengan dehidrasi. Tipe rekomendasi yang diberikan dianalisis dengan content analysis. Ketepatan rekomendasi ditetapkan berdasarkan pedoman dari literatur dan melalui diskusi pakar. Total 136 partisipan terlibat dalam penelitian ini (response rate 100%). Tipe rekomendasi yang diberikan sebagian besar partisipan 70,59% pada kasus diare akut anak tanpa alarm symptoms dan 75,74% kasus diare akut anak dengan dehidrasi adalah memberikan produk. Dari 136 partisipan, ketepatan rekomendasi pada kasus diare akut anak tanpa alarm symptoms diberikan oleh 16,92% partisipan dan pada kasus diare akut anak dengan dehidrasi diberikan oleh 6,61% partisipan. Penelitian ini menunjukkan ketepatan rekomendasi yang sub optimal pada partisipan mahasiswa farmasi dalam menanggapi kasus diare akut anak. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi penyebab ketidaktepatan rekomendasi pada mahasiswa sebagai upaya perbaikan capaian  pembelajaran.
REVIEW ARTIKEL : PRODUKSI VAKSIN COVID-19 DENGAN METODE REKAYASA GENETIK aurelia, laili; Nabila, Baiq Aisya Adinda; Prianggawe, Prianggawe; Ain, Nisrina Hurul; Nulandari, Hilma Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45103

Abstract

Review artikel ini meninjau perkembangan teknologi bioteknologi dalam produksi vaksin COVID-19 menggunakan metode rekayasa genetik. Tujuan review artikel ini yaitu untuk mengidentifikasi inovasi baru seperti vaksin berbasis DNA dan mRNA, serta sistem diagnostik CRISPR-Cas, yang menunjukkan potensi signifikan dalam menangani pandemic COVID-19. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan pemilihan artikel dari database seperti Google Scholar dan PubMed. Hasil ulasan menunjukkan bahwa vaksin RNA dan DNA mampu memicu respons imun spesifik dan kuat, dengan keunggulan dalam menghadapi varian baru SARS-CoV-2. Di sisi lain, teknologi CRISPR-Cas berperan ganda sebagai alat diagnostik cepat dan strategi antivirus yang efektif. Diharapkan bioteknologi dapat mengembangankan vaksin dan sistem diagnostik, memberikan dampak penting bagi upaya global dalam mengatasi pandemi COVID-19.  
AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL NEPHTHEA SP. TERHADAP MALASSEZIA FURFUR DAN TRICHOPHYTON RUBRUM Hamida, Fathin; Amalina, Risma Kamila; Hanifah, Nur; Djuhariah, Yayah Siti; Fahrudin, Fahri; Alma'arik, Difa; Pangestu, Danang Aji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45105

Abstract

Infeksi mikosis termasuk salah satu infeksi yang sering terjadi di Indonesia. Infeksi mikosis menjadi sulit diobati akibat terjadinya resistensi fungi terhadap antifungi sintetik. Untuk itu, diperlukan pencarian obat berasal dari alam sebagai alternatif dalam pengobatan infeksi mikosis. Nephthea sp. merupakan jenis karang lunak yang berasal dari famili Nephtheidae yang tersebar luas di perairan laut Indo-Pasifik. Nephthea sp. mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antifungi dari ekstrak etanol 96% Nephthea sp. terhadap Malassezia furfur dan Trichophyton rubrum. Ekstrak etanol Nephthea sp. diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol Nephthea sp. di uji secara kualitatif kandungan senyawa metabolit sekundernya, meliputi alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Ekstrak Nephthea sp. juga diuji kemampuannya menghambat pertumbuhan fungi Malassezia furfur dan Trichophyton rubrum menggunakan metode difusi cakram. Aktivitas antifungi ditunjukkan dengan zona bening (zona inhibisi) yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Ketokonazol (15 µg) digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Data skrining senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antifungi ekstrak etanol Nephthea sp. dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan uji skrining senyawa metabolit sekunder menunjukkan bahwa ekstrak etanol Nephthea sp. positif mengandung alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Ekstrak etanol Nephthea sp. memiliki aktivitas antifungi terhadap Trichophyton rubrum pada konsentrasi 1000 mg/mL, 750 mg/mL, dan 500 mg/mL. Sedangkan aktivitas antifungi terhadap Malassezia furfur tidak terdeteksi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Nephthea sp. mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antifungi terhadap Trichophyton rubrum dengan daya hambat bersifat moderat.   
GAMBARAN KUALITAS HIDUP LANSIA PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN : LITERATURE REVIEW Suprapti, Suryani Catur; Budiarti, Indah; helmira, Rani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45110

Abstract

Kualitas hidup lansia merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesejahteraan individu di usia lanjut. Penggunaan gigi tiruan pada lansia sering kali menjadi solusi untuk mengatasi masalah kehilangan gigi yang umum terjadi akibat penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kualitas hidup lansia yang menggunakan gigi tiruan, dengan fokus pada aspek fisik, psikologis, dan sosial. Penggunaan gigi tiruan dapat meningkatkan fungsi pengunyahan, kejelasan bicara, serta penampilan estetika yang berpengaruh pada kepercayaan diri lansia. Namun, beberapa lansia mengalami kesulitan adaptasi, seperti rasa tidak nyaman, iritasi, atau perawatan yang rumit, yang dapat menurunkan kualitas hidup. Faktor-faktor seperti durasi penggunaan gigi tiruan, dukungan keluarga, serta pengetahuan tentang perawatan gigi tiruan turut mempengaruhi pengalaman lansia dalam penggunaan gigi tiruan. Metode: Jenis penelitian ini adalah narrative review, menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh melalui pencarian database PubMed, Science Direct dan Google Scholar. Hasil: hasil literatur menunjukkan bahwa gigi tiruan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, namun hasil tersebut sangat tergantung pada tingkat kenyamanan gigi tiruan, pengetahuan pengguna, dukungan sosial, dan pendekatan layanan kesehatan. Untuk mencapai hasil yang optimal, intervensi kesehatan mulut pada lansia perlu mencakup aspek edukasi, psikologis, dan kebijakan publik yang berkelanjutan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKURATAN KODE PENYAKIT KANKER PAYUDARA BERDASARKAN ICD 10 DI RSU HAJI MEDAAN TAHUN 2023 Hutasoit, Theresia; Simanjuntak, Marta; Sihite , Geovani Arta; Sarlina , Eti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45112

Abstract

Salah satu penyebab ketidakakuratan koding kanker payudara yaitu faktor man (manusia) dimana tidak lengkapnya resume medis, pemeriksaan penunjang dan dokter kurang spesifik dalam menentukan diagnosa pada letak kanker payudara, sehingga mempengaruhi keakuratan koding. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 125 dokumen rekam medis kanker payudara pasien rawat inap dan jumlah informan sebanyak 3 orang petugas koding. Hasil yang diperoleh saat penelitian ini dengan karakteristik informan petugas koding dengan latar belakang pendidikan 1 orang D-III Perekam dan Informasi Kesehatan dan 2 orang memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Kedokteran. Data distribusi keakuratan penulisan kode diagnose dari 125 rekam medis ada sebanyak 106 rekam medis (84,5%) penulisan diagnosa tidak akurat dan 19 rekam medis (15,5%) penulisan diagnosa sudah akurat. Faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan kode seperti Man (manusia) yaitu tulisan dokter tidak terbaca dan pemeriksaan penunjang seperti hasil PA lama keluar, material (bahan) ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis dan hasil pemeriksaan penunjang lama keluar, method (metode) masih ditemukan petugas yang kurang memahami SPO serta perlu dilakukan monitoring dan evaluasi agar tidak terjadi kesalahan dalam proses klasifikasi dan kodefikasi diagnosa pasien, dan mechine (mesin) gangguan jaringan komputer dan permasalahan eror tidak mempengaruhi keakuratan kode namun perlu dilakukan upgrade processor dan perbaikan jaringan secara berkala. Perlunya diberikan pelatihan kepada petugas koding terkait menentukan kode khususnya kanker payudara sesuai dengan panduan agar dapat melengkapi pemeriksaan penunjang sehingga menghasilkan kode yang akurat dan tepat.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN LIFE SKILL TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANG REHABILITASI MENTAL SOSIAL RUMAH SAKIT JIWA dr. SAMSI JACOBALIS PROVINSI BANGKA BELITUNG TAHUN 2024 Tasya, Tasya; Mardiana, Nova; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45118

Abstract

Skizorfrernia adalah suratur psikorsis furngsiornal derngan gangguran urtama pada prorsers pikir serrta di harmorni antara prorsers pikir, aferk ataur ermorsi, kermauran dan psikormortorr diserrtai distorrsi kernyataan, terrurtama karerna waham dan halursinasi, assorsiasi terrbagi-bagi serhingga murncurl inkorherrernsi, aferk dan ermorsi inaderkurat, serrta psikormortorr yang mernurnjurkan pernarikan diri, ambivalernsi dan perrilakur bizar. Tujuan penelitian ini adalah urnturk merngertahuri hurburngan durkurngan sorsial dan lifer skill terrhadap kuralitas hidurp pada pasiern skizorfrernia dirurang rerhabilitasi merntal sorsial rurmah sakit jiwa dr.samsi jacorbalis Prorvinsi Bangka Berliturng Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk melihat hubungan signifikasi antara variabel. Porpurlasi pada pernerlitian ini adalah pasiern skizorfrernia yang merlakurkan rerhabilitasi merntal sorsial di Rurmah Sakit Jiwa Daerrah dr.Samsi Jacorbalis Prorvinsi Bangka Berliturng pada perriorder burlan Jurli 2024 serbanyak 33 pasiern. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 33 pasien yang ditentukan dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2024 di dirurang rerhabilitasi merntal sorsial rurmah sakit jiwa dr.samsi jacorbalis Prorvinsi Bangka Berliturng. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value dukungan sosial (0,000) <  (0,05) dan life skill (0,001) <  (0,05). Sehingga dapat disimpulkan jika ada hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup pada pasien skizofrenia di ruang rehabilitasi mental sosial Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2024. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan institusi pelayanan kesehatan untuk dapat melakkan pendekatan holistik kepada pasien skizofrenia yang tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup melalui pengembangan keterampilan hidup dan dukungan sosial yang memadai. Skizorfrernia adalah suratur psikorsis furngsiornal derngan gangguran urtama pada prorsers pikir serrta di harmorni antara prorsers pikir, aferk ataur ermorsi, kermauran dan psikormortorr diserrtai distorrsi kernyataan, terrurtama karerna waham dan halursinasi, assorsiasi terrbagi-bagi serhingga murncurl inkorherrernsi, aferk dan ermorsi inaderkurat, serrta psikormortorr yang mernurnjurkan pernarikan diri, ambivalernsi dan perrilakur bizar. Tujuan penelitian ini adalah urnturk merngertahuri hurburngan durkurngan sorsial dan lifer skill terrhadap kuralitas hidurp pada pasiern skizorfrernia dirurang rerhabilitasi merntal sorsial rurmah sakit jiwa dr.samsi jacorbalis Prorvinsi Bangka Berliturng Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk melihat hubungan signifikasi antara variabel. Porpurlasi pada pernerlitian ini adalah pasiern skizorfrernia yang merlakurkan rerhabilitasi merntal sorsial di Rurmah Sakit Jiwa Daerrah dr.Samsi Jacorbalis Prorvinsi Bangka Berliturng pada perriorder burlan Jurli 2024 serbanyak 33 pasiern. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 33 pasien yang ditentukan dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2024 di dirurang rerhabilitasi merntal sorsial rurmah sakit jiwa dr.samsi jacorbalis Prorvinsi Bangka Berliturng. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value dukungan sosial (0,000) <  (0,05) dan life skill (0,001) <  (0,05). Sehingga dapat disimpulkan jika ada hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup pada pasien skizofrenia di ruang rehabilitasi mental sosial Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2024. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan institusi pelayanan kesehatan untuk dapat melakkan pendekatan holistik kepada pasien skizofrenia yang tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup melalui pengembangan keterampilan hidup dan dukungan sosial yang memadai.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA ANAK USIA 3 - 14 TAHUN DI RSUD DEPATI BAHRIN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA TAHUN 2023 Esti, Esti; Jaya, Hendra Kusuma; Hermain, Hermain
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45119

Abstract

Demam Tifoid adalah penyakit infeksi akut bersifat sistemik yang disebabkan oleh mikroorganisme salmonella enterica serotipe typhi yang dikenal dengan salmonella typhi (S. typhi). Berdasarkan hasil data prevelansi demam tifoid pada anak yang berkunjung dalam 3 tahun terkhir di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka pada tahun 2021 berjumlah 15 kasus (11,9%), lalu pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 43 kasus (34%), sdangkan pada tahun 2023 terdapat 50 kasus (39,6%) dan pada tahun 2024 berjumlah 18 kasus (14%) di bulan januari – juli yang terjakit penyakit demam tifoid. Upaya pencegahan demam tifoid pada anak terdapat beberapa faktor yang behubungan yaitu kebiasaan jajan, kebiasaan mencuci tangan sbelum makan dan pengetahuan Ibu. Penelitian ini menggunakan desain case control. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis Univariate dan Bivariat dengan Uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil dari penelitian ini diketahui faktor – faktor yang berhubungan dngan kejadian demam tifoid pada ana usia 3 – 14 tahun Di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka tahun 2023 yaitu kebiasaan jajan (ρ = 0,000, OR = 5,688), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (ρ = 0,001, OR = 4,148), dan pengetahuan Ibu (ρ = 0,000, OR = 5,091). Saran penelitian ini adalah petugas dinas Kesehatan dan petugas sanitasi dapat memlakukan pembinaan terhadap tempat jajanan pembinaan terkhususnya sekolah, pendidikan, serta penyuluhan pentingnya kebiasaan mencuci tangan dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan penyakit demam tifoid.