cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN KONSUMSI FASTFOOD DENGAN KEJADIAN DIARE PADA SISWA SEKOLAH DASAR: LITERATUR REVIEW Nadah, Khusna Khoirun; Susilowati , Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45178

Abstract

Makanan cepat saji merupakan fenomena global yang mempengaruhi kesehatan anak. Angka prevelensi kasus diare di Indonesia mencapai 1.017.290 kasus. Insiden diare tertinggi berdasarkan kelompok umur adalah anak usia sekolah dasar yakni 182.338 atau 6,2% dari seluruh kejadian. Banyaknya kasus diare pada anak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan konsumsi makanan cepat saji dan jajanan yang tidak sehat. Sebanyak 58.7% siswa diketahui mengalami diare, tidak hanya itu 57.3% siswa yang mengalami diare memiliki tingkat konsumsi makanan cepat saji tinggi. Anak-anak yang memiliki kebiasaan konsumsi jajan buruk memiliki risiko 4,141 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang memiliki konsumsi jajan baik. Tujuan penelitian untuk menguji korelasi antara makanan cepat saji dan frekuensi kemunculan diare. Metodologi penelitian mencakup pencarian sistematis artikel penelitian berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris yang telah diterbitkan dibulan januari 2020-2025 mengenai artikel penelitian kuantitatif dibidang kejadian diare dengan menggunakan kriteria inklusi tertentu. Strategi preventif yang lengkap dibutuhkan untuk mengurangi efek pada kesehatan pencernaan pada anak-anak melalui penelitian artikel yang sudah dilakukan sebanyak 10 artikel yang menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji faktor signifikan dari morbiditas diare anak sekolah. Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa faktor nutrisi lain, mikrobiota usus, dan kebiasaan sanitasi membantu mewujudkan hubungan antara makan makanan cepat saji dan diare. Penelitian tersebut menggarisbawahi pentingnya pendekatan komprehensif dalam mempertimbangkan faktor kontribusi gangguan sistem pencernaan anak. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa diare anak adalah kerumitan kontekstual yang memerlukan strategi preventif yang holistik.
IDENTIFIKASI TEKNOLOGI INFORMASI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN BPJS DI RUMAH SAKIT Langingi, Ake Royke Calvin; Pongantung, Henny; Palendeng, Frankly Oktavian; Suparlan, Monica Sri Rejeki; Watak, Chintami Luciana; Komaling, James
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45191

Abstract

Kepuasan pasien BPJS di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon tahun 2023, rata-rata berada pada 88,8%. Pada tahun 2024 kepuasan pasien BPJS meningkat menjadi 90%. Meskipun mengalami peningkatan, tetapi tetap masih kurang dari standar yang ditetapkan pemerintah sesuai dengan Permenkes RI Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan bahwa kepuasan pasien harus diatas 95%. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah teknologi informasi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor teknologi informasi kesehatan yang berkaitan dengan kualitas layanan kesehatan terhadap kepuasan pasien BPJS di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Metode: yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan desain cross sectional study dengan jumlah sampel 216 pasien BPJS (purposive sampling). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Kepuasan pasien mengacu pada SERVQUAL (lima dimensi). Hasil dari penelitian ini adalah teknologi informasi kesehatan mempengaruhi kepuasan pasien BPJS dengan nilai p=0,038, CC=0,153, OR=1,304. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi kesehatan, mempengaruhi kepuasan pasien. Sebagai saran penelitian ini yakni proses pelayanan kesehatan secara komprehensif perlu ditingkatkan lagi, demi terciptanya kepuasan pasien BPJS, terutama peningkatan system teknologi informasi kesehatan.  
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN SIKAP TERHADAP EDUKASI PRANIKAH PADA CALON PENGANTIN Fitriyanti, nisrina; Susilowati, Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45200

Abstract

Angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup, menunjukkan bahwa kesehatan reproduksi belum menjadi perhatian utama, khususnya bagi calon pengantin. Rendahnya kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya edukasi pranikah mengindikasikan perlunya intervensi yang lebih efektif. Edukasi pranikah merupakan salah satu strategi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif dalam menghadapi kehidupan pernikahan serta merencanakan kehamilan secara sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap edukasi pranikah serta mengidentifikasi kendala implementasinya. Kajian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis berdasarkan pedoman PRISMA dengan penelusuran artikel dari lima basis data: PubMed, Scopus, Science Direct, Google Scholar, dan Portal Garuda. Kriteria inklusi meliputi artikel yang diterbitkan tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, merupakan studi primer, serta melibatkan responden calon pengantin dan mengukur variabel pengetahuan serta sikap terhadap edukasi pranikah. Dari sepuluh artikel yang direview, diketahui bahwa edukasi pranikah secara signifikan meningkatkan pengetahuan calon pengantin (p<0,05). Namun, perubahan sikap tidak selalu sejalan dengan peningkatan pengetahuan. Sikap lebih dominan dalam mempengaruhi perilaku preventif seperti skrining pranikah (p=0,001), dibandingkan pengetahuan (p=0,009). Beberapa kendala yang ditemukan mencakup materi yang kurang komprehensif dan durasi edukasi yang belum sesuai standar. Kesimpulannya, edukasi pranikah harus dirancang secara transformatif agar mampu membentuk sikap positif serta mendorong perubahan perilaku yang mendukung kesehatan reproduksi.
IMPLEMENTASI DASAR KEBIJAKAN KESEHATAN DALAM SISTEM JAMINAN KESEHATAN (JKN) Nasution, Irfan Sazali; Handayani, Nur; Dawamah, Nurazizah; Seja T, Novia Syalsa Dila; Ruslan, Shaiecka Radya; Cantika, Shafira Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45208

Abstract

Kesehatan berperan penting dalam pembangunan nasional karena memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. JKN bertujuan menciptakan sistem jaminan kesehatan yang adil, merata, dan inklusif. Penelitian ini menganalisis faktor keberhasilan dan tantangan dalam pelaksanaannya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan dasar JKN. Metode yang digunakan adalah menggunakan Google Scholar untuk melakukan tinjauan pustaka menyeluruh terhadap artikel ilmiah terpilih yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, menggunakan kata kunci relevan dan kriteria ketat untuk inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan JKN oleh BPJS Kesehatan masih menghadapi masalah besar. Beberapa masalah tersebut termasuk kesadaran masyarakat yang rendah, pemahaman yang terbatas tentang kebijakan, dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), terutama dalam hal sistem rujukan berjenjang.  Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan ketersediaan dana.  Pembicaraan mendalam tentang model implementasi kebijakan Hogwood dan Gunn menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan, kejelasan tugas, dan dukungan kelembagaan. Penelitian ini menemukan bahwa peningkatan pemahaman publik, peningkatan efisiensi sosialisasi, peningkatan sistem pengawasan, dan peningkatan kualitas layanan dan sumber daya adalah semua faktor yang menentukan keberhasilan JKN.  Agar JKN benar-benar menjadi sistem perlindungan sosial yang adil, responsif, dan berkelanjutan yang membantu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Indonesia, diperlukan komitmen berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat.
TINJAUAN FAKTOR KEAMANAN DAN KERAHASIAAN REKAM MEDIS DI RUANG FILING RSUD DR. SOEDIRMAN KEBUMEN Azizah, Syifa Khurotun; Sari, Arum Astika; Praptanti, Agustina Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45211

Abstract

Rekam medis bersifat rahasia dan harus dilindungi. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memiliki ruang penyimpanan yang dapat memenuhi standar untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan rekam medis. Mutu pelayanan rumah sakit dapat ditingkatkan apabila faktor keamanan dan kerahasiaan rekam medis pasien di ruang penyimpanan terjamin dengan baik. Ruang filing dapat dikatakan baik apabila keamanannya terjamin dan terlindungi dari ancaman kelalaian, kehilangan, bencana, dan berbagai hal lain yang membahayakan rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang penyimpanan RSUD dr. Soedirman Kebumen, dimana faktor keamanan terdiri dari aspek fisik, aspek biologis, dan aspek kimiawi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini didapatkan pada aspek fisik ditemukan rak penyimpanan rekam medis tidak cukup untuk menampung rekam medis, dalam pengambilan rekam medis tidak menggunakan tracer, tidak menggunakan rak penyimpanan Roll O’Pack, dan masih terdapat rekam medis yang tercecer di lantai dekat rak penyimpanan. Aspek biologis tidak ditemukan jamur. Pada aspek kimiawi: tidak ada kerusakan yang disebabkan oleh tinta, tetapi masih terdapat petugas yang makan dan minum di sekitar area rekam medis. Dalam hal kerahasiaan rekam medis, masih terdapat orang lain di luar petugas rekam medis yang dapat mengakses ruang penyimpanan rekam medis.
GAMBARAN PROSES VERIFIKASI BERKAS KLAIM PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X Aryani, Diva Okti; Nurvita, Silvia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45214

Abstract

Verifikasi dokumen klaim tidak hanya berfokus pada pemeriksaan lengkapnya data pasien dan layanan yang telah diberikan, tetapi juga penting untuk kelancaran dalam proses pembayaran klaim. Hal ini berlaku baik untuk asuransi kesehatan, BPJS Kesehatan, maupun metode pembayaran lainnya. Jika pengelolaan proses ini tidak dilakukan dengan baik, dapat muncul masalah seperti penundaan klaim, penolakan, atau bahkan kerugian finansial untuk rumah sakit. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan coder di rumah sakit X. Variabel yang dianalisis dalam studi ini mencakup prosedur dokumen klaim, syarat kelengkapan dokumen klaim, kerja sama BPJS dengan fasilitas kesehatan, pengiriman dokumen klaim, masalah dalam verifikasi dokumen, dan pencairan tagihan BPJS. Hasil wawancara menunjukkan bahwa syarat kelengkapan dokumen klaim BPJS Kesehatan yang ditemukan mencakup beberapa dokumen penting seperti Surat Eligibilitas Peserta (SEP), hasil pengelompokan, resume medis, surat pengantar, hasil pemeriksaan pendukung, dan kuitansi. Untuk pasien yang dirujuk dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), laporan triage juga diperlukan. Keberadaan dokumen-dokumen ini sangat penting untuk mendukung proses klaim. Dari paparan permasalahan yang ada, dapat disimpulkan bahwa pelayanan di Rumah Sakit X sudah berjalan dengan baik namun, ada beberapa hal yang memperlambat proses kerja, sehingga diharapkan untuk melengkapi verifikasi dokumen klaim.
DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN PRE OPERASI Waluyo, Jihan Arsylla Putri; Issyakirawahyu, Kayisa; Mariska, Mira; Jaenudin, Shera Aulia; Ridwan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45216

Abstract

Pembedahan atau operasi merupakan tindakan medis yang seringkali memicu kecemasan pada pasien, terutama saat menghadapi fase pra-operasi. Kecemasan ini dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis pasien. Dalam konteks ini, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan keluarga dan kecemasan pasien pra-operasi melalui metode tinjauan pustaka. Artikel dan jurnal dari database PubMed, Semantic Scholar, dan Google Scholar dipilih berdasarkan kriteria inklusi seperti topik relevan, publikasi 2015–2025, serta tersedia dalam full-text. Dari 145 artikel yang ditelusuri, disaring menjadi 4 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pasien, di mana dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan berkontribusi dalam menurunkan kecemasan. Dukungan ini tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman, tetapi juga meningkatkan kesiapan mental pasien sebelum menjalani operasi. Selain itu, pengkajian dalam proses keperawatan menjadi langkah krusial dalam mengidentifikasi kecemasan serta kebutuhan dukungan pasien. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam perawatan pra-operasi, dan perawat perlu melibatkan keluarga dalam intervensi untuk meningkatkan hasil keperawatan secara menyeluruh.
PENGGUNAAN REKONTRUKSI 3D PADA PEMERIKSAAN CT SCAN ELBOW JOINT DENGAN KASUS DISLOKASI Fembli, Mutiara; Mufida, Widya; Liscyaningsih, Ike Ade Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45219

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan dan alasan penggunaan rekontruksi 3D pada CT Scan elbow joint untuk mendiagnosa kasus dislokasi. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tentang pemeriksaan CT Scan elbow joint pada klinis dislokasi di Instalasi Radiologi RS Ortopedi Soeharso Surakarta yang dilakukan pada bulan September 2024 – Maret 2025. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga radiografer, satu dokter Spesialis Radiologi, dan satu Dokter Pengirim. Desain pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian data yang diperoleh di analisa dengan model interaktif data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan CT Scan elbow joint dengan klinis dislokasi dilakukan dengan persiapan umum, posisi pasien supine di atas meja pemeriksaan dengan posisi feed first menggunakan rekontruksi 2D dan 3D dengan area scanning 1/3 distal humerus hingga 1/3 proksimal antebrachii. Alasan penggunaan rekontruksi 3D karena dislokasi sudah terjadi lebih dari 24 jam dan tergolong kepada dislokasi berat, dengan rekontruksi 3D membantu radiolog dalam menampilkan indikasi yang sulit dievaluasi dengan radiografi konventional seperti microfraktur dan bagi klinisi dapat memudahkan dalam mengomunikasikan kepada dokter mengenai pemeriksaan dan perencanaan penanganan pasien dislokasi. Rekontruksi 2D dan 3D dalam pemeriksaan CT Scan elbow joint membantu menegakan diagnosa pemeriksaan yang tidak dapat di evaluasi menggunakan radiogafi konventional sehingga peneliti merekomendasikan agar memanfaatkan rekontruksi 2D dan 3D untuk mendukung pemeriksaan pada kasus dislokasi.
DETERMINAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS REMAJA TAHUN 2024 Hariyani, Noor; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45222

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berperan sebagai fondasi utama dalam perawatan kesehatan primer dan memiliki dampak signifikan terhadap hasil kesehatan masyarakat. Penelitian ini mengkaji isu penting terkait rendahnya keterlibatan pasien, yang tercermin dari tingkat kunjungan kurang dari 15% di kalangan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Remaja Kota Samarinda pada tahun 2024. Penelitian ini menyelidiki pengaruh lima dimensi kualitas layanan: tangibles, responsiveness, reliability, assurance, dan empathy terhadap kepuasan pasien. Dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 755 responden melalui survei elektronik yang sesuai dengan standar nasional. Analisis statistik menggunakan metode univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik multinomial) mengungkapkan bahwa semua dimensi secara signifikan mempengaruhi kepuasan pasien (α < 0.05). Diantaranya, reliability sebagai faktor paling dominan. Pada kategori kepuasan Tidak Baik, level reliability 3 secara signifikan menurunkan kemungkinan pasien melaporkan kepuasan tinggi (p = 0.001; Exp(B) = 0.301). Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan reliability sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepuasan pasien dan mendorong pemanfaatan layanan dalam perawatan kesehatan primer.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN DENGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 3 - 5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA BIRU KAB. GORONTALO Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi; Kamaru, Devina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45223

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak usia dini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu, khususnya dalam hal pemberian stimulasi yang tepat sesuai tahapan usia. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah masih kurangnya pemahaman dan sikap ibu terhadap pentingnya stimulasi perkembangan, yang berdampak pada perkembangan motorik kasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang stimulasi perkembangan dengan motorik kasar anak usia 3–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki anak usia 3–5 tahun, dengan sampel yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan cukup (41,3%) dan sikap cukup (42,7%), sementara perkembangan motorik kasar anak tergolong suspect sebanyak 56%. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perkembangan motorik kasar anak. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi kepada orangtua mengenai pentingnya stimulasi perkembangan motorik kasar untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak usia dini, terutama melalui program edukasi terstruktur di tingkat pelayanan kesehatan dasar.