Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025"
:
10 Documents
clear
Hubungan Postpartum Depression dengan Mother Infant Bonding dan Faktor Sosiodemografis
Maulina, Rufidah;
Sugiyani, Sugiyani;
Maghfiroh, Zahwa Fitrotul;
Ningrum, Dita Cahaya;
Maharani, Alvina Dewi
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.12876
Depresi postpartum adalah gangguan emosional non-psikotik yang muncul setelah melahirkan, biasanya mencapai puncaknya dalam beberapa minggu pertama hingga tiga bulan pascapersalinan. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan perilaku, kognitif, dan interpersonal yang mengganggu hubungan ibu dan bayi, serta berdampak jangka panjang terhadap ikatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara depresi postpartum dan ikatan ibu–bayi di Puskesmas Colomadu II. Studi potong lintang dilakukan pada 59 ibu yang memiliki bayi berusia kurang dari 12 bulan. Data dikumpulkan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Indonesia dan Mother to Infant Bonding Scale (MIBS), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman’s rank dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 ibu (16,9%) mengalami depresi postpartum. Ditemukan korelasi positif antara depresi postpartum dan gangguan ikatan ibu–bayi (r = 0,279; p = 0,032), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi skor depresi, semakin lemah ikatan ibu–bayi. Analisis regresi juga menunjukkan bahwa variabel sosiodemografis tidak berhubungan signifikan dengan depresi (p > 0,05). Temuan ini menekankan pentingnya skrining dan penanganan dini depresi postpartum oleh tenaga kesehatan terutama bidan.
LOVING YOGA DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS SEKSUAL IBU PREMENOPAUSE
Handayani, Dewi;
Puspitasari , Ayu Jani;
Damanik, Rini Astuti
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.12936
Aktivitas seksual menjadi kurang menyenangkan, mengakibatkan insiden disfungsi seksual meningkat sebesar 88% pada wanita selama masa perimenopause. Loving Yoga dengan aromaterapi lavender merupakan salah satu jenis yoga yang berfokus pada latihan kegel dan otot panggul yang berfungsi untuk meningkatkan seksualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Loving Yoga dengan aromaterapi lavender terhadap kualitas seksual ibu premenopause. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest- posttest design, dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas kualitas seksual ibu premenopause sebelum melakukan loving yoga mengalami disfungsi seksual sebanyak 23 responden (74,2%) dengan rata-rata kualitas seksual 19,3. Sesudah melakukan loving yoga, 26 responden (83,9%) dimana rata-rata kualitas seksual meningkat menjadi 26,8 dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Ada pengaruh Loving yoga dengan aromaterapi lavender terhadap kualitas seksual ibu premenopause
Strategi Konseling Berimbang dan Pemilihan MKJP pada Ibu Post Partum
Fitri Barokah, Utami Burhani Akbar Azzahra
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.13349
Salah satu upaya BKKBN dalam mengendalikan angka fertilitas adalah melalui program keluarga berencana dengan salah satunya memberikan konseling sebagai strategi penting untuk meningkatkan peserta aktif metode kontrasepsi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas konseling KB menggunakan media Strategi Konseling Berimbang (SKB) pada ibu post partum terhadap pemilihan MKJP. Media Strategi Konseling Berimbang (SKB) terdiri dari diagram, kartu dan brosur dari setiap jenis metode kontrasepsi. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pretest-posttest control group design, melibatkan 72 responden melalui teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney, McNemar, dan Chi-Square. Hasil Uji Chi-Square menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perbedaan pemilihan MKJP antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah konseling (p = 0,018). Oleh karena itu, disarankan pada tenaga kesehatan agar meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi terkait metode kontrasepsi.
Usia Ibu dan Paritas berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini
Noveldya, Rexsy Richa;
Lesnussa, Florence Nain Tingel;
Mutika, Winnie Tunggal
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.13447
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan negara lain. Infeksi merupakan salah satu faktor ketuban pecah dini dan salah satu penyebab AKI. Jika Ketuban Pecah Dini (KPD) tidak ditangani dengan tepat, baik ibu maupun bayi yang belum lahir dapat berisiko lebih tinggi mengalami morbiditas dan kematian akibat infeksi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan variabel risiko yang berkaitan dengan potensi KPD. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ciawi dengan menggunakan uji chi-square. Pasien hamil di Puskesmas Ciawi periode Januari hingga Desember 2024 menjadi kelompok penelitian. Strategi pengambilan sampel lengkap digunakan untuk memilih 344 wanita untuk penelitian ini. Sumber informasi data sekunder yang digunakan. Studi ini menemukan hubungan yang signifikan antara paritas dan usia kehamilan dengan ketuban pecah dini (p<0.001), sedangkan usia ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa OR kejadian KPD dan paritas mencapai 4.120, serta antara KPD dan usia kehamilan sebesar 0.766. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan pemantauan terhadap ibu hamil dengan paritas tinggi dan usia kehamilan cukup bulan, serta melakukan edukasi tentang tanda bahaya kehamilan untuk mencegah terjadinya KPD dan komplikasi yang menyertainya.
Efektivitas Strategi Konseling Berimbang (SKBKB) Pascasalin Terhadap Pemilihan MKJP Pada Ibu Hamil Trimester III
Winarso, Septerina Purwandani;
Zuhriyatun, Fitria;
Hapsari, Wanodya
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.13784
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia. Permasalahan yang sering terjadi dengan jumlah penduduk yang banyak adalah keluarga berencana. Salah satu permasalahan dalam keluarga berencana adalah keikutsertaan PUS dalam program KB belum sepenuhnya. SKB-KB adalah metode konseling yang memberikan informasi kontrasepsi secara obyektif, menyeluruh, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi akseptor. Konselor berperan membantu akseptor memahami kelebihan dan kekurangan setiap metode, sehingga keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan informed choice. Penggunaan SKB-KB dalam meningkatkan capaian alat kontrasepsi sangat efektif karena menggunakan media informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Strategi Konseling Berimbang (SKB-KB) pascasalin terhadap pengambilan keputusan menggunakan MKJP. Metode Penelitian menggunakan rancangan quasy experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest without group control design. Sampel penelitian dipilih dengan teknik accidental sampling sebanyak 30 orang. Uji statistik Wilcoxon didapatkan p value 0,008 menunjukkan terdapat pengaruh pemberian konseling terhadap pemilihan MKJP.
HIDROTERAPI DESTILASI HIDROSOL DAUN JERUK PURUT LEBIH EFEKTIF MEMPENGARUHI KUANTITAS TIDUR ANAK PRASEKOLAH DIBANDING AIR HANGAT
Idhayanti, Ribkha Itha;
Munayarokh, Munayarokh;
Masini, Masini;
Pipit Cahyani, Tatrini Ika;
Rijanto, Rijanto
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.13844
Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi anak prasekolah, namun banyak di antara mereka mengalami kuantitas tidur yang tidak mencukupi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis. Mengetahui pengaruh hidroterapi air hangat dan hidroterapi jeruk purut terhadap kuantitas tidur anak prasekolah. Penelitian pra-eksperimental ini menggunakan rancangan two-group pretest–posttest yang melibatkan 74 anak prasekolah yang dipilih dengan teknik total sampling. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok: hidroterapi air hangat (n = 36) dan hidroterapi jeruk purut (n = 36). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat, uji normalitas, uji Wilcoxon, dan uji Mann–Whitney. Kedua intervensi meningkatkan kuantitas tidur dengan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing kelompok (p < 0,05). Rata-rata peningkatan durasi tidur lebih besar pada kelompok jeruk purut (1,45 jam) dibandingkan kelompok air hangat (0,85 jam), dengan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,032). Hidroterapi jeruk purut lebih efektif dibandingkan hidroterapi air hangat dalam meningkatkan kuantitas tidur anak prasekolah. Hydrosol jeruk purut direkomendasikan sebagai pilihan intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur anak.
Ekstrak Buah Bit untuk Kesehatan Ginjal Ibu Hamil
Kurniasih, Hesti;
Sumiyati;
Affi Zakiyya;
Lily Kusumasita Burkon;
Nafiisah
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.13993
Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta berpotensi menimbulkan gangguan fungsi ginjal. Deteksi dini gangguan ginjal penting dilakukan karena pemeriksaan rutin seperti tekanan darah dan proteinuria belum sensitif terhadap perubahan awal fungsi ginjal. Buah bit (Beta vulgaris L.) mengandung nitrat dan betalain yang bersifat vasodilator dan antioksidan, berpotensi menjaga fungsi ginjal. Menilai kesehatan ginjal pada ibu hamil dengan hipertensi serta perbedaan fungsi ginjal setelah pemberian ekstrak buah bit. Penelitian quasi-experimental ini melibatkan 10 ibu hamil dengan hipertensi. Kelompok intervensi mendapat 250 mL ekstrak buah bit setiap hari selama 28 hari. Kadar urea dan kreatinin diperiksa sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis dengan uji t berpasangan. Tidak terdapat peningkatan signifikan kadar urea dan kreatinin setelah konsumsi ekstrak buah bit (p>0,05), dengan kecenderungan penurunan tekanan darah pada kelompok intervensi. Ekstrak buah bit aman dan berpotensi mendukung fungsi ginjal pada ibu hamil hipertensi, namun hasil perlu diinterpretasikan hati-hati mengingat jumlah sampel terbatas.
EVALUASI PROGRAM PMT BAGI IBU HAMIL DAN BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING
Ratmawati, Lia Aria;
Subekti, Ratih
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.14014
Permasalahan gizi pada ibu hamil dan balita menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta risiko terjadinya stunting. Upaya strategis mengatasinya melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal. Tujuan penelitian adalah mengumpulkan data dan informasi terkait evaluasi program PMT berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dan balita dalam pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan mixed methods research pendekatan ekplanatoris sekuensial. Subjek penelitian terdiri dari 26 ibu hamil, 27 ibu balita, 27 kader PMT, 11 ahli gizi, dan 9 Kepala Puskesmas. Teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam menggunakan daftar pertanyaan Monev Program PMT Kemenkes RI tahun 2024 dan pengumpulan data sekunder melalui dokumen laporan gizi. Analisis data menggunakan 2 tahap yaitu analisa univariat data hasil wawancara yang dikelompokkan sesuai tema secara narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen input, proses dan output telah dilaksanakan cukup baik. Ketidakberhasilan program PMT diantaranya balita pilih-pilih makanan (picky eater), pola kebiasaan makan di keluarga yang kurang sesuai dan kurangnya ketelatenan orang tua/pengasuh balita dalam pemberian PMT.
Deteksi Anemia Pada Remaja Putri Menggunakan Teknologi Citra Digital
Aini, Fajaria Nur;
Yuliani, Diki Retno;
Widiastuti, Anita
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.14084
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak pada risiko komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi analisis citra digital telapak tangan sebagai metode skrining anemia non-invasif. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif Cross-Sectional melibatkan 20 remaja putri yang dibagi menjadi 2 kelompok tidak anemia dan anemia. Kadar hemoglobin diperiksa menggunakan alat digital. Foto telapak tangan di-scan dan dianalisis melalui 5 tahap: image acquisition, pre-processing, segmentation, feature extraction dan classification. Analisis bivariat menggunakan uji independent T-test untuk mengetahui perbedaan nilai RGB antara kedua kelompok. Hasil rata-rata kadar Hb kelompok tidak anemia adalah 15,34 g/dL dan kelompok anemia: 11,31 g/dL. Rata-rata nilai Red Green Blue (RGB) kelompok tidak anemia adalah R: 181, G: 135, B: 133 dan pada kelompok anemia R: 188, G: 143, B: 140. Uji independent T-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan niali R,G,B antara kedua kelompk dengan nilai p-value <0,05. Dapat disimpulkan bahwa analisis citra digital telapak tangan menunjukkan perbedaan nilai RGB yang signifikan antara remaja putri anemia dan tidak anemia. Hal ini mengindikasikan potensi metode ini sebagai skrining awal anemia non-invasif yang dapat mengurangi subjektifitas dan memungkinkan deteksi mandiri.
PRENATAL YOGA KOMBINASI SELF-HYPNOSIS MENURUNKAN HORMON KORTISOL DAN MENINGKATKAN EFIKASI DIRI IBU HAMIL TRIMESTER III
Amalia, Riza;
Purwandani Winarso, Septerina;
Happy Nurmalitasari, Marlynda;
Retno Yuliani, Diki;
Rahardjo Putri, Noviyati;
Nadzifatil Fitriyah, Nurin
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v7i2.14094
Kecemasan ibu hamil trimester III seperti merasa takut menghadapi persalinan berdampak pada lemahnya kontraksi otot rahim, persalinan lama, lepasnya hormone stress yaitu kortisol, fetal distress. Efikasi diri ibu hamil dianggap sangat penting sebagai dasar keyakinan ibu pada kemampuannya dalam menghadapi persalinan. Untuk mencegah dan mengatasi kecemasan serta meningkatkan efikasi diri ibu hamil maka prenatal yoga kombinasi self-hypnosis sebagai suatu alternatif terapi. Prenatal yoga mampu mengurangi kecemasan dan mengurangi ketidaknyaman kehamilan. Selfhypnosis membuat kondisi rileks, tenang, dan terfokus serta menanamkan niat positif pada alam bawah sadar, dan berdampak pada persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga yang dikombinasikan dengan teknik self-hypnosis terhadap kadar hormon kortisol dan efikasi diri ibu hamil trimester III. Metode penelitian dengan quasi-eksperimen dengan rancangan pretest–posttest design.Sampel penelitian terdiri dari 10 ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas 1 Baturraden. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar hormon kortisol dan efikasi diri ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,005). Dengan demikian, kombinasi prenatal yoga dan self-hypnosis terbukti efektif menurunkan kadar hormon kortisol serta meningkatkan efikasi diri pada ibu hamil.