cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2026)" : 38 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN LEMBAR KERJA SISWA IPS KELAS IX BERDASARKAN STANDAR BSKAP PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Azkiya, Shifni; Putri, Noviani Achmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10685

Abstract

This study aims to analyze the feasibility of the Grade IX Social Studies Student Worksheet (LKS) produced by the Social Studies Teacher Working Group (MGMP IPS) of Tegal City, which is uniformly used across all public junior high schools in Tegal City during the odd semester of the 2025/2026 academic year. A descriptive quantitative approach with document analysis method was employed to assess all 112 pages of the LKS based on four standards of the BSKAP Educational Book Assessment Guidelines Number 039/H/P/2022, namely content, presentation, design, and graphics. As supporting data, a Likert scale questionnaire was administered to 113 ninth-grade students of SMP Negeri 7 Tegal, obtained through convenience sampling from a population of 239 students. Document analysis results show an overall percentage of 70.3% (feasible), with details of content standard 66.7% (moderately feasible), presentation 68.75% (moderately feasible), design 58.3% (moderately feasible), and graphics 91.7% (highly feasible). The student questionnaire yielded a percentage of 77.1% (feasible). Key weaknesses identified include outdated real-world examples, the absence of QR codes, dominance of lower-order cognitive questions, writing errors, and minimal visual elements on core content pages. This study affirms the need for periodic evaluation of teacher-community-produced worksheets to ensure alignment with the demands of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPS Kelas IX buatan MGMP IPS Kota Tegal yang digunakan di seluruh SMP Negeri se-Kota Tegal pada semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen digunakan untuk menilai 112 halaman LKS berdasarkan empat standar Pedoman Penilaian Buku Pendidikan BSKAP Nomor 039/H/P/2022, yaitu materi, penyajian, desain, dan grafika. Sebagai data pendukung, kuesioner skala Likert diberikan kepada 113 siswa kelas IX SMP Negeri 7 Tegal yang diperoleh melalui teknik convenience sampling dari populasi 239 siswa. Hasil analisis dokumen menunjukkan persentase keseluruhan 70,3% (layak), dengan rincian standar materi 66,7% (cukup layak), penyajian 68,75% (cukup layak), desain 58,3% (cukup layak), dan grafika 91,7% (sangat layak). Kuesioner siswa menunjukkan persentase 77,1% (layak). Kelemahan utama meliputi contoh nyata yang belum diperbarui, ketiadaan kode QR, dominasi soal kognitif rendah, kesalahan tata tulis, dan minimnya elemen visual. Penelitian ini menegaskan perlunya evaluasi berkala terhadap LKS buatan komunitas guru agar selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
HUBUNGAN LITERASI DIGITAL DAN LEARNING LOSS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR FUNGSIONAL PESERTA DIDIK Baedowi, Hilmina Rofa’; Astuti, Wiwin; Suyatman, Suyatman; Wibowo, Ari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10759

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology and the emergence of the learning loss phenomenon in the post-pandemic era have become significant challenges in mathematics education, particularly in developing students’ functional thinking skills. This study aimed to analyze the relationship between digital literacy and learning loss with junior high school students’ functional thinking abilities. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of all eighth-grade students of MTsN 1 Klaten in the 2025/2026 academic year, totaling 198 students. The sample was selected using a cluster random sampling technique, resulting in two classes with a total of 67 students. Data were collected through a functional thinking test, a digital literacy test, and a learning loss questionnaire. The data were analyzed using descriptive statistics, normality testing, and Spearman Rank nonparametric correlation analysis. The findings revealed that digital literacy did not have a significant relationship with students’ functional thinking abilities. In contrast, learning loss showed a significant negative relationship with functional thinking, indicating that lower levels of learning loss were associated with better functional thinking abilities. These findings suggest that the quality of learning experiences plays a more dominant role than digital literacy in supporting the development of students’ mathematical thinking skills. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan munculnya fenomena learning loss pascapandemi menjadi tantangan penting dalam pembelajaran matematika, terutama terkait pengembangan kemampuan berpikir fungsional peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi digital dan learning loss dengan kemampuan berpikir fungsional peserta didik sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian meliputi seluruh peserta didik kelas VIII MTsN 1 Klaten tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 198 peserta didik. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik cluster random sampling sehingga diperoleh dua kelas dengan total 67 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan berpikir fungsional, tes literasi digital, dan angket learning loss. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan korelasi nonparametrik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan berpikir fungsional peserta didik. Sebaliknya, learning loss menunjukkan hubungan negatif yang signifikan terhadap kemampuan berpikir fungsional, yang mengindikasikan bahwa semakin rendah tingkat learning loss, maka kemampuan berpikir fungsional peserta didik cenderung semakin baik. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pengalaman belajar memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kemampuan literasi digital dalam mendukung perkembangan kemampuan berpikir matematis peserta didik.
PERBEDAAN KONSEP DIRI PESERTA DIDIK SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DAN LAYANAN INFORMASI Waruwu, Hadirat; Lase, Famahato; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Justin Foera-era
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10764

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of developing students’ self-concept as one of the key factors supporting academic success and social adjustment in the school environment. However, there are still students with low self-concept who require appropriate guidance and counseling interventions. This study aims to examine the differences in students’ self-concept before and after being provided with content mastery services and information services at UPTD SMP Negeri 3 Mandrehe. This study employs a mixed-method approach with a sequential explanatory design, which integrates quantitative data supported by qualitative data to strengthen the interpretation of the findings using purposive random sampling techniques. The research variables include self-concept as the dependent variable, and content mastery services and information services as the independent variables. Data were collected using a questionnaire. The data were analyzed by comparing pre-test and post-test scores to determine the effectiveness of the interventions. The results show that the average self-concept score of students increased from 67.37 to 110.25 (very high category) after the content mastery service, while in the information service it increased from 71.29 to 111.16 (very high category). These findings indicate that both services are effective in significantly improving students’ self-concept. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan konsep diri siswa sebagai salah satu faktor penunjang keberhasilan belajar dan penyesuaian sosial di lingkungan sekolah. Namun, masih ditemukan siswa dengan konsep diri yang rendah sehingga memerlukan intervensi layanan bimbingan dan konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsep diri siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan penguasaan konten dan layanan informasi di UPTD SMP Negeri 3 Mandrehe. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan desain sequential explanatory, yaitu penggabungan data kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif untuk memperkuat interpretasi hasil penelitian dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Variabel penelitian meliputi konsep diri sebagai variabel dependen, serta layanan penguasaan konten dan layanan informasi sebagai variabel independen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Hasil penelitian dianalisis melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat efektivitas layanan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsep diri siswa sebelum dan sesudah layanan penguasaan konten meningkat dari 67,37 menjadi 110,25 dengan kriteria sangat tinggi, sedangkan pada layanan informasi meningkat dari 71,29 menjadi 111,16 dengan kriteria sangat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kedua layanan tersebut efektif dalam meningkatkan konsep diri siswa secara signifikan.
KEMAMPUAN MENULIS NASKAH PIDATO MELALUI TEKNIK MODELING SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN TONDANO KABUPATEN MINAHASA Kembau, Praysi; Pangemanan, Nontje Jultje; Meruntu, Oldie
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10773

Abstract

This study was motivated by the low ability of eighth-grade students at SMP Kristen Tondano in writing speech texts, as indicated by incomplete text structure, weak idea coherence, and ineffective language use. This study aimed to analyze the improvement of students’ speech writing ability after the implementation of the modeling technique in Indonesian language learning. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one group Pretest-Posttest design. The participants consisted of 8 students from class VIII A of SMP Kristen Tondano. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation. The research instrument was a speech writing assessment rubric covering text structure, content relevance, language use, idea coherence, and rhetorical elements. Data were analyzed descriptively using mean scores and N-Gain analysis. The results showed that the average student score increased from 57.63 in the Pretest to 82.50 in the Posttest, with an improvement of 24.87 points. The N-Gain result of 0.59 indicated a moderate level of improvement. Improvement was observed in the completeness of opening, body, and closing structure, the use of persuasive expressions, and logical sequencing of ideas. Therefore, the modeling technique was proven effective in improving students’ speech writing ability. This study recommends the use of the modeling technique as an alternative instructional strategy to improve writing skills through concrete examples and gradual guidance. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis naskah pidato siswa kelas VIII SMP Kristen Tondano yang ditunjukkan melalui ketidaklengkapan struktur teks, lemahnya koherensi gagasan, dan penggunaan bahasa yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan menulis naskah pidato siswa setelah penerapan teknik modeling dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental berbentuk one group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa kelas VIII A SMP Kristen Tondano. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian kemampuan menulis pidato yang mencakup aspek struktur teks, kesesuaian isi, penggunaan bahasa, koherensi gagasan, dan unsur retorika. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rata-rata skor dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa meningkat dari 57,63 pada tahap Pretest menjadi 82,50 pada tahap Posttest, dengan peningkatan sebesar 24,87 poin. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,59 menunjukkan peningkatan berada pada kategori sedang. Peningkatan terlihat pada kelengkapan struktur pembuka, isi, dan penutup, penggunaan kalimat persuasif, serta keteraturan alur gagasan. Dengan demikian, teknik modeling efektif meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato siswa kelas VIII SMP Kristen Tondano. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan teknik modeling sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis melalui contoh konkret dan bimbingan bertahap.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QSH DAN NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS DI KELAS VIII Lakoro, Ningsiyanti; Panigoro, Meyko; Ardiansyah, Ardiansyah; Bumulo, Frahmawati; Maruwae, Abdulrahim
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10775

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in social studies subjects through the application of cooperative learning model type Question Student Have (QSH) which is integrated with Numbered Head Together (NHT). This study is a Class Action Research (PTK) conducted in SMP Negeri 1 Telaga with 58 students of Class VIII. The study was conducted in two cycles, each of which consists of the stages of planning, implementation of actions, observation, and reflection. Data collection techniques include observation of teacher and student activities, learning outcomes tests, and documentation. The results showed that the initial condition of student learning completeness is still low, which is about 34.4%. After the implementation of the learning model in the first cycle, learning completeness increased to 43%, but has not reached the success indicators. In the second cycle, there was a significant increase with learning completeness reaching 91%. This increase shows that the integration of QSH and NHT models can increase the activeness, cooperation, and understanding of students in the learning process. Thus, it can be concluded that the application of QSH and NHT learning models is effective in improving student learning outcomes in social studies subjects. This Model also provides a more interactive, collaborative, and fun learning experience for students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have (QSH) yang diintegrasikan dengan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Telaga dengan subjek penelitian sebanyak 58 siswa kelas VIII. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal ketuntasan belajar siswa masih rendah, yaitu sekitar 34,4%. Setelah penerapan model pembelajaran pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat menjadi 43%, namun belum mencapai indikator keberhasilan. Pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan dengan ketuntasan belajar mencapai 91%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa integrasi model QSH dan NHT mampu meningkatkan keaktifan, kerja sama, serta pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran QSH dan NHT efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Model ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi siswa.
PENGARUH LATIHAN STRATEGI PASSING DALAM FUTSAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN TIM EKSTRAKURIKULER SISWA Ardiansyah, Rian; Temmassonge, Andi; Rijaluddin, Khalid; Darminto, Andi Ogo
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10795

Abstract

Physical education through futsal plays a crucial role in developing motor coordination, but mastery of passing techniques among extracurricular students at MTs Al-Hidaya Bakke still requires optimization. This study focuses on the effect of passing strategy training on improving basic team skills. Using a quantitative approach with a one-group pretest-posttest quasi-experimental design, the study involved twenty students as subjects through a total sampling technique. The research stages included initial observation, pretest administration, implementation of a structured training program, and ending with a posttest. The results showed a significant increase in students' passing skills. Quantitative data revealed an average pretest score of 4.50, increasing to 8.06 at the posttest. Statistical analysis showed a t-value of 13.128, which was significantly greater than the t-table of 1.73 with a significance level of 0.00 less than 0.05, and a percentage increase in skills of 3.56%. These findings prove that regular passing strategy training can effectively improve accuracy, response speed, and coordination between players. The main conclusion of the study confirms that systematic integration of technical training is an appropriate training alternative for minimizing defensive gaps and improving collective team performance. This training model can serve as an empirical reference for developing a more targeted and applicable extracurricular futsal program to achieve optimal sports performance for students in schools. ABSTRAK Pendidikan jasmani melalui cabang olahraga futsal berperan krusial dalam pengembangan koordinasi motorik, namun penguasaan teknik passing pada siswa ekstrakurikuler MTs Al-Hidaya Bakke masih memerlukan optimalisasi. Penelitian ini berfokus pada pengaruh latihan strategi passing terhadap peningkatan keterampilan dasar tim. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe one group pretest-posttest, penelitian melibatkan dua puluh siswa sebagai subjek melalui teknik total sampling. Tahapan penelitian meliputi observasi awal, pemberian pretest, pelaksanaan program latihan terstruktur, dan diakhiri dengan posttest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan operan siswa. Data kuantitatif mengungkapkan nilai rata-rata pretest sebesar 4,50 meningkat menjadi 8,06 pada saat posttest. Analisis statistik menunjukkan nilai t-hitung sebesar 13,128, yang jauh lebih besar dari t-tabel 1,73 dengan taraf signifikansi 0,00 lebih kecil dari 0,05, serta persentase kenaikan keterampilan sebesar 3,56%. Temuan ini membuktikan bahwa latihan strategi passing secara rutin mampu memperbaiki akurasi, kecepatan respon, dan koordinasi antar pemain secara efektif. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa integrasi latihan teknik yang sistematis merupakan alternatif pelatihan yang tepat untuk meminimalisir celah pertahanan dan meningkatkan performa tim secara kolektif. Model latihan ini dapat dijadikan referensi empiris bagi pengembangan program ekstrakurikuler futsal yang lebih terarah dan aplikatif guna mencapai prestasi olahraga yang lebih optimal bagi peserta didik di sekolah.  
PENGEMBANGAN BAAMBOOZLE SEBAGAI MEDIA INTERAKSI MULTIDISPLIN SMP Khusnah, Anggi Almirah; Alvia, Sarah; Lestari, Mawar; Sulistiawati , Ira; Ramadhani, Nia; Hamsiana, Hamsiana; Ningsih, Surya
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10796

Abstract

This research is motivated by the low participation and interaction of students in the learning process due to the use of conventional methods that are not supported by interactive technology-based media. The focus of this research is the development of Baamboozle-based learning media as a means of multidisciplinary interaction to increase student activeness at SMPN 1 Wundulako. This research uses a participatory and collaborative approach involving 32 students, 3 teachers, and 6 female PLP students. The research procedure includes the stages of problem identification, planning, implementation, and evaluation. The instrument used is a student participation observation sheet with indicators of activeness in asking questions, answering questions, discussion involvement, and enthusiasm for learning. Data are analyzed descriptively quantitatively by comparing conditions before and after the use of the media. The results show that the use of Baamboozle can significantly increase student participation in all indicators, as well as creating a more interactive and enjoyable learning atmosphere. In addition, the multidisciplinary approach in this media also encourages increased critical thinking skills and contextual understanding of students. The conclusion of this research is that Baamboozle-based learning media is effective as a learning innovation to improve the quality of student interaction and participation, and has the potential to be developed and applied to various subjects and levels of education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan interaksi siswa dalam proses pembelajaran akibat penggunaan metode konvensional yang belum didukung media berbasis teknologi interaktif. Fokus penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran berbasis Baamboozle sebagai sarana interaksi multidisiplin untuk meningkatkan keaktifan siswa di SMPN 1 Wundulako. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan 32 siswa, 3 guru, dan 6 mahasiswi PLP. Prosedur penelitian meliputi tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi partisipasi siswa dengan indikator keaktifan bertanya, menjawab pertanyaan, keterlibatan diskusi, dan antusiasme belajar. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Baamboozle mampu meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan pada seluruh indikator, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Selain itu, pendekatan multidisiplin dalam media ini juga mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman kontekstual siswa. Simpulan penelitian ini adalah bahwa media pembelajaran berbasis Baamboozle efektif sebagai inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas interaksi dan partisipasi siswa, serta memiliki potensi untuk dikembangkan dan diterapkan pada berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan.  
PENERAPAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERWAWASAN MULTIKULTURAL DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SISWA S, Syahril Rizal; Irianto, Petrus; Kurniawan, Diki; Kusdianto, Kusdianto; Tanta, Tanta; Masreng, Robert; Mataputun, Yulius
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10797

Abstract

Complex sociocultural challenges and ethnic heterogeneity in the vocational high school environment in Papua often trigger the emergence of violence between students. This study aims to analyze in depth the implementation of multicultural leadership of the principal to prevent violence at SMKS YPK TIK Serui, Yapen Islands Regency. The focus of the study includes the development of democratic attitudes, internalization of the diversity paradigm, enforcement of anti-discrimination principles, and development of gender sensitivity. The research method used is a mixed method explanatory sequential design through the distribution of questionnaires to fifty student respondents and interviews with nine key informants. Quantitative findings show that multicultural leadership indicators are in the moderate category, with an anti-discrimination score of 66.91%, diversity paradigm 63.20%, gender sensitivity 62.80%, and democratic attitudes 58.60%. The novelty of this study lies in the integration of Papuan local wisdom, namely Three Stones One Furnace, into the school managerial system. Supporting factors include foundation support, while obstacles include the influence of alcohol. As a result, physical violence was successfully reduced by 62.7%, but a new challenge emerged in the form of digital violence, which increased by 67%. The study's conclusions confirm that multicultural leadership based on restorative justice is highly effective in significantly reducing physical aggression. However, educational institutions need to strengthen systemic multicultural digital literacy strategies to address the increasingly complex dynamics of violence in the digital era and to create sustainable school harmony. ABSTRAK Tantangan sosiokultural dan heterogenitas etnis yang kompleks di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan wilayah Papua sering kali memicu munculnya fenomena kekerasan antarsiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural guna mencegah kekerasan di SMKS YPK TIK Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Fokus kajian meliputi pembangunan sikap demokratis, internalisasi paradigma keragaman, penegakan prinsip anti-diskriminasi, serta pengembangan sensitivitas gender. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran desain sekuensial eksplanatori melalui penyebaran angket kepada lima puluh responden siswa dan wawancara sembilan informan kunci. Temuan kuantitatif menunjukkan indikator kepemimpinan multikultural berada pada kategori sedang, dengan skor anti-diskriminasi 66,91%, paradigma keragaman 63,20%, sensitivitas gender 62,80%, serta sikap demokratis 58,60%. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal Papua yakni Tiga Batu Satu Tungku ke dalam sistem manajerial sekolah. Faktor pendukung melibatkan dukungan yayasan, sementara hambatan mencakup pengaruh minuman keras. Dampaknya, kekerasan fisik berhasil ditekan hingga tingkat 62,7%, namun muncul tantangan baru berupa kekerasan digital sebesar 67%. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan multikultural berbasis keadilan restoratif sangat efektif dalam mereduksi agresi fisik secara signifikan, akan tetapi institusi pendidikan memerlukan penguatan strategi literasi digital multikultural yang sistemik untuk menghadapi dinamika kekerasan di era digital yang semakin kompleks demi terciptanya harmonisasi sekolah secara berkesinambungan.    
KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM PENGUATAN NILAI HUMANIS DI MADRASAH Ramadani, Qori’atuz Zuhria Alwi; Muizzuddin, M.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10800

Abstract

This research is motivated by the urgent need for education that goes beyond academics to address the character, morals, and spiritual dimensions of students in facing the challenges of the times. The study focuses on the implementation of a love-based curriculum to strengthen humanist values ​​at the Mambaul Falah Blitar Qur'ani Middle School. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with the principal, teachers, and students. Data analysis was carried out interactively, encompassing reduction, presentation, and conclusion-drawing stages to ensure the validity of the field findings. The research results revealed that the love-based curriculum was integrated holistically through the instillation of compassion in daily interactions and academic programs. The findings indicate that the internalization of humanist values ​​such as empathy, responsibility, and social concern was successfully built through warm communication between teachers and students. Concrete steps include the use of inspirational media in learning and routine habits through religious activities. However, the main challenges lie in limited teacher competency and instructional time. The main conclusion confirms that the love-based curriculum is a strategic instrument for creating a harmonious educational ecosystem. Therefore, real efforts are needed to align humanist values ​​between the madrasa environment and the real lives of students on a daily basis in order to realize noble character qualities through strong synergy between the school, parents, and the entire community. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan mendesak akan pendidikan yang melampaui batas akademik demi menyentuh dimensi karakter, moral, serta spiritualitas siswa dalam menghadapi tantangan zaman. Fokus kajian diarahkan pada implementasi kurikulum berbasis cinta guna memperkuat nilai-nilai humanis di Madrasah Tsanawiyah Qur’ani Mambaul Falah Blitar. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan lewat teknik wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, dan peserta didik. Analisis data dijalankan secara interaktif meliputi tahap reduksi, penyajian, hingga penarikan kesimpulan untuk memastikan keabsahan temuan lapangan. Hasil riset mengungkap bahwa kurikulum berbasis cinta diintegrasikan secara holistik melalui penanaman kasih sayang dalam interaksi harian maupun program akademik. Temuan menunjukkan internalisasi nilai humanis seperti empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial berhasil dibangun melalui komunikasi hangat antara guru dan murid. Langkah konkretnya mencakup penggunaan media inspiratif dalam pembelajaran serta pembiasaan rutin lewat kegiatan keagamaan. Meskipun demikian, tantangan utama terletak pada keterbatasan kompetensi guru dan waktu instruksional. Simpulan utama menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan instrumen strategis untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata guna menyelaraskan nilai humanis antara lingkungan madrasah dengan kehidupan nyata peserta didik sehari-hari demi mewujudkan kualitas karakter mulia melalui sinergi kuat antara pihak sekolah, orang tua, serta seluruh masyarakat.  
STRATEGI GURU DALAM PEMBINAAN KARAKTER GENERASI Z MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI Tohet, Moch.; Fakhirah, Zakiyah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10801

Abstract

The development of Generation Z in the digital era presents serious challenges in character building, including low levels of empathy, discipline, and spiritual awareness, thereby requiring adaptive, contextual, and digitally relevant learning strategies in Islamic Religious Education and Character Education. This study aims to describe effective teacher strategies in fostering the character of Generation Z through Islamic Religious Education and Character Education at SMAN 2 Situbondo. It employs a qualitative approach with a case study design, using observation, interviews, and documentation techniques analyzed through the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that character development is implemented integratively through teacher role modeling, religious habituation such as Qur’an recitation (tadarus) and dhuha prayer, integration of Qur’anic and Hadith values in digital contexts, collaborative learning, the use of digital media, personal mentoring, and the strengthening of a religious school culture. These strategies have proven effective in enhancing students’ discipline, responsibility, social empathy, and digital ethical awareness, with participatory, contextual, and experience-based learning identified as key factors in the sustainable internalization of character values among Generation Z. ABSTRAK Perkembangan Generasi Z di era digital menghadirkan tantangan serius dalam pembinaan karakter, seperti rendahnya empati, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual, sehingga diperlukan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan dunia digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi efektif guru dalam membina karakter Generasi Z melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 2 Situbondo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter dilakukan secara integratif melalui keteladanan guru, pembiasaan religius seperti tadarus dan salat dhuha, integrasi nilai Al-Qur’an dan hadis dalam konteks digital, pembelajaran kolaboratif, pemanfaatan media digital, pendampingan personal, serta penguatan budaya sekolah religius. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, empati sosial, serta kesadaran etika digital siswa. Pembelajaran yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman menjadi faktor kunci keberhasilan dalam menginternalisasikan nilai karakter pada Generasi Z secara berkelanjutan.    

Page 2 of 4 | Total Record : 38