cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISA TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMA NEGERI 1 JAYAPURA TERHADAP DAMPAK PENYALAHGUNAAN GANJA Rumboirusi, Ricky Lazarus; Korwa, Irjani; Purnamasari, Try; Samay, Izak Yesaya; Labobar, Maryam Kathrien; Setyarini, Kaida Irma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49787

Abstract

Peningkatan penggunaan ganja di kalangan remaja merupakan masalah global dan nasional yang serius. Data menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 1,80% pada tahun 2019. Kurangnya pengetahuan dan pengaruh teman sebaya menjadi faktor pendorong utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Jayapura mengenai dampak penyalahgunaan ganja. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 42 siswa SMA Negeri 1 Jayapura. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup sepuluh pertanyaan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (57,1%) telah mendapatkan paparan informasi awal yang baik tentang dampak ganja, meskipun mayoritas (52,4%) menyatakan tidak mendapatkan informasi dari sumber yang tepat. Pengetahuan siswa cukup baik terkait dampak ganja pada kemampuan belajar (90,5%) dan risiko gangguan kejiwaan (76,2%). Namun, pengetahuan mengenai organ tubuh yang rusak akibat ganja masih rendah, dengan 42,9% responden mendapatkan poin nol. Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Jayapura tentang dampak penyalahgunaan ganja bervariasi, dengan pemahaman yang baik pada aspek tertentu namun masih terdapat kesenjangan signifikan, terutama terkait sumber informasi dan organ tubuh yang terdampak. Hal ini menegaskan perlunya strategi edukasi yang lebih efektif dan terarah untuk meningkatkan pengetahuan serta partisipasi siswa dalam program pencegahan penyalahgunaan ganja.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN ICD-10 TERHADAP KETEPATAN LAPORAN MORTALITAS RAWAT INAP PERIODE TRIWULAN 1 TAHUN 2025 DI RSUD WELAS ASIH PROVINSI JAWA BARAT Azzahra, Salsadilla Recka; Monica, Rizqy Dimas; Soelistijaningroem, Matoeari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49791

Abstract

Laporan mortalitas pasien rawat inap merupakan komponen penting dalam evaluasi mutu pelayanan serta perencanaan kesehatan di rumah sakit. Penggunaan International Classification of Diseases, Tenth Revision (ICD-10) sebagai sistem klasifikasi diagnosis kematian bertujuan meningkatkan ketepatan dan keseragaman pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menghambat dan mendukung proses pengkodean serta pelaporan mortalitas, menilai keberadaan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP), mengidentifikasi kendala dalam penyusunan laporan, serta menilai pengaruh pelatihan petugas terhadap ketepatan laporan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan, yaitu petugas coder yang terlibat langsung dalam pengkodean dan pelaporan. Variabel utama penelitian adalah implementasi ICD-10 terhadap ketepatan laporan mortalitas dengan sub-variabel mencakup proses pengkodean diagnosis penyebab kematian, faktor penghambat dan pendukung pengkodean, faktor pelaporan, serta dukungan profesional dan pelatihan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkodean telah memanfaatkan ICD-10 Browser, namun versi aplikasi belum diperbarui. Hambatan utama meliputi penulisan diagnosis yang tidak lengkap atau menggunakan singkatan oleh dokter, serta keterbatasan integrasi aplikasi pelaporan sehingga pengolahan masih dilakukan secara manual. Faktor pendukung meliputi keberadaan SOP, penggunaan ICD-10 berbasis elektronik, serta pelatihan dan pembinaan meskipun belum merata. Motivasi mandiri petugas dalam meningkatkan kompetensi turut mendukung akurasi laporan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa implementasi ICD-10 telah berjalan, namun perlu peningkatan integrasi sistem informasi, perbaikan kualitas pencatatan diagnosis, serta pemerataan pelatihan untuk meningkatkan kualitas laporan mortalitas bagi kepentingan perencanaan kesehatan rumah sakit maupun nasional.
META ANALISIS: EFEKTIVITAS JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID Saraspuri, Niken Putri Eka; Karima, Fatimah Hasna; Noer, Afifah; Krisnasari, Alfian Silvia; Suharti, Suharti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49797

Abstract

Menstruasi biasanya berlangsung selama 5-7 hari setiap bulannya. Ketika menstruasi, ada beberapa wanita yang mengeluhkan nyeri haid atau dismenore. Salah satu penanganan yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri haid yaitu dengan mengonsumsi minuman herbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas jahe terhadap penurunan nyeri haid pada wanita. Penelitian ini menggunakan desain systematic review dan meta analisis. Database yang digunakan adalah: PubMed, SpringerLink, Google Scholar, Sciencedirect, dan Hindawi. Kata kunci pencarian adalah: “ginger” OR “zingiber officinale” AND “pain reduction” OR “pain decrease” AND "dysmenorrhea" OR “menstrual pain” AND “randomized controlled trial” OR “RCT”. Pencarian artikel dilakukan dengan kriteria PICO. Population: pasien nyeri haid atau dismenore. Intervention: mengonsumsi minuman jahe. Comparison: tidak mengonsumsi minuman jahe. Outcome: penurunan nyeri. Kemudian artikel disaring sesuai kriteria inklusi dan eksklusi serta dianalisis menggunakan RevMan 5.3. 10 artikel yang dianalisis menunjukkan hasil bahwa seseorang dengan nyeri haid yang rutin mengonsumsi jahe memiliki rata-rata skor nyeri -0.69 lebih rendah dibandingan dengan yang tidak mengonsumsi minuman jahe (SMD= -0.69; 95% CI= -1.18 hingga -0.20; p= 0.06). Kesimpulannya adalah jahe efektif dalam menurunkan nyeri haid pada wanita.
PENERAPAN KONSUMSI MENTIMUN PADA ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA Ny. M DENGAN DIAGNOSA HIPERTENSI DI PANTI DAMAI WERDHA RANOMUUT Tampilang, Vani Yulmin; Jarang, Djuwinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49801

Abstract

Hipertensi merupakan masalah yang perlu diwaspadai, karena tidak ada tanda dan gejala yang khusus pada penyakit ini dan beberapa orang masih merasa sehat untuk beraktivitas seperti biasanya. Hipertensi merupakan masalah yang perlu diwaspadai, karena tidak ada tanda dan gejala yang khusus pada penyakit ini dan beberapa orang masih merasa sehat untuk beraktivitas seperti biasanya. Hal ini yang membuat hipertensi sering disebut silent killer atau pembunuh diam-diam, orang-orang akan tersadar memiliki penyakit hipertensi ketika gejala yang dirasakan semakin parah dan memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Gejala yang sering dikeluhkan penderita hipertensi adalah peningkatan tekanan darah. sakit kepala, pusing, lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epitaksis sampai dengan terjadinya penuruanan kesadaran pada penderita. Hal ini yang membuat hipertensi sering disebut silent killer atau pembunuh diam-diam, orang-orang akan tersadar memiliki penyakit hipertensi ketika gejala yang dirasakan semakin parah dan memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Mentimun dengan kaliumnya yang tinggi, memiliki khasiat meringankan penyakit hipertensi, terutama hipertensitivitas terhadap natrium. Tujuan penelitian ini turunnya tekanan darah setelah mengkonsumsi menitmun pada Ny. M. pada Asuhan Keperawatan Lansia Ny. M Dengan Diagnosa Hipertensi Dipanti Damai Werdha Ranomuut. Hasil penelitian dari penerapan mengkonsumsi menitmun yang dilakukan sehari sekali selama 3 hari berturut-turut didapati bahwa mengkonsumsi mentimun dapat menurunkan tekanan darah.
PENGARUH PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP EFEKTIFITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM(RSUD) WELAS ASIH wibowo, teguh iman; Rahayu, Ayu Hendrati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49821

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya efektivitas pelayanan rawat jalan di rumah sakit, yang salah satunya dapat ditingkatkan melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Perubahan dari sistem manual ke digital diyakini mampu memperbaiki efisiensi waktu, mengurangi beban administrasi, dan meningkatkan ketepatan pencatatan data medis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan RME terhadap efektivitas pelayanan rawat jalan di RSUD Welas Asih Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Subjek penelitian adalah Kepala CI pada bagian pendaftaran Unit Rawat Jalan yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, dengan fokus pada variabel efisiensi waktu pelayanan, pengurangan antrian, peningkatan ketepatan pencatatan, dan integrasi lintas unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME mampu mempercepat waktu pelayanan dari rata-rata dua–lima menit menjadi satu–dua menit, mengurangi jumlah antrian poli dari lima jalur menjadi dua jalur, serta menerapkan konsep tanpa kertas (paperless). Pencatatan data pasien menjadi lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan input. Integrasi RME dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) juga memudahkan koordinasi antarunit, sehingga alur pelayanan lebih terstruktur. Meskipun demikian, tantangan seperti gangguan koneksi jaringan dan masalah server masih ditemui, namun dapat diminimalisasi melalui penggunaan server ganda, aplikasi alternatif, dan dukungan teknis yang responsif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa RME memberikan dampak positif signifikan terhadap efektivitas pelayanan rawat jalan, meskipun masih diperlukan peningkatan pada aspek infrastruktur dan keandalan sistem.
PENERAPAN INTERVENSI PADA KELUARGA DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI PADA LANSIA MENGGUNAKAN TEKNIK FOOT REFEXOLOGY Ardiansyah, Rakha Krisna; Ermawati U, Muzaroah; Prakoso, Adi Buyu; Kristanto, Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49836

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang umum pada lansia dan biasa dikenal sebagai The Silent Killer karena sering tidak bergejala, sehingga berisiko tinggi menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti pijat refleksi kaki (foot reflexology) menjadi alternatif intervensi keperawatan komplementer untuk membantu mengontrol tekanan darah sekaligus meningkatkan relaksasi dan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas terapi foot reflexology dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gatak. Metode penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua lansia penderita hipertensi. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut sesuai SOP, dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah terapi menggunakan tensimeter aneroid. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua responden, di mana responden pertama mengalami penurunan dari 180/110 mmHg menjadi 135/85 mmHg dan responden kedua dari 170/110 mmHg menjadi 145/90 mmHg, dengan rata-rata penurunan sistolik masing-masing sebesar 45 mmHg dan 25 mmHg, serta penurunan diastolik sebesar 25 mmHg dan 20 mmHg. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi foot reflexology terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer di komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi ketergantungan pada obat antihipertensi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LAGALIGO KOTA PALOPO Musrini, Musrini; Ishaq, Ishaq; Marola, Mutmaina Kasandra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49837

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan di Kelurahan Lagaligo Kota Palopo akibat terbatasnya petugas kebersihan, sikap masyarakat yang kurang positif, serta sarana prasarana yang belum memadai. Kondisi ini menimbulkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran petugas, sikap masyarakat, dan sarana prasarana dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan sampel 80 responden yang dipilih secara purposive sampling dari 400 kepala keluarga. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara peran petugas dengan perilaku pengelolaan sampah (p = 0,027), sikap masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah (p = 0,002), serta sarana prasarana dengan perilaku pengelolaan sampah (p = 0,019). Sebagian besar responden menilai sarana prasarana tersedia dan layak (91,3%) dan 85% menunjukkan perilaku pengelolaan sampah yang baik. Kesimpulan: perilaku pengelolaan sampah rumah tangga dipengaruhi secara signifikan oleh peran petugas, sikap masyarakat, serta sarana prasarana. Upaya penguatan fungsi petugas, peningkatan edukasi, dan penyediaan fasilitas yang memadai diperlukan untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN MENGGUNAKAN METODE PIECES DI RSUD WELAS ASIH Haikal, Rafli; Rahayu, Ayu Hendrati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49846

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk menerapkan sistem informasi yang efektif dan efisien. Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung kecepatan dan akurasi pelayanan, khususnya di bagian pendaftaran pasien rawat jalan. Permasalahan utama yang masih dihadapi rumah sakit adalah adanya kendala teknis berupa gangguan jaringan, duplikasi data, serta praktik berbagi akun petugas yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sistem informasi rekam medis elektronik di RSUD Welas Asih dengan menggunakan metode PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service). Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian petugas pendaftaran dan kepala unit rawat jalan. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian terdiri dari enam aspek metode PIECES, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME meningkatkan kecepatan dan efisiensi pendaftaran pasien, mengurangi penggunaan kertas, serta meningkatkan kepuasan pasien. Namun, masih terdapat hambatan berupa ketergantungan pada jaringan internet, kesalahan input data, dan lemahnya kontrol penggunaan akun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem RME di RSUD Welas Asih telah memberikan dampak positif terhadap pelayanan rawat jalan, namun perlu optimalisasi infrastruktur, penguatan sistem kontrol, serta peningkatan pelatihan petugas agar implementasi lebih efektif dan berkelanjutan
EARLY EXTRAVENTRICULAR DRAINAGE TO IMPROVING FUNCTIONAL OUTCOME ON ACUTE VIRAL OTOGENIC MENINGOENCEPHALITIS ACCOMPANIED WITH HYDROCEPHALUS IN YOUNG ADULT: RARE COMPLICATION OF OTITIS MEDIA- A CASE REPORT Alami, Eqiel Navadz Akthar; Handoko, Eko Aprilianto; Taufiq, Kamilka; Hakiim, Arsyzilma; Sari, Putri Fortuna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49885

Abstract

Salah satu kemungkinan komplikasi meningensefalitis adalah hidrosefalus. Drainase ekstraventrikular secara dini membantu meningkatkan luaran klinis pasien dan dapat digunakan untuk mengevaluasi cairan serebrospinal berulang dan mengendalikan tekanan intrakranial. Seorang laki laki muda berusia 24 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala yang memberat sejak 2 hari lalu. Keluhan disertai dengan leher kaku dan demam sejak 4 hari lalu. Pasien memiliki riwayat sakit telinga kiri sejak 1 minggu lalu. Pasien juga sulit fokus ketika diajak berkomunikasi dan gelisah. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 139/80 mmHg, nadi 91x/menit, suhu 39,5°C, dan saturasi oksigen (SpO2) 97%. Status lokalis auricula sinistra terdapat pus berwarna kuning jernih disertai nyeri tarik tragus.  Pemeriksaan neurologis menunjukkan GCS 335, tanda meningeal (+), VAS 8-9. Pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan Leukosit 21.610 sel/uL; Monosit 2.060 sel/uL; neutrofil 17.390 sel/uL, gula darah acak 193 mg/dL, HIV (-), dan DNA MTB (-). Pemeriksaan CT Scan Kepala dengan kontras menunjukkan kesan encephalitis/meningoencephalitis dengan komplikasi hydrocephalus comunican. Pasien didiagnosis dengan meningensefalitis dengan hydrocephalus dan direncakaan Extraventricular Drainage (<24 jam) serta pemeriksaan LCS. Dari hasil pemeriksaan LCS didapatkan warna jernih, Nonne apelt (+), dan pandy (+). Pasien diberikan terapi steroid, antivirus, antibitoik spektrum luas, analgesik, dan antipsikosis. Pasien menunjukkan perbaikan kondisi klinis setelah 6 hari perawatan. Kasus ini relatif jarang, terutama pada komplikasi otitis media yang menyebabkan meningoensefalitis dan hidrosefalus komunikans pada pasien dewasa muda. EVD dini dan pengobatan spesifik tampaknya meningkatkan luaran klinis.
KARAKTERISTIK PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MAHASISWA PENDERITA AKNE VULGARIS DI UNIVERSITAS MATARAM TERHADAP PENYAKIT DAN PENGOBATAN Prianggawe, Prianggawe; Andanalusia, Mahacita; Hidajat, Dedianto; Hidayati, Agriana Rosmalina; Hanifa, Nisa Isneni; Hajrin, Wahida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49895

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa di Universitas Mataram terhadapAV yaitu suatu kondisi kulit inflamasi kronis yang umum disebabkan oleh Cutibacterium acnes danStaphylococcus epidermidis. Kondisi ini banyak ditemukan pada remaja akhir dan dewasa muda berusia 18-25tahun yang sebagian besar adalah mahasiswa. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik pengetahuan,sikap dan perilaku mahasiswa penderita AV terhadap penyakit dan pengobatan. Metode penelitian inimenggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 81 responden yang dipilihdengan metode purposive sampling. Teknik pengambilan data dikumpulkan menggunakan kuesioner dandianalisis secara deskriptif. Data disajikan dalam bentuk tabel untuk memvisualisasikan persebaran jawaban.Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (81,4%), sikap yang positif(100%) dan perilaku (96%). Instrumen penelitian ini telah menunjukkan validitas dan reliabilitas yang dapatdiuji ulang pada scope penelitian yang lebih besar dengan populasi yang lebih beragam meliputi masyarakatumum, mahasiswa, dan kelompok usia berbeda.Kata kunci: Akne vulgaris, Mahasiswa, Pengetahuan, Perilaku, Sikap