cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2026)" : 38 Documents clear
PENGARUH EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI SE-KECAMATAN SUNGAI LILIN Rahman, Andi; Rusmawati, Hoky
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10802

Abstract

This research is motivated by the strategic role of teachers as the spearhead of education whose performance is greatly influenced by the quality of principal leadership in the public high schools in Sungai Lilin District. The problem focuses on the extent to which leadership effectiveness contributes to the achievement of teacher professionalism in managing learning optimally. This study applies a quantitative descriptive correlational approach involving a population of 95 teachers through a total sampling technique. Data collection was carried out using a Likert scale questionnaire instrument that has been tested for validity and reliability, then analyzed using simple linear regression through SPSS software. The results of the analysis indicate a positive and significant influence of leadership effectiveness on teacher performance with a regression coefficient value of 0.435, a calculated t value of 3.579, and a significance of 0.001. The research findings confirm that the leadership variable provides a real contribution of 13.1 percent to the variation in teacher performance in the field. The main conclusion of the study confirms that efforts to systematically improve the effectiveness of principal leadership will have a direct impact on improving teacher performance in schools. Although there are other factors that also influence, strengthening a communicative and supportive leadership style remains a vital instrument in creating a conducive work ecosystem for achieving more optimal and sustainable education quality in the future for all school components in the region in an integrative and comprehensive manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis guru sebagai ujung tombak pendidikan yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah di lingkungan SMA Negeri se-Kecamatan Sungai Lilin. Masalah difokuskan pada sejauh mana efektivitas kepemimpinan berkontribusi terhadap capaian profesionalisme guru dalam mengelola pembelajaran secara optimal. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan melibatkan populasi sebanyak 95 guru melalui teknik pengambilan sampel total. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif serta signifikan dari efektivitas kepemimpinan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,435, nilai t hitung 3,579, serta signifikansi 0,001. Temuan riset mengonfirmasi bahwa variabel kepemimpinan memberikan kontribusi nyata sebesar 13,1 persen terhadap variasi kinerja guru di lapangan. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa upaya peningkatan efektivitas kepemimpinan kepala sekolah secara sistematis akan berdampak langsung pada perbaikan kinerja guru di sekolah. Meskipun terdapat faktor lain yang turut berpengaruh, penguatan gaya kepemimpinan yang komunikatif dan suportif tetap menjadi instrumen vital dalam menciptakan ekosistem kerja yang kondusif demi tercapainya mutu pendidikan yang lebih optimal dan berkelanjutan di masa depan bagi seluruh komponen sekolah di wilayah tersebut secara integratif dan komprehensif.  
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATA PELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA Asrijal, Asrijal; Karim, Syahruni; Muhajir, Muhammad Al; Mustarin, Amirah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10803

Abstract

This research is a quantitative descriptive study that aims to obtain an overview of the relationship between learning styles and learning activities toward students' conceptual understanding of biology subjects at SMA Addaraen Makassar. This study involves three variables: the independent variables are learning style and learning activity, while the dependent variable is the understanding of biology concepts. The population in this study consisted of all 18 students in Grade XI at SMA Addaraen Makassar. The data analysis techniques used were descriptive statistics and inferential statistics for hypothesis testing. The results of the analysis showed that the students' learning styles obtained an average score of 67.75, categorized as "moderate," and students' learning activities obtained an average score of 67.13, also categorized as "moderate." The analysis of conceptual understanding in biology subjects yielded an average score of 90.45, categorized as "very high." The study then proceeded with hypothesis testing using multiple correlation (RYX_1X_2) by first calculating the simple correlation through Pearson's Product-Moment correlation, which resulted in an rx_1y value of 0.9950 and an rx_2y value of 0.9918. Inferential analysis using the significance test (t-test) showed t_{count} values of 61.45 and 51.25, while the t_{table} at a 5% significance level was 2.03. Consequently, the t_{count} values are significantly larger than the t_{table}, indicating that H0 is rejected and Ha is accepted. This means there is a positive relationship and correlation coefficient between learning styles and learning activities toward the understanding of biology concepts. ABSTRAK Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hubungan antara gaya belajar dan aktivitas belajar terhadap pemahaman konsep mata pelajaran biologi siswa kelas SMA Addaraen Makassar. Penelitian ini melibatkan tiga variabel yakni variabel bebas adalah gaya belajar dan aktivitas belajar.  Sedangkan variabel terikat adalah pemahaman konsep mata pelajaran biologi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Addaraen Makassar yang terdiri dari 18 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial untuk uji hipotesis. Hasil analisis gaya belajar siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 67,75 dengan kategori sedang, dan untuk aktivitas belajar siswa diperoleh nilai rata-rata sebesar 67,13 dengan kategori sedang. Hasil analisis pemahaman konsep pada mata pelajaran biologi siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 90,45 dengan kategori sangat tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan menggunakan korelasi ganda (RYX1X2) dengan terlebih dahulu menghitung korelasi sederhananya melalui korelasi product moment Pearson sehinnga dihasilkan nilai rx1y sebesar 0,9950, dan rx2y sebesar 0,9918. Analisis inferensial dengan uji signifikan (uji t) menunjukkan nilai thitung 61,45 dan 51,25 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% adalah 2,03 . Dengan demikian, nilai thitung jauh lebih besar dari pada ttabel sehingga dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang positif dan nilai koefisien korelasi antara gaya belajar dan aktivitas belajar terhadap pemahaman konsep mata pelajaran biologi.    
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN WEBSITE WIZER.ME PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA FASE F SMA/MA Rahmah, Suci Adila; Kurniawati, Desy
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10804

Abstract

This study aims to develop a Problem Based Learning (PBL)-based E-LKPD assisted by the wizer.me website on the topic of chemical equilibrium in the High School/MA phase and to test its validity and practicality. This research is a type of Research and Development (R&D) study using the 4-D development model, which includes the define, design, develop, and disseminate stages, but its implementation is limited to the develop stage. The research subjects consisted of 3 Chemistry lecturers from FMIPA UNP and 2 high school chemistry teachers from SMA Pertiwi 1 Padang as validators, as well as 2 chemistry teachers and 24 students as practicality test respondents. The instruments used include interview sheets, student questionnaires, validation sheets, and practicality questionnaires. The research results indicate that the developed E-LKPD has a validity level with an average Aiken’s V value of 0.90, which is categorized as valid, and a practicality level with average scores of 94% from teachers and 90% from students, placing it in the very practical category. These results show that the developed E-LKPD is easy to use, engaging, and able to support active learning, so it can be concluded that the Problem-Based Learning E-LKPD assisted by the wizer.me website on chemical equilibrium material meets the criteria of being valid and very practical for use in learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan website wizer.me pada materi kesetimbangan kimia Fase F SMA/MA serta menguji tingkat validitas dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate, namun pelaksanaannya dibatasi hingga tahap develop. Subjek penelitian terdiri atas 3 dosen Kimia FMIPA UNP dan 2 guru kimia SMA Pertiwi 1 Padang sebagai validator, serta 2 guru kimia dan 24 peserta didik sebagai responden uji praktikalitas. Instrumen yang digunakan meliputi lembar wawancara, angket peserta didik, lembar validasi, dan angket praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dengan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,90 yang tergolong dalam kategori valid, serta tingkat kepraktisan dengan nilai rata-rata sebesar 94% dari guru dan 90% dari peserta didik yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Hasil ini menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan mudah digunakan, menarik, dan mampu mendukung pembelajaran yang aktif, sehingga dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis Problem Based Learning berbantuan website wizer.me pada materi kesetimbangan kimia telah memenuhi kriteria valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran.  
PEMBELAJARAN MENDALAM PADA MATERI HIKAYAT SEBAGAI ALTERNATIF PENDIDIKAN KARAKTER KELAS X SMK Astuti, Dewi; Wicaksana, Muhlis Fajar
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10805

Abstract

This study aims to describe the implementation of deep learning in hikayat (classical Malay literature) instruction, examine students' responses, and explore the character values that emerged through the learning process among tenth-grade students at SMK PGRI Sukoharjo. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed in this research. Data were collected through three methods: a four-point Likert scale questionnaire distributed to 47 students, direct observation during learning activities, and review of instructional documents. The collected data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, encompassing the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity verified through source triangulation and technique triangulation. The findings reveal that deep learning was implemented based on three core principles, namely mindful, meaningful, and joyful, with the meaningful principle being the most dominant, as reflected by 53.2% of students who acknowledged the relevance of hikayat material to their lives and future. Positive responses across all indicators exceeded 86%, with no students strongly rejecting any statement related to comprehension of hikayat content or character development. Character values successfully cultivated included honesty, responsibility, discipline, and adherence to rules, with discipline demonstrating the most significant growth. This study concludes that deep learning-based hikayat instruction is proven effective as an alternative strategy for strengthening character education in vocational high schools. These findings imply the necessity of reconceptualizing classical literature instruction to extend beyond cognitive achievement toward the holistic and sustainable formation of students' character. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran mendalam pada materi hikayat, menelaah tanggapan peserta didik, serta menggali nilai-nilai karakter yang tumbuh melalui proses pembelajaran pada siswa kelas X SMK PGRI Sukoharjo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara, yakni penyebaran angket berskala Likert empat poin kepada 47 siswa, pengamatan langsung selama kegiatan belajar berlangsung, serta penelaahan dokumen perangkat pembelajaran. Data yang terkumpul dianalisis memakai model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap pemilahan data, pemaparan data, dan penyimpulan, kemudian keabsahannya diverifikasi melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran mendalam dijalankan dengan bertumpu pada tiga prinsip pokok, yaitu berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful), dengan prinsip bermakna sebagai yang paling dominan, tercermin dari 53,2% siswa yang mengakui relevansi materi hikayat bagi kehidupan dan masa depan mereka. Tanggapan positif peserta didik pada keseluruhan indikator melampaui angka 86%, tanpa ditemukan penolakan tegas pada indikator pemahaman isi hikayat maupun pembentukan karakter. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan mencakup kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan ketaatan pada aturan, dengan kedisiplinan sebagai nilai yang menunjukkan pertumbuhan paling nyata. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran hikayat berbasis pembelajaran mendalam terbukti efektif sebagai strategi alternatif penguatan pendidikan karakter di SMK. Temuan ini mengisyaratkan perlunya pembaruan pendekatan dalam pembelajaran sastra klasik yang tidak semata mengejar capaian kognitif, melainkan juga membentuk karakter peserta didik secara utuh dan berkesinambungan.  
STRATEGI MENDESKRIPSIKAN OBJEK SEBAGAI PEMBELAJARAN PUBLIC SPEAKING SISWA SMK Febryanti, Keysha Elia Putri; Wicaksana, Muhlis Fajar; Kusumaningsih, Dewi; Pardyatmoko, Pardyatmoko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10806

Abstract

This study aims to describe the implementation of the strategy of describing objects as a public speaking learning for vocational high school students. The study used a qualitative descriptive design with one Indonesian language teacher and 32 grade XI students at a state vocational high school in Sukoharjo in the 2025/2026 academic year selected by purposive sampling as subjects. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and analysis of In-Depth Learning Plan (RPM) documents. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity maintained through triangulation of sources and techniques. The results of the study showed that this strategy was implemented through five integrated aspects: (1) functional teaching materials based on CP Indonesian speaking aspects delivered demonstratively; (2) media in the form of concrete objects in the classroom environment chosen spontaneously; (3) six stages of the strategy including the teacher as a model, offering rewards, spontaneous topic selection, directions for minimizing pauses, oral descriptions without text, and evaluation; (4) formative evaluation based on appreciative oral feedback; and (5) independent follow-up in the form of practice in front of a mirror and family. The conclusion of the study shows that the strategy of describing objects effectively increases students' participation, speaking courage, and fluency, while progressively reducing anxiety about appearing in front of the class. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan strategi mendeskripsikan objek sebagai pembelajaran public speaking siswa SMK. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan subjek satu orang guru Bahasa Indonesia dan 32 siswa kelas XI di salah satu SMK Negeri di Sukoharjo tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM). Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini dilaksanakan melalui lima aspek yang terintegrasi: (1) bahan ajar fungsional berbasis CP Bahasa Indonesia aspek berbicara yang disampaikan secara demonstratif; (2) media berupa objek konkret di lingkungan kelas yang dipilih secara spontan; (3) enam tahapan strategi meliputi guru sebagai model, penawaran reward, pemilihan topik spontan, arahan minimalisasi jeda, deskripsi lisan tanpa teks, dan evaluasi; (4) evaluasi formatif berbasis umpan balik lisan yang apresiatif; serta (5) tindak lanjut mandiri berupa latihan di depan cermin dan keluarga. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa strategi mendeskripsikan objek efektif meningkatkan partisipasi, keberanian berbicara, dan kelancaran siswa, sekaligus mengurangi kecemasan tampil di depan kelas secara progresif.  
PERAN SANGGAR SENI PARANTA’TAU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MELALUI SENI TEATER DI SMA Indah, Laysius; Nurlela, Nurlela; Junaeda, St.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10807

Abstract

This study examines in depth the role of the Paranta’Tau Art Studio at SMA Negeri 13 Makassar in influencing students during their participation in theater arts training. The researcher uses a descriptive type of research employing qualitative data. Data collection was obtained through field observation, interviews, documents, and documented photographs. The data obtained were then analyzed using Malinowski's Functionalism perspective. The results of the study indicate that the Art Studio not only functions as a place for talent development but also as a social institution that maintains balance and order in the implementation of activities within the school environment. The balance referred to is between the achievement of academic learning outcomes in the classroom and the non-academic activities of the Art Studio, including the formation of students' character. The implications of the Paranta’Tau Art Studio suggest that this activity strengthens social bonds, group solidarity, and a sense of belonging among the studio members. Theater arts serve as a space for social integration that assists students in developing their self-identity within the school community. ABSTRAK Penelitian ini membahas secara mendalam bagaimana peran dari Sanggar Seni Paranta’Tau SMA Negeri 13 Makassar dalam memberikan pengaruh bagi siswa selama mengikuti pelatihan seni teater. Peneliti mrnggunaksn jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan melakukan observasi lapangan, wawancara, dokumen, dan dokumentasi berupa foto. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan persfektif Fungsionalisme dari Malinowski. Hasil penelitian yang didapatkan, menunjukkan bahwa Sanggar Seni tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengembangan bakat, tetapi juga sebagai lembaga sosial yang menjaga keseimbangan dan keteraturan pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah. Keseimbangan yang dimaksudkan adalah antara capaian hasil pembelajaran dikelas yang sifatnya akademik dengan kegiatan Sanggar Seni yang non-akademik, termasuk pebentukan karakter siswa. Implikasi dari Sanggar Seni Paranta’Tau menunjukkan bahwa kegiatan ini memperkuat hubungan sosial, solidaritas kelompok, serta rasa memiliki di antara anggota sanggar. Seni teater menjadi ruang integrasi sosial yang membantu siswa membangun identitas diri dalam komunitas sekolah.    
STRATEGI GURU PAI DALAM MENANAMKAN NILAI MULTIKULTURAL BERBASIS COOPERATIVE LEARNING Pramana, Ardi; Setiawan, Dedi; Mispani, Mispani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10809

Abstract

This study aims to describe and analyze the planning, implementation, and evaluation of Cooperative Learning-based learning in instilling multicultural values ​​at SMA Negeri 1 Bangun Rejo, Central Lampung. The main problem in this study is the potential for differences in views among students with diverse backgrounds. This study uses a qualitative approach with field research and case studies. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that: (1) planning is carried out through the preparation of teaching modules that integrate the values ​​of tolerance and unity; (2) implementation is carried out through the formation of heterogeneous groups and active discussions; (3) evaluation includes the assessment of social attitudes such as cooperation and responsibility. The conclusion of this study shows that the Cooperative Learning strategy is effective in instilling multicultural values ​​through active and collaborative learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis Cooperative Learning dalam menanamkan nilai-nilai multikultural di SMA Negeri 1 Bangun Rejo Lampung Tengah. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya potensi perbedaan pandangan di antara peserta didik yang memiliki latar belakang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan dilakukan melalui penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan nilai toleransi dan persatuan; (2) pelaksanaan dilakukan melalui pembentukan kelompok heterogen dan diskusi aktif; (3) evaluasi mencakup penilaian sikap sosial seperti kerja sama dan tanggung jawab. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Cooperative Learning efektif dalam menanamkan nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran yang aktif dan kolaboratif.  
HUBUNGAN METAKOGNISI DAN PROBLEM SOLVING MATEMATIKA PADA SISWA SMP Putri, Agatha Vinika; Murti, Heru Astikasari Setya
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10810

Abstract

This study is motivated by the importance of metacognitive skills in supporting junior high school students’ mathematical problem-solving abilities, particularly during early adolescence, a developmental stage characterized by rapid cognitive growth. The aim of this study is to examine the relationship between metacognitive skills and problem-solving abilities among junior high school students. This research employs a quantitative method with a correlational approach, involving 57 junior high school students aged 12–15 years. Data were collected using metacognitive skills and problem-solving scales that had been tested for validity and reliability, and were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s correlation test due to non-normally distributed data. The results indicate a very strong and significant positive relationship between metacognitive skills and students’ problem-solving abilities, with a correlation coefficient of r = 0.894 and a significance value of p < 0.01. Descriptive analysis further reveals that the majority of students fall into the moderate category for both metacognitive skills and problem-solving abilities. These findings suggest that metacognitive skills play a crucial role in helping students understand problems, plan strategies, and evaluate the problem-solving process. The implications of this study highlight the importance of integrating metacognitive skill development into junior high school learning processes to enhance students’ problem-solving abilities optimally. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan metakognitif dalam mendukung kemampuan problem solving matematika siswa SMP, terutama pada fase remaja awal yang ditandai dengan perkembangan kemampuan berpikir yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan metakognitif dan kemampuan problem solving pada siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 57 siswa SMP dengan rentang usia 12–15 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala keterampilan metakognitif dan skala problem solving yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara keterampilan metakognitif dan kemampuan problem solving siswa, dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,894 dan nilai signifikansi p < 0,01. Hasil analisis deskriptif juga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sedang baik dalam keterampilan metakognitif maupun kemampuan problem solving. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterampilan metakognitif berperan penting dalam membantu siswa memahami masalah, merencanakan strategi, serta mengevaluasi proses penyelesaian masalah. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan metakognitif perlu menjadi perhatian dalam proses pembelajaran di SMP guna meningkatkan kemampuan problem solving siswa secara optimal.    
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA SMK Agustie, Cicilia Sekar; Christiana, Elisabeth; Nuryono, Wiryo
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10811

Abstract

Career planning is an important aspect of guidance and counseling services in Vocational High Schools (SMK) because it is closely related to students’ readiness in determining further education and entering the world of work. However, in reality, many students still experience difficulties in planning their careers effectively. This condition is caused by a lack of self-understanding, limited career information, and inadequate ability to make career decisions. This study aims to determine the effectiveness of group guidance services using the problem-solving technique in improving the career planning of vocational high school students. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest–posttest model. The research subjects were eleventh-grade vocational high school students who had low to moderate levels of career planning. Data were collected using a career planning scale that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using statistical tests to compare the results before and after the implementation of the service. The results showed a significant increase in students’ career planning levels after participating in group guidance services using the problem-solving technique. These findings indicate that group guidance services with the problem-solving technique are effective in helping students understand their potential, identify various career alternatives, and make more directed career decisions. Therefore, this service can be used as a strategy by guidance and counseling teachers to improve the career planning abilities of vocational high school students. ABSTRAK Perencanaan karier merupakan salah satu aspek penting dalam layanan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena berkaitan dengan kesiapan siswa dalam menentukan pilihan studi lanjut maupun dunia kerja. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam merencanakan karier secara matang akibat kurangnya pemahaman diri, informasi karier, serta kemampuan dalam mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving dalam meningkatkan perencanaan karier siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dengan model pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK yang memiliki tingkat perencanaan karier rendah hingga sedang. Pengumpulan data menggunakan skala perencanaan karier yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji statistik untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah pemberian layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat perencanaan karier siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving efektif dalam membantu siswa memahami potensi diri, mengidentifikasi berbagai alternatif karier, serta mengambil keputusan karier secara lebih terarah. Dengan demikian, layanan ini dapat menjadi salah satu strategi yang dapat diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karier siswa SMK.  
INTEGRASI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER MODERAT PESERTA DIDIK DI MTS DARUL HUDA KARANGGONDANG Mansur, Ahmad Abu; Budi, Eka Setya
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10812

Abstract

The transformation of education in the digital era not only brings significant advancements but also raises critical challenges, particularly the decline in students’ character, as reflected in exclusive attitudes and low levels of religious moderation. This condition indicates a gap between normative value-based learning and the social realities experienced by students in their daily lives, thus requiring innovative learning approaches that integrate religious values with cultural contexts in a more practical and contextual manner. This study aims to examine the integration of local wisdom into Aqidah Akhlak learning and to evaluate its effectiveness in fostering moderate character, while also addressing the limited availability of operational and contextual ethnopedagogical models. The research was conducted at MTs Darul Huda Karanggondang using a qualitative approach with a descriptive case study design, involving the school principal, teachers, and students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that the implementation of the “Trio Harmoni” model based on local wisdom significantly increased student engagement to 88% in the learning process; 90% of students reported improved understanding of the material, 85% were able to relate moral values to local cultural contexts, and 92% became familiar with the traditions used as learning media. Furthermore, there was a shift in students’ mindset from exclusivism to inclusivism, along with improved collaborative behavior in social interactions. In conclusion, the ethnopedagogical approach based on local wisdom is proven to be effective in integrating cognitive, affective, and behavioral aspects simultaneously, while contributing to the development of contextual and sustainable religious moderation character. ABSTRAK Transformasi pendidikan di era digital tidak hanya membawa kemajuan signifikan, tetapi juga memunculkan persoalan mendasar berupa penurunan kualitas karakter peserta didik, yang tercermin dalam sikap eksklusif serta lemahnya moderasi beragama. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara pembelajaran yang berorientasi pada nilai normatif dengan realitas sosial yang dihadapi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, diperlukan suatu inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan konteks budaya secara lebih aplikatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta menguji efektivitasnya dalam membentuk karakter moderat, sekaligus menjawab keterbatasan kajian sebelumnya terkait model etnopedagogi yang bersifat operasional. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Darul Huda Karanggondang dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, dan peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model “Trio Harmoni” berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan partisipasi siswa hingga mencapai 88% dalam kegiatan pembelajaran. Sebanyak 90% peserta didik mengungkapkan bahwa materi pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami, 85% mampu menghubungkan nilai-nilai akhlak dengan budaya lokal, dan 92% telah mengenal tradisi yang digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, ditemukan adanya perubahan pola pikir dari sikap eksklusif menuju inklusif serta peningkatan kemampuan bekerja sama dalam interaksi sosial. Dengan demikian, pendekatan etnopedagogi berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan perilaku secara terpadu, serta berkontribusi dalam memperkuat karakter moderasi beragama yang kontekstual dan berkelanjutan.

Page 3 of 4 | Total Record : 38