cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PERAN KINERJA TENAGA KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS: STUDI KASUS DI KOTA PEKANBARU Susiyanti, Desy; Hayu, Riska Efina; Mianna, Rika; Yanti, Rifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49682

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular langsung akibat Mycobacterium tuberculosis yang sampai sekarang masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Kota Pekanbaru. Data tahun 2024 menunjukkan tingkat keberhasilan pengobatan (Success Rate/SR) sebesar 88%, menurun dari tahun sebelumnya dan di bawah target nasional ≥90%. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kinerja tenaga kesehatan terhadap keberhasilan pengobatan TBC pada aspek kemampuan (ability), pemahaman (clarity), dan evaluasi (evaluation). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi di puskesmas, rumah sakit, serta Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Peneliti memilih informan yang terdiri dari tenaga kesehatan penanggung jawab program TBC, pimpinan fasilitas kesehatan, kader dan Pasien TBC. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tenaga kesehatan memiliki kemampuan teknis yang memadai, namun terkendala beban kerja tinggi, variasi pemahaman SOP, serta evaluasi kinerja yang belum optimal. Sehingga diperlukan adanya pelatihan berkala, penguatan supervisi, dan validasi pencatatan melalui SITB. Kesimpulan dalam tugas akhir ini menyatakan bahwa perbaikan pada aspek ability, clarity, dan evaluation penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan menuju eliminasi TBC tahun 2030 di Kota Pekanbaru.
GAMBARAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP EFEKTIVITAS WAKTU TUNGGU PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA GORONTALO Djailolo, Nurfadila; Antu, Moh. Ichsan A.; Katili, Rismunandar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49683

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan inovasi digital dalam pelayanan kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, khususnya dalam menekan waktu tunggu pasien. Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo mulai menerapkan RME sejak Maret 2023 untuk mempercepat proses pendaftaran pasien rawat jalan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendala dari aspek struktur, proses, dan hasil pelayanan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan RME terhadap efektivitas waktu tunggu pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo. Metode Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, dengan informan terdiri atas petugas pendaftaran, kepala instalasi rekam medis, duta Mobile JKN, dan pasien rawat jalan. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan kerangka Donabedian (struktur, proses, hasil). Hasil Penelitian menunjukan bahwa Penerapan RME memberikan perubahan positif dalam mempercepat proses pendaftaran dan memudahkan akses data pasien, sehingga waktu tunggu berkurang dibandingkan sistem manual. Namun, kendala masih dijumpai pada keterbatasan sarana komputer, gangguan jaringan internet, serta error sistem yang menyebabkan keterlambatan pelayanan. Tingkat kepuasan pasien menunjukkan perbaikan meski belum optimal. Kesimpulannya penerapan RME di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo mampu meningkatkan efektivitas waktu tunggu pasien rawat jalan, meskipun diperlukan peningkatan infrastruktur, pelatihan SDM, dan penguatan sistem agar manfaatnya lebih maksimal.
PERAN POSYANDU DALAM PENURUNAN ANGKA STUNTING DI DESA WONOKALANG KABUPATEN SIDOARJO Chotifa, Alya Adinda Dewi; Evawati, Diana; Putri, Agustina Khomsya Laili Briliant; Allifah, Siti Auliya Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49700

Abstract

Stunting tetap menjadi tantangan kesehatan yang cukup serius di Indonesia, termasuk di Desa Wonokalang. Fenomena ini disebabkan oleh kekurangan gizi yang berlangsung lama sejak masa kehamilan hingga periode balita, dan berpengaruh pada pertumbuhan serta perkembangan anak. Posyandu sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan masyarakat berperan sangat penting dalam mencegah dan mengurangi angka stunting, terutama melalui program Pos Gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran posyandu dalam mengurangi angka stunting di Desa Wonokalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kader serta tenaga kesehatan, dan juga pengamatan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan Pos Gizi di lapangan. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa program Pos Gizi dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan fokus pada kelompok balita, ibu hamil, dan calon pengantin. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemantauan status gizi, penyuluhan tentang gizi, pemberian makanan tambahan, serta pendampingan intensif bagi keluarga yang memiliki balita berisiko stunting. Keterlibatan aktif dari kader posyandu dan kerjasama dengan tenaga kesehatan terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya gizi yang seimbang dan memperbaiki pola asuh anak. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah posyandu memainkan peran yang sangat strategis dalam mengurangi angka stunting melalui pelaksanaan program Pos Gizi yang terstruktur dan berkesinambungan. Dengan adanya kerjasama antara masyarakat, kader, dan tenaga kesehatan, angka stunting di Desa Wonokalang bisa ditekan dengan signifikan.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK SMK NEGERI 1 SONDER Winokan, Stevani Rosalia; Rahman, Asep; Kolibu, Febi Kornela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49717

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting yang sering diabaikan, terutama pada remaja yang berada dalam masa pencarian jati diri. Salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental remaja adalah media sosial, yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Seiring dengan perkembangan teknologi, media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, memberi kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi, namun juga berpotensi menimbulkan tekanan sosial, kecemasan, dan rendah diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental siswa SMK Negeri 1 Sonder. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain survei analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional, melibatkan total populasi 192 siswa. Variabel penelitian meliputi penggunaan media sosial dan kesehatan mental, dianalisis melalui uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,5% (168 siswa) sering menggunakan media sosial, dengan status kesehatan mental 55,7% (107 siswa) dalam kategori buruk dan 44,3% (85 siswa) dalam kategori baik. Uji Chi Square menghasilkan nilai ρ = 0,024 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental siswa. Kesimpulannya, penggunaan media sosial berhubungan dengan kondisi kesehatan mental siswa, sehingga diperlukan peran sekolah, orang tua, dan siswa dalam mengelolanya secara bijak melalui edukasi digital, pembatasan waktu, dan layanan konseling.
UJI POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon Nardus L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus ATCC 25923 SECARA In Vitro DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Guterres, Agostinha; Hidayat, Rahmat; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49731

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram positif yang bisa mengakibatkan beragam infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, dan infeksi pada luka. Dari studi ini merupakan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun sereh wangi, mengevaluasi aktivitas antibakterinya dan serta menentukan konsentrasi ekstrak etanol serta fraksi pelarut (n-heksana, etil asetat, dan air) yang paling efektif dalam mengendalikan perkembangan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Studi dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan rancangan kuantitatif. Simplisia daun sereh wangi diekstraksi menggunakan maserasi dilakukan menggunakan etanol 96% kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Dianalisis secara statistik menggunakan uji normalitas, homogenitas, ANOVA dan uji t. Konsentrasi ekstrak sereh wangi yang paling baik dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 yaitu 45% dengan daya hambat 24.08 mm termasuk kategori sangat kuat, serta nilai p value 0.000 < 0.05) Konsentrasi fraksinasi ekstrak yang paling baik dalam menghambat bakteri staphylococcus aureus ATCC 25923 yaitu 35% dari fraksinasi etil asetat dengan daya hambat 30.2 mm termasuk kategori kuat dan hasil nilai p value 875 > 0,05. Ekstrak daun sereh wangi memiliki potensi antibakteri yang sangat baik terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923, terutama pada konsentrasi 45% untuk ekstrak etanol dan 35% untuk fraksi etil asetat.
ANALISIS PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN RAWAT JALAN DI RSUD WELAS ASIH BANDUNG Subastian, Ilham Alvin; Lestariyowidodo, Sapta; Soelistijaningroem, Matoeari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49750

Abstract

RSUD Welas Asih Bandung merupakan rumah sakit provider Badan Penyelenggara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS), di mana pada implementasi kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih terdapat masalah-masalah terutama terkait pending klaim seperti adanya miss komunikasi, kurangnya kerja sama/komitmen (disposisi) petugas dalam menjalankan peraturan sehingga berdampak pada kelancaran klaim/besaran klaim yang dapat merugikan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam penyebab pending klaim BPJS Kesehatan pada pelayanan rawat jalan di RSUD Welas Asih Bandung serta upaya yang dilakukan rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam kepada informan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengajuan klaim BPJS Kesehatan di RSUD Welas Asih Bandung telah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur. Namun, masih ditemukan kendala pending klaim yang disebabkan oleh tiga aspek utama, yaitu aspek medis (resume medis tidak lengkap, ketidaksesuaian diagnosis dan tindakan, serta kurangnya justifikasi medis), aspek koding (kesalahan kode ICD-10/ICD-9, overcoding atau undercoding, serta kesalahan grouping INA-CBGs), dan aspek administrasi (kelengkapan berkas tidak terpenuhi, keterlambatan input data, ketidaksesuaian identitas, dan keterlambatan pengajuan klaim). Pending klaim berdampak pada cashflow rumah sakit, menghambat pembayaran operasional dan gaji pegawai, serta menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Upaya yang dilakukan rumah sakit untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan meningkatkan koordinasi antar bagian, melakukan evaluasi rutin, dan memperkuat manajemen klaim.
TINJAUAN PENGELOLAAN REKAM MEDIS PASIEN HIV/AIDS BERDASARKAN ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN GUNA MELINDUNGI HAK PASIEN DI RSUD WELAS ASIH PROVINSI JAWA BARAT Choirunnisa, Adinda; Monica, Rizqy Dimas; Soelistijaningroem, Matoeari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49764

Abstract

Rekam medis merupakan sumber data yang dikumpulkan untuk diolah menjadi informasi medis yang terus bertambah setiap harinya sejalan dengan pelayanan kesehatan yang berlangsung di rumah sakit. Pengelolaan rekam medis pasien HIV/AIDS menjadi perhatian utama karena menyangkut informasi sensitif yang berkaitan langsung dengan status kesehatan pribadi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan rekam medis pasien HIV/AIDS berdasarkan prinsip keamanan dan kerahasiaan yang menjamin perlindungan hak pasien. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan Poli VCT RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat dari tahun 2022 hingga tahun 2024. Pengelolaan rekam medis pasien HIV/AIDS telah terintegrasi ke dalam SIMRS, namun ikhtisar perawatan masih dicatat manual. Pelaporan ke Dinas Kesehatan melalui SIHA dengan identitas pasien disamarkan, sementara akses data dibatasi sesuai kewenangan. Meskipun perlindungan hak pasien telah berjalan efektif, penggunaan spreadsheet eksternal dan belum adanya pemisahan khusus menunjukkan perlunya penguatan keamanan dan SOP yang jelas. Diharapkan dengan adanya penelitian ini menjadi dasar dalam penguatan kebijakan internal dan peningkatan sistem pengelolaan rekam medis HIV/AIDS sebagai upaya melindungi hak pasien.
PERBANDINGAN DAMPAK KESEHATAN ANTARA ROKOK ELEKTRIK DENGAN ROKOK KONVENSIONAL: STUDI META-ANALISIS Golung, Aimar Daniel; Langi, F. L. Fredrik G.; Kalesaran, Angela F. C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49765

Abstract

Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan masyarakat yang paling umum dan menjadi perhatian global saat ini. Di seluruh dunia, pengguanaan tembakau menyebabkan lebih dari 7 juta kematian per tahun. Perokok sendiri dibagi menjadi dua berdasarkan jenis dan bentuk rokok yang dikonsumsi yakni rokok konvensional dan rokok elektrik. Rokok elektrik dianggap lebih aman daripada rokok konvensional atau tembakau karena tidak mengandung tar dan karbon monoksida. Namun, penelitian lain menemukan bahwa rokok elektrik tetap memiliki kandungan nikotin dan bahan kimia lain yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dampak kesehatan antara rokok elektrik dan rokok konvensional melalui pendekatan meta-analisis. Metode yang digunakan adalah meta-analisis dengan menganalisis data dari berbagai studi yang relevan. Hasil menunjukan bahwa ukuran efek dampak kesehatan dari kedua jenis rokok tergolong kecil, dengan nilai effect size antara 0,12 hingga 0,32, dan perbedaan tidak signifikan secara statistik (p-velue = 0,58) model efek acak digunakan dalam analisis akibat heterogenitas yang cukup tinggi antar studi. Meskipun rokok elektrik sering dianggap lebih aman, dampak kesehatan dari kedua jenis rokok tersebut tidak signifikan. Pemerintah dan lembaga kesehatan disarankan untuk memperkatat regulasi terhadap rokok elektrik, termasuk, termasuk pengawasan kandungan kimia dan nikotin. Edukasi kepada masyarakat tentang potensi risiko keduajenis rokok juga diperlukan.
SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) SEBAGAI ALTERNATIF NON-FARMAKOLOGIS PENANGANAN NYERI TENGKUK PADA LANSIA HIPERTENSI Musfira, Sarah; Sartika, Dewi; Armiyadi, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49769

Abstract

Lansia dengan hipertensi sering mengeluhkan nyeri tengkuk akibat peningkatan tekanan darah dan ketegangan otot leher. Terapi farmakologis jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, sehingga terapi non-farmakologis seperti Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) menjadi alternatif yang potensial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi SEFT terhadap penurunan nyeri tengkuk pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 67 lansia hipertensi yang mengalami nyeri tengkuk, dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test dengan 67 lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi SEFT dilakukan selama tiga kali dalam satu minggu. Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan penurunan rerata nyeri dari 4,70 menjadi 1,99, dengan rentang nyeri bergeser dari 2–8 menjadi 0–5. Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan uji Wilcoxon yang menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 64 dari 67 responden mengalami penurunan nyeri. Terapi SEFT efektif menurunkan intensitas nyeri tengkuk pada lansia hipertensi dan dapat dijadikan intervensi komplementer yang aplikatif dalam pelayanan keperawatan berbasis komunitas.
PERBANDINGAN UJI KARAKTERISTIK EKSTRAK PELARUT ETANOL 70% DAN ETANOL 96% PADA PERENDAMAN EKSTRAK BUNGA PEPAYA (Carica papaya L.) Pramushinta, IAK; Ambarwati, Nadya; Jamlean, Gloria Silvia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49777

Abstract

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) yang termasuk dalam famili Caricaceae telah lama dikenal karena khasiat farmakologisnya, terutama pada bagian bunga yang mengandung beragam senyawa bioaktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik ekstrak bunga pepaya yang diperoleh melalui dua jenis pelarut etanol dengan konsentrasi berbeda, yaitu 70% dan 96%. Rancangan penelitian yang digunakan bersifat eksperimental dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan melalui serangkaian uji karakterisasi ekstrak. Analisis yang dilakukan meliputi uji organoleptik, penghitungan rendemen, penentuan kadar air, skrining fitokimia, serta penetapan panjang gelombang maksimum menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis pelarut memengaruhi karakteristik ekstrak yang dihasilkan. Pelarut etanol 70% menghasilkan rendemen lebih tinggi, yaitu sebesar 13,6%, dibandingkan dengan etanol 96% yang menghasilkan rendemen sebesar 12,5%. Kadar air pada kedua jenis ekstrak masih berada dalam batas aman (<10%) sesuai standar yang berlaku, dengan nilai rata-rata disertai standar deviasi yang mendukung konsistensi hasil. Uji fitokimia , terdapat metabolit sekunder dalam ekstrak yang disebabkan oleh kedua pelarut. Akan tetapi, senyawa golongan steroid tidak terdeteksi pada ekstrak yang diekstraksi menggunakan etanol 96%. Sementara itu, hasil analisis spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki panjang gelombang maksimum pada 229 nm, sedangkan ekstrak etanol 96% menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 233 nm. Kata kunci: Bunga Pepaya, Carica papaya L., Ekstraksi, Etanol 70%, Etanol 96%, Karakterisasi Ekstrak